Please, Love Me!

KyuMin

YAOI

^^ Happy Reading ^^

Desclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, Kyuhyun dan Sungmin milik TUHAN juga kedua orang tuanya. kalau Cerita ini adalah milik Haruko Kurumatani tapi FF ini adalah REMAKE milik saya.

WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL/ NC

DONT LIKE DONT READ, OKEI ^^

Jika berantakan mohon maaf, karena tanpa editan -_-

.

.

.

CHAPTER 2

.

.

"Hahahahaha.. Tangan Songsaengnim gemetaran loh, sifat pemarahmu tidak pernah berubah dari dulu, MING."

'Dulu? Ming? Apa yang di maksud dengan dulu? Dan kenapa dia bisa tau nama kecilku' Batin Sungmin berfikir.

Sungmin mulai berfikir keras ketika Kyuhyun menyebutkan nama kecilnya. Hanya ada satu orang yang sering menyebutnya 'Ming'. Tapi apa mungkin dia adalah...

"Cho Kyunnie...jangan – jangan kamu Cho Kyunnie yang dulu pernah tinggal di sebelah rumahku ya,?"

GREP!

Kyuhyun mencengkram bahu Sungmin. mendekat ke arah Sungmin dan mulai berkata. "Tepat! Aku senang sekali Ming."

"Aduh!" Pekik Sungmin kesakitan ketika tangan Kyuhyun semakin mencengkram bahu Sungmin.

"Sebenarnya aku ingin menunggumu sampai kau memanggilku terlebih dahulu, tapi ternyata tidak bisa," Kata Kyuhyun semakin mencengkram tanyanya di bahu Sungmin. membuat Sungmin mengerang kesakitan.

"Aduh! Sakit Kyuhyun-sshi! Lepaskan tanganmu dari bahuku!" Bentak Sungmin.

"Tapi tidak aneh sih jika kau tak mengenaliku. Nama ku bukan Cho Kyunnie, tapi Cho Kyuhyun. Itu nama kecilku dan kau tak mengetahui nama asliku pantas saja kau tak mengenaliku." Lanjut Kyuhyun tak menghiraukan erangan ksakitan Sungmin karena ulahnya.

"Kyuhyun-sshi... sakiiiittt!"

"8tahun yang lalu, aku langsung pindah meninggalkanmu karena urusan pekerjaan Appaku. Kau tau? Aku sangat kesepian karena tak adanya kau di sisiku. Ditambah lagi aku tak bisa menghubungimu,"

"Aduhh!"

"Aku... ingin sekali menemuimu. Aku terus mencarimu dan akhirnya ku temukan juga. Aku mengejarmu sampai ke sekolah ini. Kau tau Ming, aku mencintaimu sejak 8tahun yang lalu, Sangat mencintaimu. Semua pencarianku selama ini tidak sia – sia, aku menemukanmu dan akhirnya aku menangkapmu. Tidak akan pernah ku biarkan siapapun menyentuh dan melukai Sungmin-ku!" Kata Kyuhyun telak seraya mengecup bibir Sungmin lembut. Sungmin sulit bergerak, ia pasrah akan perlakuan Kyuhyun ini. Ia masih terkejut dengan pernyataan Kyuhyun barusan. Ia sekarang sadar, selama ini Sungmin selalu merasakan seseorang memandangi tubuhnya dan sekarang Sungmin tau ternyata itu adalah tatapan milik Cho Kyuhyun. Pemuda aneh dengan mata onyx misterius.

.

.

.

.

Setelah kejadian tadi di ruang guru, Sungmin memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Walaupun dengan rasa bingung yang mengganjal hatinya. 'Apa maksudnya sejak itu dia terus menyukaiku sampai sekarang?' Batin Sungmin berfikir.

Dulu Kyunnie-nama kecil Kyuhyun- adalah anak yang manis, pendiam dan juga lemah. Sungmin selalu bermain dengan Kyunnie karena Kyunnie sangat menggemaskan. Ia selalu berjalan di samping Sungmin dengan tangan menggenggam erat tangan Sungmin tanpa berniat melepaskannya. Kyunnie selalu menangis jika ditinggalkan Sungmin untuk sekolah. Padahal, sore sudah bisa bertemu lagi. Sebenarnya Kyunnie salah mengartikan rasa kagum menjadi perasaan cinta.

