Hai minna san ^^/

Readers: *mengeluarkan hawa membunuh*

Armelle: GLEK *menelan ludah* se-sepertinya hawa disini kurang enak ya, benarkan Sasuke?

Sasuke: tidak tahu, tanyakan saja pada para readers *berjalan menjauhi Armelle dan para readers*

Armelle: EH?! Jangan pergi Sasuke!

Readers: Armelle…

Armelle: ha-hai semua…

Readers: LAMA SEKALI UPDATENYA! *sambil melemparkan berbagai macam senjata ke Armelle*

Armelle: KYAA… MAAF! *sambil berlari untuk menyelamatkan diri dari amukan readers*

Naruto: nah, karena authornya sedang menyelamatkan diri maka saya akan menggantikannya untuk membalas review.

Celine: terima kasih, ini udah lanjut ^^

Rainny Chen: ini sudah lanjut kok jangan lupa review lagi ya^^

Naruto: untuk yang log in sudah dibalas melalui PM. Selamat membaca jangan lupa review ya.

TOURIST!

Genre: Romance, Humor(maybe)

Disclaimer: Naruto©Masashi Kishimoto

Warning: OOC, typo(s), gaje, dll.

Rate: T

Summary: "Kalian harus mencari seorang turis dan memper-kenalkan turis tersebut sebuah tempat menarik di Konoha" kata Kurenai-sensei guru mereka. "EEEHHHH?" teriak murid-muridnya serempak.

.

.

.

Cerita Sebelumnya

BRUK

"NARUTO!" teriak teman sekelasnya heboh.

Ternyata orang yang pingsan itu Naruto, dia pingsan sesaat setelah membaca pegumuman itu.

"APA YANG KALIAN TUNGGU? CEPAT BAWA DIA KERUANGAN KESEHATAN!" teriak Gaara panic kepada orang-orang yang berada dikelas.

Orang-orang yang terkejut dengan teriakan Gaara langsung bergerak maju untuk mengangkat Naruto menuju ruang kesehatan. Tapi langkah mereka terhenti oleh suara seseorang

"Biar aku saja yang membawanya," kata sebuah suara baritone.

.

.

.

Suasana kelas yang bising mendadak menjadi senyap seketika setelah mendengar kata-kata yang dikeluarkan oleh pemuda raven dengan model pantat ayam aka Sasuke. semua orang yang berada di sekitar Naruto dan Gaara menyingkir untuk memberikan jalan kepadanya.

TAP

TAP

TAP

Sasuke berhenti tepat didepan Gaara yang sedang memangku Naruto dipahanya.

Sasuke dan Gaara salinga pandang lalu saling melempar death glare

"Apa maumu Uchiha?" Tanya Gaara disertai dengan death glare andalannya.

"Hn," jawab Sasuke ambigu.

"kutanya apa maumu Uchiha," seru Gaara kesal.

"Neji," sahut Sasuke datar tanpa menghiraukan Gaara yang sudah mulai marah.

"hm?" Tanya Neji yang bingung dengan kata-kata Sasuke.

"bereskan," jawab Sasuke datar.

"hm," jawab Neji dan mulai berjalan mendekati Sasuke, sedangkan orang-orang disekitar mereka hanya bisa bengong dan menyingkir untuk memberi jalan kepada Neji.

TAP

TAP

TAP

Bunyi sepatu Neji menjadi satu-satunya suara yang mengisi kelas yang sunyi itu.

TAP

TAP

TAP

Tanpa mempedulikan pandangan seluruh kelas dia terus berjalan dari tempatnya semula (dipojok kelas) menuju Sasuke. Dia berjalan terus dengan tenang dan wajah yang datar (walaupun masih kalah datar dengan Sasuke). Neji terus berjalan hingga dia sampai didepan Sasuke yang sedang menatapnya datar. Mereka saling berhadapan dan menatap mata orang yang berada didepannya tanpa ada yang berinisiatif membuka percakapan membuat semua orang yang berada didalam kelas menjadi penasaran yang akan terjadi selajutnya.

Lima menit kemudian….

"hm," suara Neji dengan sukses membuat semua orang yang didalam kelas ber-sweat drop bersama.

"hn," balasan dari Saske membuat sweat drop mereka bertambah banyak.

