Chalice : Oke, minna. bagian Miku ada dua Versi : Dia mati dan Hidup, tapi Chap ini saya mengambil Versi dia Mati nanti chap selanjutnya versi dia Hidup. Oke Sudah kan penerangannya? lanjut!

Feedback :

Harada Ayumi-chan :

iya, dari awal Miku lah yang diincar XD

Benar, kaito Romantis banget XD jadi iri (?) X3

Sudah update XD.

terimakasih sudah mereview~~~

.

Akane Machikana :

Benar kah? bagus lah XD, agar nih fic kaga terlalu menegangkan

ijinin fave? silahkan, saya kaga marah kok XD.

oke, saya sudah update XD.

terimakasih sudah mereview dan favnya~~~

.

Kagamine Juci-chan :

benar saya sudah update XD, Neru matinya sadis jadi kasihan? anda kasihan authornya kaga XD hahahaha *chalice di timpuk hape batu bata *

Benar, si Len dan Rin dari awal ngincer Miku , makanya mereka ngebunuh orang-orang buat mancing Miku XD.

setuju, siapa tuh yang cinta dalam pandangan pertama~? *chalice kena timpuk es balok*

sudah update XD.

terimakasih sudah mereview~~~

.

:

memang ini hampir mirip karena saya memodis sedikit ceritanya XD.

terimakasih atas reviewnya dan pujiannya~~~ .

Disclaimer : Vocaloid bukan punya chalice tapi, Yamaha dan Crypton future media.

Warning : GaJe, Sarap, Aneh, Kaga horror-horror amat, TYPO, tidak memenuhi syarat EYD, dll.

Rated : entah ini T atau M.

Note : Mungkin agak pendek ceritanya.

~happy Reading~


"Benar, kami memang menyeramkan dan kejam, karena itu kami membunuh orang-orang untuk memancingmu kesini" ucap Len dan Rin dengan seringai.

Len dan Rin segera menarik Miku kedalam Villa tersebut dengan secara paksa dan membuat Miku kaget.

BRAK!

Pintu tertutup dengan sendirinya setelah Miku sudah masuk ke dalam villa tersebut.

Miku hanya berkeringat dingin, apalagi mengingat kalau di depannya terdapat dua orang yang selama ini mengincarnya.

"Kau pasti kangen kan dengan villa ini?" ucap Rin.

Miku menoleh kearah Rin.

"Ya... Villa ini adalah Villa keluarga ku yang kalian bantai 10 tahun yang lalu, dan tempat ini lah kalian membunuh keluarga ku dan orang-orang yang masuk ke hutan ini, Kenapa kalian melakukan ini?!" ucap Miku dengan death glare.

Rin dan Len hanya tersenyum sinis.

"Kami membalas dendam ke kau, Miku-sama" ucap Len dengan senyuman tipis.

"Dendam?" tanya Miku.

"Benar, nah... Kau mau minum apa, Miku-sama?" tanya Len.

"Ak,Aku... Mau teh herbal" ucap Miku dengan ragu-ragu.

"Teh herbal? pakai racun (?) atau Gula?" tanya Rin mirip pelawak garing (?).

Miku hanya sweadropped mendengar perkataan Rin.

"Gu, Gula saja" ucap Miku ragu.

"Len, Gula!" perintah Rin. "Dan pakai Racun Kecoa (?)" lanjutnya.

Miku hanya sweadropped melihat gadis di depannya mau melawak atau beneran pengen ngebunuh Miku atau nakutin dia.

Len hanya diam dan pergi ke dapur.

"A, Aku ingin bertanya... ken, kenapa kalian dendam padaku?" tanya Miku dengan takut.

Rin yang mendengarnya hanya menyeringai dan membuat Miku tersentak kaget.

Rin berjalan mendekatin Miku, Miku terus mundur dan sayangnya di belakangnya terdapat tembok.

Rin sudah di depan Miku dan memegang pipinya.

"Kau akan tahu nanti," ucapnya dengan nada suara yang gelap.

Miku hanya berkeringat dingin dan mempunyai firasat buruk.

Rin melepaskan tangannya dari pipi Miku dan berbalik pergi ke sofa.

Miku hanya diam saja.


Malam harinya Miku diam-diam keluar dari kamarnya untuk mencari pelindung tempat ini.

Di suatu ruangan dia melihat ada cahaya, dia mengintip ada apa di dalam ruangan itu dengan cara membuka sedikit celah pintu tersebut.

