Summary: sebuah fict gaje berisikan legenda dan dongeng-dongeng yang diperankan oleh para character inazuma eleven dan inazuma eleven go. My first fict for this fandome

Disclaimer: Inazuma eleven dan inazuma eleven go hanya milik level 5

Warning: gaje, typo, genre yang tidak bermutu, alur yang tak menentu

.

.

.

Chapter 2:

Shirou White (part 1)

.

.

Alkisah di sebuah kerajaan gaNjeN yang jauh dari mata Author (?). Hiduplah raja dan ratu (?) di kerajaan gaje itu. Mereka hidup dengan dipenuhi dengan kebahagiaan dan kasih sayang.

Walaupun sering ada perang mulut dan kuah sih...

Sang Raja kita yang baik ini bernama Endou Mamoru. Dia adalah raja yang polos, baik, pantang menyerah, gurih (?), manis, asam (?), dll. Endou juga pecinta olahraga walaupun sebenarnya hanya dibidang sepak bola. Kadang saking cintanya sama sepak bola, Endou yang waktu itu ngeliat bola gelinding dikit aja, langsung lari dan ngejer-ngejer ntuh bola layaknya dia itu kucing yang dikasih mainan.

Sedangkan ratu (?) kita yang cantik ini bernama Kazemaru Ichirouta. Dia begitu cantik saking cantiknya aja anjing, banci, cowok maho, hewan lainnya, dan tumbuh-tumbuhan aja juga jatuh hati ke dia. Ichi adalah ratu anggun yang hobi lari. Saking hobinya aja, dia pernah lari-lari gaje sambil tereak-tereak "Ichi anak baik! WKWKWKWKWK!" sambil keliling kompleks sono. Poni Ichi terlalu panjang, karena kepanjangan, kadang Endou salah ngira. Kuntilanak dia kira Ichi dan Ichi dia kira kuntilanak.


Suatu hari, Ratu kita ini galau tingkat atas. Dikasih permen pun moodnya tidak kembali. Dikasih sembako pun begitu.

Akhirnya dengan elitnya yang pasti tak se-elit temen Author, Endou pun bertanya kepada istri jadi-jadiannya.

"Yo, Ichi! lu kenapa sih? kok akhir-akhir ini sering yang dibilangin orang itu... apa namanya? gelap, gelum, galak, em... ga-galau?" tanya Endou dengan penasaran walaupun tak sepenasaran arwah kiai mpuh Swiper.

"Iye, gue galau, ndou. Soalnya umur gue udah tinggal dikit lagi, tapi gue belum dapet anak sama sekali. Kalo lu sama gue mati nanti sapa coba yang jadi rajanya?" jawab Ichi masih dengan ekspresi yang sama. (Ichi udah peot!) *ditendang Ichirouta*

"Yang sa- belum sempat ia menyelesaikan tiba-tiba Author malah dangdutan.

hal ini menyebabkan perubahan imej mereka yang awalnya sok galau-galauan, sekarang malah jadi lomba dangdutan.

Ichi yang gak mau kalah dari Authorpun langsung nyanyi lagu cinta satu malam sambil muter-muterin kepala layaknya trio macan (!?)


oke, ini berlebihan... sungguh mengganggu jalan cerita kita hari ini


Jadi, setelah Author skip... kesimpulannya adalah, Ichi galau karena dia yang udah peot kayak gitu belum pernah dapet yang namanya bayi. Padahal dari sebelum Author bikin fanfic ini, Ichi udah pingin nimang anak.

Ichi yang masih galau melihat keluar. Tampaklah badai salju yang begitu kuat yang berhasil meruntuhkan menara colosseum (?) diluar sana.

"Haa... coba saja kalau aku punya anak yang berkulit putih seperti salju diluar, rambutnya lembut dan indah, jago sepak bola dan lompat gaje, kuat, dan harus cantik seperti aku." keluh Ichi sambil memandangi dinginnya malam itu.

Raja kita yang masih agak waras, hanya sweatdrop mendengar pengakuan ratu jadi-jadian ini.

"Tolong jangan minta yang aneh-aneh deh, Ichi." ujar Endou masih dengan sweatdrop yang mengalir.

