Chap 6

Tao terbangun saat sebuah suara mengagetkannya.

Apa itu?

Ia melirik jam 15:30 selama itukah aku tidur?

Pranggg

Tao mengernyit bingung.

Kris?tidak mungkin bukankah dia pergi ke kantor hari ini?

Tao bangun dari tidurnya,ia mengendap-endap kearah dapur.

"aishh shinca!kenapa appa selalu menyusahkanku seperti ini sih?"

Tao mendengar sebuah suara yeoja.

Siapa?

"si-siapa kau?"

Wanita berambut coklat itu menoleh.

"kau sendiri?siapa kau?kenapa kau ada disini?"

"aku..Tao"

Gadis itu terlihat berfikir dan kemudian menganggukan kepalanya.

"ah..kau orang yang menumpang di rumah Kris oppa itu?"

Siapa gadis ini? Batin Tao.

"ne..aku-"

"kenalkan…aku Jung Haerin tunangan Kris"yeoja itu tersenyum sinis.

Apa?tunangan?


"jadi…Haerin-ssi…apa yang sedang kau lakukan tadi?"

"aku?aku hanya sedang menyiapkan makan malam,bukankah sebentar lagi Kris oppa pulang?"

Tao terdiam..

Tapi aku sudah menyiapkannya…

Haerin melihat sekeliling..

"ah iya Tao-ssi jika aku boleh tahu sampai kapan kau akan menumpang di apartemen Kris?"

"ah itu…"

"kau tahu,bukan maksudku mengusirmu tapi kurasa Kris oppa tidak akan betah tinggal dengan orang asing,Bukankah itu akan mengganggu privasinya?"

Tao menatap Haerin.

Benar juga...orang asing..

"eum..aku akan mengepak barangku lusa"

"lusa?tidakkah terlalu lama?bagaimana jika sekarang?"

Tao terkejut

Tapi aku belum menyiapkan apapun…dan lagi perpisahan dengan Kris…

"waeyo?"

"ah anio…bukan begitu tapi.."

"ah aku tahu!"Haerin mengambil tasnya.

"apa cukup?"ia menyerahkan beberapa lembar uang pada Tao.#ya ampun ini drama bgt ya -_-

"ne?"Tao membulatka matanya tidak mengerti.

"bukankah kau butuh uang untuk pergi?"

"tidak..aku hanya berfikir untuk mengucapkan terima kasih pada Kris"

"aku akan menyampaikannya kau tenang saja"Haerin tersenyum lebar.

Tao terdiam…

Mungkin ia tidak nyaman jika aku tinggal bersama Kris…

Tentu saja…dia kekasihnya.

"Baiklah…"


Tao melihat sekeliling,kini ia sedang berada di halte bis dekat apartemen Kris.

Kemana aku harus pergi?aku tidak pnya uang…

Tao tertunduk lesu.

Sebaiknya aku mencari pekerjaan dulu.

Tao menyeret kopernya tanpa arah.

Ia tiba-tiba melihat sebuah Coffee Shop.

Hem…apa aku melamar kerja disini saja?

Cring ~

"selamat datang"seorang pelayan bertubuh tinggi denngan senyum menyapa Tao.

Tao ikut tersenyum.

"itu..eung aku ingin melamar kerja disini"ucap Tao malu-malu.

Pelayan itu tersenyum

"ikutlah denganku"

Tao menurut.

"aigo siapa dia Chanie?lucu sekalii"seorang pelayan datang menghampiri Tao.

"dia ingin kerja disini Baekkie hyung"

Laki-laki yang bernama Baekkie itu menatap Tao berbinar.

Tao mengerjapkan matanya.

"aigooo kyeopta~"

"aww"Taoa mengaduh.

"aishh hentikan Baekhyun hyung kasian dia"

Tao meringis memegangi pipinya.

"kajja"

Tok tok tok

"masuk"

Cklek..

"ada apa Chanyeol?"