Dia terkejut apa yang ia lihat, Len dan Rin sedang duduk di depan lilin dan bayangan mereka seperti bayangan boneka kecil.

'Ba, Bayangan itu!' batinnya.

Tiba-tiba Len dan Rin menghilang, Miku kaget mereka berdua menghilang.

"Benar, Kami adalah boneka itu, Boneka yang setia bersama mu bertahun-tahun, tapi KAU MEMBUANG KAMI KARENA KAMI SUDAH KELIHATAN KUNO DAN MENGGANTIKAN KAMI DENGAN BONEKA YANG MANIS DAN CANTIK ITU!" teriak Rin dan tempat itu menjadi gelap.

"A, Ada dimana aku?" ucap Miku ketakutan.

Tiba-tiba dia mendengar sebuah suara, di belakangnya. dia segera menoleh ke belakang dan menemukan Rin ada di belakangnya.

"M-I-K-U~ aku membawa sebuah bunga untuk mu~~" ucap Rin sambil memegang bunga mawar berwarna hitam.

"Eh?" Miku hanya berjalan mundur dengan ketakutan.

GREP!

Miku di tahan Len yang menatapnya dengan mata merah darah.

Rin entah kenapa matanya menjadi merah darah dan terus mendekati Miku.

Miku hanya diam dengan ketakutan.

'Cih! kekuatan yang di berikan Kaito hilang tepat saat aku masuk ke tempat ini!' batin Miku sadar kekuatannya tidak ada.

Rin sudah ada di depannya dan dia menaruh Bungan Mawar itu di dadanya.

JLEB!

Tangkai bunga itu menusuk jantung Miku, Miku jatuh ke tanah dengan bersimbah darah, Bunga mawar yang semula hitam kini menjadi merah darah seperti bunga itu mengisap darah Miku.

"Sudah selesai" ucap Len dan Rin yang menatap Miku yang 'mati' dengan bersimbah darah dengan senyuman menyeramkan.

"Len" panggil rin.

Len mengagguk dan menggendong Miku entah kemana dan ia menghilang.


Kaito berjalan entah kemana tapi menurut instingnya dia harus ke sebuah pohon besar di hutan itu.

DEG!

Jantung Kaito terasa berhenti ketika melihat Miku Tergeletak di dekat pohon besar itu dengan pakaian banyak darah dan di dadanya terdapat bunga mawar berwarna merah, di samping Miku terdapat 2 boneka berambut honey blond.

Kaito mendekati Miku dengan pelan.

"Miku..." ucapnya pelan sambil memegang pipinya.

Kaito menangis karena Miku sudah tiada.

"MIIIIIIIIIIKUUUU!" teriaknya sambil menangis, burung-burung (?) di hutan pada berterbangan karena teriakan sang Pelindung hutan tersebut.

~OWARI (?)~


Chalice : Sumpah bagian endingnya kaga jelas DX , Oh welll intinya terimakasih sudah membaca Trick and Treat ku~~ Akhirnya satu cerita multi chapku tamat! Bagi yang mau melihat Versi Mikunya hidup, Harap menekan tulisan next XD itu bagian Versi dia hidup alias selamat dan tentunya happy ending (?)~~~

Mind To Review?


~OMAKE~

Meiko dan Kaito ada di sebuah batu nisan di dekat Pohon besar tempat Miku meninggal di temukan Kaito.

"Aku mengerti jadi 'mereka' mengincar Miku ya" ucap Meiko.

Kaito hanya mengangguk menandakan 'iya'

Meiko menghela nafas, lalu ia menaruh sebuah bunga mawar berwarna Hijau (?) dan Biru

"Terimakasih kau sudah mengorbankan dirimu" ucap Meiko berbicara ke Nisan tersebut.

Kaito hanya diam saja dengan pandangan kosong.

"Hei, Kau jangan terlalu bersedih melulu, Dia sudah tiada dan bersedih tidak akan membuatnya hidup lagi!" ucap Meiko kesal.

Kaito hanya mengangguk menandakan 'iya'

Meiko hanya menghela nafas dan pergi.

"Aku pergi dulu, aku takut My Akaito (?) marah" ucapnya dan pergi meninggalkan Kaito.

Kaito hanya diam saja.

'Miku...' ucapnya lirih.

~OMAKE, END~


Mind To Review?