Please, Love Me!
KyuMin
YAOI
^^ Happy Reading ^^
Desclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, Kyuhyun dan Sungmin milik TUHAN juga kedua orang tuanya. kalau Cerita ini adalah milik Haruko Kurumatani tapi FF ini adalah REMAKE milik saya.
WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL/ NC
DONT LIKE DONT READ, OKEI ^^
Jika berantakan mohon maaf, karena tanpa editan -_-
.
.
.
CHAPTER 3
.
.
.
'Tidak Tidak! Bagaimana jika ketahuan?!' Batin Sungmin
SRETT!
Tirai terbuka, tapi dengan sigap Kyuhyun langsung meniduran Sungmin dibawah selimut ranjang tersebut. Menutupi tubuh Sungmin dengan selimut sekaligus tubuh Kyuhyun yang tengkurap diatas Sungmin. ini pasti berat dan tentu pengap. Badan yang lebih kecil, ditindih oleh badan tinggi tegap seperti perawakan Kyuhyun. Sungmin berusaha menahan nafasnya agar tidak terlalu terengah. Karena sedikit pergerakan saja akan berakibat fatal untuknya.
"Apa kau yang memecahkan obat itu,?" Tanya seseorang Park songsaengnim pada Kyuhyun setelah membuka tirai restroom tersebut.
"Iya, maafkan aku.. kepalaku tiba – tiba pusing saat mengambil obat.." Jawab Kyuhyun berbohong.
"Gawat! Kamu tidak apa – apa,?" Ucap panik Park songsaengnim.
"Sekarang aku sudah tidak apa – apa,"
"Bagus kalau begitu, kau istirahatlah. Aku harus ke ruang guru lagi.."
Akhirnya Park songsaengnim pun pergi dan meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun di ruang itu lagi. Menyadari Sungmin yang hampir mati karena kukurangan oksigen juga karena ditindih Kyuhyun, Kyuhyun sang penindih pun akhirnya membuka selimut itu dan menyingkir dari atas tubuh Sungmin. Kyuhyun khawatir melihat nafas Sungmin yang terengah.
"Kau baik – baik saja Ming,?" Tanya Kyuhyun lembut seraya menyibakkan poni Sungmin.
Sungmin tak mengiyakan. Tapi ia hanya mengangguk pelan jika ia baik – baik saja.
"Syukurlah Ming, aku khawatir terhadapmu."
Sungmin POV
Ketika ada celah untuk pergi, aku pun langsung pergi dan meninggalkan bocah itu di UKS. Aku langsung berlari dengan sangat cepat. Aku tak ingin jika sampai tertangkap lagi dan jadi masalah. Jika tadi sampai ketahuan bagaimana? Apa mungkin bocah itu suda h merencanakannya? Tapi, tetap saja kan menyebalkan. Apa dia mau membodohiku dengan menunjukan wajah menangis didepanku. Seakan menunjukan bahwa aku yang bersalah karena melupakannya. Mengatakan suka dan berbuat hal – hal seperti itu. Ck!
'Kalau itu bukan yang dinamakan cinta, lalu apa?'
DEG!
Tiba – tiba saja ucapan bocah itu terngiang di telingaku. Baru kali ini ada yang berkata dan menatapku sekuat tenaga seperti itu. Seakan menunjukan bahwa tak ada hal lain yang ia harapkan selain cintanya padaku. Aku merasakan ada perasaan yang mengerikan setelah ini. Ia sudah meng ikatku dan merasuk dalam tubuhku. Tap walaupun begitu, ia tetap murid dan aku guru. Perasaannya begitu meluap – luap karena ia masih muda. Karena itulah aku harus melupakan kejadian hari ini dan mulai menganggap ia hanya angin saja.
