Chalice : Baiklah, kita mulai versi Miku selamat, Happy Reading~ bagian ini hampir sama dengan versi matinya cuman ada yang berbeda, harap senang membacanya~~~
Disclaimer : Vocaloid bukan punya chalice tapi, Yamaha dan Crypton future media.
Warning : GaJe, Sarap, Aneh, Kaga horror-horror amat, TYPO, tidak memenuhi syarat EYD, dll.
Rated : T (tidak ada bloodscene)
~happy Reading~
"Benar, kami memang menyeramkan dan kejam, karena itu kami membunuh orang-orang untuk memancingmu kesini" ucap Len dan Rin dengan seringai.
Len dan Rin segera menarik Miku kedalam Villa tersebut dengan secara paksa dan membuat Miku kaget.
BRAK!
Pintu tertutup dengan sendirinya setelah Miku sudah masuk ke dalam villa tersebut.
Miku hanya berkeringat dingin, apalagi mengingat kalau di depannya terdapat dua orang yang selama ini mengincarnya.
"Kau pasti kangen kan dengan villa ini?" ucap Rin.
Miku menoleh kearah Rin.
"Ya... Villa ini adalah Villa keluarga ku yang kalian bantai 10 tahun yang lalu, dan tempat ini lah kalian membunuh keluarga ku dan orang-orang yang masuk ke hutan ini, Kenapa kalian melakukan ini?!" ucap Miku dengan death glare.
Rin dan Len hanya tersenyum sinis.
"Kami membalas dendam ke kau, Miku-sama" ucap Len dengan senyuman tipis.
"Dendam?" tanya Miku.
"Benar, nah... Kau mau minum apa, Miku-sama?" tanya Len.
"Ak, Aku... Mau teh herbal" ucap Miku dengan ragu-ragu.
"Teh herbal? pakai racun (?) atau Gula?" tanya Rin mirip pelawak garing (?).
Miku hanya sweadropped mendengar perkataan Rin.
"Gu, Gula saja" ucap Miku ragu.
"Len, Gula!" perintah Rin. "Dan pakai Racun Kecoa (?)" lanjutnya.
Miku hanya sweadropped melihat gadis di depannya mau melawak atau beneran pengen ngebunuh Miku atau nakutin dia.
Len hanya diam dan pergi ke dapur.
"A, Aku ingin bertanya... ken, kenapa kalian dendam padaku?" tanya Miku dengan takut.
Rin yang mendengarnya hanya menyeringai dan membuat Miku tersentak kaget.
Rin berjalan mendekatin Miku, Miku terus mundur dan sayangnya di belakangnya terdapat tembok.
Rin sudah di depan Miku dan memegang pipinya.
"Kau akan tahu nanti," ucapnya dengan nada suara yang gelap.
Miku hanya berkeringat dingin dan mempunyai firasat buruk.
Rin melepaskan tangannya dari pipi Miku dan berbalik pergi ke sofa.
Miku hanya diam saja.
Malam harinya Miku diam-diam keluar dari kamarnya untuk mencari pelindung tempat ini.
Di suatu ruangan dia melihat ada cahaya, dia mengintip ada apa di dalam ruangan itu dengan cara membuka sedikit celah pintu tersebut.
Dia terkejut apa yang ia lihat, Len dan Rin sedang duduk di depan lilin dan bayangan mereka seperti bayangan boneka kecil.
'Ba, Bayangan itu!' batinnya.
Tiba-tiba Len dan Rin menghilang, Miku kaget mereka berdua menghilang.
Tiba-tiba tempat itu menjadi gelap.
Miku kaget entah ini ada dimana, seperti ruang hampa.
Di melihat ada cahaya di depannya.
sebuah gambar... seperti masa lalunya.
Miku melihat terus gambar itu yang menunjukkan masa lalunya.
