Title : Give Me One More Chance
Author : vivimulia 'vihyora'
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
And the other cast..
Genre : Genderswitch/romance/angst/AU
Annyeong.. di chap kali ini author sengaja bikin cerita yang rada-rada nyesek hehe mian kalo misalnya nemu typo. Enjoy it!
'tiiiin..' bunyi klakson terdengar dari sebuah mobil yang sedang melaju sangat kencang mengagetkan seorang yeoja yang tengah berlari ketakutan di sebuah jalan.
"AAAAAA..."
'bruuuaaaaak...' mobil tadi berhasil menabra tubuh mungil yeoja itu. Tubuh yeoja itu kini tergeletak tak berdaya di jalanan dengan darah yang tak henti-hentinya mengalir.
.
.
*Kyuhyun POV*
"Aaah lelahnya..." Aku menghempaskan tubuhku di atas tempat tidur, melempar ponselku ke sembarang arah dan langsung mengistirahatkan tubuhku yang sangat amat kelelahan.
Jelas saja kelelahan. Seharian ini aku tak henti-hentinya mengikuti keinginan Tiffany. Itu pun karena sedikit terpaksa sih. Kalau bukan karena semua ancaman-ancamannya itu, aku tidak akan pernah mau mengekor kemanapun ia pergi. Mulai dari makan, nyari tas, sepatu, perhiasan, gadget baru, hingga baju di butik-butik mahal. Yah.. dia juga membelikanku berbagai barang, tapi apakah barang itu akan memberikanku kepuasan? Sepertinya tidak..
Barang-barang yang ia belikan untukku kugeletakkan di lantai. Sepatu, iPad, dan jas yang ia belikan tadi belum aku sentuh sedikitpun.
'Deg..' Jas? Omo.. Aku ingat telah melupakan sesuatu. Yah.. itu Sungmin. Aku melupakan yeojachinguku sendiri gara-gara Tiffany. Shit! Segera ku cari ponsel yang tadi aku lempar ke sembarang tempat. Aku harus segera menghubunginya. Harus.
Setelah menghabiskan waktu beberapa menit mencari ponselku, akhirnya aku menemukannya dan segera mencari nomor milik yeojachingu yang paling aku cinta itu.
"Maaf, nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi. Silahkan meninggalkan pe—" mendengar itu, langsung saja ku akhiri panggilan tadi. Dari ocehan operator itu aku sudah tahu bahwa Sungmin tidak mengaktifkan ponselnya. Yang jadi pertanyaanku adalah apa dia sengaja menonaktifkannya? Apa dia begitu marah padaku?
Yah, soal marah itu sudah pasti. Siapa sih yang tidak sakit hati saat melihat kekasihnya sedang berduaan dengan yeoja/namja lain dan kekasihnya itu sepanjang hari hilang tanpa memberikan alasan? Yah itulah aku. Aku Cho Kyuhyun yang bodoh.
Aku harus menebus kesalahanku hari ini. Besok kan hari perayaan 4 tahun kami. Yah mudah-mudahan aku benar-benar bisa mengambil hatinya lagi. Sumpah, aku benar-benar mencintai yeoja bernama Lee Sungmin itu. Aku benar-benar tak bisa hidup tanpa senyumannya, keceriaannya, semangatnya, dan perhatiannya padaku. Mengingat itu semua aku jadi ingin menangis.
Ku lihat foto kami berdua yang terpajang di meja. Di foto itu kami berdua tersenyum bahagia. Apakah nanti Sungmin akan tersenyum begitu lagi padaku? Yah.. itu yang kuharapkan. Dengan sedikit gontai, aku mendekati foto itu dan meraihnya, tapi karena tidak hati-hati foto itu jatuh. Pecahan kacanya berserakan dan ada yang berhasil merobek kulit kakiku. Yah.. untung hanya sedikit. Aku pun bergegas mencari P3K dan membersihkan lukaku.
