OUR SHORT LOVE STORY
Cast : Choi Siwon, Kim Jong Woon, Lee
Donghae, Tan Hangeng, Cho Kyuhyun
...
Lee Sungmin, Kim kibum, Kim Ryeowook, Lee
Hyuk Jae, Kim Heechul, and other cast...
Genre : Romance, friendship,humor,hurt.
Rate : K - T
.
.
"WARNING : BOY LOVE / YAOI"
TYPO bertebaraaan
.
chapter 4
.
.
.
.
"Euuuunghhh..."
Yesung baru bangun dari kondisi mabuknya, sakit kepala menyerang saat dia bangun masih sangat kentara. diliatnya tempat dirinya kini "ruang tamu siapa..?" benaknya, tapi tempat ini tidak asing.
"kau sudah bangun..?" suara namja mungil itu sedikit membuat Yesung terhenyak,
"k-kau..? bagaimana bisa.." ucapannya terhenti dan berusaha mengingat potongan kejadian tadi malam,
"kenapa aku bisa ada disini,dirumahnya..Kim Ryeowook?" pikirnya keras
"kepalamu masih sakit ?, akan aku buatkan teh untukmu..tunggulah sebentar" ujar namja manis ini lalu berjalan menuju dapur membuat segelas teh yang mungkin bisa mengurangi pening Yesung.
"kenapa aku bisa ada dirumahmu..?" tanya Yesung dingin, matanya menatap Ryeowook yang sedang menyeduh teh
"ini tehnya,minumlah..." ujar Ryeowook setelah meletakkan segelas teh dihadapan Yesung.
"tadi malam kau mabuk berat, dan hampir membuat rusuh kedai milik ahjumma-ku, terpaksa aku membawamu kesini" ucapnya Yesung merasa sedikit bersalah.
"maaf,aku sudah merepotkanmu.."ujar Yesung
"tidak apa-apa" jawabnya dengan senyum manisnya. sedikit ada kecanggungan antara keduanya.
"ka-kalau begitu aku segera pulang saja, aku tidak mau terlambat kekantor, sekali lagi terima kasih Ryeowook-ssi" ucap Yesung memecahkan keheningan antara keduanya lalu beranjak akan pulang
"kau yakin sudah baikkan..?" tanya Ryeowook memastikan
"aku baik-baik saja...aku pulang dulu" jawabnya lalu melangkahkan kakinya menuju pintu yang jelas-jelas tau dia letaknya, Ryeowook hanya menatap nanar punggung namja itu
"kau bahkan memanggilku Ryeowook-ssi" ucapnya lalu tersenyum pahit.
.
.
Siang ini cukup terik, peluh sudah membasahi wajah namja ini, Eunhyuk sesekali menghapus titik keringat diwajahnya menggunakan saputangan biru miliknya. ia kini sedang berada di depan sebuah gedung pencakar langit, salah satu perusahaan fashion besar diKorea.
"permisi...apakah kantor ini masih membuka lowongan kerja ?" tanya namja dengan gummy smilenya bertanya kepada bagian resepsionis.
"maaf tuan, kami tidak membuka lowongan kerja.."
"saya minta tolong nona..saya sangat butuh pekerjaan sekarang, bisa anda masukkan berkas saya..saya mohon nona..."pintanya dengan sedikit memelas,
"maaf tuan, kantor kami sedang tidak butuh pegawai lagi.."
"saya mohon nona..bantulah saya.."
"hmm..baiklah, saya hanya sebatas memasukkan berkas anda saja.." ucap nona itu akhirnya, tak sanggup melihat Eunhyuk semakin memelas.
"terima kasih banyak...saya sangat berterima kasih,setidaknya masih ada harapan untuk saya"
"iya, sama-sama...untuk selanjutnya tunggu saja konfirmasi dari kami, jika tidak ada..saya minta maaf"
"tidak apa-apa, sekali lagi terima kasih nona.." ucap Eunhyuk lalu meninggalkan kantor besar itu.
.
.
"kenapa kau masih saja disini ?, bukankah sekarang jam makan siang, ayo kita kekantin sama-sama" ucap salah satu karyawan pada Kibum. Kibum masih setia dengan desain-desainnya yang sedikit lagi akan rampung.
"terima kasih, kau duluan saja...kerjaanku sedikit lagi akan selesai" tolaknya halus
"hmm..baiklah, kalau begitu aku duluan " ucap karyawan itu lalu meninggalkan ruangan Kibum
15 menit kemudian,
"Sempurna!" ucapnya berbinar binar menatap desainnya yang baru saja selesai. berbagai bentuk busana cantik, mewah dan unik tergores sempurna diatas kertas-kertas yang semalaman dia kerjakan membuahkan hasil yang tidak biasa.
"kau sudah makan siang..?" suara seseorang mengagetkannya
"Boss ?"