Hanya dengan satu kalimat itu saja sudah membuat raja dan ratu kita kembali beradu mulut.


sedangkan diluar kamar raja dan ratu ini, para pelayan kebanggaan kerajaan (1 maid, 2 butler), tengah asyik menguping.

salah satu diantaranya, tepatnya Maid kita, Aphrodi, langsung pasang tampang poster home alone. Sedangkan, Suzuno dan Nagumo, kedua butler sisanya hanya bisa pasang tampang cengok bin super shock!

Nagumo hampir teriak gaje ngedenger permintaan alay sang ratu, tetapi niat jahatnya berhasil dihentikan oleh kedua pelayan itu yang masih sayang nyawa.

"Awas kalo lu-

tak sempat melanjutkan kata-katanya, Suzuno tiba-tiba terdengar sayup-sayup atau lebih tepatnya teriakan gaje dari ratu.


"tok tok tok" terdengar suara ketukan dari jendela kamar sana.

ratu yang mengira orang itu adalah peri yang bakalan ngebantu dia, langsung ngebukain jendela itu dengan antusias.

"Selamat malam pemirsa bertemu lagi dengan saya, anak paling alay sedunia, Nanobana Kinako!" teriak gadis a.k.a Kinako sambil berpostur alay.

Ratu yang masih mengira hal tadi itu kebenaran, merasa bangga dan bertepuk tangan ria.

"Apakah kau penyihir yang datang dari kisah Snow White?" tanya Ichi dengan bahagia.

Kinako kebingungan...

"Penyihir? Kinako datang kesini soalnya Kinako kedinginan kok, Kinako kan gak bisa menyihir kayak penyihir..." jawabnya dengan begitu ceria.

Ratu yang menjadi naik darah langsung menendang Kinako keluar sambil meneriakkan satu kata 'keluar'.

Masih dengan perasaan kesal, Ichi membalikkan daging goreng eh, maksud saya tubuhnya yang asli kayak cewek

"Aku si penyihir yang mulia..."

"EH! MAMAMIA! ASTAGA! ASTAGHFIRULLAH HALADZIM! KAINNYA COPOT, KAINNYA COPOT! ADA SETAN EMAK!" teriak Ichi kaget (sampe pake acara latah segala) sambil lompat-lompat gaje dan melambaikan tangannya

Endou dan penyihir gaje itu sweatdrop mendengar latahnya Ichi yang terlalu alay

"Yang Mulia, saya tahu dan dapat mengabulkan keinginan yang mulia... asalkan..." ujar penyihir itu yang kita sebut saja sebagai Daisuke

Keheningan mencekam. Ratu dan Raja mencoba untuk mendengarkan persyaratan penyihir.

"Izinkan saya masuk, diluar dingin banget..." ujar Daisuke sambil menggigil dan bersin beringus.

#GUBRAK! ucapan gaje itu sukses membuat Ichi dan Endou jatuh. Mereka sempat mengira kalau hal yang akan dia katakan adalah sesuatu yang berat, ternyata hanya sebuah hal sepele.


"Jadi, ki Daisuke bisa ngabulin keinginan saya?" tanya Ichi ragu-ragu.

"Hohoho, apa sih yang gak buat kamu?" tanya Daisuke dengan kiyutnya (huekk! kek, ingat umur!)

Ichi dan Endou kembali bersweatdrop ria

"Baiklah, besok kamu udah ngelahirin anak yang kamu idamkan," ujar Daisuke dengan wajah bangga.

Ichi dan Endou menunjukkan wajah kaget setengah senang

"Benarkah ki!? Ya Allah makasih banyak! Dengan begini gak sia-sia aku mandi bunga bangkai setiap hari!" teriak Ichi sambil sembah sujud.

"Tapi, masih ada syaratnya..." ujar Daisuke lagi.

Endou dan Ichi menampakkan wajah cuek bebek. Hanya ada satu kalimat yang terpikir oleh mereka berdua 'pasti hal sepele lagi...'

