THAT XX
Author : -kimwufantao-
Title : THAT XX
Cast : Kim Jong-In
Xi Luhan
Oh Sehoon
Krystal Jung
Pairing : KaiLu
HunHan
Genre : Angst, Hurt/Comfort, Romance
Rated : T (Bisa berubah- ubah sesuai jalan cerita)
Disclaimer : Jongin Luhan Sehun milik dan orang tua mereka. Tapi jalan cerita milik saya.
Typo(s), OOC!
This Is YAOI Fict.
NO Bash+Flame.
.
.
.
.
Start!
THAT XX Chapter 2
.
.
KRINGGGGGG
.
Bel istirahat berbunyi, kerumunan manusia pun berlomba mengisi perut mereka yang berteriak kelaparan.
Tak terkecuali Luhan. Hanya dengan memikirkan apa yang akan dilakukan Krystal nanti sudah membuatnya pusing dan perut yang meminta untuk diisi.
Dia-Luhan- dan Jongin memilih tempat duduk yang menurut mereka nyaman.
"Lu, kau ingin memesan apa? Biar aku yang traktir kali ini" Jongin bertanya pada luhan dengan memasang cengiran di wajahnya.
"Whoaa jarang- jarang seorang Kim Jongin mentraktirku" Jawab Luhan dengan sedikit tertawa.
"Yak! Lu, sebelum aku-"
"Oke oke. Aku hanya ingin ramen dan milkshake strawberry" Potong Luhan
"Oke, tunggu sebentar ya Lu!"
Setelah menunggu kurang lebih 10 menit akhirnya Jongin dating membawa makanan yang di pesan Luhan tadi.
"Gomawo Jongin-ah, sering- seringlah mentraktirku seperti ini" Kata Luhan dengan nada –sedikit- menindir.
"Yak apa maksudmu Xi Luhan?" Ucap Jongin dengan nada yang di buat- buat seolah dia marah atas sindiran Luhan tadi.
"Sudahlah aku lapar" Ketika Luhan akan melahap ramyeonnya tiba- tiba Krystal dan Sehun dating dan seketika membuat selera makan Luhan lenyap seketika.
"Annyeong err.." Sapa Krystal.
"Panggil aku Jongin dan ini Luhan"
"Ah ne. Annyeong Jongin-ah Luhan-ah. Aku Krystal dan ini Sehun" kata Krystal sambil menunjuk Sehun.
Tiba- tiba Luhan berdiri dari kursinya dan berkata "Ah aku lupa, aku harus ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas dari Shim songsaengnim. Jongin-ah aku duluan ne. Mianhe Krystal-ah Sehun-ah lain kali kita akan makan siang bersama, annyeong"
"Yak Lu, makan siang-." Kata Jongin terputus karena Luhan sudah melesat dahulu menuju perpustakaan.
"Yah mungkin karena kedatangan kami membuat Luhan tidak nyaman dan memilih ke perpustakaan" kata Krystal dengan nada menyesal yang tentu saja dibuat- buat.
"Ah tidak mungkin, Lulu orangnya tidak seperti itu kok. Dan lagi pula dia di perpustakaan untuk mengerjakan tugas kan?" Jongin berkata untuk menghilangkan kekhawatiran Krystal (?).
Berbeda dengan Sehun. Sedari tadi ia diam bukan berarti ia tak peduli dengan perginya Luhan ke perpustakaan.
Sehun curiga.
Curiga bahwa ada yang tidak beres antara Luhan dan Krystal. Bagaimana Sehun tidak curiga, sedari ia masuk pertama kali di kelas tadi ia bisa merasakan gelagat aneh Luhan saat mendengar Krystal berkenalan di depan kelas.
Dengan segera ia mulai bangkit dari kursi yang sedari tadi menjadi tempat duduknya dan berkata pada Jogin dan Krystal bahwa ia akan ke toilet sebentar.
Padahal Sehun menuju perpustakaan dan ingin bertanya langsung kepada Luhan apa yang sebenarnya dia dan Krystal sembunyikan, walaupun ia tidak terlalu mengenal sosok Luhan. Sehun berharap Luhan mau menjawab apa yang Sehun tanyakan nanti.
.
Other Side
.
Luhan mendudukkan dirinya di sebuah kursi panjang yang ada di perpustakaan itu. Helaan nafas terdengar dari bibir mungil itu. Luhan pun menelungkupkan kepalanya pada kedua tangannya.
"Kenapa dia datang lagi di kehidupanku, Tuhan? Apa dia belum puas menghancurkan hidupku dan hatiku?" gumam Luhan. Kemudian Luhan merasa beban kursi yang ia duduki bertambah berat dan merasakan kehadiran seseorang yang berada disampingnya sekarang.
"Annyeong" sapa seseorang yang ada disamping Luhan.
Luhan pun mengangkat kepalanya dan tersenyum manis kepada Sehun -seseorang- dan membalas sapaan Sehun.