"kau butuh makan juga, jangan sampai kau sakit" ujar Siwon lalu masuk kedalam ruangan Kibum
"Fantastic!" ucapnya lagi saat melihat lembar-lembar desain diatas meja Kibum,
"aku tidak salah memilihmu" pujiannya semakin menjadi-jadi. tak taukah dia jika namja di hadapannya itu sedang merona merah diwajahnya
"aaa...yaa..terima kasih Boss" jawabnya sedikit kikuk,
"kau kenapa ? kau sakit ?" tanya Siwon yang baru sadar akan kondisi Kibum
"ti-tidak aku baik-baik saja" ucapnya berusaha menutupi kegugupannya
"baiklah, Kibum-ssi aku tau kau sudah bekerja keras tapi jangan lupakan kondisimu..ayo kita makan siang bersama, aku yang traktir" tanpa pikir panjar di tariknya tangan Kibum mengajaknya makan siang
"makan siang bersama" ucap Kibum dalam hati , sekilas dilihatnya tangannya kini di pegang erat oleh Sang Direktur Choi Siwon.
.
.
"Nona Oh, apakah masih ada berkas-berkas pelamar kerja sebulan yang lalu ?" tanya Donghae
"aah, kebetulan hari ini ada satu berkas yang terpaksa saya terima, anda butuh sekertaris Tuan Lee ?"
"terpaksa diterima, maksudmu ?"
"ne, saya tidak tega melihatnya.."
"lain kali bekerja dengan propesional, jangan sembarangan menerima berkas seperti itu lagi"
"baik,saya mengerti "
"antar berkas itu keruanganku sekarang " perintahnya lagi
"baik, tapi...bukankah anda sudah memiliki sekertaris tuan ?"
"bukan untukku tapi untuk Kyuhyun" jawabnya lalu meninggalkan meja resepsionis.
.
.
.
Sementara dilain tempat, tampak seorang namja manis sedang duduk menikmati Es krim ukuran jumbo,di depannya sedang duduk namja tampan dengan rambut ikal coklatnya fokus memperhatikan namja manis ini menikmati Es krim jumbo tersebut.
"Apa kau tidak kenyang, kau sudah memakan 2 cup es krim ukuran jumbo.."
"Ani, aku bahkan pernah menghabiskan 5 cup sekaligus" jawab namja manis itu dengan senyuman manisnya
"mwoo..?"
"hmm"
"tapi aku membawamu kesini bukan untuk melihatmu makan es krim sebanyak ini.."
"bukankah kau sendiri yang mengatakan akan mentraktirku es. krim, kenapa baru protes sekarang ?" tanyanya dengan wajah polos
"aigooo...apakah anak ini tidak mengenal istilah Modus ?" runtuk Kyuhyun dalam hati. Ya namja yang sekarang ini adalah Cho Kyuhyun dan yang bersamanya kini ada Lee Sungmin. Kyuhyun mati-matian menyelesaikan tugas kantornya dari kemarin malam agar bisa bertemu Sungmin hari ini. Sudah dari pagi dia menunggu Sungmin keluar dari tempat kerjanya untuk pergi makan siang. Kejadian tempo harilah penyebabnya, menyebabkan Kyuhyun tak berhenti membayangkan wajah imut Sungmin hingga hari inilah puncaknya. Dengan segala keberanian dia menemui Sungmin, dia ingin mengenal Sungmin lebih dekat lagi. awalnya dia takut jika Sungmin menolak ajakkan ini, tapi anggapannya ternyata salah Sungmin justru sangat gembira di ajak makan siang olehnya.
"mak-maksudku, aku ingin mengajakmu makan tapi bukan makan es krim.." jelas Kyuhyun
"memangnya makan es krim tidak disebut makan ?" tanyanya dengan wajah sedikit berpikir, Kyuhyun langsung Sweatdropp.
"aaaahh...terserah kau saja" jawab Kyuhyun akhirnya pasrah.
"tuan, nama anda siapa ?" pertanyaan yang sedari tadi dia tunda karena menikmati es krimnya akhirnya keluar
"K-kau tidak tahu namaku ?!"
"ne...tapi aku rasa aku pernah melihatmu sebelumnya" jawab Sungmin lagi, yang semakin membuat Kyuhyun frustasi
"kau lupa dengan wajahku..?"
"bukan begitu, hanya saja aku pernah melihatmu"
"itu sama saja...aku Cho Kyuhyun "
"Cho Kyuhyun ?, namamu juga tidak asing..aaa..aku Sungmin, Lee Sungmin" jawab Sungmin dengan menampakkan deretan gigi kelincinya
"aku tahu..."
"mwo..? kau mengenalku ?" tanya Sungmin sedikit terkejut
"ne, aku mengenalmu karena insiden PSP PINK tempo hari" ucap Kyuhyun dengan penuh penekanan dan tak lupa Smirk evil di wajahnya.
