Summary: sebuah fict gaje berisikan legenda dan dongeng-dongeng yang diperankan oleh para character inazuma eleven dan inazuma eleven go. My first fict for this fandome
Disclaimer: Inazuma eleven dan inazuma eleven go hanya milik level 5
Warning: gaje, typo, genre yang tidak bermutu, alur yang tak menentu
Note: For special day, New Year Eve Day.
.
.
.
Chapter 8:
Sleeping Banci
.
Diambil dari dongeng Sleeping Beauty
.
.
Daaaahhhhuuuulllluuuuu kkkkkkaaaalllllaaaaaa~
Disebuah kerajaan nan jauh di mato, hiduplah sepasang raja dan ratu yang sudah peot.
Sang raja adalah KiyamaT HirotoNGKOL *ditendang Hiroto*. Hiroto merupakan raja yang paling tak bertanggung jawab. Setiap hari, tugasnya sebagai raja selalu saja dikerjakan oleh istrinya tercinta. Tapi, walaupun ia tidak memimpin kerajaan, Hiroto juga tak pernah mengurus rumahnya yang kayak Gua Hira itu. (perasaan seorang raja tinggal di istana deh).
Sedangkan sang ratu yang cantik jelita CETAR MEMBAHANA! ULALALA! bernama MidorikaYANG RyuujiN *ditebas Midorikawa*. Dulu, Midorikawa itu adalah seorang pelayan seksi eh, tukang pijit refleksi, tapi semenjak Midorikawa berobat ke klinik Tong Fang, sukses dia memaksa Author mengubahnya menjadi ratu *plakk!* (author malah promosi). Midorikawa mempunyai rambut berwarna hijau walaupun tak dapat mengalahkan keindahan rambut Aphrodi yang mewah sih...
Mari lupakan perkenalan yang takkan pernah bermutu itu.
Suatu ketika, keluarga kerajaan mendapatkan seorang penerus keturunannya. Karena hal itu, Author diundang makan-makan di kerajaan. (eh? Salah!)
Karena kebahagiaannya yang tak terkira, HirotoNGKOL dan MidorikaYANG *Author dibunuh* mengadakan sebuah pesta kecil-kecilan. Yah, katanya sih asalkan udah semacam syukuran saja sudah cukup.
Tentunya dia mengundang lebih dari 1000 orang untuk datang ke pestanya yang... katanya tadi kecil-kecilan... ==u
Pelit-pelit eh, peri-peri pun juga ikut diundang. Akan tetapi, diantara semua peri yang diundang. Ada seorang peri yang selalu bermain kotor, karena ia adalah bintang iklan Rinso.
Peri yang tak diundang ini... kita panggil saja Kirino...
"Ada apa, tor?" Kirino bertanya saat namanya tiba-tiba dikumandangkan oleh narator.
Bukannya menjawab dengan kata-kata, Narator langsung menendang Kirino keluar, membuat yang ditendang tadi menjadi begitu kesal.
Kirino merasa tak puas karena tidak diundang ke pesta Hiroto dan ngambek layaknya anak kecil.
"Apapun yang terjadi! Pokoknya aku mau ikut ke pesta itu! titik! gak pake koma, tanda seru, tanda tanya, dan tanda-tanda kelahiran lainnya!" Kirino berteriak didepan penjaga yang sedari tadi menahannya agar ia tidak dapat ikut serta dalam acara makan-makan itu.
"Maaf nek eh, neng... tapi Raja tidak membiarkan kami untuk membiarkan anda masuk." Taiyou, sang penjaga, terus menerus menahan Kirino yang dari tadi memaksakan untuk masuk
Kirino semakin kesal dibuatnya semenjak ia dipanggil nek dan neng. Jelas-jelas Kirino kita yang cantik ini adalah cowok.
"Pokoknya minggir! gue mau masuk!" Kirino kembali membentak.
