Summary: sebuah fict gaje berisikan legenda dan dongeng-dongeng yang diperankan oleh para character inazuma eleven dan inazuma eleven go. My first fict for this fandome
Disclaimer: Inazuma eleven dan inazuma eleven go hanya milik level 5
Warning: gaje, typo, genre yang tidak bermutu, alur yang tak menentu
Note: A request chapter from Megumare Hikaru-senpai and for today's special day, Mother's Day
.
.
.
Chapter 7:
Haruna si Jidat Lebar
.
Diambil dari dongeng Si Tanduk Panjang
.
.
Makasih makasih eh, maksudnya mukashi mukashi, di sebuah desa kecil di pulau terpencil, yang tidak pernah diganggu oleh tangan jahil, tapi ternyata penduduknya orang jahil, tepatnya didaerah Batak, Sumatera Utara, Sumatera, Indonesia. (lengkap banget ==u)
Hiduplah keluarga yang sangat mlarat. Bahkan saking mlaratnya keluarga itu, tiap hari ia harus memohon (baca: memalak) ke tetangga sebelah agar diberi makanan.
Keluarga ini terdiri dari 3 anggota keluarga yaitu, sang bapak gaje yang bernama Endou Mamoru, sang ibu yang SANGAT pandai memasak dan bernama Raimon Natsumi, dan anak pertama yang sungguh sedeng yang bernama Kidou Yuuto
Kidou sangat disayang oleh bapak dan ibu gajenya itu, akan tetapi segalanya terus berubah setelah dibuatnya fict ini. Hanya Author, penulis dari fict ini yang dapat menghentikannya (tunggu, kenapa jadi tentang Author?)
Renovation...
Suatu hari, keluarga ini sangat menginginkan seorang anak perempuan. Karena keinginannya yang tak terkira, Setiap hari dia terus menyembah Author (musryik woi!), mandi bunga bangkai 7 rupa, jingkrak-jingkrak, pake pelet, dan terus berdoa semoga tuhan mengabulkan permohonan maaf (?) mereka karena tak dapat hadir di hari pernikahan sepupunya Author (?). Tak lupa juga mereka ketawa-ketiwi sendiri sambil berperang kuah bersama. Ya, itulah keluarga gaje paling sedeng yang pernah Author buat.
"Ya tuhan, tolong beri aku anak secantik Angelina Joely, seputih Kiyama Hiroto (Hiroto itu terlalu putih, malah pucat kayak mayat), setinggi jerapah, setomboy Author (oi, oi!), berambut bagus sebagus Aphrodi, sepinter Kidou Yuuto, dan pinter masak sepinter Kino Aki, terus-
Doa gaje yang terus dilontarkan sang bapak gaje yang menderita kekurusan yang terus melanda sebab makanan SUPER enak dari sang istri itu, terhenti dengan ucapan sewot milik sang istri yang nauzubile killer itu.
"Pak, doanya gak usah berlebihan! gak usah yang pake pinter masak, ane kan juga jago masak." ujar Natsumi dengan sombongnya sambil mendekati suaminya yang masih komat-kamit gaje.
Dalam hati yang paling dalam sampe mendekati tempat cairan empedu dihasilkan, Kidou yang nonton adegan emak-bapak gajenya itu cuma bisa sweatdrop, dan terus berkomat-kamit ria berharap semua doa gaje bapaknya itu terkabulkan.
Tak lama setelah menonton perdebatan emak-bapak yang gak ada intinya dan penuh dengan kuah itu, muncul dua orang gaje dari cerobong asap didekat mereka
Dapat kita lihat kembali...
astaghfirullah hal adzim, allahu akbar, nauzubile, emakku mencari kapak (?), cabut bulu hidung gratis 3 buah (?), rumah pak Umar penuh dengan cacing ceria (?), ada naga nyari lobang (?), kuntilanak goyang gotik (?), wandaba jadi cowok keren (?)!
KENAPA SI DUO PENYIHIR EDAN ITU MUNCUL LAGI EMAK!?
"Hohoho, selamat hari raya idul fitri!" ujar kedua penyihir itu, Daisuke dan Kirino
.
.
.
"Salah naskah dan udah lewat! bentar lagi itu natal!" teriak kesal satu keluarga itu setelah terdiam mendengar ucapan duo penyihir gaje itu
Mari kita skip...