"Anda harus nikah sama saya setelah mendapatkan anak anda." ujar Daisuke dengan serius

Ichi merinding dan jadi pucat. Endou tepar, kaget dengan ucapan kakek gajenya. Author cengo, nangis darah (?), merinding

"Apakah hal itu penting?" tanya Ichi dengan agak takut.

"Kalo gak mau ya lakukan sendiri..." ujar Daisuke sambil melempar naskah.

Author murka melihat tindakan Daisuke, dan memukulnya dengan harisen sampe dia TK (Tewas seKetika)

"Thor... ano, kalo gini, sangat melenceng dari naskah... siapa yang bakalan jadi penyihirnya?" tanya Ichi sweatdrop.

"Ah... mmm... Ranmaru! kamu main! tapi jangan gunakan kata-kata nikah denganmu! Nanti aku dibunuh Takuto dan Masaki pula!" teriak Author manggil

Kirino langsung berlari ke arah Author dan memakai pakaian Daisuke. Lho... Terus, Daisuke pake apa? Gila! nih fic jadi rate M nih! GYAAA! Mayday! Mayday! Emak! ada kakek-kakek mesum!


renovasi untuk sementara...

loading...

loading...

loading...

loading complete...


"Ja-jadi apa yang bisa saya lakukan untuk bisa dapet anak?" tanya Ichi rada sweatdrop ngeliat tindakan Author tadi.

"Tenang saja, itu gampang caranya ketik REG (spasi) TOLONG ICHI, kirim ke nomor hp Author (berapa coba?). Kalau terkumpul lebih dari 1000 dalam satu hari, maka anak anda akan lahir dengan kecantikan dan kelebihan yang 1000x lebih dari anda." ujar Kirino sambil berpose alay.

"Ka-kalo cuma 1?" tanya Endou yang baru bangkit dari kubur.

"Kelebihannya setara dengan istri anda."

"Kalo smsnya gak niat? ini aku baru dapet sms dari temenku, tulisannya hanya 'tolong' gitu aja gak pake Ichi." ujar Author sambil muncul seperti hantu.

"Maka, anak anda jadinya cuma punya kelebihan setengah dari kelebihan anda berdua. Misalnya, kelebihan Ichi-sama kan lompat gaje, kemungkinan besar dia tidak punya kelebihan itu." Jelas Kirino sampe mulutnya berbuih.

"Yah, gak seru tuh... Thor, ada yang sms lagi gak?" tanya Ichi panik.

"Eng, Enggak ada... cuma yang itu tadi..." ujar Author gugup.

"Baiklah, kalo gitu saya mulai ritualnya... Babidi Bobidi, Mak Ling pergi ke pasar (?), ketabrak mobil masuk tong sampah sebelah toko roti, dikencingin anjing gila (?), dan berakhir menjadi-

tak sempat melanjutkan mantranya, Ichi yang mulai sweatdrop dengan mantra yang dia lontar langsung nyerobot ngelanjutin mantra itu secara asal-asalan.

"Kenapa mantranya kayak gitu!? Kamu mau nambahin di belakangnya jadi 'menjadi ngesot super alay yang ternyata mengalahkan suster ngepot', gitu?" tanya Ichi sewot.

Kirino kaget setengah bingung. Dia mikir sekali lagi.

"Kok, Ichi-sama tahu lanjutan mantranya sampe akhir sih?" tanya Kirino kebingungan. (kalo mantra ini, Author gak nulis di naskah lho... XD)

*PLAK! Ichi langsung menepuk keningnya dengan lumayan keras sampe ngeocorin darah dari kening yang dia pukul (oke, itu terlalu lebay)


"Udah pokoknya sekian aje deh, besok pasti lahir kok, tenang aja! nah, Ichi-sama, Endou-sama saya permisi dulu, mau holiday-an nih!" teriak Kirino sambil lari ke jendela dan lompat... atau lebih tepatnya kepeleset waktu mau lompat dengan gaya gak elit.

Ichi bernapas pasrah...

"Aku gak yakin deh, sama kata-kata kedua penyihir sedeng itu." ucap Ichi sambil geleng-geleng.

