Summary: sebuah fict gaje berisikan legenda dan dongeng-dongeng yang diperankan oleh para character inazuma eleven dan inazuma eleven go. My first fict for this fandome
Disclaimer: Inazuma eleven dan inazuma eleven go hanya milik level 5
Warning: gaje, typo, genre yang tidak bermutu, alur yang tak menentu
.
.
.
Chapter 4:
Taiyou in Wonderland (Amemiya in Wonderland)
.
Diambil dari dongeng Alice in Wonderland
.
.
Taiyou POV
Hari ini sungguh menyebalkan. Ngerti gak? (kagak, kan elu belum kasih tahu) Masa aku gak dibolehin sama suster peot, eh, maksud aku suster yang AGAK muda ini, buat tidak nonton pertandingannya Tenma dari tipi.
Dan katanya sebagai penggantinya dia nyuruh aku ngedengerin dongeng kekanakannya.
Trus, karena aku gak pingin denger, waktu suster satu itu lagi nyari buku dongeng bergambar itu, aku kabur deh lewat jendela. (ilmu maling: ON)
Aku pun berjalan-jalan sambil nyari ide buat ngisi waktu. Tapi, karena ide itu tak kunjung datang, kuputuskan untuk duduk di bawah pohon beringin itu, kan lumayan bisa sekalian pedekate sama Kuntilanak disono. *bukk!
Tiba-tiba, Tenma dengan baju butler dan kuping kelinci, jalan didepanku sambil teriak-teriak gaje.
"ADUH EMAK! FILM TELETUBIES SAMA DORA UDAH MAU HABIS! KOK MEREKA PADA GAK NGASIH TAHU AKU SIH!? IH, SEBEL!" teriak Tenma dengan logat rada banci-banci gimana gituh.
Aku bersweatdrop ria melihat kejadian itu dan memutuskan untuk ngikutin Tenma yang tiba-tiba masuk ke rumah kue (?) di pojokan simpang 6 sana.
Gara-gara terlalu semangat ngikutin Tenma dan terlalu waspada, tanpa sengaja aku terpeleset dan masuk ke dalam sumur (?) (bukannya lubang kelinci ya?)
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA! EMAKKU! HELEP MI! GUE GAK BISA BERENANG NIH!" teriakku dengan begitu alaynya.
Akhirnya aku terus jatuh ke dalam sumur itu. Jujur, aku begitu bersyukur sumurnya lagi kering gara-gara habis dibuat aer mandinya para buta (raksasa) (?)
tapi entah kenapa, aku belum mencapai dasar sumur itu, padahal udah lewat beberapa jam.
'Kapan sampe dasar ya?' batinku mulai bosan setelah nunggu untuk bisa nyampe ke dasar.
Akhirnya satu abad pun terlewat, tapi aku belum nyampe kedasarnya
skip for the sake of all people...
Akhirnya aku mendarat dengan gaya yang gak elit (baca: kepala dibawah, kaki diatas dengan posisi ngangkang, dengan tangan kearah yang sama dengan kepala sambil memberi tanda metal) di sebuah gua yang sempit dengan pintu dari berbagai ukuran.
Sesaat lagi jalan, tiba-tiba aku menemukan kotak bertuliskan "kalo mau masuk pake ini"
Tanpa pikir panjang, akupun memakai baju nista yang Author siapkan. Awalnya aku gak nyadar, tapi...
KENAPA BAJU YANG DISIAPKAN ITU TERNYATA GAUNNYA SI ALICE!?
ehem... saya menjadi OOC
Jadi, akhirnya aku ngebuletin jawaban ulanganku eh, maksudku ngebuletin tekadku untuk jalan-jalan buat nyari oleh-oleh dan foto kenangan ditempat yang bagus.
Waktu lagi jalan, tiba-tiba aku kehausan. Untung aja, didekat situ ada sirup melon dengan porsi jumbo, jadi kuminum aja tanpa pikir pendek. Lagian di botolnya juga ada tulisan "minum aku" kok, jadi gak apa kan...
Setelah asyik minum miras *plak maksud Author sirup melon gaje itu, tiba-tiba badanku menyusut. Tapi kenapa ya? aku pun bimbang...
