Title : Give Me One More Chance

Author : vivimulia 'vihyora'

Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

And the other cast..

Genre : Genderswitch/romance/angst/AU

Annyeong, author balik lagi dengan chapter 3 kali ini. Happy reading^^

.

.

-oooo-

.

.

'ttteeettt...' bunyi bel apartemen Cho Kyuhyun berbunyi. Sepagi itu siapa yang akan berkunjung ke apartemen orang?

'ttteeettt...' bunyi itu terdengar lagi. Tak sabaran sepertinya orang itu. Kyuhyun pun dengan sedikit berlari mengarah ke pintu utama apartemennya.

"TUNGGU!" teriaknya dari dalam. Dan saat ia membuka pintu..

"KYUNNIEEEEEE!"

.

.

"KYUNNIEEEEEE!" teriak yeoja yang sudah sedari tadi bertengger di depan pintu itu. Yeoja itu akhirnya langsung masuk ke dalam—seperti kebiasaannya— dan Kyuhyun hanya terdiam terpaku melihatnya.

"Ya! Cho Kyuhyun! Kenapa kau hanya diam disitu! Ayo bantu aku, ini berat tau!" bentak yeoja itu sambil menunjukkan barang-barang yang ia bawa. Ia heran kenapa namja yang bernama Cho Kyuhyun itu masih stay di depan pintu dengan ekspresi bengong.

Satu detik, dua detik, Kyuhyun langsung berlari ke arah yeoja itu. Memeluknya erat. Ia melepaskan sejenak pelukannya dan menampar keras pipinya untuk memastikan apa yang dilihatnya itu bukan sekedar mimpi. Setelah menampar pipinya sendiri, ternyata itu bukanlah mimpi. Ia langsung memeluk yeoja di depannya itu(lagi) dan kali ini lebih erat.

"K..kkyu.. sesaakkhh.." protes yeoja itu saat di peluk erat. Ia senang di peluk oleh Kyuhyun, tapi kalau seperti itu rasanya aneh juga baginya.

"Ka..kaau.. benar-benar Sungmin? Kau Sungminku?" ucap Kyuhyun histeris setelah melepas pelukan eratnya tadi. Kini ia menggenggam erat kedua lengan yeoja di hadapannya itu.

"Anni.. Aku Shin Min Ah. Ya iyalah aku Sungmin. Aku LEE SUNG MIN." ucap yeoja itu menekankan kata-katanya. Ia heran dengan namja di hadapannya. Kenapa ia bertanya seperti itu pada kekasihnya sendiri? Jelas-jelas ia merasa tidak pernah mengoperasi plastik wajahnya yang cantik alami itu.

"Jinjja? Kau betul Sungminku? Ah.. chagiyaa.. saranghaeyoo. Neomu bogoshippeo.." urai Kyuhyun yang sangat senang melihat yeojachingunya kembali. Sungmin yang tidak tahu apa-apa hanya bengong. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada namjachingunya itu.

"Kyu, kau kenapa sih hari ini? Sakit ya?" ucap Sungmin heran sembari memegang dahi Kyuhyun. Ia khawatir namjachingunya demam hebat sampai berbuat aneh seperti itu.

"Hajima, Minnie-aah.." racau Kyuhyun lagi.

"Ne.. ne.. tapi bantu ini dulu! Aku sudah capek-capek datang untuk memasakkan makanan untukmu. Kan kamu bilang akan ada proyek besar hari ini." Kyuhyun pun langsung mengambil alih barang belanjaan yang di bawa Sungmin. Ia bingung.

'Kenapa hari ini semua orang mengucapkan proyek besar itu? Tadi Siwon hyung.. sekarang Sungmin. Sepertinya aku tidak asing dengan kata-kata itu..' batin Kyuhyun heran.

"Oh ya, kenapa kau tidak kerja, Kyu? Aku kira tadi hanya pembantumu saja yang ada di apartemen ini, tapi saat melihatmu membukakan pintu aku senang sekali hehe.." tanya Sungmin yang kini sedang sibuk mengambil teflon dan spatula untuk siap memasak.