8tahun adalah bukan waktu yang sebentar, Kyuhyun selalu mencari Sungmin. siapa sangka Kyunnie yang dulu berubah menjadi Kyuhyun yang sekarang. Pemuda tinggi yang penuh karisma juga memiliki kemisteriusan yang tinggi.

.

.

.

.

.

"Ming.. aku tidak ingin pergi jauh. Aku ingin selalu bersamamu." Rengek seorang namja kecil berbalut pakaian biru.

"Jangan menangis.. Kyunnie kan laki – laki." Ucap orang yang disebut 'Ming' tadi.

"Habisnya... aku sangat menyukaimu Ming."

"Aku juga Suka Kyunnie," Ucap Sungmin seraya mengelus kepala Kyunnie.

"Benarkah itu Ming,?"

"Iya!"

"Kalau begitu jika sudah besar nanti, maukah jadi pengantinku,?"

"Boleh, Aku janji.."

"Kalau begitu, ayo kita tukar cincin. Aku akan menjemputmu jika sudah besar nanti. Janji ya, kamu tidak boleh lupa!" Ucap Kyunnie sambil menyerahkan 2 cincin kecil dengan ukiran bunga sakura di tengahnya.

KRING! KRING! KRING!

Sungmin terbangun ketika bunyi gaduh yang berasal dari jam wekernya. Ia melihat kesekeliling apartemennya dengan nafas yang terengah. Ia bermimpi, memimpikan Kyunnie kecil. Memflashback kembali masa – masa di mana mereka mengikat janji untuk saling bersatu.

Sungmin ingat, dengan jelas Sungmin mengingatnya. Kyunnie yang sangat menginginkan Sungmin untuk jadi pengantinnya dan sekarang Kyunnie hadir dengan postur yang berbeda. Menagih janji yang terlanjur Sungmin ucapkan. Cincin berukir buka sakuralah yang menjadi saksi ucapan mereka berdua. Tapi, dimana cincin itu? Cincin mainan yang Kyunnie berikan untuknya.

.

.

.

.

.

Dilangkahkan kaki jenjang Sungmin menelusuri koridor sekolah yang sepi. Menggenggam buku di tangan kanannya serta mata tertuju kearah depan. Sungmin melihat sesosok namja tinggi bermata kelam berjalan kearahnya. Tersenyum misterius seakan menyembunyikan sesuatu.

"Selamat pagi Sungmin songsaengnim," Sapa namja itu ketika berpapasan dengan Sungmin.

"pagi.." Jawab Sungmin ketika mereka sudah berhadapan."Kau datang pagi sekali Kyuhyun-sshi," Lanjut Sungmin.

"iya.." Ucap Kyuhyun seraya berlalu meninggalkan Sungmin di tempat itu.

TRUK!

Sungmin mendengar sesuatu tejatuh disampingnya ketika Kyuhyun melewatinya.

"Tu-tunggu Kyuhyun-sshi.. kau mnejatuhkan sesuatu," Teriak Sungmin memanggil Kyuhyun karena ia yakin jika Kyuhyunlah yang menjatuhkan benda itu.

Diraihnya benda kecil itu dan diambil seraya menatap tak percaya. Benda berukuran kecil yang berukirkan bunga sakura tak lupa rantai yang sudah berkarat tapi tak menutupi bentuk indah dari benda itu. Benda yang selama ini jadi kunci perjanjian mereka. Cincin.

"Maaf, gomawo..karena kemarin rantainya terputus, terpaksa aku menyimpannya di saku celanaku. Lebih baik memang harus di perbaiki ya.." Kata Kyuhyun dengan segera meraih benda kecil itu dari tangan Sungmin.

"...Kau, tidak boleh membawa perhiasan kesekolah.."

"Songsaengnim tidak mengenakan apa – apa ya ?"

"Eh,?"

"Apa cincin yang ku berikan hilang Ming,?" Tanya Kyuhyun sendu seraya meraih dan menggenggam tangan Kyuhyun. Menautkan tanganny ditangan Sungmin untuk saling menggenggam.

"Kyu – Eh – "

Sungmin terkaget ketika tangan Kyuhyun menarik jari manisnya dan memasukkannya kedalam mulutnya. Menggigit jari manis itu dan meninggalkan luka yang mungkin tidak akan hilang. Darah menetes, Sungmin mengerang sakit.

