"Permisi tuan, Orochimaru dan pasukannya sudah mulai memasuki area kastil. Kami tidak bisa mencegahnya karena jumlah kami lebih sedikit daripada jumlah mereka."
"Sial! Kau sangat licik Orochimaru!" geram sang raja, Sakumo Hatake.
"Ayah, aku siap bertempur!" ujar Kakashi.
"Baiklah, persiapkan diri kalian sekarang! Kita akan melawan Orochimaru dan pasukannya!" seru Sakumo. Ia pun mengambil jubah perangnya. Sang raja itu pun keluar dari kastil miliknya dan dibelakangnya ada Kakashi dan Sasuke serta pasukan-pasukan vampir lainnya.
Sementara pria berambut panjang ini menyeringai mendapati raja keluar dari kastilnya.
"Hm, ternyata kau berani mati juga ya" kata Orochimaru dengan seringainya.
"Kau sangat licik! Kau menjadikan manusia yang tak berdosa itu menjadi vampir sekaligus pasukanmu!" kata sang raja dengan guratan kemarahan menghiasi wajahnya.
"Oh benarkah itu raja ku? Aku tidak tahu harus berkata apa tapi aku hanya bisa mengucapkan terima kasih atas pujianmu itu Sakumo!"
"Bedebah kau Orochimaru!"
"O..o..o tenanglah dulu Sakumo, bagaimana kalau kita bicarakan ini baik-baik hm?"
"Apa maumu Orochimaru?" Tanya Sakumo tidak sabaran.
"Hm… mau ku? Aku hanya ingin kau turun tahta dan biarkan aku menggantikanmu menjadi raja vampir. Dan aku akan mengembalikkan gadis pinky itu" Kata Orochimaru dengan senyum liciknya. Sementara dua orang vampir berbadan besar menggeret seorang perempuan yang terikat tak berdaya ini ke samping Orochimaru.
"Sakura!" teriak Sasuke dan Kakashi bersamaan.
Sakumo ingin berkata tapi sudah dipotong oleh Orochimaru.
"Ah setelah ku pikir-pikir lebih baik kita berperang saja, kebetulan aku juga ingin membalaskan dendam istriku yang telah kalian bunuh! Dan setelah aku menduduki tahta sebagai raja, aku akan menjadikannya istriku" kata Orochimaru dengan seringainya serta menjambak rambut merah muda milik Sakura.
"Jangan pernah kau menyakiti dia!" kata Sasuke dengan sinis.
"Hhh… vampire newborn. Kita lihat saja nanti." Ujar Orochimaru dengan tersenyum mengejek.
Orochimaru pun menjentikkan jarinya, seketika itu vampir-vampir pasukan Orochimaru berlari menyerang kearah raja dan pasukannya. Mereka bertarung dengan sengitnya. Orochimaru bertarung melawan Sakumo. Mereka pun mencoba menusukkan pedang tepat ke jantung lawannya. Kakashi sedang menghadapi Kabuto. Sama seperti yang lainnya, Kakashi dan Kabuto pun bertarung dengan sengitnya. Kekuatan mereka sama-sama seimbang. Sementara Sasuke, ia sedang mencoba mencari keberadaan Sakura sekarang. Tiba-tiba onyxnya menangkap bayangan yang berlari ke arah hutan. Sasuke yakin kalau salah satu diantara mereka adalah Sakura. Jadi, ia memutuskan untuk mengejar orang-orang tersebut.
.
.
.
"Sebaiknya kita kembali ke kastil paman, bibi." Kata Yuki yang mulai merasa kelelahan karena sejak dari kemarin ia dan Kisazhi serta Mebuki memasuki hutan belantara itu tanpa istirahat sedikit pun.
"Tidak, putri! Kita tidak boleh kembali lagi kesana" kata Kizashi terus memegang pergelangan tangan Yuki dengan erat.
"Memangnya kenapa?" Tanya Yuki.