"Aku kan sudah dipec—. Eh tunggu!" Kyuhyun langsung berlari ke kamarnya untuk mengambil ponsel yang ia tinggal disana. Saat ia sudah mendapatkan ponselnya, ia langsung saja memeriksa tanggal. Sepertinya ia langsung teringat mengenai proyek tadi. Proyek besar itu bertujuan untuk mendapatkan promosi dan naik jabatan. Sebetulnya hanya dia dan Siwon yang menyebut hal itu dengan 'proyek besar', padahal itu hanya tugas biasa saja untuk menaikkan jabatan. Tugasnya adalah menemani kerabat bos yang berasal dari luar negeri. Kalian tahu kan itu siapa?

"Ya tuhan..." Ucap Kyuhyun tak percaya saat mengetahui kenyataan bahwa tuhan mengulang hidupnya kembali ke waktu seminggu sebelum Sungmin meninggal. Ya benar, ia kembali ke tanggal 6 Juli, tepat seminggu sebelum hari perayaan hubungan mereka berdua dan meninggalnya Sungmin.

Kejadian yang aneh, logika Kyuhyun pun sebenarnya masih belum bisa percaya sepenuhnya bahwa ia benar-benar diberi kesempatan mengulang waktu, tapi beginilah.. semua benar-benar terjadi dalam hidup Kyuhyun.

.

.

-oo-

.

.

*Sungmin POV*

Aku sudah 3 jam ini berada di apartemen milik namjachinguku, Cho Kyuhyun. Entah kenapa dia aneh hari ini. Sedari tadi ia terus menerus memelukku seperti aku ini tidak berjumpa dengannya selama setahun. Aku senang sih dengan perlakuannya ini, tapi.. tetap aja aneh.

"Kyu.."

"Hm.." jawab Kyuhyun yang kini sedang menyandarkan kepalanya di bahuku dengan manja.

"Kau kenapa? Kenapa aneh begini?"

"Aneh kenapa chagi?"

"Nih.. kau terus menerus memelukku dan bermanja-manja denganku."

"Emang ga boleh?" Kyuhyun langsung melepas pelukannya dan memasang tampang aegyo—tapi gagal sepertinya—sok ngambek kepadaku.

"Anni.. tapi—" ucapanku terputus karena ia kini telah mengecup bibirku lembut.

"Saranghae, Minnie.. Aku tidak mau melepasmu." Kyuhyun pun kembali memelukku. Benar-benar aneh anak ini. Ada apa ya? Jarang banget ia mengatakan kata-kata cinta padaku. Biasanya kan dia cool dan terkesan dingin, tapi...

"Kyu.. tak ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku kan?" tanyaku menebak.

"Anni.." jawabnya singkat. Kini dia merubah posisinya merebahkan kepalanya ke atas pahaku, langsung saja ku elus lembut rambut ikalnya. Manja sekali!

*Sungmin POV end*

.

.

-oo-

.

.

*Kyuhyun POV*

Karena ada panggilan telepon, aku kini berada di kantor. Ah menyebalkan, aku mau tak mau harus meninggalkan Sungminku sendirian di apartemen.

"Kyu!" panggil seseorang padaku. Dia Choi Siwon.

"Eh, Siwon hyung.."

"Kyu, kayaknya kamu deh yang bakal dapet proyek ini. Soalnya katanya bos, rekannya itu suka sama kamu. Yah.. biarpun dikit kecewa, aku ngalah deh.." ucapnya padaku. Hm.. aku ingat seminggu yang lalu ia berkata seperti itu juga. Tapi, responku dulu dan kini akan berbeda. Yah itu pasti.

"Anni.. aku sebenarnya kesini untuk menolak proyek itu. Aku merasa aku tak sanggup. Mending kamu aja hyung yang ambil proyek itu.."

"Ya! Kesempatan di depan mata! Masa kau tolak sih?" ucap Siwon kali ini. Aku benar-benar tak ingin. Gara-gara itulah hidupku hancur. Makanya aku harus menghindarinya. Harus.

"Aku tak berminat, hyung. Buatmu saja." Responku singkat. Kami berdua akhirnya dipanggil ke dalam ruangan direktur. Kami pasti akan ditanyai soal 'proyek' tadi. Saat di dalam, kami pun langsung duduk tepat di hadapan atasan kami itu setelah memberikan salam hormat padanya.