"Kyu – Aaaah sakit Kyu! Lepaskan! He-Hentikan Kyu.. Aaaahh! Ini sakit!" Erang Sungmin.

Kyuhyun mengeluarkan tangan Sungmin dari mulutnya. Menatap sendu luka melingkar di jari manis Sungmin.

"...Aaah, jadi luka ya,? Tapi, ini semua salahmu. Karena kau sudah menghilangkannya, Lho,!"

"Le-lepaskan tanganku!" teriak Sungmin seraya pergi dari tempat itu.

Sungmin kesal, Sungmin jengkel. Ia meninggalkan Kyuhyun yang sedang mematung menatapnya. Salah siapa ia menggigit tangan Sungmin. itu sakit dan Sungmin berniat segera mengobati lukanya dengan pergi ke UKS.

'Apa – apaan anak itu. Dia pasti sudah gila! Tapi... tidak ku sangka cincin itu masih terus dibawanya sampai sekarang. Rantainya sudah terlihat tua dan berkarat. Tapi cincinnya tetap terjaga. Itu sebuah bukti jika ia menjaganya dengan baik,' batin Sungmin tak percaya.

.

.

.

.

"Guru UKS sedang keluar ya. Lukanya harus segera ku obati. Sebelum terasa semakin sakit. Sebenarnya apa yang anak itu pikirkan sih! Menggigit tanganku, inikan sakit," Gumam Sungmin bermonolog di ruang UKS.

Sungmin berniat mengobati luka itu sendiri. Luka yang diberikan Kyuhyun sebagai pengganti cincinnya yang hilang. Saat Sungmin sudah membuka lemari obat dan menyentuh antibiotik, secara tiba – tiba pintu UKS terbuka dan menampilkan sesosok namja tinggi bermata kelam sedang menatap geram kearah Sungmin.

"Padahal aku sengaja memberi pengganti cincin itu, tapi kau mau menghilangkannya? Jarimu tidak boleh diobati, Ming!" Ucap Kyuhyun dengan nada dingin.

Sungmin berbalik menatap Kyuhyun. Melingkarkan tangannya di sekitar dan menatap dingin kearah Kyuhyun.

"Kau, bicara apa? Jaga sikapmu Kyuhyun-sshi. Lagipula aku guru dan kau murid. Walaupun berbuat seperti ini, aku tidak bisa menjawabmu. Kalau sudah mengerti, silahkan kembali ke kelasmu," Kata Sungmin dingin dan kembali memunggungi Kyuhyun seraya meneruskan pencarian antibiotik di lemari obat.

BRUAK!

Kyuhyun mengacak – acak lemari obat itu. Menghancurkan semua botol obat sampai pecah dan berantakan. Sungmin kaget, ia membelalakan matanya seakan tak percaya melihat perilaku keterlaluan muridnya ini.

"He-hentikan Kyuhyun-sshi! Apa yang kau lakukan!" Bentak Sungmin.

Kyuhyun menghentikan kegiatannya, ia berbalik menatap Sungmin dan berjalan kearah Sungmin. menyunggingkan senyum tipisnya seakan menunjukan kekesalannya terhadap Sungmin.

SREETT!

Diangkatnya tubuh Sungmin kedalam gendongannya, membawanya ke tempat tidur yang biasa digunakan para murid untuk beristirahat, dan direbahkan secara kasar tubuh Sungmin di kasur tersebut.

"Sudah ku bilang! Jari mu tidak boleh diobati , kan?!" Ucap Kyuhyun seraya membawa tubuhnya merangkak di ranjang tersebut. Mendekat kearah Sungmin, dan menghimpit tubuh kecil Sungmin.

"He-hentikan Kyu..Aaahhh," Desah Sungmin saat Kyuhyun berhasil menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Sungmin.

Sungmin merasa aneh saat merasakan Kyuhyun di lehernya. Tak ada pergerakan sama sekali, hanya ada nafas yang sedang menghirup harum tubuh Sungmin.

"Kyu-kyuhyun.." Paanggil Sungmin.

Kyuhyun merendahkan kepalanya, disandarkan kepalanya di dada Sungmin. menghirup wangi vanilla yang sangat melekat ditubuh Sungmin. ini benar – benar candu tersendiri untuk Kyuhyun.

