Summary: sebuah fict gaje berisikan legenda dan dongeng-dongeng yang diperankan oleh para character inazuma eleven dan inazuma eleven go. My first fict for this fandome

Disclaimer: Inazuma eleven dan inazuma eleven go hanya milik level 5

Warning: gaje, typo, genre yang tidak bermutu, alur yang tak menentu

Note:Usagi Yumi-san no rikuesuto and Author's idea. Maaf Author sudah tidak menerima req lagi... (harap baca behind scene, untuk review, gak dibaca gak apa)


Chapter 13:

Hiroto and Gouenji and The Red Riding Hood, Kazemaru


Diambil dari crosscover dongeng Hazel and Gratel dan dongeng Si Kerudung Merah


Disiang yang mendung (?) itu seorang gadis (?) kecil berkerudung merah tampak berjalan dengan riang. Sedari tadi ia melompati beberapa kura-kura yang numpang berjemur dibawah matahari yang asyik disko di angkasa sempit (?). Dengan langkah yang begitu riang itu ia berjalan memutari depan hutan.

Ditengah keasyikannya muter-muter gaje didepan hutan, ia pun mendapati ada 2 anak alay yang berjalan masuk ke dalam hutan tersebut. Dengan ke-kepoan yang begitu tinggi hingga melebihi ke-kepoan Author, gadis itu a.k.a Kazemaru *terus mendadak AUthor dimutilasi* langsung mengikuti jejak dua anak alay itu.

Langkah demi langkah, detik demi detik, musik demi dangdutan (?) Kazemaru terus melangkahkan kakinya mengikuti cecungut alay itu. Satu, dua...

"Hiroto! jangan makan kotoran kebo baru melahirkan itu! itu belum diproduksi dengan benar!" teriak salah satu dari mereka sembari menunjuk pemuda satunya yang sekarang sedang berusaha membersihkan sepatunya dengan menggesekkan kakinya ke baju Kazemaru.

Tunggu... baju? "Eh, buset! Hir! itu orang woy! ngapain lo bersiin ntuh kotoran kebo kesitu!?" teriak pemuda berambut bawang putih itu. Sedangkan pemuda yang berambut seperti bawang merah ini langsung lompat mundur karena kaget dan tepat sekali terjatuh di kotoran tadi... 3 poin...

1. Pemuda bawang merah yang bernama Hiroto itu menginjak kotoran, 2. membersihkannya pada Kazemaru, 3. Hiroto lompat kebelakang dan jatuh tepat di kotoran tadi. Untung saja Kazemaru yang baik hati tidak menambahkan poin keempatnya, memukul Hiroto pake sedotan terdekat. Oke, kita lupakan saja itu...


"Halo, nama gue Hiroto ini adek gue Gouenji... kami ini-"

"Anak-nya bawang merah dan putih ya? dari suku bawang mana?" tanya Kazemaru sembari memotong perkenalan Hiroto. Sedari tadi ia mundur selangkah demi selangkah melihat penampilan Gouenji.

Tanya kenapa? mari saya jelaskan penampilan Gouenji tapi janji jangan tersedak ya, nanti saya gak mau bayarin biaya masuk RS-nya. Jadi~ Gouenji memakai gaun merah dengan pita berwarna merah muda dibawah kerah bajunya dan bando merah dengan renda putih. Jelas-jelas penampilan ini sukses membuat Author merinding diskon *plakk! disko ding (dikutip dari chat tadi siang)

Ternyata sedari tadi Hiroto terus berusaha menahan tawa yang ingin kelua tanpa izin. Sedangkan Gouenji dengan muka yang begitu merah tengah berteriak "Jangan lihat aku dengan tatapan nista itu!"


Mari kita ulang kembali perkenalan chara kita tercinta

"Perkenalkan namaku Kazemaru. Jadi kalian Gouenji dan Hiroto dari suku bawang timur? aku baru tahu kalo bawang punya suku." ucap Kazemaru sedikit sweatdrop.

