I Found you 7
"ne…aku akan terus mengikuti mereka tuan"Suho melirik dua orang di depan Café sebrang yang sedang duduk berhadapan.
Ia memutus sambungan telpon dan menghelan nafas.
"ya…sampai kapan kau akan membuntutiku?tidakkah 2 minggu cukup?"Suho berkata keras.
Tap…
"kau menyadarinya?"Seseorang bertubuh tinnggi keluar dari belokan samping Café tempat Suho duduk.
Suho menyeringai,lumayan juga…ia menatap laki-laki itu,yang tak lain adalah Lay.
"jadi…sampai kapan kau akan berdiri disitu?tuan penguntit?"
"penguntit?bukankah kau juga begitu?"Ucap Lay tak terima,ia berjalan mendekat duduk di depan kursi Suho.
"hem…yah tidak salah,lalu apa yang kau inginkan?"Suho tersenyum.
Lay menatapnya.
"berhenti mengikuti mereka"katanya dingin.
Suho tertawa kecil.
"kurasa kau tahu jawabanku Yixing-ssi,kenapa?karena ini pekerjaanku"
Lay melotot
Dia tahu jati diriku?shitt…sepertinya kita mencari tahu satu sama lain eoh?
"suho-ssi jika kau ingin uang,aku bisa memberikannya padamu jadi..berhentilah"
"tidak,kau tidak tahu apa-apa Yixing-ssi"ucap Suho dingin.
"lalu?apa yang kau butuhkan?"
"kau tidak tahu,seberapa bahayanya tuan Wu Zhang Yixing"ucap Suho pelan,ia mengalihkan perhatiannya kesebrang Café.
Lay kembali terdiam
"sepertinya mereka akan pergi."Suho berdiri dari duduknya.
Lay menatapnya.
"apa kau tak ingin pergi bersama?"Suho tersenyum.
"untuk apa aku pergi bersamamu?"
"yah kau tahu aku hanya bosan berjalan sendiri"
Suho merenggangkan tangannya.
"lebih baik kita berjalan bersama dari pada kau terus mengawasiku dari belakang bukan?"
Suho tersenyum menatap Lay.
Lay berdiri.
"baiklah kajja"
"Ge…"
"heum?"
"kita mau kemana?"
"sungai Han"
Tao menatap punggung Kris yang berada di sampingnya.
Sepertinya percuma jika aku bicara sekarang,kelihatannya ia sangat marah.
Hah..apa yang harus kulakukan?
Sepanjang jalan Kris dan Tao terus terdiam,Tao memilih menatapi jalan di sampingnya,ia diam karena takut memperburuk keadaan.
"kita sampai..keluarlah"
Kris keluar dari mobilnya.
Suasana Sungai Han sangat ramai,mungkin karena hari sudah sore banyak orang yang berjalan-jalan dan melihat matahari terbenam mungkin.
Kris berjalan pelan hingga ia memilih duduk di tempat yang tidak terlalu banyak orang.
Tao mengikutinya dan duduk di samping Kris.
Hening..
Tao menatap kedepan…
"kau tahu?"
Tao menolehkan kepalanya
"aku selalu kesini setiap sore beberapa hari ini"
Hening…
"kau ingin tahu kenapa?"
Tao mengangguk ragu.
"menenangkan diri"
Tao mengangguk.
"apa Gege sedang ada masalah?"
Kris tersenyum kecil,ia menoleh menatap Tao.
Tak..
Kris menyentil dahi Tao pelan.
"ahh appo"Tao mengelus dahinya.
"kau ini bebal atau apa eoh?"
Tao mengernyit.
"apa maksud Gege?"
"aku menenangkan diri karena kau kabur bodoh! Apa kau tahu aku sudah pusing mencarimu kemana-mana eoh?"omel Kris.
Tao menundukan kepalanya.
"aku tidak kabur"
"lalu kau pergi tanpa menulis pesan atau apan pun itu kau sebut apa ?"
"i-itu..karena aku tidak sempat lagipula…aku tidak enak dengan Haerin"
Kris terdiam,ia menoleh ke sungai yang berada di depannya.
"harusnya Kris Ge tidak mencariku…aku sudah bisa hidup sendiri dan juga bekerja"ucap Tao pelan.
"begitukah?jadi kau sudah tidak membutuhkanku?"
Hening…
"baiklah,jadi kau tidak ingin bertemu lagi denganku?akan aku lakukan…"
Deg
Tao mengepalkan tangannya.
"dengan satu syarat…"Kris menoleh menatap Tao.
Tao menoleh.
"hari ini,kau harus mengijinkanku melakukan semua yang inginku lakukan"
Tao terlihat berfikir…ia mengangguk.
"mendekat"
Tao mendekatkan tubuhnya.
"mendekat"
"kau mau apa Ge?"
Kris menangkup wajah mengerjapkan matanya.
"jika kau ingin protes atau memukulku…nanti…sekarang diamlah dan nikmati oke?"ucap Kris pelan,ia menempelkan hidungnya dengan Tao.
Wajah Kris terus mendekat,Tao membeku.
Kris menciumnya…
Kris menempelkan bibirnya di bibir Tao,lama…hingga matanya terbuka dan bertatapan dengan Tao yang terkejut.
"jangan bergerak,aku belum selesai…"bisiknya.
Kris kembali mencium Tao,kali ini ia mencoba melumat pelan.
Tao membelalakan matanya.
Deg Deg Deg Deg Deg dadanya berdetak sangat cepat.
"Kris…Ge…"ia berkata pelan disela ciuman Kris.
"nikmati saja Tao…lakukan apa yang ingin kau lakukan…"Kris kembali berbisik ia memeluk pinggang Tao menariknya mendekat.
