Title : Give Me One More Chance
Author : vivimulia 'vihyora'
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
And the other cast..
Genre : Genderswitch/romance/angst/AU
Annyeoooong readeeeeers! author balik lagi dengan membawa chap 6 kali ini. Hm.. lama ya? Jeongmal mianheee jadwal kuliah author benar-benar menyiksa *hiks**nangisdipojokan*
Huss.. dari pada dengerin curahat hati author mending buruan di baca yaa!
~~~~00~~~~
-CHAPTER 6-
~~~~00~~~~
Seorang namja dengan postur tinggi tengah berdiri di balkon apartemennya dengan tatapan yang sendu memandang langit. Dinginnya udara malam yang saat itu menusuk kulitnya bahkan tak menggoyahkan niatnya untuk tetap memandangi keindahan malam yang selalu setia menjadi pelampiasan perasaannya yang kalut. Benar saja, hati namja itu benar-benar kalut saat ini. Yang berada di pikirannya hanya ada masalah demi masalah yang sekiranya tak kunjung ada titik terangnya.
'Apa yang harus ku lakukan, tuhan?' batin namja yang masih menatap nanar langit pada malam itu.
'drrrt...' bunyi ponsel tiba-tiba terdengar. Perhatian namja tadi pun terpaksa teralihkan ke arah benda kecil berwarna putih yang tergeletak manis di meja balkon apartemennya.
Dengan langkah pelan namja tadi mendekati meja itu dan meraih ponsel miliknya. Setelah melihat siapa yang meneleponnya, ia segera menekan tulisan accept di layar touchscreen iPhone putihnya itu dan menempelkannya di telinga.
"Yeobseo.." ucap namja tadi dengan nada suara yang sesopan mungkin.
"..."
"Ne, Tiffany-ssi. Waeyo?"
"..."
"Ah.. itu. Hm.. ne." Entah apa yang di ucapkan sang penelpon sehingga membuat namja tadi terdengar sedikit gugup.
"..."
"Ne, Tiffany-ssi."
"..."
"Kalau soal itu.. besok kita bicarakan." Setelah mengakhiri panggilan itu, namja bernama lengkap Choi Siwon tadi menghempaskan tubuhnya di kursi —yang berada tepat di sebelah meja balkon apartemennya— dengan malas. Ia menyeka peluh di dahinya yang agak samar nampak di balik redupnya cahaya malam pada saat itu. Pikiran Siwon kini melayang jauh entah kemana. Dipejamkannya mata tajamnya itu sejenak meresapi apa yang baru saja ia bicarakan dengan sang penelepon tadi.
.
.
-oo-
.
.
'tok.. tok..' bunyi ketukan pintu terdengar jelas dari arah pintu utama rumah seorang yeoja yang kini tengah membereskan kasur miliknya. Yeoja itu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah jam yang bertengger manis di dinding kamarnya.
'Pukul 05:30? Siapa sih yang bertamu jam segini?' batin yeoja bernama Sungmin itu heran.
Dengan sedikit takut—maklum Sungmin takut banget sama setan (padahal yg dia pacarin itu setan)— akhirnya Sungmin memberanikan diri melangkahkan kaki menuju pintu utama rumahnya. Sejenak ia berfikir kembali akan membukanya atau tidak, namun rasa penasaran sungguh mengalahkan rasa takutnya sehingga ia pun —dengan segenap keberanian yang ia kumpulkan— akhirnya membuka pintu kayu tersebut. Dan...
"Aigo!" teriak Sungmin kaget saat baru saja membuka pintu rumahnya dan mendapati berbagai bunga tengah terhambur di teras rumahnya dengan kehadiran seorang namja yang tengah memegang sekuntum bunga mawar tepat di antara bucket-bucket bunga tadi.
"Annyeong chagiyya.. Bogoshippeo.." ucap namja itu sembari menyerahkan sekuntum bunga mawar yang ia genggam pada Sungmin yang masih tertegun di depan pintu rumahnya.
"Kyu..? Ada apa ini?" tanya Sungmin masih kaget dengan apa yang ia lihat saat ini. Benar saja, subuh-subuh begitu namjachingunya, Cho Kyuhyun, datang dengan sekumpulan bunga yang jumlahnya tak terhitung itu. Aneh tapi.. sangat manis!