"K-k-k-kalian siapa!?" teriak gaje satu keluarga itu mengalahkan suara toa masjid yang berjarak sekitar 100 m dari rumah Author.
"Perkenalkan! kami Trio Rumus Fisika!" ucap Alpha, Beta dan Gamma sambil bergaya layaknya power ranger.
.
.
.
Tik! tik! bunyi jangkrik, diatas genteng! (salah lagu woy!)
.
.
Cangcimen, mas. Cangcimen, cangcimen! CANGCIMEN WOY! *plakk!
.
.
Lho... salah orang ya? maaf, mari kita ulang
"K-k-k-kalian siapa!?" teriak gaje satu keluarga itu mengalahkan suara toa masjid yang berjarak sekitar 100 m dari rumah Author.
"Kami penyihir dari kisah Shirou White (kenapa pake acara diungkit-ungkit lagi seh!?). Aku Endou Daisuke, dan cewek manis ini Kirino Ranmaru." jelas sang kakek gaje itu.
Setelah mengucapkan kalimat itu, Daisuke sukses mendapat tonjokan, injakan, cekikan, dll dari Kirino yang tak terima dipanggil CEWEK MANIS, sekali saya katakan, CEWEK MANIS! dengar pemirsa? CEWEK MANIS! perlu sekali lagi? CE- *Author keburu dibunuh Kirino*
"Maaf, Daisuke-san, saya itu COWOK." terang Kirino sambil memepertebalkan kata "cowok".
"Oh, iya cowok."
Keluarga Kidou kebingungan dengan ucapan duo pernyihir gaje itu.
"Ano... kalian sebenarnya mau ngapain kesini?" tanya Mamoru yang rada sweatdrop.
"Kenapa ya? Entahlah, aku pun bimbang. Yaudah ane pamit dulu ye, jaa~" ujar Ranmaru sebelum meninggalkan keluarga Kidou.
.
.
.
Keheningan kembali menyelimuti para karakter disini.
Dengan cepat Natsumi mengeluarkan Hp kesayangannya.
"Halo, RSJ? Saya merasa kami semua sudah gila, bisa jemput kami di rumah saya? hah? alamatnya? di rumah saya kan, kok mas gak tahu sih? tempat saya tinggal? KAN SAYA SUDAH BILANG, DI RUMAH SAYA! MAS BUDEK GAK SEH!?" teriak Natsumi yang mulai stress sambil langsung menutup teleponnya.
"Bu, masnya tadi minta alamat kita supaya bisa dijemput, bukan nanya ini rumah milik siapa." jelas Kidou sambil sweatdrop.
Natsumi yang masih kebingungan kembali menceramahi Kidou dengan ceramah yang sebenarnya tak bermutu
Waktu terus berlalu dengan didampingi dengan kegajean, keababilan, kehancuran dunia yang disebabkan oleh Author yang selalu mengganggu jalan cerita ini, dan tentunya masih banyak lagi.
Seminggu kemudian, hari sungguh menyenangkan tiba di fict ini.
Keluarga Kidou akan melaksanakan lomba gotik berjamaah eh, maksudnya mereka akan mendapatkan seorang penerus garis keturunan keluarga itu.
Mereka sangat bahagia dengan kedatangan anak bawang (?) baru itu.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, abad berganti abad...
Sang putri tercinta itu tak kunjung datang dan para chara di fict ini udah keburu jadi fosil.
.
.
.
Mari kita pindah sesi~
Kelahiran sang putri yang sangat ditunggu-tunggu, akhirnya tiba juga~
Bilang apa pemirsa? ALHAMDU!
LILLAH~ (pemirsanya mau aja ngikutin Author yang membawa aliran sesat)
Putri itu sungguh jelita, berambut indah, pandai memasak dan pinter (padahal baru lahir lho...)
Hal ini sampe membuat Mamoru dan Kidou sujud syukur ke Author karena sudah mengkaruniakan (?) character yang bagus untuk mereka.
Tapi, banyak juga orang yang membencinya, kenapa?
Itu disebabkan karena gadis itu, Haruna, memiliki jidat yang begitu lebar layaknya ikan lohan.
Saking lebarnya jidatnya, Haruna sampe memiliki mata yang begitu sipit.
