Haiii~ D.S balik lagi.. YBMInya lagi on progress nih.. harap sabar ya. Berhubung ad aide terbesit.. Cuma aku ga bakal bikin drabble panjang-panjang.. padahal awalnya fic ini mau bikin one shot.. tapi ga bisa end.. OMG.. hahaha.. sebenernya ke inspirasi sama Kuroko no Basket..
Lagi demen"nya tuh.. trus kepikiran pake chara vocaloid dengan cerita yang beda banget.. sama karena temanya basket.
Enjoy~~~
Disclaimer : Vocaloid is not mine! OOC, alur gaje, aneh, typo!
Basketball, Love and Fight!
Seorang gadis berparas manis dengan rambut honey blonde dan pita putih yang selalu bertengger dikepalanya itu sedang merapikan seragamnya. Pada musim semi kali ini, ia adalah murid SMA.
Nama gadis itu adalah Kamine Rin, Kali ini debut SMAnya agak heboh karena ia memilih SMA Seito, bukan karena sekolah itu jelek reputasinya, tetapi agak jauh dari rumah Rin.
Saat kelas 6 SD ia terkena penyakit yang tidak memungkinkan ia beraktivitas berat-berat. Saat SMP ia dipilihkan sekolah yang cukup dekat dari rumahnya. Tentu orang tuanya terperanjat saat mendengar Rin memilih SMA Seito yang harus ditempuh dengan naik kereta 1 kali dan berjalan kaki selama 10 menit itu.
Tetapi bagaimana pun Rin tetap ngotot mau masuk kesana. Sebenarnya mengapa Rin memilih sekolah itu memang beralasan, saat liburan musim panas tahun lalu, Rin suka nongkrong dilapangan basket dekat rumahnya.
Saat itu ia melihat seorang anak laki-laki yang agak mungil bermain basket dengan anak-anak yang jauh lebih besar dari dirinya, ia ulet dan tangguh meski tubuhnya kalah besar dengan lawannya. Rin sadar kalau anak itu sudah SMA, tak jauh dari tempat Rin mengamati, ada kemeja seragam yang tertulis SMA Seito.
Karena melihat keuletan si anak laki-laki, ia penasaran dan ingin mencarinya saat SMA nanti. Rin sendiri aktif bermain basket saat SD, sebelum terkena penyakit, ia adalah pemain regular di sekolahnya dulu. Rin merasa terhibur saat melihat anak itu bermain basket. Meski ia tahu ia tak mungkin bisa bermain basket lagi, entah mengapa, cukup melihat anak itu bermain ia sudah merasa senang.
Rin sampai di gerbang sekolahnya. Disana ada beberapa senior yang berjaga didepan gerbang. Seorang gadis berambut hijau terang mendekati Rin.
"Ohayou, Kamu murid baru kelas berapa?" Kata Gadis itu.
"Ohayou... aku kelas 1." Kata Rin.
"Ah, kalau gitu kamu harus pakai ini." Kata Gadis itu sambil menyematkan bunga pada seragam Rin.
"Semua anak kelas 1 memakai itu, nama ku Megpoid Gumi." Kata Gadis itu riang.
"Ka-kamine Rin" Kata Rin agak gugup.
"Kau tak usah gugup begitu, heheh, kami tidak mengigit kok." Canda Gumi.
Rin mengangguk.
"Nah, Rin-chan. Kamu ke gedung sebelah sana ya, sebentar lagi upacara dimulai." Kata Gumi.
"A-Arigatou senpai." Kata Rin memohon diri.
Rin masuk keruangan dan duduk disebelah gadis berambut tosca twintails. Anak itu tersenyum pada Rin.
"Hai, Namaku Hatsune Miku." Kata Gadis itu.
"Kamine Rin, Yoroshiku." Jawab Rin.
"Semoga kita sekelas ya Rin-chan." Kata Miku senang.
