CHAPPIEE 3 T.T
Akhirnya minna.. setelah ngebut mati-matian. D.S ngerasa chappie ini kurang menarik tapi D.S udah berusaha.
Disclaimer : Vocaloid punya pemilik masing-masing, aneh, alur gaje, OOC dengan typo (s).
DLDR!
Basketball, Love and Fight!
Len merasa kesal, ia mengamuk dilapangan, permainannya kacau sekali.
Setelah puas, ia pulang, ia tak mengerti, mengapa ia begitu sebal, belum pernah Len merasa sesebal itu.
"Sebenarnya apa yang membuat aku menjadi begini sih." Gumam Len pada dirinya sendiri.
"Len.. kok baru pulang?" Tanya Lenka.
Len mengabaikan dan masuk kekamarnya.
Len langsung mandi dan membiarkan air menguyur dirinya, asalkan dapat membuat dirinya merasa dingin dan lebih baik.
Ia benar benar tak mengerti, kini ia duduk dan handuk menutupi mukanya mencoba menenangkan dirinya.
Tiba-tiba pintu kamar Len diketuk oleh seseorang.
Len mengeram pelan. "Grr.. siapa sih...?"
"Ada banana split dikulkas. Dimakan ya." Kata Lenka.
"Hnn.." Respon Len.
Len melangkah keluar dan menuju ke kulkas. Lenka melirik adiknya.
Len sudah jauh lebih tenang dari tadi dan mulai memakan banana splitnya.
"Len, ada masalah?" Tanya Lenka seraya duduk disebelah Len.
"Tidak.." Gumam Len pelan.
"Eumh.. kalau ada masalah kau boleh cerita pada ku kok." Kata Lenka pada Len.
Len mengangguk, " Yah.. iya.." Kata Len.
Len lalu pergi keluar lagi.
"Len, Mau kemana?" Kata Lenka.
"Aku jalan-jalan sebentar." Kata Len.
Len menelusuri jalan dan berakhir di lapangan basket tempat ia biasa bermain dan tak disangka-sangka ada Rin disana.
"Rin?" Kata Len.
"Ah, Len-senpai." Kata Rin.
"Main semalam ini?" Tanya Len.
Rin mengangguk.
"Ah, arigatou yah minumannya." Kata Len sambil mengambil bola yang baru dilempar Rin.
"Iya." Kata Rin.
Len memposisikan dirinya dan mulai mengambil ancang-ancang untuk melakukan shoot.
"Ah... malah ga masuk lagi." Kata Len.
"Etto.. kalau shoot, usahakan buat posisi senyaman mungkin. Terus posisikan tangan dibola sampai kita merasa kita dapat mengontrol bola sepenuhnya." Kata Rin.
"Mengontrol sepenuhnya?" Kata Len agak bingung.
"Err... gimana ya, kadang, kalau shoot, percayakanlah pada kemampuan dan teman-teman setimmu." Kata Rin.
"Teman satu tim?" Kata Len.
"Iya, kita bermain ber5 orang. Jadi setiap pemain harus menyupport satu dan lainnya, sehingga meski shootmu tidak masuk, temanmu akan rebound. Dengan kepercayaan seperti itu, biasanya lebih fokus dan lebih tenang, jadi presentasenya lumayan besar." Kata Rin.
Len mengangguk, memposisikan dirinya untuk shoot dan hasilnya bagus, bola masuk ke ring.
"Uwaahh! Kau benar Rin, rasanya seperti ada kekuatan lebih untuk mengontrol bola." Kata Len senang seraya memeluk Rin.
Rin mukanya memerah dipeluk tiba-tiba seperti itu. Len tiba-tiba sadar dan melepaskan pelukannya.
"Etto.. sumimasen.. " Kata Len dengan muka memerah dan mengaruk kepala belakangnya karena malu.
Rin mengangguk. Suasana jadi menegang.
"Ano.. err.. Rin." Kata Len mencairkan suasana.
"I.. iya?" Respon Rin.
"Sebenarnya, kamu ada penyakit apa?" Tanya Len.
