Title : Give Me One More Chance

Author : vivimulia 'vihyora'

Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

And the other cast..

Genre : Genderswitch/romance/angst/AU

Annyeong chingu^^ chap 5 kali ini adalah chap terlama proses pembuatannya. jeongmal mianhe atas keterlambatan author mengupdate chap di ff ini. Dikarenakan sibuk ngurus hari raya, author ga punya waktu buat stay di laptop berlama-lama. Daripada berlama-lama dengerin author ngoceh, yuk silakan di baca! Happy reading^^

.

.

"Si.. siwon?"

"Sungmin?"

"Kalian saling kenal?" Kyuhyun saat itu berada di posisi yang cukup membingungkan. Ia tak pernah tahu kalau kedua orang di hadapannya itu saling kenal.

"Ah.. iya. Eh yuk mari duduk." Jawab Sungmin sembari mempersilakan kedua namja itu duduk di meja yang ia tempati tadi. Ia tak mau memperpanjang percakapan tersebut.

"Oh ya, sudah lama nunggunya, chagi?" tanya Kyuhyun mesra membuat wajah seorang namja di hadapannya berubah datar.

"Ah, anniyo.." jawab Sungmin dengan sedikit kikuk. Ia merasa bingung sendiri dengan posisinya yang cukup membuatnya gugup dan salah tingkah.

"Eh Won, gimana tugasmu bersama nyonya besar itu?" tanya Kyuhyun bertanya pada namja yang sedari tadi diam di hadapannya.

"Ehm.. yah begitulah." Jawab Siwon singkat sembari memandang kearah yeoja di hadapannya membuat yeoja di meja tersebut semakin serba salah.

"Ah.. aku mengerti kok posisimu, Won." Jawab Kyuhyun mengerti. Ia tiba-tiba memikirkan hal lain yang mengingatkannya kembali ke masa dimana dia berada di posisi yang sama dengan Siwon.

"Ehm.. pesan makanan dulu yuk." Ujar Sungmin basa-basi pada kedua namja yang bersamanya itu.

Mereka saat itu benar-benar berada di posisi yang sangat membingungkan. Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa hanya terus berbicara pada kedua orang yang sedang bersamanya, sementara kedua orang yang bersamanya itu terhanyut dalam perasaan mereka masing-masing.

.

.

-oo-

.

.

Seorang namja tampan tengah duduk termenung di beranda apartemen miliknya. Ia larut memikirkan nasibnya yang menurutnya sangat amat pelik. Kehidupannya itu tak pernah luput dari yang namanya pengorbanan dan sakit hati.

'Kenapa nasibku selalu seperti ini? Kenapa aku tak pernah bisa mendapatkan apa yang aku inginkan? Terutama soal yeoja.. Dan kenapa selalu sahabatku yang mendapatkan apa yang aku inginkan? Kenapa selalu aku yang mengalah?' demikianlah gejolak hati namja itu. Matanya terus menatap kosong ke arah pemandangan langit yang di baluti hamburan cahaya bintang dan bulan pada malam hari. Keheningan malam terasa sikron dengan perasaan namja itu saat ini. Perasaan yang ia rasakan itu membawanya melayang ke memori kelamnya dahulu.

FLASHBACK

"Bunga? Siap. Cincin? Siap. Hm.. apa lagi ya?" gumam kecil seorang namja yang kini berada di dalam mobilnya memastikan barang bawaannya tidak ada yang tertinggal.

Setelah memastikan tak ada yang tertinggal, ia pun memperhatikan pakaiannya yang sangat formal saat itu. Dia mengenakan kemeja putih dengan dibalut jas hitam. Merasa sudah siap, ia pun mengendarai mobilnya menuju ke suatu tempat yang menjadi tujuan utamanya berpenampilan rapi dan mempersiapkan segala sesuatunya.

'drrrtt..' ponsel namja itu tiba-tiba berdering mengagetkannya. Tanpa melihat layar ponselnya ia langsung menempelkan ponsel itu ke telinganya menjawab panggilan tersebut.