"Eh, eh, eh! gak boleh! siapa bilang lu boleh masuk!?"
"Cepat minggir! Taiyou, lu kan masih punya utang sama gue! Udah, cepat minggir sana!"
"Apa hubungannya hutang sama minggir, MBAK!?"
Amarah Kirin (baca: Jerapah) kita tercintrong kembali memuncak.
"Minggir gak? pokoknya kalo kalian gak minggir, nanti aku pergi lho!" Kirino kembali mengancam sang penjaga.
"Kalo mau pergi silahkan saja." Penjaga hanya merespon dengan santai sembari mengibas-ngibaskan tangannya tanda mengusir.
Kirino kembali geram dan langsung menendang Taiyou beserta pintu dihadapannya.
Semua mata tertuju kepada Kirino.
'Buset, kok pada mandangin gue gitu sih? Emangnya gue segitu cakepnya ya?' batin Kirino dengan begitu narsisnya.
"S-s-siapa kau!?" salah satu pengunjung menanyakan Kirino sambil tergugup.
Otak narsis Kirino kembali berfungsi. Diputarnya kembali penggiling daging eh, roda gigiT diotaknya.
"Perkenalkan pemirsa yang sedang baca, yang sedang ada di alam fict ini... ane artis paling cakep sejagat raya, paling slim, paling CETAR MEMBAHANA! SYALALA! ULALALA! nama ane... MayaT LunaK... Tapi sering dipanggil Kirino sama anak-anak cebol di InaIre." Kirino mengucapkannya dengan begitu narsis hingga membuat para penonton tercengang.
Kirino yang asyik bergaya alay, akhirnya diketawain oleh salah satu tamu kita tercinta, KariAyaM MasakiN *dilempar Masaki dari lantai 30*
"Hahaha, muka ancur gitu artis terkenal di fict? jangan ngimpi deh!" Masaki berteriak dengan volume yang begitu kencang.
Kirino kembali garam eh, geram. Sekarang topik berubah menjadi kejar-kejaran antara KiriMasa.
Jauh di sudut ruangan yang sempit itu, 3 orang peri sedang tersenyum. Mereka bertekad untuk memberikan bayi baru itu sebuah hadiah.
Akane, penyihir dengan gaun merah maju kedepan sejenak. Ia mengambil ancang-ancang untuk mengucapkan permohonannya.
"Hadiah dariku bakalan, ntuh bayi jadinya cantik banget! Mengalahkan kecantikannya miss universe 2100 deh pokoknya! Tapi, walaupun secantik itu, tetap tidak bisa memikat hatinya Shin-sama deh pokoknya." Akane melontarkan permohonannya sambil memejamkan matanya.
2 peri lainnya bersweatdrop melihat tingkah temannya.
"Kalau begitu... hadiah dariku, ntuh bayi rambutnya bagus dan jago olah raga aja kali ya..." Midori, peri bergaun hijau, mengajukan doanya sembari tersenyum dari pinggiran.
Sesaat sebelum Aoi, peri terakhir, menyebutkan permohonannya, Kirino langsung memecahkan keheningan.
"Sudah cukup! Kalian terus-menerus merasakan kesenangan, sedangkan aku... hiks, masih perjaka (lho?) eh, salah! sedangkan aku malah disuruh metikin jengkol dikebon belakang bareng sama ulat daun. Sebagai hadiah dari tindakan kalian, kudoakan kalo ntuh bayi pas umurnya 16 tahun bakalan mati gara-gara keselek jengkol pas lagi nangkring di emperan jalan!" Kirino yang sudah bonyok-bonyok karena sempat berantem sama Masaki, langsung melontarkan permohonannya.
Semua tamu kaget, begitu pula dengan narator dan raja dan ratu, sedangkan Author malah dangdutan.
Aoi yang awalnya berdoa agar ntuh anak bakalan narsis dan alay, langsung mengubah permohonannya.
