Author's note :
Helloo, semoga pada ga bosen ya baca FFku ini. Soalnya aku masih newbie. Hehehe.
Untuk yang minta chapternya di panjangin, mian yaa. Soalnya FF ini udah kelar dan udah aku save per chapter. Jadi adanya ya begini u,u
Mian jg buat yang ga puas sama jalan ceritanya. (don't like don't read xD)
gomawo yang masih nunggu FFku dan review :D
.
.
.
Waktu makan malam tiba.
"Kyu-ya, bagaimana keadaanmu ? sudah membaik ?"Tanya Siwon. Siwon berusaha untuk bersikap hangat pada Kyuhyun. "Ne."jawab Kyuhyun singkat tanpa menoleh sedikitpun.
Bukan Kyuhyun yang biasanya.
Hyori dan siwon berpandang- pandangan. Ada apa dengan Kyuhyun ? mereka bertanya- Tanya dalam hati.
"umma, appa, haelmoni. Aku ingin bertanya."Tanya Kyuhyun tiba- tiba. "ne, mau bertanya apa Kyu-ya ?"Tanya Minra. Kyuhyun menundukan kepalanya. Tangannya mengepal.
"sebenarnya… aku ini anak siapa ?"Tanya Kyuhyun dengan wjah sedih. Hyora tersedak makanannya. Siwon langsung memberinya minum. Minra langsung meneguk minumannya. Jino yang tak tahu maksud Kyuhyun hanya bingung sendiri.
"Yaa, Kyu-ya ! apa maksudmu ? kau itukan saudaraku, kitakan kembar ! pertanyaan macam apa itu."bentak Jino. Semua terdiam. "sudah tak usah menutupi apapun lagi dariku. Aku tahu aku bukan anak kalian. Aku mendengar pembicaraan kalian tadi."lanjut Kyuhyun.
Mata Hyori berkaca- kaca. "Kyu-ah…"ia bermaksud menghampiri Kyuhyun.
"Jangan sentuh aku ! katakan saja siapa orang tua ku !"Bentak Kyuhyun. Hyori terlonjak kaget. Kyuhyun tak pernah membentak siapapun. Hyori menangis. Ia menuju kekamarnya kemudian mengambil sesuatu. Surat yang ditinggalkan Cho Minji.
"ini.. surat pemberian untukmu pada kami.."Kyuhyun mengambil surat itu dari tangan Hyori. Tangannya masih bergetar. Ia membaca surat itu.. Kyuhyun jatuh terduduk. Ia menutup mulutnya dengan sebelah tangannya. Tangisnya sudah tak bisa ditahan. Siwon memeluk Hyori. Mata Minra mulai berkaca- kaca. Entah kenapa ia takut kehilangan Kyuhyun. Cucu yang selama ini ia benci.
Kyuhyun menghapus air matanya. "Kyuhyun-ah, tetaplah bersama kami.. kami sungguh menyayangimu.."Hyora memohon. Kyuhyun masih terdiam, tapi tiba- tiba ia mengangkat wajahnya.
"Jhwesonghamnida tuan Cho, nyonya Cho, gamsahamnida telah merawat saya selama ini. saya.. saya selama ini sudah merepotkan kalian dengan tingkah saya yang seolah- olah iri pada Jino. Mestinya saya tahu diri. Sekali lagi gamshamnida. Malam ini juga saya akan meninggalkan rumah ini."Kyuhyun membungkuk 90 derajat dihadapan keluarganya sendiri.
Hyora menangis keras. Jino yang sudah menangis menghampiri Kyuhyun, "Cho Kyuhyun bodoh ! Kau itu saudaraku ! aku menyayangimu !"Jino hendak memeluk Kyuhyun. Tapi Kyuhyun menghindar. "Mianhae Jino-ya. Kita bukan saudara. Kita masih bisa berteman."Kyuhyun tersenyum lirih.