Sungmin POV END
Sungmin yang kalut dengan perasaannya, Sungmin yang sebal dengan tingkah kekanakan Kyuhyun, akhirnya jengah dan pergi dari UKS setelah Park songsaengnim keluar. Sungmin berusaha menyingkirkan Kyuhyun yang berada diatas tubuhnya. Ketika sudah terlepas, Sungmin berlari sekuat tenaga dan pergi dari ruangan itu.
Gerakan Sungmin akhirnya melambat ketika ia merasakan sakit dan ngilu di lingkaran jari manisnya. Ia tatap luka yang tak terobati itu. Luka yang sengaja dibuat Kyuhyun sebagai ganti cincin berukir sakura yang hilang. Lukanya terasa perih ketika keringat melewatinya.
Kyuhyun POV
Setelah Sungmin pergi meninggalkanku di UKS, demi tuhan aku merasa hatiku hancur. Ia pergi dan menghilang tanpa mengatakan apapun. Hanya lenguhannya yang masih terdengar jelas di telingaku. Ku edarkan pandanganku pada kasur itu. Mataku sedikit menemukan bekas bercak kemerahan di seprai kasur itu. Aku ulurkan jari telunjukku untuk menyentuh bercak itu. Bercak merah darah milik Sungmin-ku.
Aku sentuh darah itu dan aku cium darah itu. Sangat wangi dan benar – benar manis.
Ming! Ming! Lee Sungmin!
Maafkan aku melukai jarimu dan mengakibatkan darahnya tak mau berhenti keluar. Tapi aku lakukan semata – mata hanya ingin mengecap mu hanya milikku seorang! Hanya milikku Ming! Milikku! Aku mencintaimu Lee Sungmin!
Kyuhyun POV END
.
.
.
Seperti biasa di hari selanjutnya Sungmin berjalan seoang diri di koridor sekolah. Membawa beberapa tugas remedial yang sudah selesai ia kumpulkan. Ia berniat untuk memeriksanya di ruang guru, tentu seorang diri. Tapi suasana hati Sungmin berubah ketika ia melihat sesosok aura hitam kelam dari mata seseorang yang sedang berjalan menuju kearahnya.
"Biar ku bantu," Tawar Kyuhyun. Sungmin memberhentikan langkahnya dan menatap onyx kelam namja yang menawarinya bantuan.
"Tidak, terimakasih,"
Sungmin kembali melangkahkan kakinya dan meninggalkan Kyuhyun di koridor itu, tapi sebelum Sungmin menjauh, tangan Kyuhyun sudah menarik dan menahan tangan Sungmin. sontak Sungmin berhentikan langkahnya dan berbalik menatap Kyuhyun.
"Ada apa?"
"Luka mu, apa sudah tidak terasa sakit,Ming?" Tanya Kyuhyun selembut mungkin dengan tangan menggenggam jari Sungmin. matanya pun tak lepas dari luka itu.
"Tidak apa-apa. Terimaksih sudah menghawatirkanku, tapi bisakah kau memanggilku dengan sebutan Songsaengnim. Jangan panggil Ming jika disekolah!"
TENG! TENG! TENG!
Lonceng tanda pelajaran berikutnya sudah dimulai, dan lonceng itu pula yang mengakibatkan tubuh Kyuhyun menegang karena mendengar ucapan Sungmin yang membuat hatinya remuk. Sungmin memintanya untuk tak memanggilnya 'Ming'? padahal dulu Sungmin sangat menyukai nama panggilan itu. Sungmin selalu tersenyum ketika Kyuhyun menyebutnya 'Ming'. Tapi sekarang?
Sungmin pergi meninggalkan Kyuhyun yang mematung seakan tak mempercayai jika Sungmin mengatakan hal itu sedingin mungkin. Kyuhyun berbalik dan menatap punggung Sungmin songsaengnim yang sudah menjauh dari tempat itu.
"Ming! Sungmin-ku!"
.
.
.
Siang ini adalah bagian Sungmin mengajar dikelas Kyuhyun. Seperti biasa Sungmin tak pernah merasa canggung setelah kejadian itu. Malahan Sungmin berusaha tak melihat Kyuhyun di kelasnya.