"Pas keselek jengkol, gak jadi mati tapi jadinya cuma tepar." Aoi langsung melontar permohonannya setelah Kirino ber-devil laugh (walaupun kesannya kayak orang batuk ketawa) dan meninggalkan alam fict ini (untuk sementara. Kirino: aww, man...)
Berkat doa Aoi, setidaknya bayi itu tidak akan mati ditangan Jerapah a.k.a Kirin.
Semenjak kejadian itu... bayi itu dibesarkan oleh ketiga peri dan diberi nama Sutiyem tapi sering dipanggil Aphrodi saat pagi dan Afuro Terumi saat malam (halah, sama-sama namanya kok)
"Sutiyem! beliin nenek rokok diwarungnya mbok sumo di hutan dong!" Midori yang pura-pura jadi nenek Aphrodi berteriak sembari menyuruh pemuda cantik berumur 15 tahun itu.
"Ih, udah peot aja masih suka nyuruh-nyuruh..." Aphrodi menjawab permintaan nenek jadi-jadiannya dengan begitu dingin.
Midori semakin kesal dan mengusir Aphrodi akan pergi ke hutan sembari melempar kaus kaki kesayangannya.
"Cepat beli!" teriak Midori dengan begitu kesal sambil mengusir jauh-jauh anak alay itu dengan kaus kakinya.
Akane yang menyamar menjadi seorang gadis muda dan Aoi yang pura-pura menjadi emaknya Aphrodi langsung menghampiri Midori yang sedang kesal.
"Apa Su- eh, Aphrodi sudah pergi?" Akane langsung melontarkan pertanyaan yang sudah ia siapkan sejak tadi.
Midori mengangguk sambil memberi jempol.
"Itu artinya... WAKTUNYA PESTA! SIAPKAN TEH SEGALON KITA PESTA BERTIGA!" Aoi berteriak gembira sembari lompat-lompat gaje.
#TUNG! tapi tindakan mereka terhenti saat Author muncul tanpa diundang sambil memukul kepala Aoi dengan panci emaknya Author.
"Salah skrip, yang bener tuh ngebikin pesta ultah buat Terumi..." Author mengucapkannya dengan begitu kesal
Ketiga manager langsung meminta maaf dan mengikuti skrip dengan benar (walaupun sering menggerutu saat mengerjakannya sih)
Aphrodi berjalan dengan kesal sembari mengelus-elus kepalanya yang benjol kena kaus kaki tadi.
Ia terus mencibir kesal. Tapi, tengah sedang berjalan, ia bertemu dengan pangerannya tercintrong yang sedang mengajarkan... hissatsu technic!? emngnya ini lagi maen sepak bola!?
"Eternal Blizzard! nah, sekitarnya begitu cara melakukan hissatsu technic. Nah, mulai dari musang! lakukan hissatsu terbaikmu!" sang pangeran menyuruh para hewan yang berbaris untuk melakukan hissatsu technic-nya.
Aphrodi hanya bisa cengo melihatnya, sedangkan Author muncul sambil membawa panci dan memukulkannya ke pangeran itu.
"Shirou! Udah gue bilang berulang kali, bukan ngajarin hewan-hewan caranya sepak bola! tapi nyanyi bareng hewan-hewan! Ngerti gak?" Author kembali berteriak gaje.
"Tapi yang seharusnya nyanyi itu si Aphrodi... hiks... menurut cerita aslinya kan aku yng tiba-tiba nemuin dia... " Shirou terisak sembari mengelus kepla benjolnya dengan perlahan.
Tapi, berkat bantahan yang sudah terlanjut di lontarkan oleh Shirou, Author kembali memukulkan pancinya dengan mulus ke kepala chara fave-nya.
Aphrodi langsung sweatdrop pangkat dua melihat adegan Author marah-marah layaknya emak-emak.
"Umm... apa yang kamu lakukan disini?" Aphrodi bertanya dengan begitu sok kenal.
