I HATE MYSELF
©Ilovefanfiction2010
4 100% Behind You
Trans by Yeyepapo
Cast :
Super Junior member
Pairing :
Yeteuk, slight!kyuwook, Yesung with other suju member
Rating :
K-T
Genre:
angst, crime, BROTHERSHIP, bromance
Disclaimer :
all story BELONG TOilovefanfiction2010 i just translate it and publish it in bahasa.
Warning :
TYPO, ejaan kaku dan bahasa aneh wkwkwkwk. Jika ada kesamaan kejadian atau peristiwa itu hanya kebetulan semata. ^^v
Disini ceritanya yeteuk lebih condong ke semi shounen ai ya.. tapi inti ceritanya berada di hubungan yesung dengan seluruh member dan manajernya.. jadi yeteuk hanya sebagai selingan saja..
Sekali lagi cerita ini milik ilovefanfiction2010 :)
.
Don't like don't read
.
Enjoy!
.
Previously :
"aku berfikir mereka memang terlihat peduli, tapi mereka tidak sungguh-sungguh. Bagi mereka aku ada di group ini hanya karena vocalku. Penampilanku tidaklah menarik. Tarianku tidaklah mengagumkan. Dan…"
Leeteuk menyela, "jangan berfikir seperti itu! member lain peduli padamu. Mereka benar-benar ingin agar kau bahagia."
"sungguh? Kau yakin?"
"aku yakin, jangan kau biarkan awan keraguan menyelimuti pikiranmu. Ingat saat kau pulang terlambat dan Ryeowook masih membuatkanmu makan malam? Ingat saat kau tidak bisa melakukan salah satu gerakan dance dan Donghae dan Eunhyuk tinggal untuk membantumu? Ingat saat kau kehilangan kura-kuramu dan semua orang berhenti dari kegiatan mereka dan membantumu mencari kura-kuramu? Member lain benar-benar peduli padamu, Jongwoon. Jangan biarkan orang lain mengatakan kebalikannya,"
"tapi… seseorang mengatakan padaku kalau kalian tidaklah benar-benar peduli padaku. Kalau aku itu menyedihkan. Kesempatanku terbuang sia-sia."
"siapapun orang itu dia adalah orang yang bodoh. Mereka tidak tahu persaudaraan kita sangat besar. Aku leadernya disini. Dan aku bisa menjamin kalau semua member Super Junior peduli padamu."
"baiklah."
Suara ringtone menyela pembicaraan mereka. Yesung mencari-cari di lacinya dan mengangkat ponselnya. Setelah menerima panggilan itu, dia kembali menatap Leeteuk.
"maaf, Jungsoo. Aku harus pergi. Ada jadwal mendadak yang harus aku datangi. Mobil perusahan akan mengantarku. Kita akan melanjutkan pembicaraan kita nanti."
"baiklah, kita lanjutkan nanti. Kau sudah berjanji dan jangan lupakan itu, mengerti?"
Dengan begitu, Yesung meninggalkan kamarnya. Dia tahu Leeteuk tidak akan melupakan atau melepaskan dia dari subjek pembicaraan mereka. Ya, mungkin dia memang sudah seharusnya mengetahuinya cepat atau lambat. Dia berharap begitu. Karena jadwalnya mungkin kekasihnya itu akan segera mengetahui seluruh kenyataanya bukan?
"I hate my life."
Chapter 4
Yesung baru saja kembali dari jadwalnya. Dan sepertinya beberapa member masih menjalani rutinitas mereka yang bermacam-macam.
Dia melepaskan sepatunya dan meletakannya dengan rapi di rak sepatu. Terlihat hanya ada 1 lampu yang menyala dan sebuah siluet seorang manusia terlihat dari tempat Yesung berdiri. Orang itu terlihat tengah bergumul dengan dokumen-dokumen dimeja didepannya. Yesung menghampiri sosok itu. Sosok itu menoleh pada Yesung. Yesung melihat keterkejutan di balik lensa kacamata sosok itu.
"Ah.. Yesung. Akhirnya kau kembali dari jadwalmu."
"yeah, manajer baru saja mengantarkanku."
"bagus. Aku akan menyelesaikan beberapa dokumen dan setelah itu kita bisa menyelesaikan pembicaraan kita tadi pagi… Kenapa kau tidak mandi dan makan dulu jika kau lapar?"
Yesung mengangguk setuju. Dia memasuki kamarnya untuk menyegarkan dirinya di bawah guyuran shower. Lalu setelah selesai mandi dia mengganti pakaiannya yang semula jeans, kemeja, jaket dan topi dengan sweatpant dan kaos. Lalu dia keluar kamar dan dia menuju dapur mencari sesuatu untuk dimakan. Dia memutuskan untuk memakan camilan dan didampingi segelas air putih, Yesung menyandarkan dirinya di lemari dapur sambil mengamati Leeteuk yang masih sibuk dengan dokumennya. Dia tersenyum melihat pemandangan didepannya. Wajah Leeteuk telihat konsentrasi penuh dengan pekerjaannya, lidahnya terjulur sedikit, rambutnya yang terlihat sedikit berantakan, dan noda tinta di lengan dan telapak tangannya. Secangkir teh yang sudah diminum setengah terlihat di sampingnya.