Kyuhyun sadar, dan Kyuhyun tau bahwa Sungmin tak menghiaraukan Kyuhyun yang sedang menatapnya. Kyuhyun jadi kalut dan kesal sendiri, dia membatin kenapa Sungmin tak melihat dan tak menatapnya. Padahal pandangan Kyuhyun tak pernah luput dari Sungmin. menyadari perubahan Sungmin, Kyuhyun pun menekan pulpen yang ia pegang dan mengakibatkan pulpen itu patah.
BRUAGH!
Semua mata tertuju pada Kyuhyun saat Kyuhyun menggebrag meja.
"Maaf, perasaanku tidak enak. Aku izin ke UKS,"
Kyuhyun memukul mejanya dan berdiri meminta izin ke ruang UKS. Perasaan ia begitu sakit saat mengetahui Sungmin berusaha menjauh darinya. Kyuhyun serasa mati rasa dan memilih mati saja jika Sungmin tak menatapnya lagi. Sungmin bagai penyemangat hidupnya. Tapi penyemangat hidupnya membuat ia sakit dan terjatuh.
Perlahan Kyuhyun melangkahkan kakinya ke depan Sungmin. meminta izin lebih dekat dan memandang namja manis yang paling ia cintai.
Sungmin sudah terkesiap bilamana Kyuhyun akan menyerangnya lagi di kelas. Ia menatap onyx itam itu dengan perasaan gugup. Tapi semua yang ia perkirakan salah. Kyuhyun hanya menatapnya lembut dengan penuh cinta.
"Permisi Sungmin songsaengnim.."
Kyuhyun berlalu meninggalkan Sungmin yang masih shock tak percaya saat menyadari wajah itu melembut. Wajah yang selalu terlihat menyeramkan tiba-tiba melembut penuh kasih sayang. Sungmin merasa bulu kuduknya berdiri. Ini hal yang tak pernah ia duga. Kyunnie yang menatapnya tadi, bukan Kyuhyun si namja pemaksa.
.
.
.
Kyuhyun yang sudah keluar dari kelas pun akhirnya melangkahkan kakinya ke ruang UKS untuk beristirahat. Sebenarnya ia bukan tidak enak badan. Hanya saja ia tidak ingin melihat Sungmin tidak melihatnya sama sekali. Ia tidak ingin Sungmin mengabaikan keberadaannya itu sangat menyakitkan bagi Kyuhyun. Setelah sampai di pintu UKS, ia masuk dan mematung didalam ruangan itu. Ia masukan tangannya dan meraih sesuatu di kantong celananya. Mengambil benda kecil yang sangat berharga baginya. Dicium dan di usap benda kecil itu. Membayangkan wajah Sungmin ketika tersenyum padanya.
"Sungmin-ku jahat sekali sih. Sikapnya seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Apa dia pikir semua akan selesai dengan menjadi guru dan murid? Dia terlalu menganggapku enteng."
BRUAGH!
Kyuhyun kalap, ia memukul pintu UKS itu. Ia hancurkan semua yang ada di UKS. ia benar – benar kesal saat memikirkan tingkah Sungmin yang tak pernah menganggapnya.
"TIDAK AKAN BERAKHIR KAN LEE SUNGMIN!" Teriak Kyuhyun dengan tangan tak berhenti mengubrak-abrik semua yang ada di ruangan itu.
"Aku begitu menderita ketika memikirkan dirimu selama 8 tahun ini Ming! Maafkan aku, kau sudah tidak bisa lari lagi Lee Sungmin.."
Kyuhyun bersumpah akan menaklukan Sungmin, bagaimanapun caranya.
.
.
.