"Anniya aku hanya merindukanmu, chagiyya. Kau tahu kan beberapa ini aku sibuk dan jarang melihatmu? Apa jangan-jangan... kau tak merindukanku, eoh?" sergap Kyuhyun dengan mata mendelik.
"Ah.. anni.. nado bogoshippeo chagiyya. Aku hanya merasa heran padamu, belakangan ini kamu sangat manis padaku. Tak seperti minggu-minggu sebelumnya."
"Jadi aku salah berbuat manis padamu, chagi?" ujar Kyuhyun sambil memasang tampang memelas 'buatan'nya.
"Anniyo. Aku suka kok." Sungmin pun mendekat ke arah Kyuhyun dan memeluk namjachingunya yang sedang memasang aksi ngambek super duper lucu itu.
"Kalau begitu ayo kita jogging bersama!" Ajak Kyuhyun dengan wajah yang tiba-tiba berubah cerah. Benar-benar namja yang aneh.
"MWO?" respon Sungmin kaget atas ajakan namjachingunya yang ajaib itu. Tentu saja! Siapa sih yang tak heran apabila tiba-tiba kedatangan tamu istimewa yang langsung mengajakmu berjogging ria tanpa ada alasan jelas?
"Kajja!" Kyuhyun menarik paksa lengan mulus yeojachingunya yang masih terlihat bengong itu agar segera mengikuti langkahnya.
Jadilah mereka berlari mengelilingi kompleks rumah Sungmin. Dengan sedikit terpaksa Sungmin mengikuti langkah kekasihnya itu. Maklum, Sungmin itu tidak suka berolahraga, maka dari itu tak heranlah badan Sungmin terlihat sedikit kurang langsing—bilang aja gendut!*di gaplok Sungmin*.
"Pe.. lanh.. pe.. laaaaan.. hosh.. hossh.. tunggu akuuu.." seru Sungmin mengejar Kyuhyun dengan nafas tersengal-sengal. Rupanya yeoja itu sudah sangat lelah.
"Ayoo jangan lelet, Minnieaah. Coba kejar akuuu." Tutur Kyuhyun tak berperikemanusiaan menyiksa yeojachingunya seperti itu. Namjachingu macam apa ini?
"Ish!" geram Sungmin kesal. Fix menurut Sungmin, Cho Kyuhyun itu benar-benar namja evil!
Tak terasa setelah sejam berlari, mereka pun kembali ke rumah Sungmin. Tampang mereka berdua sangat berbanding lurus. Kyuhyun dengan gaya santainya sedang duduk manis di teras rumah Sungmin sembari memainkan ponselnya—maklum, Kyuhyun lebih duluan sampai mendahului sang empu rumah, Lee Sungmin— sementara Sungmin yang baru saja muncul di balik pagar rumahnya—dengan tampang lusuh— segera menidurkan dirinya ke lantai teras rumahnya—yang masih dipenuhi bunga— yang bahkan terasa seperti kasur baginya saat itu.
"Kau harus sering-sering lari ya, Minnieaah. Biar nda gendut." Ujar Kyuhyun santai. Ucapannya itu sangat mudah meluncur dari mulut 'pedas'nya tanpa memikirkan perasaan yeojachingunya yang notabene sangat sensitif. Benar-benar Kyu..
"Ya! Aku tidak gendut tau! Huh menyebalkan.." ucap Sungmin kesal. Ia langsung bangun dari posisinya, masuk ke dalam rumah dan membanting pintu. Tapi tak selang beberapa menit pintu itu kembali terbuka.
"Oh ya aku lupa, bereskan bunga-bunga itu. Aku malas membereskannya." Ucap Sungmin yang kepalanya muncul dari balik pintu menginteruksi Kyuhyun. Setelah mengucapkan hal itu Sungmin menutup pintunya—lagi— sementara Kyuhyun dengan aksi evilnya hanya terkekeh geli melihat tingkah yeojachingunya yang super duper cute itu. Dengan segera ia mengeluarkan secarik kertas dari sakunya, menuliskan sesuatu dan meninggalkannya di meja teras rumah Sungmin. Sambil melirik jam, ia pun beranjak dari posisinya dan berjalan cool menuju mobilnya yang di parkir tak jauh dari rumah kekasihnya itu.
.
.
-oo-
.
.