Rin mengangguk, tak lama ia melihat kearah anak-anak kelas 2, ia menemukan sosok laki-laki yang mirip Miku. Anak itu melihat kearahnya. Kebetulan Miku melihat kesana dan melambaikan tangannya.
Rin bersyukur, karena ia tak ingin tertangkap saat ia sedang mencari sosok yang ia cari.
"Dia kakak ku. Hehehe, kami mirip ya?" Kata Miku.
"Mirip sekali." Kata Rin tersenyum.
"Nee, Rin-chan punya saudara?" Tanya Miku.
"Tidak aku anak tunggal." Kata Rin sambil menggeleng.
" Ehh? Kukira anak yang disebelah Mikuo-nii itu kakak mu." Kata Miku.
Rin langsung melihat kearah sana. Tak lama ia menyadari bahwa anak laki-laki itu lah yang ia cari.
Anak itu memang seperti kembaran Rin. Anak laki-laki dengan rambut honey blonde yang diikat pony tail kecil dibelakang.
Tak lama upacara selesai. Miku dan Rin melihat daftar pembagian kelas.
"Horeee! Kita satu kelas!" Kata Miku senang seraya memeluk Rin.
Rin juga senang dan memeluk balik Miku.
"Hari ini cuma upacara sama pemilihan klub kan? Gimana kalau kita lihat-lihat." Kata Miku.
Rin mengangguk, dalam hati ia berharap dapat masuk kedalam klub basket.
.
..
"Rin, kamu mau masuk klub apa?" Kata Miku saat keduanya pergi dari meja pendaftaran klub menyanyi. Miku ikut klub itu karena ia senang menyanyi.
" Entahlah.. aku juga tidak tahu." Kata Rin.
"Kita ketempat Mikuo-nii dulu ya?" Ajak Miku.
Rin mengangguk.
Mereka berdua berjalan. Ternyata kakak Miku adalah anggota tim basket.
"Ah, Miku." Kata Mikuo.
"Mikuo-nii! Kenalin nihh~ temenku Kamine Rin." Kata Miku
Rin mengangguk padanya.
"Ah, aku kakak Miku, Hatsune Mikuo." Kata Mikuo.
"Hei! Mikuo." Kata seseorang di belakang Mikuo.
"Len, kau punya adik ya?" Tanya Mikuo.
Anak yang bernama Len itu spontan sweatdrop
"Aku punya Kakak perempuan. Aku anak bungsu, gimana bisa punya adik lagi." Kata Len.
"Lihat nih." Kata Mikuo.
"Heeeehhh.." Kata Len kaget.
"Kamu mirip denganku." Kata Len pada Rin.
Rin agak tersipu dan diam karena ia menemukan orang yang dicari-carinya.
"Ngomong-ngomong, apa kalian berminat jadi manager klub basket?" Kata Mikuo.
Rin spontan kaget mendengar kata-kata Mikuo, ini kesempatan bagus untuknya.
"Nee.. Mikuo-nii, aku udah masuk klub bernyanyi, mungkin Rin-chan mau?" kata Miku.
Mikuo dan Len melihat kearah Rin.
Rin agak gugup dilihatin begitu tapi ia mengangguk, ia tak mau melepaskan kesempatan ini.
"Baiklahhh.. ah, ada beberapa orang juga mau mendaftar jadi manager, manager lama kami sudah lulus, jadi kami mencari penggantinya." Kata Mikuo.
"Mudah kok, hanya beberapa test kecil." Kata Len.
Rin mengangguk, ia mengerti tentang basket, meski telah berhenti cukup lama, Rin masih aktif menonton berbagai video basket dan artikel tentang basket.
"Emank jam berapa test nya?" Tanya Miku.
" Nanti jam 10-an di gedung olahraga sebelah sana." Kata Mikuo sambil menunjuk-nunjuk gedung.
"Sip, nanti kubawa calon manager kalian ini kesana." Kata Miku senang.
