Taraaaannnttt! Sequelnya akhirnyaaaaa.. *nangis*

"Summer training?" Kata seseorang bernomor punggung 6 atau yang biasa dipanggil Gakupo.

"Yah, karena kalian tidak boleh melewatkan liburan kali ini dengan malas-malasan.. ada yang keberatan?" Kata Rin seraya mencoret-coret papan jalannya.

"Tidak sih, kami emank ga ada kegiatan juga." Kata Mikuo yang tengah beristirahat di tengah lapangan.

"Kita kemana manager?" Tanya Gumiya.

"Ah, soal tempat.. Gumi-senpai tahu kok."

"Gumi? Loh? Eh?" Respon Ted bingung.

"Iya, selain klub basket, masi ada Gumi-senpai dan Miku yang akan ikut bersama kita." Kata Rin sedangkan tangannya tidak berhenti mencorat coret.

"Pas sepuluh orang ya." Gumam Kaito.

"Iya, lagi pula, training kalian masing-masing beda, aku butuh asisten." Kata Rin.

"Jadi.. kapan kita berangkat?" Tanya Lui

"Hari kedua liburan musim panas, hari pertama manfaatkanlah liburan kalian, kita pergi selama 1 minggu." Kata Rin.

"Ah ya.. kalau ada yang sampai mendapat kelas musim panas..." Kata Rin seraya aura hitam bermunculan dari tubuhnya.

"Trainingnya akan ku x3" Kata Rin galak.

Semua anggota menelan ludah. Memang, sebelum liburan musim panas, mereka akan menghadapi ujian lalu libur, sehingga di SMA Seito memang liburan musim panas benar-benar surga tanpa PR ataupun Tugas jika nilaimu bagus.

"Ah,terutama Gakupo-senpai dan Ted-senpai yang harus berhati-hati. Nilai kalian bener-bener diambang tanduk." Kata Rin

Gakupo dan Ted shock, darimana Rin tahu.

"Sedangkan 5 lainnya tolong jaga nilainya." Kata Rin.

Memang, sisi akademis, Gakupo dan Ted mengalami kesulitan. Sedangkan 5 lainnya termasuk anak yang cukup pandai. Bagaimana dengan Rin? Tak perlu ditanya, Rin memiliki nilai yang bagus-bagus, karena Rin memang sangat serius dalam melakukan sesuatu.

"Baiklah.. latihan sampai disini saja." Kata Rin.

"Yosyaaa.. " Kata Gakupo senang.

Rin baru mau melangkah keluar saat Len mengejar dirinya

"Riiinnn~" Kata Len.

Rin berhenti dan menoleh.

"Ah, Rin, aku kok ga ditungguin." Kata Len sambil mengatur nafasnya.

"Em, tungguin kok, aku jalannya pelan-pelan." Kata Rin

"Aku habis disiksa abis-abisan harus mengejar dirimu." Kata Len masi terengah-engah.

"Tak apa, anggap itu latihan tambahan." Kata Rin.

"Hidoi!" Kata Len.

Rin hanya nyengir iseng. Melihat Rin yang iseng, Len langsung merangkul Rin.

"Dasar.. " Gumam Len, seraya mengecup pipi Rin.

Muka Rin langsung bersemu merah.

"Len no Baka." Kata Rin ngambek.

"Warui.. Nee.. ayolah.. Jangan ngambek Rin." Kata Len merayu Rin.

"Baik.. kalau gitu.. kita ke café diujung jalan yuk, aku mau kau membelikan aku Orange cake." Kata Rin seraya mengandeng tangan Len.

"Hai-hai.. ohime-sama." Kata Len.

.

..

...

Anak-anak tim basket dengan Gumi dan Miku tampak sedang berbincang-bincang ketika Rin datang.

"Ah, kalian sudah kumpul semua ternyata." Kata Rin seraya turun dari mini van.

"Baiklah, kalau begitu, ayo berangkat." Kata Rin.

Mini van itu cukup besar, dapat menampung 15 orang sehingga anak-anak duduk sebebas mereka.

Yang didepan itu Gumiya, karena Rin menyewa tempat training yang Gumiya sering kunjungi. Sedangkan pak Supir sewaan Rin yang menyetir, di baris kedua ada Rin dan Len, Baris ke3 Lui, Gumi, Miku dan Mikuo lalu baris terakhir Gakupo, Ted dan Kaito.

"Ah ya, aku senang Gakupo-senpai dan Ted-senpai tidak perlu mengambil kelas tambahan." Kata Rin

Gakupo dan Ted terlihat agak lelah, mereka mengerahkan seluruh kemampuannya untuk ujian kali ini daripada mereka melewatkan kesenangan dan mendapat triple training dari Rin, bersusah-susah sedikit demi kesenangan tidak apa-apa lah.