Aku benar-benar kurang hati-hati. Ku lihat lagi frame sudah hancur berserakan di lantai itu. Sepertinya hal buruk benar-benar akan terjadi. Kemungkinan terburuknya adalah hubungan kami akan berakhir. Tapi, aku masih berharap.. Semoga aku masih punya kesempatan meminta maaf padanya. Yah.. semoga.
*Kyuhyun POV end*
.
.
-oo-
.
.
*Henry POV*
Hari ini aku mengerjakan pekerjaanku dengan cepat. Aku ingin buru-buru menjenguk Sungmin. Yah tadi dia pulang lebih awal karena sakit, dan aku tak diizinkan mengantarnya pulang. Err rasanya ingin kupecat saja bos cafe ini yang seenak jidat melarang-larangku—ga nyadar diri—. Aku cepat-cepat menuju parkiran untuk mengambil motorku dan segera melesat menuju rumah Sungmin. Oh ya, sebelum ke rumah Sungmin, aku harus membelikannya makanan dulu. Dia kan sering lupa makan! Akhirnya aku membelok arah menuju restoran yang masih buka jam segini.
Tak sengaja aku melihat kerumunan orang di dekat situ. Kenapa ya? Kok malam-malam gini orang-orang masih aja rame gitu? Apalagi mereka berkerumun di tengah jalan. Apa.. ada yang kecelakaan? Dengan sedikit penasaran aku memarkirkan motorku di pinggir jalan dan ikut melihat apa yang sedang terjadi.
Darah. Itu yang pertama kali aku lihat. Benar, orang itu pasti korban kecelakaan. Saat aku tanya ke orang-orang disitu katanya sih korban tabrak lari. Aku pun berusaha makin mendekat dan menerobos kerumunan orang itu untuk melihat lebih jelas korbannya. Saat aku sudah berhasil menerobos..
'Jleb.' Dadaku serasa menciut saat melihat tubuh tergolek tak berdaya itu. Jantungku seperti berhenti berdetak. Mataku terbelalak. Kutampar pelan wajahku agar aku tersadar dari mimpi itu. Tapi.. ini nyata. Tubuh tergolek lemah tak berdaya yang aku lihat itu adalah tubuh yeoja yang aku cintai. Lee Sungmin.
"Sungmiiiiiin.. sadarlah Sungmin! Sadarlaaah.. Jebal.. " yah ini persis seperti drama-drama di televisi. Aku berteriak memanggil orang yang pasti tak akan menjawabku.
Tanpa berpikir panjang aku menggendong badannya yang berlumuran darah itu. Aku panik. Aku berlari kesana kemari mencari pertolongan. Semua orang heran melihatku gelisah seperti itu, namun akhirnya mereka membantuku membawa tubuh Sungmin itu ke rumah sakit—seseorang yang baik meminjamkan mobilnya untuk membawa Sungmin ke rumah sakit—.
Aku duduk di dalam mobil yang di kendarai orang baik yang bersedia menolongku. Saat itu aku merasakan tangan Sungmin masih bergerak. Ia menggenggam tanganku.
"Ah.. Sungmin! Kau masih sadar? Bertahanlah Sungmin. Kami akan membawamu ke rumah sakit, ne? Jebal.. bertahanlah.." ucapku histeris saat itu juga sembari menggenggam erat tanganku.
"He.. hen... henry.. ka..kau.. sang.. sangat baik. Hiduplah deng..an ba..ik. A..ku.. sangat ber..terima..kasih padamu. Kalau aku tidak ada, jual saja ru..mahku un.. aaah.." ucap Sungmin dengan suaranya yang lemah terpotong karena merasakan sakit yang luar biasa pada lukanya.
"Ya! Bertahan lah Sungmin!"
"Ehm.. ju..al rumahku.. un..untuk bia..ya utang uang yang ak..aku pin..jam, ne?" ia kembali memaksakan suaranya untuk keluar. Andwae!