"Kyuhyun-ssi, ini tugas untuk Anda." Ucap direktur padaku sembari menyerahkan sebuah map.

"Ah.. Josonghamnida, aku sepertinya tidak bisa menerima tugas itu, pak." Tolakku.

"Wae? Kau tidak mau naik jabatan?" tanya direktur kali ini heran. Yah jelas saja, aku ini kan menolak kesempatan besar yang dikejar-kejar semua orang.

"Tidak perlu. Tugas itu sepertinya tidak cocok denganku. Josonghamnida.." ucapku kali ini sembari tak lupa menunduk hormat pada atasanku itu.

"Kau yakin?" tanyanya lagi memastikan aku tak berubah pikiran.

"Yakin, pak. Tugas itu lebih baik diberikan pada Choi Siwon saja, dia lebih pantas." Ujarku mantap.

"Baiklah. Siwon-ssi. Ini tugas untukmu."

"Ah.. ne. Kamsahamnida." Ucap Siwon saat map itu berada di tangannya. Ia melirik ke arahku dan menunjukkan jempolnya padaku. Aku hanya tersenyum saja menanggapinya. Yah.. semoga inilah jalan yang terbaik.

*Kyuhyun POV end*

.

.

-oo-

.

.

*Siwon POV*

Aku dan Kyuhyun tadi dipanggil oleh direktur. Setelah mendapatkan 'proyek' itu dari direktur, kami pun langsung keluar dari ruangan itu.

"Duh, Kyu. Aku jadi tak enak padamu nih.."

"Anniyo.. itu memang pantas untukmu." Entah bodoh atau ada alasan lain, Kyuhyun menolak proyek menggiurkan tadi. Ah, tapi ada untungnya juga sih untukku. Aku kan bisa naik jabatan dan sekaligus mengambil keuntungan karena menemani rekan bos yang katanya sih cantik itu.

"Gomawo, Kyu. Kalau gitu aku traktir deh sepuasmu.."

"Jinjja? Huahahah ne ne.. kajja!" ucap Kyuhyun sembari tertawa evil yang khas dengannya itu. Kami pun keluar dari kantor dan menuju ke salah satu rumah makan dengan mengendarai mobilku.

*Siwon POV end*

.

.

-oo-

.

.

*Sungmin POV*

Karena ditinggal Kyuhyun di apartemen sendirian, aku pun memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian. Kini aku berada di Myeondong. Aku mempercepat jalanku menuju sebuah butik. Ada yang ingin aku lihat disana.

Aku berhenti di depan butik itu, sudah 2 minggu belakangan ini aku selalu mampir ke sini sekadar mengecek jas yang di pajang di butik itu sudah terjual atau belum. Yah.. aku berniat memberikan jas itu untuk Kyuhyun sebagai hadiah. Mudah-mudahan jerih payahku bekerja bisa terbayarkan dengan jas itu. Aku benar-benar ingin membahagiakan Kyuhyun..

Setelah beberapa menit puas memandangi etalase depan butik itu, aku pun memutuskan kembali berjalan-jalan. Di sepanjang jalan itu, berjejer butik-butik yang memamerkan baju-baju yang pastinya sangat mahal. Tak sengaja mataku menatap ke arah sebuah dress berwarna pink yang sangat cantik. Omo.. aku ingin itu! Tapi.. uangku kan aku tabung untuk membeli jas. Yah.. aku harus kuat menahan itu. Saat asik menatapnya tiba-tiba..

"Aduh.." Aku ditabrak oleh orang yang lewat. Karena badan orang yang menabrakku sangat besar, aku pun tersungkur di jalan. Duh, sepertinya lenganku terluka. Appo!

"Ah.. Josonghamnida.. aku tak sengaja. Josonghamnida.." ucap orang yang menabrakku tadi meminta maaf.

"Ne, gwaenchana." Responku singkat. Ia kemudian menarik lenganku dan tak sengaja menggenggam erat lenganku yang terluka tadi.

"Aaaah appo.." rintihku saat itu juga.

"Omo.. Sekali lagi maaf.. Omo.. omo.. sini aku bantu obati lukanya." Orang itu kemudian membawaku mendekat ke mobilnya. Omo.. jangan-jangan ia ingin membawaku! Dia penculik!

