Title : Give Me One More Chance
Author : vivimulia 'vihyora'
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
And the other cast..
Genre : Genderswitch/romance/angst/AU
Annyeong chingu! Kali ini author balik lagi dengan chapter 4. Mianhe kalo updatenya kelamaan. Daripada lama-lama dengerin ocehan author, langsung di baca aja ya dan jangan lupa baca juga tulisan author di bawah ff ini^^
.
.
"Chagi.." panggil seorang namja pada yeoja yang kini tengah duduk santai di sampingnya sembari menonton televisi.
"Hm.."
"Kau tidur di sini, ne? Temani aku..."
"Masa minta ditemani sih? Kau ini sudah besar, Kyu.." ucap yeoja bernama Sungmin pada kekasihnya, Cho Kyuhyun. Ia heran dengan permintaan ajaib kekasihnya itu. Tak biasanya ia mendapati kekasihnya itu merengek manja padanya.
"Gamau tau pokoknya kamu harus nemenin aku terus. SELAMANYA! TITIK!" Kyuhyun sedikit membentak, membuat Sungmin sedikit kaget dan takut.
"Chagi.. waeyo? Kenapa kamu terkesan marah begitu padaku?" Sungmin terlihat shock setelah mendengar bentakan Kyuhyun tadi. Wajah Sungmin yang terlihat pucat membuat Kyuhyun sadar bahwa ia melakukan sesuatu yang salah untuk kesekian kali.
"Hm.. Mianhe, Min. Aku hanya sedikit takut kehilanganmu. Mianhe, jeongmal mianhe.." Kyuhyun pun merengkuh tubuh yeoja yang ia cintai itu. Memeluknya hangat dan mengecup lembut keningnya. Ia menangis di pelukan Sungmin membuat sang yeoja yang di peluk sangat bingung. Tentu saja, perubahan sikap Kyuhyun itu membuatnya bingung setengah mati. Tadi ia manja kepadanya, kemudian membentaknya, eh sekarang ia menangis. Sungmin benar-benar bertanya-tanya dalam hatinya. Ada apa dengan Kyuhyun? Kenapa dia aneh begini?
.
.
-oo-
.
.
"Soo Man-ssi, kenapa yang bertugas menemaniku berubah tanpa sepengetahuanku, eoh?" tanya seorang yeoja seksi yang kini tengah berada di ruangan kantor berdua dengan sang pemilik ruangan.
"Josonghamnida, Tiffany-ssi. Tapi.. namja yang kau minta itu tak mau menerima tawaran itu."
"Bukannya sudah kubilang padamu kalau aku akan menaikan gaji dan pangkat orang yang aku pilih itu? Apa ia tidak mau? Atau kau yang belum memberitahunya?"
"Ne, dia sudah tahu dan ia menolaknya jadi aku menyerahkan tugas itu pada Siwon. Josonghamnida.." ucap lelaki tua bernama Lee Soo Man sedikit takut.
"Berani sekali namja itu menolakku. Berikan aku nomor ponselnya sekarang."
"Untuk apa, Tiffany-ssi?"
"Aku tak pernah di tolak sebelumnya. Aku hanya ingin ia sadar pilihannya itu salah." Yeoja bernama Tiffany saat ini benar-benar kesal. Semua yang ia inginkan harus terpenuhi apapun caranya.
.
.
-oo-
.
.
"Kyuhyun.. sepertinya aku sedang jatuh cinta.." ucap seorang namja yang sedang memandang langit-langit kantor dengan senyum yang terus menyungging di bibirnya.
"Kau jatuh cinta? Lagi? Hahahahha.." ledek Kyuhyun saat mendengar ucapan temannya yang bernama Siwon. Bagi Kyuhyun, jatuh cinta dalam kamus Siwon itu sama halnya dengan mengoleksi barang. Kalau Siwon merasa menemukan 'barang unik', ia akan mengejarnya mati-matian. Namun giliran ia mendapatkannya dan sudah bosan, ia akan menyimpannya di 'gudang' dan melirik 'barang' baru lagi.
"Kali ini beda. Dia itu manis banget dan ia tidak mengubrisku sama sekali." Ucap Siwon yang masih berada di dalam fantasinya.