"Etto.. sebenernya, penyakitku agak langka, memang gak mematikan, tapi yah, aku memang harus jaga seperti ini. Setiap kecapean yang berlebihan, aku tuh bakal pusing, mual dan sesak. Gak berapa kali juga keluar masuk RS." Kata Rin.
Len mengangguk-angguk.
"Tapi, kau tidak cape kan? Aku senang, akhirnya, ada yang dapat melatih kita, karena memang terasa, kami ngasal mainnya." Kata Len.
"Tidak, lagipula, kalian harus kubina habis-habisan dilatih, aku melihat potensi kalian, tapi memang kurang dilatih sih." Kata Rin.
"Jadi menurutmu, minggu depan, gimana pertandingan perdana kita?" Tanya Len.
"Tergantung kerajinan dan latihan minggu ini, aku tahu sih, gimana anak-anak disana, tapi mereka memang ga boleh di anggap enteng, soalnya mereka masih sempat masuk 8 besar pertandingan besar kemarin itu." Kata Rin.
Len mengangguk. "Yossshh.. baiklah, aku akan berjuang Rin." Kata Len.
Rin tersenyum padanya.
.
..
Keesokan harinya.
"Ayo-ayo, masih kurang 3 putaran lagi." Kata Rin menepuk tangannya.
Len terlihat bersemangat hari ini, semua latihan dari Rin ia kerjakan dengan penuh semangat.
"Ah ya, Lui-senpai, Senpai harus tambah 3 putaran lagi ya." Kata Rin.
Lui memang paling lemah, tetapi ia melakukannya dengan semangat sehingga terlihat kemajuan yang lumayan.
"Nee! Rin!" Kata seseorang berambut pink pendek.
"Ah, Luki-kun." Kata Rin saat ia melihat sosok yang memanggilnya.
Para anggota yang lagi lari semua mengalihkan pandangannya ke mereka.
"Senpai-tachi, kalau berhenti nanti kutambah 3 putaran lagi ya, jangan lirik-lirik." Kata Rin meski Rin sedang memunggungi mereka.
"Hahaha, kemampuanmu memang paling hebat ya, Rin." Kata Luki.
Len melirik diam-diam, ia penasaran dengan cowok itu, jelas banget kalau bukan murid disini karena seragam yang berbeda terlebih ia terlihat dekat dengan Rin.
Len merasa kesal dan cemburu, Len mengakui, ia suka pada Rin. Tapi ia belum bisa mengatakan perasaan padanya.
"Saa.. Minna." Kata Rin.
Mereka berhenti dan berkumpul.
"Ini Megurine Luki, salah satu pemain SMA Seinen yang mengundang kita." Kata Rin.
"Luki desu, X-B, nomor 12, Shooting guard." Kata Luki.
"Dia dulu temanku satu SD. Jadi karena ia tahu aku disini melatih kalian maka, ia meminta coachnya menundang mereka." Kata Rin.
"Ah, ya, aku menunggu pertandingan kita nanti, saa.. jaa Rin, senpai-tachi." Kata Luki.
"Len, entah napa aku kurang suka sikapnya pada Rin." Bisik Mikuo pelan pada Len.
Len makin panas dibuatnya. Mikuo memang sengaja menggoda Len.
.
..
Akhirnya hari pertandingan tiba.
"Saa.. Minna, tunjukan latihan kalian selama seminggu ini." Kata Rin.
"Yossshh!" Kata Semuanya.
"Jadi, line up, no 6, 9, 4, 7 dan 3." Kata Rin.
Anggota yang namanya dipanggil bersiap-siap.
"Yoroshiku." Kata Gumiya seraya menjabat tangan kapten pihak lawan.
"Osh, yoroshiku." Balas kapten SMA Seinen.
.
..
Pertandingan berjalan cukup menarik, SMA Seinen memimpin sementara SMA Seito mengejar dengan perbedaan 5 poin.
Rin hanya menonton dengan diam dan tenang, pada saat disini, serahkan semua ke pemain.