*Kyuhyun POV*
Pukul 07:03.
Tumben aku jam segini sudah berada di kantor. Yah kalau bukan karena habis mengunjungi cuteMinku, aku pasti masih stay di apartemenku jam segini.
Suasana kantor saat ini masih sepi. Yang tertangkap oleh mataku hanya satu dua orang karyawan saja yang sudah duduk manis di depan komputernya dan beberapa OB yang sedang berlalu-lalang di dekatku.
Ah.. dari pada BT, mending aku main game saja. Sudah lama aku tak menyempatkan diri mengutak-atik game yang menjadi 'icon' buatku itu.
"Kyu.." panggil seseorang tiba-tiba mengagetkanku yang kini baru saja akan memulai permainan. Benar-benar mengganggu! Kubalikkan badanku untuk melihat siapa yang mengajakku bicara dan..
"Hm, Anda.. Waeyo?" ucapku sedikit malas. Yah, kalian pasti tau itu siapa kan?
"Aku ingin bicara empat mata denganmu." Ucap yeoja yang kini sudah berada di depanku itu.
"Yah bicara saja, aku akan mendengarkan ucapan Anda."
"Anni. Bukan di sini. Kita bicara di tempat lain."
"Kenapa harus di tempat lain? Di sini juga bisa, Tiffany-ssi."
"Ini mengenai Sungmin."
'Deg..' telingaku benar-benar sangat sensitif mendengar nama itu. Sungmin? Kenapa yeoja itu bisa tau tentang Sungmin? Dan.. apa yang ingin ia bicarakan padaku mengenai Sungmin? Apa yeoja ini gila?
"Baiklah." Aku pun menyetujui ajakan yeoja bernama Tiffany itu dengan sangat amat terpaksa.
"Ikut denganku." Ku ikuti langkah Tiffany dari belakang. Sepertinya ia kini mengajakku ke ruangannya. Dejavu.
Setelah masuk ke dalam ruangannya, ia terlihat mengambilkanku segelas wine dari minibar yang terletak di sebelah kanan meja kerjanya. Aku seperti pernah dihadapkan dengan situasi seperti ini..
"Ini, minumlah dulu. Santai lah mengobrolnya." Ujarnya sambil menyodorkan gelas berisi wine tadi padaku. Aku tak mengambilnya. Meskipun aku sangat cinta wine tapi aku pantang menerima wine darinya.
"Aku tak punya banyak waktu, noona. Bicaralah sekarang atau aku pergi." Ancamku halus.
"Cih.. dingin sekali. Baiklah aku to the point saja. Jadilah pacarku, Cho Kyuhyun!" MWOO? PACAARRR? Apa yeoja di depanku ini sinting?
"Bukankah Anda tau bahwa saya memiliki yeojachingu, Tiffany-ssi?"
"Ya, aku tau. Maka dari itu aku minta kau kini menjadi kekasihku dan tinggalkan Sungmin."
"Apakah Anda sudah gila? Aku tak akan melepaskan Sungmin. Apapun yang terjadi. Josonghamnida."
"Jeongmal? Kau berani padaku? Hahaha berikan saja Sungmin pada Siwon sahabatmu. Kau tak tahu kan kalau Siwon, sahabatmu sendiri, mencintai Sungmin, kekasihmu?" ucap Tiffany dengan memberikan tekanan pada kata 'sahabat' dan 'kekasih' dalam ucapannya itu. Tapi.. Bicara apa yeoja ini? Siwon? Siwon menyukai Sungmin? Benar-benar ngaco!
"Anda bicara apa sih? Jangan mengumbar fitnah, Tiffany-ssi."
"Aku tak pernah bohong, Kyu. Kau mau dengar rekaman pembicaraanku dengan Siwon?" Tiffany pun mengeluarkan ponsel dari saku nya dan memutar sebuah rekaman disitu.
'Yeobseo..'terdengar suara yang tak asing lagi bagiku. Suara berat itu benar milik Siwon.
'Yeobseo. Ini aku.' Sekarang giliran suara milik Tiffany yang terdengar. Apa ucapan yeoja ini benar-benar tak bohong?
'Ne, Tiffany-ssi. Waeyo?'
'Tentang perasaanmu pada Sungmin, kau benar-benar mencintainya kan?'
'Ah.. itu. Hm.. ne.'