"Yeobseo.."

"Yeobseo. Wonnie.. Aku sudah mantap nih mau ngelamar yeoja yang aku bilang dulu itu hari ini!" suara namja dari ujung sana membuat Siwon—namja yang sedang berkendara itu—tau siapa yang menghubunginya.

"Ah.. Donghae-aah, chukkae! Aku juga lho hari ini mau ngelamar yeoja yang setahun ini dekat denganku. Kok bisa sama ya?"

"Kau kan sahabatku dari SD, Wonnie, pasti lah kita sehati hehehe."

"Hahaha ada-ada saja kau, Hae-aah! Sekarang kau dimana?"

"Ah.. aku sudah hampir sampai ke rumah yeoja yang aku idam-idamkan itu. Doakan aku, ne?"

"Ne.. eh ini aku lagi mengemudi ke Incheon karena yeojachinguku tinggal disana, sebentar aku mampir ke rumahmu ya sekalian kau ceritakan padaku hasil lamaranmu itu."

"Jinjjayo? Arraseo, Wonnie. See you!"

"See you! Bye.." namja bernama Siwon pun meletakkan kembali ponselnya ke dalam saku celana setelah telepon dari sahabatnya tadi diakhiri olehnya. Ia kembali berkonsentrasi mengemudikan mobilnya. Ia benar-benar tidak sabar ingin bertemu yeoja chingunya yang akan segera ia lamar itu.

Setelah beberapa lama, akhirnya ia tiba di depan rumah yeoja yang ia cintai itu. Ia pun kembali memperhatikan penampilannya, membereskan rambutnya yang tidak berantakan, merapikan kemejanya yang tidak terlihat kusut, dan membersihkan celananya yang tidak kotor sama-sekali. Ia pun segera mengambil cincin serta bunga yang ia sudah persiapkan kemudian membawanya ikut serta turun dari dalam mobil.

Dengan langkah mantap ia berjalan menuju pintu rumah yeojachingunya kemudian membunyikan bel berharap yeojachigunya lah yang membukakan pintu.

"Annyeonghaseyo. Cari siapa, tuan?" tanya seorang ahjumma yang membukakan pintu saat itu.

"Ah.. Kibum ada?" respon Siwon kecewa melihat seseorang yang membukakan pintu bukanlah orang yang ia harapkan, melainkan ahjumma yang setahu SIwon sudah 10 tahun bekerja di rumah Kibum.

"Ah, nona Kibum? Dia sedang ada tamu di halaman belakang. Silakan masuk saja, tuan."

"Ah.. kamsahamnida.." ucap namja itu sopan pada ahjumma tadi. Ia pun melangkah masuk ke dalam rumah yeojachingunya yang terbilang sangat besar itu. Jelas saja, Kibum kan anak tunggal dari pengusaha konglomerat yang usahanya sampai merambah ke luar negeri—itu artinya Kibum adalah pewaris tunggal perusahaan keluarganya kan?—. Tapi bukan itu alasan Siwon menyukai Kibum. Malahan ia awalnya tak suka pada Kibum yang ia pikir sama dengan yeoja kaya lainnya—yang hanya memikirkan gengsi tanpa punya perasaan—. Tapi karena sikap low-profile Kibum, citra yeoja kaya yang sombong di dalam pikiran Siwon perlahan memudar. Ia mulai kagum dan simpati pada yeoja itu, puncaknya pada setahun lalu saat ia memberanikan diri mengungkapkan perasaannya pada Kibum dan diterima oleh yeoja itu. Seiring berjalannya waktu, mereka menjadi semakin dekat dan yakin saling mencintai satu sama lain. Jarak diantara mereka—sejak Kibum memutuskan pindah dari Seoul untuk mengurus yayasan sekolah ibunya 5 bulan yang lalu—tak menjadi halangan bagi cinta mereka makin yakin pada keputusannya saat ini melamar Kibum.