Minra masih terdiam di meja makan. Ia merasa bersalah dengan semua yang ia lakukan pada Kyuhyun. "Cho Kyuhyun, kau tidak boleh pergi. Kami harus bertanggung jawab atasmu. Kami masih harus menyekolahkanmu."ucap Minra dingin. Entah kenapa ia tak bisa bersikap hangat pada Kyuhyun. Menyekolahkan hanya alasan agar Kyuhyun bisa tinggal dirumah ini.
Kyuhyun menoleh kearah haelmoninya. "jika alasannya sekolah aku bisa mencari beasiswa. Gamsahamnida."ucap Kyuhyun dingin.
Kyuhyun berjalan kearah kamarnya. Ia membawa beberapa pakaian. Ia mengambil uang simpanannya dibawah tumpukan pakaiannya. uang itu adalah uang jajan yang selama ini dikumpulkannya. Kyuhyun merasa tak berhak memiliki uang ini. Tapi, bagaimanapun ia membutuhkannya saat ini. Kyuhyun mengangkat tasnya, dan keluar dari kamarnya.
Hyora yang melihat Kyuhyun sudah membawa tasnya berlari kearah Kyuhyun. "Kyuhyun-ah.. Kumohon, jangan pergi.. umma menyayangimu.."Ujar Hyora. Kyuhyun tidak bergeming. Ia tetap berjalan kearah pintu.
"Kyuhyun-ah.. appa mohon. Tetaplah disini.."Siwon memohon.
"Jhwesonghamnida tuan Cho. Saya tidak bisa tinggal disini. Anda sudah sangat baik mau merawat saya selama 14 tahun. Permisi semuanya."Kyuhyun membungkuk sekali lagi lalu berlari meninggalkan rumah yang sudah ditempatinya selama 14 tahun.
Hyora menangis histeris. Siwon berusaha menenangkannya. Akhirnya Hyora pingsan. Jino dan Siwon membawa Hyora kekamarnya. Sedangkan Minra masih terdiam dimeja makan. Ia memegang dadanya. Sakit sekali. Minra untuk pertama kalinya menangis untuk Kyuhyun…
Pagi yang cerah. Kyuhyun tertidur di kursi taman. Ternyata kejadian kemarin bukan mimpi. Batinnya. Pagi itu Kyuhyun tidak pergi kesekolah. Ia mau mencari pekerjaan dan tempat tinggal baru.
Kyuhyun pergi kerumah barunya, sebuah kontrakan kecil. Setidaknya cukup untuknya tinggal. Besarnya hanya sebesar kamarnya yang lama.
ia mulai memikirkan pekerjaan, bagaimana ia bisa hidup tanpa uang ? ia hanya anak SMP, pekerjaan macam apa yang bisa ia dapatkan ?
ia mencari dan mencari. Akhirnya ia mendapatkan pekerjaan sambilan sebagai pelayan restoran sepulang sekolah. Malam harinya, ia bekerja lagi sebagai penyanyi di sebuah restoran lainnya sampai pukul 12 malam. Selama 1 minggu Kyuhyun tidak masuk sekolah. Ia mencoba membiasakan diri dengan pekerjaannya.
Seminggu kemudian Kyuhyun masuk sekolah lagi. Jino yang melihat Kyuhyun langsung menghampiri dan memeluk Kyuhyun. "Kyuhyun-ah ! aku merindukanmu.. kukira aku tak bisa bertemu denganmu lagi.."ujar Jino. Kyuhyun hanya terdiam. "Jino-ya, tolong lepaskan pelukanmu, kelas sudah mau dimulai."ujar Kyuhyun dingin. Jino melepas pelukannya dengan wajah kecewa.
"selamat pagi anak – anak, pagi ini saya mau member pengumuman. Ketua OSIS kita saat ini, Park Jungsoo, kini mengundurkan diri dari jabatannya karena suatu alasan. Kepala sekolah sudah menetapkan siapa pengganti ketua OSIS sementara. Sementara kami akan mencari calon ketua OSIS selanjutnya. Kita membutuhkan ketua OSIS sementara karena sebentar lagi akan ada pentas seni. Dan membutuhkan seseorang yang pintar dalam mengatur kegiatan tersebut."jelas Lee seonsangnim panjang lebar.
