LOVE, DREAM and TRUTH
By : Shigemouri Kudo
Disclaimer : Aoyama Gosho
Shige-chan dengan bangga mempersembahkan fanfic abal nan gak jelas ini.
Selamat menikmati Maaf kalo banyak typo :D
.
.
.
.
Chapter 2 : The Sigh
"CUKUPPP!" teriak Ran dan sekarang dia pun menangis.
"Ran, maafkan aku. Aku.." lagi-lagi ucapan Shinichi terpotong.
"Aku bilang cukup, Shinichi! Aku sudah menyangkanya dari dulu ! Tetapi, kenapa kamu tidak mau jujur padaku ?! Kenapa Shinichi ?! Huhuhu..." tangis Ran.
"Ran. Maafkan aku, bukannya aku tidak ingin jujur padamu. Tetapi, aku tidak ingin Ran celaka." Jelas pria detektif itu.
"Shinichi no Baka ! Kau lupa kalau aku ini atlet karate dan bahkan juara nasional ?! Kau lupa, Shinichi?!" maki Ran terhadap Shinichi.
"Aku memang bodoh, Ran . Tapi, kenapa kau tetap menungguku ?" tanya Shinichi.
"Ka-karena " ucapannya terpotong.
"Karena apa, Ran?" tanya Shinichi dengan sabar.
"Karena, kau adalah teman kecilku, Shinichi." Jawab Ran lantang.
"Ran, apakah kau tau bagaimana perasaanku saat aku menjadi Edogawa Conan? Taukah bagaimana rasanya, Ran ?" tanya Shinichi beruntut.
"Shinichi..." gumam Ran
"Aku sangat marah ketika aku menjadi anak kecil lagi. Rasanya aku ingin sekali menghancurkan organisasi terkutuk itu." Jelas Shinichi.
"O-organisasi ? Apa maksudmu, Shinichi ?" tanya Ran tak paham.
"Kau ingat saat kita pergi ke Tropical Land dan pulangnya aku membuntuti pria berbaju hitam itu?" tanya Shinichi.
"Un.. Apakah mereka yang membuatmu menjadi Conan ?" tanya Ran lagi.
"Nee, merekalah yang meracuniku dengan Apotoxine 4869 buatan Haibara." Terang Shinichi.
"A-Ai ? Dia 'kan hanya anak kecil ?" sanggah Ran.
"Tidak, Ran. Haibara adalah gadis remaja yang satu tahun lebih tua dariku." Jelasnya lagi.
"Hahh ?! Benarkah itu ?" tanya Ran tak percaya.
"Ya.. Itu benar, Ran." Ujar Shinichi.
" Tetapi, kenapa kau tetap merahasiakan ini dariku, Shinichi ? Kau anggap itu mudah jika kau lakukan sendiri ? Kenapa, Shinichi ?! Kenapa?!" teriak Ran.
"Maafkan aku, Ran. Aku tak ingin kau celaka. Aku tak ingin kehilangan dirimu, Ran. Karena..." ucapan Shinichi terhenti.
"Karena apa, Shinichi?" tanya Ran mendesak.
"Karena, aku mencintaimu lebih dari siapapun di dunia ini." Jawab Shinichi lantang.
"Shinichi..." gumam Ran tak percaya dan sekilas warna merah terdapat di pipinya.
"Ran, lihat aku. Aku sungguh sungguh mencintaimu. Karena itu, aku ingin berusaha melindungimu walaupun nyawaku yang menjadi taruhannya." Ucap Shinichi sammbil menyentuh pundak Ran.
"Shinichi~." Isak Ran menghambur ke pelukan Shinichi.
-Shinichi POV-
Ya Tuhan...
Aku benar-benar mencintai gadis ini...
Aku juga tidak ingin meninggalkannya lagi...
Kulepas pelukan ini dan aku menghapus air matanya...
Aku tak ingin melihat air mata menetes di pipinya lagi..
Sudah cukup sering aku melihatnya...
Kutatap matanya dalam, kutelusuri setiap pernyataan yang tersirat di sapphire lavender-nya...
Kumiringkan kepalaku untuk menyentuh bibirnya..
Dan dia memejamkan matanya...
Kemudian
"EHEMMM !" sebuah dehaman dengan suara wanita yang khas bagiku.
"I-Ibuuuu ?!" seruku terkejut.
"Ckckckck... Apa yang kalian lakukan ? Lihat, rumah berantakan dan kau, Ran. Pasti kau diminta Shin-chan untuk membantu membersihkan rumah ini 'kan ?" selidik Kudo Yukiko, ibuku tersayang.
"Huhh ! Apa yang ibu lakukan disini sih ?" celetukku dengan wajah malas.
"Hohoho ! Jangan begitulah, Shin-chan ! Ibu 'kan merindukanmu ! Hihihi .." cekikiknya.
-End Shinichi's POV-
"Ibu ! Aku 'kan bukan anak kecil lagi !" protes Shinichi.
"Bukankah kau sempat bermetamorfosa menjadi Conan?!" tanya Yukiko menyindir.
"Hahh! Baiklahh ! " ucap Shinichi mengalah.
"Engg.. Ka-kalau begitu, bagaimana kalau kita membersihkan rumah ini dulu ?" tanya Ran menengahi pertarungan ibu anak ini.
" Eh eh eh.. Tak usah Ran! Biar bibi yang membersihkannya bersama Yusaku ." jawab Yukiko sambil memamerkan senyuman manisnya.
"Tidak apa-apa, Bibi Yukiko. Aku bisa membantu kok." Sanggah Ran sambil tersenyum.
"Iya, Bu. Kami 'kan sedang libur !" protes Shinichi lagi.
"Kalian ini. Seharusnya anak muda seperti kalian pergi kencan seharian penuh pada saat libur seperti ini." Ucap Yukiko menggoda mereka.
"KENCANN ?!" ucap Shinichi dan Ran bersamaan.
"Kalian ini ? Kayak pertama kali pergi kencan saja. Dasar," sindir Yukiko.
"Sudahlah, Yukiko. Mereka 'kan masih pertama kali pacaran dan belum berpengalaman." Ucap Kudo Yusaku, ayah Shinichi.
"Kami tidak pacaran!" ucap Shinichi dan Ran bersamaan lagi.
"Hahh! Daripada kalian berisik, cepat pergi sana!"
"Ya sudahlah! Ayo, Ran! Kita pergi saja!" ujar Shinichi kesal sambil menggandeng tangan Ran.
"..."
Tsudzuku...
Wahh...
Gimana fic-nya, jelek banget ya ?
Maaf dehh :D
Biar lebih bagus saya minta R&R yaa *maksa*
Arigatou...