"Ya! Kau tak boleh bicara seperti itu! Kau akan hidup Sungmin. Jebal.. bertahanlah, sedikit lagi.. Jangan buang energimu, ne? Aku tahu kau kuat, Sungmin.. Jebal.. bertahanlah.." ucapku penuh kekhawatiran saat kulihat ia semakin tak berdaya. Dengan dipaksakan, ia tersenyum kepadaku. Senyum yang indah yang selalu dimilikinya, tapi.. senyuman itu sangat menyayat hatiku karena ia berada dalam kondisi seperti ini. Air mataku mengalir deras. Aku benar-benar tak bisa melihatnya menderita seperti ini. Aku..
"He..nry.. go..ma..woyo." tangan Sungmin yang lemah dan berlumuran darah bergerak menyentuh pipiku dan mengelusnya lembut.
"Sungmin.. saranghaeyo.. jebal.. kau harus kuaaat.." aku terus-terusan memberinya support agar bisa bertahan. Yah, mobil akhirnya sampai di rumah sakit. Dengan cepat aku menggendongnya masuk mencari pertolongan. Ku mohon Sungmin.. bertahanlah untukku..
*Henry POV*
.
.
-oo-
.
.
Di pagi yang cerah seorang namja yang tengah tertidur pulas di bangunkan dengan bunyi telepon. Dengan sedikit malas akhirnya namja itu bangkit dari tidurnya dan meraih ponselnya.
"yeobseo.." dengan suara yang masih lemah ia menjawab panggilan itu
"..."
"Hm.. wae Tiffany?" ternyata panggilan dari Tiffany, yeoja yang selama ini mengganggu hidup namja bernama Kyuhyun itu.
"..."
"Ah.. aku ada sedikit urusan dengan keluargaku, mianhe." Kyuhyun langsung mematikan panggilan itu. Dari apa yang Kyuhyun ucapkan kita pasti sudah tahu, yeoja itu menyuruh-nyuruhnya lagi. Kyuhyun hari ini sudah memiliki rencana untuk membuat suprise buat kekasih hatinya Lee Sungmin, makanya ia berbohong pada Tiffany bahwa ia punya urusan dengan keluarga dan langsung menonaktifkan ponselnya agar tak ada gangguan.
Kyuhyun pun beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas mandi. Setelah selesai, ia memakai pakaian yang rapih dan bersiap-siap.
Tak berapa lama ia bergegas mengambil kunci mobilnya dan berlari menuju basement apartementnya dimana ia memarkirkan mobil Hyundai hitam miliknya. Ia tidak ingin kehabisan waktu. Ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan Sungmin.
.
.
-oo-
.
.
*Kyuhyun POV*
Oke, restonya sudah siap, Kue juga sudah aku ready di restonya, bunga sudah ada di tangan, dan cincin untuk melamarnya juga aku sudah beli sebelum pergi ke sini. Yah.. aku memang berniat ingin melamarnya. Aku tidak mau berpisah dengannya lagi. Aku tak ingin menyesal lagi.
Sekarang mobil ini sebentar lagi akan sampai membawaku menuju rumah yeojachinguku, Sungmin. Semoga ia senang dengan kejutanku ini.. Setelah sampai, kuparkirkan mobilku sedikit jauh dari depan rumahnya. Dan berjalan sembari menenteng bunga yang udah aku siapkan sedaritadi. Aku sedikit mengintip ke pekarangan rumahnya. Sepi... Biasanya tiap hari Minggu pagi, ia pasti sibuk mengurusi pekarangan rumahnya dan bunga-bunga yang ia tanam disana. Tapi.. kenapa sepi begini ya? Apa dia sedang berhalangan? sakit? Atau.. dia lagi pergi?
Aku pun memberanikan diri memasuki halaman rumahnya dan sedikit mengintip ke dalam rumah. Sepertinya tak ada orang. Mataku mencari-cari siapa tahu ada seseorang yang bisa aku tanyai mengenai keberadaan yeoja cantikku itu. Setelah beberapa menit akhirnya aku melihat seorang ahjumma tetangga Sungmin. Ah.. tanya dia saja. Siapa tahu ia tahu keberadaan kekasihku dimana.
