I Love You, Miss Snape !
Part 2
Hari ini, Draco ada jadwal untuk latihan Quidditch. Tapi ia terlihat sama sekali tak bersemangat. Ia masih memikirkan hubungannya dengan Abby. Ia berjalan menyelusuri koridor Hogwarts dengan pandangan kosong sambil membawa sapu terbangnya. Tanpa sengaja. Ia menabrak seseorang. Tak lain adalah Edmund.
" Heyy. Santai saja, Dude. "
Ucap Edmund yang hampir terjatuh.
" Ouchh. Maafkan aku, Ed. Aku tidak melihat mu. "
Ujar Draco. Edmund terdiam menatap mata Draco dengan tajam. Draco bingung.
" Ada apa? "
" Tak usah terlalu mementingkan Tim. Biar aku dan Abby yang bicara padanya tentang hubungan kalian. "
Ucao Edmund.
" Maksudmu? "
Draco terlihat bingung dengan ucapan Edmund.
" Aku tahu. Kau memikirkan hubungan mu dengan Abby yang tak direstui Tim, Bukan ? "
Draco terdiam. Bagaimana Edmund bisa tahu apa yang ada difikirannya itu.
" Umm. Yaaa. Aku … "
" Tim memang seperti itu. Terlalu mengekang adiknya untuk memiliki hubungan romantis dengan orang lain. Tapi tenang. Aku dan Abby akan membuat Tim yakin bahwa kau serius dengan Abby."
" Kau tidak bercanda kan? "
" Tidak, Malfoy. Aku juga tahu. Abby sangat mencintaimu. Dan aku tak ingin melihat Abby sedih karna hubungannya dengan kau tidak direstui Tim. "
Draco tersenyum mendengar ucapan Edmund.
" Terimakasih Ed.. "
" Sama-sama. Ohh, aku harus menemui Professor Slughorn. See you, Drake. "
Pamit Edmund dan meninggalkan Draco. Draco sedikit lega atas sedikit pertolongan yang akan diberikan Edmund. Semoga saja Tim bisa memberikan kepercayaann pada Draco.
Di Ruang Rekreasi Ketua Murid
Draco tampak tengah bersiap untuk makan malam di Aula Besar. Ia sudah mengenakan jubah dan menyisir rambutnya. Matanya terlihat lelah karena latihan Quidditch tadi. Ia pun keluar kamarnya dan mendapati Hermione yang tengah terdiam memandangi perapian. Draco mendekat.
" Hey Mione. Kau tak ingin bergabung dengan yang lain di Aula Besar? "
Tanya Draco. Hermione hanya menoleh sebentar, dan memandangi perapian lagi. Draco pun duduk disamping Hermione.
" Ini soal Ron lagi, bukann ? "
Hermione menghela nafas panjang.
" Yaaa. Sudah berulang kali Ron membuat aku menangis. Aku fikir. Aku akan memutuskannya. "
Ucapan Hermione membuat Draco kaget.
" Hah? Kau dan Ron sudah satu tahum berpacaran. Dan aku tahu, Ron sangat mencintaimu. "
" Tapi aku tidak tahan. Dia selalu melukai hati ku. "
Air mata Hermione pun terjatuh. Draco iba.
" Aku sangat menyayangi Ron. Tapi hati ku sudah tak tahan lagi. "
Tangisan Hermione makin lama makin jadi. Draco pun mengelus punggung Hermione.
" Sudahlah Mione. Aku mengerti perasaan mu. Lebih baik, kau berbicara baik-baik dengan Ron. Bagaimana dengan hubungan kalian kedepannya."
Ucap Draco. Hermione menghapus air matanya. Dan berdiri.
" Aku ingin beristirahat. Aku makan malam disini saja. "
Ucap Hermione seraya meninggalkan Draco diperapian.
Di Aula Besar.
Draco masuk ke Aula Besar. Disana para murid sudah berkumpul untuk makan siang. Ia pun berjalan menuju meja Slytherin. Dari Meja Gryfindor, Abby tersenyum padanya. Draco membalas senyumnya. Draco pun duduk di samping Blaise.