"Ehh.. kita mau kemana?" Kata Rin bingung karena Miku menarik ia pergi.
"Kita makan dulu, kalau lapar, kau tak bisa berpikir kan?" Kata Miku.
Rin mengikuti Miku ke kantin.
.
..
Finally jam 10 di gedung olahraga.
"Nah, semua yang ada disini kan mau melamar jadi manager klub kami, karena banyak, kami terpaksa mengadakan test." Kata cowok rambut panjang berwarna ungu.
"Testnya mudah aja sih, kami berikan beberapa soal lalu kalian harus menyusun menu latihan setelah melihat kami bermain nanti." Kata cowok yang mirip Gumi-senpai.
Miku duduk disebelah Rin, menemani Rin. Tak lama ia menyengol Rindan berbisik.
"Nee.. Rin-chan, yang mana kaptennya?" Kata Miku.
"Yang rambut hijau terang itu." Bisik Rin.
Miku mengangguk-angguk. Tak lama, mereka memulai testnya. Rin menjawab dengan mudah setiap pertanyaan yang diberikan. Miku takjub dengan kepiawaan Rin. ( Tulis jawaban di kertas lohhh~).
Sekarang saat yang paling sulit, menu latihan setiap anggota. Para peserta harus memberikan menu latihan yang sesuai untuk para anggota. Karena ga ada perkenalan terlebih dahulu, para peserta diminta menuliskan nomor para pemain.
Rin memperhatikan dengan serius, dengan sekejab tangannya sudah sibuk mencatat dan mengaris bawahi setiap kelebihan dan kekurangan mereka , menuliskan menu latihan yang sesuai untuk mereka.
Miku merasa Rin sangat hebat, karena ia dapat mengetahui sedetail itu.
.
..
"Arigatou partisipasinya. Besok kami temple namanya di papan pengumuman ya." Kata kapten tim atau cowok berambut hijau terang itu.
"Kalau gitu sampai ketemu besok Rin." Kata Miku digerbang sekolah.
Rumah Miku dan Rin berlawanan arah, jadi mereka berpisah digerbang sekolah.
Saat Rin mau naik kereta tiba-tiba ada seseorang disebelah Rin yang membuat ia terperanjat.
"Yo." Kata Len
Rin mengangguk.
"Ah, Namaku Kagamine Len." Kata Len.
"Aku Kamine Rin, yoroshiku." Balas Rin.
"Kita naik kereta yang sejalur ya." Kata Len.
"Em, aku turun di stasiun berikutnya." Kata Rin.
"Ehhh.. aku juga sama, rumah kita dekat yah.. " Kata Len.
Rin mengangguk lagi.
"Em.. kau, tertarik dengan basket." Kata Len saat mereka masuk kedalam kereta.
"Bukan tertarik.. tapi aku suka dengan basket." Kata Rin.
"Kenapa gak ke sekolah yang ada basket putrinya?" Tanya Len.
"Aku gak bisa main basket sejak SMP, dokter bilang aku gak boleh olahraga terlalu berat. Aku cuma bisa nge-shoot three point maksimal 15 kali saja." Kata Rin, terdengar suaranya agak sedih.
Melihat Rin seperti itu, Len agak merasa gak enak, lalu ia tiba-tiba mengatakan sesuatu yang membuat Rin terkejut.
"Kalau gitu, basket bagianmu biar aku yang mainkan, jadi kau bisa merasakan bagaimana.. ah.. gomen.. aku ngomong apa sih?" Kata Len mengaruk mukanya yang tidak gatal.
Rin terkejut lalu tersenyum.
"Arigatou.. kalau begitu tolong mainkan bagianku ya Kagamine-senpai." Kata Rin.
"Iya, ah.. panggil aku Len.. Kagamine terlalu panjang kan?" Kata Len.
"Iya, Len-senpai." Kata Rin.
"Kalau gitu aku panggil kamu Rin ya." Kata Len.