"Hahaha begituan yang kau pikirkan? Bukannya sudah jelas kalau ia tak suka padamu? Kenapa kau kejar?" ledek Kyuhyun lagi sembari berkutat dengan 'pekerjaan'nya di komputer. Bukan pekerjaan tepatnya, melainkan hal yang sudah ia anggap sebagai pekerjaan. Star Craft.
"Yah karena ia tak mengubrisku itu lah yang membuatku penasaran, Kyu. Dia unik dan... manis. Gimana Kyu? Aku dekatin ga?" Ucap Siwon kini menanyakan pendapat Kyuhyun sembari menopang dagu memperhatikan kegiatan temannya itu.
"Yah.. kalah!" teriak Kyuhyun membuat Siwon geram. Ia merasa tak di perhatikan.
"Ya! Aku bertanya padamu, Kyu! Kau tak memperhatikan, eoh?" bentak Siwon pada Kyuhyun yang kali ini hanya nyengir tak jelas.
"Hehe mian.. Ehm, kau tanya apa tadi?"
"Soal yeoja yang aku suka itu! Gimana nih? Aku dekati atau tidak?"
"Hm.. boleh lah. Kau langsung saja ke rumahnya." ucap Kyuhyun santai.
"Aku tak tahu, Kyu. Ketemu aja baru kemarin.."
"Kalau gitu kirimi dia pesan saja.." saran Kyuhyun.
"Tapi aku tak punya nomor ponselnya." Jawab Siwon kali ini.
"Kalau gitu lewat email." Saran Kyuhyun untuk terakhir kalinya setelah mendengar jawaban-jawaban Siwon yang tak jelas.
"Tidak punya juga." Jawab Siwon dengan wajah polos.
"Kau ini gimana sih? Mau deket sama yeoja itu tapi tak tahu apa-apa, eoh? Jangan-jangan namanya juga kau tidak tahu!"
"Ah kalau itu aku tahu kok.. Namanya itu.."
"Ehm, kau yang bernama Kyuhyun?" panggil seseorang memotong pembicaraan Siwon dan Kyuhyun sekaligus mengagetkan mereka. Kyuhyun yang merasa namanya di sebut pun menoleh ke arah sumber suara. Wajahnya setengah kaget mendapati seseorang yang memanggilnya itu adalah seseorang yang sangat ia kenal di masa depannya.
"Egh.. ne." Jawab Kyuhyun dengan sedikit gugup.
"Jadi.. kau yang menolak tawaran itu ya?" Kyuhyun tak menjawab. Entah kenapa ia tak bisa berkata-kata di hadapan yeoja bernama Tiffany itu.
"kau.. tampan juga." Sambung yeoja itu sembari mengelus pipi Kyuhyun. Kyuhyun yang di perlakukan seperti itu hanya bisa mengelak dalam kediamannya.
"Cih.. berani sekali kau menolaknya. Kau tak tahu siapa aku?" ucap yeoja itu sedikit kesal.
"Aku tahu, Anda rekan direktur kami kan?" Kyuhyun pun angkat bicara. Ia kini menatap yeoja itu dengan tatapan dinginnya.
"Atas dasar apa kau menolak tawaran itu, eoh?" tanya Tiffany murka. Wajahnya tak bisa menutupi kekesalannya pada Kyuhyun. Siwon yang berada disitu hanya bisa diam melihat keributan di depan matanya. Menurut Siwon, Kyuhyun benar-benar mencari masalah.
"Josonghamnida, tapi aku benar-benar tidak berminat dengan Anda." Kata pedas itu berhasil keluar dari mulut Kyuhyun.
"Mwo?" Tiffany kaget mendengar kalimat itu meluncur dari mulut namja yang berada di hadapannya. Di tolak secara langsung baginya sangat melecehkan harga diri.
"Apa tidak jelas? Aku, Cho Kyuhyun, sama sekali tidak berminat dengan Anda, Tiffany-ssi. Josonghamnida.." ucap Kyuhyun sembari menampakkan wajah super duper dingin milik namja itu. Ia kemudian meninggalkan Tiffany yang masih melongo tak percaya dengan apa yang ia dengar. Siwon pun yang masih berada di situ tak mampu berkata-kata. Ia bingung dengan sikap namja evil yang sudah menjadi temannya selama 5 tahun itu.
