I Found You

Chapter 3

Cast : Taoris / Kristao and other member EXO

Genre : Romance,Hurt,Family

Rating : T (mungkin bisa berubah sejalannya waktu kekeke~)

Annyeongg J

Akhirnya chap 3 dateng readers ! jongmal mianhe kalo di chap 2 masih banyak typo bertebaran aku bakal lebih teliti lagi dan berusaha biar g ada typo lagi readers.

Nah moga chap 3 ini kalian lbh suka dan g bosen ya J dan lebih panjang dari chap sebelumnya J

Happy read

Panda present

Tao Pov*

Sudah dua minggu semenjak kejadian Tao tiba-tiba berada di dalam apartemen Kris,sekarang Tao sudah mulai terbiasa dengan keadaan apartemen Kris yang selalu sepi,ia benar-benar bosan!Bayangkan saja,ia hanya bisa menonton tv,bermain game,dan bermain di balkon.

"aku seperti dikurung"ucap Tao mengeluh,kali ini ia memilih diam di kamar dan merebahkan tubuhnya.

"kenapa dia pelit sekali dua miinggu...dua mingguuu"teriak Tao frustasi.

Tao sudah berkali-kali meminta Kris untuk membiarkannya keluar jalan-jalan,tapi Kris selalu menolaknya dengan alasan dia masih belum mengenal jalan dan bisa-bisa ia hilang.

Kali ini Tao benar-benar kesal dan berencana tidak akan bicara apapun jika Kris datang nanti,tapi sampai sekarang Kris belum pulang juga!padahal biasanya Kris sudah pulang jam 10 sekarang sudah jam 11 sebenarnya bukan sifat Tao merajuk seperti ini ,entahlah ia hanya ia ingin melakukannya .Dan ini pertama kalinya ia membiarkan egonya menang dan memilih untuk tidak bersikap pura-pura dewasa di depan Kris.

"aku ingin keluar keluar keluar keluar keluararr! Aku ingin keluarr hiks...hiks.."Tao tiba-tiba menangis sesenggukan.

Tanpa Tao sadari sedari tadi Kris sudah datang dan mendengarkan keluah kesahnya dari luar pintu kamar Tao.

Kris tertawa kecil mendengar teriakan Tao,dia benar-benar masih kekanakan

Kris akhirnya memilih mengetuk pintu kamar Tao.

"Tao kau di dalam?keluarlah aku mau bicara"ucap Kris mendengar suara-suara dari kamar Tao.

Cklek

Tao mengintip dari dalam kamar

"ayo aku ingin bicara"ucap Kris.

"aku tidak akan keluar sebelum kau janji mengijinkanku keluar jalan-jalan"ucap Tao.

"sekarang kita akan membahasnya Zi Tao"ucap Kris sambil berbalik.


"jadi...aku boleh keluar?"

"yah..tapi sesuai dengan perkataanku kau hanya boleh keluar bersamaku saja."ucap Kris.

"bagaimana aku bisa keluar denganmu?bahkan kau sibuk setiap hari"ucap Tao kesal.

"tenang saja,aku sudah mengaturnya,besok pagi aku akan mengosongkan waktu puas?"ucap Kris lagi.

Tao terdiam,ia menjadi sedikit tidak enak,bagaimanapun ia tahu Kris begitu sibuk dan pasti sangat lelah.

"kenapa kau tidak membiarkanku pergi sendiri?aku tahu alasan bahwa' kau akan tersesat' hanya omong kosong Kris"tanya Tao menatap Kris tajam.

Kris balik menatap Tao,mereka bertatapan sedikit lama,lalu Kris tersenyum kecil.

"kau benar-benar ingin tahu?"

Tao menganggukan kepalanya cepat.

"kalau begitu panggil aku Gege"Kris menyeringai.

"ya!Kris!"Tao berteriak kesal.

"bukankah memang seharusnya begitu?aku lebih tua darimu 3 tahun!"

Tao menundukan kepalanya,memang benar apa yang dikatakan Kris tapi,menurutnya aneh jika tiba-tiba memanggilnya dengan sebutan gege itu menjadi sangat memalukan.

