MY BOSS, MY BOYFRIEND

Author : diitactorlove

cast : YunJae and other

rated : T

Genre : Romance, Friendship, Humor (?)

Disclaimer : Sudah dii cek di KUA terdekat kalau Yunjae itu pasangan sah suami istri dan Yesung juga sah jadi suami author*dibakar*

Warning :BoysLove (BL), EyD yang berantakan, jayus bikin eneg dan muntah pokoknya kalau ga suka jangan baca pada tau bahasa Indonesia kan?

PART 2

"Yak! Jung Changmin apa yang kau lakukan dengan guci kesayangan umma,eoh?" terdengar teriakan mengglegar dari seorang namja yang menyebut dirinya umma dari Jung Chagmin, Jung Heechul.

Ya, jika kalian bertanya-tanya kenapa umma Changmin seorang namja dii akan dengan senang hati akan menjelaskan. Jung Heechul namja cantik itu memang umma kandung dari Jung Yunho dan Jung Changmin, dia mengandung dan melahirkan Yunho dan Changmin dari perutnya kalian tau Male Pergent,? Heechul ini adalah contoh kasusnya. Istri dari Jung Hankyung namja tampan asal China yang sukses mendirikan ShinKi departement Store.

Baiklah kembali ke cerita, mari kita lihat kenapa namja cantik itu tampak murka di pagi yang seharusnya cerah ini, baiklah kalian masih ingat insiden dimana dengan amarah yang meluap-luap Jung Yunho membanting guci langka kesayangan Umma mereka, Jung Heechul. Kalau kalian lupa kalian bisa membacanya lagi di chapter sebelumnya.#plaakk

Baiklah sekarang kalian tau kan kenapa Kim Heechul begitu murka,? sebenarnya ini semua bukan salah Changmin jelas ini bukan salah Changmin tapi apa daya sekarang yang sedang ada di rumah hanya dirinya, salahkan Jung Yunho -hyung pabonya- yang sekarang sedang melakukan kunjungan rutin di ShinKi Departement Store mereka.

Sebenarnya sudah jauh-jauh hari Changmim mengantisipasi kemurkaan ummanya ini, dia bahkan sudah memesan sebuah guci palsu yang amat mirip dengan guci kesayangan ummanya itu dengan harga yang bisa dibilang tidak murah dan itu dengan uang tabungannya sendiri. Demi semua makanan yang ada di muka bumi ini, harga guci KW itu sama dengan harga bertruk-truk pizza, puluhan kilo steak, dan bermeter-meter spaghetty dan itu bisa membuat perutnya yang dijuluki perut karet itu keyang tapi sekarang semua itu sia-sia, ummanya sudah terlanjur tau gucinya sudah menjadi kepingan tak terbentuk di gudang dan Changmin dengan sia-sia menghabiskan hampir setengah tabungannya yang seharusnya bisa dibelikan makanan dan pake dimarahin pula komplit sudah penderitaanmu Jung Changmin ckckckck.

"Sudahlah Heenim" akhirnya suara itu, suara sang appa yang bagai suara malaikat dari surga bagi Changmin membuat Changmin mengangkat kepalanya yang dari tadi menunduk.

"Tapi Hannie..." Heechul masih belum terima, mulai merajuk eoh,? Lihatlah tatapan yang diberikan oleh Heechul kepada Hankyung, tatapan seolah-olah dia yang paling teraniyaya disini padahal tadi bukannya Heechul sendiri yang 'menganiyaya' Changmin kita =_=
"Changmin juga pasti tidak sengaja memecahkan guci itu, ya kan Changmin?" Hankyung bertanya pada Changmin yang dijawab anggukan kepala antusias Changmin.

"Tapiiii..." rengekan Heechul terhenti saat tiba-tiba Hankyung langsung mengunci bibirnya, kelakuan Hankyung sontak membuat Heechul dan Changmin -yang masih ada disitu- membulatkan matanya tapi berbeda dengan Changmin yang masih melongo shok, kini Heechul malah dengan santainya menutup matanya pelan mencoba menikmati ciuman dari suami tercinta.