Hiroto dan Gouenji yang tidak bisa menyangkal kenyataan yang dibuat-buat Author hanya bisa ketawa garing (emang bisa dimakan ya?). "Jadi, kamu kesini ngapain? untuk seorang cewek kayak kamu jalan-jalan ke hutan sendirian?" tanya Gouenji sambil nunjuk-nunjuk gaun Kazemaru.

Dengan cepat Kazemaru pun menunjuk Author yang sejak tadi terus-menerus menikmati kerupuk alay yang dia temuin pas ngikutin Kazemaru. "Gara-gara Author itu bikin kejadian kayak gini..." Kazemaru pun langsung menyuruh beberapa kru memasang latar rumah dari gambar krayon.

Ceritanya sekarang plesbek~

"Kazemaru..." panggil seorang nenek-nenek sembari mendatangi cucunya yang sedang asyik maen pesbuk di Aipet.

Karena merasa terpanggil oleh Tuhan *plakk!* Kazemaru langsung membalikkan badannya menatap nenek peot dibelakangnya yang kita ketahui bernama Hitomiko *digampar Hitomiko*.

"Tolong ambilin duren dihutan dong, Kaz." pintanya pada Kazemaru. Sedangkan Kazemaru langsung memonyongkan bibirnya sampe 5 meter. "Kenapa gak nenek aja yang ngambil sendiri? kan nenek bisa ke hutan sendirian gak pake minta bantuanku." ucapnya enteng sambil kembali fokus pada pesbuknya.

"Eh buset ya lu! jelas-jelas gue punya penyakit encok masih aja lu suruh jalan! pergi lu sono ke hutan cari duren yang banyak buat bikin es duren!" tanpa memperpanjang percakapan tak bermutu, Hitomiko yang KATANYA ada encok langsung menendang Kazemaru keluar untuk mengambilkannya duren seger (?).

Nah, sekarang plesbeknya udahan~

"Itu cerita gue, apa cerita lo?" kali ini Kazemaru langsung menunjuk kedua cecungut itu sembari mengucapkan salah satu kalimat dalam iklan M*e i*d*mie.

Hiroto dan Gouenji makin sweatdrop dibuatnya. "Kalo kami hanya kemari karena kata emak kami disuruh nyari trio rumus fisika yang makan gak bayar diwarteg kami." ujar Hiroto sambil mengeluarkan sapu lidi yang akan digunkannya buat membalas kejahatan (?) trio rumus fisika yang kelewat kere tak berbatas.

"Hoo, kalo gitu jalan bareng aja yuk... siapa tahu gue bisa nemuin duren disini." ucap Kazemaru antusias.

Hiroto dan Gouenji yang sepertinya gak bisa menolak pun hanya bisa angguk pasrah.


Dan petualang (?) gaje ini dimulai kembali dengan alkisah dimana ketiga anak gaje itu memasuki hutan yang sebenernya gak rumit sama sekali.

"Eh hir... oi! kita ini bakalan tersesat gak sih!?" Gouenji yang sedari tadi mengikuti arah gerak Hiroto langsung memandang sodaranya yang sekarang tengah asyik bersiul sambil jalan.

"Ya kagak lah, wong aku udah naruh jejak dengan bener liat tuh... burung-burung aja gak demen sama roti yang gue tinggalin." dengan begitu bangga, Hiroto nunjuk roti yang dia jatuhin tadi. Tiba-tiba datang satu burung yang mau mengambil roti itu dan mendadak langsung bergaya layaknya kehabisan oksigen terus tepar setelah mendekati roti tersebut.

Kazemaru sweatdrop. "Itu roti apaan Hir?" tanyanya penasaran.

"Roti bekas yang gue temuin di tasnya Author seminggu yang lalu." ujar Hiroto dengan begitu bangga sampe membuat Gouenji dan Kazemaru gubrak.

Tapi perlahan roti-roti yang ditaruh Hiroto pun menghilang satu-satu. Ternyata orang aneh yang masih berani memakan roti bekas itu adalah Author yang gak dapet makan malem.

"Hoo, terima kasih makanannya." ucap Author santai. Dengan cepat Hiroto yang tadi masih bergaya keren langsung mencak-mencak kesel ngeliat tindakan Author.