"Psp pink, psp pink, psp pi- ah! kau orang yang membeli Psp pink kemarin ya ? omo, kenapa tidak katakan dari tadi" ucap Sungmin dengan wajah yang bersemangat, suaranya mampu menarik perhatian pengunjung cafe tersebut.
"ah...kau baru ingat sekarang"
"memangnya ada apa Kyuhyun-ssi membawa ku kemari, apa kau suka dengan PSP dari toko kami, aku baru ingat minggu depan akan ada peluncuran PSP terbaru kami lagi, kalau kau mau aku akan memberikan diskon 50% untukmu" ujar Sungmin dengan ceria namun dengan nada mempromosikan barang
"kenapa dia jadi promosi sih ?" benak Kyuhyun
"ne, tapi bukan itu maksudku..."
"lalu ?"
"ak-aku bingung harus mengatakannya dari mana, yang pasti sejak bertemu denganmu kemarin wajahmu selalu muncul dibenakku, akupun sendiri bingung"
"maksudmu ?"
"ya begitulah...aku selalu memikirkanmu, ya seperti itu"
"aneh sekali ya ?"
"hmm, aneh"
"apa ini berarti kau menyukaiku ?"
"ne ?"
.
.
.
"Lee Hyuk Jae ?,kau kah ini ?" lirih Donghae saat membuka berkas lamaran kerja dari Eunhyuk yang sebenarnya bernama Lee Hyuk Jae
"kenapa kau kembali,saat aku sudah mulai bisa melupakanmu, disandarkanya kepalanya dikursi kerja miliknya, memejamkan mata lalu ingatannya kembali kesaat 5 tahun yang lalu
.
Flash back_
Namja tampan dan sukses ini telah kembali ke tempat kelahirannya Mokpo, dia datang bukan untuk kembali menetap disana melainkan untuk menepati janjinya kepada seseorang, janji bahwa dia akan kembali dan mengikat sosok itu dalam sebuah hubungan yang serius.
"Eunhyuk-ah, aku datang, aku kembali, aku akan memenuhi janjiku dulu" ucapnya dengan wajah yang penuh kebahagiaan, setelah dari stasiun dia langsung menuju rumah Eunhyuk, sosok yang sudah dia anggap kekasih dari kecil.
Langkahnya terhenti saat melihat suasana rumah Eunhyuk yang ramai, seperti ada pesta.
"tak mungkin ini pesta penyambutanku, bukankah aku datang memberi kejutan untuknya" benak Donghae
"tapi rumahnya ramai sekali" ucapnya lagi.
"permisi, apa dirumah keluarga Lee sedang ada acara ?" tanyanya kepada salah seorang yang lewat dihadapannya
"ne, acara tunangan putranya" jawab orang itu,
"tu-tunangan ?"
"ne, acara tunangan Lee Hyuk Jae, kau tidak masuk kedalam ?"jawab orang itu lagi dengan pertanyaan
"ti-tidak," jawab Donghae singkat lalu berbalik meninggalkan tempat itu berjalan gontai
"ini tidak benar kan...?" lirihnya, sungguh perasaanya sangat sangat hancur sekarang
"Eun-eunhyuk-ah...kenapa begini..?" ucapnya lagi, tak sadar bahwa ia sudah menangis. Hancur, kecewa, sakit, di khianati, rasanya bercampur jadi satu, janji yang sudah mati-mati ia pertahankan hancur sudah. Bisakah dia membenci orang yang dia cintai ?
flash back of_
tanpa sadar liquid bening mengalir dari sudut matanya.
"hanya kau satu-satunya orang yang membuatku begini" ucapnya lagi pada sosok dalam foto di berkas sakit itu masih kentara...
diraihnya handphone hitam milikya.
"yeobseo..?"
"Lee Donghae apa kabar ?" jawab seseorang diseberang sana,
"Seung Ri, katakan pada yang lain malam ini akan ada pesta dirumahku" ucapnya dingin
"ooo..akan menyenangkan, kau terima beres saja" jawab orang diseberang itu
"ne, datanglah dengan yang lain seperti biasa"
"Ok!"
tuut..tuut
sambungan telepon disudah diputuskan sepihak oleh Donghae, sedetik kemudiah.
"ARRRKKHHHH!" erangnya marah hebat, begitu berartikah sosok itu untuknya ?
.
.
.
TBC
.
Miane baru update cerita ini sekarang, hampir saja saya lupa sama ni ff.
Hancul Moment masih belum ada, mungkin di chap selanjutnya...
maaf jika masih Gaje, mungkin inilah kelemahan saya..
.
.
Review & kasih pendapatnya ne...
saya tungguuuuuu...lhooooo...