Lalu, setelah menyusut... tiba-tiba botolnya berubah jadi lolipop. Ajib, lolipop cuy! mana rasa jeruk pula. Kan senada dengan warna rambut erotic-ku (waduh, Taiyou-kun OOC)
Dan karena badanku jadi nyusut gini, aku bisa ngelewatin pintu rumahnya jerry mouse (?) dan mickey mouse (?)
Setelah berjalan masuk ke dalam pintu gaje itu, tiba-tiba aku melihat para temen-temenku dari Raimon yang sedang asyik bersirkus ria.
Ada Shindou-san dengan baju badut sedang asyik menyambuk semut. Ada Kirino-san tengah asyik cosplay dengan gaya yang begitu erotic sampe mengalahkan Ichirouta-san yang jadi ratu gaje di Shirou White. Ada juga Shinsuke yang dengan asyiknya lompat-lompat gaje ala kelinci diikuti Fey yang menampilkan atraksi aneh, dimana Shinsuke disuruh lompat tinggi banget.
Aku semakin swetadrop melihat keadaan ini dan memutuskan untuk meninggalkan tempat nista itu. Ah, aku jadi nyesel minum es sirup gaje tadi!
Akhirnya waktu lagi jalan dengan perasaan yang begitu murung, tiba-tiba Tenma lewat lagi di depanku.
"AH! Tenma!" panggilku dengan nada yang cukup kuat.
Tenma menghadap kearahku dengan tatapan kenapa-lo-manggil-manggil
"Ih, KUTU! udah sana pergi ke rumah Ki Hajar Dewantara. (?)" Usir Tenma.
Aku jadi merasa seperti di timpuk batu yang sungguh besar dengan ucapan Tenma yang sudah Author capslock-an
Akhirnya aku langsung menuruti ucapan tenma tanpa pikir panjang
Di perjalanan ke rumah itu, aku tetap berwajah galau.
Walaupun si duo rumus fisika star (sigma dan zanark) muncul, aku tetap berwajah kesel dan murung.
akhirnya sesampai itu, karena terlalu murung, aku menjadi lapar. Untung aja, ada ice cake cokelat disana. Jadi, kumakan aja...
Kali ini aman kok aman. Soalnya kali ini tulisannya "kalo lapar, makan aku. Tenang aja halal kok" begitulah isinya, jadi gak ada masalah kan?
Selesai makan ice cake itu, aku kembali keukuran asliku. Tapi entah kenapa, aku jadi kepanasan...
Jadi aku ngegeratakin rumah itu dengan tak bersalah. Dan akhirnya... JENG JERENG!
aku berhasil dapet kipas sate, emak! cihuy!
Dengan cepat aku langsung mengibas-ngibaskan kipas itu sehingga memberikan sensasi (?) kesegaran fanta (lho?)
Tapi seketika badanku kembali nyusut.
Dan saking marahnya diriku, aku yang awalnya bersifat sopan dan friendly sekali, sekarang langsung melontarkan kata-kata yang oh-sungguh-sopan-sekali.
"ARGHHH! kalo kayak gini mulu, kapan aku balik keukuran asliku!?" teriakku kesal.
"Oi, mas bro! diem dikit dund! berisik coy!" teriak Tenma yang mulai kesal dan sebenernya muncul dari mana? sambil menendangku keluar rumah ini
Akhirnya sambil menggerutu, aku pun berjalan lagi.
Tiba-tiba aku ngelihat Kinako dengan kostum berbentuk ulat hijau dengan rompi pink yang begitu besar, jatuh dari sesuatu yang begitu besar juga.
Aku kembali sweatdrop melihat keadaan satu ini.
"Ah! Amemiya-kun! kok badanmu kecil? kurang makan ya? nih, makan jamur ajibnya Kinako! hebat lho!" ucap Kinako promosi.
"Boleh sih... tapi aman kan? gak beracun kan? gak bikin ngakak kan?" tanyaku dengan begitu gugup.
