I HATE MYSELF

©Ilovefanfiction2010

3 Digging for the Truth

Trans by Yeyepapo

Cast :

Super Junior member

Pairing :

Yeteuk, slight!kyuwook, Yesung with other suju member

Rating :

K-T

Genre:

angst, crime, BROTHERSHIP, bromance

Disclaimer :

all story BELONG TOilovefanfiction2010 i just translate it and publish it in bahasa.

Warning :

TYPO, ejaan kaku dan bahasa aneh wkwkwkwk. Jika ada kesamaan kejadian atau peristiwa itu hanya kebetulan semata. ^^v

TOLONG A/N DI BAWAH SANA DI BACA NE

.

Don't like don't read

.

Enjoy!

.

Previously :

Terlalu tenggelam dalam pikirannya, Yesung tidak mendengar langkah kaki menghampirinya dari belakang. Dia hampir melompat saat sepasang lengan melingkar di pinggangnya. Lengan itu memeluknya erat dan tidak mau melepaskannya. Sebuah suara berbisik ditelinganya.

"aku sudah mendengar apa yang terjadi hari ini. Apa yang membebanimu? Kau bisa cerita padaku. Please tell me. Apa yang kau ceritakan pada Heechul dan Hankyung belum semuanya kan?"

Dengan kata-kata lembut dari hyung yang sangat dia kasihi itu, Yesung luluh. Air mata mengalir dari mata sabitnya. Sebuah gumaman keluar dari mulutnya saat dia menyamankan dirinya di pelukan orang itu.

"I hate my life."

.

.

Chapter 3

Mendengar kata-kata itu dari mulut Yesung membuat hati Leeteuk serasa diiris. Dia mengeratkan pelukannya. Dia membisikan kata-kata yang menenangkan ke telinga Yesung saat Yesung menangis keras. Menanyai Yesung saat ini tidaklah tepat. Perlahan, isakan Yesung mereda dan tubuhnya meluruh ke pelukan Leeteuk, dia tertidur karena kelelahan menangis. Leeteuk tidak melepaskan pelukannya pada Yesung. Tetapi, dia terlihat menelpon seseorang.

Beberapa menit kemudian, Siwon terlihat menghampiri Leeteuk di atap. Mengabaikan pandangan penuh Tanya Siwon, leteuk mengisyaratkan pada Siwon untuk menggendong Yesung kembali ke dorm. Leeteuk membimbing Siwon dan membukakan pintu atap dan membukakan kunci dorm. Saat mereka memasuki pintu dorm, member SuJu yang lain menatap mereka dari ruang tamu. Mereka sudah diminta berkumpulkan disana oleh Leeteuk untuk melakukan meeting terkait dengan kelakuan Yesung yang terlihat depresi. Siwon langsung memasuki kamar Yesung dan menidurkan Yesung yang kelelahan itu di kasurnya. Setelah itu dia ikut bergabung dengan Leeteuk di ruang tamu untuk menjawab pertanyaan member SuJu.

Heechul memulai, "Teukie, apakah Jongwoon mengatakan apa yang membebaninnya? Dia pasti sudah mengatakannya padamu kan? Dia lebih mempercayaimu daripada yang lain."

Leeteuk menghela nafas, "tidak… aku hanya memeluknya saat dia menangis. Jangan khawatir, heeechul. Aku akan mencari tahu apa yang sebenaranya terjadi pada uri Jongwoon. Yang lebih penting, kalian harus memperlakukannya seperti biasanya."

Donghae menginterupsi, "apakah kita harus lebih hati-hati? Jika kita memperlakukannya seperti biasanya, dia mungkin berpikir kalau kita tidak peduli."

Leeteuk menjawab, "tidak. Jika kita memperlakukannya berbeda, dia akan curiga telah terjadi sesuatu dan dia akan menolak untuk berbicara dengan kalian, bahkan denganku."

Mereka mengangguk setuju. Member SuJu terdiam sejenak sebelum mulai bersiap-siap untuk melakukan aktivitas masing-masing, kebanyakan dari mereka bersiap untuk tidur. Leeteuk mendekati Ryeowook.

"Ryeowook, aku yakin Yesung tidak mempunyai maksud untuk berbicara seperti itu didepanmu."