" Hey Drakie "
Teriakan melengking itu mengganggu kuping Draco. Tak salah lagi. Pansy Parkinson. Gadis itu masih saja mengejar cinta Draco.
" Ada apa Pans? "
Ucap Draco malas.
" Untuk pesta tahun ini, kau sudah mendapat pasangan? "
Pesta? Astaga. Draco lupa kalau satu minggu lagi ada pesta tahunan Hogwarts.
" Pasangan? "
" Yaaa. "
" Umm. Sudah… Maksud ku.. Belumm. Tapi …. "
" Ohh, bagus. Kalau begitu, pergilah dengan ku. "
Ucap Pansy berharap penuh pada Draco.
" Umm. Aku sudah berniat mengajak seseorang …. "
Pansy memasang wajah sedih.
" Ohh, Drakie. Please… "
" Maaf Pans … "
Ucap Draco dan mengalihkan pandangannya pada Blaise.
" Lama sekali kau turun. "
Ucap Blaise.
" Ahh. Aku tadi menenangkan Granger yang menangis terus karena Weasley. "
" Hahahaha. "
" Mengapa kau tertawa? "
" Belakangan ini mereka selalu bertengkar. Aku yakin, hubungan mereka tak akan lama lagi. "
Ucap Blaise. Draco hanya mengangkat bahunya.
Dari meja Gryfindor, Abby terlihat sedang tertawa-tawa dengan teman seasramanya. Draco tersenyum memandangi Abby penuh arti. Abby pun sadar, kalau ada yang memandanginya dari kejauhan. Ia pun menoleh kea rah Draco dan kini saling berpandangan. Harry yang melihat Abby tersenyum sendirian bingung. Ia pun menoleh keaarah Draco.
" Abb … "
Panggil Harry. Abby masih terdiam memandangi Draco.
" Abby … "
Abby masih terdiam. Kini Ginny, Dean, Seamus, dan Ron juga memandangi kedua orang itu.
" Abigail ! . "
Panggil Harry yang hampir setengah teriak. Abby kaget.
" Ada apa Harry? Tak usah berteriak. Aku bisa mendengar mu … "
" Ohh ya. Aku sudah memanggilmu dua kali sebelumnya. "
" Ahh. Masa … "
" Iyaa. Tapi ka uterus saja memandangi Draco sambil tersenyum. "
Goda Harry.
" Aku? Memandangi Draco sambil tersenyum? Ahahaha. "
" Tak usah bohong, Abb. Jujur saja. Kau jatuh cinta padanya ?"
Pipi Abby memerah.
" Sudah lah. Ayo kita makan. "
Abby mencoba mengalihkan pembicaraan. Tapi teman-temannya masih memandanginya.
" Ayo lahh. Jangan terus memandangi ku seperti itu. "
Mohon Abby.
Akhirnya mereka pun melahap makanannya.
" Heyy. Dimana Hermione? "
Tanya Ginny. Ron celikungan mencarinya.
" Dia tidak turun dari ruang rekreasi ketua murid. "
Ucap Dean.
" Apa dia masih marah pada ku? "
Tanya Ron.
" Sepertinya …. "
Ucap Ginny.
Ron terdiam.
" Bicaralah padanya Ron. Hampiri dia di Ruang Rekreasi Murid. "
Saran Harry. Ron pun setuju dengan ide Harry.
" Baiklah.. "
Mereka pun meneruskan makan malamnya.
0o0o0o0o0o0o0o0o0o
Draco berjalan menyelusuri koridor dengan santai. Hingga langkahnya terhenti saat mendengar teriakan Ron yang memanggil namanya. Draco pun memutar badannya.
" Ada apa, Ron ? "
" Umm. Apakah aku bisa bertemu dengan Hermione di ruang rekreasi? Tolonglah. Aku ingin menyelesaikan masalahku dengannya. "
Draco sedikit berfikir.