"Sakumo-sama memerintahkan kami untuk melindungimu dari bahaya" timpal Mebuki sambil mengelus kepala Yuki. Ia teringat akan putrinya yang entah bagaimana nasibnya di tangan Orochimaru itu.
"Apa yang terjadi sebenarnya? Tolong jawab pertanyaanku!" Tanya Yuki sambil mengguncang-guncangkan badan Kisazhi.
"Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan sebelum bahaya mengejar" kata Kizashi sambil menarik tangan kanan Yuki. Sementara Mebuki memegang tangan kiri gadis itu. Kisazhi enggan menjawab pertanyaan Yuki karena ia takut kalau Yuki bersikeras untuk kembali ke istana setelah mendengar semua penjelasan darinya.
.
.
.
Pertarungan antara pihak Orochimaru dan pihak kerajaan berlangsung sangat sengit. Karena para pasukan Orochimaru sebagian besar adalah vampire newborn, jadi sangat mudah untuk dikalahkan oleh pasukan Sakumo walaupun jumlah vampire newborn itu sangat banyak. Mayat-mayat banyak tergeletak ditanah dengan luka di dada kiri akibat tusukan pedang-pedang dari lawannya.
.
.
.
"Paman, bisakah kita istirahat sebentar? Aku sangat lelah" kata seorang gadis berambut abu-abu.
"Hm, baiklah kita akan istirahat disini sebentar" kata Kizashi.
Mereka pun beristirahat di bawah naungan sebuah pohon yang cukup besar dan rimbun.
Zrasshhh
Terdengar bunyi semak belukar disekitar mereka. Mereka bertiga terkejut dan siap mengambil ancang-ancang untuk menyerang.
.
.
.
"Berhenti!" seru pemuda berambut raven yang sedang mengejar orang-orang di dalam hutan.
"cih sial! Ternyata pemuda itu cepat juga" umpat pria yang sedang menggendong seorang gadis berambut pink.
Dengan secepat kilat Sasuke berlari memotong arah mereka.
"Serahkan dia padaku!" kata Sasuke dengan nada yang meninggi.
"Hah menyerahkannya kepadamu? Enak saja!" kata orang yang bertubuh gempal dengan seringainya.
Kemudian kedua pria itu yang diketahui bernama Suigetsu dan Juugo saling berbisik-bisik.
"Biar aku saja yang menghadapi vampire newborn ini dan kau bawalah gadis itu pergi dari sini!" perintah Suigetsu kepada Juugo.
"Baiklah aku mengerti" ujar Juugo mengangguk paham.
Kemudian kedua pria itu berbalik menghadap Sasuke yang sejak tadi sudah bersiap-siap untuk menyerang kedua pria itu.
Suigetsu segera berlari mencoba menusukkan pedangnya ke arah jantung Sasuke. Tetapi dengan secepat kilat, pemuda bermata onyx itu menahan pergerakan pedang milik Suigetsu yang mengarah ke dadanya. Mereka berusaha untuk saling menghujamkan pedangnya ke arah lawan.
Juugo melihat kedua pria itu yang saling ingin membunuh, mengambil kesempatan untuk melarikan diri agar segera membawa Sakura yang masih tak sadarkan diri akibat obat bius yang diberikan oleh Suigetsu menuju markas besar Orochimaru.
"Sakura!" teriak Sasuke ketika onyxnya melihat Sakura dibawa kabur oleh Juugo.
Suigetsu langsung mengarahkan pedangnya ke dada Sasuke ketika pemuda itu mulai lengah akibat pandangannya mulai beralih kearah lain. Tetapi dengan secepat kilat Sasuke menghindar karena ia telah mengaktifkan mata sharingan miliknya yang mampu membaca pergerakan lawan. Ternyata pemuda itu sudah berada dibelakang Suigetsu. Tanpa berpikir panjang lagi, Sasuke segera menusukkan pedang miliknya ke tubuh Suigetsu. Pedang tersebut menusuk punggung pria itu sampai menembus jantungnya. Seketika itu, tubuh Suigetsu terjatuh ke tanah dengan darah yang masih keluar dari mulutnya.