Merasa agak lama menunggu, Siwon beranjak dari ruang tamu rumah Kibum. Awalnya ia ingin menunggu Kibum di ruang tamunya saja sampai Kibum keluar, namun berhubung dia ingin memberikan surprise pada Kibum, ia pun pergi ke arah halaman belakang rumah yang menurut penuturan ahjumma tadi tempat dimana Kibum menerima tamu. Saat Siwon akan membuka pintu, ia mendengar sesuatu dari arah halaman itu. Ia pun mengurungkan niatnya untuk membuka pintu dan tetap berada di posisinya menyimak apa yang menjadi pembicaraan penting Kibum dan tamunya

"Kibummie.. aku.. aku ingin menyatakan sesuatu padamu." Ujar seseorang yang saat itu di dengar samar-samar oleh Siwon. Siwon pun bertanya-tanya dalam hatinya, 'siapa tamu, Kibum? Itu kan suara namja. Dan dari suaranya.. sepertinya aku kenal.'

Siwon memutuskan untuk terus menguping pembicaraan Kibum dengan tamu namjanya yang membuatnya sangat amat penasaran.

"Mungkin terlalu cepat tapi aku benar-benar tak tahan. Ak..ku.. aku mencintaimu.. Narang gyeolhon hae jullae?"

'Deg.' Perasaan dalam hati Siwon saat mendengarnya tak usah di tanyakan lagi. Ia sangat terpukul mendengarnya. Perasaan amarah seketika muncul dari dalam hatinya. Ia pun berniat melabrak kedua orang itu dan menghantam wajah namja yang berani melamar yeoja yang menjadi miliknya selama setahun itu. Dengan sedikit bertanya-tanya dalam hati ia memberanikan diri mengintip ke arah Kibum dan namja tadi untuk sekadar memastikan waktu yang pas untuk melabrak mereka.

'Deg.' Lagi-lagi perasaan Siwon terpukul menyaksikan pemandangan di hadapannya. Bukan hanya karena posisi namja yang kini tengah berlutut di hadapan Kibum sembari menggenggam tangan kekasihnya itu, melainkan karena 'siapa' namja yang ia lihat itu. Namja itu adalah orang yang tentu saja tak asing lagi bagi Siwon karena namja yang ia lihat itu sudah menjadi sahabatnya sedari ia kecil. Yah.. namja itu tak lain dan tak bukan adalah Donghae.

"Hm.. kau baik, Hae-aah. Gomawo.." ucap yeoja bernama Kibum itu pada namja yang tengah berlutut di hadapannya membuat lutut Siwon seakan lumpuh dan lemas seketika. Ia langsung memikirkan hal terburuk yang mungkin akan Kibum katakan.

"Gomawo, Hae-aah. Kau sangat baik padaku.. Aku.." Siwon benar-benar tak sanggup mendengar lanjutan kata dari penuturan Kibum tadi pada namja di hadapannya. Siwon pun memutuskan untuk pergi saja dari tempat itu dan juga dari kehidupan Kibum selama-lamanya. Ia tidak mau mengusik kebahagiaan yeoja yang ia cintai dan juga sahabatnya. Ia mengalah. Mengalah melepaskan cintanya demi kebahagiaan mereka berdua.

Dengan air mata yang menetes dari matanya serta luka sayatan dalam hatinya, ia mengendarai mobilnya menjauh dari rumah Kibum. Ia sudah bertekad akan mengubur perasaannya itu selama-lamanya..

FLASHBACK END

'drrrttt..' tiba-tiba terdengar bunyi ponsel yang menyadarkan lamunan Siwon akan kenangan pahit masa lalunya. Setelah mengecek layar ponselnya, ia dengan segera mengangkat panggilan itu.

"Yeobseo, Tiffany-ssi." Ternyata panggilan itu berasal dari yeoja bernama Tiffany, pantas saja Siwon buru-buru mengangkatnya.