"hey panda,bahakan kau belum pernah memanggilku Gege semenjak kita bertemu"ucap Kris apa salahnya memanggil dia Gege?itu hal biasa.

"bu-bukan begitu saat pertama bertemu denganmu menurutku aneh jika memanggilmu Gege,yah bagaimanapun kau terlihat..terlihat"ucap Tao terbata.

Kris memajukan wajahnya.

"apa?"

"itu...kau terlihat lebih tampan dariku dan itu membutku terlihat jelek sekali jika dibandingkan denganmu...juga kau tidak terlihat tua"ucap Tao pelan,setelah mengatakan itu semua wajahnya seketika memerah ia memandang Kris sekilas dan menundukan wajahnya lagi.

Kris yang mendengar ucapan Tao hanya terdiam,matanya masih terpaku pada wajah Tao yang memerah.

"Kris?Kris?"Tao melambaikan tangannya di depan wajah Kris.

"Huang Zi Tao,apa kau pernah bercermin?"

"cermin?tentu saja"

"lalu apa yang kau lihat?"

"tentu saja aku sendiri."Ucap Tao bingung.

"bukan,maksudku"Kris melihat sekeliling,lalu menarik tangan Tao ke arah meja rias.

"sekarang apa yang kau lihat?"ucap Kris di samping Tao.

"aku dan kau?"ucap Tao ragu.

"ya,fokus pada dirimu,sekarang kau gambarkan dirimu"

"aku?aku tinggi,kulitku tidak terlalu bagus sepertimu,wajahku menyeramkan karna aku memiliki lingkarang mata sedari kecil,tubuhku juga kurus"

Kris tersenyum kecil,ia mendekat ke belakang Tao.

"sekarang akan kuberitahu apa yang kulihat,aku melihat seorang pria tinggi bermata panda yang sangat menggemaskan"tangan Kris menyentuh pipi Tao dan merambat ke sekitar matanya.

Wajah Tao kembali memerah,ia menunduk tapi tangan Kris mengangkat dagunya dengan cepat.

"Kulitmu sangat halus bahkan memiliki aroma tersendiri yang sangat memabukan Huang Zi Tao."bisik Kris.

Wajah Tao semakin memerah,ia berusaha untuk tidak menatap Kris.

" Dan tubuhmu juga sangat pas untuk seorang pria,kau lihat tubuhmu pas sekali di pelukanku?"Kris perlahan memeluk Tao dari belakang,tangannya melingkar di perut Tao.

"K-Kris..."Tao merasa jantungnya berdebar sangat kencang.

"hem?"

"kau-kau tidak perlu memeluku begitu"

"aku hanya membuktikan,apa kau tidak suka aku peluk?"ucap Kris terdengar sedikit kecewa.

"bu-bukan tapi...kau membuatku gugup"

"benarkah?kalau begitu aku akan sering-sering memelukmu Tao"Kris tersenyum lebar,ia menaruh kepalanya di ceruk leher Tao.

Tuhan ...

Ini pertama kalinya dadaku berdebar karena perbuatan orang lain...

Entah kenapa aku merasa bahagia...

Batin Tao.

Kris POV*

Apa yang akau lakukan?

Memeluknya?bahkan aku terdengar seperti penggombal lihai dengan terus memujinya...

Aghh tubuhku seperti benar-benar menginginkannya

Wajahnya bertambah merah ketika kupeluk,dan aku benar-benar bisa merasakan aroma tubuhnya dengan jelas.

"Kris,sampai kapan kau akan memelukku?"cicitnya,bahkan suaranya terdengar lebih manis dari dekat.

"sampai aku puas..."

Ia mempoutkan bibirnya.

"ini tidak nyaman"rengek Tao

Hatiku mencelos.tidak nyaman?

"baiklah.."aku mulai mengendorkan pelukanku menjauh dari punggung Tao.

Ia berbalik dan menatapku.

"aku lebih suka begini"tiba-tiba Tao melingkarkan tangannya di leherku dan memelukku.

