Mei 21, 2013 by yeyepapo
I HATE MYSELF 2 by ilovefanfiction2010Title : I HATE MYSELF
Author: Ilovefanfiction2010
Chapter : II (Trying to Understand)
Trans by: Yeyepapo
Pairing : Yeteuk, slight!kyuwook, Yesung with other suju member
Cast : Super Junior member
Rating : T
Genre : angst, crime, BROTHERSHIP, bromance
Disc : all story BELONG TO ilovefanfiction2010 i just translate it and publish it in bahasa.
Warning : typo, ejaan kaku dan bahasa aneh wkwkwkwk. Jika ada kesamaan kejadian atau peristiwa itu hanya kebetulan semata. ^^v
.
Don't like don't read
Enjoy!
.
Kyuhyun membuka pintu kamar Yesung kasar. Dia berjalan dengan penuh amarah ke arah kasur Yesung. Karena merasa terganggu dengan keributan yang diciptakan Kyuhyun, Yesung mengerjab beberapa kali lalu menutup wajahnya dengan tangannya.
Kyuhyun berteriak marah, "Yah! Apa yang kau lakukan dengan Wookie-ku? Dia menangis sekarang. Yang dia mau hanya membuatmu keluar untuk makan bersama kami semua."
"Kyuhyun-ah, aku tidak bermaksud kasar pada Ryeowook. Tenanglah."
"Tenang? Wookieku menangis karena sesuatu yang kau ucapkan, dan kau memintaku untuk tenang? Kau mungkin hyungku, tapi sekali kau menyakiti Wookieku…"
Mendengar ribut-ribut, sebagian member lain bangkit dari kursinya di meja makannya. Heechul yang menjadi paling tua, bergegas untuk menenangkan situasi. Hankyung mengikutinya dari belakang. Shindong dan Sungmin baru saja akan berdiri tapi urung saat mereka mendapatkan deathglare dari Kangin.
Heechul mencoba untuk menenangkan Kyuhyun, "Sekarang, Kyuhyun. Tenangkan dirimu SEKARANG. Ini masalah antara Ryeowook dan Jongwoon. Aku yakin mereka bisa menyelesaikannya sendiri."
Sebelum Kyuhyun keluar dia melempar deathglare kepada Yesung, akhirnya Kyuhyun dibimbing keluar oleh Heechul. Saat Heechul melewati Hankyung, Heechul memberi isyarat pandangan kau-lebih-baik-mencari-tahu-apa-yang-terjadi. Yesung yang terduduk di kasurnya karena pertengkaran singkatnya dengan Kyuhyun menjatuhkan dirinya kembali ke kasur dengan kasar. Hankyung berjalan menuju kasur Yesung dan duduk dipinggirnya.
"Jongwoon-ah, apa yang membebanimu akhir-akhir ini? Kau tidak biasanya diam, melewatkan sarapan, dan menghindari berkumpul bersama member lain."
"sebenarnya… bukan apa-apa. hanya sesuatu yang sepele. Tak ada yang perlu kau khawatirkan, Hankyung hyung."
Hangkyung bingung mendengar jawaban Yesung. Dia tau sesuatu telah membebani pria yang lebih muda darinya itu, tapi Yesung terlalu keras kepala untuk menyadari bahwa hyung dan dongsaengnya sangat ingin membantunya.
"aku percaya padamu. Jika kau butuh seseorang untuk diajak bicara, hyung dan dongsaengmu ada disini."
Dengan begitu, Hankyung menepuk pelan kepala Yesung dan bangkit meninggalkan kamar itu. Hankyung keluar dari kamar itu lalu menutup pintunya pelan. Heechul, Shindong, Sungmin dan Kangin menunggu diluar tak sabar. Suara game PSP Kyuhyun terdengar lirih dari kamarnya.
Heechul bertanya sambil bersedekap, "apa kau sudah tau apa yang terjadi dengannya?"
"tidak… dia sangat keras kepala."
Heechul mengangguk setuju.
"apa yang akan kita lakukan setelah ini?" Tanya sungmin.