"Siwonnie, aku mau nanya boleh?" ucap yeoja yang terdengar dari seberang sana.

"Ne, Tiffany-ssi. Ada apa?"

"Ini soal Kyuhyun.." jawab yeoja bernama Tiffany itu. 'Hm.. lagi-lagi Kyuhyun. Sejak kejadian tadi siang aku jadi malas mendengar nama itu lagi. Ngapain juga sih yeoja cerewet ini nanya soal Kyuhyun terus? Jangan-jangan dia suka sama Kyuhyun.' ucap Siwon dalam hati

"Hm.. kau tahu tidak soal Kyuhyun sudah punya pacar atau belum?" tanya Tiffany pada Siwon dengan nada suara yang terdengar sedikit aneh bagi Siwon—karena biasanya Tiffany sering bersuara dengan nada tinggi bahkan terkadang membentak—.

"Ah, soal itu.." Siwon kembali teringat kejadian menyakitkan untuknya siang tadi. "iya.. Kyuhyun sudah punya yeojachingu.. namanya.. Sungmin."

"Jeongmal? Hm.. apa.. dia.. cantik?" tanya Tiffany lagi kali ini sedikit menyelidik. Ia penasaran seperti apa rupa yeoja yang bisa mengalahkannya.

"Iya.. dia sangat cantik. Manis.. imut.. dan ah sangat menarik." Ucap Siwon yang tak sadar mulai mengkhayalkan wajah yeoja bernama Lee Sungmin itu.

"Jeongmal? Dia sama aku mana yang lebih cantik?" tanya Tiffany kali ini tak mau tersaingi.

"Ah.. kalau soal itu... hm.. cantiknya beda-beda sih sepertinya." Jawab Siwon dengan sedikit serba salah. Sebenarnya kalau tak mengingat yeoja yang menelfonnya ini adalah atasannya, ia pasti sudah mengatakan Sungminlah yang paling cantik di matanya.

"Yah tapi pasti aku yang lebih cantik." Tiffany menyombongkan diri. "Kalau begitu sudah ya. Besok jemput aku jam 8 lalu antar aku belanja lagi, arraseo?" sambung Tiffany kembali dengan kebiasaannya yang memerintah itu.

"Ne, aku mengerti, Tiffany-ssi. Selamat malam."

'tuut...tutt..' telepon sudah di akhiri dari ujung sana. Siwon pun menaruh ponselnya di meja dan kembali memandangi langit yang menjadi hiburannya sedari tadi. Ia kembali meratapi nasibnya.

'Kenapa aku selalu begini? Apa kali ini aku harus merubah keadaan? Apa aku tidak perlu mengalah lagi? Apa.. aku harus merebut Sungmin dari sahabatku?' pikiran demi pikiran pun melayang-layang dalam pikiran Siwon membuatnya semakin resah menentukan sikap.

.

.

-oo-

.

.

"Annyeonghaseyo, Tiffany-ssi. Silakan.." ucap namja tinggi yang kini tengah membukakan pintu mobilnya untuk seorang yeoja berambut pirang. Setelah memastikan yeoja tadi sudah masuk kedalam mobil, namja bernama Siwon itu pun dengan setengah berlari menuju ke tempatnya.

"Mau kemana, Tiffany-ssi?" tanya Siwon pada yeoja yang duduk di sebelahnya itu.

"Aku mau ke Myeondong. Ada yang mau ku beli disana." Jawab yeoja itu singkat. Yeoja bernama Tiffany itu kemudian terlihat sibuk dengan ponselnya.

"Arraseo, Tiffany-ssi." Siwon pun tanpa terlalu memusingkannya segera melesatkan mobil Audi miliknya ke tempat tujuan yang disebutkan TIffany tadi.

"Hm.. Siwon, kau tau penyebab khususnya Kyuhyun mengabaikanku?" tanya Tiffany tiba-tiba.