"aku tahu hyung. Yesung-hyung hnya terlalu stress."

"bagus kalau kau paham. Jangan biarkan kyu membalas dendam pada Yesung, oke?"

"ya, hyung."

Dengan begitu, Leeteuk mengintip ke kamar Yesung. Langsung mengganti pakainnya dengan piyama, Leeteuk tersenyum dengan senyumannya yang terkenal dengan dimplenya saat melihat Yesung yang tertidur. Saat Leeteuk merangkak naik mendekati Yesung, Yesung menenggelamkan kepalannya di dada Leeteuk tanpa sadar. Leeteuk melingkarkan tangannya di tubuh Yesung untuk memeluknya. Menutup kelopak matanya yang terlalu lelah, Leeteuk terbawa ke dunia mimpinya.

Sebuah erangan membangunkan Leeteuk dari dunia mimpinya. Dia mengerjapkan kelopak matanya untuk membiasakan diri di kegelapan kamar tidur itu. perlahan dia membalikan badannya. Yesung masih tertidur pulas di sisi lain kasur itu. tapi, bahu Yesung bergetar. Leeteuk mendekat ke arah Yesung lalu dia mendengar Yesung mengerang dan dia melihat air mata meleleh dari kelopak mata Yesung yang tertutup. Leeteuk tidak bisa menebak kenapa Yesung menangis. Mungkin mimpi buruk? Leeteuk mencoba tidak mempermasalahkan itu lalu menncoba untuk menenangkan Yesung. Dia memeluk Yesung erat dan membisikan kata-kata yang menenangkan ke telinga Yesung. Yesung tetap terus mengerang. Dia semakin gemetaran. Frustasi. Leeteuk memutuskan untuk menyanyikan lullaby untuk Yesung. Dia membisikan lullaby ke telinga Yesung. Segera, Yesung berhenti menangis dan berhenti bergetar. Wajahnya berubah damai dan dia tertidur semakin lelap. Leeteuk menghentikan nyanyiannya dan kemudian menutup lagi kelopak matanya yang terasa berat. Biarlah orang lain yang bangun terlebih dahulu.

Sebuah tangan menggoyangkan bahu Leeteuk, dan sebuah suara menembus gendang telingannya. Sebuah suara yang dibuat selirih mungkin yang membisikan kata yang sama terulang terus di telinganya. Alis Leeteuk mengerut saat dia berusaha mengenali siapa yang memanggilnya di jam seperti ini dan untuk alasan apa.

"Leeteuk hyung! Waktunya bangun. Kau ada jadwal hari ini. Dan sarapan sudah siap."

Leeteuk akhirnya membuka matanya dan melihat Ryeowook dihadapannya. Leeteuk merasa lengannya terasa kosong.

"aku bangun, wookie. Tunggu, dimana Jongwoon?"

Ryeowook tersenyum masam, "Yesung hyung sedang mandi. Dia bilang dia tidak mau membangunkanmu karena kau terlihat damai."

"terimakasih sudah membangunkanku, wookie."

"umm… Leeteuk hyung, bolehkah aku bertanya?"

"tentu!"

"apakah kau sudah mengetahui kenapa Yesung hyung terlihat begitu murung?"

"belum wookie. Tapi aku akan mencari tahu segera. Jangan khawatir tentang Yesung. Aku yakin masalah ini hanya masalah sepele."

"aku juga berharap begitu hyung."

SEMENTARA ITU :

Yesung tengah mandi di kamara mandi. Dia meneliti wajahnya. Memarnya masih terlihat, tapi sudah sedikit menghilang. Tidak perlu memakai make up lagi untuk menutupinya. Hanya mata yang tajam yang bisa melihatnya. Yesung berharap member lain tidak bisa melihatnya. Jika ada yang melihat, masalah besar pasti akan menimpanya, dan Leeteuk akan menuntut jawaban. Pikiran Yesung kembali melayang ke kejadian kemarin malam. Dia ingat dia menangis di atap. Lalu seseorang datang. Siapakah ornag itu? oh! Orang itu Leeteuk. Malaikatnya itu memeluknya saat dia menangis dengan keras. Itu berarti Leeteuk akan menanyainya terus nanti. Mungkin ini waktunya untuk menluapkan ketakutannya. Lagi pula, jika tidak kepada keluarga(yang sebenarnya tidak ingin dia buat khawatir) maka dia akan meluapkan semuanya kepada kekasih hatinya yang akan menenangkannya dan menghapus ketakutannya. Yesung mengenakan pakaian yang nyaman dan bergegas keluar ke ruang makan