"Cho Kyuhyun. Kau adalah ketua OSIS untuk sementara ini."ucap Lee seonsangnim. Siswa dikelas tersebut bertepuk tangan. Mereka setuju kalau Kyuhyun yang menjadi ketua OSIS. Karena Kyuhyun adalah murid yang multi-talent. Dalam pelajaran, seni, maupun olah raga ia memiliki nilai tinggi.
"Jhwesonghamnida seonsangnim. Aku tidak bisa.."tolak Kyuhyun halus. Bukannya ia tidak mau, tapi ia tak punya waktu. Sepulang sekolah sampai tengah malam ia harus bekerja.
Lee seonsangnim terkejut. Kedudukan ketua OSIS adalah salah satu kedudukan yang diinginkan para siswa. "kenapa Kyuhyun-ssi ? kau pantas menjadi ketua OSIS."ucap Lee seonsangnim.
"aku tidak bisa seonsangnim. Walaupun aku mau, tapi aku tidak sempat."ucap Kyuhyun. "maaf Kyuhyun-ssi. Tapi ini adalah keputusan kepala sekolah. Kau tidak bisa menolak."ucap lee seonsangnim. Kyuhyun hanya mengangguk pasrah.
Sepulang sekolah Kyuhyun langsung melesat ketempat kerjanya. Sebuah restoran yang kecil dengan jumlah pengunjung yang cukup ramai. "Ya ! Kyuhyun-ssi ! kau hampir terlambat !"ucap Shindong, pemilik restoran ini.
"mianhae Shindong-ajusshi, tadi aku ada urusan disekolah. Tiba- tiba aku disuruh menjadi ketua OSIS."jawab Kyuhyun sambil merengut. Shindong dan Kyuhyun, walaupun baru kenal selama seminggu, mereka sudah dekat.
"Ketua OSIS ? hahaha. Tak apa lah.. kaukan anak pintar, terang saja kalau diangkat menjadi ketua OSIS. Lagipula kau jangan terlalu banyak bekerja. Kau ini baru 14 tahun. Nikmati saja masa- masa sekolahmu."nasehat Shindong. Shindong tak tahu masalah keluarga Kyuhyun. Kyuhyun mengatakan kalau ia hanya ingin mencoba bekerja untuk tambahan uang jajan.
"Ne ajusshi. Aku tetap menikmati masa- masa sekolahku kok."ucap Kyuhyun seraya tersenyum. Ia mengganti seragamnya dengan pakaian waitres lalu melayani pengunjung yang baru datang.
Cho Jino hari ini mengikuti Kyuhyun. Orang tuanya menyuruhnya untuk menyelidiki lalu memberitahu mereka mengenai kehidupan Kyuhyun sekarang. Ia berjalan di belakang Kyuhyun. Ia melihat Kyuhyun masuk kedalam suatu restoran kecil. Ia ikut masuk sambil memakai jaket hitam dan topi sebagai penyamaran.
Ia duduk disalah satu meja dan melihat sekeliling. 'mana Kyuhyun ?'batinnya. dan ia melihat Kyuhyun keluar dari dapur lalu melayani pengunjung. Ia membulatkan matanya. "Kyuhyun bekerja disini ?"tanyanya pada diri sendiri. Tiba- tiba Kyuhyun menghampirinya. Ia menurunkan topinya agar wajahnya tak terlihat.
"selamat malam tuan. Mau pesan apa ?"Tanya Kyuhyun ramah. "a-aku pesan kimchi ini dan green tea."ucapnya. "baiklah, terima kasih tuan. Pesanan akan segera saya antarkan."ucap Kyuhyun lalu pergi meninggalkan Jino.
Sekarang sudah pukul 9 malam. Jino masih menunggu Kyuhyun pulang. Sudah 3 jam ia duduk disini. "yaa, Kyu-yaa, kapan kau akan pulang ?"Jino berbicara sendiri. Ia sudah sangat bosan sekarang.