Tapi dengan cepet Author langsung mengambil langkah seribu setelah berkata, "Oh, ada trio rumus fisika!".

Ok itu gaje, gak mungkinlah duo bawang alay ini akan percaya. Tapi itulah kenyataannya, dengan polosnya mereka langsung mengejar trio rumus fisika yang emang ada disana (itu mah gak polos woi).


"Eh buset! ntuh maling larinya cepet banget! latihan lari dimana sih? cepet banget kayak lagi dikejer hantu keselek pesawat yang jugkir balik." protes Hiroto sembari ngos-ngosan karena kehilangan jejak rumus fisika.

Author sweatdrop. "Ano saa, kalian nginjek si rumus fisika lho..." jelas Author sambil nunjuk ketiga rumus fisika yang udah tepar diinjek trio cecungut alay itu.

Tanpa mengeluarkan banyak protesan dan cincong, Hiroto dan Gouenji pun langsung menggebuk rumus fisika pake sapu lidinya.

Setelah asyik menggebuk trio rumus fisika yang udah bonyok-bonyok, Kazemaru langsung menjawil bahu kedua cecungut yang udah berminat menggeret (?) rumus fisika.

"Itu... beneran rumah kue tuh? eh, kalian mau nyoba makan gak?" tawar Kazemaru sambil nunjuk rumah kue dihadapan mereka.

Dengan cepat Hiroto dan Gouenji pun langsung berlari dan memakan pintu yang terbuat dari cokelat itu.

"Tunggu! jangan dimakan dulu! bisa jadi itu rumah punya orang, bisa jadi itu rumah kue dari dongeng 'Hazel and Gratel' yang katanya ada obat tidurnya. Pokoknya kita teliti dulu!" ujar Kazemaru sambil mendekati rumah kue itu.

#TING TONG TING TONG "Hoo, sepertinya tidak ada orang, ayo kita makan!" ujar Kazemaru sambil asyik menjilati bel yang terbuat dari permen itu.

#GUBRAK! melihat tindakan Kazemaru yang awalnya melarang mereka memakan rumah itu, Hiroto dan Gouenji hanya bisa gubrak secara indah melihatnya.


Setelah berjam-jam memakan rumah itu sampe habis tanpa sisa...

"Eh, buset... ntuh rumah enak banget... dengan begini gue gak perlu takut nenek ngehukum gue gak makan setahun full." ujar Kazemaru sembari mengelus perutnya yang udah bulet melebihi kebuletan bumi *plakk!

"Eh, tapi gue ngantuk nih... tidur duluan ya..." ujar Hiroto sambil langsung menidurkan diri di tanah yang tak rata sama sekali.

Gouenji yang layaknya anak lemes langsung mengibaskan tangannya. "Entar jadi kebo lho kalo tidur habis makan..." Gouenji yang minatnya mau memperingatkan malah ikut-ikutan tidur setelah menjelaskan hal tersebut.

"Gile, tangkepan gue gendut-gendut! bisa gak perlu nyari mangsa selama 1 tahun nih!" tiba-tiba munculah seorang nenek-nenek alay dari balik pohon tempat trio rumus fisika dijatuhkan.

Kirino, nama nenek sihir itu langsung menggeret ketiga cecungut yang beratnya udah segede gajah. Dengan kesusahan ia menggeret satu-persatu cecungut itu.


"Selamat datang di host club! eh salah, selamat datang wahai makan malemku. Hari ini siapa yang berminat kumakan duluan?" tanya Kirino sembari terus mengaduk-aduk aer garem yang sudah dia masak.

trio cecungut dan rumus fisika cengo. "Tunggu, apa tadi makan malem? gak salah denger nih? Eh, gini ya nek... katanya pak haji, makan daging sesama manusia itu hukumnya haram! istighfar dong! jangan maksa gitu, cari hewan yang halal noh, trus bebasin kami." protes Kazemaru sambil nunjuk-nunjuk nenek sihir itu.