Kangin maju selangkah untuk menjawab, "okay, kita tidak tau dengan pasti apa yang terjadi. Ryeowook terlalu cengeng untuk memahami keadaan Yesung. Kyuhyun terlalu emosi dan dia tidak tau menahu tentang keadaan sebenarnya. Yesung juga keras kepala untuk bercerita. Solusi terbaik adalah bilang pada Leeteuk-hyung saat dia kembali nanti. Untuk sekarang, kita harus bisa mengatasi masalah ini sementara. Sungmin-ah dan Shindong-ah, temui Ryeowook dan cobalah menenangkannya. Kyuhyun biarkan sendiri dahulu. Heechul-hyung dan Hankyung-hyung kenapa kalian tidak mencoba mencari tahu tentang keadaan sebenarnya pada Yesung-hyung?"
Semua orang mengangguk menyetujui perintah Kangin. Kangin juga punya pekerjaan. Misinya adalah membersihkan meja makan, menunggu yang lain untuk pulang ke dorm, dan menjelaskan situasinya kepada mereka.
SEMENTARA ITU:
Yesung semakin menenggelamkan dirinya ke dalam kasur saat Hankyung meninggalkan kamarnya. Dia tau dia seharusnya meminta maaf pada Ryeowook sesegera mungkin dan dia tau Kyuhyun berhak meneriakinya seperti tadi. Yesung bingung kenapa member lain memberinya perhatian. Jawaban yang jelas membayangi pikirannya. Yesung menjadi moody, hal itu tak apa selama tidak menunjukannya kepada fans.
Biasanya keadaan mereka akan membaik saat dimana para member bisa berpura-pura peduli padanya dengan memberinya pelukan palsu dan menepuk punggungnya. Bagaimanapun, menggertak member lain dan melukai perasaan Wookie kesayangannya adalah kesalahan besar. Oh God, Leeteuk pasti akan marah saat dia pulang ke dorm. Terdengar suara ketukan kasar dipintu, hal itu membuyarkan lamunannya.
Suara Heechul menembus pintu kayu itu, " Jongwoon-ah, ini aku dan Hankyung. Kami datang untuk berbicara denganmu."
Sebelum Yesung sempat membalas, Heechul menerobos masuk. Dengan sedikit malu Hankyung masuk mengikuti Heechul didepannya. Yesung memaksa tubuhnya keluar dari dalam selimut. Dia merapikan rambutnya yang berantakan dengan jemarinya. Dia menatap Heechul dan Hankyung bergantian. Heechul berdiri dengan bersedekap. Hankyung bergerak menuju pinggiran kasur Yesung. Kesunyian yang aneh memenuhi ruangan itu. Tiga orang itu saling menatap, saling menerka siapa yang akan memecahkan kesunyian di ruangan itu.
Dengan berani Yesung memecah kesunyian, " Heechul-hyung dan Hankyung-hyung, apa yang perlu kita bicarakan?"
Heechul menggeram dan memutar bola matanya, " seperti kau tak tahu. Kami mencurigai sesuatu yang tidak baik tengah menimpamu beberapa hari ini. Saat Ryeowook menangis, hal itu membuktikannya. Sesuatu membebanimu dan kau perlu mengatakannya, SEKARANG!"
Hankyung mengangguk dan menambahkan, "dan jangan mengelak. Jangan bilang tidak ada yang salah.. sesuatu mengganggumu, dan kau terlalu keras kepala untuk mengungkapkannya. Apa kau memaksa kita untuk menerkanya sendiri atau kau akan menceritakannya kepada kita? Kita bersaudara jadi tak masalah untuk saling bercerita."
Yesung terlihat kebingungan. Di dalam pikiranya, dia berdebat apakah dia harus menceritakannya pada hyungnya atau tidak. Akankah mereka menertawainya? Akankah mereka benar-benar peduli dengan masalahnya? Atau mereka akan berpura-pura peduli hanya agar penampilannya bisa kembali seperti semula? Atau mungkin, hanya mungkin mereka akan memberikan bantuan padanya? Yesung langsung menepis pertanyaan terakhir dari pikirannya. Hal itu tidak akan mungkin terjadi.
"baik… semuanya bermula kira-kira beberapa hari yang lalu. Manajer hyung memberiku nasihat setelah show. Dia bilang aku terlalu aneh dan dia bilang aku harus menghilangkan keanehanku. Aku pikir aku hanya merasa sedikit bingung setelah hal itu."