Sebuah ketukan di pintu mengejutkan Yesung dari acara melamunnya. Yesung bertanya dalam hati siapa gerangan yang datang tanpa membawa kunci. Yesung melihat kearah kamera tamu.
"siapa itu? aku tak bisa melihat wajahmu dengan jelas."
"Yesung-hyung, ini aku Ryeowook. Kyuhyun mengambil kunciku dan dia lupa untuk mengembalikannya."
Yesung membuka pintunya dan membiarkan Ryeowook masuk. Dia mengisyaratkan pada Leeteuk agar tidak perlu khawatir dengan tamu mereka karena ternyata hanya Ryeowook. Yesung memutuskan untuk memasuki kamarnya saat dia melihat Ryeowook memandangnya dengan pandangan penuh Tanya.
Oh tidak! Yesung hampir lupa untuk mengisi ulang tempat minum kura-kura peliharaannya. Yesung berharap semoga kura-kuranya tidak kehausan. Yesung melihat ke dalam kandang, dan dia terlihat lega karena sepertinya sudah ada seseorang yang mengisi ulang tempat minum kura-kuranya. Dia baru saja berfikir siapa yang mengisinya, tapi sebuah suara mengagetkannya.
"jongwwon, kau sudah siap untuk bercerita? Oh, aku mengisi tempat minum itu sebelum kau kembali tadi."
"terimakasih, hyung, dan yah. Aku sudah siap untuk memuntahkan segalanya." Ucap Yesung dengan penuh keengganan.
"bukan memuntahkan segalanya, bodoh. Kita akan membicarakan tentang apa yang sudah mengganggumu beberapa hari ini."
"oh."
"sekarang, apa yang membuatmu berfikir kalau member tidak peduli padamu? dan mereka mengacuhkanmu?"
Leeteuk melemparkan pertanyaan yang tajam. Saat dia ingin mengetahui sesuatu, dia akan bertanya secara terang-terangan. Tidak ada acara bertele-tele.
Yesung mengenang kembali seluruh cerita yang dia ingat. Dia menceritakan pada Leeteuk apa yang telah Chinho katakan padanya. Dia menumpahkan seluruh ketakutannya pada sang kekasih. Setelah selesai dengan ceritanya, Yesung terlihat terisak pelan dan mata Leeteuk mulai berair. Leeteuk langsung memeluk Yesung dan meletakan kepalanya di pucuk kepala Yesung.
"apa yang Chinho katakan adalah kebohongan besar. Dia pembohong. Seluruh member mencintaimu. Kami peduli padamu. Kami khawatir padamu. Kami mendukungmu. Kami mencintai dirimu dan mencintai keanehanmu."
"apa kau yakin? Benarkah mereka mencintaiku dan keanehanku?"
"tentu saja. Aku yakin 100%."
Yesung tersenyum. Hatinya terasa hangat dan nyaman. Tanpa sadar, kelopak matanya mulai tertutup dan nafasnya mulai teratur. Yesung tertidur di pelukan Leeteuk.
Leeteuk tersenyum tapi sedetik kemudian wajahnya mengeras. Sekarang dia harus memberitahu member situasi yang mereka hadapi saat ini dan mereka harus mencari tahu cara untuk memberi pelajaran pada Chinho. Dia melepaskan pelukannya pada Yesung pelan dan merebahkan tubuh lemah itu di kasur. Dia menyelimuti sosok kekasihnya itu lalu dia keluar dari kamar itu perlahan. Ryeowook menunggunya diluar.
"member lain ada di ruang tamu dorm atas. Seperti yang hyung minta."
"terimakasih wookie.. ayo kita ke atas."
Bersama, dua pria itu keluar dari dorm itu dan langsung menuju tempat tujuan mereka.
DI DORM ATAS:
"ehh… aku penasaran dengan apa yang akan Leeteuk perlihatkan pada kita. Aku ingin segera bermain game. Aku baru saja kan mengalahkan musuhku tadi!" Kyuhyun mengeluh.
Heechul memutar bola matanya dan menimpali, "mungkin ini tentang Yesung karena dia tidak disini. Sekali-kali gunakan otakmu untuk hal yang lebih berguna daripada game, Kyuhyun."
Hangeng mencoba menenangkan Heechul. Sedangkan Kyuhyun melemparkan death glare pada Heechul.