"Hmm, kenapa ya? ih kamu kepo deh, nanya-nanya..." ucap Shirou dengan alay.
.
.
.
Hening...
"A-apa?" Aphrodi gelagapan mendengar ucapan Shirou
"Haha, bercanda kok. Aku lagi disuruh Author nangkring disini sambil makan jengkol dan pare dan kayaknya... aku nemuin tuan putri buat hati aku deh." Shirou berusaha untuk menggombal ria.
"Oh, kalo gitu anda salah orang... jelas-jelas ane cowok kok, udah ya ane disuruh beli rokok di hutan." Aphrodi hanya menjawab dengan begitu cuek dan meninggalkan Shirou.
Tapi, Shirou menahan tangannya yang akan pergi. Membuat fict ini benar-benar mirip seperti adegan di sinetron Indonesia yang alay itu.
"Tunggu! sesuai skrip lu harus ngedengerin lagu gue dulu!" Shirou mengingatkan.
"Yang Ice Road? gue udah denger beberapa kali, gak perlu deh..." Aphrodi menolak dengan begitu dingin.
Tapi Shirou tetap mengikuti skrip. Ia langsung menyanyikan lagunya tadi.
Kenapa ilerku keluar setiap ngeliat kamu... (kenapa tanya aku?)
Selalu merinding badanku setiap kau pelototin aku... (mungkin dia mantan preman)
Kenapa tingkahku kayak robot kurang reot setiap diliat kamu... (mungkin salah pake baju)
Kenapa-
Shirou tidak melanjutkan lagunya karena sosok Aphrodi sudah terlihat jijik melihat Shirou.
"Oi, oi... gue udah bilang kan? gue itu co-wok! ngerti kagak!?" Aphrodi langsung melontarkan pertanyaannya dengan begitu kesal.
Shirou tetap tidak mau menyerah berhubung baru kali ini dia dapat peran yang LUMAYAN waras.
"Aphrodi, cinta tidak mengenal status! mau kamu udah punya suami, mau kamu cowok, mau kamu udah punya anak atau pun pacar! aku tidak peduli! tapi, kalau aku didatangi oleh suami atau pacarmu, aku kabur..." Shirou menjelaskannya dengan begitu dramatis (Dramatis mode: ON sampai peringatan selanjutnya. Silahkan bayangkan kejadian ini versi drama alay)
Aphrodi nampak terkesan dengan ucapan Shirou. Ditatapnya lekat-lekat mata Shirou yang nampak ngantuk itu. (End of Dramatis mode)
"Maaf, aku gak tertarik sama sekali..." Ujar Aphrodi tambah dingin dan langsung meninggalkan Shirou.
#GUBRAK! Shirou yang menyangka kalau adegan itu akan berhasil langsung terjatuh kaget saat mendengar jawaban Aphrodi.
"Pokoknya kamu belum boleh pergi sebelum kamu jatuh cintrong sama aku! Kalo kamu belum jatuh cinta, aku bakalan pergi!"
Aphrodi tidak memperdulikan Shirou dan asyik bersiul.
"Sudah cukup! Aku pergi! Pergi! Cepat Pergi!" teriak Shirou yang awalnya berniat untuk pergi malah mengubahnya menjadi pengusiran?
"Yaudah kalo kamu nyuruh aku pergi..." Aphrodi langsung pergi meninggalkan Shirou sendirian.
Shirou tercengang dan langsung pergi meninggalkan alam fanfict. Dan tentunya tak lupa untuk mengutuk Author karena sudah menyengsarakan chara fave-nya sendiri.
Dan kisah kita kembali dimulai kembali dengan perjalanan Aphrodi mencari kitab suci di barat eh, itu mah kisahnya Sun Go Kong, maksud ane, cerita kita dimulai lagi saat Aphrodi tengah mencari warung mbok sumo.
Dengan cepat Aphrodi langsung menyelesaikan tugasnya.
