Disebuah ruangan serba putih, terlihat seorang pemuda blonde yang sedang terbaring di atas sebuah kasur. Disebelah kasur pemuda itu, terlihat seorang lelaki berambut nanas yang sedang memegang tangan pemuda itu.
"manis," kata pemuda berambut nanas yang bernama Shikamaru, sambil membelai wajah pemuda yang sedang tertidur.
Ruangan itu sunyi selama beberapa saat hingga sebuah suara mengejutkannya.
"TERNYATA SHIKA DAN NARU YAOI!"
DEGH
'huf.. kaget,' batin Shikamaru sambil mengelus dadanya. "Suara siapa sih? Bikin kaget saja" gumam Shikamaru.
"EH! KAMU DENGAR YA?"
DEGH
"i..iya" balas Shikamaru pelan. "ka..kamu siapa?" tanya Shikamaru pelan. 'siapa ini? Mengapa dia teriak-teriak?' batin Shikamaru frustasi. 'apa hantu? Ti..tidak mungkin' batin Shikamaru sambil menggelengkan kepalanya kencang.
"Shika," pangil sebuah suara dengan pelan sambil menepuk bahu Shika pelan.
"HUAA" teriak Shika terkejut. "han..hantu?" tanya Shika panik.
"ya…" jawab suara itu. "dan… aku akan membunuh mu!" lanjut suara itu sambil mencekik leher Shika.
"ugh… le.. LEPASKAN!" teriak Shika sambil mencoba melepaskan tangan yang melingkar di lehernya. Karena terlalu sering memberontak, maka Shika dan orang yang mencekiknya terjatuh ke lantai di sebelah kasur Naruto dengan posisi Shika di bawah dan sang pencekik di atasnya. (shika dalam keadan tengkurap). Saat sedang asik bergulat, mereka dikejutkan oleh suara teriakan yang nyaring.
"KYAAA~ SASUKE MEMPER-UKE SEORANG SEME!"
"eh!?"
TOURIST!
Genre: Romance, Humor(maybe)
Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto
Warning: OOC, typo(s), gaje, BL, YAOI, alur kelambatan, dll.
Rate: T
Summary: "Kalian harus mencari seorang turis dan memper-kenalkan turis tersebut sebuah tempat menarik di Konoha" kata Kurenai-sensei guru mereka. "EEEHHHH?" teriak murid-muridnya serempak.
.
.
.
Suasana tegang menyelimuti ruang UKS. Suasana tegang itu berasal dari seorang lelaki berambut raven yang sedang duduk di atas salah satu kasur yang ada di UKS. Dihadapan lelaki itu, berlututlah dua orang perempuan yang sedang menundukan kepalanya. Sedangkan seorang lelaki yang memiliki rambut dengan model seperti nanas sedang bersender di samoing ranjang yang diduduki lelaki raven tersebut sambil memperhatikan dua orang perempuan yang sedang berlutut tersebut.
"Sakura… Ino…" suara sang pria raven memecahkan kesunyian yang menyesakkan itu. Dua orang gadis yang dipanggil hanya menundukkan kepalanya semakin dalam, takut melihat mata pemuda yang didepan mereka.
"i-iya Uchiha-sama," jawab mereka berbarengan.
"kalian tahu, apa salah kalian?" tanya Sasuke dengan nada rendah dan dingin yang penuh dengan kemarahan.
"ti-tidak Uchiha-sama," jawab mereka berbarengan(lagi).
"kalian~" panggil Sasuke sambil menahan amarah.
"hoam~ troublesome"
"apa maksudmu Shika?" tanya Sasuke sambil mendelik tajam kearah Shikamaru yang sedang memandangi mereka dengan mata malas.
"kau membuang-buang waktu Sasuke" jawab Shika. "mendingan kamu tanya saja alasan mereka mengangap kamu sedang merape aku,"
"APA! Darimana kamu berangapan seperti itu?" tanya Sasuke ke Shika.
"hoam~ tanya aja sama mereka," jawab Shikamaru sambil menunjuk Sakura dan Ino yang sedang tertunduk di lantai.
"Ino jelaskan!" perintah Sasuke kepada Ino sambil memberinya deathglare ala Uchiha.
"ba-baik," jawab Ino sambil ketakutan. "saat itu, kami berdua sedang berjalan di taman dekat UKS,"
FLASHBACK
"sst, Ino ada yang menarik disini," kata Sakura memanggil Ino untuk mendekat. Ino mendekati gadis itu dan ikut berjongkok disampingnya kemudian ikut melihat kearah yang sama dengan yang dilihat Sakura. Pemandangan yang dilihatnya nyaris membuatnya menjerit namun cepat-cepat ditahannya agar tidak menggangu orang-orang yang didalam.
.
Karena tidak bisa ah bukan tidak bisa tapi tidak ingin menjerit maka Ino hanya dapat membelalakan matanya yang menandakan dirinya terkejut.