Changmin yang masih shok makin membulatkan matanya saat Hankyung dengan tidak tau diri dan tau tempatnya mulai memasukan kedua tangannya di balik kemeja yang dipakai ummanya.

"Isshh kalian ini terserah sepertinya aku sudah tidak dibutuhkan disini lebih baik aku pergi dan appa lebih baik kau memakan umma di dalam kamar bisa gawat kalau nanti ada maid yang melihat."

"Yak kalian tidak mendengarku terserah saja!" kesal Changmin yang merasa di abaikan oleh kedua orang tuanya pergi meninggalkan ruang tamu, tempat dimana HanChul couple yang masih tetap melanjutkan sesi ciuman panas mereka.

888

Jung Yunho namja tampan itu menatap pemandangan kota Seoul di Senin pagi yang cukup bising dari balik kaca mobil BMW hitamnya, sesekali namja yang menjadi incaran para perawan di Seoul ini kembali menghela nafas membuat Shin ajushi -supir keluarga Jung- melirik sekilas ke belakang -kursi penumpang- dimana tuan mudanya duduk dengan wajah yang sedikit muram dan errr frustasi.

"Tuan muda gwenchana?" tanya Shin ajushi tanpa mengalihkan fokusnya pada jalan yang di lewati mereka, membuat Jung sulung itu mengalihkan sejenak pandangannya dari gedung-gedung pencakar langit menatap Shin ajushi yang sudah dianggap keluarganya sendiri.

"Gwenchana ajushi" Jawab Yunho menampilkan seulas seyum tulus untuk meredakan ke khawatiran supirnya tersebut. Shin Ajushi terlihat mengerti lalu kembali fokus mengemudikan mobil yang akan membawa Jung Yunho menuju Shin Ki Departement Store membuat kembali suasana sepi di dalam mobil tersebut.

Kalau boleh jujur sebenarnya Yunho sangat amat malas untuk melakukan kunjungan rutin ini alasanya sangat jelas karena keberadaan namjachingunya Kim Jaejoong sampai detik ini belum di ketahui, sungguh ingin rasanya Yunho kabur saja dan memilih pergi mencari Jaejoong daripada mengunjungi Departement Storenya, ini membuang waktunya keluh batin Yunho.

Tapi apa daya status pewaris tunggal Shin Ki Departement Store membuat Yunho mengurungkan niatnya, jiwa profesionalitasnya -yang juga menunjukan kalau dia adalah Jung sejati- nyata-nyatanya akan merasa sakit hati bila masalah pribadi membuat dia melupakan tugas dan tanggung jawabnya.

Kembali Yunho menghela nafas, tadi dia mendapat e-mail kalau dia akan mengadakan breafing rutin dengan pegawainya yang berada di Departement D. Jangan heran memang kunjungan rutin Yunho ini bukan hanya sekedar kunjungan basa-basi dari seorang pewaris tunggal. Yunho juga menyempatkan untuk mengikuti breafing yang dilakukan oleh tiap departemen secara bergilir.

Tujuannya adalah untuk melihat secara langsung hasil kerja para pegawainya, mendengar keluh kesah para pegawainya dan secara pribadi mendekatkannya juga kepada pegawai-pegawainya.
Perlu di ketahui Shin Ki Departemet Store sendiri terdiri dari beberapa Departemen yang dari Departemen tersebut mengerucut kembali menjadi beberapa counter atau stand.

Terlarut dengan lamunanya tanpa Yunho sadari mobil BMW hitam itu sudah berhenti di depan Shinki Departement Store.

"Tuan sudah sampai" kembali suara Shin ajushi mengintrupsi Yunho, mencoba fokus dan melupakan sejenak masalah pribadinya Yunho turun dari mobilnya saat seseorang membukakan pintu mobilnya.