"Ya! Kenapa kau mau membawaku ke mobilmu, eoh? Kau mau berniat jahat padaku?" bentakku pada orang tadi yang kulihat penampilannya seperti orang kantoran.

"Aku hanya ingin mengambil kotak P3K di mobilku dan mengobati lukamu. Jangan berprasangka buruk padaku dong. Yuk sini.." Protesnya kali ini yang telah membuka pintu mobil dan mengambil kotak P3K. Omo.. aku malu telah menuduhnya yang bukan-bukan.

"Hm.. ne josonghamnida telah menuduhmu." Ucapku menahan malu.

"Gwaenchana. Sini duduk di jok mobilku dulu." Aku pun menurut dan duduk di jok mobilnya. Ia kemudian memegang lenganku dan mengambil alih untuk mengobatinya. Ia dengan cekatan membersihkan luka ku dengan air bersih kemudian mengambil obat.

"Aww.." rintihku pelan saat obat itu di teteskan di lukaku. Rasanya sangat perih.

"Tahan yaa.." ucapnya sabar sambil membalut lukaku dengan kain kasa. Orang yang menabrak sekaligus menolongku ini kalau dilihat-lihat tampan juga—meskipun tak setampan Kyuhyun bagiku—. Hm, namja ini pasti sering dikelilingi yeoja cantik!

Sadar di perhatikan olehku, namja itu tersenyum-senyum sendiri dan langsung berkata..

"Kau kenapa melihatku? Aku tampan, eoh?" namja itu menatap mataku tajam. Duh, aku risih! Wajahku pasti memerah! Omo.. malunya!

"Ish! Kau terlalu pede! Kau itu tak tampan.." bantahku bohong. Benar saja, siapapun yeoja yang melihat namja ini pasti akan terpesona dengan ketampanannya-begitu pula denganku-. Karena sepertinya ia sudah selesai mengobatiku, aku pun segera beranjak dari jok mobilnya dan berniat kembali meneruskan aktivitas jalan-jalanku tadi, tapi..

"Eh mau kemana? Namamu siapa? Gadis cantik sepertimu kok berjalan sendirian." Gombalnya padaku sambil menahan lenganku agar tak pergi dulu. Sepertinya namja gemar menggombali yeoja-yeoja. Sudah sering mungkin.

"Oh.. namaku Sungmin. Lee Sungmin." Jawabku singkat dan melepaskan tangannya di lenganku.

"Nama yang cantik, secantik orangnya." Gombalnya lagi kali ini. Ish sorry, aku tak mempan!

"Tak usah gombal.. Aku bukan yeoja yang mudah di gombali!" bentakku padanya sedikit dingin.

"Hahaha.. baiklah. Oh ya, perkenalkan. Namaku..."

*Sungmin POV end*

.

.

-oo-

.

.

*Kyuhyun POV*

Setelah tadi di traktir oleh Siwon, ia kembali mengantarku ke kantor untuk mengambil mobilku yang terparkir disana. Kini aku berada di perjalanan menuju apartemenku. Kasihan Sungmin menungguku.

Dengan sedikit membalap, akhirnya aku sampai juga. Kini aku tengah berlari ke kamar apartemenku.

"Minnie.." panggilku saat memasuki apartemen.

"Minnie.." panggilku lagi sambil memeriksa setiap ruangan yang mungkin di tempati Sungmin saat ini.

Nihil. Sepertinya tempat ini kosong. Kemana Sungminku? Pergi kemana dia? Aku pun segera merogoh sakuku untuk mengambil ponsel yang sedari tadi kuabaikan. Ternyata ada pesan yang belum aku baca.

From : Sungminnie

Kyu, kau masih di kantor? Hati-hati ya chagi. Aku mau pergi sebentar ke Myeondong, aku bosan sih di apartemenmu sendirian hehe. Hwaiting! Jangan lupa makan siang, ne?

Ternyata Sungmin mengirimi aku pesan. Ah.. bisa-bisanya aku mengabaikannya lagi. Mianhe, Sungminku..

To : Sungminnie

Mianhe chagi aku baru membalas pesanmu. Ngapain ke Myeondong? Apa mau ku jemput? Kau sekarang dimana posisinya? Kabari aku, ne? Tunggu aku disitu.

