D.S back! With second chapter.
Disclaimer : Sama kayak chappie sebelumnya
DLDR.
Enjoy
Basketball, Love and Fight!
Rin mulai menyusun seluruh kegiatan klub basket.
Saat Rin menulis mereka pun mulai berlatih tanding 3 on 3, Lui yang menjadi wasitnya, tapi kemampuan Lui masih sedikit, setiap miss atau foul kelihatan oleh Rin.
Para anggota kaget, padahal jelas-jelas Rin tidak melihat mereka bertanding.
"Gumiya-Senpai.. Travelling.." Kata Rin.
"Gakupo-senpai.. Foul." Kata Rin.
"Len-senpai..."
.
..
Para anggota kecapean. Mereka diberi waktu 10 menit sambil mendengarkan pengarahan Rin.
"Baiklah, pada dasarnya kalian punya potensi, karena latihan yang asal-asalan, jadi kemampuan kalian tak bisa keluar maksimal." Kata Rin,
"Jadi, target bulan ini, aku harap kalian bisa melakukan strategi 'Run and Gun'."Kata Rin.
"Run and Gun?" Kata Lui bingung.
"Run and Gun itu dimana para pemain bermain dengan kecepatan tinggi saling mengoper dan memperbesar kemungkinan untuk three point shoot." Kata Len.
"Kecepatan tinggi?" Kata Gakupo.
"Ya, kalau kalian dapat berhasil melakukan ini, biasanya, mental lawan akan sedikit goyah karena tekanan dari gerakan ini." Kata Rin.
"Jadi.. seperti, saat kita melawan sekolah Kantou tahun lalu." Kata Mikuo.
Len mengangguk.
"Baiklah, mulai besok kalian wajib skipping 50x lalu lari lapangan 10x terus.." Belum Rin sempat menyelesaikan kalimatnya.
"Aku mana sanggup? Hari ini aja aku udah kelelahan." Kata Lui.
Tiba-tiba ada aura pekat keluar dari tubuh Rin.
"Apa yang membuatmu masuk klub basket?" Kata Rin sambil memegang kerah Lui dengan sikap yandere yang siap membunuh.
"E.. ee.. eettooo.." Kata Lui gugup.
"Mencari ketenaran atau kau mencintai basket sepenuh hatimu?" Tanya Rin.
Seluruh anggota terdiam mendengar perkataan Rin.
"Kutegaskan, aku mencintai basket sepenuh hati ku. Semua sudah kuserahkan pada basket kalau bukan saja keterbatasanku.." Kata Rin sedih dan melepaskan Lui.
"Manager.. Kami semua suka basket karena meski selalu kalah, tidak populer, kami tetap akan berjuang." Kata Gumiya.
"Ya! Kami akan membuatmu senang." Kata Lui.
"Kami akan berjuang." Kata Mikuo.
Terlihat air mata di sudut mata Rin, ia cepat-cepat menghapusnya.
"Ya! Go Seito.!" Kata Rin.
"Ou!" Kata para anggota.
Len merasa Rin sangat hebat, dapat menyulut api para anggota yang sudah mulai redup.
Diam-diam ia merasakan sesuatu yang aneh pada Rin, setiap ia melihat Rin bersemangat atau tersenyum. Dada Len berdebar-debar tidak karuan.
"Baiklah, bubar !" Kata Rin.
.
..
"Rin.." Kata Len pelan saat ia bertemu Rin distasiun.
Rin merasa ada yang memanggilnya. Ia menoleh dan menemukan Len yang berada disana.
"Len-senpai, ada apa?" Tanya Rin.
Len menggeleng pelan lalu tersenyum.
Rin agak bingung tapi ia mengangguk saja.
.
..
Kamar Len.
Len tengah merebahkan diri di kasurnya yang queen size dengan bantal berbentuk pisang disana. Ia memeluk bantal pisang itu dan membenamkan kepalanya.
"Leeeeennn!" Kata seseorang menyerobot masuk ke kamar Len.
Len spontan terperanjat.
"Le-Lenka-nee.. tak bisa kah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk." Kata Len sambil menstabilkan nafasnya.
"Emanknya kenapa? Kau tidak sedang mandi.. emank apa salahnya kalau begitu." Kata Gadis berumur 20 itu.
"Lenka-neeeeee aku juga butuh privasi!" Protes Len.
"Hahaha.. baiklah kalau adikku yang tersayang bilang begitu. Ngomong-ngomong kok tumben kamu malah tidur-tiduran, jam segini kamu kan selalu di lapangan basket." Kata Lenka
"Aku cape." Kata Len.