Heechul hendak bertanya kenapa Yesung membutuhkan icepack tapi hankyung menginterupsi, "kau tidak aneh, Jongwoon. Kau adalah kau. ELF mencintaimu sebagaimana kau. Tidak perlu kau menghilangkan kepribadianmu."
Sudut bibir Yesung terangkat sedikit membentuk senyuman tipis. "yeah. Terimakasih sudah menghiburku, Hankyung-hyung. Aku pikir aku harus tetap menjadi diriku sendiri dan mengabaikan apa yang manajer-hyung ucapkan."
Hankyung terkekeh, "tentu saja, sekarang, saat Ryeowook tenang, kau lebih baik minta maaf padanya. Dan kau pahamkan kenapa Kyuhyun marah? Dia kadang bisa jadi sangat possessive."
"aku sangat paham, aku akan minta maaf pada Ryeowook setelah dia tenang."
Hankyung menuntun Heechul keluar kamar. Heechul memelototi Hankyung.
Setelah Hankyung menutup pintunya. Heechul dengan emosi menepuk lengan Hankyung. "hey! Bagaimana dengan ice pack-nya? Setelah Yesung berbicara dengan manajer, dia meminta ice pack. Kita seharusnya bertanya kenapa dia membutuhkannya!"
Hankyung menggosok lengannya, "kau tahu bahwa Yesung tidak akan menceritakannya pada kita. Dia pasti akan bungkam dan menolak menjawab. Kita harus membiarkan Leeteuk yang menanganinya."
YESUNG SIDE :
Yesung lagi-lagi menghela nafas. Dia sudah menceritakan kebenarannya tapi tidak seluruh kebenarannya. Member lain tidak perlu tahu tentang apa yang terjadi antara dia dan manajer. Itu rahasia antara mereka berdua saja. Tapi setidaknya member lain tidak akan mengganggunya untuk sejenak. Pikiran Yesung mengalir menuju pembicaraannya dengan manajer:
Flashback on:
Yesung baru saja menyelesaikan rekaman. Dia ingin segera kembali ke dorm untuk mandi. Dia melihat dari sudut matanya, dia melihat manajernya. Chinho, memanggilnya menggunakan jarinya. Pikirannya menerawang apa yang manajernya inginkan darinya. Dia pikir dia sudah melakukan rekaman dengan baik dan benar. Dia tidak berbicara banyak dan dia tidak berbicara aneh-aneh. Yesung mengikuti manajer menuju ke ruang kosong. Manajer menutup pintu dibelakang Yesung. Yesung melompat terkejut saaat Chinho membantig pintunya. Chinho memaksa Yesung untuk duduk di kursi. Chinho mengambil kursi dan duduk di depan Yesung. Dia menatap Yesung beberapa saat. Yesung bisa melihar amarah di mata Chinho. Yesung bingung kenapa manajernya itu marah.
Setelah beberapa saat memandangnya. Chinho angkat bicara, "Jongwoon, apa kau tahu kenapa aku memanggilmu kesini?"
"tidak… kenapa?"
"ini karena porformamu selama rekaman. Sangat menjijikan dan memalukan."
Yesung langsung shock, "a-ap-apa?"
"kau mendengarku. Penampilanmu disana tadi sangat menjijikan. Menjijikan sampai-sampai orang tuamu pasti akan malu padamu. Citramu memang aneh. Tapi tadi itu berlebihan. Maksudku, sungguh? Tarianu itu mulai membosankan dan tidak lucu sama sekali. Kau mulai menjadi menyedihkan. Catat itu. Kau itu menyedihkan."
Saat itu juga, mata Yesung mulai berair.
Chinho melanjutkan makiannya, "kau harus menguranginya. Atau mulai dengan citra baru. Citramu sekarang, sangat menjijikan. Menjijikan sekali. Aku tak percaya aku melihatnya. Kau mempermalukan nama super junior. Kau mempermalukan member lain. Dan kau mempermalukan SM Entertainment. Beractinglah atau aku akan mengeluarkanmu dari group dan menjadi 'solo'"
"apa maksudmu dengan 'solo'?"