Kirino langsung pundung mendengar ceramah Kazemaru, padahal sudah lama banget dia gak dapet makan malem, malah diginiin. "Iya deh, gue minta maaf... eh salah! anak kecil jangan ngeramahin asal-asalan deh!" ujar Kirino sambil mengambil sebuah botol kecil.

"Gue bakalan mulai makan kalian dari 2 anak gaje yang mulutnya cemotan cokelat. Hari ini kalian bakalan gue jadiin sup bawang." ujar Kirino sambil mengeluarkan pisau kecil.

Hiroto dan Gouenji sweatdrop. "Kok bawang?" tanyanya polos.

"Jelas-jelas kalian dari suku bawang kan? dari rambut kalian aja udah ketahuan kalo kalian bawang. Ayo masuk sini, dari pada ane cuma makan aer garem, mendingan kalian selaku bawang nambahin baunya." ujar Kirino sambil menunjuk-nunjuk aer garem-nya.

Kazemaru mendadak ngakak kenceng. "Aduh mak! kalo masukin mereka berdua kesitu, bukannya tambah harum malah tambah bau kayak kentut lagi!" ujarnya sambil ngegebukin dinding sampe jebol. Oke itu berlebihan.

"Ogah ah... gue kan belum sempet ngecengin Endou, masa udah mau dimakan. Mending Hiroto aja." protes Gouenji sambil mendorong Hiroto.

"Idih, mending elu yang dimakan gue yang ngecengin Endou lagi!" Hiroto yang gak mau ngalah langsung mendorong Gouenji ke dekat pintu. Dan protesan ini pun langsung beralih menjadi sebuah perang dorong-dorongan kanan-kiri.

"Mingkem lu! berisik amat! mau ngalahin suara gue apa? mentang-mentang suara kayak MJ kejepit di jamban, berisik banget..." protes Kirino sambil menyiramkan cairan gaje itu ke dekat Hiroto dan Gouenji.

Beruntung Hiroto dan Gouenji udah sempet menghindar. Kalau tidak...

"Bau!" protes semua manusia yang terkurung dalem kurungan gaje itu. "Itu apaan sih!? bau banget! lebih bau dari kaos kaki Author!" Beta yang mewakili cecungut itu langsung berteriak bertanya pada Kirino.

"Itu cairan adalah iler gue... eh salah, maksud gue itu ramuan buat berubah jadi katak! siapapun yang nyentuh itu, bakalan berubah jadi katak!" teriak Kirino dengan bangga.

"Masa sih? kok kayaknya bukan ya?" Gouenji pun langsung mulai ngeles.

"Beneran kok! itu cairan bisa bikin jadi katak!"

"Kok kayaknya gak bisa dipercaya ya? Coba buktiin dulu." ujar Gouenji masih asyik menatapi cairan yang warnanya kayak cat no drop.

Kirino yang mulai merasa kesal lagi langsung mendekati mereka. "Nih! gue buktiin! karena kaki gue nginjek nih cairan, ntar gue bakalan jadi katak dan tidak bisa kembali!" ujar Kirino mantap sambil menginjak cairan itu.

Gouenji dan tahanan lainnya hanya bisa manggut-manggut sweatdrop. 3 detik kemudian~ Kirino pun langsung menjadi katak dengan gajenya. Dan inilah yang dapat kita sebut dengan 'senjata makan tuan (?)'. Dengan diakhiri dengan menjadi katak~ para tahanan pun dapat keluar dari penjara gaje itu.

Selepas keluar dari sana, kembali lagi ketiga rumus fisika kembali mendapat gebukan sapu lidi, dan geretan gaje oleh Hiroto dan Gouenji. Dan bagaimanakah nasib Kazemaru?

Pertama, Hiroto dan Gouenji menemaninya mengantarkan duren yang dipesan neneknya. Tak sampai waktu 5 menit terdengar suara gaduh panci dari dalam rumah.

"Dasar sialan! udah gue bilang bawa durennya yang enak! masih aja diambil yang kecil banget! mana bawanya lama banget pula! dasar, cucu sama serigala sama aja! sama-sama gak bisa dipercaya!" ternyata itu adalah suara gaduh Hitomiko yang telah asyik memukul-mukul serigala yang berusaha menikahinya (?) dan Kazemaru yang salah membawa duren.