Satu pengacau sudah tersingkirkan. Sekarang tinggal pria itu yang harus disingkirkannya. Itulah yang sedang ada dibenak Sasuke. Ia kemudian meninggalkan Suigetsu yang tubuhnya sudah mulai menjadi debu-debu. Tak lupa pedangnya pun telah berada di tangannya.
Sasuke mulai mencari jejak Jugo. Namun sial bagi dirinya. Ia cukup sulit menemukan dimana keberadaan pria yang membawa Sakura itu. Cukup lama ia mencari namun nihil. Sasuke tidak dapat menemukan jejak mereka.
"Sakura, dimana kau?" racau Sasuke yang mulai frustasi mencari keberadaan gadis itu.
.
.
.
Perlahan-lahan kelopak mata itu terbuka dan menampakkan emerald yang sangat indah walaupun sinarnya sudah mulai redup. Sakura tersadar, ia sedang berada dalam gendongan seorang pria. Gadis itu memilih untuk tetap berpura-pura pingsan.
'Mau dibawa kemana aku oleh pria ini?' tanyanya dalam hati. Ia sedikit takut dengan apa yang akan terjadi pada dirinya jika tidak ada seseorang pun yang menemukannya dan menyelamtakannya. Akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan jejak, agar seseorang dapat menemukannya.
Sakura mencoba melepaskan kalung miliknya dengan hati-hati agar pria ini tidak menyadari kalau ia telah sadar dari lamunannya. Gadis itu pun menjatuhkan kalung liontin miliknya ke tanah. 'Semoga seseorang menemukannya Kami-sama dan menyelamatkanku.' Pintanya dalam hati.
.
.
.
Sasuke tetap berlari semakin masuk ke dalam hutan. Ia tidak mempedulikan rasa lelahnya. Pemuda itu terus berharap agar ia bisa menemukan keberadaan seseorang yang sangat dicintainya.
Tiba-tiba onyx miliknya melihat benda yang berkilauan di tanah. Segera ia menghentikan larinya da memungut benda tersebut. 'Ini pasti milik Sakura. Ya ini memang milik Sakura' serunya dalam hati sambil menggenggam erat kalung tersebut. Kemudian ia melanjutkan pencariannya. Sasuke yakin, ia dapat menemukan dan menyelamatkan Sakura.
Kedua onyx itu menangkap bayangan seseorang yang bertubuh cukup besar tak jauh dari hadapannya. Terlihat sosok itu sedang menggendong seseorang perempuan a la bridal style.
"Berhenti!" seru Sasuke dengan mempercepat larinya.
"Shit! Bagaimana bisa dia menemukan keberadaanku? Padahal aku sudah menghilangkan jejak" umpat pria yang diketahui bernama Juugo itu.
Sasuke melompati dahan-dahan pohon dengan cepat. Ia kemudian berhenti tepat di hadapan Jugo yng sedikit terengah-engah.
"Cepat serahkan Sakura kepadaku!" perintah Sasuke yang hanya dibalas dengan senyuman mengejek.
"Cepat serahkan!" desak Sasuke. Pemuda itu segera mendekati Juugo.
"Tidak akan ku serahkan gadis ini"
Sejujurnya Sakura sudah tidak tahan lagi menunggu percakapan kedua pria ini. Dengan segera ia mematahkan ranting yang ada di dekatnya. Tangannya sudah menggenggam ranting yang ujungnya cukup runcing dengan sekali sentakkan, ia sudah menancapkan ranting itu ke punggungg Juugo. Walaupun tidak cukup panjang untuk menembus Jantung pria itu namun itu dapat membuat Sakura terbebas dari pria itu. Jugo terlihat menahan kesakitan. Tangannya berusaha mencabut ranting itu.