.
.
-oo-
.
.
*Kyuhyun POV*
Malam ini aku hanya berdiam diri di rumah. Moodku jelek gara-gara bertemu dengan yeoja pembawa sial itu. Sejak kejadian tadi, pikiranku jadi kalut begini. Aku tak habis pikir kenapa coba dia muncul lagi di depanku? Bukannya aku sudah menolak proyek itu? Kenapa dia masih menggangguku? Cih.. tak tahu malu. Aku memikirkan hal itu bukan karena ada sesuatu, tapi aku hanya tak ingin sampai kejadian itu terulang lagi. Aku tak mau kehilangan Sungmin untuk kedua kalinya. Aku tak sanggup.
'drrrttt..' bunyi ponsel menyadarkanku dari lamunan-lamunanku. Dengan sedikit malas kuraih ponselku dan langsung menempelkannya di telinga.
"Yeobseo.." ucapku malas.
"Kau sudah gila, Kyu.." suara dari seberang sana itu sangat familiar. Itu suara Siwon. Aku sudah hafal suara khasnya itu. Ada apa tiba-tiba ia menghubungiku dan langsung mengatakan aku gila? Sepertinya ia yang sudah gila.
"Ada apa sih, Won?" tanyaku heran.
"Itu soal Tiffany. Kau gila ya? Cari mati!"
"Oh itu.. Aku masih waras kok." Responku santai.
"Dasar kau aneh.." sepertinya Siwon kehabisan kata-kata menanggapi ucapanku.
"Aku tidak aneh. Aku memang tidak tertarik sama yeoja berambut merah yang mirip setan itu." Jelasku mengejek yeoja bernama Tiffany itu.
"Ya! Sadarlah kau juga sama setannya.."
"Tapi aku setan baik-baik.." jawabku ngawur.
"Mana ada setan baik-baik, babo!"
"Terserah kau saja lah kalo tidak percaya. Jadi tujuanmu menelfonku hanya ingin membicarakan itu? Tak penting banget sih.."
"Ah.. bukan sih. Tujuan utamaku menelfonmu untuk mengajakmu minum. Sudah lama nih kita tak minum bersama. Mau tidak?" tanyanya mengajakku pergi. Minum? Sepertinya aku tak minat. Lagian aku tidak mau minum-minum lagi. Aku ingin berubah menjadi namja yang paling baik untuk kekasihku, Lee Sungmin.
"Anni.. Aku tidak mau. Aku mau istirahat dirumah." Jawabku menolak ajakan tadi.
"Aneh kau, Kyu. Baiklah. Jaljayo."
"Ne.." aku pun mengakhiri panggilan telepon Siwon. Kulihat jam yang terpampang di ponselku. Sudah pukul 8 pm. Ngomong-ngomong.. kok Sungmin tidak menghubungiku sedari tadi ya? Apa dia sibuk kerja? Tanpa berpikir panjang aku pun menghempaskan tubuhku di tempat tidur dan berusaha memejamkan mata. Aku ingin mengistirahatkan fisik dan otakku yang lelah ini.
*Kyuhyun POV end*
.
.
-oo-
.
.
*Sungmin POV*
Seperti biasa, setiap malam aku berada di cafe untuk bekerja. Hari ini aku benar-benar disibukkan dengan pekerjaan. Tadi pagi aku kerja part time mengantar susu, siangnya aku membantu ahjumma di sebelah rumah untuk membuat kimchi, dan sejak tadi sore aku sudah mulai bekerja di cafe ini. Untuk sekadar mengistirahatkan badanku saja aku tak punya waktu. Tapi aku harus ikhlas, ini semuakan demi hadiah anniversary kami..
"Sungmiiiin!" panggil seseorang mengagetkanku. Dari suaranya yang berat, itu pasti bos cafe ini.
"Ne, Hodong-ssi.." jawabku merespon panggilannya.