Sungmin terduduk di ruang guru. Ia masih memikirkan tatapan lembut itu. Tatapan Kyunnie yang sering menangis ketika di tinggalkan. Mata itu terlihat lagi di sosok Kyunnie yang dewasa. Sungmin merasa bersalah sudah mengabaikan Kyuhyun, ia tahu Kyuhyun pasti akan sangat nekad jika ia mengabaikannya. Tapi itu ia lakukan demi kebaikannya di sekolah ini.
Merasa pikirannya mulai kacau, Sungmin pun menggelangkan kepalanya dan meraih beberapa buku yang ada di mejanya. Membuka lembar perlembar halaman di buku itu. Sungmin merasa kaget ketika ada sesuatu yang tejatuh dari dalam buku itu. Selembar kertas tergeletak dilantai meja Sungmin. dengan sedikit membungkuk, Sungmin meraih lembaran itu dan membawanya ke meja kerja, membacanya dengan perlahan.
'Aku menunggumu di Stasiun hari Minggu. Aku akan terus menunggumu sampai kau datang, Ming..' isi surat itu.
Tanpa pikir panjang pun Sungmin tau jika surat itu berasal dari siapa. Cho Kyuhyun, ya.. namja pemaksa itu mengiriminya surat. Meminta Sungmin untuk datang menemuinya di stasiun hari minggu. Sungmin bersumpah, tidak akan pernah datang untuk menemui Kyuhyun di stasiun hari minggu.
.
.
.
Hari ini adalah hari Minggu, dimana semua orang sedang mengistirahatkan tubuhnya setelah seminggu penuh beraktivitas, termasuk Sungmin. ia merebahkan tubuhnya di sofa, bergerak-gerak gelisah seperti ada yang mengganjalnya. Ia pun terkadang duduk dan membaca buku. Tapi ada yang membuatnya tidak nyaman, entah apa Sungmin pun tak tau.
Sungmin melihat sebuah laptop yang tergeletak di atas meja, ia langsung menyambar laptop itu dan membukanya. Mencari hiburan agar ia tak merasa gelisah seperti ini. Tapi entah apa yang sedang ada di pikirannya, ia teringat seseorang. Seseorang yang pasti sedang menunggunya di stasiun. Ia membatin, apakah Kyuhyun akan menunggunya, apa Kyuhyun masih menunggu kedatangannya. Sungmin berusaha tak menghiraukannya, tak memikirkan Kyuhyun sama sekali.
Hari semakin lama semakin siang, jam sudah menunjukan pukul 12 siang, Sungmin gelisah ia setiap kali melirik jam yang ada didekatnya, tapi ia berusaha tak mengindahkan keberadaan jam itu.
Hari sudah semakin sore, langit sudah mulai gelap, Sungmin mulai khawatir terhadap Kyuhyun. Ia melihat ke arah jendela dan menemukan langit yang sudah menangis. Kota Seoul diguyur hujan lebat, Sungmin benar – benar memikirkan Kyuhyun sekarang. Ia pun dengan langkah pasti keluar dari apartemennya dan menyusul Kyuhyun. Membawa payung dan mantel tebalnya.
.
.
.
Sungmin berjalan seorang diri menyusuri jalanan yang becek karena hujan deras. Dengan tangan menggenggam payung ia membatin. Wajar saja ia menyusulnya, toh Sungmin guru dan Kyuhyun murid. Sungmin mengkhawatirkan Kyuhyun karena status mereka, hanya itu alasan Sungmin mau menysul Kyuhyun.
Setelah lumayan lama berjalan, Sungmin pun sudah sampai di stasiun. Ia edarkan pandangannya ke setiap sudaut. Tapi, tak ada seorang pun yang mirip dengan sosok itu. Sosok yang Sungmin khawatirkan karena ia ada muridnya.
Sungmin tidak marah karena tak menemukan Kyuhyun disana, ia memakluminya. Wajar saja Kyuhyun sudah tidak ada, karena sudah lewat 8 jam dari waktu janjian mereka. Tidak mungkin bocah itu masih menunggunya, batin Sungmin.