'Deg.' Jadi... benar? Siwon benar menyukai Sungmin?
'Hm.. jadi kau mau membantuku mendekati Kyuhyun kan?'
'Ne, Tiffany-ssi.'Dan sekarang ia bersekongkol untuk mendekatkanku pada Tiffany? Untuk merebut Sungmin dariku? Ia juga tau kan bagaimana perasaanku pada Sungmin dan juga perasaan benciku pada TIffany? Kenapa kini ia membantu Tiffany? Padahal aku menganggapnya sahabatku yang terbaik. Aku masih belum bisa percaya dengan apa yang aku dengar.
'Hm.. soal yang aku bicarakan tadi siang bagaimana?'
'Kalau soal itu.. besok kita bicarakan.'
"Kau dengar kan?" Aku masih diam. Otakku masih harus ku sinkronkan. Rupanya ini benar-benar shock-therapy bagiku. Benar saja.. sahabatku sendiri. Siwon. SIWON!
"Jadilah pacarku, Kyu.. Kau tak akan menyesal." Goda Tiffany dengan suara yang sangat menjijikkan menurutku. Ia mendekatiku dan kini mulai 'berani' menyentuhku. Shit!
"Ya! Apa yang kau lakukan, eoh? Biarpun kau atasanku, aku tak sudi di perlakukan seperti ini. Yeoja sinting!" bentakku padanya sembari menghempaskan tangannya yang tadi berani menyentuhku.
"Cih.. berani sekali. Kau akan menyesal Kyu."
"Terserah. Aku tak peduli." Aku pun meninggalkan ruangan laknat itu membiarkan Tiffany yang kudengar masih terus mengoceh yang tak jelas di dalam ruangannya. Aku benar-benar tak peduli apapun yang terjadi ke depannya. Otakku sudah sangat lelah untuk berfikir.
*Kyuhyun POV end*
.
.
-oo-
.
.
*Siwon POV*
Balkon apartemen benar-benar menjadi tempat favoriteku. Di sinilah aku dapat menikmati keindahan sang pencipta. Langit yang indah, pemandangan asri serta kesejukan angin yang semilir dengan setia menemani pagiku saat ini. Kulirik jam yang sudah bertengger manis di pergelangan tanganku. Hm.. pukul 06:05, sebaiknya aku berangkat sekarang sebelum nona besar itu mengoceh tak karuan lagi.
'drrrt..drrrtt..' ponselku berdering sesaat setelah aku baru saja akan meninggalkan 'pojok favoritku' tadi. Benar-benar panjang umur.. telepon itu dari Tiffany. Mau apa dia? Mau mengoceh lagi kah? Tanpa basa-basi segera ku angkat telepon itu.
"Yeobseo"
"Siwon, kau tak perlu menjemputku." Ucapnya to the point. Tumben ia tak mau dijemput.
"Ne.. tapi kenapa, Tiffany-ssi?" tanyaku heran juga dengan tingkah ajaibnya.
"Ah aku hanya ingin berangkat sendiri. Kau istirahat sajalah dulu.."
"Hm arraseo. Hati-hati, Tiffany-ssi.." Meskipun sedikit terdengar aneh, tapi ini berkah! Aku pun menyetujui apa yang ia perintahkan.
"Ne.."
'tuut..ttuutt..' panggilan tadi pun terputus. Yah baguslah kalau dia tak memintaku untuk menjemputnya. Aku masih bisa menikmati udara pagi saat ini sembari meneguk kopi hangat milikku dengan santai. Hm.. enaknya kalau setiap hari seperti ini teruss..
'tiing.. tingg..' bel pintu apartemenku berbunyi. Ada tamu? Jam segini? Siapa sih? Dengan langkah yang sedikit kupercepat, aku menuju ke pintu utama apartemen milikku itu untuk membuka pintu, tapi sebelumnya aku mengintip dulu siapa yang menjadi tamu sepagi ini.
Dari hasil intip mengintip, kulihat jelas sosok seorang yeoja dari balik pintu ini dengan rambut sebahu. Dia membelakangi pintu sehingga aku tak bisa melihat jelas paras wajahnya. Siapa dia? Dengan segera akhirnya ku buka pintu apartemenku itu.