"Sudah, pasti terjadi kok. Soalnya di naskahnya tertulis gitu." tutur Endou sambil mengelus-elus punggung ratu jadi-jadian ini


Sedangkan, ketiga pelayan gaje diluar hanya bisa cengo, shock, membatu, berubah lola, dll


Pagi hari~


"GYAAAA! EMAK, IBU, BAPAK, EYANG, MOYANG! ANJING RABIES BANGUN TIDUR (?)! KUNTILANAK DANGDUTAN (?)! MAYDAY, EMAK! KENAPA PERUT SLIM GUE JADI BUNCIT!?" teriak Ichi sampe membangunkan satu istana

ketiga pelayan gaje itu langsung lari kekamar raja dan ratu itu sambil tergesa-gesa dan dorong-dorongan sampe beberapa kali mereka menjatuhkan masing-masing.

Endou yang tidur disampingnya langsung terlompat dan langsung celingak-celinguk nyari maling (?)

"A-ada apa, Yang Mulia!? Ke-kenapa dengan perut anda!? A-apa anda masuk angin!?" tanya Nagumo asal bin kaget.

*PLAK! dengan cepat Suzuno dan Aphrodi langsung menjitak kepala beraksen tulip itu.

"Kamu itu ngomong apa sih!? jelas-jelas Yang Mulia hamil mendadak!? gak liat apa!?" marah Suzuno.

"GYAAA! EMAK! ASTAGA NAGA MENCARI LUBANG KELINCI YANG PENUH DENGAN CACING CERIA BIN ALAY! ANAKNYA UDAH MAU KELUAR! GYAAA!" teriak Ichi lagi.

Spontan, teriakan barusan menyebabkan Endou sakit jantung dan TK, Aphrodi jadi botak, Nagumo kehilangan aksen tulipnya, Suzuno jadi shock dan lari-lari gaje.

"Ce-cepat! telepon bidan dan dokter! ini masalah gawat!" perintah Aphrodi yang telah botak ke dua butler sisanya.

Dengan cepat mereka mengeluarkan Hp (?) mereka dan menelpon rumah sakit (?)

"HA-HALO! DOKTER/BIDAN! TOLONG CEPAT DATANG! INI KEADAAN DARURAT! RAJA/RATU DALAM AMBANG KEGAJEAN eh, maksud saya KEALAYAN eh, KEMATIAN!" teriak SuzuNagu serentak.

Bagaimanakah nasib dari Raja dan Ratu? apakah nasib mereka bisa diselamatkan? Seperti apakah wujud anak gaje mereka? cari tahu di chapter berikutnya. Jikai: Shirou White final part. This is the most gaje and sedeng place.


Behind Scent:

Fuyuri: zzzzzzzzzzzzzzzz

IE chara: AUTHOR!

Fuyuri: ah, oh, etto... i-iya?

Daisuke: kenapa gue jadi dipermalukan segitu beratnya!?

Kirino: kenapa gue dapet peran lagi!?

Kinako: kenapa Kinako ditendang!?

Ichirouta: kenapa gue jadi CEWEK TULEN!?

Tenma: kenapa Author!? Kenapa!?

Fei: Tenma, berlebihan... ngerti gak sih?

Fuyuri: ano... etto, i-itu karena... idenya muncul begitu saja di otakku

IE chara: pikir dulu sebelum langsung ngetik! harga diri kami ada disitu!

Fuyuri: GYAAA! GOMENNASAI!

Taiyou: yo, Amemiya Taiyou disini! sekali lagi Author sudah berusaha untuk membuat lanjutan fict gaje ini...

Yukimura: mohon maaf yang sebesar-besarnya kalo fict satu ini kurang kocak tidak seperti genrenya...

Shindou: demo... Author akan terus berjuang, tolong dukung anak ingusan ini dengan memberikan review yang berguna untuk dia

Fuyuri: Oi! Shindou! jangan manggil orang anak ingusan, kalo kenyataannya kamu lebih banyak nangis dibanding aku!

*Twitch

*Author ditendang dengan Harmonics

IE chara: jaa~ mata ne XD

Fuyuri: aku belum ngomong sesuatu yang berguna untuk reader!

IE chara: yok, bubar yuk, bubar

review?