'Kalau pangerannya Shirou... itu berarti nanti setidaknya gue dibangunin sama orang yang keren. Yah, lumayan lah... daripada dibangunin sama Kidou atau Fudou. Ah, amit-amit mak...' Aphrodi membatin sambil bergetar-getar kayak orang kejijikan dengan sesuatu.
Mbok Sumo sweatdrop melihat tubuh Aphrodi yang sedari tadi bergetar-getar.
Tengah sedang berjalan...Aphrodi melihat sebuah jengkol yang terlihat matang.
"Wuih! lumayan nih jengkol... eh, iya katanya pak ustad kalo mau makan harus duduk, makan pake tangan kanan, dan baca basmalah sebelum makan. Yaudah deh, bismillahi rahmanirahim." Ia langsung mengambilnya dan melahapnya dengan begitu semangat, tentunya tak lupa untuk duduk sebentar di emperaan jalan raya (?) itu.
Tiba-tiba ia tersedak dan tepar dalam jangka waktu singkat.
Kirino kembali muncul tiba-tiba disamping Aphrodi sambil sedikit mendorong tangan Aphrodi, mencoba meyakinkan bahwa sosok dihadapannya sudah mati.
Dan langsung ber-evil laugh ria sambil ditemani dengan background api yang bekobaran.
"Akhirnya kau mati juga, Pangeran Afuro! muahahahaha!" Kirino asyik ber-evil laugh sembari berteriak gaje
"Gak juga, ane masih hidup kok. Nih liat, masih sehat wal afiat! Naskahnya Author kan gak beneran... mana mungkin ane tepar seka-
Aphrodi tidak melanjutkan ceramahnya karena tiba-tiba dibelakangnya ada Author yang membuatnya pingsan.
Jerapah dan Author langsung saling memberi jempol antar satu sama lain. Sepertinya mereka bekerja sama.
Aphrodi langsung dibawa ke sebuah menara yang begitu tinggi sampai mengalahkan ketinggian menara eiffel, gak tahu siapa yang berhasil ngangkatin ntuh anak.
Sedangkan para peri yang sedang menunggu kedatangan gadis jejadian itu, sekarang tengah asyik bernyanyi ria menghilangkan bosan menunggu sosok gadis jejadian itu.
"Terlena~ kuterlena~ Ayah, dengarkanlah~ aku ingin makan~ walau tanpa ada Aphrodi! Akh! gue laper nih! kita pesta sendiri aja yok!" Midori langsung berteriak kesal setelah menunggu kedatangan Aphrodi yang tak kunjung datang.
"Ci ci cuit! post hari ini, nek!" tukang post kita tercintrong, Tsurugi Kyousuke, langsung berteriak menunggu kehadiran si pemilik rumah untuk datang kedepan.
Akane langsung berlari kedepan dan menerima pemberitahuan dari Tsurugi.
"OH MAI GAT! SERIUS LU!?"
Aoi dan Midori langsung sontak kaget mendengar teriakan gaje Akane.
"Aka! apa yang terjadi!?" Aoi bertanya dengan begitu gugup lengkap pake acara bawa-bawa panci.
"Katanya hari ini supermarket lagi buka diskon besar-besaran... jadi mendingan kita shoppingan sekarang." Akane langsung menjelaskannya dengan mata yang begitu berbinar-binar.
#GUBRAK! Midori dan Aoi terjatuh mendengar jawaban dari Akane. Mereka kembali masuk kedalam rumah mereka
"EKH!? SERIUS!? MASA SIH!? GAK SALAH ORANG KAN!? MINNA, CEPAT SINI!" Akane kembali berteriak. Kali ini teriakannya tidak membuat peri lainnya penasaran.
Sesaat namanya dipanggil, mereka langsung berjalan mendekati pintu depan.
"Apa?" Midori bertanya dengan begitu singkat.