"Eh? Mengabaikan? Mengabaikan bagaimana maksud Anda, Tiffany-ssi?" tanya Siwon kembali karena sedikit bingung dengan maksud pertanyaan Tiffany barusan.

"Kau tau kan aku ini cantik, kaya, populer. Tak ada yang bisa menolakku. Tapi dia... pesanku saja tak ada yang direspon olehnya." Curhat Tiffany sedikit sombong pada namja yang menjadi 'pesuruh'nya itu.

"Mwo? Pesan? Anda mengiriminya pesan? Hm.. josonghamnida, tapi apa.. apa Anda menyukainya?" tanya Siwon dengan sangat hati-hati mengingat yeoja disebelahnya ini adalah atasannya.

"Ne, sepertinya aku sudah gila. Baru kali ini aku seperti ini. Sungguh aku benar-benar gila. Aah.. aku menyukai namja dingin bernama Cho Kyuhyun itu." aku Tiffany pada namja yang masih berkonsentrasi menyetir sembari juga memperhatikan pembicaraan atasannya.

"Jeongmal? Bisa aku duga, Tiffany-ssi. Tapi.. kenapa kau bisa menyukainya padahal kau bertemu juga tak pernah, dia pun dingin padamu. Tak masuk akal.."

"Yah aku juga bingung, tapi.. entah kenapa ada perasaan yang mengatakan bahwa aku sangat mengenalnya dan rasanya seperti sudah cukup lama aku menyukainya. Entahlah tapi begitu kuat kurasakan. Aku gila.. aku benar-benar sudah gila."

"Jemiita.. sepertinya aku juga sama gilanya dengan Anda, Tiffany-ssi."

"Wae, Siwon?"

"Aku menyukai kekasih sahabatku sendiri dan aku merasa aku harus merebutnya. Yah.. aku gila kan?" ucap Siwon dengan nada suara yang sangat amat tertekan.

"Aku rasa kau tak terlalu gila. Itu cukup manusiawi."

"Entahlah.. aku rasa ini salah, tapi.. rasanya aku tak mau mengalah lagi dengan keadaan." Tiffany yang mendengarnya hanya terdiam. Di benaknya terbersit rasa iba dan banyak sekali pertanyaan untuk membongkar rasa penasarannya.

"Sudah sampai, Tiffany-ssi" ucap Siwon membuyarkan lamunan Tiffany.

"Ah.. arraseo.."

.

.

-oo-

.

.

*Sungmin POV*

Aku tampak tragis dengan wajah muram dan langkah yang gontai seperti ini. Beberapa menit lalu aku mengalami shock therapy setelah masuk ke dalam butik yang selalu ku intai selama sebulan ini. Tinggal tiga hari lagi yang tersisa dan uangku masih 200000 won sementara harga jas yang aku ingin beli itu 500000 won. Yah 500000 WON! Kurang 300000 lagi? Bisa dapat uang darimana coba?

Aku melangkah sembari menunduk lemah menendang berbagai benda yang kulihat di tanah—kaleng, kerikil dan sebagainya—dengan kuat untuk menetralisir perasaanku yang kacau balau dan...

"AAAAWWW!" teriak seseorang mengagetkanku. Omo..

"Eh, punya mata ga sih?" Kesialan rupanya tak kunjung beranjak dari kehidupanku. Kaleng yang aku tendang tadi tak sengaja mendarat mulus tepat di tubuh salah seorang yeoja yang kini tengah memasang wajah seramnya di hadapanku ini.

"Mi.. mi.. miaanhe.. aku tidak sengaja. Mianheyo.." ucapku sembari berkali-kali membungkung meminta maaf.

"Sungmin?" tiba-tiba suara namja yang sepertinya tak asing lagi terdengar di telingaku. Dengan segera aku mengadahkan kepalaku yang menunduk untuk memastikan siapa yang memanggilku.

"Siwon, kau kenal yeoja ini?" ucap yeoja tadi pada namja yang ternyata adalah Siwon dengan wajah yang kini menunjuk ke arahku.