Setelah memakan waktu selama 2jam, akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan, tempat training yang berada digunung, udaranya segar dan menyenangkan.

"Nah, kami sudah memisahkan kamar untuk kalian." Kata Gumi seraya mengeluarkan kertas dan menunjukannya pada anggota tim.

"Kami bertiga di kamar yang ini." Kata Gumi seraya menunjuk suatu kamar yang berada diujung koridor.

"Lalu Gakupo dan Ted disini." Kata Gumi menunjuk kamar disebrangnya.

"Sebelahnya Kaito dan Mikuo." Kata Gumi.

"Lalu Gumiya disini, Len dan Lui sebelah sini." Kata Gumi

"Kok Kapten kamarnya sendirian?" Protes Ted.

"Err.. Ted, kau lupa kejadian tahun lalu." Kata Gumi.

Ted terdiam lalu mengangguk. "Aku ngerti deh."

"Baik, baik, cukup basa basinya, cepat masuk kamar kita berkumpul di lapangan setengah jam lagi, kalau telat..." Langsung bermunculan aura hitam disekeliling Rin.

Tanpa aba-aba, anak tim basket langsung berhamburan memasuki kamar mereka dan segera bersiap-siap.

"Rin-chan, hebat ya? Sanggup membuat mereka tunduk padamu." Kata Miku yang takjub melihat anak-anak yang tengah berlarian masuk ke kamar mereka.

"Rin kan memiliki potensi luar biasa." Kata Gumi.

"Ayo kita juga." Kata Rin, terlihat semburat tipis berada dimukanya, ia malu dipuji seperti itu.

Kamarnya cukup luas untuk 3 orang. Karena memang kamar untuk para cewek lebih luas, bergaya jepang dengan futon-futon yang tersusun rapi di dalam lemari. Rin dan lainnya bersiap-siap, berganti pakaian, lalu mereka segera menuju tempat yang dimaksud oleh Rin.

.

..

...

Peluit ditiup oleh Rin, menandakan kalau latihan akan dimulai.

"Kalau gitu, Mikuo-senpai dan Gakupo-senpai bersama Gumi-senpai, Len, Ted -senpai dan Gumiya-senpai bersama Miku, sisanya ikut aku." Kata Rin.

"Kok sodara dipisah?" Tanya Ted.

"Tentu, emank ada sodara yang bisa liat kalau sodara lainnya lagi kena training mematikan dari Rin?" Jelas Gumi.

Semua anak basket merasa tidak enak, melihat papan jalan yang dibawa oleh masing-masing cewek sepertinya training seminggu ini akan menjadi training yang sangaaaaattt lama.

.

..

...

Jam sudah menunjukan jam 5 sore ketika Rin membubarkan seluruh anggota tim.

"Huaaaahhh.." Gakupo berjalan terseok-seok karena kecapean.

"Lelah sekali, rasanya tulangku mau copot semua." Kata Ted yang tak kalah terseoknya.

Len, Gumiya, Kaito dan Mikuo terlihat biasa saja meski mereka juga lelah.

Lui malah udah terkapar ditengah-tengah.

"Hei, Lui.. lah, malah tidur." Kata Len yang memanggil Lui.

"Mikuo, Kapten, tolong bantu aku membawa dia ke kamar dulu." Kata Len.

"Si baka ini, kok bisa-bisanya tertidur disini." Kata Gumiya seraya membantu Len membawa Lui kekamar mereka.

"Onsen?" Kata Kaito.

"Tentu, itu akan sangat membantu." Kata Gakupo.

"Wahaha, kau kayak kakek-kakek aja Gakupo." Kata Kaito.

Sedangkan yang cewek udah masuk onsen dari tadi.

"Etto, Rin, apa tak apa melakukan training seperti itu? Kulihat mereka kelelahan banget." Kata Miku

"Tenang saja, besok mereka akan merasakan perubahan dibadan mereka." Kata Rin.

"Perubahan? Kepegelan?" Tanya Miku bingung.

"Kau lihat aja besok." Kata Rin sambil tersenyum.

.

..

...

"Uwaaahh.. serasa hidup kembali." Kata Gakupo ketika para cowok telah memasuki onsen.

"Rasanya pegelnya berkurang." Kata Lui yang sudah bangun.

"Kalian jangan main aneh-aneh ya, kalau ada yang pingsan, trainingnya ku double." Teriak Rin dari onsen sebelah.

"Haiii! manager!" teriak mereka.

"Ah, baru saja aku ingin melakukan taruhan." Keluh Gakupo.

"Rin tahu apa yang ada dipikiran Gaku-senpai ternyata." Gelak Mikuo.

.

..

...