"Udah makan aja, liat nih Kinako yang makan itu banyak banget gak gendut-gendut kayak Author kan. (Hey!)" ujar Kinako dengan begitu innocentnya *Kinako ditabok Author*
Akupun langsung mencoba jamur crispy (?) tadi, yah... itung-itung buat percobaan sama ngerasain rasanya~
Sumpah, padahal tuh jamur belum dimasak, tapi... entah kenapa aku merasakan rasa yang begitu menakjubkan. Pantas saja chef Junet (?) mengakui masakan itu.
Setelah beberapa detik selesai memakan jamur itu, tiba-tiba tubuhku kembali membesar keukuran semula. Sekarang aku kembali berpikir sejenak.
Ini patut disyukuri gak ya?
Alah bodo amat. Lalu, selesai memakan seluruh persediaan Kinako yang ternyata adalah jamur gede itu tadi, aku langsung pamit dan pergi... atau lebih tepatnya diceramahin dan dimarahin, terus ditendang dari tempat itu.
"Hmm... sekarang harus kemana ya?" tanyaku kebingungan.
"Kalau kalian tidak tahu jalan, katakan peta, katakan peta!" teriak Dora yang gak tahu muncul dari mana.
Layar langsung berubah layaknya ada benda yang lompat ke dekat layar, dan merubah layarnya menjadi foto peta gaje.
"Aku peta, aku peta, aku peta, aku peta, AKU PETA!" teriak benda itu yang kita ketahui adalah peta.
Aku langsung sweatdrop dan sedikit kesal dengan dongeng yang tiba-tiba berubah drastis ini.
Dan tanpa pikir panjang, aku menendang mereka pergi dari fict gaje ini
"Terang bulan~(?) eh, maksudnya tera jana~ terang jaman~(?) itu suara si kucing garong~(?) seekuntuuummm bunga bangkaiiiiiiii ai ai~ (?) kulemparkan padamuuu~ (?)" nyanyi seseorang
Aku kaget karena tiba-tiba terdengar nyanyian gaje dengan suara yang oh-indah-sekali, aku langsung berbalik menghadap sumber suara.
Baru kusadari ternyata itu cuma Author yang dengan gajenya malah dangdutan disana
eh? salah! salah orang!
Mari kita ulang
Aku kaget karena tiba-tiba terdengar nyanyian gaje dengan suara yang oh-indah-sekali, aku langsung berbalik menghadap sumber suara.
Ternyata itu adalah 2 kucing kampung kembar yang diketahui bernama Shirou dan Atsuya.
"Perkenalkan, kami duo musisi kucing kampoeng imoet. Saya Shirou dan ini kembaran saya yang gak kembar dengan saya, Atsuya." jelas kucing dengan rambut ubanan itu.
"Kucing kampoeng imut!?" ucapku kaget dengan begitu dramatis.
"Hah!? Kucing kampoeng imoet!?" teriak kaget Author ikut-ikutan.
"Oh, tidak itu si Kucing Kampoeng imoet!" teriak Dora dengan SOK dramatis dan SOK ikut-ikut dan entah muncul dari mana sih sebenernya.
"Kucing kampung imut!?" teriak Kinako yang juga muncul dari mana sih sebenernya!? dengan begitu dramatis.
"Spongebob!?" teriak kaget Patrick (?) yang... KOK BISA MUNCUL SIH!?
"Patrick!?" teriak kaget Spongebob yang mengikuti aliran sesat Author.
Sekarang scent menjadi berubah, kali ini Si duo spongebob dan patrick asyik peluk-pelukan dengan satu kalimat yang sedari tadi ia lontarkan "kau ternyata peduli padaku spongebob/patrick!" begitu kalimatnya.
Dan dora dengan asyiknya joget-joget gaje ditemani dengan Author dan Kinako dengan sedengnya
Maaf, kami kembali sedeng
"Ano... jalan ke surga yang mana ya?" tanyaku dengan begitu gaje. Jujur, aku gak kuat disuruh main drama di fict ini, pingin mati nih rasanya!
Si duo kucing itu tertawa dengan nada sedeng.