"Ah, ne, Tiffany-ssi. Kalau boleh tahu ini ada apa ya?" tanya Siwon heran pada kami berdua.

"Ini nih, yeoja yang kau kenal ini menendang kaleng ke arahku. Tak sopan!" ucap yeoja itu kasar ke arahku.

"Ah.. mianheyo. Aku tidak sengaja.." ucapku kembali meminta maaf sembari terus menerus menundukkan kepala.

"KAU!" kulihat bayangan tangannya yang siap menampar pipiku. Yah mungkin aku harus menerima tamparan itu. Kupejamkan mataku pasrah menunggu tangannya yang beberapa detik lagi akan mendarat di pipiku. 3 detik.. 7 detik.. Eh? kenapa tak terjadi apa-apa? Segera ku buka kedua mataku yang tadi aku pejam dan aku pun mendapati Siwon tengah menahan lengan yeoja tadi.

"Ah.. josonghamnida, Tiffany-ssi. Maafkan dia. Kalau Anda ingin menampar, tampar sajalah aku." Ucap Siwon pada yeoja itu dengan sangat amat gentle. Omo.. keren! Seperti scene yang biasanya ada di dalam drama.

"Kau kenapa sih Siwon? Dia ini siapa sih? Pacarmu?" Mwo? Pacar Siwon? Yang benar saja. Aku ini kan yeojachingu sahabatnya Siwon! Gawat kalau sampai orang-orang yang Siwon kenal menganggapku pacarnya. Kalau Kyu tau gimana? Kalian bisa bayangkan kan?

"Anniyo. Dia.. dia.. dia itu.. ehm.." jawab Siwon dengan sedikit terbata-bata membuatku makin gemas. Nafsuku untuk menyelesaikan kata-katanya—biar aku ini tak benar-benar dianggap pacarnya— sungguh tak bisa kutahan.

"Aku Sungmin. Lee Sungmin." ucapku spontan.

"Sungmin? Kok rasanya aku pernah dengar nama itu.." respon yeoja itu yang kini kulihat tengah mengingat-ngingat sesuatu. Emangnya aku pernah kenal dengannya?

"Eh, Sungmin, ini atasanku di kantor. Namanya, Tiffany." Ucap Siwon tiba-tiba memperkenalkan yeoja itu padaku. Omo.. jadi dia atasan Siwon di kantor? Berarti yeoja ini juga atasan Kyuhyun dong! Aduhh aku harus minta maaf dan memberi kesan baik. Kasihan Kyuhyun kalo ikutan ketiban sial hanya karena kecerobohan ku.

"Anda atasan Siwon? Berarti Anda juga atasan Kyuhyun? Ah.. josonghamnida aku berperilaku kurang sopan pada Anda. Josonghamnida.." ucapku sembari kembali berulang-ulang membungkukkan badan.

"Kyuhyun? Kau ini siapa emangnya?" tanya yeoja itu yang kini terlihat sangat penasaran.

"Ah.. aku ini yeojachingu Cho Kyuhyun, manager administrasi di LSM Group." Ucapku memperkenalkan dengan lengkap agar ia tahu betul Kyuhyun siapa yang ku maksud.

"Yeojachingu? Siwon, benar dia ini kekasihnya Kyuhyun?" ujar yeoja itu memastikan apa yang tadi aku ucapkan tadi itu benar atau tidak pada Siwon. Apa dia tidak percaya pada ucapanku tadi? Dan juga kenapa mimik wajahnya berubah seperti itu? Ada apa sih?

"Ne, Tiffany-ssi. Dia yeojachingu Kyuhyun." Setelah mendengar penuturan Siwon tadi entah kenapa tatapan mata yeoja itu makin aneh. Ia melihatku dari ujung rambut ke ujung kaki. Ada apa sih? Apa ada penilaian khusus untuk pasangan karyawan di perusahaan tempat Kyuhyun bekerja?