Gambar Miku memeluk dua boneka dengan sayang dan terlihat dua boneka itu tersenyum bahagia. Dia melihat bertapa sayangnya ia dengan boneka itu, sampai suatu hari dia mendapatkan boneka yang begitu cantik, dan ia membuangnya dua boneka itu, terlihat boneka itu terlihat menangis.
Miku yang melihat gambar-gambar itu menangis.
Dibelakangnya terdapat Rin dan Len, Miku membalikkan badannya.
"Ka, Kalian..." ucapnya terbata-bata sambil menangis.
"Benar, Kami adalah boneka itu, Boneka yang setia bersama mu bertahun-tahun, tapi KAU MEMBUANG KAMI KARENA KAMI SUDAH KELIHATAN KUNO DAN MENGGANTIKAN KAMI DENGAN BONEKA YANG MANIS DAN CANTIK ITU!" teriak Rin.
"KAMI SELAMA INI BERSAMAMU! TAPI SEJAK ADA BONEKA BAGUS ITU KAU DENGAN SENANGNYA MENINGGALKAN KAMI! DAN PADA AKHIRNYA KAMI DI BUANG KE TEMPAT SAMPAH! kami... kami... sangat sedih..." ucap Rin dan Len sambil menangis.
Miku yang melihatnya segera memeluk mereka berdua.
"Maaf! maafkan aku! aku salah... maafkan aku... Aku juga tidak tahu kalian merasa di tinggalkan!" ucap Miku sambil menangis.
Len dan Rin yang di peluk Miku semakin menangis (Woy, kok jadi kaga horror =.='')
"Miiiku-chan..." ucap mereka bedua sambil menangis.
"HUWEEEEEEEEEEEEEEEEE!" dan... akhirnya tuh dua mahluk menangis dengan keras... mana image seremnya... =.=''.
Seketika tempat itu kembali ke semula alias berada di dalam Villa tersebut.
Kaito sedang bengong di dekat Sungai dengan tatapan hampa.
PUK!
Kaito merasa pundaknya di tepuk seseorang, Kaito segera menoleh kebelakang.
"Hai, Kaito. apakah kau khawatir dengan ku?" tanya Miku sambil tersenyum.
Kaito yang melihat Miku segera tersenyum dan memeluknya.
"KAU SELAMAT MIKU!" ucapnya senang sambil memeluk Miku dengan erat.
"Tentu saja, bukannya aku sudah janji akan kembali dengan selamat?" ucap Miku sambil tersenyum dan memeluk balik Kaito.
"Uwaaah! Kok disini merasa ada aura pink-pink ya?" ucap Rin sambil tersenyum iseng.
"Dan entah kenapa tempat ini kok ada lope-lope berjatuhan ya?" ucap Len sambil tersenyum iseng juga.
Kaito dan Miku segera melepaskan pelukan mereka, Kaito kaget dengan apa yang ia lihat.
"Mi, Miku..." panggil Kaito.
"Ya?" tanya Miku.
"Mereka... kok..." ucap Kaito gelisah.
"Tenang saja~~ aura gelap pada tubuh kita menghilang~ jadi kau kaga usah khawatir~~" ucap Rin dan Len dengan senyuman bak matahari.
"Umm... kalian tidak kembali ke bentuk boneka?" tanya Miku.
"Tidak,Tidak~~ kami lebih suka dalam bentuk ini, benarkan , Len?" tanya Rin.
Len mengangguk dengan riang. dalam hitungan beberapa detik Len dan Rin memegang tangan Miku.
"NE, Mikuuu-chan~~ apakah kami bisa menjadi adik angkat mu?" tanya Rin dan Len dengan puppy eyes.
"Eh?" Miku hanya kebingungan.
"Atau kaga, Jadi anak angkat mu?" Ucap mereka berdua denga puppy eyes yang sudah di update (?).
"Eh?! tapi a, Aku belum menikah... kok kal,kalian minta aku jadi ibu angkat kalian nanti?!" ucap Miku kelabakan.