"Annyeong Sehun-ah, apa yang kau lakukan disini? Menjadi stalker-ku?" Tanya Luhan diiringi tawa renyah dari Luhan.
"Aku bukan tipe orang yang akan tertawa dengan lelucon seperti itu Luhan-ssi" jawab Sehun dan membuat Luhan diam seketika.
Hening.
Krik.
Luhan memang tidak suka dengan keadaan hening seperti ini jadi ia memutuskan untuk mengawali percakapan.
"Ehem, ngomong- ngomong apa yang kau lakukan di sini Sehun-ah? Dan jangan pernah memanggilku dengan embel- embel ssi aku jadi kelihatan seperti ahjussi tua" kata Luhan mengawali.
"Oh baiklah Luhan-ah langsung saja. Apa yang sebenarnya yang terjadi antara kau dan … Krystal? Maaf jika pertanyaanku lancang" Tanya Sehun.
Luhan diam. Ia tak tau apa yang harus ia jawab kepada Sehun.
"Jangan hanya diam Luhan-ah aku butuh jawabanmu, sebentar lagi jam makan siang habis" desak Sehun sambil menatap jam tangannya.
Luhan tetap diam. Ia benar- benar tak tau apa yang harus ia katakan. Sementara Sehun tetap menunggu jawaban Luhan sambil sesekali menatap jam tangannya.
KRINGGGG
Sehun benar- benar jengah terhadap sosok namja manis di sampingnya ini. Ternyata Luhan belum menjawab pertanyaan Sehun dan sedari tadi ia diam dan menatap kosong ke arah rak buku yang persis di depannya.
Sehun pun berdiri dari kursi dan berniat keluar dari perpustakaan, tapi ada sebuah tangan halus yang memegang pergelangan tangannya.
"Sehun-ah" panggil Luhan.
"Ne?" Sehun menjawab.
"A- Aku, belum siap-" kata Luhan dengan terputus putus.
Sehun menaikkan sebelah alisnya tanda tak mengerti apa maksud perkataan Luhan.
"Ah maksudku, aku belum siap menceritakan semuanya kepadamu Sehun-ah. Mungkin lain kali saja" sambung Luhan.
"Oh. Tidak masalah Luhan-ah, jika kau ingin bercerita kepadaku hubungi aku ne? dan sekarang sudah bel a-yo masuk ke kelas bersama. Mungkin sekarang Jongin dan Krystal menunggu kita di kelas" tawar Sehun.
"Kajja"
.
.
.
Luhan dan Sehun pun sampai di kelas. Terlihat Jongin dan Krystal bersenda gurau di bangku Jongin. 'Cepat sekali mereka dekat' ucap Luhan dalam hati. Luhan pun mendudukkan dirinya di bangku belakang bersama Sehun.
"Jongin-ah, aku pindah duduk di belakang dulu. Sepertinya kau dan Krystal sedang tidak ingin diganggu hehehhe" seru Luhan kepada Jongin.
"Ah ne Lu!" sahut Jongin dan kemudian melanjutkan perbincangannya bersama Krystal.
Perbincangan Jongin dan Krystal terputus, karena Park Songsaengnim dating.
.
.
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Para siswa pun membereskan buku- bukunya dan langsung melesat keluar kelas tanpa member salam kepada Park songsaengnim, dasar. Hingga tersisa 2 orang di dalam kelas yaitu Luhan dan Jongin.
Disaat Luhan membereskan buku- bukunya Jongin berkata pada Luhan.
"Hey Lu, ternyata Krystal ini juga maniak game sama sepertiku loh!" seru Jongin kepada Luhan yang baru saja mendudukkan dirinya.
"Jinjja? Baguslah jadi kau ada teman bermain yang sama- sama maniak sepertimu. Jadi kau tak perlu memintaku untuk datang ke rumahmu menemani kau bermain dan berujung aku yang akan kalah dan kau memintaku membelikan bubble tea" ucap Luhan diselingi tawa walaupun keadaan hatinya masih muram.
"Yak Lu! Berarti selama ini kau terpaksa datang ke rumahku?" ucap Jongin dengan nada marah yang dibuat- buat.
"Bisa dikatakan begitu Jongin-ah" sahut Luhan. Kemudian mereka berdua pun tertawa.
"Oh iya Lu Minggu besok datang ke rumahku ya?" Tanya Jongin kepada Luhan.
"Kalau untuk mencoba kaset game terbarumu jawabanku adalah 'tidak'" jawab Luhan.
"Oh ayolah Lu please" Jongin memberikan puppy eyes terbaiknya kepada Luhan walaupun itu agak-sedikit-mengerikan dimata Luhan.
"Kau kan bisa mengajak Krystal Jongin-ah" kata Luhan lembut kepada Jongin.
.
.
End of Chapter 2
Thank's to: I am me, Aya
Mind to review~~
