I Found you chapter 4
Cast : Taoris/Kristao
Genre:Romance,Hurt,Family
Rating : T (bisa berubah sejalannya waktu)
annyeongg
ini dia chap 4 yorobun :) moga g bosen yahh
hehe mianhe d chap ini ceritanya masih belum ngungkapin gmn perasaan Kris sama Tao.
jadi sabarr ya..and kalo misalnya ad saran apapun silahkan :)
"Kris?kenapa kau terus-terus tersenyum?"Tao menatap Kris Semenjak keluar dari restoran tadi Kris tak henti-hentinya mengulas senyum.
"ah hanya senang hari ini"jawab Kris tanpa mengalihkan pandanganya.
Tao masih menatapnya heran.
Tapi ia memilih untuk tidak peduli dan mengalihkan pandangannya keluar jendela.
Tao memekik keras dan langsung menempelkan wajahnya kekaca Tao membuat Kris menghentikan mobilnya ia menghelan nafas,untung saja lampu merah.. ia menatap Tao dengan heran.
"kenapa Panda?"
Ia melihat Tao terus menempelkan wajahnya pada kaca mobil.
"panda...besarrrr "gumam Tao
Panda?
Kris ikut menatap ke arah pandang Tao,toko boneka yang di depannya terdapat boneka panda yang berukuran sangat besar.
Panda menginginkan teman eoh?Kris tertawa kecil.
"kau menginginkannya?"
"emm...panda besar"gumam Tao sambil menganggukan kepalanya.
"baiklah...kita turun"
"a-apa?tidak!maksudku tidak usah...aku sudah dewasa Ge"Tao segera menggelengkan kepalanya.
Kris menetap Tao sebentar.
"benar kau tidak ingin beli?"
"aku sudah besar tidak perlu boneka"ucap Tao lagi.
Kris hanya mengangguk dan mulai menjalankan mobil.
Tao kembali mengalihkan matanya ke arah toko dan bergumam kecil.
"bye bye...suatu saat nanti aku pasti akan membelimu"bisiknya.
Mungkin jika orang lain tidak akan mendengar apa yang Tao ucapkan,tapi tidak dengan Kris,ia selalu menangkap semua perkataan Tao.
Dia benar-benar menginginkannya ya?
Manis sekali...
Esok harinya Tao pikir Kris akan kembali bekerja seperti biasanya,ternyata tidak,saat bangun Tao menemukan Kris sedang menonton tv,ia menggelengkan kepala dan duduk di sampignya.
"kau sudah bangun?"
"hem..."
"hari ini kau ingin kemana?"tanya Kris sambil terus menatap layar tv.
"supermarket..."
"supermarket?untuk apa?"Tanya Kris heran.
Tao menghelan nafas.
"Ge,kau tahu kulkasmu itu hanya penuh dengan makanan instan dan minuman soda"
"lalu?"
"kau tidak bisa hidup hanya dengan memakan itu"Tao menunjuk pizza yang ada di depan Kris.
"tentu bisa"
"tidak!"
"buktinya aku masih hidup sekarang"
"dan aku jamin beberapa bulan kemudian kau akan masuk rumah sakit dan di oprasi!"ucap Tao pedas.
"ya sudah,aku akan masuk rumah sakit"
Tao melotokan matanya,dia benar-benar keras kepala.
"sayangnya tidak denganku."
Kris terdiam dan menatap Tao yang sekarang sedang menatapnya kesal.
"hah..baiklah aku juga tidak mau kau masuk rumah sakit"
Akhirnya Kris mengalah,Tao menatapnya puas.
"kalau begitu kita berangkat sekarang Ge "Tao berdiri dan berlari ke kamarnya.
Kris hanya menggelengkan kepala.Terkadang anak itu membuatku pusing.
Other place***
"tuan...ini foto yang kau minta"seorang pria bertubuh lumayan tinggi dengan rambut coklat menyerahkan sebuah amplop kepada tuan Wu.
"kerja bagus "tuan Wu menerimanya dan segera membuka amplop itu.
Matanya melotot melihat foto-foto anaknya yang tengah bermesraan dengan seorang pria.
"APA INI?!"Ia melempar foto-foto itu ke meja.
"seperti yang anda lihat tuan,anak anda gay"ucap pria itu.
"bagaimana bisa?!di keluargaku tidak pernah ada hal menjijikan seperti itu!"bentaknya.
"tapi itulah kenyataannya tuan,dan lagi anda harus tahu bahwa anak itu.."
"adalah anak yang anda kirim padanya"
"apa maksudmu?"
"kudengar anda mengirim seorang anak pada Kris beberapa minggu lalu,dan setelah kuselidiki ternyata dialah anak itu."
Tuan Wu memejamkan matanya,tangannya mencengkram erat foto-foto itu.
"terus selidiki mereka dan ikuti mereka kemanapun!aku tidak ingin publik mengetahui hubungan mereka."