Ap..apa ini?

"Ta-Tao?"

"aku lebih suka begini,kau diam saja Ge"

Dia memanggilku apa?

"apa?kau bilang apa?"Aku mencoba memastikan.

"kubilang Gege diam saja"ia semakin erat memeluku.

Aku tersenyum senang,tanganku melingkar di pinggangnya.

Apa aku..jatuh cinta?


Esoknya sesuai perjanjian,Kris akan menemani Tao keluar hari ini.

Tapi sedari tadi Tao hanya memanyunkan bibirnya dan berdiri di depan kamar Kris,semalam Kris sudah berjanji akan menemaninya jam 8,tapi sekarang sudah jam 9!dan Kris masih belum keluar,bisa saja Tao masuk dan mengecek apa Kris sudah bangun apa belum,tapi karena kejadian semalam ia bahkan tidak bisa tidur nyenyak.

Masuk tidak?masuk tidak?Tao terus berkutat dengan pikirannya.

Tapi jika aku tidak membangunkannya maka hari ini aku batal bermain di luar

Aku tidak mau

Sudahlah lebih baik aku masuk saja.

Cklek

Tao menjulurkan kepalanya ke dalam kamar Kris.

Dan Bingo!Kris masih tertidur nyenyak.

Tao mendekat ke arah kasur Kris.Bahkan saat tidur pun ia masih sangat tampan

"Ge..Gege..cepat bangun bukankah kau sudah janji menemaniku hari ini?"ucap Tao pelan.

Kris tidak merespon.

Tao bingung,bagaimana ia harus membangunkan Kris?

"Gege ayo bangun"Tao menggoyang-goyangkan pundak Kris.

"eungh..."Kris malah berbalik membelakangi Tao.

"aishh Kris Gege bangunnnn!"teriak Tao.

Hening

Kris masih belum bangun.

Ya tuhan dia benar-benar sulit di bangunkan!lalu bagaimana caranya ia bangun pagi untuk ke kantor setiap hari?

Mata tao menangkap tumpukan jam alaram di samping kasur bukan hanya 1,2 tapi 10 jam alaram,kenapa bisa sebanyak ini?

Ia mengambil satu.

Pantas,sepertinya ia lupa memasangnya hari ini.

Tiba-tiba Tao tersenyum kecil.

Ia mengatur semua alaram itu bersamaan.

Dan..KRINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG..KRINGGGGGGGGGGG..K RINGGGGGGGGG

"AGHHHHH..."Kris terbangun dan langsung terjatuh kelantai.

Tao tertawa terbahak di samping kasur Kris.

Kris mengucek matanya,dan melihat Tao memegangi perutnya sambil tertawa.

"aduhh perutku..ahh benar-benar lucu"Tao terus tertawa tanpa memperhatikan Kris yang sekarang tengah memandangnya tanpa berkedip.

Baru kali ini sesuatu yang konyol terjadi pada Kris yang selalu terlihat perfect di mata Tao.

Dan ini juga kali pertama Kris melihat Tao tertawa begitu kencang.

"ya...hentikan sampai kapan kau terus tertawa?"akhirnya Kris merasa kesal dan berdiri.

"ah tunggu Ge,aku tidak bisa berhenti hahaha ekspresimu benar-benar lucu"Tao membekap mulutnya yang terus tertawa.

"eoh?kau berani mengerjaiku panda?"ucap Kris tawa Tao terhenti,ia berdeham dan menatap Kris.

"a-ani..habis Gege tidak mau bangun terpaksa"ucap Tao mengangkat bahu.

"memangnya ada apa kau membangunkanku?"

Tao sweatdrop,memang di dunia ini tidak ada yang orang seperti Kris yang terlihat sempurna ia ternyata pelupan dan sulit sekali bangun pagi.

"kau sudah janji menemaniku keluar hari ini"ucap Tao datar.

"ahh..benar,mianhe Gege lupa"

"aishh menyebalkan!aku akan tunggu di depan Ge"ucap Tao kesal meninggalkan Kris.