"Jalan ke surga lewat tebing sono, itu jalan ke warung pecel mbok Sutiyem. Kalo ikut jalan itu terus, lurus terus, nanti kamu bisa menyelesaikan drama gaje ini.
Mendengar kalimat bisa menyelesaikan drama, Aku langsung memasang turbo dan berlari ke sana.
"Ano... disana nanti ada lomba makan pecel, jangan diikutin lho?" jelas Atsuya yang langsung kebingungan setelah melihatku yang tiba-tiba hilang.
Author POV
Sedangkan ShiAtsu sekarang...
Atsuya bernafas pasrah.
"Atsu, Shirou-nii capek nih jadi kamu, gak seru tahu. Kan Shirou-nii lebih terbiasa sopan." protes Shirou sambil memoyongkan bibirnya.
Dan Shirou yang sebenernya Atsuya, hanya bisa tertawa garing
Taiyou POV
Sepanjang jalan kenangan, aku bergandeng tangan dengan kuntilanak yang dengan baiknya dimunculkan sama Author. *plak
Trus, aku juga jalannya dengan agak lompat-lompat seperti anak di lagu anak gembala *plak
maaf, salah scent
Trus, akhirnya aku sampai di tempat tujuanku. Warung pecel Mbok Sutiyem.
Seperti kata Atsuya tadi, disini bakalan ada lomba makan pecel kalo gak salah.
Yup, tepat sekali. Dengan sungguh jelas, terlihat sebuah lomba gaje sedang terselenggara.
Dengan berpikir lumayan lama, aku langsung berjalan ke arah pintu masuk.
Tetapi,tiba-tiba orang-orang disana menghalangiku.
Itu bener-bener kesal dengan perbuatan itu pingin aku jadi kayak Fudou Akio-san yang rada kayak preman pasar itu, dan menghancurkan mereka, tapi gak bisa TAT
"Orang kurus gak boleh masuk!" ujar Kabeyama-san sambil menghalang-halangi aku.
Tunggu, kalau orang kurus gak boleh masuk... kenapa Kageyama Hikaru-kun boleh masuk!?
"Oi! Kabeyama-san, kok Kageyama boleh masuk, sedangkan aku tidak!?" tanyaku dengan nada yang lumayan kesal.
Kabeyama langsung mencibir kesal.
"Yasudah, kalo bisa jawab teka-teki dariku boleh masuk." ujarnya dengan raut yang lumayan kesal.
Aku berpikir sejenak, aku gak pinter-pinter amat, dan lagian aku paling benci teka-teki.
udah ah, gak usah...
"Gak ah... mendingan tidur dibanding itu. Udah deh ja~" ucapku sambil meninggalkan tempat itu.
Akhirnya aku kembali berjalan.
Tiba-tiba aku melihat Ichirouta-san (yang masih jadi ratu) tengah asyik bermain sepak bola dengan maid dan butler kesayangannya (tentunya si trio korea)
Aku yang gak tahu mau ngapain akhirnya memutuskan untuk duduk dan menonton pertandingan alay itu
Author POV
Tiba-tiba Ichi marah melihat Aphrodi yang mengalahkannya. Dan ia segera menjambak Aphrodi menjadi botak kembali.
Aphrodi menangis meratapi rambutnya yang tercabut sampe ke akar dari kepalanya. Sedangkan kedua butler lainnya hanya bisa sweatdrop.
Dengan tatapan yang terlihat agak marah, Aphrodi mencari sesosok yang dapat diajak untuk bermain.
"Bisa main sepak bola gak?" tanya Ichi kepada Taiyou yang lagi cengo bin bengong ngelihatin para penduduk istana gaje itu.
Taiyou terbuyar dari alam ke-lola-annya, dan dia mengangguk sedikit.
"Bagus kalo gitu ayo main denganku, dan biarkan aku menang... kalo nggak, rasakanlah sepedihan dari Hurricane-ku." ucap Ichi dengan wajah senang dan diakhiri dengan deathglare.
Akhirnya, Taiyou tak memiliki pilihan lain selain harus main.
Tapi, ditengah bermain, jati diri Taiyou yang terlalu cinta sepak bola keluar dan langsung mengalahkan Ichi.