Len dan Rin menunjuk Kaito, Kaito yang merasa di tunjuk hanya kaget.
"Bukannya, Miku-chan, suka dengan lelaki biru itu~~~" ucap mereka berdua dengan pandangan jahil.
Miku yang mendengarnya segera blushing
"MIIIKUU~~~ FIGHT! GOOOO!" ucap Len dan Rin dan mendorong Miku ke Kaito.
Kaito dan Miku yang berhadapan hanya blushing.
"Um... aku... menyu, menyukai mu... waktu kau menolong ku..dulu..." ucap Miku sambil blushing.
Kaito yang mendengarnya semakin blushing...
"A, Aku juga... dari dulu suka dengan mu... sejak waktu menyelamatkan mu..." ucap Kaito sambil menggaruk kepalanya dengan blushing.
Miku yang mendengarnya tersenyum cerah.
Rin dan Len yang mendengarnya segera Berteriak heboh.
"KISSU! KISSU! KISSU!" teriak mereka dengan heboh dan mendorong Kaito dan Miku agar semakin dekat.
"Eh? Eh?" mereka hanya semakin blushing dan muka mereka sangat-sangat dekat banget XD.
KRASAK!
"Pangeran, Kau sudah kami temukan!" teriak Seseorang berambut merah dan berbaju ala pengawal.
Miku hanya cengo dan bingung "eh? pangeran? bukannya dia roh peindung hutan?".
Kaito sudah merasa kesal.
Len dan Rin sudah menyiapkan senjata buat ngebunuh tuh orang yang seenaknya mengganggu momen indah Miku.
SMACK!
terdengar suara jitakan.
"Jadi..." ucap Miku setelah di jelaskan oleh Kaito.
"Jadi sebenarnya saya menyamar menjadi pelindung hutan sewaktu menolongmu, kebetulan saja aku punya tenaga magis... makanya cocok... aku tidak mau identitasku ketahuan..." ucap Kaito takut, takut miku membencinya karena tidak jujur.
"Intinya, roh pelindung hutan ini tidak ada~~ Dia hanyalah manusia yang mempunyai kekuatan magic yang sangaaaaaat kuat (kok jadi menuju Fantasy sih?!)" ucap Len dan Rin ceria.
"Len, Rin! kalian mengetahuinya?!" teriak Miku.
"Dari awal, tepat saat 10 tahun yang lalu, tapi karena menurut kami menarik karena seorang manusia menyamar jadi roh pelindung hutan, makanya kami memanggilnya demikian~~" ucap mereka dengan riang.
"Meiko?" tanya Miku.
"Dia juga tahu, diakan jendral besar jadi tahu muka para bangsawan" ucap Kaito santai.
Lelaki merah tersebut yang mendengar nama 'meiko' segera blushing.
Rin dan Len yang melihatnya segera menyeringai jahil.
"AAAWW~~~ Pengawal ini blushing setelah mendengar nama 'Meiko'~~~" ucap Rin dan Len sambil mem-poke pipi lelaki itu.
"Ngomong-ngomong Meiko itu siapa, Len?" tanya Rin.
Len hanya mengakat bahu.
"Miku, Apakah kau marah karena aku selama ini berbohong pada mu?" tanya Kaito dengan muka takut.
Ya, Kaito takut Miku membencinya.
"Tidak" jawab Miku dengan tersenyum.
Kaito benafas lega dan ia segera memegang tangan Miku.
"Miku, maukah kau menikah dengan ku dan pindah ke kerajaan ku?" tanya Kaito.
Miku yang mendengarnya segera tersenyum.
"Iya~" jawabnya.
Dan mereka berciuman.
Rin dan Len segera menaburkan bunga di kepala mereka dan berteriak "SELAMAT SELAMAT! SEBENTAR LAGI ADA CALON PENGANTIN BARUUU!"
Di sebuah gereja (pengennya di vihara cuman saya kaga begitu ngerti, soalnya di komik-komik itu gereja ya udah saya buat di gereja menikahnya =3=)
TENG! TENG!
