Author's note : selamat menikmati chapter 5 and don't forget to RnR !
.
.
.
Hari sabtu tiba, hari yang menyenangkan bagi semua orang, hari untuk bersantai. tapi hal ini tidak berlaku pada Kyuhyun. Hari sabtu ini ia harus melakukan pekerjaan tambahan. Ia menjadi kuli bangunan di salah satu rumah baru di sekitar rumahnya. Ia membutuhkan uang untuk kehidupannya sehari- hari. Selain itu juga ia harus menyelesaikan project kegiatan pensi. Hari yang melelahkan untuknya…
.
.
.
Di kediaman Cho…
"ja, jadi Kyuhyun bekerja sampai malam hari ?"Tanya Cho Siwon. Jino mengangguk. Hyora menggelengkan kepalanya. "Kyuhyunku.. ia tidak biasa melakukan pekerjaan seperti itu.."Hyora menangis. Mata Minra sudah berkaca- kaca. Ia baru menyadari kalau ia menyayangi Kyuhyun.
"bagaimana dengan sekolahnya ? ia harus membiayai uang sekolahnya sendirikan ?"Tanya Minra lirih. "aniyo haelmoni. Kyuhyun berhasil mendapat beasiswa."jawab Jino. "selain bekerja direstoran, ia juga bekerja sebagai penyanyi café. Suaranya sangat indah.."ucap Jino.
"Jino-ya, bawa umma kesana. Umma ingin melihat Kyuhyun walau dari jauh.."pinta Hyora sambil memegang lengan Jino. "ummamu benar Jino-ya, appamu dan haelmoni ingin melihat Kyuhyun juga.."ucap Minra. Hyora, Jino, dan Siwon menoleh kearah Minra. "aku.. aku baru menyadari kalau aku menyayangi Kyuhyun.."ucap Minra. Ia menangis.
"Kyuhyun mulai bekerja disana pada pukul 10 malam. Dan direstoran pada pukul 6 sore. Setelah itu ia pulang kerumahnya."jelas Jino.
"antar umma kerumah Kyuhyun, Jino-ya."ucap Hyora.
"kajja, kita semua pergi."ucap Siwon.
.
.
.
Matahari yang terik. Kyuhyun memindahkan batu- bata, semen dan segala macamnya. Ia mengelap keringatnya. "ah, panas sekali sih.."ujar Kyuhyun. "masih harus mengerjakan project pentas seni. Astaga."ucap Kyuhyun sambil menepuk dahinya. Ia benar- benar lupa. Ia melanjutkan pekerjaannya lagi.
.
.
.
Sebuah mobil mewah berhenti disebuah kontrakan kumuh. Semua mata memandang kearah mereka, keluarga Cho. Jino turun terlebih dahulu lalu diikuti Hyora, Minra, dan Siwon. Ia mengetuk pintu rumah Kyuhyun.
TOK TOK TOK
Tak ada jawaban.
TOK TOK TOK
Masih tak ada jawaban. Kemana Kyuhyun ? batin mereka cemas.
"permisi, tuan dan Nyonya. Anda mencari pemilik rumah ini ?"seorang ibu tua bertanya.
"Ne, kami mencari Cho Kyuhyun. Dia tinggal disini kan ?"Tanya Siwon. Ibu tua itu mengangguk. "dia memang tinggal disini, tapi saat ini dia sedang bekerja. Ia membantu proyek pembangunan rumah besar di pinggir jalan raya *******."ucap sang ibu tua.
"Di-dia bekerja disana ?"Ucap Siwon kaget. Ibu itu mengangguk lagi. Siwon langsung mengucapkan terima kasih lalu mereka pergi ketempat yang dikatakan ibu tadi.
.
.
.
Sekali lagi mobil mewah itu berhenti. Mereka turun dan menemukan Kyuhyun yang sedang mengaduk semen. Hyora yang melihat Kyuhyun langsung menghambur dan memeluk Kyuhyun. Kyuhyun terkejut.
"umm, ah maksudku ahjumma. Kenapa anda disini ?"Tanya Kyuhyun pelan. Sebenarnya ia merindukan pelukan ibunya. Ia melihat kebelakang. Ada Siwon, Jino, dan… haelmoninya.
"Kyuhyun-ah.. haelmoni minta maaf atas kesalahan haelmoni.. haelmoni mohon.. kembalilah kerumah."mohon Minra. Kyuhyun terdiam. "jhwesonghamnida ahjumma, ajusshi, aku harus kembali bekerja."ucap Kyuhyun dingin. "Kyu-ya… umma mohon kembalilah kerumah.. walau kau bukan anak kandung umma dan appa, kami menyayangimu kyu.. umma mohon.."pinta Hyora sambil menangis.
Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya. Ia ingin menangis. Tapi ia tak boleh terlihat lemah. "jhwesonghamnida. Jika itu yang kalian inginkan, aku tak bisa. Itu bukan rumahku."ucap Kyuhyun sambil melepaskan pelukan Hyora. Ia pergi dari tempat itu. ia ingin mencari tempat yang tenang untuk sementara ini. Ia berjalan tanpa melihat jalanan. Saat ia mau menyebrang, tiba- tiba…
BRAKKK !