"saat aku mengeluarkanmu dari SJ. Pers akan membuat berita bahwa kau pasti akan menjalani solo karir dan membuat solo album. Tapi kenyataannya tidak begitu. Fansmu dan pers perlahan-lahan akan melupakanmu. Kau akan lenyap dan tak terlihat."
"t-t-ttapi. Member lain."
"ahhh. Member super junior? Ha. Mereka akan segera melupakanmu. Ini tidak seperti mereka memperhatikanmu sekarang ini. Mereka hanya pura-pura peduli. Apa kau mengerti? Sebagian member sudah bercerita tentangmu. Bagaimana mereka tidak suka kau berada di dalam group. Beberapa member bahkan membicarakanmu dengan member lain tentang bagaimana kau tidak bisa berkembang. Untuk mereka, kau bukan apa-apa hanya seseorang yang bakatnya terbuang sia-sia. Mereka tidak peduli denganmu."
"mereka peduli!"
"menyedihkan. Mereka tidak peduli. Mereka hanya berakting. Kau juga lebih baik ikut berakting. Mengerti?"
"aku akan mengurangi keanehanku. Apa yang kau katakan tentang member lain itu benar?"
"tentu saja itu benar. Catat itu di tengkorakmu yang tebal itu! mereka tidak peduli denganmu!"
Setelah itu, Chinho menampar Yesung di wajahnya. Sebuah memar terbentuk di wajah Yesung dan terlihat sedikit membengkak.
Menyeringai, Chinho menambahkan, "sebaiknya kau ingat apa yang ku kataka tadi. Sekarang keluar! Beri es di memarmu itu. kau mendapat memar itu saat aku tidak sengaja memukulmu karena kau tidak melihat didepanmu ada aku saat kau berjalan. Mengerti?"
"ya." Setelah itu, Yesung berjalan keluar ruangan itu. dia meminta icepack pada seorang wanita.
FLASHBACK END
Yesung menatap cermin. Memarnya sudah tidak membengkak. Memarnya juga sudah bisa disembunyikan dengan makeup. Yesung memutuskan untuk naik ke atap untuk melihat bintang. Dia keluar dari kamarnya perlahan. Dia terkejut, ruang tamu dan dapur sangat gelap.
Sepertinya tidak ada member yang berada disana. Yesung mengenakan jaketnya dan sepatunya sebelum menuju ke pintu lalu ke atap.
Di atap. Yesung bisa melihat bintang malam. Jika dia adalah bintang di langit malam, dia bisa bersinar terang tanpa merasa khawatir. Dia akan membawa kebahagiaaan pada orang-orang. Pikiarannya kembali mengingat apa yang sudah Chinho katakan padanya. Apakah manajernya itu benar? Setelah apa yang terjadi hari ini, member lain terlihat benar-benar peduli pada Yesung. Apakah semua itu hanya acting? Kebohongan yang keji? Atau memang benar-benar kejujuran?
Terlalu tenggelam dalam pikirannya, Yesung tidak mendengar langkah kaki menghampirinya dari belakang. Dia hampir melompat saat sepasang lengan melingkar di pinggangnya. Lengan itu memeluknya erat dan tidak mau melepaskannya. Sebuah suara berbisik ditelinganya.
"aku sudah mendengar apa yang terjadi hari ini. Apa yang membebanimu? Kau bisa cerita padaku. Please tell me. Apa yang kau ceritakan pada Heechul dan Hankyung belum semuanya kan?"
Dengan kata-kata lembut dari hyung yang sangat dia kasihi itu, Yesung luluh. Air mata mengalir dari mata sabitnya. Sebuah gumaman keluar dari mulutnya saat dia menyamankan dirinya di pelukan orang itu.
"I hate my life."
TBC
A/N:
halooo saya dateng dengan chapter 2 dari ihm..
bagaimana menurut readerku yang mau komen..? klo yg sider kelaut aja sana #gigitMouse
tinggalkan komen ya..
dan untuk hyung. saya akan mempublish setidaknya minggu ini/depan #tukangPHP.. ditunggu ya dan maaf karena udah buat reader menunggu
kiss
yeyepapo
