Chalice07 : Yeeeeiy! Updateeee! Maaf jika update lama DX, soalnya saya lupa kelanjutannya gara-gara keasyikan di FF GC.

All Chara GC : Jadi ini salah kami gitu? *nyiapin senjata*

Chalice : *ngumpet* bu-bukan begitu... gomenansaaaai... *sujud-sujud*

All Vocaloid : *sweadropped*

Neru : nah, silakan berlama-lama sama chara-chara FF GC itu...

Len & Rin : dan jangan kembali lagi, Author-Sama~~~~

Chalice : jahaaaat! TT^TT, aku gak diinginkan sama chara-chara Vocaloid ini!

All Vocaloid : emang iya *innocent*

Len dan Rin : Dan kami tidak mau jadi kejam! Cuman gara-gara Fic gilamu itu! jadi hiatuskan saja Fic ini!

Chalice : TIDAAAAK! Katakan tidak untuk hiatus Trick and Treat! (Gaya Iklan mode : ON)

Len & Rin : '... kok merasa dejavu ya yang di iklan tivi...'

Chalice07 : sudahlah dibanding kebanyakkan acara bicara (?), kita mulai saja ceritanya XD.

Feed Back :

To Hikaru kisikane :

Benar mangsa baru XD, yang pasti makasih atas reviewnya ya XD.

Sudah update walau agak lama XD

.

To RyuunaChan :

Saya juga sempet ngebayangin Len and Rin Versi creepy *meleleh (?)*, yang pasti terimakasih atas Reviewnya XD.

Sudah muncul chapienya XD

.

To HaNiichan :

benarkah bagus? terimakasih banyak HaNiichan.

Terimakasih atas reviewnya ya XD.

Sudah update.

.

To Namikaze Kyoko :

Maaf saya kaga bales review anda, soalnya saya bingung mau bales kaya gimana.

anda kaga cerewet kok, tapi intinya terimakasih atas reviewnya XD.

Sudah update XD.

.

To Lady Dian Phantomhive :

Boleh, panggil cha-chan atau Chalice juga boleh X3.

Sudah lanjut walau lama dalam beberapa bulan XD.

Cerita terakhir? mungkin chapter depan atau kaga 2 chapter lagi.

benar kah? uwaaah! makasih XD saya bahagia.

Keren walau Gaje? hehehehe... memang saya gaje makanya ceritanya ikutan gaje XD.

Salam kenal, juga XD.

terimakasih atas reviewnya XD.

.

To Kagamine Juci-chan :

pas banget anda mereview saya lagi mengetik nih chap sudah mau bagian penutupnya XD.

Maaf saya kaga update-update soalnya saya males pindahin datanya ke komputer (soalnya komputernya habis di format)

Benarkah? terimakasih XD.

Sudah update~

Benarkah? mungkin saya kaga sengaja menambah humor, padahal saya mau membuat horror XD, yah... mungkin ini fic adalah fic pertama ku yang bergenre horror.

Anda tidak heboh kok.

Huwaaa... sudah ada 3 orang yang bilang keren... saya senang XD.

Sudah lanjut XD.

terimakasih atas reviewnya XD.

Chalice : Len! Rin! Disclaimer dan Warningnya!

Len : siapa yang disclaimernya, Rin-neesan?

Rin : Kamu aja disclaimernya, aku warningnya *makan jeruk*

Len : Disclaimer : Sampai dunia kiamat , Vocaloid bukan punya Chalice tapi Yamaha!

Rin : Warning : GaJe, Sarap, Kaganyambung, Typo, OOC, tidak memenuhi syarat EYD, bahasa beberapa campuran es campur (?), komentar author suka nyelip di cerita (?), Author sudah gila jadi berhati-hati atas penyakit gilanya menular, Horror yang gimana gitu yang tidak laku (?),dan aneh.

Chalice : Rated : M , soalnya ada bloodscenenya lebih jelas, dan yang tidak suka mohon klik back.

~Happy Reading~


"silakan duduk di sofa ini , Neru-sama" ucap Rin mempersilakan Neru duduk di sofa yang mewah itu.

"ter,terimakasih... umm..." Neru kebingungan dengan orang didepannya.

"Rin" ucap Rin memperkenalkan dirinya.

"Len salam kenal , Neru Akita." ucap Len sambil memberi hormat ala butler.

"sal,salam kenal juga , Len, Rin." Ucap Neru.

"aku akan membuat minuman, mau minum apa atau mau makan apa, Neru-sama?" tanya Len.

"umm... aku mau jus dan kue coklat" ucap Neru.

"baiklah aku akan ke dapur dulu, permisi dulu , Neru-sama" setelah memberi hormat Len segera kedapur.

Setelah Len hilang dari hadapan mereka, Rin langsung menarik tangan Neru.

"Eh?" Neru sontak kaget melihat Rin langsung menariknya.