Aku pun kembali menuju parkiran, membawa mobilku pergi ke daerah Myeondong.

*Kyuhyun POV end*

.

.

-oo-

.

.

*Siwon POV*

Aku malas kembali ke rumah, kemana ya sebaiknya? Ah.. ke Myeondong aja deh. Sudah lama aku tak kesana. Sekalian cuci mata sih, siapa tahu ketemu yeoja cantik.

Setelah memarkirkan mobilku di salah satu sudut, aku pun mulai berjalan-jalan di sepanjang jalan itu.

'drrrttt..' ponselku berdering tanda ada pesan yang masuk. Aku pun membuka ponselku itu.

From : 010-8264-192xxx

Siwonnie.. kenapa kau tak pernah mengabariku? Kau juga tak mengangkat teleponku dan membalas pesanku. Ada apa, chagi? Apa kau sibuk? Atau kau ingin menghindariku? Jawab chagi.. apa aku ada salah padamu? Aku benar-benar bingung.. jebal jawablah.. –Kibum-

Ah, ternyata dari Kibum. Dia itu..

'bruaak'

"Aduh.." rintih seseorang mengagetkanku. Omo.. aku ternyata tak sengaja menabrak seorang yeoja.

"Ah.. Josonghamnida.. aku tak sengaja. Josonghamnida.." ucapku meminta maaf. Duh, gara-gara aku tak memperhatikan jalan jadi begini deh.

"Ne, gwaenchana." Respon yeoja itu singkat. Aku pun membantunya berdiri. Tapi..

"Aaaah appo.." rintihnya lagi kali ini. Ah, sepertinya aku tak sengaja menyentuh lukanya di lengan. Omo.. ceroboh sekali aku ini. Gara-gara memikirkan pesan tadi nih.

"Omo.. Sekali lagi maaf.. Omo.. omo.. sini aku bantu obati lukanya." Aku pun menuntunnya mendekati mobilku yang aku parkir tak begitu jauh tadi. Aku harus bertanggung jawab mengobati lukanya. Ini kan karena aku juga.

"Ya! Kenapa kau mau membawaku ke mobilmu, eoh? Kau mau berniat jahat padaku?" curiganya padaku. Emangnya aku ada tampang mesum ya? *author : ada!* #digamparsiwonest

"Aku hanya ingin mengambil kotak P3K di mobilku dan mengobati lukamu. Jangan berprasangka buruk padaku dong. Yuk sini.." aku pun segera membuka pintu mobilku dan mengambil P3K yang kumaksud tadi.

"Hm.. ne josonghamnida telah menuduhmu." Yah.. sepertinya ia menyesal dan malu. Lucu sekali wajahnya itu. Bikin aku gemas!

"Gwaenchana. Sini duduk di jok mobilku dulu." Aku pun menyuruhnya duduk di jok mobilku. Dengan telaten aku membersihkan terlebih dahulu lukanya dengan air. Yah sepertinya hanya luka kecil. Aku pun mengambil obat dan meneteskannya

"Aww.." rintihnya saat obat itu menyentuh kulitnya yang luka.

"Tahan yaa.." Aku pun meniup-niupkannya pelan lalu membalutnya dengan kain. Tapi rasanya kok kayak ada yang melihatku. Aku pun memalingkan perhatianku dari luka tadi ke wajah yeoja itu. Mata kami saling bertemu. Pipinya terlihat memerah karena tertangkap basah sedang menatapku. Omo.. ternyata yeoja ini cantik banget. Matanya, hidungnya, dan bibirnya yang seksi itu omo.. seperti malaikat! Oh ya, tapi kok aku seperti pernah melihat wajah yeoja ini ya? Dimana?

"Kau kenapa melihatku? Aku tampan, eoh?" ucapku menggodanya.

"Ish! Kau terlalu pede! Kau itu tak tampan.." Ia memalingkan wajahnya yang sudah merah itu dan langsung beranjak dari posisinya. Sepertinya ia akan pergi. Dengan sergap aku pun menahannya.

"Eh mau kemana? Namamu siapa? Gadis cantik sepertimu kok berjalan sendirian." Ia berbalik dengan wajah yang dingin. Omo.. biar bagaimanapun ia tetap terlihat cantik.