"Ming.. pasti kau menganggapku gila ya,? Kau juga pasti menganggap rasa cintaku selama 8tahun ini hanya bentuk kekaguman saja ,? Aku pun begitu, dan seharusnya begitu. Tapi, jika aku memikirkan berapa banyak lelaki yang sudah menyentuhmu, menyentuh kaki, tangan, dada, tubuh, dan bibirmu selama terpisah dariku selama ini, jika memikirkan itu, aku bisa gila Ming! Aku bisa gila!" Ucap Kyuhyun frustasi seraya menatap sendu mata foxy Sungmin.

Sungmin tak sanggup mengatakan apapun. Ia hanya bisa menatap tak percaya namja yng sedang berada diatas tubuhnya ini. Sungmin hanya bisa menatap mata onyx kelam itu. Ia bisa melihat ketulusan dimata itu, dan ia pun tak pernah melihat Kyuhyun bersikap seperti ini padanya. Kyuhyun hampir menangis, seperti yang sering dilakukannya ketika masih kecil.

"Kenapa aku tak mencarimu lebih awal? Kenapa aku tidak terlahir lebih cepat? Kenapa kita harus terpisah? Kenapa, kenapa selama ini aku hanya bisa memikirkanmu? Kalau itu bukan yang dinamakan cinta, LALU APA?!" Teriak Kyuhyun bertanya – tanya pada Sungmin." Beritahu aku, Songsaengnim.." Lanjut Kyuhyun langsung merubah raut wajahnya menjadi sangat dingin.

Sungmin masih tidak bisa menjawab. Ia masih tetap diam dan menutup rapat mulutnya. Jika ia menjawab pun, ia harus jawab apa? Sungmin lebih tua 2tahun dari Kyuhyun. Ketika mereka berpisah, Kyuhyun masih berumur 10 tahun. Mereka berpisah 8tahun lamanya.

"Hei, kenapa kau diam Sungmin songsaengnim,?"

Kyuhyun semakin merapatkan tubuhnya ditubuh Sungmin. menghimpit tubuh mungil Sungmin diantara ranjang UKS dan dirinya. Ia pun semakin menatap intens namja mungil dibawahnya. Memberikan tatapan yang tak akan bisa dihindari oleh Sungmin. Tubuh Sungmin bergidik ngeri. Ia merasakan getaran aneh dari mata kelam itu. Ia semakin tenggelam dan sulit menggerakkan tubuhnya. Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Sungmin. merapatkan tubuhnya dan sedikit demi sedikit menyentuhkan bibirnya ke bibir Sungmin. tap,...

"Kyaaaaaaaaa! Apa ini? Berantakan sekali! Perbuatannya siapa,?" Teriak seseorang dari arah luar restroom.

Kyuhyun yang sadar ada orang selain mereka diruangan tersebut pun akhirnya menjauhkan wajahnya dari wajah Sungmin.

"Park songsaengnim sudah datang ya,?" Tanya Kyuhyun.

"Biar aku saja yang menjelaskannya. Setelah itu kau keluarlah dari ruangan ini,!" Ucap Sungmin ketus seraya beranjak turun dari ranjang tersebut.

GREP!

Kyuhyun kembali menarik tubuh Sungmin kedalam pelukannya. Sungmin pun jatuh diatas tubuh Kyuhyun dengan posisi Sungmin memunggungi Kyuhyun. Tangan Kyuhyun langsung melingkar telak didada Sungmin dan tangan satunya lagi menggenggam erat paha Sungmin yang masih mengenakan celana dinasnya.

"Se-sedang apa kamu,? Lepas!" Protes Sungmin dengan suara kecil.

"Aku tidak masalah jika Songsaengnim mengeluarkan suara. Tapi bagaimana jika ketahuan? Apa Songsaengnim tidak keberatan? Aku sih tidak ap – apa," Kata Kyuhyun santai seraya menggerakan tangannya yang berada di paha Sungmin. Mengusap – usap bagian luar paha tersebut.

"Le-lepaskan aku Kyuhh..aahh"

"Oh iya, apa Songsaengnim tau julukan yang mereka berikan untukmu,?" Ucap Kyuhyun santai masih dengan tangan yang meraba – raba paha Sungmin.

"Nghh.."

"Katanya, walaupun Manis, dan menggemaskan, tapi Songsaengnim terlalu keras."

"Nghhh.."

"Soal yang kau berikan juga terlalu sulit. Yang mendapat nilai kecil juga diberi tugas tambahan. Tapi, sejak dulu sifatmu memang keras."