" Baiklah. "
Ucap Draco dan langsung berjalan yang diikuti Ron.
Draco dan Ron sampai diruang Rekreasi Ketua Murid. Terlihat Hermione yang sedang melamun. Ron menghampirinya.
" Mione … "
Hermione menoleh malas.
" Apaa. "
Ketus Hermione.
" Ayolah Hermione. Aku tak sanggup berlama-lama bertengkar dengan mu .. "
Ucap Ron yang langsung berterus terang.
" Kau yang memulai. "
" Aku minta maaf. "
" Kau sudah sering melakukan kesalahan Ron. Berulang kali kau berminta maaf. Berulang kali aku memaafkan mu. "
" Tapi kali ini aku bersungguh sungguh, Mione. "
" Sudah lah Ron. Aku butuh waktu untuk sendiri.,… "
Ucap Mione. Ron terdiam.
" Tapi.. Kau mau kan menjadi pasangan ku di pesta dansa.. "
Tanya Ron penuh harap. Hermione diam seperti sedang berfikir.
" Pasangan mu? Dipesta dansa? Maaf Ron. Sudah ada yang mengajak ku dan aku berkata iya. "
Ron terdiam sedih.
" Siapa yang mengajak mu ?"
Tanya Ron.
" Ummm … "
Hermione berfikir keras.
" Malfoy. Yaaa. Dia yang mengajak ku.. "
Draco dan Ron sama sama kaget mendengar ucapan Hermione.
" Malfoy? "
Tanya Ron dan memandangi Draco dengan tatapan kesal.
" Akuu ? "
Draco bingung dan melihat ke Hermione yang memberikan isyarat pada Draco untuk berkata iyaa.
" Umm yaa. Aku yang mengajaknya. "
Ucap Draco dengan nada ragu. Ron terdiam dan bangkit.
" Baiklah. Aku kembali dulu. "
Ron berjalan dan dengan sengaja menabrak bahu Draco hingga hampir terjatuh. Setelah Ron pergi. Draco mendekati Hermione.
" Mione ! mengapa kau membawa nama ku? Kau akan merusak pertemanan ku dengannya. "
" Ohh Draco. Maaf. Aku bingung harus menyebut nama siapa.. "
" Tapii.. Bagaimana kalau ….. "
Draco menghentikan bicaranya.
" Kalau apa? "
Draco terdiam.
" Ahh. Sudahlah. Aku lelah. Aku ingin tidur. "
Draco pun pergi meninggalkan Hermione.
Draco menghempaskan tubuhnya di kasur. Ia berfikir. Apa yang harus ia katakana pada Abby kalau Ron memberitahunya? Apakah Abby akan marah? Pasti.. Hermione menjadi daftar hitam Abby setelah dia digosipkan berpacaran dengan Draco. Draco memutar otak. Apa yang harus ia katakan pada Abby. Hufftt….. Situasi yang menyulitkan.
Diruang Rekreasi Gryfindor.
Ron masuk dengan langkah terburu buru dan langsung duduk di sofa. Ia masih terlihat menahan amarah. Ginny dan Harry yang melihat Ron, langsung bingung.
" Ada apa Ron? "
Tanya Adiknya itu.
" Kau terlihat sedang marah. "
Ucap Harry. Ron langsung memandang keduanya dengan tatapan kesal.
" Yaa. Aku marah. Sangat marah. Dan aku kesal. Sangat kesal. "
" Ceritalah.. "
Ucap Ginny. Tak lama, Abby datang.
" Ada apa? "
Tanya Abby yang sedang meminum jus labu. Ron memandangi Abby dengan kesal juga. Abby bingung.
" Hermione tidak memaafkan mu? "
Abby mencoba menebak.
" Yaaa. Lebih parahnya lagi. Dia tidak akan menjadi pasangan ku di pesta dansa. "
" Kenapa ?"
" Seseorang sudah mengajaknya. Dan kau tahu, siapa yang mengajaknya? "
Ginny, Harry dan Abby menunggu kelanjutan omongan Ron.