Melihat keadaan itu, Sakura segera menyuruh Sasuke untuk segera menusukkan pedangnya ke arah jantung Jugo sebelum luka itu sembuh. Dengan sekali sentakkan, pemuda raven itu mengujamkan pedangnya hingga menusuk jantung Juugo.
"Sebaiknya kita segera kembali ke kastil" ujar Sakura datar. Ia kemudian berjalan membelakangi Sasuke. Belum sampai 3 langkah, tubuh gadis itu terhuyung hampir jatuh kalau tidak ada tangan Sasuke yang menopang tubuh gadis itu. Sasuke langsung menggendong tubuh Sakura tanpa mempedulikan gadis itu yang sedang mencoba berontak.
Dengan cepat Sasuke berlari sambil menggendong Sakura ala bridal style. Gadis itu akhirnya berhenti berontak karena merasa kelelahan. Ia menenggelamkan kepalanya di dada bidang Sasuke berusaha menyamankan dirinya senyaman mungkin dalam gendongan lelaki itu.
.
.
.
"Siapa kalian?" teriak Yuki.
"Cepat keluarlah!" perintah Kizashi.
Zrasshhh…
Munculah sosok Sasuke yang sedang menggendong Sakura. Ia nampak terkejut. Pemuda itu pikir, ia kembali akan berhadapan dengan musuh tapi ternyata tidak, Sasuke bertemu dengan kedua orang tua Sakura dan seorang gadis bersama mereka.
"Sasuke" kata Kizashi memastikan bahwa yang dilihatnya adalah kenyataan.
"Hn"
"S-sa-sakura" kata Mebuki terbata-bata ketika melihat putrid kesayangannya itu digendong oleh Sasuke. Gadis itu menoleh ke sumber suara. Ia melihat ibu, ayah dan Yuki sedang berdiri dihadapannya.
"Apa kau baik-baik saja nak?" Tanya Mebuki khawatir.
Sakura hanya mengangguk pelan. "Turunkan aku!" perintah Sakura dengan nada lemah kepada Sasuke. Akhirnya Sasuke menurunkan Sakura walaupun ia sedikit agak cemas dengan kondisi Sakura. Kedua orang tua Sakura pun segera menghampiri Sakura dan kemudian memeluk tubuh mungil itu.
Semakin banyak pertanyaan yang muncul dibenak Yuki tatkala menyaksikan adegan itu. 'Ada apa ini? Apa yang terjadi?' pertanyaan itulah yang ada dipikirannya sejak tadi. Ia hanya bisa bungkam. Sejujurnya Yuki sangat ingin menanyakan hal ini kepada mereka semua. Namun ia tidak ingin mengganggu adegan tersebut.
Setelah Yuki merasa keadaan kembali normal tanpa ada peristiwa peluk-memeluk, ia pun akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya. "A-ano sebenarnya apa yang terjadi?" Mendadak semua orang yang ada disitu menoleh ke arah Yuki. Tapi tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaannya. Mendadak suasana menjadi hening.
"Aku harus kembali ke istana" kata Yuki sambil berlari menjauhi mereka.
"Hentikan Yuki-sama! Disana sangat berbahaya!" teriak Mebuki.
Yuki tidak peduli dengan itu. Yang ia rasakan adalah rasa kekhawatiran yang menyeruak masuk ke dalam relung hati dan pikirannya.
Mebuki dan Kizashi mencoba mengejar Yuki. Namun kecepatan berlari mereka kalah telak dibandingkan kecepatan berlari Yuki.
"Aku harus kesana" kata Sakura dengan raut wajah yang tegang.
"Jangan! Lebih baik kita pergi sejauh mungkin Sakura." Cegah Sasuke.
Sakura menghela napas berat. Sungguh, mendengar pernyataan ayahnya ini membuatnya merasa sangat bersalah. Gadis itu berpikir bahwa dialah penyebab semua ini dan dialah yang seharusnya menyelesaikan masalah ini.