"Nghhh..nghhh.."

Sungmin semakin melenguh saat tangan Kyuhyun beralih dari dada ke mulutnya. Memasukan jari telunjuknya ke mulut Sungmin yang sudah terbuka sendari tadi karena mendapatkan rangsangan dari perbuatan Kyuhyun.

"Tapi semuanya akan terkejut. Jika Songsaengnim melakukan hal seperti ini dengan muridnya,"

"Aaahh...Nghhh."

"Oh iya, aku punya ide bagus. Sebenarnya aku khawatir jangan – jangan ada murid lain yang menyukaimu juga. Tapi kalo tertangkap basah begini, semuanya akan tau kalau Lee Sungmin itu hanya milik Cho Kyuhyun seorang!"

"Eh,?"

Kyuhyun melepaskan semua tangannya ditubuh Sungmin. ia tersenyum seakan memiliki ide yang sangat bagus. Seakan mengerti apa yang akan dilakukan Kyuhyun, Sungmin berbalik dan berniat menutup mulut Kyuhyun dengan tangannya. Tapi itu sia – sia.

"Maaf, aku yang telah menjatuhkannya.." Teriak Kyuhyun dari tempat mereka.

"A-apa yang.. KAU – ! haish!" Ucap Sungmin frustasi.

"Eh, ada seseorang disana?" Tanya seseorang dari luar restroom

Kaki itu berjalan dan semakin menjdekat kearah restroom. Sungmin semakin panik. Tapi Kyuhyun,?

"Ah.. ketahuan deh." Ucap Kyuhyun santai dan semakin merapatkan tubuh mereka.

"Ja-jangan bodoh! Lepaskan aku." Bisik Sungmin kesaL.

"Tidak boleh.."

"Apa kamu sakit,?" Teriak dari arah luar yang semakin mendekat.

"Apa kau sengaja melakukannya,?" Ucap Sungmin dengan suara kecil. Sungmin sudah sangat kesal dengan kelakuan Kyuhyun tapi, ia tidak bisa melawan. Ia harus apa?

"Kyunnie..!" Kata Sungmin seraya berbalik dan menatap kesal Kyuhyun yang berada di belakangnya.

"Ah.. Ekspresimu barusan bagus sekali lho, Ming." Ucap Kyuhyun sembari mencium bibir Sungmin secara tiba – tiba. Mengulum bibir plum manis itu secara kasar dan memonopoli hanya untuknya sendiri.

"Aku juga sangat menyukai wajahmu yang sedang marah. Itu sangat menggemaskan dan membuatku horny," Ucap Kyuhyun di sela – sela ciumannya.

"Nghh..Kyuhh..Nghhh.."

"Ada apa disitu? Kalau tidak menjawab aku akan membuka tirainya." Ucap seseorang yang sudah siap membuka tirainya.

'Tidak Tidak! Bagaimana jika ketahuan?!' Batin Sungmin

.

.

.

.

~To Be Continue~

.

.

.

Nyahahahahahaha akhirnya Update juga xD
mianhae lama, karena banyak kerjaan akhir bulan ini #plak curhat

semoga ngerti sama alurnya yaa..
.

.

makasih yang sudah mampir di chapter pertama.. ^^

kita absen dulu yaa xD

Thanks to my lovely reader :

nahanakyu, , Sunghyunnie, cottoncandyme,

dessykyumin, dha kyumi, Choi sila, chiikyumin, 137Line, ayachi casey, ammyikmubmik,

astia morichan, , Yumin Suhyun, Qniee love nest, Song Hye Hoon, desi2121, Guest, Guest, Rima KyuMin Elf, ,

HeeYeon, Cho Kyu Chely, ChoKyunnie, Me Naruto, KMS kyuminshiper , mingmiuu, MissELFVIP, fishyank, banananana, Park Min Rin, andin kyuminielf,

horsiwo, PumpkinSparKyumin, Kyurin Minnie, Qhia503, kyuminring, dincubie, kim eun neul, Guest, dian minimin, aii chan, Saeko Hichoru, nannaa

DANHOBAKMING1, nandaLJ137 , ChoJhiMin, dan YefahcloudsomniaKMS.

.

.

.

makasih banyak untuk riviewnya *hug reader.

untuk sequel TMA ditunggu aja ne ^^

gamsah sama yngsudah baca n mampir..

sampai bertemu di CHAPTER 3 ^^/*