Dengan perasaan tenang dan sedikit bersalah, Sungmin pulang dengan tangan kosong.
.
.
.
"Hmmm.. basah deh. Hujan lebat sih wajar saja jika sebasah ini," Ucap Sungmin setelah sampai di depan pintu apartemennya.
Padahal Sungmin merasa sedikit kesal ketika tak menemukan bocah itu di stasiun. Walaupun tak ia tunjukan kekesalan itu. Selebat bayangan Kyuhyun lewat di otaknya. Apakah Kyuhyun menunggu sampai hujan dan dia pulang ketika Sungmin tak datang? Semua pertanyaan mulai berkecamuk di dadanya. Mestinya dengan begini Sungmin bisa membuat Kyuhyun menyerah. Entah lah, Sungmin bimbang.
Ia membuka kenop pintu itu dan mulai masuk ke apartemennya. Sedikit terkaget ketika membalikan tubuhnya melihat sesosok mata kelam sedang berdiri menatapnya tajam. Kyuhyun, Cho Kyuhyun ada di apartemen Sungmin.
"Kyuhyun!"
BRUAGH!
Kyuhyun berlari kearah Sungmin. menerjang tubuh Sungmin dan menindihnya di lantai yang dingin. Mengunci tubuh Sungmin dengan tubuhnya.
"Kenapa ? kenapa kamu bisa ada disini,?" Tanya Sungmin panik. Ia merasakan tak nyaman di sekujur tubuhnya. Tubuh mereka sangat ramat dan benar – benar panas. Padahal di luar sedang hujan.
"Bicara apa kau..dari sejak pagi aku selalu di bawah apartemenmu, aku juga tadi melihatmu berjalan kearah stasiun dengan payung. Aku juga melihat wajahmu saat mengetahui aku tak ada di sana. Kau tau Ming, aku bahagia sekali saat melihat wajah sedihmu saat tak melihatku di stasiun tadi. Kau pasti sedih karena tak melihatku menunggumu kan?"
"Itu tidak Mung..."
"Manusia memang akan selalu marah kalau sudah tertangkap basah." Potong Kyuhyun
"Kenapa kau bisa ada di apartemenku,?" Sungmin berusaha mengalihkan pembicaraan. Ia menggeliat tak nyaman ketika posisi mereka menjadi sangat dekat. Saling menggesek dan itu sungguh menggairahkan.
"Karena jika aku menunggumu di stasiun, kau akan berkata 'Pulang lah, sebagai guru aku mengkhawatirkanmu' yakan,? Kau tau Ming, aku tidak suka melihat wajahmu sebagai guru. Aku ingin melihat 'Sungmin-ku' yang bisa ku lihat selama 8thn ini." Dengan ucapan Kyuhyun tadi, Sungmin terdiam. Ia tak dapat membalas perkataan Kyuhyun yang tepat sasaran. Kenapa? Karena Sungmin pasti akan menyuruh Kyuhyun pulang sebagai guru yang mengkhawatirkannya, bukan sebagai Sungmin yang selalu Kyuhyun rindukan.
Tangan Kyuhyun mulai bergerak. Ia meraih dan menautkan kelima jarinya di jari Sungmin. menggenggam tangan dingin Sungmin karena kehujanan tadi. Berusaha menghangatkan Sungmin.
"Maaf, sebenarnya aku ingin bersikap lebih lembut padamu karena sebagai ganti 8thn tanpa ada aku di sisimu." Kyuhyun menarik tanga Sungmin dan menciumnya. " Tapi, maafkan keinginanku yang berubah. Aku ingin melihatmu menangis dan marah karena aku. Mungkin aku memang tak tau siapa saja mantan – mantanmu. Lebih tepatnya aku tak mengetahui dirimu yang sebenarnya." Kyuhyun meraih wajah Sungmin untuk sedikit mendekat kewajahnya. "Aku ingin, MENYIMPAN DIRIMU HANYA UNTUKKU DAN MILIKKU SEORANG, Ming." Ucap Kyuhyun telak di akhiri dengan ciuman yang sangat panas.