Tubuh Kyuhyun terlempar beberapa meter dari tempat itu. Keluarga Cho yang melihat kejadian itu langsung berlari menghampiri Kyuhyun. Orang- orang sudah mengelilingi tubuh Kyuhyun yang bersimbah darah.
"KYU ! KYUHYUN-AH ! BANGUNLAH !"Hyora berteriak histeris sambil memangku tubuh Kyuhyun. Minra segera menelpon ambulance. Siwon dan Jino meminggirkan tubuh Kyuhyun.
Tak lama setelah itu ambulance datang. Hyora dan Minra ikut masuk kedalam ambulance menemani Kyuhyun. Sedangkan Siwon dan Jino mengikuti ambulance tersebut dengan mobil mereka.
Dirumah sakit Seoul…
"Kyuhyun-ah bertahanlah.."ucap Hyora. Kyuhyun tak sadarkan diri sejak tadi. Sekarang ini para perawat dan dokter sedang mendorong kereta tempat Kyuhyun berbaring. Ia sudah dipasangi masket oksigen.
"maaf, anda harus menunggu disini."ucap sang perawat didepan pintu ruang ICU. Kemudian perawat itu membawa masuk Kyuhyun kedalam ruang ICU.
Hyora jatuh terduduk. Ia menangis. "yeobo.. tenanglah.."Siwon menenangkannya.
.
.
.
Sudah 3 jam belum ada kabar tentang Kyuhyun. Keluarga Cho sangat khawatir. Jino menenangkan Minra sedangkan Siwon menenangkan Hyora. Tiba- tiba dokter keluar.
"bagaimana dok keadaan Kyuhyun ?"Tanya Minra panik. Dokter itu menghela napas. "pasien sudah melewati masa kritisnya. Beberapa tulang rusuknya patah. Tapi untungnya kami berhasil menyelamatkannya. Tapi kami masih belum tahu kapan dia akan sadar."
Keluarga Cho kini bisa bernapas lega. Setidaknya Kyuhyun sudah berhasil diselamatkan. "Kyuhyun-ssi akan kami pindahkan ke ruang rawat biasa." Beberapa perawat membawa Kyuhyun yang masih tak sadarkan diri keruang rawat.
.
.
.
Sudah hari ketiga, Kyuhyun masih belum sadar. Keluarga Cho terus menjaganya bergantian.
"umma mau keluar dulu sebentar. Mau beli minum. Kau jaga Kyuhyun ya Jino-ya."ucap Hyora seraya tersenyum.
.
.
.
Hyora memasukan koin kemesin minuman. Ia membeli 3 gelas kopi. Untuknya, Jino, dan Minra. Siwon masih dikantor, ia akana datag sepulangnya dari kantor. Tiba- tiba seseorang menyentuh bahunya.
"Nyonya Cho Hyora ne ?"seorang dokter wanita memanggilnya. "Ne, ada apa ?"Tanya Hyora bingung. "ahh, kau tidak mengenalku ? aku dokter yang membantu persalinanmu waktu itu."katanya. Hyora mengernyitkan dahinya. Ah ! dia ingat. Dia dokter Yuri.
"Dokter Yuri ? astaga, sudah lama sekali. Anda masih mengenalku ?"Tanya Hyora. Dokter Yuri tersenyum. "sebenarnya aku terus mengingatmu karena aku melakukan kesalahan."ucapnya. Hyora terlihat bingung. "jelaskan padaku."kata Hyora.
"Dulu, kau menyuruhku untuk memasangkan gelang ditangan anakmu, kan ? saat aku sedang mengantarkan anakmu ke ruang bayi, tiba- tiba handphoneku berbunyi. Ternyata nenekku sedang sakit. Jadi aku tidak memasangkan gelang itu ke bayimu. Lalu tiba- tiba aku ingat, saat aku mencarinya, gelang itu hilang. Sepertinya terjatuh saat mengambil handphoneku.."ucap Yuri dengan nada sedih.
"aku mencari gelang itu kemana- mana. Aku berkeliling rumah sakit dan bertanya pada para dokter, perawat, pasien dan lain-lainnya. Ternyata seorang perawat menemukannya. Tapi katanya ia sudah memasangkannya pada bayi Nyonya Cho Minji. Karena di gelang itu mempunyai tulisan marganya, 'Cho'. Padahal seharusnya itu milikmu. Maafkan aku Nyonya Hyora."jelas dokter Yuri dengan sedih. Hyora tertegun. Ia mengambil sesuatu dari tasnya.
'ma-maksudmu ge-gelang ini ?"Hyora menunjukan gelangnya pada dokter Yuri. "ne, betul ! kenapa bisa ada padamu lagi ? gelang itu bukannya dipasangkan pada bayi nyonya Minji ?"dokter Yuri kaget.
'Cho Minji ? itu… bukannya nama ibu Kyuhyun ?' Batin Hyora. "dimana Nyonya Cho Minji sekarang ?"Tanya Hyora. Yuri menggeleng. "aku tidak tahu, tapi aku tahu dokter yang menanganinya dulu. Nyonya Minji memiliki penyakit kanker."
Hyora semakin yakin kalau yang dimaksud adalah Cho Minji ibu kandung Kyuhyun. "mari, aku akan membawamu pada dokter Yunho."ucap Yuri.
TBC
Hello readers :D please RnR xD
Chapter depan bakal ending hehe ;)