"Cari siapa ya?" tanyaku sopan pada yeoja yang masih membelakangiku ini. Tapi kok dari aroma tubuhnya.. seakan tak asing lagi bagiku? Siapa ya?
Terlihat kini ia membalikkan tubuhnya ke arahku dan..
'Deg.' Tubuhku sontak kaku. Mataku melotot. Jantungku serasa ingin keluar dari tempatnya.
"Siwonnie.. Bogoshipda. Lama tak bertemu.."
"Ki.. kibum? Ke.. kenapa kau bis.. bisa ada disini?" Yah, yeoja yang berada di hadapanku adalah Kibum, mantan kekasihku—walaupun tak pernah ada kata putus dari kami— yang lama tak kujumpai. Pantas aku mengenal aroma tubuhnya. Meskipun penampilannya kini terlihat berbeda, mulai dari rambutnya yang di potong sebahu hingga badannya yang kini terlihat semakin kurus.
"Aku mencarimu, oppa. Kau kenapa menghilang? Kenapa kau tak pernah membalas pesan dan emailku? Telepon pun tak kunjung kau terima. Ada apa oppa? Apa.. kau sudah tak mencintaiku?" ujar yeoja yang kini terlihat sedikit murung dari raut wajahnya. Yah.. bukankah ia kini bersama Hae? Tak ada lagi alasan bagiku untuk menanggapinya kan? Meskipun yaah.. tak bisa dibohongi aku masih mencintainya.
"Bukankah kau kini sudah bahagia dengan orang lain, Kibum-ssi?"
"Maksudmu?" tanya Kibum bingung padaku.
"Kau kini sudah berbahagia dengan Hae kan? Lee Dong Hae."
"Eh? Dong Hae? Ada apa dengannya?" tanyanya lagi tambah bingung. Dia benar-benar tak tahu atau pura-pura tak tahu?
"Donghae.. bukannya kalian sudah resmi akan menikah?"
"Mwo? Menikah? Aku dengan Donghae? Yang benar saja! Aku ini masih milikmu oppa." Ujar Kibum makin membuatku bingung.
"Eh? Bukannya dulu kau menerima lamarannya? Setahun lalu di rumahmu itu."
"Setahun lalu? Hm.." Kibum kali ini terlihat sedang mengingat-ingat maksud dari perkataanku barusan, "ah aku ingaaaat! Jadi tamu yang bibi bilang itu kamu, oppa?"
"Jadi benar kan?"
"Anniya.. kau salah paham, oppa. Memang benar ia melamarku saat itu, tapi saat itu juga aku menolaknya. Aku juga sudah bilang padanya bahwa aku sudah memiliki calon yang pasti akan menjadi pendampingku kelak. Dan itu kamu, Oppa. Choi Siwon! Tapi.. sejak saat itu oppa menghilang, tak ada kabar sedikit pun. Aku sampai pernah berfikir kalau oppa tak lagi mencintaiku, oppa menyesal telah menjadikanku kekasih, dan aku hanya sia-si..—" Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, tubuhku dengan gerakan refleks langsung memeluk tubuh yeoja yang selama ini ku rindukan itu erat. Entah kenapa perasaan ku menuntunku melakukan ini. Jujur saja aku memang benar merindukannya. Aku sangat merasa bersalah menelantarkannya. Maaf.. maafkan aku yang sudah menyayat luka hanya karena pikiran-pikiran negatifku saja. Mianhe.. Kibummie..
"Mianhe.. jeongmal mianhe.. Saranghaeyo, Bummie. Saranghae.. Jeongmal mianheyo.." Pelukanku itu sangat erat, aku tak peduli lagi. Aku hanya sedang ingin memeluknya dan terus memeluknya. Aku tak mau melepasnya lagi. Tak mau.
"Nado saranghaeyo, Wonnie.. Gwaenchanayo."
Aku berjanji tak akan meninggalkan dan mencampakkanmu lagi tanpa alasan kuat Kibummie. Saranghaeyo..
*Siwon POV end*
.
.
-oo-
.
.
"Henry-aah!" panggil seorang yeoja yang sedang mengemudi sepeda membawa beberapa botol susu. Sang empu namapun berbalik menoleh ke arah sumber suara.