"ayo kita jalan-jalan menulusuri villa ini, pasti kau tidak tahu tempat-tempatnya" ucap Rin ambil menarik Neru.

"i,iya..."

Neru dan Rin menulursuri Villa tersebut walau mereka tidak masuk ke dalam ruangan kecuali dapur, Kamar mandi, kamar untuk Neru, ruang tamu , Ruang makan.

"nah, sudah semuanya~" ucap Rin "ayo kita balik ke ruang tamu~" ajak Rin.

Neru terus menatap 1 pintu di ujung ruangan yang belum di perkenalkan Rin.

Pintu itu kelihatan sudah tua, terbuat dari kayu, dan cukup kelihatan menyeramkan bagi Neru

'pintu itu kelihatan menyeramkan tapi bikin penasaran... pintu itu juga belum dijelasin Rin apa itu" pikirnya.

"Rin" panggil Neru.

"ya?"

"pintu itu... ruangan apa?" tanya Neru.

"ruang bawah tanah, dan kusaranin kau jangan masuk atau kau akan mati" nasehat Rin dengan seringai "ayo kita ke ruang tamu , Neru" ajak Rin dan seringainya diganti senyuman manis.

"o,oke..." Neru ketakutan saat melihat seringai Rin.

Dan mereka segera ke Ruang tamu.

Neru masih penasaran dengan pintu tersebut.

' pintu apa itu? dan kenapa aku tidak boleh masuk ya?' pikirnya sambil meminum jus yang dibuat Len.

Rin dan Len saling pandang.

"Neru-sama, pasti kau ngantuk dan kecapaian" ucap Rin.

"i,iya"

"biar aku antar ke ruangan mu" ucap Len dan mengulurkan tangannya.

Neru hanya menatap Len dan menjulurkan tangannya ke tangan Len.

Dan mereka segera kekamar untuk Neru.

"nah, selamat tidur Neru-sama" ucap Len sambil mencium tangan Neru.

"i,iya" Neru langsung blushing dan segera kekamarnya.

Neru langsung tertidur di ranjangnya tanpa mengetahui dibalik kegelapan terdapat Len dan Rin yang menatapnya dengan senyuman mengerikan.


-Pagi Harinya-

"Ohayouuuu~ , Neru-sama~" sapa Rin.

"Ohayou, Neru-sama" sapa Len.

"Ohayou, Rin-chan, Len-chan" Sapa Neru sambil bersiap mau pulang.

Neru berjalan terus ke pintu depan dan di belakangnya (jarak : 3 meter) terdapat Len dan Rin.

"Ne, kamu mau pulang?" tanya Rin.

"Iya, kan sudah pagi" ucap Neru.

"Tidak boleh" ucapan Len membuat Neru kaget.

"Eh? kenapa?" tanya Neru.

"Karena kau adalah bagian dari pesta merah kami" ucap Len.

"Pe, Pesta merah?" tanya Neru.

"Iya~~~ Saatnya memulai~~" ucap Rin.

Tiba-tiba di depan Neru muncul Rin, Neru menatapnya kaget.

"Saatnya mencicipin matamu yang indah itu~" ucap Rin dan memasukan tangannya ke dalam mata Neru.

"KYAAAAAAAAAAAAAA!" teriak Neru, dia berusaha mau menghentikan Rin cuman tiba-tiba badannya tidak bisa bergerak.

CRAT!

Rin mencabut mata Kiri Neru, banyak darah di tangannya dan di bola mata tersebut, Rin menjilat darah di bola mata tersebut. Neru yang melihatnya hanya ketakutan dan dia segera memegang knop pintu tersebut.

CKLEK! CKLEK! CKLEK!

"Kenapa tidak bisa di buka!" ucapnya dengan gusar.

"Percuma, rumah ini ada dibawah kendali kami~" ucap Rin.

Neru yang mendengarnya Segera melepaskan tangannya dari knop pintu tersebut dan segera lari menjauh dari Rin da Len.

"Dia kabur, Nee-san" ucap Len sambil menunjuk Neru yang lari.

"Tenang saja, dia walau bersembunyi di dalam rumah ini, cepat atau lambat akan di temukan" ucap Rin dan berjalan santai.

Len hanya diam dan mengikuti kakaknya.


Neru terus berlari dan berlari dengan ketakutan, Darah di 'tempat' matanya di bagian kiri berdarah banyak.

'Aku harus lari! ternyata rumor itu benar dan yang di maksud adalah mereka dan rumah ini!' batinnya ketakutan sambil terus berlari walau dia sudah kecapean.

Neru segera mengambil nafas dan di dekatnya terdapat pintu ke ruang bawah tanah. Neru yang melihatnya berpikir sebentar lalu dia segera masuk ke ruang bawah tanah tersebut.