Leeteuk dan Ryeowook memasuki ruangan itu. Ryeowook langsung duduk di samping Kyuhyun dan Leeteuk duduk di depan semuanya.
Leeteuk memulai. "baiklah. Aku sudah tahu apa yang mengganggu Yesung akhir-akhir ini."
Semua member langsung menegakan tubuh mereka mengantisipasi. Leeteuk menceritakan pada mereka apa yang Chinho ucapkan pada Yesung. Dia mengatakan pada yang lain bagaimana Yesung merasa tidak aman. Tapi, dia tidak melebih-lebihkan ceritanya.
Setelah mendengar kelakuan Chinho pada Yesung, member memberikan reaksi yang berbeda-beda. Hankyung menahan amarahnya dalam diam. Heechul dan Kangin langsung bergegas keluar ruangan itu dengan kemurkaan tapi Sungmin dan Siwon menghentikan mereka. Ryeowook memeluk Kyuhyun yang tengah melotot antara tak percaya dan marah. Shindong dan Kibum duduk dengan ekspresi shock di wajah mereka. Eunhyuk dan Donghae saling memeluk menenangkan masing-masing. Leeteuk terlihat membatu ditempatnya.
Kyuhyun berucap, "argh! Kita harus melakukan sesuatu pada si manajer Chinho itu. haruskah kita mempermalukan dia di hadapan ratusan orang? Atau kita harus membuka aibnya pada dunia? Apa yang harus kita lakukan?"
Sungmin menatap Kyuhyun tajam, "bukankah kita harus khawatir pada Yesung hyung dulu? Jangan berfikir untuk membalas dendam sampai kita memastikan Yesung hyung baik-baik saja terlebih dahulu."
Leeteuk menginterupsi. "jangan khawatir tentang Yesung. Aku akan mengurusnya. Hanya bersikaplah normal disekitarnya dan segalanya pasti akan baik-baik saja. Ide Kyuhyun ada benarnya. Apa yang harus kita lakukan pada si Chinho? Jika kita memberitahu SM tentang kelakuannya, mereka pasti akan memecatnya."
Heechul menyela keras. "tidak. Manajemen pasti hanya kan memberinya teguran, menamparnya sekali, lalu memperingatkannya agar tidak terjadi scandal karena masalah itu, dan kemudian mereka akan membiarkan dia kembali menjadi manajer kita lagi. Kita harus melakukan sesuatu dengan cara kita sendiri."
Siwon bergerak tak nyaman. "tapi jangan keterlaluan okay. Jika kita melakukannya terlalu berlebihan maka akan ketahuan public. Dan dapat dipastikan jika hal itu terjadi maka manajemen akan sangat murka."
Kyuhyun memutar matanya. "jangan khawatir. Manajement tidak akan tahu."
"dan bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Siwon penuh kebingungan.
"oh… aku punya caraku sendiri…" Kyuhyun terkekeh dengan evilnya. Semua member beringsut menjauhi Kyuhyun yang tertawa evil.
Member super junior memutuskan untuk merencanakan sebuah rencana balas dendam. Kyuhyun adalah master plannernya sedangkan Heechul hanya memberinya beberapa tips dan saran.
Mereka berencana untuk melaksanakan rencana mereka besok karena saat ini sudah larut malam. Para member pun memisahkan diri mereka untuk melakukan kegiatan malam mereka masing-masing sebelum tidur.
Leeteuk mengechek Yesung. Terlihat Yesung yang tengah menenggelamkan dirinya di selimut tebalnya. Leeteuk tersenyum melihat pemandangan didepannya itu. dia menghampiri sosok Yesung yang tertidur. Dia pikir kasur itu cukup besar untuk mereka berdua sehingga dia memutuskan untuk membaringkan dirinya di samping Yesung. Dia melingkarkan lengannya dipinggang Yesung. Yesung tidak terbangun tapi hanya mendekat Leeteuk dan menenggelamkan kepalanya di dada Leeteuk. Leeteuk tertidur hanya dengan mendengarkan suara nafas Yesung yang teratur.
Sementara itu:
Yesung tengah bermimpi.
Dia tengah berlari. Sesuatu tengah mengikutinya. Mengejarnya. Dia bisa merasakan rambut di belakang tengkuknya meremang. Dia tidak tahu dia hendak berlari kemana. Dia terlihat tengah menuju ke dalam hutan yang gelap. Bahkan dia sering terantuk akar pohon. Dia akan terjatuh, lalu berjuang kembali bangkit dan melanjutkan berlari terus. Terengah-engah, dia menoleh ke belakang sebentar. Sebuah bayangan seseoarang perlahan menghampirinya. Dia meraskan pahit di tenggorokannya untuk sekedar menengguk ludahnya sendiri. Apapun yang harus dia lakukan. Dia tidak boleh membiarkan sosok bayangan itu menangkapnya. Ketakutan, Yesung mempercepat larinya. Dia bisa merasakan dirinya tersandung. Dia frustasi karena sepertinya dia tidak bisa berlari dengan benar.