Dan bagai melihat drama-drama TV - klise- tapi sering terjadi, Yunho kini di sambut oleh seluruh pegawainya di sisi kanan-kirinya yang dengan sigap menundukan kepalanya hormat tiap Yunho melewati mereka, sedikit menaikan kharismanya sebagai seorang pewaris tunggal Yunho berjalan lurus ke depan dengan Siwon berada di sebelahnya menuju kantor yang ditempati olehnya.

Kim Jaejoong berlarian menuju Shin Ki Departement Store, gara-gara galau sepagian ini dia jadi telat berangkat di hari pertama kerjanya, OMO jangan bilang dia akan dipecat begitu saja di hari -bahkan- belum memulai kerjanya. ANDWE!

888

Suasana breafing pagi itu di Departement D yang serius sedikit terusik oleh kedatangan yang Yunho bisa simpulkan pegawai yang datang terlambat.

Terlihat dari penampilannya yang beratakan, seragam yang basah -mungkin keringat- kelihatanya namja, Yunho yakin dia namja mengingat dia memakai celana panjang- karena berlari, dan jangan lupakan nafasnya yang memburu dan kepalanya yang tertunduk mengucapkan kata maaf.

Sungguh Yunho sangat tidak mentolerir tindakan tidak disiplin yang dilakukan pegawainya itu, baru saja Yunho akan mengeluarkan suaranya, nafas Yunho tercekat saat mendapati namja yang kini berada di hadapannya mendongakan wajahnya dan...

Jaejoong sama shoknya dengan namja yang kini berjarak beberapa meter dari tempatnya berdiri namja yang selama ini amat sangat dia hindari, namja yang membuat dia galau seharian pagi ah bukan hanya pagi ini sih tapi selama dua minggu terakhir ini, namja itu Jung Yunho.

"Boo..." lirih Yunho masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya ini, benarkah namja yang berdiri dengan mulut menganga shok adalah Kim Jaejoong, BooJaenya, namjachingunya yang selama ini hilang entah kemana atau ini hanya sekedar halusinasinya yang berlebihan karena dia amat merindukan BooJaenya saat ini.

Sungguh Jaejoong ingin lari saja dari tempat ini, bukan tapi kakinya kakinya saat ini bagai tetempel lem super kuat yang membuat dia benar-benar hanya berdiri di sana mematung bahkan grasak-grusuk(?) dari pegawai lain tidak membuat Jaejoong beranjak dari tempatnya.

Siwon sama seperti pegawai lainnya menatap bingung ke arah bosnya Jung Yunho dan pegawai baru yang bernama Kim Jaejoong itu sungguh dia sama halnya dengan seluruh pegawai dari Departemen D ini sedikit bingung, apa sebenarnya hubungan bos mereka Jung Yunho dengan pegawai yang bahkan belum mereka kenal -pengecualian untuk Siwon- itu.

Kebingungan mereka makin menjadi saat dengan langkah begitu pelan Yunho berjalan ke arah namja yang mereka akui cantik itu , sedikit kaget saat bos mereka telah tiba di hadapan namja cantik itu, bukan memarahi atau apa bos mereka Jung Yunho malah menyentuh lembut pipi kanan namja cantik itu.

Membuat hampir seluruh pegawai yang mengikuti rapat tidak terkecuali Siwon serasa menjatuhkan dagu mereka ke tanah.

"Boo... Boo... Ini betul-betul kau nae BooJae?" lirih Yunho ragu, jelas saja ragu sudah hampir dua minggu ini dia mencari keberadaan Jaejoongnya hampir di setiap penjuru kota seoul dan dia tidak mendapati namja cantiknya justru di tempat yang benar-benar tidak terduga dia malah mendapati namjachingunya ini.

Tidak dapat menemukan celah untuk berbohong Jaejoong hanya dapat menitikan air matanya dan berujar lirih, "Yunnie..."