"Nee.. manager, menurutmu, kita bisa menang?" Tanya Lui pada Rin.
"Yah, kalau mereka bisa mempertahankan, bisa menekan mereka balik sih." Kata Rin.
"Len!" Kata Mikuo seraya mempass bola pada Len.
Len menerima bola dan memposisikan untuk shoot, sementara Gakupo dan Gumiya sudah bersiap untuk merebound jika tidak masuk.
'Percayakan pada tim mu dan temanmu.' Pikir Len.
"Baiklaaahh!" Teriak Len seraya mengeshoot.
"Masuuukk!" Kata Gumiya.
"Yes! 2 poin lagi minna! Ganbatte! " Teriak Kaito dari bench.
Rin mengangguk-angguk, three point shoot Len sudah membaik.
Tapi tak disangka, tim SMA Seinen membalikan keadaan. Sehingga terjadi perbedaan 4 poin.
Peluit wasit bertiup, babak ke 3 sudah habis.
"Good work minna. Hanya 4 point, quarter terakhir ini kalian punya waktu 10 menit untuk melakukan serangan balik. Ah, Ted-senpai, kamu ditukar sama Kaito-senpai ya, kurasa sudah limit untuk kakimu." Kata Rin.
"Eh.. Ted, kaki mu kenapa?" Kata Gakupo bingung.
"Ettoo.. kemarin aku kepleset, padahal kukira ga ketahuan." Kata Ted.
"Ted, mana boleh begitu, kalau lebih parah kan repot." Kata Kaito.
"Baik-baik, ayo cepat lap keringat kalian dan lakukan pertandingan ini sebaik mungkin." Kata Rin.
"Yooossshh! Ganbatte!" Kata mereka.
SMA Seito melakukan pertandingan yang cukup bagus, meski hanya menang 1 point.
"71-70! Seito!" Kata wasit.
"Arigatou gozaimasu!" Kata mereka serempak.
"Pertandingan yang bagus, tapi kami akan membalas kekalahan kami di pertandingan Inter High." Kata Luki.
"Iya, kami akan lebih baik lagi." Kata Mikuo.
"Otsukare minna." Kata Rin.
"Kita pergi makan yuk." Kata Mikuo.
Mereka akhirnya pergi ke restorant fast food dekat sekolah Seito.
"Aku orange juice dan lagsana aja." Kata Rin.
"Ah, aku pergi sama kamu deh Gaku-senpai." Kata Mikuo.
Mereka dibagi 2, Len, Rin, Mikuo dan Gakupo duduk bareng sedangkan sisanya duduk dibelakang mereka.
Mikuo sengaja meninggalkan Len dan Rin berdua. Len agak gugup.
"Ah, Len-senpai. Hari ini kau lumayan." Kata Rin.
"A..arigatou." Kata Len.
Sebenarnya Mikuo juga udah melancarkan berbagai macam rencana jika Len tidak mau mengambil langkah pertama.
TBC..
D.S : Gomen Minna.. udah lama, pendek dan aneh ceritanya.
Len : Author lagi sengara tuh.
D.S : *bekep Len* urusai!
Rin : Iya, ditempat kuliahan dia sendirian aja tuh.
D.S : * Bekep Rin* jangan buka aib orang.
Lenka : Mohon bantuan dan doa juga reviewnya minna.
D.S : Hikss... aku emank makhluk kesepian #pundungdipojokan.
Hikaru Kisekine-san.
Hikaru-san udah baca dan review aja author juga senangggg~ *nangis* baca terus ya.
Yui Kagamine
Yui-san, emank mirip bangetkah sama Kurobasu? Wkwk, nga lah, Rin mana bisa kayak Riko. Mati nanti anak-anak klub basket. *author ditendang anak-anak klub*
Namikaze Kyoko-san
Arigatouuu... Rin emank punya kemampuan special makanya bisa begitu.
Jaa.. arigatou reviewnya *bungkuk-bungkuk*
Mikuo : Jangan lupa baca dan review minna! *tebar pesona* #tabokedbyauthor