"Oh.. namaku Sungmin. Lee Sungmin." Jadi namanya Sungmin.. bagus juga.

"Nama yang cantik, secantik orangnya." Gombalku padanya. Siapa tahu saja ia terkena gombalanku dan.. yah siapa sih yang bisa menolak auraku ini?

"Tak usah gombal.. Aku bukan yeoja yang mudah di gombali!" ucapnya sinis. Aneh, baru kali ini aku bertemu yeoja yang jual mahal padaku. Biasanya respon mereka sama saja saat di gombali olehku. Tapi kali ini beda. Menarik juga...

"Hahaha.. baiklah. Oh ya, perkenalkan. Namaku Siwon. Choi Siwon." Aku mengulurkan tangan tapi tiba-tiba..

'drrrtt...' bunyi ponsel siapa itu? Ponselku? Aku pun memeriksa ponselku dan tidak ada apa-apa. Kulihat yeoja tadi juga tengah memegang ponselnya. Ah.. sepertinya itu bunyi ponsel yeoja itu. Ia kini tengah sibuk mengetik sesuatu di ponselnya.

"eh, aku pergi dulu ya" ucap yeoja itu setelah selesai dengan ponselnya.

"Ah,mau kemana? mau aku antar?" tawarku padanya.

"Ah, tak usah. Aku ada janji. Bye.." ia pun berlalu begitu saja. Setelah melihat punggungnya yang kian lama menjauh itu aku baru ingat sesuatu. Kenapa aku lupa menanyakan nomor yeoja cantik itu ya? Duh aku benar-benar pabo!

*Siwon POV end*

.

.

-oo-

.

.

*Sungmin POV*

Setelah insiden ditabraknya aku oleh seorang namja bernama Siwon itu, kini aku tengah berada di salah satu rumah makan tradisional. Aku disini menunggu kedatangan Kyuhyun kekasihku.

"Minnieaah.." panggil seseorang mengagetkanku. Dari suaranya aku sudah tahu siapa yang memanggilku itu.

"Kyuu.."

"Kau sudah lama menunggu ku?" tanyanya padaku.

"Anni.." Yah.. 30 menit menunggu tak ada artinya untukku kalau bisa bertemu dengan namjachingu yang aku sayangi ini.

"Eh, itu apa? Kenapa lenganmu di perban gitu? Kau terluka?" tanyanya khawatir saat melihat perban yang ada di lenganku.

"Ah gwaenchana. Aku cuma terluka kecil kok, ini juga udah di obatin. Eh, udah makan? Mau pesan apa?" tanyaku mengalihkannya.

"Ah, aku sudah makan kok. Kamu yang makan ya, chagi. Sini aku pesenin." Ia pun segera memanggil salah satu pelayan rumah makan itu dan menyebutkan pesanan yang merupakan makanan kesukaanku. Dia ternyata masih hafal. Ah.. bahagianya kalau bisa bersama Kyuhyun terus seperti ini. Biasanya kan dia sibuk dengan urusan kantornya dan melupakanku. Benar-benar membahagiakan!

"Chagi.." panggilnya membuyarkan lamunanku.

"Ah, ne.."

"Kau kenapa melamun begitu sambil senyum-senyum sendiri?" tanyanya penasaran.

"Anni.. aku hanya memikirkanmu saja, Kyu." Ucapku sambil memamerkan senyum termanisku padanya. Kyuhyun yang melihatnya kemudian membalas senyumku dan mengelus pipiku pelan. Aku ingin begini terus. Ya tuhan, jangan pernah pisahkan aku dengannya.

*Sungmin POV end*

.

.

-oo-

.

.

"Gomawo, Kyu.." ucap seorang yeoja bernama Sungmin saat turun dari mobil yang mengantarnya ke tempat kerjanya.

"Ne, hati-hati chagi.." ucap namja bernama Kyuhyun pada kekasihnya itu.

"Ne, kamu juga ya. Byee.." Sungmin melambaikan tangannya dan mobil yang membawanya tadi pun akhirnya berjalan menjauh. Saat sudah tak terlihat, ia pun masuk ke dalam tempat kerjanya. Seperti biasa ia langsung ke ruang pegawai. Disana ia melihat namja yang telah menjadi rekan kerjanya selama bertahun-tahun.