Jika ada ekspresi yang bisa kita deskripsikan dari kata di atas kaget mungkin ekspresi itu patut kita sematkan(?) kepada seluruh pegawai departemen D yang kini bukan hanya dapat menjatuhkan dagu mereka ke tanah tapi juga mungkin menjatuhkan diri mereka dari atas jurang yang tinggi terutama para yeoja yang sebenarnya sudah punya perasaan tidak enak semenjak drama ala bos yang mereka kagumi diam-diam di mulai dan di akhiri dengan jatuhnya namja cantik Kim Jaejoong yang tengah mengisak hebat itu dalam pelukan kokoh Jung Yunho sambi sesekali menciumi rambut Jaejoong.
Berkali-kali mereka mendengar Yunho menggumamkan "bogoshipo chagi" yang di balas Jaejoong dengan masih terisak "nado" dan "mianhe."

888

Suara kecipak saliva mendominasi ruangan utama dari Direktur ShinKi Departement Seoul itu, setelah selesai bermellow drama ria di hadapan puluhan karyawannya yang juga membuat status keduanya terungkap dengan sedikit tergesa Yunho menarik Jaejoong meninggalkan breafing yang seharusnya ia pimpin itu.

Lupakan profesionalitas, lupakan Jiwa Jung sejati, JaejoongNYA, Kim-Jung- BooJaejongieNYA lebih penting dari semua itu, terserah biarkan kali ini saja Yunho mengabaikan segalanya, biarkan untuk kali ini saja Yunho hanya ingin melampiaskan rasa rindunya terhadap kekasih yang sudah hampir dua minggu membuatnya frustasi setengah mati, nyaris gila dan nyaris membuatnya melompat ke dalam sungai Han.

"Yunnnn... ahh... yun, jangan digigit ahhh..." Jaejoong hanya dapat memprotes nikmat saat dengan liarnya sulung Jung itu kini tengan menyesap atau lebih tepatnya menggigit leher putihnya meninggalkan bekas kemerahan yang Jaejoong yakin tidak akan hilang dalam beberapa hari itu.

"Boo kau tahu aku benar-benar nyaris gila ketika kau menghilang Boo..." Yunho menghentikan aktifitasnya dalam rangka memberi warna merah pada leher BooJaenya, kini dia malah membenamkan wajahnya di dada Jaejoongnya, posisi Jaejoong yang kini berada dalam pangkuan Yunho membuat dia bisa leluasa mengelus surai lembut YunhoNYA itu.

"Mianhe Yunnie jeongmal mianhe," Jaejoong menatap Yunho nanar, aish sungguh dia tidak ingin air mata bodoh ini keluar tapi melihat Yunho yang sekarang terlihat agak kurus mau tidak mau air matanya keluar tanpa bisa dicegah.

Hey bukankah Jaejoong pergi meninggalkan Yunho supaya namja yang mendapat julukan beruang darinya itu tidak kesusahan tapi nyatanya, oh demi semua gajah di muka bumi ini Kim Jaejoong kau memang pembuat masalah.

"Hiks...hiks...hiks... mianhe Yunnie-ya, mianhe..." Yunho segera mendongkan kepalanya saat mendengar suara isakan Kim Jaejoong. Ya Tuhan, apa yang dia lakukan sekarang,? kenapa dia membuat mahluk paling dicintainya ini menangis.?

"Hey Boo, kenapa menangis hey kenapa?" panik itulah yang Yunho rasakan, apa dia telah menyakiti Jaejoong? Kenapa Jaejoong menangis.? Tidak ada jawaban, Jaejoong masih sibuk mengisak sesekali menarik(?) ingusnya ke dalam, sungguh pemandangan yang imut kalau saja Yunho sedang tidak diserang panik dan kebingungan dengan alasan kenapa Jaejoong menangis, sudah dipastikan Jaejoong akan dia perkosa sekarang juga.

"Jae... Boo uljima chagi..." masih berusaha menenangkan BooJaenya Yunho menghapus air mata yang mengaliri pipi putih Jaejoong dengan jari-jarinya yang panjang.