"Annyeonghaseyo.." sapaku ramah pada ahjumma yang tengah sibuk mencabut rumput pekarangannya.
"Ah.. annyeonghaseyo.." responnya ramah saat kaget melihat kedatanganku.
"Permisi, apakah Anda melihat pemilik rumah yang di sebelah?" tanyaku sopan sembari menunjuk rumah Sungmin.
"Ah.. Anda keluarganya ya? Hm, begini. Tadi ada seorang namja pagi-pagi mendatangi rumahku. Ia bilang apabila ada yang mencari yeoja yang tinggal di sebelah, saya diminta untuk memberitahu mengenai kondisi yeoja itu." Respon ahjumma tadi dengan wajah yang serius. Ada apa ini?
"Aa..ada apa dengan Sungmin?" tanyaku penasaran.
"Ah.. dia ada di rumah sakit. Kemarin ia jadi korban tabrak lari."
"MWO? Terus keadaannya bagaimana?" Mataku melotot, jantungku berdetak sangat cepat, badanku rasanya kaku mendengar hal itu.
"Saya juga kurang tahu.. Sebaiknya Anda cepat kesana sebelum makin parah."
"Ah arraseo. Kamsahamnida" setelah memberi salam aku segera melangkahkan kakiku ke tempatku tadi memarkirkan mobil, tapi..
"Ya! Ini rumah keluargamu, eoh?" seorang yeoja menghalangi langkahku. Kenapa sih selalu dia yang mengganggu hidupku?
"YA TIFFANY! MINGGIR! AKU BURU-BURU!" bentakku padanya yang masih saja menghalangi langkahku.
"HEH! DARI SUDUT MANAPUN AKU INI LEBIH DARI YEOJA KAMPUNGANMU ITU! AKU PUNYA SEGALANYA YANG DIA TIDAK PUNYA! KENAPA KAU LEBIH MEMILIH DIA, EOH?" ucap Tiffany kali ini nyolot. Aku benar-benar tak bisa terima ucapannya barusan. Ia menghina Sungmin sama saja menghinaku.
"YA! DIA MEMANG TAK PUNYA HARTA DAN KEMEWAHAN YANG KAU PUNYA! TAPI DIA PUNYA HATI YANG BAIK DAN AKU YANG SEPERTINYA TAK PERNAH KAU MILIKI!" bentakku yang sukses membuatnya melotot geram ke arahku. Aku meninggalkannya dan terus melangkah menuju mobilku.
"YA! KALAU KAU BERANI, KAU AKAN DIPECAT!" teriaknya padaku. Aku mendengarnya sangat jelas tapi ku abaikan. Masalah Sungmin jauh lebih penting ketimbang meladeni tuan putri tak bermoral itu.
"YA! CHO KYUHYUN! KAU DENGAR, EOH?" sambungnya kali ini memastikan bahwa aku mengerti ancamannya barusan. Aku pun membalikkan badanku berhadapan dengannya.
"Aku tidak tuli. Aku dengar semuanya. Terserah kau mau memecatku. Aku tak peduli. Kau itu sama halnya dengan sampah." Ucapku yang pastinya sukses membuatnya terdiam. Kali ini dia bisa mengancamku apa lagi? Dengan segera ku hidupkan mesin mobilku dan melesat menuju rumah sakit secepatya. Aku tak peduli apapun lagi, aku sudah benar-benar khawatir dengan keadaan Sungmin.
*Kyuhyun POV end*
.
.
-oo-
.
.
*Henry POV*
Aku masih berada di rumah sakit menemani Sungmin yang masih tergeletak tak berdaya. Ia mengalami koma. Dokter mengatakan ada retakan parah di tengkoraknya. Semoga saja ia cepat pulih. Semalam aku menjaganya dan tak tertidur sedikitpun. Karena sedikit lelah, aku menyandarkan kepalaku tepat di samping lengannya. Dan tiba-tiba.. tangannya bergerak! Dia sadar!
