summary
Karena jatuh dengan kepala yang terbentur, Pocoyo menjadi lupa ingatan. Ia hanya bisa ingat, apabila diingatkan. Tapi, masalahnya hanya satu: Pato, Elly, Loula dan lain-lain kan tidak ada yang bisa berbicara. Jadi ini bagaimana?
.
.
Di pagi yang cerah, seperti biasa, Pocoyo sedang bermain dengan teman-temannya. Permainan yang kali ini mereka pilih adalah bermain kejar-kejaran.
"Kena! Loula kena!" Pocoyo berseru ketika tangan mungilnya berhasil mengenai anjingnya.
"Guk!" Loula berlari-lari kecil dan menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Berhubung Pocoyo sudah berlari menjauh, Loula pun mencari incaran yang lain yang lebih dekat, yaitu Pato.
Pato sempat berlari, namun karena paruh oranye-nya menyentuh tiang lampu, dirinya terjatuh. Tanpa waktu lama, jilatan dari Loula menyentuh pipinya.
"Guk! Guk!" Gonggongan dari Loula menandakan bahwa Pato yang kali ini jaga.
"Kwek! Kwek!" Pato memutar paruhnya ke belakang, lalu ia menyipitkan kedua mata bulatnya. Sekarang dia harus mencari orang yang bisa dikenainya. Tak kemudian, dilihatnya Elly yang sedang mengintip dari balik pohon. Tubuh besarnya yang berwarna pink itu jelas sekali terlihat di belakang pohon berbatang tipis tersebut.
Pato membuat suara tawa kemenangan. Sembari berteriak ala bebek, Pato mulai berlari ke Elly.
Sayangnya, Elly sadar. Gajah betina itu langsung berlari. Namun, gerakannya yang lambat tidak bisa menyaingi larian Pato yang cepat. Karena itu, Pato pun meloncat ke arahnya dan memeluk Elly dari belakang. Namun karena itu keseimbangan Elly goyang.
Dirinya terhuyung ke depan.
Namun... tanpa mereka berdua ketahui, tepat beberapa senti di depan Elly, sudah ada Pocoyo di sana.
BRUKH!
.
.
.
POCOYO—REMEMBER-US—!
Pocoyo by Gullermo Garcia Carsi
AR—Alternate Reality
Pieree Present...
(Pocoyo—Pato—Elly—Loula)
.
.
one of four
-benturan-
.
.
Setelah beberapa detik terbaring, Elly pun sedikit bangkit. Gajah berwarna pink mencolok itu segera mengusap kedua sikunya yang sempat terbentur.
"Kwek!"
Mendengar suara jeritan Pato, Elly langsung menoleh dan melihat tubuh bebek kuning itu yang tertindih bokongnya. Elly terkejut dan segera berdiri. Ia membuat gerakan menyatukan kedua telapak tangannya, tanda ia meminta maaf. Pato yang sudah lega pun hanya mengangguk.
"Guk! Guk! Guk!"
Suara Loula menyadarkan kedua sahabat itu dari kegiatannya. Kemudian saat melihat Loula—si anjing—mulai menampilkan raut wajah sedihnya, Elly memiringkan kepalanya. Ia bingung.
Suara gajah yang membuat nada bertanya terdengar. Dan Loula pun menggonggong sedih dan kemudian mendekati seorang anak kecil yang tertidur terlungkup di lantai. Tampaknya ia juga sempat menjadi korban tibanan Elly ketika ia jatuh.
Pato dan Elly yang khawatir pun segera membalikkan tubuh Pocoyo, tapi tiba-tiba saja ada sebuah hal yang mengejutkan.
Pocoyo tidak sadarkan diri. Dan juga... ada darah di dahi anak kecil berumur 3 tahun itu.
"Kwekk! Kwek kwek!?" Pato panik. Sayap kecilnya terus menunjuk ke dahi Pocoyo yang terus menghasilkan aliran darah yang berbau besi, seolah-olah meminta penjelasan.
Elly juga bingung. Jadi, ia hanya bisa duduk dan menaruh kepala Pocoyo ke pahanya. Pertamanya, ia bersihkan darah dan segala luka dari Pocoyo dengan menggunakan kain basah dan perban—yang tersedia di ransel birunya. Setelah selesai, dia tepuk pelan pipi tembem Pocoyo, berharap anak kecil pencinta biru itu bisa sadarkan diri. Tidak hanya Elly, Loula dan Pato juga ikut membantu sang gajah untuk membangunkan Pocoyo. Tapi tidak ada yang berhasil.
Namun, lama-lama kedua mata Pocoyo yang terpejam itu lama-lama seakan berkedip. Sedetik kemudian, Pocoyo pun membuka kedua matanya. Ia mengerjap pelan dan mengubah posisinya menjadi terduduk.
Elly, Pato dan Loula menghela nafas lega, tapi kemudian mereka sedikit cemas ketika melihat tatapan Pocoyo yang terasa kosong.
Elly menanyakan keadaan Pocoyo dengan cara menepuk pundaknya. Namun, Pocoyo hanya meletakkan jari telunjuknya ke bibir bawah.
Kemudian, ia pun berbicara. "Kalian siapa?"
Semuanya pun terkejut.
Sepertinya... Pocoyo lupa ingatan.
Jadi ini bagaimana?
.
.
see you
.
.
my note
Hai, ini fict pertamaku di fandom Pocoyo. Aku suka banget sama Pocoyo, jadi kuharap juga kalian suka ceritaku. Terima kasih... :D
.
.
warm regards,
Pieree...