"Aku harus kesana. Semua ini adalah salahku. Akulah yang menyebabkan kekacauan ini. Sungguh aku ingin membantu mereka." Kata Sakura dengan raut wajah kecewa.
Tanapa menunggu jawaban Sasuke, gadis itu segera berlari menyusul kedua orag tuanya dan Yuki ke istana.
"Sakura!" teriak Sasuke sambil mengejar Sakura yang tinggal sedikit lagi berhasil ia rengkuh tubuhnya. Dengan segera pemuda itu memeluk tubuh gadis itu yang lebih kecil dari tubuhnya dari belakang. "Tolong, jangan kesana Sakura." Lirih Sasuke. Dikecupnya kepala Sakura dengan penuh kasih sayang. Jujur, dia tidak ingin Sakura dalam bahaya lagi.
Sakura hanya menunduk diam. Air matanya mulai turun seketika. Tubuhnya bergetar menahan semua rasa yang ada dibenaknya.
Sasuke membalikkan tubuh Sakura untuk menghadapnya. Namun gadis itu tertunduk menyembunyikan wajahnya. Dengan segera, pemuda itu kembali memeluknya tapi Sakura tidak membalas pelukan itu. Kembali ia kecup pucuk kepala Sakura. Wajahnya menyiratkan kesedihan dan kekhawatiran yang cukup mendalam.
"Aku hanya tidak ingin kau terluka Sakura." Terdengar suara lirih Sasuke.
Isakan dari bibir Sakura mulai terdengar oleh indera pendengaran Sasuke. Gadis itu pun akhirnya menenggelamkan kepalanya di dada bidang pemuda itu. Kedua tangannya sudah berada di dada Sasuke. Pemuda bermata onyx itu pun mendekap tubuh Sakura dengan erat seakan tidak ingin melepaskan gadis itu. Membiarkannya menangis sejadi-jadinya untuk menumpahkan segala rasa yang sudah dipendamnya. Membiarkan bajunya menjadi basah akibat air mata gadis yang dicintainya.
"Tolong aku Sasuke, biarkan aku pergi kesana." Lirih Sakura. Sasuke masih terdiam untuk beberapa detik. "Ayah dan Ibuku ada disana" sambung Sakura lagi dengan nada yang semakin lirih.
Sasuke menghela napas beratnya. "Baiklah, kita kesana. Tapi kau harus berjanji untuk tidak akan jauh-jauh dariku" kata Sasuke seraya melepaskan pelukannya dan menunduk menatap mata Sakura. Onyx bertemu emerald. Seolah mengungkapkan perasaan masing-masing yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
.
.
.
Sasuke dan Sakura akhirnya sampai. Sungguh sangat ironis pemandangan yang mereka lihat. Semua orang saling bertempur. Mereka tidak peduli lagi dengan hidup. Yang mereka pikirkan adalah bagaimana cara mengalahkan lawan-lawan mereka masing-masing.
Sakura melihat Yuki sedang kewalahan menghadapi kedua vampire newborn yang merupakan anak buah dari Orochimaru. Ia berinisiatif untuk membantu Yuki. Emeraldnya melihat pedang yang bergeletak diatas debu yang gadis itu yakini adalah debu bekas tubuh vampir yang telah dibunuh. Dengan segera, jemari lentik Sakura mengambil pedang itu dan kemudian ia menuju kearah Yuki.
Sasuke kesal karena melihat Sakura menjauh darinya. Ia pun mengejar Sakura yang sedang bertarung melawan vampir newborn itu tapi segerombolan vampir-vampir menyerangnya. Akhirnya dengan terpaksa ia menghadapi musuh-musuhnya itu.
Sementara Sakumo sudah terdesak oleh Orochimaru. Sudah berjam-jam raja vampir itu menghadapi penghianat itu sehingga membuat ia kehabisan tenaga.