"ah ada orang yang ingin melamar kerja"

"suruh dia masuk"

Pelayan tinggi itu memandang Tao

"masuklah"

Tao mengangguk,ia memasuki ruangan yang sepertinya adalah kantor si pemilik café

Seorang namja dengan kaos putih dan blazer biru tersenyum padanya.

"duduk"

Tao duduk didepan meja pria itu,tao membaca nametag pria yang bernama Kim Jongin?

"jadi…kau ingin melamar disini?"

"ne…namaku Huang Zi Tao"

"sepertinya kau bukan orang korea?"

"eung,ne."

"hem aku bisa saja memberimu pekerjaan,tapi mungkin hanya sebagai pembantu pekerja yang lain,dan mungkin gajimu tidak cukup besar"

"ne gwenchanayo aku ingin mencobanya"

"baiklah,kalau begitu kau bisa mulai bekerja di bagian dapur"

Tao tersenyum senang,

"Gamsahamnida"ia menundukan kepalanya.


"tuan Kris"

"ada apa Lay?"

"ini,data mengenai pria yang beberapa hari lalu mengikuti anda tuan"Lay menyerahkan sebuah berkas.

"heum kerja bagus…jadi dia Suho?"

"ne berdasarkan penyelidikanku dia bekerja dengan tuan Wu beberapa waktu ini,dia hanya seorang mahasiswa biasa,orang tuanya sudah meninggal dunia dan dia hidup dengan adiknya Kim Hyunmi"jelas Lay.

Kris terdiam

"baiklah,aku minta kau terus awasi dia"

"baik tuan"Lay mengangguk.

"kalau begitu,aku pergi dulu,aku sudah janji dengan Tao untuk pulang cepat"Kris bangkit dari duduknya dan mengambil tas.

Lay tersenyum.

"ne semoga malammu menyenangkan"ucap Lay sedikit terkekeh.

"aku bisa mendengarnya Lay,jangan mengejekku"ucap Kris.

"ah tidak aku hanya senang tuan akhirnya mendapatkan seseorang yang pas."

"yah…walaupun aku belum memilikinya"

"kudoakan semoga kalian cepat berhubungan"

Kris tersenyum,ia berjalan meninggalkan Lay.

Semoga saja

Kris berjalan dengan terburu-buru sampai parkiran.

Ia melempar tasnya kebelakang,dan segera menghidupkan mobil.

Apa dia masih menungguku?

Tao…

Kris tersenyum,entahlah…semenjak Tao tinggal di apartementnya Kris merasa hidup,hatinya semua terpusat pada anak itu.

Ia menyetir dengan terburu,akhirnya ia sampai…

Tap tap tap..

Ia sampai di depan apartementnya..

Cklek

"Tao?Gege pulang…"

Kris membuka pintu bersemangat.

"oppa!"seseorang memeluknya keras.

Kris terkejut…

Jung Haerin?untuk apa dia disini?

"kau…kenapa ada disini?"

"aish oppa!apa oppa tidak kangen denganku eoh?"Haerin mengerjapkan matanya.

Kris mengernyitkan dahinya,apa-apan perempuan ini?

Berani sekali dia datang ke apartementku dan bermanja-manja padaku

"untuk apa kau disini?"Tanya Kris dingin.

"tentu saja bertemu tunanganku"

"tunangan?kau gila?apa kau tidak punya malu eoh?setelah mengkhianatiku kau datang dan bilang aku tunanganmu?"Kris menarik bibirnya kesamping.

"ayolah oppa,itu hanya masa lalu lagipula appamu sudah menjodohkan oppa denganku"

"mwo?appa?"

Haerin mengangguk.

Ah…ternyata dia …

"maaf saja Haerin-ssi aku sudah punya tunangan"Kris berjalan memasuki ruang tv mencari Tao.

"maksudmu si jelek itu?Dia sudah keluar"Ucap Haerin santai.

Kris menggeram,dia mengusir Tao?