"ter..ternyata…" kata Ino setelah berhasil mengatasi kekagetannya.
"TERNYATA SHIKA DAN NARU YAOI!" sambung Sakura kencang.
BLETAK
"aw… Ino! Kenapa kau memukulku?" Tanya Sakura sambil mengelus kepalanya yang dijitak Ino.
"diam Sakura, kau tidak ingin mereka mengetahui keberadaan kita kan!" desis Ino keras.
"ya… ya…" jawab Sakura malas. "dasar cerewet" tambah Sakura pelan.
"aku dengar itu tahu," balas Ino.
"EH! KAMU DENGAR YA?" teriak Sakura.
"tentu saja bodoh, aku kan disebelahmu. Lagian kamu ngomongnya tepat didepan kupingku tahu," balas Ino. "sudahlah sekarang kamu diam saja Sakura, nanti mereka tahu lagi kita sedang mengintip mereka," sambung Ino.
"huh! Baiklah aku diam," kata Sakura sambil mem-pout kan bibirnya.
"….." mereka terdiam sambil duduk dibawah jendela selama beberapa saat hingga…
"HUAA" teriak sebuah suara dari dalam.
"apa itu?" bisik Sakura.
"tidak tahu," balas Ino.
"apa, Naruto sedang diserang oleh Shika ya?" tanya Sakura polos.
"tidak mungkin! Naru Cuma punya Sasuke!" bisik Ino frustasi. "kita harus menghentikan mereka," lanjut Ino semangat.
"ya, kita harus menghentikan mereka," Sakura mengikuti kata-kata Ino.
"ugh… le.. LEPASKAN!"
"jangan..jangan…" bisik mereka berdua bersamaan. Setelah mengatakan itu mereka segera berdiri untuk melihat apa yang terjadi di dalam, dan apa yang mereka lihat membuat mereka kembali menjerit.
"KYAAA~ SASUKE MEMPER-UKE SEORANG SEME!"
"eh!?" teriak kedua orang yang sedang bergulat di lantai secara bersamaan sambil menengok ke arah jendela. mereka melihat seorang perempuan berambut pink dan seorang lagi yang berambut pirang melompat masuk ke UKS.
"ap-" perkataan Sasuke terpotong oleh sebuah tendangan yang dilayangkan Sakura tepat di wajahnya.
BUGH
Tendangan itu menyebabkan cengkraman Sasuke pada leher Shika terlepas dan karena terlalu kuatnya tendangan menyebabkan tubuh Sasuke menabrak dinding. Saat melihat Sasuke terjatuh, Sakura langsung menghampirinya dan tanpa pikir panjang lagi langsung menghajar Sasuke. (Sakura merupakan ketua klub judo)
BAG
BUG
BUGH
"AYO SAKURA! HAJAR PENGHIANAT ITU!" teriak Ino menyemangati. "BERANINYA DIA MENGHIANATI NARU-CHAN DAN MERAPE SAHABATNYA SENDIRI" lanjut Ino
"ap… apa yang terjadi di sini?" tanya Shikamaru setelah lepas dari kekagetannya.
"ah, Shika! Kamu tenang saja orang itu sudah dihajar oleh Sakura, jadi kamu tenang saja dan fokus saja untuk mengejar ukemu," jawab Ino dengan percaya diri.
"hoam~ merepotkan," balas Shika sambil menguap.
TING
Shika tiba-tiba menyadari sesuatu yang aneh dan berkata kepada Ino
"tu-tunggu Ino, tadi kamu bilang apa?" tanya Shika. "Sasuke merape aku?"
"Iya," jawab Ino sambil berbalik menghadap Shikamaru. "tenang saja Shika, dia sudah kami urus," lanjut Ino dengan percaya diri sambil menepuk bahu Shika.
"tung-tunggu dulu Ino sepertinya kamu salah paham, ka-"
"tidak-tidak aku pasti benar,"
"tap-"
"tidak ada tapi-tapian," potong Ino.
"ak-"
"Sudahlah Shika, kau berisik banget sih! Aku gak bisa menonton adegan (penyiksaan) SakuSasu nih!" protes Ino karena acaranya terganggu.
(Author: acara apa? Melihat kekalahan Sasuke di tangan Sakura?)
(Ino: ck, author berisik. sana pergi#sambil mengusir author pakai sapu)
(Author: hiks… diusir Ino#pundung di pojokan)
(Ino: Ok back to the story)
"AKU TIDAK DIRAPE SASUKE, INO!" teriak Shikamaru kesal karena kata-katanya dipotong terus oleh Ino.
"ap-apa maksudmu Shika," tanya Ino. "jadi Sasuke tidak merape mu?" lanjut Ino.
"IYA!" teriak Shika sewot. "kami hanya sedang bercanda," lanjut Shika sambil menekankan kata bercanda untuk memperjelas kejadian yang dilihat InoSaku.
"la-lalu bagaimana ini? Kita sudah telanjur menghajarnya," tanya Ino kepada Shika.