"Ah Sungmin! Dok.. dok.." aku terus memanggil dokter untuk memberitahu bahwa Sungmin telah siuman. Tapi aku tanganku terasa di genggam. Sungmin menggenggamku erat. Ia menggeleng sedikit seperti mengisyaratkanku untuk tidak memanggil dokter dulu.
"Sungmin, gwaenchana? Kau bisa mendengarku?" Sungmin mengangguk dan mulutnya berusaha mengucapkan sesuatu.
"He..henry.. To..long ak..aahh.. aaku.." ucapnya dengan menahan rasa sakit yang pasti ia rasakan.
"Ne, aku akan membantumu. Apa itu, Minnie-aah?"
*Henry POV*
.
.
-oo-
.
.
Seorang namja bermata sipit tengah berjalan gontai sembari berusaha menahan air matanya yang terus saja mengalir deras di pipinya yang chubby. Ia memegangi dadanya kuat. Rasa sakit di dadanya itu seakan tak mampu ia tahan lagi. Jiwanya benar-benar kacau saat ini.
Ia kemudian duduk di salah satu kursi yang berada di koridor rumah sakit dan mengambil sepucuk surat dari dalam kantung celananya. Ia membaca isi surat yang sebenarnya bukan di peruntukkan untuknya itu dengan emosi yang meluap-luap. Isak tangisnya meramaikan suasana rumah sakit yang sepi saat itu. Tubuhnya lemas. Nafasnya tersengal. Tak ada lagi yang dapat ia lakukan.
FLASHBACK
"He..henry.. To..long ak..aahh.. aaku.." ucap seorang yeoja yang dalam sedang masa kritis memaksakan suaranya.
"Ne, aku akan membantumu. Apa itu, Minnie-aah?" yeoja bernama Sungmin itu mengambil sepucuk surat yang berada di bawah bantalnya dan menyerahkanya pada namja yang berada di hadapannya itu.
"He..nry.. jebal.. berika..an esshh.. su..surat ini.. untuk Kyu..hyun. To..long ban..aaargh.. bantu aku.. untuk terakhir kali.." ucap yeoja itu dengan susah payah. Ia sangat tersiksa dengan rasa sakit yang ia rasakan di kepalanya dan seluruh badannya. Ia merasa tak sanggup lagi menahan semuanya.
"Ya Sungmin! Kau tak boleh bicara seperti itu! Kau bisa terus meminta tolong ! Sungmin!" ucap namja itu saat dilihatnya yeoja itu tersenyum padanya dengan mata yang hampir terpejam.
"Go..goma..wo.." setelah kata itu keluar dari mulut Sungmin, kedua matanya itu pun akhirnya terpejam sepenuhnya.
"SUNGMIIIN! SADAR LAAAH! DOKTEEEERRR!" teriak namja itu ketakutan. Ia takut kehilangan yeoja itu untuk selama-lamanya. Meskipun ia tak akan bisa memiliki hati yeoja itu, paling tidak ia ingin selalu melihat senyumannya. Ia tak mampu hidup tanpa senyuman yeoja itu..
Dokter dan suster-susterpun segera masuk kedalam ruangan itu dan menyuruh namja sipit tadi untuk menunggu diluar. Namja itu menunggu, menunggu dan terus menunggu.. hingga..
"Josonghamnida.. kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi." Ucap dokter pada namja bernama Henry itu. Henry kemudian berlari masuk kedalam ruangan Sungmin tadi. Ia melihat suster menutup seluruh tubuh yeoja itu dengan kain.
Airmatanya langsung membanjiri pipinya. Dadanya sesak. Rasanya seperti mimpi. Kalaupun itu mimpi, Henry ingin segera bangun secepatnya. Ia tak mampu berdiri. Kakinya spontan melemah. Ia terduduk di sudut ruangan itu sambil terus menangis..
"Sungmin.. saranghaeyo.."
FLASHBACK END
.
.
-oo-
.
.
*Kyuhyun POV*
'hosh..hosh..' seperti itulah suara sengal nafasku saat ini. Yah, aku berlari dari parkiran yang lumayan jauh hingga ke dalam rumah sakit ini. Ahjumma tadi bilang bahwa Sungmin berada di ruang ICU, sekarang aku sudah di depan ruang ICU. Mana Sungminku?