"Hei, Sungmin.." sapa namja bernama Henry itu.

"Hai juga, Henry. Eh, kenapa belum ganti baju?" Sungmin mendudukkan dirinya ke sebuah kursi panjang yang ada dalam ruangan itu.

"Ahaha ntar aja deh, lagi males nih." Ucap namja itu yang kini duduk di samping Sungmin.

"Awas lho dimarahin bos!" entah panjang umur atau apa, orang yang Sungmin maksud sudah berada di depan pintu ruangan itu.

"Heh Henry! Cepat pakai seragammu! Sudah banyak tamu tuh di depan!" bentak bosnya mengagetkan Sungmin dan Henry yang berada di ruangan itu.

"Ne.." Henry pun langsung kabur mengganti pakaiannya sebelum makin di marahi sama bosnya yang kejam dan terkenal disiplin itu. Sungmin yang melihatnya hanya tertawa diam-diam, dia juga takut di marahi sama bosnya hanya karena menertawai hal itu.

.

.

-oo-

.

.

"Annyeonghaseyo.." sapa seorang namja saat bertemu dengan yeoja yang ia jemput di bandara.

"Annyeonghaseyo. Eh, kamu bukan namja yang bernama Cho Kyuhyun itu kan?" tanya yeoja itu pada namja yang menjemputnya. Setahunya ia sudah mengatakan pada rekannya itu bahwa yang ia inginkan menemaninya selama 2 minggu itu adalah namja bernama Cho Kyuhyun. Sejak yeoja itu melihat foto Kyuhyun yang di perlihatkan rekannya, ia sudah jatuh hati pada namja cool itu. Tapi..

"Ah, aku Choi Siwon. Orang yang Anda maksud tidak bisa menerima tugas menemani Anda, jadi tugas itu dialihkan padaku." Jelas namja bernama Siwon itu.

"Ah.. baiklah kalau begitu. Angkat semua barang-barangku ke mobil."

'Ah.. kenapa jadi namja ini sih? Dia cakep sih, tapi bukan tipeku. Dan juga kenapa namja bernama Cho Kyuhyun itu menolak tawaranku ya? Tak ada selama ini dalam riwayat hidupku aku di tolak oleh seorang namja.' Batin yeoja bernama Tiffany. Ia heran mengapa namja benama Cho Kyuhyun itu berani menolak tawarannya.

.

.

To be continue

Big thanks for :

kyumin forever, Guets -Ryeosung Couple YeWook, Evil Thieves, Malidaminne, rafah aulia, nana, chabluebilubilu, Ryani, HEEYEON, , Cho Miku, reaRelf, ibchoco, KS, kyurin minnie, KyuKyuSomnia, Chikyumin Park Min Rin, namikaze, Rilianda Abelira, Just call me guest, mitade13, Vey900128, Guest, , Evilevigne, Cho jeonghwa, Cho Kyuri Mappanyukki, sansan, guest.

.

Gomawo udah menghabiskan waktunya membaca ff abal ini.. Mianhe kalo lama updatenya, ne?
oh ya author bakal balas beberapa comment nih(bagi yang ga dibales please jgn marahin author ya ;A; )

Guets -Ryeosung Couple YeWook : blog ku myfanfictionpage . wordpress . com (hapus aja spasinya) kalo mau nanya2 bisa lewat twitter ya chingu usernamenya vivimulia

chabluebilubilu : hihihi kan ceritanya jalanannya sepi, jadi baru di bawa ke rumah sakit pas ada henry karena yg lain pada ga berani bawanya *ngarang* hahaha binggo! iya emang inspirasiku dari MV itu. pinteeeel banget sih nebaknya kkk~

Ryani, HEEYEON, KS, Rilianda Abelira : kalian bener banget! Cerita author ini memang terinspirasi dari MV itu hihihi pinter banget deh kalian ;)

Nebula : Author bener2 seneng dapet readers kritis kayak kamu chingu^^ mianhe, author salah di chap ini. Sbenernya author udah lama benerinnya, tapi di blog author myfanfictionpage . wordpress . com . Jeongmal mianhe chingu^^ harap maklumi kekhilafan author..