"Sekarang kau antar pesanan-pesanan itu ke meja tamu. Tamu kita hari ini banyak jadi memerlukan tambahan pekerja. Ayo palli!" bentaknya menyuruhku segera melayani pelanggan. Yang benar saja, kerjaku disini sebenarnya hanya bernyanyi, namun saat ramai begini tugasku bertambah menjadi seorang waitress.
Tanpa pikir panjang aku dengan segera mengangkat seluruh pesanan ke meja kostumer. Benar, hari ini cafe sangat ramai. Aku saja kini sudah 3 kali bolak-balik mengantarkan pesanan. Kulihat Henry juga kelabakan membawa 2 baki sekaligus demi menghemat waktu—aku tak berani melakukan itu. Benar-benar berisiko!—.
Kali ini aku sudah mengantar pesanan ke meja ke empat. Pesanannya tidak terlalu banyak. Hanya sebotol alkohol dengan sepiring bulgogi.
"Ini pesanannya tuan.. Selamat menikmati.." ujarku saat makanan itu sudah berada di meja kostumer. Saat aku berniat meninggalkan meja itu, lenganku serasa di tahan oleh seseorang. Spontan aku langsung menolehkan wajahku ke arah sumber tarikan.
"Kau kerja di sini?" tanya orang itu padaku. Ah.. wajahnya sangat familiar!
"Ne. Kau namja yang.."
"Ne.. aku Siwon. Kau masih ingat?" ucap namja itu. Aku baru sadar tangannya itu belum melepaskan genggamannya di lenganku. Karena risih, aku pun menarik lenganku.
"Ne.. Hm aku mau ke belakang dulu. Permisi.."
"Wae? Temani aku disini saja. Aku sendirian.." ajaknya. Ajakannya itu sepertinya tak ia pikirkan baik-baik. Sudah tau aku kerja disini, masa ngajak aku nemenin dia?
"Aku harus kerja, kau lihat sendirikan cafe ini sedang rame? Aku sibuk. Mianhe.." ucapku dengan sedikit malas lalu berjalan begitu saja meninggalkan namja itu. Aku benar-benar malas meladeni namja genit seperti itu.
*Sungmin POV end*
.
.
-oo-
.
.
*Siwon POV end*
"Kau kerja di sini?"
"Ne. Kau namja yang.."
"Ne.. aku Siwon. Kau masih ingat?"
"Ne.. Hm aku mau ke belakang dulu. Permisi.."
"Wae? Temani aku disini saja. Aku sendirian.."
"Aku harus kerja, kau lihat sendirikan cafe ini sedang rame? Aku sibuk. Mianhe.."
Yeoja itu benar-benar unik. Tingkahnya yang jual mahal dan segala ucapannya yang terkesan dingin membuatku makin penasaran. Oh ya ngomong-ngomong soal sikap dingin yeoja itu, aku jadi teringat dengan Kyuhyun. Yah Kyuhyun kan terkenal dengan gaya cool miliknya itu, tapi aku tak habis pikir ia akan tetap menunjukkan sikap itu di depan rekan bosnya. Sudah gila kali dia..
Sudah jam 12. Kenapa belum keluar juga ya? Ah iya, aku kini tengah berada di depan cafe. Aku menunggu seseorang keluar dari cafe yang sudah tutup itu. Tak lama kemudian aku melihat sosok yang aku tunggu. Ia terlihat mengenakan jaket yang sangat besar—suhu hari ini sangat dingin— dengan menenteng tas yang sepertinya lumayan berat.
"Sini aku bantu.."
"Ah kau? Bukannya tadi sudah pulang? Kenapa kau disini? Cafe ini sudah tutup.." ucapnya kaget melihatku yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Emangnya kau pikir aku masih mau ke cafe? Yah jelas aku ini menunggumu tau.."
"Ngapain kau menungguku? Apa kau ada perlu denganku? Apakah aku lupa mengembalikan uang kembalianmu?" katanya dengan tampang polosnya. Ya tuhan.. yeoja ini emang polos atau bodoh sih? Kenapa susah sekali di dekati? Fyuh.. sabar Siwon.. sabar..
"Anni.. aku ingin bertemu denganmu. Tidak boleh?" responku selembut mungkin menahan emosiku menghadapi yeoja lemot itu.
"Ah.. tidak juga sih." Ucapnya sembari berjalan meninggalkanku.