Tak lama kemudian, mendadak Hitomiko langsung menendang keluar kedua anak alay itu yang bikin Hiroto dan Gouenji sweatdrop.

"JANGAN PERNAH KEMBALI!" sembari menutup pintu dan membuat chara sweatdrop, Hitomiko langsung membanting pintu rumahnya kenceng-kenceng.

(Kali ini Author ambil alih megang boneka tangan)

"Saa, minna~ dengan begini, dongeng ini dimulai lagi dengan alkisah Hiroto dan Gouenji menggeret rumus fisika kerumah untuk diminta pertanggung jawaban, Kazemaru yang berkelana bersama mereka karena kehilangan tempat tinggal, dan serigala yang kembali kehutan dengan galau sambil nyanyiin berbagai lagu dangdut alay dan membuatnya mendapat gelar 'King of galau Dangdoets'. Dan begitulah nasib dari chara yang gaje ini~"


~OWARI~


Behind Scene:


Fuyuri: Ochikaresama to Ohayo... ngeemm... *balik tidur, trus kena sirem*

Tenma: eh thor! ini nih udah pagi! liat tuh jam! masih aja molor!

Fuyuri: aku ngantuk, kalian aja yang ngomong... semalem aku tidur jam 1 gara-gara nonton pilem biru *plokkk! maksudnya pilem buruh

IE-chara: *sweatdrop*

Fubuki: Nah, karena pembalasan review sudah dilakukan Author pake PM, berarti kita ke sesi protes!

Hitomiko: kalo gak ada yang mau protes, aku aja yang protes! Kenapa aku jadi nenek-nenek!?

Fubuki: *baca catetan Author* katanya... karena gue kehabisan ide, mana ngantuk pula. Kok rasanya Author mulai mirip gue ya? muka ngantuk-ngantuk gitu (Fubuki narsis ah)

Kirino: Oh, iya chapter terakhir kapan upload?

Taiyou: udah pasti besok lah... hari jumat, 5 Juli kan? besok dong.

IE-chara: eh!? *pesta gaje*

Endou: baik, selanjutnya cuplikan!

Cuplikan: "Napa galau mbak?". "Rumah ane mati lampu.". "Yaudah, pake.../"Nek~ gue males nyuruh-nyuruh bapak gaje gue buat kerja. Dia udah peot, gak bisa ngasih banyak duit."/#PLETAK! "Udah cepetan mari! ntar gue gak ikutan dangdutan se..."/To the next chapter...

IE-chara: *makin sweatdrop*

Shindou: kenapa... kesannya kayak tahu ya?

Kazemaru: hanya perasaanku atau emang ntuh cuplikan nyespoilerinnya berlebihan ya?

Tsurugi: kalo gitu ceritanya ketahuan jelas lah itu dongeng apa...

Matatagi: The Match Girl kan? yang jual korek api?

Tenma: Matatagi, minna!? kok bisa muncul disini?

Tetsukado: ntuh Author ngundang katanya, kami disuruh tampil diakhiran.

Yang lain: *sweatdrop*

Minaho: Tapi, aku merasakan Author ada niat buruk memanggil kita kemari...

Shinsuke: jelas-jelas kalian dipanggil buat ngegaje di fictnya Author!

IE GOGal-chara: *kaget, trus berusaha kabur, ditarik balik sama IE-chara*

IE-chara: ayo, jadi mangsa terakhir Author...

Fubuki: Jaa! sugi wa! pembacaan chapter! Ha'i Sakura-chan dozo...

Sakura: Jikai... Sakura si penjualan korek api! EH!? aku!? yah, buat menghapus bosen mungkin tak apa...

Tenma: dan itulah judul chapter terakhir! sampai jumpa besok!

Hiroto: eh, Author bangun... slogan noh...

Fuyuri: ngemm... *nguap* yosh... ichi ni san... Inazuma Fairy Tale... *lemes*

All: This is the most gaje and worst place in the world. Jaa mata ashita!

Review?