Rin mengangguk dan mereka berdua turun dari kereta karena sudah sampai.
"Mau main bentar?" Tanya Len pada Rin.
Rin mengangguk dan kelapangan tempat ia pertama kali melihat Len.
"Tunggu sebentar ya." Kata Len sambil meletakkan tas di tempat duduk. Len menuju semak-semak dan ada bola basket tersembunyi disana.
"Itu sudah menjadi tempat persembunyian ku.. gak ada yang tahu, kamu juga jangan kasih tahu siapa-siapa ya?" Kata Len pada Rin.
Rin mengangguk.
Len melepas blazer dan dasi yang ia pakai. Lalu mendribbling bola yang ia ambil tadi.
"Nah, kau bilang mau shoot, kemari lah." Kata Len.
Rin melepas Blazer dan mengikat rambutnya dengan pita yang ia pakai. Setelah itu ia maju di lingkaran three point dengan dribble sesaat, lalu langsung meng-shoot ke jaring.
Mulus. Len kaget melihatnya, ketepatannya benar-benar akurat. Len merasa Rin benar-benar bukan gadis biasa.
.
..
"Kuharap kau yang jadi manager kami." Kata Len sebelum mereka berdua berpisah.
"Aku juga." Kata Rin dengan senyumnya yang manis.
Dada Len berdegub kencang.
"Yosh... kalau gitu sampai jumpa besok.. jaa.." Kata Len.
Rin melambaikan tangan dan mereka berdua berpisah menuju gang yang berbeda.
.
..
"Ohayou Len-senpai." Kata Rin saat ia melihat Len di stasiun kereta.
"Ah, Ohayou Rin." Kata Len.
"Hari ini pengumuman managerkan? Kuharap sih kamu yang jadi manager kita. Kemampuanmu benar-benar baik." Kata Len.
"Mungkin saja dicalon-calon kemarin ada yang lebih baik dari diriku." Kata Rin.
"Kurasa kamu yang terbaik." Kata Len.
Rin tersipu mendengarnya.
Melihat Rin, Len merasa degub jantungnya makin cepat. Ia agak bingung, karena tidak pernah ia merasa begini. Muka Len ikutan memerah. Tapi mereka segera masuk kedalam kereta.
.
..
"Rinnn! Ohayou! Kau udah tau?" Kata Miku seraya memeluk Rin setelah ia masuk kekelas.
"Em? Ada apa?" Kata Rin bingung.
"Kamu jadi manager club basket loh." Kata Miku.
"Eh? Yang bener?" Kata Rin tidak percaya.
Miku mengangguk.
Tak lama, seorang cowok rambut hijau terang atau sang kapten datang kekelas Rin.
"Ini kelas Kamine Rin? Ada dia?" Kata Cowok itu.
"Etto.. Senpai.. aku ada disini." Kata Rin saat yang cowok itu mencarinya.
"Ah, Manager.. nanti pulang sekolah ada kegiatan klub, di gedung olah raga ya." Kata cowok itu.
"Chotto.. ano.. senpai namanya siapa?" Kata Rin agak gugup.
"Aduh! Sumimasen! Aku lupa memperkenalkan diriku sendiri. Namaku Gumiya megpoid. Kembaran Gumi kalau kau kenal, Kelas XII-B. Baiklah, jangan lupa ya manager." Kata Gumiya.
"Iya, arigatou Kapten." Kata Rin.
"Eh?" Kata Gumiya kaget.
"Kau kapten tim kan?" Kata Rin.
"Wah, kami memang tidak salah memilih manager." Kata Gumiya kagum.
"Okelah, ketemu nanti Manager." Kata Gumiya.
Rin mengangguk.
"Wah! Kamine-san, kau hebat sekali, cowok-cowok di klub basket kan keren-keren, sepupuku yang kelas 3 bilang begitu." Kata cewek berambut kuning yang tak lepas dari handphonenya.