Jaejoong menatap Yunho, masih megisak pelan kini dia malah memembenamkan kepalanya di ceruk leher Yunho, "mianhe Yunnie, jeongmal mianhe..." lirih Jaejoong, "Aku ini memang pembawa masalah hiks..." lanjut Jaejoong dengan kembalinya isakan yang sebenarnya tadi sudah mereda, Aigo BooJae kenapa kalau di hadapan Yunho kau begitu menjadi cengeng.? =.="

"Hey, siapa bilang kau pembawa masalah, kenapa berkata seperti itu?" Yunho melepas dekapan Jaejoong, membiarkan Jaejoong untuk melihat matanya, musang itu menatap lembut Doe yang kini tengah menatapnya dengan linangan air mata.

"Aku... Aku... membuat Yunnie kesusahan mencariku kesana kemari, mianhe Yunnie padahal Aku berharap kalau Aku pergi dari kehidupan Yunnie, Aku tidak akan menyusahkan Yunnie lagi..."

"Aku hanya tidak mau menyeret Yunnie dalam masalahku, Aku hanya ingi membuktikan kalau Aku bisa menghadapi masalah-masalahku sendir tanpa bantuan Yunnie, Yoochun, Junsu, Changmin. Aku... Aku... tapi aku malah membuat masalah baru, Aku lupa kalau kalian pasti akan sangat mencemaskanku setelah aku pergi diam-diam, Aku melupakan hal itu Yunnie, Aku hanya memikirkan diriku sendiri, memikirkan harga diriku sendiri... Aku... Mianh... mphhhhhhh" semua kata-kata Jaejoong terhenti saat dengan tiba-tiba Yunho membungkam mulutnya denga mulut Yunho sendiri.

Sungguh Yunho sudah tidak tahan mendengar penuturan kekasihnya itu, bukan karena marah kepada Jaejoong tapi lebih marah pada dirinya sendiri. Sungguh dia merasa menjadi kekasih yang gagal, kemana dia saat Jaejoong butuh perlindungannya,? Kemana dia saat Jaejoong kebingungan harus mencari tempat tinggal dikarenakan rumahnya disita.? Walau bukan salahnya juga karena Jaejoong tidak menghubunginya tapi perasaan bersalah itu masih begitu membuncah dalam benak Yunho, kau laki-laki brengsek Jung Yunho.

888

Entah siapa yang memulai jelas,? ciuman itu semua adalah akumulasi dari segala perasaan yang Yunho dan Jaejoong rasakan sekarang, rindu, rasa bersalah, marah perasaan tersebut membaur menjadi satu menjadikan ciuman yang awalnya hanya ingin menjadi ciuman menenangkan satu sama lain itu menjadi ciuman liar nan menggairahkan.

Bahkan Jaejoong sendiri sudah lupa bagaimana caranya sekarang dia sudah di atas sofa panjang yang memang tersedia di ruangan Yunho ini, bukankah dia tadi masih berada di atas pangkuan Yunho yang duduk di kursi meja kerjanya? Mencoba tidak mempermasalahkan hal tersebut Jaejoong masih mencoba menikamati ciuman Yunho yang makin lama membuat gairahnya naik.

Kulum , jilat, kulum, belit. Saat Yunho menggulum bibir atas Jaejoong, Jaejoong akan balik menggulum bibir bawah Yunho, Jaejoong masih setia menggulum bibir hati Yunho saat tiba-tiba Yunho menggigit pelan bibir Jaejoong, membuat Jaejoong reflek mendesah pelan, tanpa menyiakan kesempatan tersebut Yunho melesakan lidahnya kedalam belah bibir Jaejoong yang terbuka saat tadi mendesah. Lidah terampil Yunho bermain lincah di dalam mulut Jaejoong, mengeksplor semua yang ada di dalam mulut manis namjachingunya itu, lidah itu dengan malu-malu Jaejoong ikut menggerakan lidahnya menyambut lidah Yunho, terseyum kecil atas kelakuan menggemaskan Jaejoong, Yunho mulai pemanasan awal.