Banyak orang yang mengira Haruna itu sebenernya anak keturunan China, tapi melihat keadaan keluarganya yang pada berkulit hitam itu, membuat orang-orang tak percaya kalo Haruna itu beneran anak dari keluarga Kidou.
Suatu hari~ Haruna kecil dengan nakalnya mengambil google kesayangan Kidou dan menyebabkan kejar-kejaran yang begitu aneh terjadi.
Haruna yang cuma bisa berlari secepat 10 km/jam, terus-menerus lolos dari jebakan betmen (?) yang Kidou lakukan sambil berlari secepat 180 km/jam.
Ditengah sedang berlari, Haruna terpeleset dan sempat salto diudara sejenak dan terjatuh tepat kedalam peti yang akan dihanyutkan di sungai.
Tiba-tiba peti itu terhanyut ke sungai. Kidou yang masih tidak terima dengan kepergian haruna yang masih membawa google-nya, terus mengikuti Haruna dengan es moni yang masih tinggi (padahal sering marah itu bisa bikin tambah tua lho)
Tengah sedang berlari, Kidou merasa jubah yang ia gunakan sangat mengganggu acara kejar-mengejarnya.
Dan karena Haruna menangis dengan begitu kencang sampe bikin telinga Author dan para kru jadi budek, Kidou langsung melempar jubahnya ke peti adeknya.
"Oi adek! bisa diem dikit gak sih!? suara lu tuh fals! ngerti dikit dong, kalo gue budek mau tanggung jawab!?" teriak Kidou kesal sambil melempar jubahnya
Dapat disyukuri jubah itu sampe dengan selamat ke Haruna dan sukses membuat Haruna berhenti nangis.
Kidou terus-menerus mengikuti arah peti gaje itu. Sesekali ia bernyanyi dengan suaranya yang sungguh fals itu. Sesekali pula ia gangnam styles sambil berjalan, gotik sambil muterin kepala, dan masih banyak lagi.
"Sepaket bunga bangkaiiiiiiii... aiiii... aiiii... kuberikan kepadamu, di malam ini. Begadang jangan begadang, Chibi, chibi, chibi, oh hahahaha. Mana dimana adekku tak sayang~ adekku tak sayang, ada didalam peti~" Kidou terus mengumandangkan lagu gaje itu sambil terus asyik gotik dan goyang patah-patah.
Dan gara-gara lagu milik Kidou itu, sukses membuat Haruna balik nangis-nangis sambil dugeman (?)
Kidou yang merasa terusik dengan tangisan gaje adeknya itu yang sangat mengganggu jalan lagu yang ia nyanyikan, langsung melempar roti yang dia beli tadi pagi di warung emperan sungai.
"Kalo gak terima sama suara gue, ngomong aja langsung kenapa!?" teriak kesal Kidou lagi
Sekali lagi roti itu masuk dengan selamat ke peti yang membawa adek tak sayangnya itu.
Sasuga Kidou, seharusnya dia jadi pitcher aja~ (kenapa malah jadi baseball gini?)
Dan pastinya berhasil pula membuat tangisan Haruna yang layaknya badai, mereda dengan mulus.
Kejadian seperti ini terus-menerus terjadi dengan begitu lancar dan selamat pastinya~
7 tahun kemudian, peti itu menyingkir ke tepi sungai.
Kidou yang masih mengikuti peti itu, kini sudah berjalan sambil membungkuk dan menggunakan sebuah tongkat sebagai pembantunya untuk berjalan
Dari peti itu, keluarlah seorang atau lebih tepatnya sebuah, dan jangan lupakan untuk menggunakan kata seberkas dan juga kata see- (Authooooorrrr! diem lu!)
JENG JERENG JENG!
Tiba-tiba dari peti itu, keluarlah...
Trio Rumus Fisika (?) yang sekarang pindah profesi jadi juru gotik dan dugem *plakk!
.
.
maaf, ane khilaf... mari kita ulang...
JENG JERENG JENG!
Tiba-tiba dari peti itu, keluarlah...
Haruna Otonashi lengkap dengan seragam Raimon yang entah dapet darimana dan jidat yang tidak lebar lagi.
Kidou langsung kaget dan mendekati Haruna.
"Haruna! balikin google gue!" ujar Kidou sambil berlari mendekati Haruna yang masih melongo.