"Hey.. kau mau ku antar pakai mobilku?" tawarku padanya. Biasanya sih yeoja yang aku tanyai begini akan suka rela menerima ajakanku. Siapa sih yang tidak mau di anter namja ganteng sepertiku dengan mobil yang bagus?
"Anniyo. Aku tidak mau.." ucapnya sedikit ketus. Langkah kakinya ia percepat mendahuluiku.
"Ya.. tunggu! Kalau begitu aku temani sampai ke rumah ya?"
"Tidak usah!" responnya makin ketus. Benar-benar unik..
"Sungmin!" panggil seseorang dari arah lain mengagetkanku. Saat aku menoleh ke arah sumber suara, terlihat seorang namja dengan mengendarai sepeda motor. Ngapain namja itu? Mau mengganggu, eoh?
"Sungmin, yuk naik. Katanya mau pulang denganku?" ucap namja itu menyuruh Sungmin mengikuti aba-abanya. Siapa sih dia?
"Eh? Ah iya.. Siwon, aku pergi dengannya ya. Annyeong.." ucapnya meninggalkanku. Ia kini naik ke motor yang kemudian pergi menghilang dari penglihatanku. Ia menolak nebeng dengan mobilku dan memilih motor? Sungguh, aku tak habis pikir.. tapi aku benar-benar harus berhasil mendapatkannya. Yah.. sebelum nasib burukku dulu terulang lagi..
*Siwon POV end*
.
.
-oo-
.
.
*Kyuhyun POV*
Suasana kantor benar-benar menjenuhkan. Sepanjang hari aku hanya menatap layar komputer dan setumpukan data yang entah kenapa semua di berikan padaku.
"Yeobseo.." terdengar suara dari seberang sana. Suara seseorang yang sedang ku telepon.
"Yeobseo, Min-aah.." ucapku dengan suara semanja mungkin.
"Ne, chagi. Waeyo?"
"Makan siang yuk.." sekarang pukul 12 siang. Sudah waktunya makan siang di kantorku. Karena aku merindukan kekasihku itu jadi yah sekalian aku ajak aja dia makan siang. Sudah 2 hari ini aku tidak menemuinya. Rinduku begitu menggebu-gebu.
"Dimana, Kyu?"
"Di rumah makan dekat rumahmu saja ya. Tunggu aku disitu, chagi."
"Arraseo. Ne, annyeong.."
"Annyeong.." setelah panggilan itu di akhiri aku pun segera beranjak dari tempat dudukku dan bergegas menuju parkiran mobil.
'ddrrrtt..' ponselku berdering. Tanda ada pesan yang masuk.
From : +6401293195xxxx
Kyuhyun, kau yakin tak mau berubah pikiran?
Pesan dari siapa ini? Karena cukup penasaran aku pun membalasnya.
To : +6401293195xxxx
Nuguseyo?
"Hei! Kau mau kemana, Kyu?" panggil seseorang mengagetkanku. Aku pun mengalihkan pandanganku dari layar ponsel ke arah sumber suara. Ponsel putih milikku pun langsung ku masukkan ke dalam saku.
"Mau makan siang dengan kekasihku, Won. Kenapa?"
"Boleh ikut ga?" ucapnya ingin ikut denganku.
"Boleh sih. Ikut aja." Tawarku basa-basi. Sebenarnya aku tak ikhlas juga sih mengatakan ini —ingat kan aku mau bertemu Sungmin?aku kan mau berduaan dengannya—, tapi karena tidak enak aku pun mengizinkannya ikut.
"Untung deh, aku lagi bosan makan di kantin." Responnya puas dengan jawabanku. Ia langsung merangkul bahuku dan mengikuti langkahku. Gagal deh makan berdua dengan Sungmin gara-gara si kuda ini mau ikut. Tapi ga apa lah, sekali ini juga kan?
Kami pun berangkat. Kali ini menggunakan mobilku.
"Kyu.. kau beruntung." ucap Siwon membuka pembicaraan selama perjalanan itu.
"Wae?"
"Kau menolak tawaran Tiffany kan? Aku sepertinya nyesal nerimanya." Eluh Siwon. Pasti ia tidak tahan dengan tingkah Tiffany yang nyebelin itu.