Pelan tapi pasti semua kancing kemeja Jaejoong sudah terlepas, Jaejoong hanya bisa melenguh pasrah saat Yunho mulai menekan-nekan, menjepit dan menarik nipplenya, Ah Jaejoong bisa gila.
"Yunieehh..." Jaejoong menjambak kasar rambut Yunho saat tiba-tiba diraupnya nipple Jaejoong yang sudah menegang itu dengan mulutnya, jujur Jaejoong menginginkan lebih dari ini. Jaejoong amat rindu sentuhan lembut ini, bibir hati yang memanja seluruh tubuhnya ahh tegang Jaejoong sungguh tegang sekarang.

"Tidak sabar eoh,?" Yunho terseyum jahil sambil menyentil ujung kejantanan Jaejoong yang berdiri, mungil tidak lebih besar dari milik seorang Jung Yunho tapi itulah yang membuat Jaejoong makin imut di mata Yunho. Sontak muka Jaejoong memerah malu, tanpa mereka sadari kini baju-baju mereka sudah tergeletak berserakan di lantai.

"Puaskan Little Jung dulu Boo, setelah itu kau bisa mendapat kepuasaanmu" tantang Yunho kemudian bangkit dari atas Jaejoong, duduk dengan tenang disofa yang memang mereka jadikan alas untuk bercinta.

Jaejoong mengerucutkan bibirnya imut, mau tidak mau dia ikut duduk disebelah Yunho, setelah itu bangkit dari duduknya dan berjongkok atau lebih tepatnya bersimpuh di bawah Yunho berhadapan langsung dengan junior big size Yunho.
'Blush' sontak muka Jaejoong langsung memerah melihat junior yang selalu memanja holenya, jujur ini bukan pertama kalinya mereka bercinta berpacaran hampir 3 tahun tidak munafik bukan kalau mereka sering melakukan making love dan demi mendengar Yunho mendesah dan mendapat kepuasaannya, Jaejoong memang harus menservice junior big size itu dengan pelayanan spesial bukan.?

"Jadi tuan Jung apa yang harus aku lakukan dengan juniormu yang sudh tegang ini?" tanya -sok- polos Jaejoong sambil mengegenggam dan membelai pelan junior Yunho dengan pelan, Jaejoong terkekeh dalam hati mengerjai kekasihnya ini memang sangat menyenangkan, melihat wajah frustasi Yunho saat junior belum dimanja oleh Jaejoong sungguh menyenangkan.

"Kocok dia Joongie, Kocok dengan tanganmu kalau perlu gunakan bibir manismu untuk menggulum juniorku ini palli" gotcha dirty talk yang dilontarkan oleh Yunho membuat Jaejoong terseyum kecil, sedikit meremas batang junior yang telah menegang itu kemudiana perlahan Jaejoong mulai mengocok kejantanan Yunho yang makin menegang sesekali sambil mengecup pelan ujung kejantanan Yunho.

"Kocok seperti ini tuan Jung?" tanya Jaejoong sambil tetap mengocok kejantantan Yunho menatap mata Yunho dengan mata Doenya yang mengerjap polos, dan seperti keinginan Yunho juga Jaejoong mulai memasukan junior Yunho yang sudh amat menegang itu ke dalam cherry manisnya, mengemut junior kebanggan kekasihnya itu seperti mengemut lolipop, sesekali tangannya juga tak lupa memainkan batang yang memang tidak masuk sepenuhnya ke dalam mulutnya tersebut dua bola kembar Yunho pun tak luput dari jemari lentik Jaejoong.

"Ahh... Boo cepat lebih cepat... ahh... nghhhh..." desahan seksi Yunho lolos juga kala Jaejoong memanja 'milik' kekasihnya itu, Jaejoong semakin mempercepat kulumannya saat mendapati batang tersebut makin menggembung, Jaejoong menatap kekasihnya sambil tetap menggulum junior Yunho, mata Yunho yang tadi terpejam sontak terbuka. Doe dan musang tersebut kembali bertemu, melihat Jaejoong yang tengah mengemut 'miliknya' itu tak lupa dengan semburat merah yang menghiasi kedua pipi putihnya membuat gairah Yunho makin naik, membayangkan bila mulut itu adalah hole sempit milik Jaejoongnya. Sial Yunho sudah tidak tahan.