Kyuhyun melumat bibir berbentuk M itu. Menjilat dan memasukan seluruhnya kedalam mulutnya. Menyesap rasa manis yang tak akan pernah hilang dari bibir pouty itu. Sungmin tak bisa menolak, ciumannya begitu menggoda dan menggairahkan. Ia hilang kendali dan menerima saja serangan Kyuhyun.
Tanpa Sungmin sadari Kyuhyun meraih pergelangan tangan Sungmin dan menariknya ke belakang.
"AKH! Kyuhyun... TIDAK! AKH!" Jerit Sungmin kesakitan dan melepaskan ciumannya. Mata Sungmin mulai tak normal. Ia tak bisa melihat dengan benar. Semua pandangan menjadi utih dan lama kelamaan menggelap. Sungmin tak sadarkan diri.
.
.
.
Sungmin POV
Mataku perlahan terbuka, merasakan pegal disekujur tubuhku. Aku sedikit membalakan mataku ketika melihat Kyuhyun berada disamping ranjangku. Menatap ku yang sedang terikat. Ya, terikat. Ia mengikatku kemarin. Menarik tanganku kebelakang dan mengikatnya erat. Ini begitu menyakitkan dan sangat pegal. Ia menatapku dengan tatapan lembut bibirnya tersenyum dengan sangat lembut. Aaah.. ia memang tampan, tapi sangat gila.
"Selamat malam Ming. Kau sudah bangun,? Wajah mu cantik sekali ketika sedang tidur. Kau begitu menggairahkan. Ngomong – ngomong, sakit tidak,? Pegal tidak,?." Ucap nya seduktif.
"Apa yang membuatmu tetap menyukaiku selama 8thn ini,? Bukankah banyak siswi yang manis di sekolah. Bukan namja seperti aku yang kau kejar.!"
"Apa ya...aku sendiri tak tau kenapa bisa tergila – gila seperti ini padamu. Itu juga hal yang ingin sekali ku ketahui, Ming. Tapi walaupun begitu, aku tak mengiraukannya karena yang terpenting hanya ada kau dihatiku." Kyuhyun menciumkulagi. Lebih lembut lebih berperasaan. Ini menghangyutkan ku.
"Nghhh...Eunghhh" Aku mengerang nikmat. Dia memainkan lidahnya didalam rongga mulutku. Mengabsen semua penghuni seperti memperkenalkan diri. Aaah, aku mendesah menikmati permainannya.
"Nghhh..."
"Ming..."
"Nghhh.. Nghhh"
"Ming..."
"Nghh..."
Hentikan.. kumohon hentikan ini. Jangan menciumku selembut ini.
"Nghh.."
Kyuhyun melepaskan tautan bibirnya di bibirku. Membiarkan aku bernafas karena terengah. Ini benar – benar menggoda. Ciumannya bisa membuatku keluar tanpa harus bermain.
"Hei Ming..kakimu kedinginan ya,?"
Kyuhyun mengangkat kakiku. Mendekatkan jari – jari kakiku ke bibirnya.
"Jangan Kyuh.."
Aku memprotes saat ia menjilati semua sela – sela di jari – jari kakiku.
"Ngh.. Kyuh! Jangan jilati kakiku..nghh.."
Kyuhyun terus saja menjilatinya, padahal aku sudah melarangnya. Sesuatu membasah dan mulai terbentuk. Aku tragsang akan sentuhannya. Ya tuhan.. ada apa dengan tubuhku? Kenapa aku terangsang hanya dengan jilatan dan sentuhannya saja. Ini benar – benar menjijikan. Tubuhku menjijikan.
"Nghh...Kyuhhyuunnhhh.."