Seisi kelas begitu gaduh sampai akhirnya Sakine Meiko-sensei selaku wali kelas masuk kedalam kelas. Banyak anak-anak kagum dengan Rin karena saat ini ia akan dikelilingi cowok-cowok keren.
.
..
Rin masuk ke gedung olahraga. Ia agak gugup mengingat ini adalah hari pertamanya.
"Ah, manager sudah datang." Kata Mikuo.
"Ko-Konnichiwa." Kata Rin gugup.
"Ano, Manager jangan gugup, kami gak gigit kok." Kata cowok rambut ungu.
"Gakupo-Senpai kan bisa." Kata Len yang alhasil menerima protes Gakupo.
"Nah, kalian cepat kenalkan diri kalian." Kata cowok rambut coklat berkaca mata.
" Aku Hiyama Kiyoteru selaku wali kelas XI-B, aku supervisor klub ini." Kata Hiyama-sensei
"Aku Kamui Gakupo, kelas XII-C, nomor punggung 6 posisiku.." Kata Gakupo belum sempat menjawab.
"Center.." Kata Rin.
"Benar.. manager kita hebat banget." Kata Gakupo.
"Hatsune Mikuo, XI-A, nomor 9, kurasa kau sudah tau posisiku." Kata Mikuo.
Rin mengangguk.
"Kasane Ted, XI-C, nomor 3." Kata Ted.
"Hibiki Lui, XI-A, nomor 15." Kata Lui.
"Shion Kaito, XII-C, Nomor 8." Kata Kaito.
"Nomorku nomor 7, kelas XI-B." Kata Len.
"Jadi kalian ber 7 , belum ada anggota baru?" Tanya Rin.
"Entahlah, tim basket disekolah kita agak kurang popular, jadi kami butuh bantuanmu manager." Kata Gumiya.
"Oke, kalau gitu kita mulai dengan keliling lapangan 10x."Kata Rin.
"Se-sepuluh?" Kata Lui kaget.
"Ya, kalau begini aja gak kuat, gimana mau tanding." Kata Rin.
"Hahaha, meski kau jarang turun kau harus bisa jadi sub yang baik Lui." Kata Len bersiap berlari.
Seraya para anggota berlari, Rin mencatat program latihan yang akan ia berikan pada masing-masing anggota.
"Jadi, Kamine-san, bisa kutinggal ya, aku ada urusan." Kata Hiyama-sensei.
"Ya, arigatou Sensei." Kata Rin.
.
..
"Nee... manager apa yang harus kami lakukan." Kata Gumiya sambil setengah kehabisan nafas.
Rin memandangi para anggota satu persatu lalu berkata.
"Apa prestasi tahun lalu?"
Seluruh anggota terdiam sejenak.
"8 besar pertandingan antar SMA." Kata Gumiya.
"Ngomong-ngomong yang mengatur kegiatan kalian itu manager ya?" Tanya Rin.
Len mengangguk.
Rin berdiri dan berkata "Manager mana sih? Menu latihan kalian bener-bener kurang."
Para anggota terdiam dan kaget. Manager baru mereka memang bukan orang sembarangan.
"Manager sebelumnya dulu juga pernah main basket. Kurasa kau benar, menu kami kurang, baru lari sebentar aja udah cape." Kata Kaito.
"Cowok?" Tanya Rin.
Mereka mengangguk.
"Hem.. padahal cowok, kalau gitu, habis ini cepat latihan shoot lalu 3 on 3." Kata Rin.
"Siap!" Kata Semuanya.
Saat mereka berlatih Rin bergumam sendiri.
"Mereka akan kubawa menjadi juara."
TBC
D.S : ahahaha! Jadi rada panjang..
Len : Gimana nasib kita nih?
Rin : Ga tau ah. Pokoknya aku belum siksa kalian.
D.S : RnR minna.. tiap review adalah motivasiku~~