"Ada apa ya?" tanyaku risih juga di perhatikan intens seperti itu.

"Anniya. Siwon, aku mau cepat-cepat pulang. Aku ada urusan penting." Ucapnya tanpa basa-basi—malah terkesan sangat sinis— langsung meninggalkan aku dan Siwon. Ada apa sih?

"Hm, maafkan atasanku ya Sungmin. Hm.. aku permisi dulu. Nanti kita berbincang-bincang lagi ya. Ini kartu namaku. Annyeong." Ucap Siwon pamit sembari menyodorkan kartu namanya dan langsung menyusul yeoja tadi dengan sedikit terburu-buru.

Hari yang cukup aneh..

*Sungmin POV end*

.

.

-oo-

.

.

"Kau itu bagaimana sih? Kenapa menahanku segala menampar yeoja itu!" omel seorang yeoja tak henti-hentinya pada namja yang sedang menyetir mobil di sampingnya.

"Josonghamnida, Tiffany-ssi. Aku hanya merasa itu tak pantas. Yeoja berkelas seperti Anda tidak selayaknya melakukan hal itu." Namja yang di tanyai tadi hanya merespon dengan tenang.

"Tapi aku kesal. Cih.. bisa-bisanya Kyuhyun berpacaran dengan yeoja jelek, tak berkelas, ketinggalan jaman dan dekil seperti itu." Ucap yeoja bernama Tiffany itu meremehkan Sungmin yang penampilannya sederhana—tak seperti penampilannya yang sangat mengikuti mode—

"Josonghamnida. Tapi sepertinya Anda salah menilai yeoja tadi. Dia tak seperti yang Anda bayangkan. Mungkin benar dia tak semodis Anda, tapi dia memiliki sesuatu yang sangat menarik perhatian. Dia juga sangat baik dan lembut." Respon Siwon yang kali ini terdengar sangat memuji yeoja bernama Lee Sungmin tadi.

"Kau kenapa membelanya terus sih? Kenapa kau juga memujinya seperti itu? Yang atasanmu itu aku atau dia? Atau jangan-jangan.. aaah aku tahu! Aku ingat tadi kau bilang kau jatuh cinta pada kekasih sahabatmu."

'Deg' Siwon langsung tertegun. Ia meruntuki kebodohan dirinya sendiri yang membuat isi hatinya jadi mudah di tebak.

"Kekasih sahabat yang kau maksud itu dia kan? Dia itu kekasih Kyuhyun sahabatmu kan? Kau menyukai yeoja bernama Lee Sungmin itu kan?" tebak Tiffany yang sepertinya tepat sasaran melihat ekspresi Siwon yang kini telah berubah. Siwon tak menjawab pertanyaan Tiffany tadi. Ia hanya larut dalam kediamannya meruntuki kecerobohan yang ia lakukan.

"Benar kan? Ah.. ternyata kita ini benar-benar sama."

"Aku tak sama dengan Anda, Tiffany-ssi."

"Kita sama. Kita sama-sama menyukai seseorang yang memiliki pasangan. Ini benar-benar keuntungan buat kita, Siwonnie." Ujar yeoja tadi sembari tersenyum-senyum sendiri menatap pemandangan di luar jendela mobil yang sepertinya bukan menjadi alasannya untuk tersenyum.

"Keuntungan? Maksud Anda?" Siwon terlihat bingung dengan ucapan atasannya tadi. Ia tak mengerti.

"Yah, kita bisa bekerja sama. Aku menginginkan Kyuhyun dan kau menginginkan Sungmin, kan? Kau membantuku merebut Kyuhyun dari Sungmin dan aku akan bantu kau merebut Sungmin dari Kyuhyun."

"Mwo? Anda memintaku membantu Anda memisahkan mereka? Itu jahat, Tiffany-ssi." Tolak Siwon yang merasa masih punya hati nurani.

"Jahat? Hahaha kita sama saja, Siwon."