"Aku.. sangat menyukaimu Ming.." Ucapnya disela – sela jilatannya. Ini geli dan sangat panas. Seperti ada yang menggelitik diperutku. Aaaah.. au tak kuasa lagi.
"Suka.. Aku suka sangat suka dirimu Ming.."
"Ahh.."
Kyuhyun menaikan intensitas jilatannya. Ia menjilat semua permukaan kakiku. Sedikit demi sedikit ia juga menurunkan celana panjangku. Memperlihatkan boxer putih yang menjadi pembungkus si kecil. Ia menjilati kakiku, pahaku, dan semuanya. Ini terasa menggairahkan dan bisa membuatku hilang kendali.
"Nghh.. jangan Kyuuhh.."
"Suka.. Aku suka kau Ming.."
Ia memperlakukanku tak seperti bisa. Ia memanjakanku. Ia membuatku gila dengan rangsangannya. Aku memohon padanya untuk bersikap kasar, tapi ia tak mendengarkan permintaanku. Ia semakin melanjutkan kegiatannya meraba dan menjilat seluruh tubuhku. Kemeja ku pun sudah terbuka dan memperlihatkan nippleku yang sudah menegang hebat. Ia menyentuh dan menyentilnya lalu mengecupnya sedikit tanpa menghisap dan menjilat.
Ia terus menyuarakan dan meneriakan perasaan sukanya padaku. Mengatakan begitu sangat mencintaiku tanpa memberhentikan jilatannya ditubuhku. Kalau begini terus, aku takut.. aku takut perasaannya masuk kedalam hatiku. Selain itu karena aku guru dan dia murid. Ia juga 2thn lebih muda dariku.
Jika seperti ini terus, aku akan semakin tenggelam dalam perasaan Kyuhyun. Kumohon jangan sebut namaku dengan nada selembut itu. Aku bisa gila dan tak dapat menahan semuanya.
Sungmin POV END
.
.
.
~To Be Continue~
.
.
.
.
Hau.. hau...
akhirnya update juga . #ditimpuk reader
mianhae ne untuk segala keterlambatan, segala typo dan segala hal yang berantakan dari FF ini. jika ada yang tidak berkenan, reader sekalian boleh bashing saya dengan sesuka hati anda. saya terima karena saya sangat NEWBIE dan masih butuh bimbingan ^^
.
.
ngerti ga sama jalan ceritanya?
aku bikin Kyu serem ya?mianhae, dikomiknya karakter cowo emang sangat posesif banget. -_- semoga reader suka ya sama Kyu yang psyco _
.
.
gomawo sama yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca da meriview Fic abal ini ^^
aku senang looh ^^ aku juga berterimakasih sama yang sudah baca ga riview tapi mengikuti cerita ini ^^ makasih bnyak ne *peluk hangat.
.
.
absen sama yang udah mampir yuuuk dichap 2 kemarin ^^
.
.
Thanks to : fishyank, DANHOBAKMING1, Momoshfly2401, nannaa, desi2121, chiikyumin, , fitriKyuMin, Guest, Miyoori29, MissELFVIP, Yefah KyuminShippClouds, reaRelf, , nahanakyu, 333LG, maria8, kyuminring, 137Line, Me Naruto, kim eun neul, Rosa Damascena, Qhia503, ChoJhiMin, fifian160, HeeYeon, revaelf, kyumin4ever, nandaLJ137, ammyikmubmik, Choi sila, dessykyumin, Qniee love nest, Fariny, horsiwon, astia morichan, Adelia Santi, ChoKyunnie, Kyurin Minnie, , Cho Kyuri Mappanyukki, Saeko Hichoru, Guest, Kara Choi, Fishy, mingmiuu, dan sun young.
.
ada yang ga kesebut,? boleh protes ^^
.
TERIMAKASIH SUDAH MAU BACA, HATUR NUHUN ^^
SEMOGA BERTEMU LAGI DI CHAPTER SELANJUTNYA ^^ PAI PAI *poppo KyuMin .