BGM : pokoknya lagu pengantin begitu.
Banyak orang yang duduk disitu, ada raja (?), Ratu, Meiko, Lelaki merah itu atau bernama Akaito, Len.
Kaito berada di dekat sang Ustad *di tampol* salah, Salah... maksud saya Pendeta.
Miku berjalan dengan pakaian pengantin dan pengapitnya (bener kaga, orang yang memegang belakangnya Pengantin wanita?) adalah Rin yang memakai baju berwarna kuning.
Miku sudah berada di depan pendeta bersama Kaito dan Rin segera ke tempat Len.
"Apakah kalian berjanji akan selalu bersama, hidup susah dan gembira, sakit dan sehat?" tanya sang pendeta yang bernama Teto (WTH?! Pendetanya cewe?!)
"Ya" ucap mereka sambil berciuman.
PLOK! PLOK (?)!
terdengar suara tepuk tangan dari mereka yang datang, dan yang paling heboh tentunya si Len dan Rin sambil teriak-teriak gaje *chalice di cincang*
Kaito dan Miku hanya tersenyum sambil bersemu merah.
dan mereka hidup selamanya dengan bahagia (KOK jadi dongeng?!)
~OWARI (?)~
Chalice : sumpah bagian ini lebih gaje! Bisa-bisanya saya ngebuat fic yang awalnya pengen dibuat horror dan bunuh-bunuhan bisa kaya gini! *frustasi* apalagi Si Len dan Rinnya berubah 180 derajat!
Rin : Wow... aneh... *muka innocent*
Len : Banget *innocent face*
Chalice : baiklah, Review please DX dan saya mohon mendengar pendapat anda semua tentang dua Versi ini DX.
Mind To Review?
~OMAKE~
Di sebuah kerajaan yang cantik dan banyak bunga mawar biru (?) terdengar suara tangisan bayi.
"Bagaimana dokter?! apakah Miku baik-baik saja?!" teriak Kaito dengan pakaian raja (ceritanya Kaito udah jadi raja =3=)
"Benar! jika ada apa-apa dengan Miku-nee! kau akan kubunuh!" ucap Len dan Rin Mode : Psikopat.
Sang dokter bukannya takut malah santai saja.
"Tenang, Bayi dan Ibunya selamat, selamat anak anda kembar, perempuan dan laki-laki" ucap Sang dokter berambut putih salju.
"Bolehkah kami melihat tiga orang itu?" tanya Len.
Sang dokter mengangguk berati iya.
dan tiga mahluk itu *chalice di tendang* segera masuk dengan ceria.
"MIIKU!/ MIIKU-NEE!" teriak mereka.
"SSHH..." Miku menaruh jari telunjuknya di bibirnya berati menyuruh mereka diam.
"Mana! mana Bayinya! aku mau menggendongnya!" teriak Len dan Rin semangat 90 derajat.
"Itu" ucap Miku sambil menunjuk 2 bayi yang tertidur di Dekatnya.
"Lucunya~~" Ucap Len dan Rin bersamaan.
"Kita, kasih nama siapa?" tanya Kaito.
"Bagaimana kalau yang Cowo Mikuo? kan cocok, diambil dari kata Miku!" usul Len.
"dan yang cewe Kaiko! diambil dari nama Kaito! bagaimana usul kami?" tanya Len dan Rin bersamaan.
Kaito dan Miku yang mendengarnya tersenyum dan mengagguk.
Dan kehidupan mereka semakin bahagia.
Kaito menjadi Raja yang bijak (ea~)
Miku yang menjadi Ratu yang lembut dan baik.
Kaiko menjadi Putri yang manis, Sopan dan baik.
Mikuo menjadi pangeran yang Jenius, Kuat, Baik dan sopan.
Len dan Rin menjadi ksatria yang setia yang menjaga kerajaan tersebut,
~OMAKE END~
Mind To Review?