"Gaa…" Neji akan mengatakan sesuatu, dengan cepat mereka menghapus semua sweat yang jatuh dan berkonsentrasi mendengar ucapan Neji.

"Gaa-chan~" teriak Neji sambil berlari kearah Gaara.

BRUK

Semua orang yang berada didalam ruangan itu terjatuh dengan tidak elitnya melihat kelakuan Hyuuga muda itu.

"waa… jangan mendekat Hyuuga!" teriak Gaara masih dalam posisinya semula.

"tidak mau Gaa-chan" balas Neji OOC sambil membuka kedua tangannya untuuk memeluk Gaara.

"waaa… dasar Hyuuga bodoh!" Gaara berlari keluar kelas untuk menghindari pelukan Neji setelah sebelumnya meletakkan Naruto dilantai.

"fufufu ternyata kamu ingin main kejar-kejaran ya Gaara" bisik Neji sambil tersenyum misterius. "Gaa-chan tunggu!" teriak Neji kemudian sambil berlari mengejar Gaara.

Seluruh orang dalam kelas Sweatdrop berjamaah(lagi) melihat ke OOC-an NejiGaa. Sementara itu Sasuke berjalan mendekati Naruto yang sedang pingsan.

"hn, Dobe" setelah itu dia mengangkat Naruto ala bridal style dan membawanya keluar kelas.

Setelah SasuNaru berlalu…

"Jadi… ngapain kita disini?" Tanya seorang perempuan berambut pirang bernama Ino kepada temannya yang berambut pink yang ternyata bernam sakura itu.

"tidak tahu," jawab Sakura pendek.

"Mendokusai, kalian pulang saja" kata sebuah suara dari belakang kelas (posisi mereka didepan kelas).

"huh, Shikamaru gak asik, ayo Sakura" kata Ino sambil menarik tangan Sakura meninggalkan kelas.

"Mendokusai," jawab Shikamaru sambil keluar dari kelas.

"hah~ ayo semua bubar" kata seorang pemuda bertubuh subur.

Semua orang yang berada di dalam kelas membubarkan diri untuk pulang kerumah masing-masing.

.

.

Ditaman yang berada didekat UKS terlihat dua orang perempuan yang sedang berjalan bersama menuju kearah gerbang belakang sekolah. Gerutuan-gerutuan kecil tampakterdengar dari mulut gadis berambut pirang.

"huh dasar Shikamaru menyebalkan," kata gadis itu kepada temannya yang berambut pink.

"sudahlah Ino dia memang begitu kan," komentar gadis berambut pink yang bernama Sakura."tapi… kenapa kamu marah sama dia?" Tanya Sakura polos.

"ARRGH!" teriak Ino frustasi."KAMU ITU BODOH ATAU POLOS SIH?"

"tidak keduanya kurasa" jawab Sakura dari pinggir jendela yang berada di UKS

"ARGH! DIA TIDAK INGIN KITA MELIHAT ADEGAN SASUNARU DI UKS BODOH!" seru Ino kesal. "MEM-" ucapan itu terpotong saat menyadari bahwa sang gadis pink tidak ada disampingnya. Dia mengedarkan pandangannya keseluruh . taman untuk mencari gadis pink itu.

"Ketemu," gumam Ino dengan senyum gembira melihat sahabatnya, namun senyum itu langsung menghilang melihat sang sahabat sedang berjongkok didepan jendela kamar UKS.

"Sedang apa kau Sakura?" Tanya Ino dengan sweatdrop yang menggantung di kepalanya.

"sst, Ino ada yang menarik disini," kata Sakura memanggil Ino untuk mendekat. Ino mendekat gadis itu dan ikut berjongkok disampingnya kemudian ikut melihat kearah yang sama dengan yang dilihat Sakura. Pemandangan yang dilihatnya nyaris membuatnya menjerit namun cepat-cepat ditahannya karena tidak ingin menggangu orang-orang yang didalam.

TBC

Sebenarnya apa yang dilihat Ino dan Sakura? Nantikan di chapter selanjutnya.

Armelle: hah…hah…hah… berhasil selamat. Huft~ *sambil mengelap keringat* akhirnya selamat juga dari kejaran mereka. Nah readers sekalian bagaimana pendapat kalian dengan chapter ini? Makin gaje kah? Apa humornya terasa? Baiklah sampai jumpa di chapter depan.

Mind to review?