DI RUANG MAKAN:

Yesung muncul dari lorong dan melihat hampir semua member sudah duduk ditempatnya masing-masing. Hanya Ryeowook dan Leeteuk yang belum terlihat. Wookie mungkin sedang menyiapkan makanan bersama Leeteuk di dapur, di ruang makan, Heechul tengah berbincang dengan Hankyung. Donghae dan Eunhyuk melakukan sesuatu berdua. Kangin terlihat masih mengantuk. Kibum dan Siwon tengah berdiskusi tentang drama yang tengah hits. Kyuhyun memainkan game consolnya sambil menggerutu tak jelas. Sungmin dan Shindong sedang membicarakan makanan apa yang Ryeowook masak. Hankyung menyadari Yesung berdiri canggung di depan pintu dan dia langsung menyuruhnya duduk di sampingnya dengan gerakan tangannya. Yesung terlihat ragu untuk sesaat. Apakah member lain benar-benar peduli terhadapnya? Atau mereka hanya bersandiwara karena performanya menurun minggu ini. Baru saja dia mendudukan dirinya di kursi, Ryeowook datang dengan ceria dari dapur membawa masakannya. Leeteuk mengikutinya dari belakang sambil membawa masakan lainnya. Sarapan sudah siap.

SETELAH SARAPAN:

Member membubarkan diri untuk menjalani jadwal masing-masing. Dari sudut matanya, Leeteuk melihat Yesung diam-diam memasuki kamarnya. Ryeowook menyenggol iganya. Dia menatap Leeteuk penuh arti.

"hyung, lebih baik kau bicara dengannya sekarang. Dia sepertinya tidak punya jadwal hari ini, dan aku sudah berbicara dengan manajer hyung tentang jadwalmu."

Terkejut, Leeteuk menjawab, "bagaimana dengan jadwalku? Aku yakin jadwalku sangat penuh hari ini."

"tenang sajalah. Member lain akan menggantikan jadwalmu sampai kau selesai dengan urusanmu. Pergilah berbicara dengan Yesung hyung sebelum dia bungkam. Kajja."

Dengan dorongan yang lembut, Ryeowook mendorong Leeteuk kearah kamar Yesung. Leeteuk menghela nafas dan menyerah. Dia mengetuk pintunya dua kali sebelum dia memutar kenop pintunya dan membuka pintunya. Begitu dia di dalam kamar, dia melihat Yesung tengah member makan kura-kura kesayangannya. Sekali lagi, tirai jendala yang tertutup membuat ruangan itu gelap. Menyadari jika dia membuka tirainya Yesung akan menutupnya kembali, Leeteuk membiarkan ruangan itu dengan keadaan remang-remang. Jemarinya baru saja akan menyentuh sakelar lampu saat tiba-tiba suara Yesung menginterupsinya.

SWITCH POV:

Yesung menarik dirinya menjauh dari obrolan selepas sarapan. Dia dengan perlahan memasuki kamarnya. Kura-kura kesayangannya pasti kelaparan sekarang. Dia sudah mengabaikan mereka akhir-akhir ini setelah berubi-tubi masalah yang menimpanya. Terdengar ketukan di pintu kamarnya, tapi dia lebih memilih melanjutkan kegiatannya. Lewat sudut matanya, Yesung melihat Leeteuk yang mengobservasi keadaan kamarnya. Wajahnya terlihat ragu-ragu. Tangan Leeteuk terulur menuju ke sakelar lampu. Yesung dengan cepat melarangnya.

"jangan."

"kenapa jangan? Disini gelap."

"hanya jangan. Aku tidak mau kau melihat wajah jelekku. Ditambah, kegelapan ini sangat sempurna mencerminkan perasaanku saat ini."

"kenapa kau merasa seperti itu?"