Mataku sibuk mencari-cari hingga menemukan seorang namja yang sepertinya aku kenal sedang terduduk lesu seperti kehilangan nyawa di koridor rumah sakit. Ah! Dia teman kerja Sungmin. Aku pernah bertemu dengannya sekali. Dengan langkah yang pasti aku mendekatinya.
"Ann..annyeonghaseyo. Kau temannya Sungmin kan?" tanyaku sedikit takut melihat kondisinya yang mengenaskan. Ia kemudian mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk. Matanya sangat sembab. Seperti habis menangis. Ada apa?
"KAU!" tatapannya berubah tajam. Telunjuknya menunjuk ke arahku. Tatapannya itu seperti menjadikanku sebagai seorang tersangka yang telah membantai keluarganya. Dan..
'buaak..' sebuah pukulan mendarat di pipi kiriku. Tidak terlalu keras, tapi.. cukup menyakitkan.
"Itu untuk aku.."
'buaaaak..' ia kemudian melayangkan kembali pukulannya ke pipi kananku. Kali ini sangat keras. Aku sampai tersungkur di lantai dan bisa merasakan ada gigiku yang patah di dalam. Kenapa ini? Kenapa ia tiba-tiba memukulku?
"Dan itu... untuk Sungmin" ucap namja itu kali ini sembari menahan air matanya. Ia kemudian terduduk di lantai dan menyenderkan kepalanya ke dinding. Ia terisak. Ada apa? Ada apa dengan Sungminku? Kenapa ia seperti itu?
"Mana Sungmin?" tanyaku kali ini penasaran. Ia tak menghiraukanku dan terus melanjutkan tangisannya sembari menatapku tajam.
"Ya.. aku terima kau memukulku. Tapi beritahu aku Sungmin dimana! SUNGMIN DIMANA, HAH?" bentakku kali ini dengan tanganku yang mencengkram kuat kerah bajunya. Aku benar-benar tak sabar. Ia membuatku makin khawatir.
Kulihat ia merogoh saku celananya dan melemparkan sepucuk surat tepat di wajahku. Apa itu? Akhirnya kulepaskan cengkraman tanganku di kerah bajunya dan mengambil surat itu. Ku ambil selembar kertas di dalam amplopnya dan membacanya baik-baik. Tulisan ini... milik Sungmin.
Dear my Kyunnie..
Annyeong chagi,
Hm.. kau tahu ini tanggal berapa? Ya ini tanggal 13 Juli. Peringatan hubungan kita, ne? Kau ingat 4 tahun yang lalu saat kau membawaku ke taman dan mengajakku makan malam? Tempatnya tiba-tiba hancur karena terkena angin dan kau melindungiku kan? Haha benar-benar lucu! Ah.. meskipun kejutanmu itu gagal, tapi aku tetap bahagia. Kau tahu alasannya? Hm.. karena kau tetap berada di sisiku, Kyu..
Kyunnie chagiyya.. saat kemarin aku melihatmu bersama yeoja lain tengah berciuman, jujur saja hatiku sangat sakit. Air mataku tak berhenti mengalir.. Tapi, kau tenang saja, Kyunnie. Air mata itu air mata bahagiaku untukmu kok! Aku kuat kan chagi? Aku kan sudah janji padamu untuk selalu menjadi yeoja yang tegar dan kuat menghadapi apapun. Selama itu demi kebahagiaanmu, aku rela. Aku rela karena aku pun akan merasakan kebahagian yang sama, jadi kau tak perlu khawatir, ne? Aku akan kuat untukmu. Aku bahagia chagi.. aku bahagia untukmu..
Jeongmal mianhe, aku hanya bisa menyampaikan semuanya melalui surat ini. Mungkin saat kau membacanya, aku sudah tak bisa menyentuhmu lagi.. Yah aku saat ini sedih, chagi. Aku sedih tak bisa menyentuh rambut ikal milikmu lagi, tak bisa juga mendengarmu bernyanyi untukku lagi saat aku tak bisa tertidur, dan tak bisa mengingatkanmu makan dan istirahat lagi saat kau sibuk bekerja..
