Sudah 3 hari Sakura tidak berangkat ke sekolah. Ia terlalu malas menginjakkan kakinya disana. Apalagi ujian akhir sekolah sudah berlalu juga jadi untuk apa dia pergi ke sekolah? Itulah yang ia pikirkannya, apalagi kondisi hatinya belum pulih pasca kejadian itu. Ia tidak ingin merasa sakit ketika ia melihat pemuda Uchiha itu.

Drrrttt drttt drttt

Ponsel Sakura bergetar menandakan ada pesan masuk.

From : Ino

'Hey jidat! Kau tidak masuk sekolah kan?'

Setelah membaca pesan tersebut, ia lalu mengetikkan beberapa kata lalu mengirimnya ke nomor Ino.

Drrttt drtttt drtttt

Setelah menunggu beberapa saat, ponselnya bergetar lagi, ia yakin pesan yang masuk itu pasti dari sahabat pirangnya ini.

From : Ino

'Aku akan ke rumahmu. Tunggu aku!'

Sakura segera bangkit dari tempat tidurnya lalu bergegas mandi. Setelah itu ia berpakaian dan merapikan kamarnya yang berantakan itu.

Tok tok tok

Sakura segera berlari menghampiri pintu rumahnya ketika ada suara ketukan pintu.

Cklek

"Hai jidat!"

"Hei kau pig, cepat sekali kau datang" kata Sakura heran.

"Hhh ya iyalah 'kan aku diantar—"Ino tidak sempat melanjutkan kata-katanya karena Sakura memotong pembicaraannya.

"Sai!" kata Sakura setengah terkejut.

"Ohayou Sakura-chan" sapa Sai dengan senyum seperti biasa.

"…" Sakura tidak membalas sapaan Sai. Ia terlihat memandang Ino dan Sai dengan tatapan yang mencurigakan.

Merasa ditatap seperti itu, Sai pun angkat bicara. "Ano Sakura-chan, dia ini memaksaku untuk mengantarnya kesini. Yah jadi aku dengan terpaksa mengantarnya" jelas Sai.

"Hei! Aku tidak memaksamu baka!" teriak Ino.

"Ya ya ya… terserah kau sajalah" balas Sai sambil memutar bola matanya.

"Sudah-sudah! Ayo masuk!" kata Sakura yang mencoba mencegah agar mereka berdua berhenti membuat keributan lagi.

Mereka bertiga pun akhirnya masuk ke ruang tamu.

"Kalian mau minum apa?" tawar Sakura.

"Apa pun asalkan bukan darah" kata Ino masih kesal.

"Aku teh saja" jawab Sai datar.

"Baiklah air putih satu dan teh satu, tunggu sebentar ya" kata Sakura sambil melenggang pergi.

"Hei Jidat! Apa-apaan kau ini, kok aku cumin dikasih air putih saja" kata Ino tidak terima.

Sakura pun menghentikan langkah kakinya. Dan berbalik menghadap sahabatnya ini yang sedang duduk di sofa. "Bukankah tadi kau bilang 'apa pun asalkan bukan darah' iya kan Ino-chan?"

"Tidak berarti air putih juga kali" kata Ino cemberut.

"Hahaha baiklah Ino-pig, kau mau apa hah?"

"Teh saja" kata Ino.

"Hn, baiklah"

.

.

.

'ternyata dia tidak masuk lagi' batin Sasuke sambil matanya menatap tempat duduk yang biasanya diduduki oleh gadis berambut pink ini.

"Sasuke-kun sedang apa?" Tanya seorang gadis bermata lavender dengan tiba-tiba, sontak membuat Sasuke melihat gadis itu.

"Hn" jawabnya bosan.

Hinata merengut kesal karena Sasuke membalas perkataannya dengan sangat singkat. Mereka akhirnya terdiam dalam keheningan yang diciptakan oleh mereka berdua. Sasuke tidak berniat untuk berbicara dengan Hinata dan gadis berambut indigo ini juga sedang terlarut dalam fikirannya.

.

.

.

"Sakura…" panggil Ino yang tiba-tiba memecah keheningan antara mereka bertiga.

"Apa?" balas Sakura datar.

"3 hari lagi akan diadakan acara perpisahan siswa kelas 12 KHS" kata Ino.

"Jadi?" Tanya Sakura.

"Apa kalian akan datang ke acara itu?" Tanya Ino balik.

"Hn, aku tidak tahu" jawab Sakura galau.

"Aku tidak mau tahu pokoknya kalian harus datang!"