Beberapa menit kemudian Kris sudah di depan pintu menghampiri Tao.

"ayo"Kris memandang Tao.

Saat Kris membuka pintu ia berbalik dan memandang Tao,tepatnya rambut hitam Tao.

"tunggu,"Kris menahan tangan Tao yang hendak keluar.

Tao menoleh menatap heran Kris yang kini sedang mengatur rambutnya.

"apa yang gege lakukan?"

"membenarkan tatan rambutmu"

Tao hanya mengangguk paham,ia membiarkan Kris memainkan rambut depannya.

Lalu matanya menatap wajah Kris,Tao bersemu,sadar bahwa jarak mereka sangat dekat.

Ia memilih menunduk.

Ia terlalu tampan,pasti banyak yeoja yang tergila-gila padanya.

Jika di pikir-pikir,sudah berapa banyak yeoja yang di kencani oleh Kris?dengan wajah tampannya pasti banyak wanita yang mengejar-ngejarnya.

Apa mereka juga selalu diperlakukan lembut seperti ini oleh Kris?

Ah mungkin,bahkan lebih dari ini batin Tao.

"ya selesai...Tao?"

"ah..terima kasih Gege"Tao tersenyum kecil.

Ia lalu melesat pergi keluar dari apartemen Kris.

Kenapa? Apa ia tak suka?

Batin Kris.


Mereka sedang berada di myeongdong,Tao bilang ia ingin membeli tas gucci kesukaannya.

Kris hanya mengangguk dan menemaninya memilih,tapi sedari tadi Tao terlihat diam saja dan tidak terlalu banyak bicara.

Apa dia sakit?

"Ge..aku ingin yang ini saja"Tao menyodorkan sebuah tas pada Kris.

"hanya satu?"

"ya..aku hanya ingin itu"

"baiklah..tunggu di depan saja ok?"

Tao mengangguk mengerti.

Kris membayar tas itu dan menghampiri Tao yang tengah bersender di depan kaca toko.

"ini..sekarang kita mau kemana?"

"pulang.."ucap Tao kesal.

Kris terkejut.

"kau kenapa panda?ada yang membuatmu tak nyaman?"

"tidak aku tak apa-apa,aku hanya ingin pulang."ucap Tao ketus.

"hem..baiklah kita akan pulang,tapi bagaimana kalau kita makan dulu ?"tawar Kris.

"baiklah terserah Gege"

Akhirnya Kris memutuskan membawa Tao ke restoran.

"kau ingin apa Tao?"

"terserah Gege"ucap Tao pendek.

"baiklah,kalau begitu pelayan! ..."Kris mengengkat tangannya.

Seorang gadis muda menghampirinya dengan tersenyum-senyum.

"iya tuan anda ingin memesan apa?"

"tolong dua steak tenderloin satu capucino satu coffe."

"baik tuan,jika anda membutuhkan sesuatu silahkan panggil .permisi"pelayan itu terus memandang Kris dan tersenyum centil.

Tao melengos melihat kecentilan pelayan tadi.

Apa-apan itu? Bahkan disini pun semua yeoja terus bersikap centil pada Kris.

Mereka benar-benar mengganggu. Umpat Tao kesal.

sebenarnya apa yang membuat Tao kesal?

FLASHBACK**

Saat Tao memilih tas kesukaannya tak sengaja beberapa yeoja yang berada di sampingnya berbisik-bisik tentang Kris.

"lihat..uwahh dia benar-benar tampan"

"ahh bagaimana jika kita mendekatinya eonni?sepertinya dia sendiri saja"

Tao yang mendengar itu menjadi kesal dan segera melesat ke samping Kris.

"Ge..aku ingin yang ini saja"Tao menyodorkan sebuah tas pada Kris.

"hanya satu?"

"ya..aku hanya ingin itu"

"baiklah..tunggu di depan saja ok?"

Tao mengangguk mengerti.

Ia menunggu di depan toko,tapi betapa terkejutnya ia saat melihat banyak sekali yeoja yang sepertinya menunggu di depan toko.

ada apa ini?

"ini..sekarang kita mau kemana?"