Hm mianhe chagi kalau selama ini kau susah bersamaku. Aku selalu menyusahkanmu, membuatmu cemas, tak bisa memberikanmu sesuatu yang kau idam-idamkan, mengganggumu yang tengah sibuk bekerja dengan ocehanku yang menyuruhmu makan dan istirahat, menghancurkan rapatmu karena kau terburu-buru mendatangiku saat aku sedang sakit, dan kini.. aku tau, aku membuatmu menangis kan chagi? Mianhe.. jeongmal mianhe..
Benar, kau sudah berhasil membuatku menangis kali ini, Sungmin.. Kau membuat air mata in tak bisa berhenti mengalir.. Kau jahat meninggalkanku hanya dengan sepucuk surat. Pertemuan terakhir kita pun bukan pertemuan yang menyenangkan. Kenapa kau tega Sungmin? Kenapa kau tega padaku?
Gomawo chagi kau selalu ada untukku, kau selalu memperhatikanku. Aku bahagia..
Kau bohong, Sungmin! Kau tak bahagia! Dan aku juga tak selalu ada untukmu kan? Aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku dan mengabaikanmu. Mengabaikan hampir semua pesan yang kau kirim padaku, kan? Kau tak bahagia kan denganku?
Gomawo kau selalu memberikan warna-warna di dalam hidupku. Satu permintaan terakhirku untukmu, please jangan lupakan aku, Kyu, karena.. aku disini akan selalu mengingatmu.
Dan satu hal yang harus kau ingat. Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun. Aku akan terus mencintaimu.. Jeongmal saranghaeyo chagi..
Kenapa kau tega Sungmin? Kau meninggalkanku! Kau meninggalkanku! Kau pernah janji kan tidak akan meninggalkanku? Lalu kenapa saat ini kau meninggalkanku seperti ini, eoh? Dan kenapa kau meninggalkanku dengan sepucuk surat seperti ini? Lebih baik kau meninggalkanku dengan kebencian daripada kau meninggalkanku seperti ini. Kau membuatku jauh merasa bersalah, Sungmin. Kau lihat air mataku ini? Semua karenamu, Sungmin! Dan kau dengar rintihan hatiku ini, eoh? Hatiku ikut menangis gara-gara dirimu! Kalau kau dengar tolong kembali lah.. Jebal kembalilah untukku. Beri aku kesempatan sekali lagi. Jebal.. Saranghaeyo, Lee Sungmin. Jeongmal saranghaeyo..
*Kyuhyun POV*
.
.
-oo-
.
.
Seorang namja jangkung dengan rambut ikalnya masih tergolek lemah di kamarnya. Seharian ini dia tak henti-hentinya menangis. Sejak kepergian kekasihnya kemarin, yang ia lakukan hanyalah menangis dan menyesali semuanya.
Keadaannya saat ini sangat kacau. Wajahnya sembab, rambutnya acak-acakan, bajunya dekil, dan mulutnya mengeluarkan aroma minuman keras yang ia habiskan hampir 10 botol. Ia seperti orang yang tak punya harapan hidup lagi. Tatapannya hanya menerawang ke arah foto yang ia genggam terus menerus.
"Tuhaan.. kau tidak adil! Kau dulu mengirimkanku bidadari cantik yang bersedia menemani hidupku, tapi kenapa sekarang kau mengambilnya lagi dariku?" teriak namja itu seperti orang tak waras di dalam kamarnya.
"Tuhaaan.. kalau kau baik, tolong kembalikan Sungmin padaku! Kembalikan dia tuhaaan.. Beri aku kesempatan sekali saja.." sambung namja itu sembari meneteskan air matanya lagi. Badan namja itu sangat lemah. Ia tak mau makan karena ia ingin menyiksa dirinya. Ia merasa ia pantas mendapatkannya.