"Aku… akan aku usahakan untuk datang" jawab Sakura dengan sebuah senyuman yang terlihat sangat dipaksakan.

"Aku pegang janjimu, jidat! Dan kau juga mayat! Jangan sampai kau tidak datang" kata Ino sambil menunjuk Sai yang sedang menyeruput teh nya.

"Hhh kami tidak janji, Ino" jaawab Sakura dan Sai kompak.

"Tidak bisa! Pokoknya kalian harus datang!" kata Ino memaksa.

"Oh iya, Ino. Aku akan berangkat ke London sore nanti. Soalnya malam nanti ada kerajaan vampir mengadakan pesta untuk Kakashi-sama. Jadi sebagai vampir yang baik, aku harus datang kesana."

"Benarkah? Kapan kau akan pulang?" Tanya Ino kaget.

"Hmm… Mungkin saat acara perpisahan siswa nanti." Jawab Sakura.

"Apa kau juga akan ikut, Sai?" Tanya Ino sambil melirik pria yang sedang duduk menyender di sofa.

Sai hanya membalasnya dengan sebuah anggukan yang berarti bahwa dia juga akan ke London.

"Ya sudah, kalau memang ini keputusan kalian berdua" kata Ino pasrah.

"Ayolah pig! Kau jangan cemberut begitu" kata Sakura yang merasa tidak enak.

"Hei! Aku tidak cemberut!" rutuk Ino.

"Apa kau tahu Sakura kalau wajahnya ini memang selalu cemberut" kata Sai yang tiba-tiba mengeluarkan suaranya.

"Apa kau bilang hah? Dasar mayat!" Ino semakin kesal. Kelihatan dari wajahnya yang memerah akibat menahan amarahna yang kian memuncak akibat perkataan Sai.

.

.

.

"Aku pamit pergi ya, Ino-pig" kata Sakura di bandara.

"Hhh hati-hati jidat! Kau juga mayat!" kata Ino sambil menunjuk wajah Sai.

"Baiklah hime" kata Sai sambil mengecup kening Ino. Wajah Ino memerah akibat perlakuan Sai yang menciumnya di tempat umum.

"Jaga dirimu baik-baik Ino-chan" kata Sai sambil mengacak-acak rambut Ino.

.

.

.

Setelah melakukan perjalanan selama berjam-jam lamanya. Akhirnya Sakura dan Sai sudah tiba di London. Tepatnya disebuah kastil yang sangat megah. Sai mengenakan setelan jas berwarna hitam dan topeng yang menutupi sebagian wajahnya. Sedangkan Sakura memakai dress selutut tanpa lengan berwarna hitam dan sepatu high heels nya dan tak lupa sebuah topeng melekat di wajah cantiknya. Rambutnya dibiarkan tergerai indah dan wajahnya dipoles dengan make up natural. Mereka memasuki sebuah ballroom yang disana sudah terdapat berbagai tamu dari seluruh berbagai belahan dunia yang khusus di undang oleh pihak kerajaan vampir.

Sakura nampak berbicang-bincang dengan beberapa tamu wanita lainnya sedangkan Sai nampak tengah membicarakan sesuatu dengan seorang pria berambut abu-abu yang menatang gravitasi. Lalu kedua pria ini menghampiri Sakura dan teman-temannya.

"Yuki-chan" panggil pria berambut klimis. Orang yang dipanggil tadi pun menoleh kearah sumber suara.

"Haaa… Sai" kata gadis berambut abu-abu sambil memeluk Sai.

"Haha sudah lama tidak bertemu" kata Sai sambil tersenyum.

"Iya. Oh iya Saku-chan, kau belum bertemu dengan nii-chan ku 'kan?" Tanya perempuan yang bernama Yuki itu.

"…"Sakura hanya mengangguk.

Lalu Yuki menarik tangan pria berambut abu-abu yang sedang berdiri di belakang Sai.

"Nah perkenalkan ini nii-chan ku" kata Yuki dengan senyumnya.

"Hatake Kakashi" kata pria ini sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

"Haruno Sakura" balas Sakura singkat sambil menyambut tangan Kakashi dan mereka akhirnya berjabat tangan.

"Nah nii-chan, ini Sakura. Dia anak Kisazhi-sama, penasihat kerajaan." Jelas Yuki.

Kakashi hanya mengangguk pelan.

"Nah nii-chan, Sakura-chan. Kami tinggal dulu ya soalnya ada urusan penting" kata Sai dengan senyum penuh arti.