"ya bagaimana Shika?" tanya Sakura yang tiba-tiba muncul di samping Shikamaru.
"ti-tidak tahu" jawab Shika sambil mengelus dadanya. "mung-" perkataan Shika terpotong oleh suara benturan yang keras.
BRAK
Dengan reflex mereka menoleh ke arah sumber suara, dan terlihatlah Sasuke yang marah dengan aura hitam di belakangnya. Disebelah Sasuke terdapat meja dokter UKS yang sudah hancur lebur (author: saingan Tsunade dong). Serpihan kayu terlihat berhamburan di bawahnya. Dengan peerlahan Sasuke mengangkat kepalanya yang semula tertunduk dan menatap Sakura, Ino dan Shikamaru dengan senyum yang terukir di wajahnya. Melihat senyuman itu, Sakura dan Ino memasang tampang horror, karena menurut mereka senyum Sasuke dapat diibaratkan sebagai senyum milik dewa kematian.
'mati deh kita,' batin Sakura dan Ino bersamaan, sedangkan Shika sedang asik tidur di dekat ranjang Naruto.
END of FLASHBACK
Untuk sementara mari kita tinggalkan mereka di ruang kesehatan dan kita beralih ke dua orang yang sedang bermain kejar-kejaran (mungkin masa kecil mereka kurang bahagia XP#Ditimpuk sepatu sama Neji dan Gaara ).
"Gaa-chan~" teriak seorang pemuda berambut coklat panjang sambil mengejar seorang pemuda berambut merah dan mempunyai lingkaran mata menyerupai panda.
"JANGAN MENDEKAT HYUUGA!" teriak Gaara sambil berlari untuk menghindari kejaran Neji.
TAP
Tiba-tiba Neji berhenti berlari. Gaara yang menyadari Neji berhenti mengejarnya langsung berbalik dan memperhatikan Neji dengan pandangan bertanya.
"oi, Hyuuga" panggil Gaara dingin. "kenapa berhenti?" tanya Gaara.
"a-aku cu-cuma bi-binggung, ke-kenapa kamu menghindariku…hiks" jawab Neji gagap sambil menundukkan kepalannya untuk menahan tangis. Sementara lawan bicaranya hanya memutar kedua bola matanya malas saat melihat ke OOC-an sang Hyuuga muda.
'ck, merepotkan kenapa dia jadi OOC gitu sih? Padahal sekarang sudah mau jam lima, aku mau nonton spongebob nih,' batin Gaara. 'pakai acara nangis segala lagi, kenapa dengan dia?'
"sudahlah Hyuuga, berhentilah merusak karaktermu sendiri. Sudah mau jam lima nih, aku mau nonton spongebob di TV," kata Gaara sinis. Bukannya berhenti, Neji malah menangis semakin keras.
"he-hei, kenapa makin keras nangisnya?" tanya Gaara dengan panik walaupun tertutupi oleh tampang stoicnya. 'sial! Kenapa makin keras nangisnya? Nanti orang-orang kira aku lagi yang bikin dia nangis, bisa hancurkan image ku' batin Gaara sambil melihat keadaan sekitarnya.
"oi, Hyuuga," panggil Gaara lagi.
"hiks… Neji-kun" balas Neji sambil menangis. "panggil Neji-kun," lanjut Neji.
'Ne-Neji-kun!? Untuk apa aku panggil dia begitu?' batin Gaara sweatdrop. "kalau tidak mau gimana?" tanya Gaara kepada Neji yang masih menangis.
"kalau Gaa-chan menolak memanggilku Neji-kun. Aku akan makin keras nih nagisnya," ancam Neji.
'gi-gila dia main ngancam segala, emang gua apaan?' batin Gaara frustasi.
'fufufu Gaa-chan~ pasti akan menuruti peritahku, setelah ini aku aka suruh dia mendekat lalu… hehehe pasti kamu akan senang My panda' batin Neji sambil tersenyum iblis di dalam hati. Ternyata Neji hanya berpura-pura nangis permisa, apa yang akan terjadi kepada Gaara selanjutnya? Nantikan kelanjutannya di TOURIST!
A/N: hallo semuanya, aku kembali^^/
Sebelumnya, Eira mau minta maaf kepada readers semua karena Eira terlalu lama meng-update cerita ini m(_ _)m mohon maaf ya semua. Menurut Eira, chapter ini sangat mengecewakan, dan sepertinya ceritanya makin berbelit-belit. yah, semoga kalian menyukainya.
Oh ya, untuk pertanyaan SlytherSoul yang kenapa belum ada turisnya? Turisnya akan mulai muncul setelah Naru sadar di chapter depan nanti dan itu akan membuat para chara favorite kita sangat kerepotan, hahaha*ketawa nista*
Yang terakhir sebelum saya pamit, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh senpai dan readers yang telah membaca, mereview bahkan sampai meng-fav dan memfollow fic ini, I love you all *hugs*
Mind to review?