Haruna yang gak ngerti apa-apa cuma bisa memberikan google milik Kidou. Setelah mendapatkan kembali google-nya, Kidou menjewer Haruna sambil menariknya pulang
Sesampai didesa, Kidou dan Haruna langsung dikerubutin semut eh, maksudnya penduduk desa yang ternyata sudah lama menyari mereka.
Mereka langsung mengatakan kalau orang tua mereka menanti kedatangan mereka berdua.
Sesampai dirumah, Natsumi langsung memeluk tubuh kecil kedua anak badung itu yang kabur sampe 7 tahun lebih~
Setelah asyik meluk, Natsumi langsung memukuli kedua sodara itu dengan sapu lidi kesayangannya~ Keluarga yang begitu harmonis~
"Kemana saja kalian selama beberapa tahun ini hah!? dasar anak badung! kemari kau!" teriak Natsumi sambil mengejar kedua anaknya yang sudah kabur.
Sedangkan Mamoru yang masih kurus, cuma bisa minum teh sambil memandangi anggota keluarga yang lain dan pedekate sama Kuntilanak penghuni rumah itu juga.
Dan itulah kisah dari Haruna si Jidat Lebar
~OWARI~
Behind Scene:
Fuyuri: arigatou gozaimasu to ochikaresama minna... ^^u
Tenma: akhirnya ch ini selesai juga, kira-kira mau dibikin sampe ch berapa Fuyu-san?
Fuyuri: sebenarnya saya masih mau bikin lebih banyak tapi berhubung saya banyak dapet request sama game saya, jadinya sekitar chapter 12 atau 13 itu chapter akhir.
Shindou: berarti, ini sudah hampir akhir ya~ syukurlah~
Taiyou: kalo begitu, apa Fuyu-san mau langsung ngasih tahu judul-judul chapter sampe 12?
Fuyuri: kalo ada yang mau sih, boleh-boleh aja~
Chara IE: onegashimassu!
Fuyuri: ... kalian segitu pingin tahu ya siapa si orang yang gak dapet nasib baik itu? hmm, gak ah, nanti jadi gak seru~
Haruna: ngomong-ngomong, hari ini hari ibu kan?
Mamoru: iya lho, sudah pada kasih hadiah dan ucapan selamat hari ibu belum?
Fuyuri: sudah dums~ tapi aku gak bikin kado, paling sisipan kasih sayang diakhir kisah ini~
Kidou: yang Natsumi mukul kami atau Natsumi meluk kami?
Fuyuri: yang meluk aja, itu artinya... seberapa buruknya dirimu, seorang ibu tidak akan pernah menghilangkan rasa kasih sayangnya kepada kita, anaknya. Yah, sekitar itulah artinya~
Kirino: Author kok bisa ngomong gitu sih? hiks, lumayan lho... *nangis bombay*
Fuyuri: mau numpang nangis di bahuku? (nyari kesempatan didalam behind scene)
Kirino: gak ah, aku maunya sama Shindou atau Kariya aja...
Yukimura: daripada itu, mari kita bacakan judul chapter berikutnya~
Aphrodi: jikai, Sleeping Banci... Author... kok disini ada tulisan tokoh utama diperankan oleh Aphrodi?
Fuyuri: itu artinya, tokoh utamanya kamu Terumi-kun~ tetap semangat ya, nanti pangeran kubuat, bakalan bagus deh~ oh ya minna-san, sekali lagi maaf kalo ch satu ini tidak lucu seperti ch sebelumnya, soalnya Yu entah kenapa semangat bikin pas ada hari spesial gini jadinya ide humor yangkeluar beberapa hari sebelum ini sudah keburu hilang, sekali lagi gomen-ne
Aphrodi: a-a-aku akan semangat!
IE chara yang lain: 'Aphrodi gak tahu ya kalo Author itu sering bohong?' *ngebatin*
Fuyuri: jaa, minna ayo kembali dengan slogan kita... yosh, Ich, ni, san! Inazuma Fairy Tale!
All: this is the most gaje and WORST place in the world
Fuyuri: kok "worst"-nya dipertebal sih?
IE-chara: itu artinya, FICTMU INI ANCUR BANGET! yaudah, jaa, mata ne minna~
Fuyuri: jaa, naa~
Review?