" Malfoy …. "
Ginny, Harry dan Abby kaget. Terutama Abby. Matanya hampir melompat keluar saat Ron menyebut nama Malfoy.
" Malfoy? Dan Hermione jawab yaa? "
Tanya Ginny.
" Tentu saja ! "
Ucap Ron kesal.
Abby terdiam. Matanya berkaca-kaca. Ia tak sanggup menahan air mata dan langsung berlari kekamarnya.
Air mata Abby terlah terjatuh. Ia duduk disamping kasurnya. Ia mengambil bingkai foto yang ada di laci. Foto bersama dirinya bersama Draco. Abby terdiam. Tak lama, Ginny menghapiri Abby yang terdiam. Diambilnya bingkai yang dipegang Abby. Ginny kaget. Foto Abby dan Draco yang terlihat begitu mesra.
" Kau ? dengan Malfoy? "
" Yaa. Aku dan dia sudah dua tahun berpacaran. "
" Tapi … "
" Tapia pa? aku tidak seperti berpacaran dengannya? "
" Yaa. "
" Aku dan dia sepakat untuk merahasiakan hubungan kami. "
Ginny terdiam. Dan mengusap punggung Abby.
" Teganya Draco mengajak Hermione ketimbang aku pacarnya … "
" Sudahlah. Besok aku akan berbicara pada Draco. "
" Tak usah Ginn. "
" Tapii … "
" Sungguh. Tak usah. Aku saja yang menanganinya. "
Ginny menghela nafas. Abby masih meneteskan air mata.
0o0o0o0o0o0o0o0o0
Abby berjalan di koridor menuju ruangan Professor Slughorn. Ia ada janji dengan Professor itu untuk menyelesaikan tugasnya. Tiba tiba …
" Abby …. "
Panggil seseorang dari belakang. Abby memutar badannya.
" Blaise? "
Blaise menghampiri Abby dan sekarang berdiri dihadapannya.
" Umm. Abb. Kau tahu… Pesta dansa akan dimulai dalam waktu seminggu ini. "
" Umm. Yaa. Ada apa Blaise. "
" Kau sudah dapat pasangan? "
Abby hanya menggeleng.
" Bagaimana kau pergi dengan ku? "
Abby terdiam. Ia mencoba menolaknya dengan halus.
" Umm. Aku sebenarnya tidak ingin datang kepesta itu. "
Ucapan Abby membuat Blaise terdiam sedh. Abby hanya tersenyum merasa bersalah. Lalu, ia mendapati Draco yang sedang berjalan ke arahnya. Draco sudah tersenyum pada Abby. Tapi Abby mengalihkan pandangannya ke Blaise.
" Tapi. Jika kau yang mengajak. Aku akan pergi… "
" Jadi …. "
" Yaaa. Aku akan pergi ke pesta dansa dengan mu. "
Blaise hampir meloncat kegirangan. Abby tersenyum dan melirik Draco yang terdiam mematung tak jauh darinya.
" Maaf Blaise. Aku harus pergi … "
Pamit Abby dan pergi.
Blaise memutar badannya berulang kali karena senang dan langsung menghampiri Draco.
" Kau tahu? Abby mau menjadi Partner ku di pesta dansa. "
Ucap Blaise senang.
" Ya. Aku sudah dengar tadi."
Ucap Draco ketus dan meninggalkan Blaise yang bengong karena sikap ketus Draco padanya.
Beberapa jam kemudian …
Draco menunggu Abby di koridor. Ia menyender di dinding sambil memainkan bola kasti ditangannya. Tak lama, Abby keluar dengan wajah suntuk. Ia berjalan melewati Draco. Sengaja ia tidak menyapa kekasihnya tersebut.
" Abby . "
Panggil Draco. Abby tak menghiraukan. Abby malah mempercepat langkahnya.
" Abby .. "
Abby terus menghindar. Draco pun menarik lengan Abby, kini wajah mereka saling bertatapan.