"Ohayou.." Gumam Gakupo saat ia membuka matanya.

Lalu ia bangun dan menggerakan badannya kekanan dan kiri,.

"Eh? Ga pegel?" Katanya kaget.

"Hei, Ted." Kata Gakupo menengok ke futon disebelahnya.

"Ehh? Kosong? Jam berapa ini?" Kata Gakupo melirik jam tangannya.

"Shimata! Aku telat, kena berapa putaran nih." Kata Gakupo terburu-buru mengganti bajunya.

.

..

...

"Gaku-senpai harus lari 10x dulu." Kata Miku dengan penuh senyum.

"Cuma aku yang telat?" Tanya Gakupo.

"Iya, yang lain udah disini dari tadi." Kata Miku.

'Ted sial, kenapa ga bangunin aku.' Gumamnya dalam hati.

"Oh ya, kata Ted-senpai, Gaku-senpai ga bisa dibangunin, jadi daripada dia telat, Gaku-senpai ditinggal deh." Kata Miku seakan-akan ia dapat membaca pikiran Gakupo.

"Aaaaaaaaaaa!" Teriak Gakupo frustasi sambil berlari.

"Gaku-senpai baru dateng tuh." Kata Lui saat ia mendengar teriakannya Gakupo.

"Salah sendiri lah, kubangunin aja susah banget." Kata Ted.

"Ted-senpai! Lui-senpai! Jangan berbicara." Kata Rin.

Mereka shock dan melanjutkan latihan mereka lagi.

.

..

...

Jam baru menunjukan jam 3 saat Rin membubarkan mereka semua.

"Eh? Matsuri musim panas?" Kata Mikuo

"Iya, jadi hari ini lebih cepat dibubarkan, nanti kita ke matsuri, jam 4 kumpul depan penginapan, kita naik mobil, agak jauh." Kata Miku.

"Oh, pantes... kita diminta bawa yukata atau pakaian yang biasa dipakai saat matsuri." Kata Lui mengingat-ingat.

"Makanya, kita harus bersenang-senang~" Kata Gumi.

"Ayo siap-siap. Hukuman tetap berjalan ya." Kata Rin.

Tanpa aba-aba lagi, mereka langsung bubar.

.

..

...

"Sini Rin, kubantu menghias rambutmu." Kata Gumi.

"Rambutku sebaiknya di apainya." Kata Miku yang kebingungan.

"Sebaiknya rambutmu digulung, Miku." Kata Rin.

Kamar para cewek ramai, mereka saling mendandani dan bersiap-siap. Sedangkan yang cowok udah bersiap duluan, daripada telat dihukum Rin.

Saat para cewek datang. Anggota tim basket jadi terdiam terpesona dengan pesona mereka.

"Uwaahh.. pesona yukata menjadi beda." Kata Lui.

Len langsung merangkul Rin."Dia milikku." Kata Len.

"Cie elah Len, mesra amat." Kata Ted.

Muka Rin memerah. "Ba.. Ba.. Baka." Kata Rin memukul Len pelan.

.

..

...

Saat sesampai di matsuri, mereka masing-masing berpisah.

Len dan Rin juga melaksanakan kencan dadakan mereka.

"Jadi, kau mau kemana Rin?" Tanya Len seraya mengandeng tangan Rin.

"Kita coba makan-makanan dulu yuk." Kata Rin.

.

..

...

"Pesta kembang api akan segera dimulai!" "Pesta kembang api akan segera dimulai." Terdengar pengumuman dimana-mana.

"Ah, yuk kita nonton." Kata Len.

Rin menarik Len. "Aku, udah siapin tempat."

Mereka menuju ke bukit yang ada diseberang matsuri. Lalu mereka duduk disana sambil memakan yakisoba yang baru mereka beli.

"Wha, disini sepi sekali." Kata Len.

Duar... Duar... Duar...

"Waaahhh.. cantiknya, ternyata jelas banget kalo disini." Kata Rin.

"Rin, kau lebih cantik kok." Kata Len.

"Eh.." Respon Rin dengan muka memerah.

Len mendekatkan dirinya dan memeluk pinggang Rin.

"Rin... aishiteru." Kata Len

Rin mengangguk dan muka Rin semakin memerah.

Len mencium bibir RIn dengan lembut.

"Kemarikan tangan kirimu." Kata Len, lalu ia memakaikan cincin ditangan Rin.

"Jadi kau hanya milikku." Kata Len mencium jari Rin.

-The End-

D.S : Horaaaa~ selesai jugaaa... gomen ne kurang gereget... abis, D.S lagi rada kena block...

Len : Arigatou Minnaaaa! *bow deeply*

D.S : Sou! Jadi selesailah Basketball, Love and Fight! Arigatou! *nangis*