"Masa sih? Adikku yang energetic ini bisa cape? Apa yang bisa membuatmu seperti kehabisan nafas begitu." Kata Lenka kaget.
"Klub basket kami dapat manager baru yang luar biasa. Kurasa tahun ini kami ada harapan menjadi juara jika sanggup mengikuti latihan darinya." Kata Len.
"Seperti apa orangnya? Hebat sekali." Kata Lenka karena ia tak pernah melihat Len begitu salut dan kagum pada manager baru mereka itu.
"Anak cewek yang mencintai basket sepenuhnya, entah kenapa aku merasa gundah dan aneh kalau bersamanya." Kata Len.
Terlihat evil grin dari Lenka, lalu ia mengacak-acak rambut Len.
"Wahahaha~ musim semi untukmu datang juga Len." Kata Lenka yang dibalas tatapan-tidak-mengerti oleh Len.
"Maksudnya?" Kata Len kebingungan.
"Tentu.. kau suka padanya kan Len?" Kata Lenka.
Muka Len spontan memerah dan mengusir Lenka dari kamarnya.
"Lenka-nee baka! Gak begitu." Kata Len sambil mengunci pintu kamarnya.
Lenka tertawa-tawa " Hahaha, tak perlu malu adikku sayang, kau udah termasuk terlambat tau." Kata Lenka yang dibalas geraman oleh Len.
Len duduk memeluk lututnya.
"Aku.. su.. suka padanya?" Gumamnya pada diri sendiri.
Sementara itu..
Rin tengah berbaring diatas kasurnya.
"Cape juga jadi pelatih itu ya." Gumamnya.
Tak lama Rin tertidur.
.
..
"Ohayou Len-senpai." Kata Rin yang melihat Len tengah berdiri menunggu kereta.
Saat melihat Rin. Spontan Len memerah mukanya lalu cepat-cepat memalingkan muka.
"O-Ohayou.." Kata Len.
Rin bingung dengan sikap aneh Len, tapi ia abaikan saja.
.
..
"Skipping 50x" Kata Rin.
Para anggota mulai berlatih sedangkan Rin sendiri melakukan ritual three point shootnya.
Mereka seraya melirik Rin yang melakukan perfoma tanpa miss itu dengan takjub.
"Lari 10x, jangan lirik-lirikan." Kata Rin tanpa menoleh.
Mereka kaget, bagaimana Rin bisa tahu tanpa menoleh kearah mereka. Ketajaman insting Rin memang hebat.
Rin melihat mereka, masih kurang menurutnya. Tetapi ia sudah menyetujui pertandingan persahabatan dengan SMA Seinen. Disana ada teman SMP Rin yang ikut klub basket. Maka ia mengundang Rin untuk maju bersama Timnya sekarang.
"Baiklah, kumpul sebentar." Kata Rin saat mereka telah menyelesaikan lari lapangan mereka.
"Ada apa Manager?" Kata Gumiya.
"Minggu depan, kita akan mengadakan pertandingan persahabatan dengan SMA Seinen. Salah satu teman SMP ku dulu ada disana, mereka mengundang kita untuk bertanding dengan mereka." Kata Rin.
Mereka mengangguk-angguk.
"Kemajuan selama seminggu ini akan di buktikan dengan pertandingan minggu depan. Aku tahu batas kemampuan kalian saat ini, kalau latihan sukses, seharusnya kalian setara dengan mereka." Kata Rin.
"Baiklah, mulai saat ini kita harus berlatih serius semua." Kata Gakupo.
"Ya! Tentu." Sambut Len.
Lalu mereka pun melakukan latihan dengan serius.
"Nee.. apa kita bisa meruntuhkan batas kita?" Kata Lui.
"Tentu aja, kalau nggak.. gimana orang lain melakukannya?" Kata Len.
"Kau tak sebal kalau ada yang lebih jago dari dirimu?" Tanya Mikuo.
"Kalian semua punya potensi yang cukup bagus.. sayang kalian belum menyadari potensi kalian." Kata Rin.
"Hei! Anak kelas 2, ayo cepat latihan." Kata Gumiya.
Kaito tampak mendribble bola menghindari penjagaan lawannya. Sementara itu Rin memperhatian Gumiya, ia merasa Gumiya memiliki potensi shoot yang cukup bagus.
"Hey Shota nomor 15" Kata Rin.
Lui terperanjat dan menoleh dengan ketakutan.
"Menu latianmu harus beda, dasarmu masih kurang kuat." Kata Rin.
Sebenarnya anggota yang lain tahu kalau kemampuan Lui dalam basket masih kurang, makanya ia jarang turun ke lapangan dan jarang bertanding, sebaliknya Lui memang takut bertanding.