Tepat saat Kris tiba di sampingnya para yeoja itu memekik dan tersenyum-senyum berusaha mengalihkan perhatian Kris.

"pulang.."ucap Tao kesal.

Kris terkejut.

"kau kenapa panda?ada yang membuatmu tak nyaman?"

"tidak aku tak apa-apa,aku hanya ingin pulang."ucap Tao ketus.

"hem..baiklah kita akan pulang,tapi bagaimana kalau kita makan dulu ?"tawar Kris.

"baiklah terserah Gege"

FLASHBACK END

"Tao?Tao?"Kris menatap Tao heran.

"apa?"

"kau sebenarnya kenapa?sedari tadi kau terlihat kesal,apa aku membuat kesalahan?"

Tao memandang Kris yang terlihat khawatir.

Seharusnya ia tidak bersikap seperti itu.

"tidak Ge..aku hanya sedikit kesal..pada mereka"

"mereka?siapa?"ucap Kris penasaran.

"kau tidak sadar Ge?"

Kris mengernyitkan dahi.

"aku kesal..pada yeoja-yeoja yang terus-terusan memandangimu dan tersenyum-senyum centil seperti pelayan tadi"aku Tao.

Kris terdiam lalu tertawa.

Jadi panda ini tidak suka jika ada yeoja-yeoja yang memandanginya?

"berhenti tertawa Ge..kau menyebalkan"sungut Tao.

"kau cemburu panda?"Kris menyipitkan matanya menatap Tao

Wajah Tao memerah,ia menggeleng keras-keras.

"bu-bukan ..maksudku aku sebal karena..karena wanita itu hanya memandangmu bukan aku"

"benarkah?kenapa sepertinya perkataanmu berbeda sekali dengan yang awal?"

"ber-berbeda apa?"ucap Tao gugup.

Kris tersenyum,sebuah ide terlintas di pikirannya.

"silahkan pesanan anda"pelayan tadi datang dan menyerahkan pesanan mereka.

Kris melirik pelayan itu yang terus tersenyum centil,lalu ia melihat Tao yang mendengus tak suka.

"kau ingin para yeoja itu juga memandangmu Tao?"ucap Kris

"ia tentu saja"Tao menjawab pelan,ia masih memfokuskan matanya pada pelayan yang tengah berlama-lama menata pesanan mereka

"tidak hanya memandangku tapi juga kau,kita berdua benar?"

Tao mengangguk,mengalihkan perhatiannya pada Kris.

"kalau begitu kemari"Kris menyuruh Tao mendekat

Tao mengedipka matanya,kemudian mendekat perlahan.

Kris ikut mendekatkan wajahnya,sampai wajah keduanya sangat dekat.

Cup

Tiba-tiba Kris mencium pipi Tao.

Tao membelalakan matanya.Apa tadi?

"dengan begitu mereka juga akan memperhatikanmu"Kris tersenyum senang.

Wajah Tao memerah,ia mengelus pipinya.

Kris semakin tersenyum,menurutnya wajah Tao saat ini benar-benar manis.

Pelayan itu berbalik dan pergi begitu saja setelah menyaksikan kejadian tadi.

Tiba-tiba telpon Kris berbunyi.

"ah mian panda aku harus mengangkatnya dulu"Kris berdiri dari duduknya.

Tao mengangguk paham,ia memilih memakan steaknya.

Kris berjalan ke arah toilet,kosong.

"halo Lay..bagaimana?"

"sesuai dugaan anda tuan mereka mengikutimu dan sepertinya mengambil beberapa fotomu dan anak itu"

"bagus..itulah yang aku harapkan"Kris tersenyum lebar.

"aku tak sabar menanti bagaimana reaksinya dengan foto-foto yang dia dapat dari anak buahnya itu,semoga dia tidak mati terserang jantung mengetahui anaknya berhubungan dengan sesama jenis,Apa lagi dengan orang yang ia hadiahi sendiri"Kris menyeringai.

yeay semoga ini udah panjang ya readers atau malah kepanjangan?

ok see you next chap :)