"Ne, permisi ajusshi, aku pulang dulu."ucap Kyuhyun seraya membungkuk. Jino menhela napas lega. 'akhirnyaaaa'batinnya.
Saat Kyuhyun keluar, Jino mengikutinya lagi. Kyuhyun melihat kearah jamnya, sudah pukul stgh 10 malam. Jam 10 ia harus menyanyi di café untuk mengisi live music. Akhirnya sampailah ia di tujuannya. Sebuah café.
Jino membulatkan matanya. 'dia kemana lagi ? dia masih bekerja ? astagaaa.'batin Jino. Mau tak mau ia masuk kedalam café tersebut dan mengawasi Kyuhyun.
Kyuhyun berlari kearah dapur. Ia mengganti pakaiannya dengan pakaian yang santai namun rapi. Karena kerapian dan kebersihan adalah nomor satu di café ini. Ia memakai celana jeans panjang, dengan kemeja lengan panjang kotak-kotak biru muda. Lalu lengannya di gulung setengah. Setelah siap, ia menuju ke panggung kecil yang disediakan.
Ia mengambil mic dan menyapa pengunjung, "selamat malam para pengunjung yang terhormat. Pada malam hari ini, saya akan menemani anda selama satu jam. Anda boleh merequest lagu yang anda inginkan."
Mata semua pengunjung beralih pada Kyuhyun. Walau baru seminggu bekerja, Kyuhyun sudah menjadi favorite di café ini karena suara dan wajahnya yang tampan. Padahal umurnya baru 14 tahun.
"yak, baiklah. Ada yang merequest lagu "hope this dream doesn't a sleep". Lagu ini saya persembahkan untuk semua pengunjung di tempat ini."ucap Kyuhyun.
Musik mulai mengalun lembut.
Na oerowododoe neol saenggakhalddaen
Misoga naui eolgule beonjyeo
Na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen
Sarangi nae mam gadeukhi chaewo
Oneuldo nan geochin sesangsoke saljiman
Himdeuleodo nungameumyeon ni moseubbun
Ajikgo gwitgae deulryeooneun kkumdeuli
Naui gyeoteseo neol hyanghae gago itjana
Nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
Neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
Dasi ileoseol geoya
Naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul
Himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon
Huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum
Neul naui gyeoteseo geurimjacheoreom
Joyonghi neoneun naegero waseo
Na apahaneunji maeil oerounji
Geuriumeuro neoneun naege danyeoga
Sesangi nal ulge haedo naneun gwaenchana
Hangsang niga naui gyeote isseunigga
Meonjicheoreom chueoki byeonhaeseo ddeonalgga
Geujeo useumyeo maeumeul dalraeeo bwado
Nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
Neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
Dasi ileoseol geoya
(Hope this dream doesn't a sleep – Cho Kyuhyun)
Tepuk tangan terdengar diseluruh sudut café. Jino terpaku. Ia tahu kabar mengenai Kyuhyun yang memenangkan kontes menyanyi. Tapi baru kali ini ia mendengar Kyuhyun bernyanyi secara langsung dihadapannya. Bukannya Kyuhyun tidak mau, tapi ia yang tak peduli dan tak mau mendengar.
Selama satu jam Kyuhyun terus bernyanyi. Jino masih terdiam. Ia memejamkan matanya dan menikmati suara Kyuhyun. Ia harus mengajak keluarganya kesini. Untuk mendengar Kyuhyun bernyanyi. Ummanya pasti sangat merindukan Kyuhyun.
Akhirnya shift Kyuhyun selesai. Ia berjalan pulang dan kembali ke kontrakan kecilnya. Jino iba melihat rumah baru Kyuhyun. Kecil dan kumuh. Sekarang ia harus segera pulang dan memberitahukan hal ini pada keluarganya…
TBC
Hayo tebak gimana kelanjutan hidup Kyuhyun dan reaksi keluarga Cho saat tahu Kyuhyun kerja keras bgt buat hidupnya ? didiemin atau gimana ? tebak ne ? tinggal 2 chapter lagi.
RnR ! bakal update cepat kalau banyak yang review. Gomawo u,u