Dengan sekali sentakan Yunho mengangkat Jaejoong kedalam pangkuannya, tanpa pemanasan, tanpa lube Yunho melesakan kejantanan ke dalam hole sempit Jaejoong membuat Jaejoong menjerit kesakitan dan mengisak pelan.

"Ughhh... Mianhe Boo Aku sudah tidak tahan salahkan kau yang terus menggodaku" ujar Yunho sambil menghapus air mata Jaejoong yang megalir lewat sudut matanya.

"Appo Yunni, jeongmal... hiks..." isak Jaejoong, "Mianhe, Boo mianhe" Yunho menghapus air mata Jaejoong kekhawatiran Jung Yunho tertangkap jelas oleh mata Jaejoong, terseyum kecil Jaejoong membelai pipi Yunho lembut.

"Gwenchana Yunnie..." lirih Jaejoong, "sekarang bergeraklah" lanjut Jaejoong lagi. "Kau yakin,? Ini akan terasa sakit?" Yunho nampak ragu Jaejoong menghapus keraguan Yunho dengan mencium lembut bibir yang menjadi candunya itu.

"Bergeraklah seliar mungkin, rasuki aku makin dalam, keluarkan semua benihmu dalam diriku, Akuuh ahhh...ahh...ahhh" kata-kata kotor Jaejoong terhenti saat dengan tiba-tiba Yunho mulai menggerakan pinggulnya naik turun, naik turun. Jaejoong memekik pelan.

"Ahhh... Yunnieh... disana, benar disana ah...ahhhh...ahhh.." Jaejoong makin mendesah hebat saat Yunho mulai menyentuh titik sensitifnya, "Disini chagihhh?" tanya Yunho sambil terus menumbuk sweet spot milik BooJaenya.

"Ne disitu Yunnieh, lebih kasar Yunnieh Cepathh sayang ahhh...aahhh... deeper seperti itu ahh benar Yunnieee..."Jaejoong terus mendesah.

"Boo holemu begitu smpit chagi ini sangat ahhhhhh..." Yunho membaringkan badan Jaejoong sehingga kini dia berada di atas Jaejoong, bercinta dengan menikamati wajah Jaejoong yang memerah benar-benar hal yang begitu memuaskan bagi Yunho.

"Ahhhh... Yunnieehhh aku keluar ahhhhhh..." tanpa aba-aba cairan kenimatan Jaejoong menyembur membasahi perut dan dada Yunho.

Yunho benar-benar hebat begitulah yang ada dipikiran Jaejoong saat ini bagaimana tidak hebat klo hampir setengah jam ini Yunho hanya baru klimaks satu kali sedang Jaejoong ah jangan ditanya namja cantik itu sudah mengeluarkan lahar putihnya nyaris 3 kali, sekarang merka sedang memulai ronde ke-4 di ruangan khusus dibalik tembok meja kerja Yunho, Ya ternyata di balik tembok tersebut ada sebuah kamar yang memang disediakan jika Direktur sebelum Yunho berarti appa Yunho lembur, ruangan itu cukup luas dengan ranjang king size dan kamar mandi di dalamnya benar-benar fasilitas untuk Direktur utama.

Yunho masih terus menggenjot hole Jaejoong sesekali mengocok kejantantan Jaejoong, sementara Jaejoong dia hanya bisa pasrah dan membolos kerja di hari pertamanya bekerja ahh benar-benar.
"Yunnnhhh aku keluarhhhh..." teriak Jaejoong, "bersama BooJae" setelah itu terdengar lenguhan panjang keduanya diiringi keluarnya benih mereka berdua.

"Yunho..." panggil Jaejoong merka masih berbaring di atas kasur tapi dengan selimut yang menutupi tubuh mereka berdua.

"Waeyo boo?" Yunho mengelus kedua pipi BooJaenya, "mianhe" jawab Jaejoong, "sudahlah Boojae jangan dipikirkan lagi toh sekarang kau sudah ada disini bahkan tadi mendesah dibawahku" jelas Yunho setengah menggoda Jaejoong membuat namja cantik itu memerah malu dengan segera Jaejoong melesakan wajahnya ke dada bidang Yunho.