Zrassshhh
Dengan sekali tusukan tepat di jantungnya akhirnya Sakumo pun meregang nyawa. Pria berambut panjang itu menyeringai puas. Kemudian dicabutnya lagi pedang itu dari dada raja vampir yang sudah tewas mengenaskan itu.
Mata pria itu kemudian menangkap sosok gadis berambut merah muda yang menyeringai puas karena telah menumbangkan lawannya. Tanpa ragu, Orochimaru segera berlari ke arah gadis itu hendak membunuhnya.
"Sakura awas!" teriak Yuki saat mengetahui Orochimaru sedang berlari kea rah Sakura dengan mengacungkan pedangnya. Namun semua terasa begitu cepat. Sakura tidak dapat menghindar. Tapi sebelum pedang itu menancap di jantung Sakura, ia merasakan tubuhnya dipeluk oleh seseorang.
Deg!
Pemuda bermata onyx dan berambut raven itu yang memeluknya. Berusaha menjadi tameng pelindung bagi tubuh Sakura. Emerald itu dapat melihat darah segar keluar dari sudut bibir pemuda itu. Mata onyxnya melembut tidak setajam dulu.
Kemudian gadis itu merasakan bau anyir khas darah keluar dari bibirnya juga. Karena pedang bukan hanya menembus jantung Sasuke tapi jantungnya juga. Untuk kesekian detiknya, Sakura dapat melihat onyx itu mengeluarkan cairan bening.
"A-aku s-sangat me-mencinta-i mu Sa-saku-ra" kata Sasuke dengan terbata-bata. "Ma-afkan a-aku yang ti-dak bi-bisa me-lin-dungi-mu" lanjutnya lagi dengan air mata yang sudah menggenang di kedua pipinya.
"A-ku ju-ga men-cintai-mu Sa-suke-kun" jawab Sakura dengan terbata-bata juga. Emeraldnya sudah dipenuhi oleh cairan air mata yang sudah siap menggenang dikedua pipinya.
Akhirnya kedua tubuh itu jatuh merosot ke tanah dengan posisi Sasuke menindih tubuh Sakura.
"Sakuraaaa!" teriak Mebuki saat melihat Sakura sudah tumbang. Dengan segera ia berlari ke arah Orochimaru tanpa sepengetahuan pria berambut panjang itu. Kemudian dengan cepat Mebuki menusukkan pedangnya tepat di punggung Orochimaru dan tepat mengenai jantungnya.
"Itu balasan untuk kau yang sudah membunuh anakku!"
.
.
.
Maafkan aku Sakura, aku tidak bisa menjagamu dan melindungimu. Maafkan aku juga Sakura, aku belum sempat membahagiakanmu. Hanya satu yang aku ingin kau ketahui bahwa aku akan selalu mencintaimu walaupun kita terpisah oleh takdir yang kita tak akan pernah bisa mengelaknya. Aku percaya kita akan kembali bersama di kehidupan selanjutnya, Sakura. Dan menjalani setiap detik waktunya dengan berbagi rasa sayang dan cinta dan kebahagiaan. Aku berjanji padamu, aku akan selalu melindungimu kelak disaat kita bertemu lagi di dunia yang berbeda.
Tamat…
Yoshh akhirnya tamat juga ini fic. Maaf ya readers fic ini sad ending. Yah saya juga minta maaf kalau kalian tidak puas dengan endingnya. Maaf beribu-ribu maaf *ojigi* maaf juga buat segala kekurangan yang ada di fic ini. ingatlah author ini hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
Terima kasih buat semua yang udah kasih review ataupun hanya sekedar baca. Saya merasa sangat senang banget ternyata ada juga yang mau baca dan ngasih review ini fic hehe...
Maaf ya gak bisa bales review kalian. Saya udah ngantuk berat *hoammm*
ARIGATOU GOZAIMASU :D see you the next fic. bye bye *emuaaach*