"Aphrodi dibawa kabur oleh Jerapah ke menara yang begitu tinggi." Akane kali ini menjelaskannya dengan wajah takut-takut.
Mereka berpikir bersama begitu pula dengan Tsurugi yang sok-sokan ikut-ikutan berpikir.
"Sepertinya kita butuh kingkong deh..." Tsurugi langsung menganjurkannya pada ketiga manager.
Manager-tachi kebingungan mendengar ucapan stiker beraksen ekor itu.
"Buat apa? kita kan gak syuting film tarzan atau semacamnya." Aoi bertanya dengan begitu singkatnya.
"Soalnya, ada film barat yang ceritanya seorang cewek dibawa oleh kingkong keatas menara, tapi pada akhirannya cewek itu diturunin lagi kebawah sama ntuh kingkong." Tsurugi asyik bercerita ria dan hanya ditanggapi dengan oh ria milik ketiga peri.
"Tapi, ngomong-ngomong... buat apa elo ikutan mikir bareng kami!? elo kan cuma disuruh nganterin surat doang, ntut!"
"Kan lumayan, soalnya kalo di InaIre, LEVEL-5 kagak ngasih gue izin buat gosip kayak gini. Jadi ini lumayan." Jawab Tsurugi sembari mengacungkan jempol.
Ketiga manager ber-sweatdrop dan melempar sepatu mereka, mengusir tukang post alay itu. Tsurugi emang alay... ==u
Dan, petualangan kembali dimulai dengan kisah ketiga peri yang berkeliling dunia mencari kingkong untuk menyelamatkan Aphrodi.
Tengah sedang berjalan... akhirnya mereka menemukan orang yang sesuai dengan kriteria yang ia cari... Kingkong...
Tunggu, katanya tadi orang? berarti, orang mirip kingkong gitu? penemuan baru nih!
Tapi, demi spoiler... maka namanya akan kusensor dengan nama pangeran...
Segala tantangan sudah mereka lalui. Sekarang yang perlu lakukan hanyalah bertahan di tantangan akhir, yaitu menyemprotkan cairan tinta ke musuh mereka eh, itu mah point ball atau paint ball ya? ah pokoknya itu lah!
Pangeran dan ketiga peri berhasil sampai di kamar putri. Tapi sesaat dijalan, Jerapah yang tiba-tiba berubah menjadi Gadis cantik nan jelita dengan rambut dikuncir twintail panjang dengan warna pirang, menghalangi mereka.
Mereka sempat kesusahan untuk mengalahkannya berhubung jerapah pake acara nendang bola dengan begitu kuatnya kearah pangeran dan trio peri.
Tapi, mereka berhasil menenangkan dan memenangkan pertandingan terakhir. Semua itu berkat pangeran tersebut memiliki hutang kepada Kirino. Oleh sebab itu, dia memanfaatkan saat-saat ini untuk mengecohkan Kirino dan membuatnya beralih topik.
"Gimana cara ngebanguninnya?" pangeran bertanya dengan begitu bingung.
Peri kebingungan... mereka baru ingat kalo mereka lupa untuk menambahkan cara untuk membangunkannya.
"Coba dibanting..." Akane menganjurkan dengan begitu polos.
Pangeran hanya melakukan apa yang diucapkan peri tersebut mulai dari membanting, menampar, menjatuhkannya ditangga, melemparnya dari lantai 2 dan masih banyak lagi.
"Oh, mungkin Author bakalan membolehkan kita menambahkan sedikit romance diakhiran... nah, kalau begitu bagaimana kalau... dicium?" Aoi yang mulai kesambet sindrom romantisnya langsung menganjurkannya dengan begitu antusias.
#GULP! semuanya menelan ludah. Tidak disangka, IFT yang seharusnya penuh dengan humor sekarang malah menampilkan romance.
Tapi, tak ada salahnya untuk dicoba kan?
Pangeran langsung mendekatkan wajahnya dengan Aphrodi.