Tiba-tiba Yesung menutup mulutnya rapat. Dia sudah berbicara terlalu banyak. Leeteuk adalah orang yang sibuk dengan jadwal yang bertumpuk. Dia tidak meu menambah beban di bahu kekasih hatinya itu. Kekasihnya berjalan mendekat.

"Jongwoon… katakan apa yang membebanimu? Kau tahu, kau bisa bercerita padaku apapun. Khususnya saat ada sesuatu yang membebanimu. Walaupun kau merasa tidak mau bercerita padaku, kau bisa bercerita kepada member lain. Mereka pasti bersedia untuk mendengarkan."

"tapi mereka tidak peduli padaku."

"apa maksudmu dengan mereka tidak peduli padamu? Tentu saja mereka peduli padamu. Group ini ada karena persudaraan kita!"

"aku berfikir mereka memang terlihat peduli, tapi mereka tidak sungguh-sungguh. Bagi mereka aku ada di group ini hanya karena vocalku. Penampilanku tidaklah menarik. Tairanku tidaklah mengagumkan. Dan…"

Leeteuk menyela, "jangan berfikir seperti itu! member lain peduli padamu. Mereka benar-benar ingin agar kau bahagia."

"sungguh? Kau yakin?"

"aku yakin, jangan kau biarkan awan keraguan menyelimuti pikiranmu. Ingat saat kau pulang terlambat dan Ryeowook masih membuatkanmu makan malam? Ingat saat kau tidak bisa melakukan salah satu gerakan dance dan Donghae dan Eunhyuk tinggal untuk membantumu? Ingat saat kau kehilangan kura-kuramu dan semua orang berhenti dari kegiatan mereka dan membantumu mencari kura-kuramu? Member lain benar-benar peduli padamu, Jongwoon. Jangan biarkan orang lain mengatakan kebalikannya,"

"tapi… seseorang mengatakan padaku kalau kalian tidaklah benar-benar peduli padaku. Kalau aku itu menyedihkan. Kesempatanku terbuang sia-sia."

"siapapun orang itu dia adalah orang yang bodoh. Mereka tidak tahu persaudaraan kita sangat besar. Aku leadernya disini. Dan aku bisa menjamin kalau semua member Super Junior peduli padamu."

"baiklah."

Suara ringtone menyela pembicaraan mereka. Yesung mencari-cari di lacinya dan mengangkat ponselnya. Setelah menerima panggilan itu, dia kembali menatap Leeteuk.

"maaf, Jungsoo. Aku harus pergi. Ada jadwal mendadak yang harus aku datangi. Mobil perusahan akan mengantarku. Kita akan melanjutkan pembicaraan kita nanti."

"baiklah, kita lanjutkan nanti. Kau sudah berjanji dan jangan lupakan itu, mengerti?"

Dengan begitu, Yesung meninggalkan kamarnya. Dia tahu Leeteuk tidak akan melupakan atau melepaskan dia dari subjek pembicaraan mereka. Ya, mungkin dia memang sudah seharusnya mengetahuinya cepat atau lambat. Dia berharap begitu. Karena jadwalnya mungkin kekasihnya itu akan segera mengetahui seluruh kenyataanya bukan?

"I hate my life."

TBC

Maaf ne karena saya tidak bisa update cepat :D dan disini banyak kekurangannya semoga reader tidak kecewa

Dan ada sesuatu yang mengganjal hati saya beberapa minggu ini

NEED ADVICE

Sepertinya saya akan BERHENTI jadi AUTHOR. Saya merasa kesulitan untuk menulis ff di saat saya sedang sibuk seperti ini dan mungkin setelah saya menyelesaikan HEART FOR YOU (yang mungkin terlupakan) dan HYUNG?! Saya hanya akan mentransletkan ff dari bahasa inggris saja

Jujur saya butuh saran saya harus bagaimana? Hiatus sepertinya malah akan meninmbulkan WB bagi saya saya benar-benar putus asa

Seseorang (Yesunghyunggue di twitter) pernah melarangku tapi sepertinya aku masih ragu. Benar-benar ragu antara stop jadi author atau hanya menulis oneshot seperti saran sahabat saya (allriseteuk di twitter)

Bagi yang memang mempunyai saran tolong sampaikan agar saya bisa memikirkan kembali keputusan saya.