" Kenapa kau ? "
Tanya Draco.
" Kenapa aku? Seharusnya aku yang bertanya padamu. "
" Kau masih bertanya aku kenapa? Aku cemburu ! Kau pergi ke pesta dansa dengan Blaise ? "
" Kalau iya? apa masalah untukmu ? "
" Masalah untukku? Sangat bermasalah. Kau ini pacarku. Tapi kau setuju dengan tawaran laki-laki lain yang memintamu untuk menjadi pasanganmu dipesta dansa nanti ? "
Ucap Draco semakin meninggi.
" Hah. Aku fikir kau tidak peduli. Bukankah kau sudah mengajak Granger untuk ke pesta dansa. Aku fikirr, kau tak membutuhkan ku lagi untuk menjadi partner mu. "
" Granger? Ohhh. Pasti Ron yang memberitahumu. "
Abby terdiam.
" Granger hanya memanas-manasi Ron. "
" Dan kau setuju untuk memanas-manasi Ron dengan pergi ke pesta dansa dengannya? Tidakkah kau memikirkan aku saat itu? "
Draco terdiam mendengar ucapan Abby.
" Sudahlah Ron. Aku lelah. Aku mau istirahat. "
Abby berjalan meninggalkan Draco.
" Abby ! "
Abby tak menghiraukan Draco dan terus berjalan.
Draco mengusap wajahnya kesal.
0o0o0o0o0o0o0o0o0
Hari hari selanjutnya. Abby dan Draco belum berbicara lagi semenjak pertengkaran pertama mereka. Yang ada, mereka saling memanas-manasi satu sama lain.
Saat pelajaran Ramalan. Draco sengaja mendekati Hermione. Tentu saja itu membuat Abby panas dan juga memanas-manasi Draco dengan cara terus menempel dengan Blaise.
Saat makan malam juga. Abby memanas-manasi Draco dengan cara melemparkan senyum pada Blaise secara terus menerus. Draco benar-benar kesal dan meninggalkan aula besar.
Terakhir, Abby dan Blaise terlihat sedang tertawa bersama di koridor Hogwarts. Draco memandanginya dari kejauhan dengan tatapan kesal. Tak tahan, Draco langsung menghampiri Abby dan menarik lengannya.
" Aku ingin bicara dengan mu. "
Ucap Draco dan menarik tangan Abby. Abby meronta dan meminta dilepas cengkramannya yang begitu keras. Blaise yang tak suka dengan sikap kasar Draco, melepaskan cengkraman Draco pada Abby.
" Hey. Tak kah kau lihat ada aku disini ! "
Ucap Blaise kesal.
" Apa masalahmu. "
" Aku sedang berbicara dengan Abby, dan kau langsung menariknya dengan kasar? "
Blaise dan Draco saling berpandangan dengan tatapan benci.
" Sudahlah. "
Abby mencoba menengahi mereka dan menarik Blaise pergi. Tapi, tangan Abby ditarik oleh Draco.
" Abigail Snape ! Kau ini pacar ku. Tapi kau lebih memilih Blaise daripada aku ?"
Teriak Draco yang membuat Blaise dan seluruh murid yang menyaksikan mereka kaget. Abby menatap mata Draco dengan tajam.
" Kau juga lebih memilih Granger ketimbang aku ! "
Ucap Abby dengan kesal. Draco terdiam.
" Jadi…. Kalian …. "
Blaise mencoba meneruskan ucapannya tapi tangannya langsung ditarik oleh Abby.
" Ayoo Blaise. Kita pergi dari sini … "
Draco terdiam memandangi kepergian Abby dan Blaise.
0o0o0o0o0o0o0o0
Ga nyambung yaa? Hahaha. Maaf yaaa, lagi sakit. Jadi gak konek :P Ayo dong kasih masukan. Butuh banget masukan untuk next chapternyaa
Maaf juga terlalu lama. Karena bermasalah dengan media ngetiknya. Aku harus kewarnet untuk nulis cerita ini
Ditunggu reviewnya yaa