"Nee.. kalau kau takut bertanding kenapa kau malah masuk tim basket." Kata Rin seperti bisa membaca pikiran mereka.
"Etto.. ano.." Kata Lui gugup.
"Kau menemukan menyenangkannya basket kan?" Kata Rin sambil memutar-mutar bola.
Lui mengangguk.
"Karena kau suka, kau harus berjuang dan berusaha untuk menguasainya, supaya kau bisa lebih menikmati seperti apa basket itu." Kata Rin.
"Kalian yang sedang 3 on 3 berhenti memperhatikan kami. Lanjutkan latihan kalian." Kata Rin galak.
"Nah.. Lui-senpai.. 3 hari ini kau akan merasakan perubahan dalam dirimu, aku akan membuat sayapmu terbentang luas, kau akan menemukan kekuatanmu." Kata Rin.
Sejak itu Lui diberi menu yang berbeda, skipping 2x lebih banyak dari anggota lainnya. Shoot 50x, lari lapangan 15x dan latihan dribble, cross over dan pass masing-masing 30x.
Len merasa Rin memang sangat hebat, ia melihat perubahan pola permainan Lui dalam sehari saja.
"Baiklah, latihan cukup sampai disini. Bubar." Kata Rin.
"Arigatou!" Kata mereka semua.
Rin mengangkat tas dan mulai berjalan pulang. Sementara yang lain berganti pakaian di ruang ganti/locker room tim basket.
Masing-masing terkejut saat membuka pintu ruang ganti, disana ada 7 botol pocari dan notes.
'Diminum, ku tau kalian lelah, tapi berjuang lah.' Isi notes itu.
Lui terharu. "Manager meski galak tapi baik ya." Kata Lui meneguk pocarinya.
"Yah.. kurasa tim basket mendapat bidadari, bukannya sangat enak dilatih gadis manis seperti Rin? Meski galak dan agak kejam." Kata Gakupo
"Yah, kurasa itu lah yang kita butuhkan." Kata Gumiya.
Len mendengar itu, kupingnya serasa panas, ia agak kesal, setelah meneguk habis pocarinya dan berganti baju, ia cepat-cepat keluar ruangan.
"Apa yang terjadi padanya?" Kata Kaito melihat Len yang begitu terburu-buru.
Mikuo tersenyum dengan penuh arti, ia tahu apa yang membuat Len kesal dan diam-diam ingin menggoda Len lebih lagi.
"Nee.. Minna.. apa Manager masih jomblo ya?" Kata Lui tiba-tiba.
"Iya, kau berminat ya Lui?" Goda Gakupo.
"Gak.. bukannya gitu." Kata Lui.
"Masa sih? Rin manis sih.. hahah." Kata Gumiya.
"Kau nanti dihajar kembaran mu kalau ia kedengeran." Kata Kaito.
"Aaaaahhh.. dia itu emank selalu bikin pusing, setiap aku mau deket dengan cewek dia mengitari ku seperti singa yang siap menerkam." Kata Gumiya.
"Dia lebih tua darimu kan?" Kata Mikuo.
"Kurasa Gumi-senpai ingin mencarikan yang cocok dengan mu." Kata Mikuo lagi.
"Huuhh.. mentang-mentang lahir berapa menit lebih cepat, ia sok seperti kakak ku saja." Kata Gumiya sebal.
Semua anggota yang ada disana tertawa tawa.
.
..
'Apa sih yang terjadi padaku.' Pikir Len.
Len mempercepat langkahnya, ia merasa sebal sekali tiap ada orang yang memuji atau melibatkan Rin.
' Apa benar kata Lenka-nee.. aku suka padanya?' Pikir Len.
"aaaaaarrrggghhh.." geram Len kesal. Untungnya disana sepi kalau tidak Len bisa dianggap orang aneh.
"Kenapa sih.. dia kayak berputar-putar dalam pikiranku?" Kata Len kesal dan mengacak-acak rambutnya,
TBC.
D.S : Gomenasai minna, agak pendek. Aku lagi dikejer-kejer deadline masalah.. haha.
YBMInya tunggu abis lebaran ya, belum nemuin yang pas buat mereka.
Len : Kok tumben cerita basket?
D.S : Hahha, padahal aku bener-bener ga suka basket, aku cuma suka liatin orang maen, aku hanya bisa shoot, undering dan rebound. Dribble masih berantakan banget.
Rin : RnR minna.
D.S : Hontouni arigatou buat yang review... Fic ini adalah sejarah pertamaku bisa disukai banyak orang.