'Pasti mereka tidak akan mengetahuinya kalau aku ada disini' ucap Neru dan terus berjalan.

sesudah berjalan beberapa menit dia menemukan sebuah pintu tua di depannya, dengan penasaran dia membukanya.

CKLEK!

Dia kaget dengan yang di depannya.

Banyak mayat yang berdarah-darah di situ di taruh dalam formasi bulat, di tengah-tengah formasi tersebut terdapat sebuah bola bercahaya yang mejanya yang transparan mengalirkan sebuah cairan berwarna merah.

'te, Tempat apa ini' batinnya kaget.

"Hee... ternyata ada yang beraninya masuk ke dalam ruangan pelindung tempat ini" terdengar suara mirip Len cuman sedikit mirip perempuan.

Neru segera membalikkan badannya dan menemukan dua orang berambut blonde, satu perempuan berambut ponytail dan satunya lagi laki-laki yang rambutnya di jepit 4 jepitan berwarna putih.

"Si, Siapa kalian!" ucap Neru kaget.

"Lenka, Bayangan Len, walau aku bayangannya tapi aku gender bendernya" ucap Lenka dan mendekati Neru.

"Rinto, sama dengan Lenka cuman aku bayangan Rin" ucap Lelaki itu, Rinto.

Neru terus mundur.

TUK!

Dewi fortuna tidak memihaknya, karena di belakangnya adalah tembok.

Neru terus ketakutan melihat Lenka terus berjalan mendekatinya.

"S-e-l-a-m-a-t t-i-d-u-r N-e-r-u A-k-i-t-a~~~" ucap Lenka.

Tiba-tiba banyak duri-duri tajam menusuk Neru dari belakang.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AA!" terdengar teriakan di dalam hutan tersebut.


Gadis berambut teal yang mendengarnya kaget.

'Me, Mereka sudah membunuh orang lagi...' batinnya.

"Miku?" panggil laki-laki berambut biru memanggil gadis berambut teal atau bernama Miku.

"Kaito" panggil Miku memanggil laki-laki biru tersebut.

"ya?"

"Aku akan menghentikan mereka" ucap Miku yang membuat Kaito kaget.

"A, apa?! bagaimana kalau kau mati?!" teriak Kaito.

Miku membalikan badannya ke Kaito.

"Karena dari awal mereka mengincar ku, cuman karena aku di bawah pelindunganmu mereka tidak bisa membunuhku, dan mereka mengorbankan semua orang yang masuk kehutan ini demi dendam mereka" ucapnya.

"Ta, tapi kau akan dibunuh mereka!" teriak Kaito.

"Kau tahukan kejadian 10 tahun yang lalu? mustinya saat itu aku sudah mati tetapi kau menolongku, mereka mengincarku... aku tidak tahu kenapa... mereka membunuh kakak, kaa-san dan otou-san ku" ucapnya dengan lirih dan menangis.

"Jadi... kau akan menghentikan mereka?" tanya Kaito dengan suara pelan.

"Iya" ucap Miku dengan tekad kuat

"Kau harus berjanji akan menemuiku terlebih dahulu dan harus selamat" ucap Kaito.

"Oke!" Miku segera pergi berlari.

"Semoga kau selamat, Miku... aishiteru" ucap Kaito pelan dan menangis.

Walau Miku menjadi pelindung hutan karena kekuatan kaito dan Kaito adalah pelindung hutan, dia menyukai Miku saat melihat Miku pada pandangan pertama.


Miku berdiri di suatu tempat, cuman sayangnya tempat itu tidak ada rumah sama sekali.

"Aku tahu kalian ada disini! tunjukan diri kalian! aku kan yang kalian incar! aku sudah ada disini!" teriak Miku dengan Lantang.

dan di depannya tiba-tiba muncul rumah, Pintu rumah tersebut terbuka dan muncul dua orang berambut sama.

"Selamat datang, Miku Hatsune" ucap mereka dengan senyum mengerikan.

"Heh, kalian benar-benar menyeramkan" ucap Miku dengan keringat dingin.

Rin dan Len hanya menanggapinnya dengan senyuman menyeramkan.

~TBC~


Chalice : hohoho... maaf jika nih Chapter lebih kaga jelas, soalnya ini kan cerita lama, dan saya melanjutkan Chap ini pas di tengah-tengah, maaf jika updatenya lama DX soalnya saya males pindahin datanya ke komputer soalnya kan komputernya habis di format dan dokumen ini saya pindahin ke hape tante saya, cuman lantaran males pindahin, lupa dan tante saya kerja mulu, akhirnya saya kaga update-update nih Fic, maaf DX.

Len : Ya, ya, ya...

Neru : Apaan ini! kok saya di bunuhnya sadis banget!

Chalice : Kaga apa lah =3=, malah bagus bukan?

Neru : *ngelempar hape bata ke chalice*

Chalice : *K.O*

Rin : Review ya XD.

Mind To Review?