"Hei, Minnieeee!" teriak namja bernama Henry tadi bersemangat saat tau siapa yang memanggilnya barusan. Yah, yang memanggilnya adalah Sungmin, yeoja yang ia sukai, yang tak sengaja lewat saat usai mengantarkan beberapa botol susu di suatu kompleks perumahan elite.
"Ngapain kau di sini? Ini rumah siapa?" ucap Sungmin heran saat dilihatnya Henry tengah duduk manis di sebuah teras rumah yang sangat mewah sembari membaca koran.
"Eh? Ah.. itu.. ehm.. anu.." ucap Henry gagap saat ditanyai selidik oleh Sungmin tadi. Kalian ingat kan tentang Henry yang menyembunyikan identitas pribadinya untuk dekat dengan Sungmin?
"Anu apa?" tanya Sungmin sambil mengerjap-ngerjapkan matanya lucu.
"Ini rumah majikannya saudaraku, aku hanya kesini untuk.. ehm.. untuk meminjam uang. Soalnya sang pemilik rumah ini sangat dermawan dan suka menolong orang susah seperti kita ini." Jelas Henry tentu saja bohong. Rumah itu jelas-jelas adalah rumah pribadinya!
"Jeongmalyo? Ah.. kebetulan sekaliiiii! Aku ingin meminjam uang Henry-aah, bisa kah kau membantu mengenalkanku pada sang pemilik rumah ini?" Matilah kau Henry! Sang pemilik rumah itu sudah berada tepat di hadapan Sungmin. Dasar Sungmin polosnya bukan main percaya saja pada tipu muslihat Henry itu.
"Hm.. ne pasti, Minnie. Sayangnya sang pemilik rumah sedang tak ada di rumah. Besok gimana? Nanti aku telfon kamu ya, Min."
"Ah, arraseo! Gomawo, Henry-aaaah! Kau memang penyelamatkuuuu!" Spontan Sungmin loncat ke arah Henry dan memeluk namja satu itu. Entah bagaimana perasaan Henry saat itu. Bingung, resah bercampur senang tiada tara kini itu yang ia rasakan. Wajah putih susu milik namja itu benar-benar berubh menjadi merah padam seperti udang rebus!
"Eh ya, ini untukmu. Aku lanjut mengantar beberapa botol susu lagi ya, Henry-aah! Annyeeeooong!" Sungmin pun berlalu mengayuh dengan cepat sepeda berwarna pink miliknya itu—setelah menyodorkan sebotol susu dan sekuntum bunga pada Henry—, sementara Henry masih mematung meresapi keadaan yang baru saja terjadi beberapa detik yang lalu sambil memegang bunga yang di berikan Sungmin. Di tatapnya bunga yang kini berada di tangannya, senyuman indah pun terkembang manis di sudut bibirnya.
.
.
-oo-
.
.
Seorang namja berkemeja biru dengan celana kain yang senada dengan setelan miliknya berjalan mantap melewati beberapa karyawan kantor yang sedang sibuk di depan layar komputer. Wajahnya tampak berseri-seri dengan senyum yang tak kunjung lepas dari sudut bibirnya.
"Annyeong, Kyuuuuu! Ah cerah sekali yaaa pagi ini!" ucap namja itu memberi salam saat di lihatnya sahabat karibnya itu tengah sibuk dengan monitor komputer.
"Oh.. hm.." respon Kyuhyun datar tanpa sedikitpun menolehkan wajahnya ke arah sumber suara. Jelas saja yang diajak bicara sangat bingung dengan tingkah Kyuhyun yang tiba-tiba dingin seperti itu.
"Kau kenapa, Kyu? Kau berantem dengan yeojachingumu?" tanya namja bernama Siwon pada sahabatnya itu sekadar ingin tahu apa penyebab tingkah 'aneh' Kyuhyun tadi. Kyuhyun langsung menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menoleh ke arah Siwon, tepat menatap matanya dengan tajam.
"Apa urusanmu, hah? Oh.. atau jangan-jangan kau memang mengharapkan aku berantem dengan yeojachinguku, eoh? Apa kau ingin aku pisah dengannya kemudian kau dengan mudah merebutnya dariku? Begitu?" bentak Kyuhyun tiba-tiba sontak membuat sang lawan bicara, Siwon, sangat amat bingung.
"Ada apa sebenarnya, Kyu? Aku tidak mengerti."