Ichi langsung menangis layaknya anak kecil kehilangan mainannya.
"Papi! nih anak gak mau ngalah! bawa ke pengadilan dong, pi!" teriak Ichi layaknya anak kecil.
Setelah itu terdengar terompet memainkan intro song True Story (Rise Kujikawa) *plak
Taiyou POV
Tiba-tiba layar langsung berubah menjadi pengadilan. Aku jadi bingung sebenernya kok dari tadi ganti tempat seketika mulu sih?
Dan sebenernya ini tempat apa?
"Kalau kau tak tahu jalan panggilkan peta, katakan peta, katakan peta!" seru Dora yang lagi-lagi muncul tiba-tiba.
Aku langsung menendang Dora agar jalan cerita ini tidak aneh lagi. Lalu, aku melihat para anak Raimon, ditambah Tenmas, dan lain-lain, berlari ke arah ruang sidang terdekat.
"Perhatian perhatian! trio macan (?) dan sinta dan jojo (?) sudah datang, konser akan segera dimulai! eh salah, maksudnya tersangka Taiyou sudah datang, mari kita mulai sidangnya" teriak Tenma dengan wajah yang begitu datar.
Akhirnya dengan gajenya, aku dipindah tempat secara ajaib lagi oleh Author, dan sekarang tengah berdiri layaknya tersangka sedang dihakimi.
"Ano... sebenarnya kenapa aku dipanggil kesini?" tanyaku kebingungan.
"Karena ini permintaan Author! Katanya gara-gara kamu, dia jadi joget ala Dora!" teriak Ichi tegas.
'Oi, itu kan masalah tadi, bukan sekarang...' batinku kesal.
Dan akupun terus berperang mulut dengan ratu gaje ini sampai samar-samar aku mendengar sayup-sayup memanggil namaku
"...-kun,"
"...you-kun,"
"Taiyou-kun ayo bangun," ucap seseorang sambil mengguncang-guncang bahuku.
Aku langsung membuka kelopak mataku dan menemukan sesosok perawat muda yang ternyata adalah Fuyuka-san.
"Kau kabur saat aku akan membacakan dongeng untukmu, dan aku menemukanmu tertidur dibawah pohon beringin ini sekitar 3 jam yang lalu. Lalu, aku bermaksud membangunkanmu." jelas Fuyuka-san
Jadi... sebenarnya...
KEJADIAN SUPER ANEH DAN ALAY TADI ITU CUMA MIMPI!?
tapi, selama aku bermimpi di kamar, tak pernah ada mimpi seaneh itu. Atau mungkin... sebenarnya pohon beringin inilah yang membuatku bermimpi aneh kayak gitu!?
Aku menjadi stress memikirkan kejadian itu, dan memutuskan untuk kembali kekamarku dan mengistirahatkan otakku
~OWARI~
Behind Scent:
Fuyuri: sa, minna... genki desuka?
IE-chara: gak baik... ==ll
Taiyou: aku benar-benar mual melihat scent-scent itu.
Fuyuri: sini kuobati *plak (mencari kesempatan didalam kesempitan)
Kyousuke: untung aku belum jadi muncul disini...
Yukimura: denger, denger Author udah nyiapin buat kita juga lho... ^^u
Fuyuri: yup, tepat sekali! oh, ya bagaimana kalau kita ajak tamu untuk tampil di behind scent
Mamoru: caranya?
Fuyuri: di behind scent akan diberi tahu judul dari ch berikutnya. kalian tinggal menebak diambil dari dongeng/legenda apakah cerita berikutnya?
Ichirouta: balas jawabannya?
Shirou: kan bisa lewat review
Fuyuri: *angguk-angguk*
Kirino: sa, aku yang baca judul selanjutnya... jikai, Ranmaru and Jeanne d'Arc. What the!? aku!?
Fuyuri: yey! semangat Kirino Ranmaru-kun. oh, ya reader-san maaf kalo fict ini garing, karena Author bikinnya keburu-buru, dan ini sengaja Author post hari ini sebagai tanda kesenengan Author setelah Author block gara-gara ada ulangan akhir semester
All: sa, mata ne minna