Karena kelelahan, namja itupun tertidur di kamarnya sembari terus memegang foto seorang yeoja yang sangat cantik dengan senyuman yang mengembang di bibir berbentuk M sempurna miliknya.
.
.
-oo-
.
.
*Kyuhyun POV*
Mentari pagi sudah meninggi dan berhasil menembus ke sela-sela jendelaku yang tertutup gorden. Aku pun terbangun. Apakah hari ini aku masih sanggup menjalani hidup? Yah pertanyaan itu terus lah yang selalu aku tanyakan pada diriku sendiri saat terbangun dari tidurku.
Aku pun beranjak dari tempat tidurku. Badanku rasanya sudah sangat lengket. Aku ingin mandi. Dengan langkah gontai pun aku mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandiku. Seperti biasa setelah beberapa menit mandi, aku langsung berpakaian seadanya karena memang aku sudah tak pergi ke mana-mana lagi. Ucapan Tiffany saat itu tak main-main. Aku benar-benar dipecat dari perusahaan. Tapi itu tak membuatku sedih, malah aku merasa bahagia dan sedikit kesal kenapa aku hanya mendapatkan balasan seperti ini sementara perbuatanku yang menyakiti Sungmin jauh lebih parah daripada semua ini.
Andai saja aku diberi kesempatan untuk mengubah semuanya..
'ddrrrrtt..' ponselku berdering. Saat ku lihat di layarnya.. dari kantor? Kenapa kantor menelfonku lagi setelah memecatku?
"Yeobseo.."
"Kyuhyun-ssi. Kenapa kau tidak masuk hari ini? Kau sakit?" tanya seseorang dari seberang sana yang suaranya sangat aku kenal. Dia Siwon, rekan kerja terbaikku.
"Ah.. bukannya aku—"
"Yah sudahlah, yang jelas ada berita bagus! Kita bakal dapet proyek nih. Entah kamu atau aku yang akan mendapatkannya, yang jelas kita saling mendukung, eoh? Janji?" ucap namja itu semangat sampai-sampai memotong pembicaraanku tadi. Tapi.. apa yang ia bicarakan? Proyek? Proyek apa?
"Ah.. ne.." jawabku seadanya karena aku belum bisa mencerna perkataannya itu dengan baik.
"Arraseo. Annyeong, Kyuhyun-ssi. Sampai jumpa besok!"
'tuutt..tutt..tutt..' ia mengakhiri panggilan itu. Aneh..
Tanpa terlalu memikirkannya, aku kemudian berjalan santai menuju ke dapur untuk mengambil kopi. Sudah lama aku tak meminum kopi. Belakangan ini aku hanya meminum minuman keras saja.
'ttteeettt...' saat aku hendak menyerupun kopi dari cangkirku, bunyi bel tiba-tiba terdengar dari pintu utama apartemenku. Siapa yang bertamu sepagi ini? Kurang kerjaan!
'ttteeettt...' bel kembali terdengar. Tidak sabaran banget sih itu orang!
"TUNGGU!" teriakku dari dalam yang sudah setengah berlari ke arah pintu dan segera membuka pintu itu.
"KYUNNIEEEEEE!" teriak seorang yeoja mengagetkanku.
Ah yeoja itu.. Dia..
*Kyuhyun POV end*
.
.
To be continue
Gomawo readers yang udah bersedia nunggu kelanjutan cerita ini. Aku senang banget banyak yang bersedia meninggalkan review. Semoga tidak sekali itu saja, ne?
Big Thanks to :
KyuKyuSomnia, ibchoco, rafah aulia, Shim Yeonhae, Syubidubidu, privinaJOYERS, Guets -Ryeosung Couple YeWook, cha, hyuknie, Just Call Me Guest, Guest, sukmaaaa, , Guest, Cho Kyuri Mappanyukki, Guest, Chikyumin, sparkyu, chabluebilubilu, reaRelf, Cho Miku, Evil Thieves, Riliandra Abelira
Saranghaeyoo^^