"Tak usah bohong lagi. Aku sudah tau semuanya. Dasar musuh di balik selimut! Aku tahu kau suka pada Sungmin, kan? Kau ingin merebutnya dariku, kan?" bentak Kyuhyun makin keras membuat seluruh mata tertuju padanya. Mereka saat ini benar-benar menjadi tontonan. Jelas saja, semua orang di sana heran dan juga penasaran kenapa dua orang yang selama 5 tahun menjadi sahabat karib itu sampai berantem dan saling membentak.
"Si.. siapa yang memberitahumu soal itu, eoh?"
"Kau tak perlu tahu. Mulai sekarang jaga jaraklah denganku." Ucap Kyuhyun mengakhiri pembicaraan dan langsung meninggalkan Siwon yang mematung dan juga seluruh sorot mata semua orang yang masih berdiri menyaksikan'tontonan seru' di dalam ruangan lantai 3 LSM Group itu.
Siwon langsung beranjak dari posisinya dan segera melangkahkan kakinya ke suatu tempat yang pastinya bisa menjadi tempat yang tepat untuk menanyakan apa sebenarnya yang telah terjadi saat itu.
.
.
-oo-
.
.
*Siwon POV*
"Apa urusanmu, hah? Oh.. atau jangan-jangan kau memang mengharapkan aku berantem dengan yeojachinguku, eoh? Apa kau ingin aku pisah dengannya kemudian kau dengan mudah merebutnya dariku? Begitu?" bentak Kyuhyun mengagetkanku. Benar saja, aku baru saja datang dan menanyakan hal sepele padanya namun ia tiba-tiba membentakku seperti ini. Ada apa sebenarnya?
"Ada apa sebenarnya, Kyu? Aku tidak mengerti." Jawabku dengan nada suara yang tak kalah tingginya pada Kyuhyun menyebabkan beberapa karyawan menatap aneh kepada kami —bahkan beberapa dari mereka tengah berbisik-bisik aneh di hadapan kami.
"Tak usah bohong lagi. Aku sudah tau semuanya. Dasar musuh di balik selimut! Aku tahu kau suka pada Sungmin, kan? Kau ingin merebutnya dariku, kan?"
'Deg.' Dari mana Kyuhyun tahu soal itu? Bukannya aku tak pernah.. eh tunggu dulu!
"Si.. siapa yang memberitahumu soal itu, eoh?"
"Kau tak perlu tahu. Mulai sekarang jaga jaraklah denganku." Ucapnya mengakhiri pembicaraan kemudian berlalu meninggalkanku yang masih mematung di sini. Dari gelagatnya sepertinya aku tahu siapa dalang di balik semua ini. Shit!
Dengan langkah pasti aku melangkah menuju ruangan yang berada tak jauh dari tempatku berasal tadi. Ku acuhkan berbagai tatapan aneh yang tertuju padaku dan terus berjalan mantap.
"Siapa?" ucap seorang yeoja saat pintu ruangannya kubuka kasar.
"Anda bicara apa pada Kyuhyun?" tanyaku 'to the point' pada yeoja yang kini tengah duduk manis di balik meja kerjanya sambil menatap aneh ke arahku.
"Ada apa sih?" jawabnya santai sambil memain-mainkan pulpen yang ia pegang saat itu.
"Tiffany-ssi, jangan pura-pura bodoh. Anda yang membeberkan soal perasaanku pada Sungmin ke Kyuhyun kan? Benar kan?" aku pun mulai menaikkan nada bicaraku pada yeoja bernama Tiffany itu. Biarpun ia atasanku, tapi tingkahnya itu benar-benar sudah keterlaluan.
"Kalau iya kenapa?" jawabnya santai sambil tersenyum mengejek ke arahku. Benar-benar kurang ajar yeoja satu ini. Ternyata benar ia sangat amat jahat. Bukan hanya tingkahnya saja, hatinya ternyata jauh lebih busuk!
"Jadi Anda memanfaatkanku untuk merebut Kyuhyun dari Sungmin, begitu?"
"Yup.. benar sekali. Kau benar-benar pabo yah.. hahaha"
"Michin yeoja! Kau pikir aku akan menghormatimu? Biarpun kau itu atasanku, tapi hatimu jauh lebih rendah bahkan sejajar dengan sampah! Tanpa memberi tahu Kyu pun aku tidak akan menuruti perkataanmu untuk memisahkan mereka berdua. Andai kau tahu, kau itu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan Sungmin! Boleh saja Anda menang harta dan penampilan mewah, tapi Anda benar-benar tak jauh beda dengan sampah masyarakat. Permisi." Begitulah kata-kata yang berhasil meluncur mulus dari mulutku.
