Cast : Xiahe (The Real name J-Law), LuoLuo (The Real name Kirio)

Warning : CANON Slash

Ficlet | Series | Typo | Bad Grammar


oOo


Bruup

Kopi hitam yang belum sempat di teguk sukses keluar dari mulutnya saat Luoluo bercerita tentang umurnya.

"Kau serius?" Xiaohui menatap dengan mata melotot, sepertinya ia bereaksi hampir sama dengan sahabatnya (namun tidak semencolok Xiahe yang memuntahkan kembali minumannya)

Luoluo mengangguk singkat dan kembali menyeruput teh jasmine yang ia pesan.

Baru 10 menit mereka bertiga sampai ke cafe yang merupakan milik teman Xianhe dan Xiaohui -Jing Er- memesan minuman hangat (karena kebetulan cuaca malam semakin dingin) dan beberapa cake (sebenarnya hanya Luoluo dan Xiaohui yang memesan) memulai percakapan ringan seperti nama, umur, profesi dan pertanyaan basa basi lainnya.

Namun, saat Luoluo memberitahukan umurnya kedua orang di hadapannya langsung bereaksi berlebihan -menurutnya-.

"Tahun ini umurku memang baru 16 tahun, ah tapi beberapa bulan lagi aku sudah 17" merasa bukan hal yang penting, Luoluo kembali berbicara, memotong kecil chees cake dengan buah strawberry besar di atasnya. "Dan aku masih siswa sekolah menegah".

Xiahe dan Xiaohui yang mendengar hanya bisa terdiam dengan mulut dan ekspresi tak percaya.

"Ternyata kau menyukai anak kecil" bisik Xiaohui pada Xiahe. "Hei, kau dengar?" Kening Xiaohui mengerut lantaran perkataannya tadi tak di dengar oleh temannya itu karena terlalu shock, mungkin.

"Hei Xiahe, kau masih ada di bumi?" tiga kali tepukan di punggung menyadarkan Xiahe kembali.

"Eh?"

"Tsk, bisa kuduga kau tak mendengar kata-kataku tadi"

Xiahe menoleh bingung, "Memangnya kau bicara apa, Xiao?"

"Bukan apa-apa", jawab Xiaohui malas, ia memotong fruit cake pesanannya dan menyuap dalam potongan besar di dalam mulut. Memakan cake jenis ini di tambah meminum lemon tea sangat cocok untuknya mengusir efek mabuk bergelas-gelas alcohol yang ia minum sebelumnya.

"Hmm, kalau begitu bagaimana kegiatan sekolahmu?" Tak memiliki topik pertanyaan lain, membuat Xiahe menguras otaknya mencari pertanyaan-pertanyaan klise agar lebih mengenal pria di depannya itu.

"Seperti biasa, tak ada yang istimewa" jawab Luoluo seandanya.

Xiahe mengangguk seolah-olah mengerti, "Kalau begitu kau pasti sudah memiliki kekasih, anak seumurmu biasanya begitu penasaran dengan percintaan"

Xiaohui yang sibuk memakan cake-nya mendelik memandang Xiahe dari sudut matanya, pertanyaan bodoh kau menggali kuburanmu sendiri.

Luoluo diam, menatap mata Xiahe yang memasang wajah tersenyum di depannya. Menyuap satu sendok terakhir cake miliknya.

"Hm, belum..."

Sebuah jawaban yang membuat hati Xiahe sukses berbunga-bunga layaknya musim semi.

"Gadis itu terlalu menuntut, jadi kami memilih berpisah. Dan sekarang bisa di bilang aku kosong"

Musim semi tadi seketika berubah jadi musim gugur, musim panas yang kering tandus dan terakhir berubah menjadi musim dingin yang beku. Yah seperti itulah sekiranya gambaran hati Xiahe sekarang.

Bodoh, Xiaohui tak bisa menghentikan senyumannya saat melihat sorot mata sahabatnya itu. Sudah ia duga lelaki manis di depannya itu straight alias menikmati percintaan lawan jenis. Tapi, ada hal lain yang mengusik otak kecilnya, namun tak dapat ia ungkapkan seperti apa... Rasanya ada yang aneh dengan Luoluo.

"Dari tadi aku yang berbicara, kalian sendiri tak mengenalkan diri" kesal Luoluo meletakan dagunya ke atas meja. "Ayo sekarang gantian"

"Ah baik. A―"

"Luoluo, cake mu habis. Tak ingin memesan lagi?" interupsi Xiaohui tepat di tengah-tengah ajang perkenalan Xiahe, membuat pria itu tak berkutik dengan mulut terbuka (sepertinya kata-katanya jadi tersendat di tenggorokan).

"Bolehkah?"

"Tentu saja, iyakan Xiahe?"

Xiahe yang berusaha tetap mempertahankan sikap gentle nya mengangguk sambil meminum kopinya. Melihat tingkah ini tak pelak Xiaohui tertawa dalam hati.

"Terima kasih! Pelayan!" panggil Luoluo semangat.

Kau mengganggu!, dengan tatapan mendelik Xiahe mencoba mengintimidasi Xiaohui yang tengah asik menyantap cake-nya.

"Ngomong-ngomong, ini sudah terlalu malam. Apa tak masalah belum kembali ke asrama?" Seakan tahu kekesalan sahabatnya, Xiaohui sengaja membuka kembali obrolan yang sempat tertunda.

Luoluo tak merespon, hanya sebuah tatapan sulit terbaca.

"Bagaimana kalau menginap di apartemenku? Walau kecil tapi jauh lebih baik dari pada pulang selarut ini. Dan paginya, minta orang ini mengantarmu". Mata Xiahe melotot tak percaya, ingin sekali dia meneriakan Kau Dewa Penolongku dan memeluk sahabat yang beberapa detik lalu ia maki itu. "Tapi hati-hati, pria ini berbahaya" lanjut Xiaohui.

Sialan!

Oh, betapa inginnya Xiaohui tertawa keras sekarang saat melihat wajah merah padam ada reaksi berarti dari Luoluo, hanya senyuman tipis dan anggukan ia lakukan. Sebuah jawaban yang tentu saja sempat membuat hati Xiahe melompat bahagia.

"Bagus" Xiaohui tersenyum, menyeruput minumannya hingga habis dengan tatapan mata tajam ke arah Luoluo. Lalu Xiahe? Seandainya ada Rumah Sakit di dekat situ, mari bawa ia untuk memeriksakan diri, karena sejak tadi terus mengulum senyuman.


.

oOo

.


N/A :

Canon, mengacu pada sifat, karakter, peristiwa, plotline, yang terjadi secara nyata dalam sumber resmi yang mendasari suatu fanfiction. (cr : naruto-nlsi blogspot)

Karena itu sesuai dengan Warning disebutkan sebelumnya, kisah ini lebih di titik beratkan tentang jalan cerita sesuai dengan kenyataan/fakta yang ada. Tapi, khusus untuk kisah ini hanya akan di bumbui 90-95% fakta (sisanya silahkan terka bagian mana yang fiksi).

PM selalu terbuka untuk berbagi histeria J-Rio couple ^^~
Karena pasti semua tahu sejak 2011 keberadaan mereka (khususnya Xiahe) memudar, kebiasaannya untuk update ini itu tentang hidupnya sepertinya lenyap walau tentu fans nya tahu dia masih hidup.

Bagaimana dengan LuoLuo?
Tak perlu susah payah mencari jejak pria ini karena baru akhir tahun 2012 ini dia mengeluarkan buku barunya ^^~