Tiba-tiba, mimpinya berubah. Dia berada di dalam sebuah ruangan gelap. Dia berteriak di tengah kegelapan tapi dia tidak mendapatkan jawaban. Bahkan tidak ada gema dari suaranya. Dia menatap sekitarnya tapi hanya bisa melihat kegelapan. Dia mengulurkan lengannya berharap bisa menyentuh sesuatu. Tetapi lengannya hanya menggapai udara kosong. Jantungnya berdetak lebih cepat dan denyutnya semakin berpacu. Dia meneriakan nama kekasihnya, tapi tak ada suara yang keluar dari tenggorokannya. Matanya membola, dia menyentuh lehernya. Apakah dia sudah kehilangan kemampuannya untuk berbicara? Airmata mengalir dari pelupuk matanya. Tidak ada orang di sekitarnya dan sepertinya dia tidak bisa berbicara. Di kejauhan, dia mendengar sebuah suara memanggilnya. Dia membersihkan airmatanya dan mulai mempertajam pendengarannya,dia mendengar suara itu memanggilnya lagi tapi lebih keras. Dia mengulurkan lengannya untuk meraih sesuatu yang mungkin saja sumber dari suara itu.
Yesung terduduk tegak. Keringat membasahi tubuhnya dan selimutnya tersibak sempurna. Dia berkedip beberapa kali lalu menjambak rambutnya yang basah pelan. Yesung merasakan seseorang berbaring disampingnya. Yesung tersenyum. Itu adalah Leeteuk.
Tiba-tiba, Leeteuk bergerak. Dengan sedikit ragu, dia bertanya, "kenapa kau bangun pagi-pagi sekali, Yesung? Kita bisa tidur beberapa jam lagi."
"maaf membuatmu terbangun. Aku baru saja bermimpi buruk."
Dengan segera, Leeteuk langsung terbangun sempurnya. "apa kau baik-baik saja? Apa kau perlu menceritakannya padaku?"
Yesung mengeluh. "aku baik. Tidak perlu khawatir."
Leeteuk menatap Yesung curiga, tapi akhirnya dia membiarkannya. Yesung menurunkan kakinya dari kasur dan bangkit. Dia mengambil baju ganti yang pantas di almari lalu berjalan menuju kamar mandi.
"mau kemana? Kau seharusnya tidur lagi," Tanya Leeteuk dengan wajah ngantuknya.
Yesung menjawab. "aku tidak akan bisa tidur lagi."
Yesung secepatnya masuk kekamar mandi sebelum Leeteuk menanyainya macam-macam. Dia tahu, saat dia keluar dari kamar mandi nanti, Leeteuk pasti akan langsung menanyainya tentang mimpi buruknya. Dia menghela nafas berat. Kekasihnya itu sungguh orang yang cemasan. Yang lebih menyebalkan adalah kenapa dia harus bermimpi seperti itu tadi. Apakah itu karena dia terlalu takut sendirian? Apakah itu karena perkataan Chinho tempo hari? Yesung menggelengkan kepalanya. Apa yang Chinho katakan adalah bohong, dia mencoba menegaskannya pada dirinya sendiri. Member mencintainya dan akan selalu mendukungnya 100% tak perduli apapun yang dia lakukan. Mereka adalah band dengan persaudaraan yang kuat. Tidak ada satupun member yang ditinggalkan.
Yesung selesai dengan mandinya. Dia merasa tengah ditunggu. Leeteuk pasti menunggu di dekat pintu kamar mandi dan siap menghujaninya dengan pertanyaan-pertanyaan saat dia keluar dari kamar mandi. Yesung melenguh. Harus berurusan dengan Leeteuk dan kecemasannya di pagi buta seperti ini?
"I hate my life."
TBC
A/N:
ANNYEONG … ^^ SATU CHAPTER LAGI DAN ENDING.. yeaaaa ^^
Terimakasih sudah mendukung ff ini dan sudah memberikan saran-sarannya di chapter sebelumnya :) mian saya g pernah sebutin nama kalian tapi say abaca review dan komennya kok
Dan sekali lagi saya mau mengucapkan minal aidzin wal faa idzin… ya walau dah lama tapi kan masih bulan syawal…
Dan sekedar info saja.. saya sepertinya sedang kehilangan feel untuk nulis yewon dengan cerita complicated.. jadi untuk I miss you akan sedikit lama mungkin updatenya… mianhae ne :)
Terimakasih bagi yang udah comment dan jadi siders.. saya harap yang siders cepat tobat n nulis reviewnya di kotak komen :)
NEXT CHAP IS END saya g update di ffn
Just call me Azi
Kiss
yeyepapo