"Ya! Kau..!"
Tanpa aba-aba aku langsung pergi meninggalkan ruangan itu dan membanting pintunya. Aku perlu mendinginkan pikiranku saat ini.
*Siwon POV end*
.
.
-oo-
.
.
"Cih menjijikkan. Baiklah.. jika tak ada yang akan membantuku mendapatkan Kyuhyun, aku bisa mengatasinya sendiri." Gumam yeoja yang masih terduduk manis di ruangannya sambil terus melihat-lihat foto yang ia genggam. Di dalam foto itu terpampang potret sepasang kekasih yang tengah duduk santai di sebuah taman sambil tersenyum ceria. Dengan senyuman aneh, yeoja itu menyobek foto yang ia pegang itu tepat di pertengahan potret sepasang kekasih tadi.
"Kalau Kyuhyun tak bisa menjadi milikku, ia juga tak boleh menjadi milik siapapun.. SIAPAPUN."
.
.
To be continue
-~~~~~000~~~~~-
BIG thanks and hug for :
hyuknie, Cho Kyuri Mappanyukki, kyurin minnie, kimjulia220799, mayacassielf, iinx . artie1, BbuingBbuing137, SSungMine, privina_JOYERS, rafah aulia, KyuNa Saranghae ELF, ibchoco, Super Girl, chabluebilubilu, KimShippo, PikaPika, Rilianda Abelira, Andhisa Joyers
hyuknie : maafin author yang updatenya kelamaan *bow* Mianheyo.. :'(
Cho Kyuri Mappanyukki : hehe Tiffany sangat mendalami peran antagonis dalam ff ini #eeaa hehe
kyurin minnie : nih author udah ngasih dikitan KyuMin momentnya hehe mudah-mudahan diterima yaaaa ;)
kimjulia220799 : annyeong kimjulia^^ semua pertanyaan kamu udah author jawab di chap kali ini kan? hehe mudah-mudahan kamu puas yaaaa saengie ;;)
mayacassielf : pendek yah? mianheyoo.. awalnya malah niat cuma ngasih 2 sampai 3 chap saja chingu^^ miaaaan *bow*
iinx . artie1 : wah kamu baca kilat ff ini yaa? Jeongmal gomawooo chingu^ mudah-mudahan chingu tetep suka dengan ff yang aku buat. Gomawo~~!
BbuingBbuing : nih author udh lanjut yaaa~~!
SSungMine : iya chingu nda kok ini udah mulai reda dikit kan? ;)
rafah aulia : annyeong pembaca setia 'GMOMC'~! :) hihihi udah terjawab di chap kali ini kan chingu?
KyuNa Saranghae ELF : Annyeong anaaa! :) jeongmal gomawo udah sudi mampir ke ff milik author ini. Pantengin terus yaaa chingu *bow*
ibchoco : wuuuiiiih jangan dirajam kasiaan Tiffanynyaaa! xp amin amiiiin.. udah terjawab di chap ini kan chingu? hehe
Super Girl : Iya emang terinspirasi dari situ authornya hehe. Sip deh chingu^^ gomawooo
chabluebilubilu : iya tuh Siwon nurut sama kamuu chinguu :p
KimShippo : Rencana chap depan udah mencapai penghujung chinguu hehe gomawoooo^^
PikaPika : iyaaa author emang ga niat mau naikin ratenya kok hihihi
Rilianda Abelira : hihihi ga kerasa aja kali chingu keasikan bacanya^^ cuss di chap ini udah terjawabkan chingu? Hyuknya di ff lain aja deh munculnyaaa, dia lagi sibuk nengger di pohon *digamparhyuk* XD
Andhisa Joyers : hehehe tuhhh Siwon dengerin chinguu lhoo biar ga gangguin KyuMin! hehe
Semua udah kebales kan? Kamsahamnidaaaaaa chinguuu! *tebardasterpinkming*
Chap depan insyaAllah menjadi penghujung ff ini.
Akhir kata... review pleaseeeee! *bow*