"hahaha emangnya kenapa?"
"Tiga hari ini aku di jadiin babu. Di perintah sana-sini, di suruh-suruh, mana pelit pula. Dia juga tak ramah padaku, senyumku saja tak di balas." Curhat Siwon padaku. Apa ia dia tak ramah pada Siwon? Padahal waktu sama aku, dia sangat ramah. Bahkan ia loyal membelikanku bermacam-macam barang.
"Mungkin dia lagi tidak mood."
"Mungkin sih. Tapi.. apa karena bukan kamu yang nemenin dia?" duga Siwon asal. Apa benar begitu?
"Tidak mungkin.." jawabku mengelak.
"Tapi kalau aku perhatikan sih gitu. Sama aku saja yang dia tanya soal kau terus, Kyu."
"Tanya? Soal apa?" tanyaku penasaran. Kenapa si Tiffany itu menanyaiku?
"Soal kau sudah punya pacar atau belum, makanan kesukaanmu, benda yang kira-kira kau butuhkan. Aneh kan? Jangan-jangan.. dia suka padamu, Kyu!" tebak Siwon membuatku kaget. Apa begitu? Kalau benar begitu, artinya aku benar-benar dalam masalah. Jangan sampai yeoja itu kembali merusak hubunganku dengan Sungmin. Andwae!
"Jangan bahas itu lagi lah, aku tidak berminat membahasnya."
"Baiklah." Suasana di dalam mobilpun berubah menjadi sepi. 10 menit perjalanan rasanya seperti sehari. Untung saja kami sudah sampai ke rumah makan yang di maksud.
"Kajja!" panggilku sembari berjalan memasuki rumah makan itu. Siwon pun setengah berlari mengejarku yang duluan berjalan dan merangkul bahuku.
"Mana yeojachingumu, Kyu?" tanya Siwon celingak-celinguk di dalam rumah makan itu mencari sosok yeoja yang 'mungkin' adalah kekasihku.
"Bukannya dulu kau pernah melihatnya di foto?"
"Ah aku lupa.. Mana, Kyu?" Aku pun ikut mencari kekasihku Sungmin sampai mataku mendapatkan sosok yeoja yang sangat aku kenal sedang membelakangi kami berdua.
"Itu dia! Sini Siwon aku kenalkan padamu." Ajakku. Siwon pun mengikuti langkahku mendekati meja yang di tempati oleh Sungmin.
"Chagiiiiii.." panggilku mengagetkan yeoja yang kini tengah menyeruput segelas green tea.
"Kau lama se—" ucap Sungmin terputus saat berbalik menoleh ke arahku, ah bukan, sepertinya ke arah Siwon. Dia kaget?
"Si.. siwon?" sambung Sungmin dengan heran sambil menunjuk ke arah namja yang ia maksud.
"Sungmin?" ucap Siwon tak kalah heran. Mereka sudah kenal? Aneh sekali.. setahuku semua teman Sungmin aku tahu dan aku tak pernah ingat kalau Sungmin mengenal Siwon.
"Kalian saling kenal?"
*Kyuhyun POV end*
.
.
To be continue
Mianhe.. jeongmal mianhe author baru bisa ngupdate sekarang. Author sibuk banget belakangan ini T.T
oh ya, author pengen bagi-bagi pulsa buat 3 orang yang beruntung. Mau readers? Tata caranya bisa di lihat di myfanfictionpage . wordpress . com(hapus spasinya) Buruan ya! Soalnya batasnya sampe tgl 11 agustus^^
Big thanks buat reader yang baik hati ninggalin reviewnya :
Guets -Ryeosung Couple YeWook, Chikyumin, LoveMin, hyuknie, kyumin forever, BbuingBbuing137, mitade13, ellyzasparkelf, SSungMinie, YuyaLoveSungmin, rafah aulia, Keys47, Cho Miku, chabluebilubilu, Rilianda Abelira, HEEYEON, Just Call Me Guest, Evilevigne, kyurin minnie, Evil Thieves, Cho SungMel.
Gomawo udah setia nunggu ff abal yg lama updatenya ini *bow*
Akhir kata.. review please^^