Setelah sekitar berjarak 30 cm. Aphrodi terbangun karena terusik dengan bau yang begitu menyengat. Ia langsung kaget melihat sesosok monyet sedang berusaha menciumnya.
"Wua! PERVERT!" Aphrodi berteriak sambil meninju pangeran itu.
Dilihatnya kembali pangeran yang muncul dihadapannya.
"Eh, Lho? Someoka!? kok, lu yang jadi pangeran? bukannya seharusnya Shirou?" Aphrodi terkaget-kaget melihat sosok monyet tadi.
"Yah... habisnya ada film barat yang menceritakan seorang cewek yang diselamatin sama kingkong sih... jadinya kami tiru deh adegannya." Aoi menjelaskannya dengan begitu santai.
Aphrodi kembali kesal dan langsung pergi meninggalkan alam fict sembari mencibir kesal
"Dasar Author sialan, katanya pangerannya bagus, kok ini jadi Someoka sih!? gak terima banget nih! cukup aku mau pulang!" Aphrodi berteriak dengan begitu kesal meninggalkan semuanya yang sedang cengo..
Dan itulah akhir kisah dari pangeran yang tertidur gara-gara keselek jengkol.
~OWARI~
Behind Scene:
Fuyu: Ochikaresama minna-san~
IE-chara: Ah, Author oshisashiburi desu ne... met tahun baru ya~
Fuyu: hai' Makasih... tahun lalu banyak banget hal bagusnya...
Shirou: Benarkah? baguslah...
Fuyu: Tapi... saat aku melangkahkan kakiku masuk ke sekolah saat masuk tahun 2013, pelajaran pertama yang kuhadapi adalah pejaran yang paling kubenci... Bahasa Jawa... JENG JENG JENG
Taiyou: Ah, gak penting... selamat tahun baru reader-san... maaf, kalau ch 1 ini datengnya telat.
Kinako: Sebenarnya Author mau ngepostnya pas Ichi-Ni Ni-San Day tapi Author keasyikan download lagu sampe lupa kalo udah malem... begitu pula saat Author bertekad saat natal saja...
Fuyu: Aku bener-bener gak bisa fokus saat itu... hiks... huks...
Fey: Jaa, kita pindah ke sesi selanjutnya~
Fuyu: Oi, kecepatan pindahnya!
Tenma: Denger-denger, nih fict lumayan laku lho...
Fuyu: Benarkah!? *girang lagi*
Kirino: Itu mungkin karena karakter disini kece dan keren gak kayak Author yang jelek...
Fuyu: Yang merasa cantik harap pergi!
Aphrodi: Author! aku mau protes!
Fuyu: Iya, masnya yang cantik?
Aphrodi: Katamu pangerannya keren nan kece... kok jadinya Someoka!?
Hiroto: Kamu salah Aphrodi... coba liat dibagian agak atas... disitu pangerannya Shirou lho... terus dia minggat gara-gara kamu cuekin.
Fuyu: Tuh, denger katanya Hiroto-nii...
Tsurugi: Ke sesi selanjutnya...
Fuyu: Aku belum selesai!
Shindou: Oh, ch selanjutnya menarik...
Yukimura: Menarik? maksudnya ceritanya bisa narik gitu?
Fuyu: Bukan gitu! yah, mungkin bakalan lumayan sih kalo humorku lagi balik... itu cerita request-an dan ide dari temen sekolahku yang nama aslinya kembar dengan Tomoya...
Mamoru: Author disini juga?
Fuyu: Author wanna be... jadi dalam beberapa waktu kedepan dia bakalan jadi Author.
Someoka: Lanjut saja... inilah judulnya...
All: jikai... Lutung Someoka. Semoga dikarya selanjutnya masih banyak yang berminta untuk membaca.
Fuyuri: yosh, minna ikusho! ichi, ni san! Inazuma Fairy Tale!
All: this is the worst and gaje palce in the world! Jaa, mata ne~