"Aigo uri BooJae malu eoh,? padahal tadi waktu kau mendesahkan namaku..." godaan Yunho terhenti saat dengan tiba-tiba Jaejoong mencubit keras pinggang Yunho. "Awwww... appo BooJae."
"Rasakan bos mesum ini hukuman karena gara-gara kau aku harus bolos di hari pertamaku kerja aigo, Siwon Seosangnim pasti akan memecatku" Jaejoong membayangankan dirinya akan dipecat.

"Ini juga hukuma dariku karena dengan lancangnya kau pergi dari pandangan mataku, apapun yang terjadi nanti Aku mohon tolong jangan bergeser satu centipun dari arah pandangan mataku karena seperti itu saja sudah membuatku nyaris gila arachi Nae BooJae" Jaejoong membeku mendengar penuturan Yunho tanpa disadari air matanya kembali mengalir.
"Pabo Jung Yuhho" Jaejoong kembali membenamkan kepalanya ke dada bidang Yunho, Yunho terseyum kecil kemudian mengelus surai halus milik Jaejoong.

"Berhentilah bekerja aku akan membiayayai semua kebutuhanmu dan tinggalah dirumahku" ujar Yunho tiba-tiba yang mendapat gelengan dari Jaejoong yang masih berada dalam dekapan Yunho.
"Wae?" tanya Yunho sedikit tidak terima dengan penolakan Jaejoong, "berusaha kabur lagi?" lanjut Yunho yang dihadiahi sentilan kecil di dahinya dari Jaejoong.

"Pabo Jung" ejek Jaejoong, "Yak!" seru Yunho tidak terima, Jaejoong hanya terseyum kecil lalu kembali mendekap Yunho lagi.

"Bukankah aku tadi sudah bilang kalau aku ingin hidup mandiri, kau mau membiayayai hidupku kalau seperti ini kapan akau bisa kuat,? untuk kali ini saja Yunnie ijinkan aku memilih jalanku sendiri, harga diriku melarang menerima bantuan dari siapapun arogan mungkin tapi aku ingin membuktikan kalau Jaejoongie yang sering dibilang manja, cengeng, tidak dewasa ini bisa menghadapi masalah ini jangan khawatir aku tidak akan kabur lagi dari pandangan matamu tidak satu centi bahkan setengah centi tapi ijinkan aku untuk tetap berusaha dengan kedua tanganku sendiri kau hanya perlu medukungku Yunnie itu saja" Yunho tercengang tidak menyangka BooJaenya yang terbiasa hidup berkecukupan, bahkan manja ini bisa berbicara sepanjang dan sedewasa ini.

Seyum mengembang dibibir Yunho "tentu aku akan mendukungmu boojae tidak usah khawatir, berjuanglah dengan semangat, saranghae"
"Nado saranghae Yun" dan kecupan itu kembali terdengar di ruangan privat Direktur tersebut.

TBC

Aloha * lambai2 kolor babe* masih ingatkah dengan dii dan ff ini, dii gakk bakal ngomong banyak-banyak deh coz dii tau update ini amat sangat ngaret gak ada alasan khusus kok kenapa bisa update sengaret ini, sebelumnya dii mau ngucapin makasih sama yang udah ripiw ff abal-abal bin jamuran ini tanpa banyak kata dan bacot dii minta ripiuw lagi ne dan utk chap selanjutnya dii usahain update cepet deh kalo ga mendadak kena wb lagi * ditimpuk* dan untuk ff Yunjae Family errr ff itu masih dalam proses jadi yang menunggu ff tersebut harap sabar ya :)

Ripiuw please karena ripiuw dari kalian yang ngebuat dii makin semangat buat ngelanjutin ff dii kalau perlu teror dii aja gak papa kok * sapa gue?*

ahh jangan lupa add fb dii ya : Dhinie Choi

sama follow twitter dii : dhifly3424

Ripiuw?