"Bye bye Sakura" kata para wanita itu sambil tersenyum yang mengandung sebuah arti yang tersirat.

Sakura dan Kakashi hanya terdiam memandangi kepergian mereka. Suasana berubah menjadi canggung karena tidak ada yang memulai pembicaraan.

"Mmm… Berdansa?" Tanya Kakashi tiba-tiba sambil mengulurkan tangannya.

Sakura hanya mengangguk pelan dan menerima uluran tangan Kakashi. Mereka berjalan ke tengah. Seketika ruangan itu menjadi remang-remang dan lampu sorot menerangi pasangan yang akan berdansa itu.

Musik pun terdengar. Iringan musik yang berjudul Valentin's Dance Tango mengiringi mereka berdua yang sedang memulai berdansa. Kaki-kaki sepasang vampir yang sedang berdansa itu terlihat sangat licah sekali dan sangat pas dengan tempo musik yang dimainkan. (Anggap aja mereka berdansa kayak yang di film another cinderella's story yang waktu si Mary alias Selena Gomez lagi dansa sama si Joey pada pesta topeng yang digelar oleh si Joey *author lupa-lupa inget sama nama aktor cowoknya* tapi kagak pakek acara jatuh-jatuhan ya)

Di balik aksi mereka, ada dua orang pria yang sedang tersenyum-senyum gaje melihat adegan Kakashi dan Sakura berdansa.

"Kizashi, tampaknya anak-anak kita sangat serasi ya?" Tanya pria berambut abu-abu itu sambil matanya tetap memperhatikan kedua.

"Sepertinya begitu Hatake-sama" balas Kisazhi yang tak juga mengalihkan pandangannya dari Sakura dan Kakashi.

Tepuk tangan pun terdengar tatkala Kakashi dan Sakura telah selesai berdansa. Pipi Sakura merona mendapatkan tepuk tangan dan siulan dari semua tamu yang hadir di sana.

.

.

.

"Sakura, ku mohon jangan pergi!" kata seorang pemuda berambut raven sambil mengejar sosok gadis berambut merah muda itu namun pemuda itu tidak berhasil menggapai sosok perempuan itu.

"kembali lah Sakura, aku mohon!" kata pemuda itu yang tak jua menghentikan langkah kakinya untuk mengejar gadis itu.

"Maafkan aku Sakura! Ku mohon jangan pergi!" pinta pemuda itu. Namun gadis itu hanya diam dan menatap pemuda itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Dan perlahan-lahan tubuh gadis itu menghilang.

"Sakuraaaa!" teriak pemuda itu. Nafas pemuda itu tak beraturan. Tubuhnya pun sudah dipenuhi oleh peluh. Tangannya menggenggam bed cover dengan sangat erat.

"Hhh ternyata hanya mimpi" ujar pemuda itu pelan dan menunduk. Pemuda itu memegang dadanya yang terasa sangat sakit. Bukan karena penyakit tapi karena sebuah perasaan dan masih ada hubungannya dengan gadis pink itu.


Bersambung…

Balasan review

Guest : oke author jelasin ya. sasu itu sebenernya cinta sama saku tapi sasu gak mau mengakuinya di depan naruto karena ia menganggap hal itu sangat memalukan bagi dirinya yang jelas-jelas keturunan uchiha dengan harga diri tinggi yang selangit itu. apalagi sasu yang dikenal oleh naruto itu dulunya playboy jadi ya dia dengan mudahnya mempermainkan cewek dan pasti setiap cewek mengejar-ngejarnya alias ngemis cintanya sasu. tapi sekarang sasu udah kena karmanya tapi lagi-lagi gara-gara gengsi sasu gk mau mengakuinya.

hanazono yuri : thanks senpai :D

Fran Fryn Kun : iya disini Hinata nya OOC banget, maapin author ya. ini udah update lagi :D

Nina317Elf : senpai tenang aja, ini bukan fic perselingkuhan. Sasu kagak pernah selingkuh sama siapa pun apalagi sama hinata. ini udah update lagi :D

Saras SasuSaku-chan : Jangan senpai...! Sasu-kun jangan di hajar, ntar bonyok-bonyok tu wajah. :D Om Oro(k) itu gak cocok sama Tsunade tapi cocoknya sama nenek chiyo :D

mako-chan : emang senpai mau bales kayak gimana? :p

uchiharuno phorepeerr : nelangsa itu apa ya? author kagak ngerti :D *disambit pake sendal sasuke*

Arigatou Gozaimasu buat yang udah baca atau pun review :D