"kau…KELUAR!"bentaknya.

Haeerin terkejut Kris berani membentaknya?

"kau berani membentakku?"

"tentu saja,di depan mataku kau tidak punya harga diri sedikitpun jadi…pergi"

"kau akan menyesal Kris"ucap Haerin kesal.

"apa?kau akan melapor pada appaku?silahkan,bilang padanya aku akan segera menikahi Tao"

Mata Haerin membulat.

"kau gila Kris!"ia berbalik meniggalkan apartement Kris.

Kris mengurut keningnya,

Tao…kau dimana panda?

Kris meraih ponselnya

"halo Lay?aku minta bantuanmu…"


Sudah 6 hari semenjak Tao keluar dari apartemen Kris,Semenjak keluar tao memutuskan untuk tidur di Tao tidur di lorong dekat café,itupun hanya dua hari karena Baekhyun memberinya kupon-kupon gratis sauna akhirnya ia memutuskan untuk tidur disana.

Tao mengelap piring-piring didepanya dengan semangat.

Aku harus bekerja dengan giat dengan begitu aku bisa kembali ke china,batin Tao.

"Tao?"sebuah suara mengintrupsinya.

Tao menoleh Baekhyun ternyata.

"ne hyung?"

"tolong kau antar pesanan ini kemeja 10 ya…semua pelayan sibuk sekali"ucap Baekhyun.

"ah ne"Tao mengambil nampan yang berisi dua coffee.

"silahkan"

"wah sepertinya kau pelayan baru?"ucap seorang yeoja.

"ah ne,aku baru disini"Tao tersenyum kecil.

"aigoo kyeoptaa~ucapnya gemas.

Tao berbalik dan memasuki dapur,ia kembali mengelapi piring-piring.

"Tao-ah sepertinya kau mulai terkenal"Chanyeol terkikik.

"eum?"Tao mengernyit bingung.

"aaa Channie dia imut sekali"jerit Baekhyun sambil memukuli Chanyeol.

"aish hyung appo"

"hehe mian"

Tao terkikik geli.

"ah benar Tao sebenarnya aku penasaran untuk apa kau bekerja disini?"Tanya Baekhyun.

Tao terdiam

"ah hanya ingin menambah uang saku saja"

Baekhyung mengangguk paham.

"hei hei kenapa kalian malah mengerubuni Tao eoh?cepat kerja"teriak Kai.

"aishh arrso sajangnim"Baekhyun mempoutkan bibirnya,ia kembali kedapur.

"kau galak sekali Kai-ah"celetuk Chanyeol berjalan keluar.

Tao menatap piring didepannya.

Apa Kris Ge tidak marah?

Hah…aku sedikit menyesal…

Tao terus melamun…

Aish tidak!untuk sekarang aku tidak boleh memikirkannya dulu,setelah aku mendapatkan uang banyak aku akan kembali menemuinya Tao tersenyum.

Cring~

"selamat datang"Tao mendengar suara Chanyeol.

"hari ini begitu ramai…"bisik Tao.

"Baekie hyung satu mocha chino !"

"ne"

Tao terus mengelapi piring-piring.

Cring~

"selamat datang"

"Tao-ah…antar ini ke meja 13 ya"Baekhyun menyodorkan sebuah nampan berisi mocha chino.

Tao mengangguk pelan,ia berjalan keluar sambil membawa nampan

13..13 ah itu..

Ternyata meja yang dimaksud Baekhyun adalah meja diluar café.

"silahkan pesanan anda"ucap Tao ramah.

Ia melirik pria didepannya yang tengah membaca Koran.

Sepertinya familiar…

Tao membungkuk dan pergi…

"ternyata kau bekerja disini panda?"

Deg …

Tao membeku…

Itu..

"kenapa kau tidak menatapku?"

Dada Tao berdetak kencang.

Ia menarik nafas dan berbalik.

"Kris Ge…"

So otte? Bosan?kuharap engga J

See you next chap all