"Aku tidak sejahat itu, Tiffany-ssi. Ah, Anda sudah sampai." Tak terasa mobil yang dikendarai Siwon telah sampai ke apartemen Tiffany. Pembicaraan mereka membuat perjalanan yang lumayan panjang terasa menjadi singkat. Tiffany pun turun dari mobil dan memasuki wilayah apartemennya diikuti Siwon yang tengah menenteng seluruh belanjaan yeoja itu sampai ke depan kamarnya.

"Sudah semua, Tiffany-ssi. Saya permisi dulu." Ucap Siwon saat hendak meninggalkan Tiffany yang sudah masuk ke dalam kamar apartemennya.

"Tunggu." Siwon yang mendengar panggilan Tiffany langsung menoleh ke arah sumber suara.

"Ada apa lagi, Tiffany-ssi?"

"Bukannya kali ini kau tak ingin mengalah pada keadaan? Pikirkanlah.." setelah mengatakan hal itu Tiffany langsung masuk menutup pintu kamarnya dan meninggalkan Siwon yang masih terdiam di koridor apartemen Tiffany. Namja itu terlihat diam merenungi segala yang terjadi di dalam hidupnya.

'Apa aku harus mengikuti saran Tiffany? Apa aku harus merebut Sungmin dari Kyuhyun? Apa ini saatnya aku merubah keadaan?'

.

.

To be continue

-ooooooooo-

Ah.. udah sampai di chap 5! Author benar-benar ga nyangka akan mulai sepanjang ini(awalnya author pikir cm sampe chap 3). Karena author juga ga mau kepanjangan, ff ini sepertinya akan berakhir di chap 7 atau 8.

Gomawo yang udah membaca ff punya author ini. Mianhe kalau author lamban mengupdatenya.

BIG THANKS FOR ALL OF READERS WHO STAY WITH 'GMOMC' :

privinaJOYERS, hyuknie, HeeYeon, sparKSomniA0321, Guets -Ryeosung Couple YeWook, kyumin forever, Ryani, Cho Kyuri Mappanyukki, SSungMine, Rilianda Abelira, BbuingBbuing137, rafah aulia, Just Call Me Guest, Evil Thieves, mitade13, Park Min Rin, kimjulia220799gmailcom, kyurin minnie, Evilevigne, Keys47, KimShippo, chabluebilubilu, Honeyfah elfsone, kyu evil, Pikapika.

HeeYeon : ampuuuun... maafin author! ,

Rilianda Abelira : rencananya hanya tuhan dan author yang tahu *elah* #plak pantengin terus ya chingu^^

Just Call Me Guest : waduh jeongmal gomawo chinguu^^ seneng deh ada yang mau nungguin ff ini. yuk nih author udah updatee ;)

Evil Thieves : insyaAllah tetep KyuMin kok! Author kan KMS!\^^/

mitade13 : kalo soal rate di ffnet bakalan sama terus kok chingu gabakal berubah, kecuali kalo di blog author kemungkinan rate 18+ bisa saja ada hehe^^ soal Kibum author simpen2 nanti ya, di chap kali ini juga terselip soal siapa Kibum itu kok ;)

Keys47 : author ga kemana-mana kok, cuma ilang doang *eh?* ntar keburu apa hayooo?^^

KimShippo : makasih udah mampiiir^^ hm bukan mimpi sih sebenernya, lebih kepada memperbaiki kehidupan yg sebelumnya terjadi. Kalo soal Siwon, di chap ini author udh jelasin cerita yg sebenarnya terjadi antara Siwon dan Kibum. Nanti juga Kibumnya muncul kok ,

kyu evil & privinaJOYERS : nih di chap ini author udh bongkar semua masa lalu pahitnya Siwon hehe^^

Jeongmal gomawooo, mian kalo misalnya ff kali ini sekenanya mengecewakan. Jangan pernah capek ngasih komentar buat author yaa!

Akhir kata... review please! *bow*