"baik tuan."Pria itu menganggukan kepalanya.
"dan jika bisa...aku ingin kau menyingkirkan anak itu...Suho"
"termasuk membunuhnya?"Suho tersenyum.
"jika semua cara tidak berhasil membuatnya menyingkir kau bisa membunuhnya"
"baiklah...dan aku meminta uang lebih untuk itu"
"Tao...kau yakin akan membeli semua ini?"Kris mengernyitkan dahi melihat barang-barang yang di pilih Tao.
"wae?ini tidak salah."ucap Tao cuek.
"maksudku...kenapa kita tidak membeli makanan instan dan mudah saja?"
"Ge..sudah berapa kali kubilang itu tidak sehat"ucap Tao tegas.
Kris menarik nafas,ia benar-benar tidak paham.Untuk apa susah-susah membeli bahan untuk di pasak sedangkan banyak makan instan disini?lagi pula jika ia iangin makan masakan rumah ia bisa beli di restoran kan?.Dan lagi Kris tidak bisa memasak kecuali ramyun dan hal-hal kecil lainnya.
"Tao..kau tahu Gege tidak bisa masak..."aku Kris.
"aku tahu..Gege tenang saja"ucap Tao sedang memilih-milih wortel,kentang dan kawan-kawan.
Kris hanya menatap Tao yang sedang berkutat memilih-milih.
Dia bisa memasak?
Tidak kuduga...
"ah Kris Ge..ada makanan yang kau ingin makan hari ini?"
Makanan?
"terserah padamu saja panda"Kris mengalihkan pandangannya.
"aishh bagaimana dengan kare?omlet?steak?"
"kau bisa memasak semua itu?"ucap Kris terkejut.
"tentu saja,bibiku membuka kedai berbagai makanan,yah maksudku segala makanan yang ia bisa."ucap Tao sambil tersenyum.
Bahkan dia bekerja membantu bibinya...
"jadi...apa yang ingin Gege makan?"tanya Tao lagi.
"eng...Kare"
Tao menganggukan kepalanya,dan mulai memilih ia tersenyum-senyum sendiri dan menggerutu karena harga barang-barang disini.
"Ge lihat...kenapa harga bawang bombay ini mahal sekali padahal waktu aku bla bla bla bla"Tao terus mengomentari setiap barang dan menurut Kris itu sangat lucu.
Dia benar-benar seperti seorang ibu-ibu kekeke~ Kris membekap mulutnya dan tertawa.
"apa mungkin ba- Ya!Kris Ge!kenapa kau malah tertawa"Tao menoleh kearah Kris yang masih membekap mulutnya.
"panda.. kau seperti Da ma/ahjuma"kekeh Kris.
Tao memberikan deathglarenya.
"jika kau terus tertawa,aku jamin kau tidak akan dapat jatah Kris Ge"
Kris berdeham dan berhenti tertawa,ia menatap Tao yang masih menatapnya tajam.
"ehem..em..bagaimana jika kita pergi ke tempat lain?ice cream?"Rayu Kris.
Tao terdiam,kemudian mengangguk tersenyum dan mengelus puncuk kepala Tao.
Jika dipikir-pikir Kris selalu tertawa akhir-akhir ini.
Sudah lama..yah semenjak eomma tidak ada...semuanya seperti terlihat hidup lagi...
Batin Kris...
Ia mengingatkanku padamu ...eomma...
Other place
Di saat Tao dan Kris keluar dari supermarket mereka tidak mengetahui bahwa ada orang yang tengah mengintai tadi Suho terus berpura-pura membaca koran di bangku dekat supermarket tersebut.
Ia melirik mereka berdua dan menyelipkan kamera di dekat koran yang ia memotret mereka beberapa kali.
Shit...wajah Kris terhalang mobil ia bergumam dan mencoba memfoto lagi.
Kali ini hasil potretannya lumayan memotret tepat saat Kris merangkul pundak Tao.
Cukup bagus...sekarang aku hanya perlu menunggu Kris lepas dari panda itu...
Suho tersenyum senang,setelah pekerjaan bisa kembali pada adiknya dengan membawa uang.
Tunggu oppa hyun mi-ah...tunggu sebentar lagi...
Suho mengusap wajahnya dan beranjak pergi dari tempat itu.
Tanpa diketahui Suho,ternyata ada seseorang yang terus mengamatinya dari dalam mobil yang terparkir cukup dekat dari tempat Suho duduk.
"apa aku harus menyelidikinya juga?"ucap Lay.
Ia menatap punggung Suho yang perlahan menjauh.
"ahh..ini benar-benar melelahkan...aku lebih memilih lembur dari pada harus mengikuti orang itu seharian"keluh Lay.
Ia segera menghidupkan mobil dan mengikuti Suho.
jengg pendek? hehehe
aku janji d chap depan lbh panjang ya
so see u next chap