Tao mengerjapkan matanya,lakukan …apa yang ingin aku lakukan?
Kris terus saja mengecupi dua bibir Tao.
Perlahan mata Tao mulai menutup,ia membalas ciuman Kris,membuka mulutnya dan ikut melumat bibir Kris pelan.
Kris tersenyum…
Ia semakin memeluk pinggang Tao,Taomengalungkan tangannya ke leher Kris.
Keduanya terus berciuman tanpa nafsu,hanya perasaan yang menuntun mereka.
"ckck..ternyata bosmu sangat tepat memilih tempat eoh?"Suho menggelengkan kepalanya menatap pemandangan dua orang yang berciuman didepannya.
Hening…
Suho berbalik,ia tidak menemukan Lay..
"diamana dia?"ia melihat sekeliling,dan akhirnya menemukan Lay di belakang mobil.
"ya apa ynag kau lakukan?"Suho berjalan ke arahnya.
Hening…
"bhu..hahhahahahha"Suho tertawa kencang.
Wae?mari kita lihat keadaan Lay.
Wajah Lay memerah,ia menutupi matanya dan berjongkok di belakang mobil.
"yak au sedang apa eoh?"Suho memegangi perutnya.
"aish..berisik,seharusnya kau tidak menonton orang yang sedang berciuman tahu"ucap Lay masih memerah.
"mwo?apa kau baru kali ini melihat orang berciuman?"
"ti-tidak…tentu saja aku pernah melihatnya!"sewot Lay.
"ah jinja?"goda Suho.
"jangan menggodaku!"
"apa itu berarti kau juga belum pernah berciuman?"
Lay terdiam…wajahnya kembali memerah.
Suho terbelalak.
"kau belum pernah berciuman?!"
Lay menundukan kepalanya.
Ini benar-benar memalukan…bagaimana bisa aku bisa membiarkan musuhku mengetahui kelemahanku?
Aish…
"ya?kau mendengarku?"Suho melambaikan tangannya.
"mwo?"Tanya Lay ketus.
"jadi…seorang Zhang Yixing belum pernah berciuman?"Suho tersenyum menggoda.
"kenapa memangnya?bukan urusanmu"
Suho kembali tersenyum…
Polos…dia benar-benar lucu kau beruntung Suho…batinnya
"jadi,jika aku menciumu sekarang itu berarti ciuman pertamamu?"
"ne jika kau me-apa?!kua gila?!"
Suho tersenyum ia berjalan mendekat.
"y-ya apa yang kau.."
"sst.."
Suho memojokan Lay hingga menempel ke mobil.
"untuk pengalaman pertama,kau seharusnya menghayatinya bukan?"Suho menempelkan dahinya.
Mata Lay mengerjap.
Cup
Suho menciumnya…
"bagaimana?"
Hening…
"ti-tidak terlalu buruk…"ucap Lay terbata.
Cup…Suho kembali menciumnya dengan menjilat bibir Lay.
"itu?"
"a-apa yang…"
Cup cup cup…
"heum?"
"kau..benar-benar…"
Cup…
Suho melumat bibir Lay kasar,ia memainkan bibirnya dengan lihai.
Manis…ah..bibirmu benar-benar lembut…batinnya.
Lay memelotokan matanya..
"ya!"ia mendorong bahu Suho.
"wae?kau tidak suka?"
"kau..kasar…"ucap Lay gugup.
Suho menyeringai..
"kau ingin aku bermain lembut?"
Lay mengangguk ragu.
"kalau begitu bukan bibirmu sedikit"
Lay membuka bibirnya pelan.
"nikmatilah chagy…"
Suho melumat bibir Lay pelan,penuh menaruh tangannya di samping kepala Lay.
"eung.."Lay melenguh ketika lidah Suho bermain di langit mulutnya.
Suho semakin dalam mencium Lay.
Lay menggerakan tangannya,ia mencengkram kepala Suho dan menariknyanya mendekat.
Ah benar-benar sore yang indah…
Kris melepas ciumannya,ia menatap Tao yang balik menatapnya dengan wajah merah.
Kris tersenyum,Ia mengecup bibir Tao lagi.
"ya Ge..hentikan"ucap Tao,ia mendorong bahu Kris.
"wae?"
"aku malu…"ucap Tao sambil menundukan wajahnya.
Kris semakin tersenyum,ia memeluk Tao erat.
"Ge…"
"kita pulang eoh?"
Hening…
"tapi aku…"
"aku..tidak bisa melepaskanmu Tao"bisik Kris ditelinga Tao.
Wajah Tao kembali memerah.
"Ge…"
"tidak bisa,dan tidak akan pernah…"
Tao tersenyum senang.
"aku mencintaimu Huang Zi Tao…kau miliku…hanya miliku"bisik Kris.
Tao mencengkram bahu Kris.
"aku..juga mencintaimu Ge…sangat"
Kris tersenyum senang,ia melepas pelukannya.
"kalau begitu…tinggallah bersamaku.."
Tao terdiam,ia mulai berfikir.
"baiklah,tapi Gege harus mengijinkanku tetap bekerja"
"bekerja?di Café itu?tidak."
"wae?aku sudah nyaman bekerja disana"protes Tao.
"bisa-bisa kau kelelahan,aku tidak akan membiarkanmu bekerja seperti itu"
"aishhh ayolah Geee…aku bosan jika terus berdiam di apartemenmu"
"aku bisa mengajakmu jalan-jalan"
"ayolah Ge…lagipula aku tidak bekerja berat,hanya mengantarkan pesanan dan mengelap piring" mohon Tao,ia mengcengkram lengan Kris.
Kris terdiam
"Hah… ,pertama biarkan aku bertemu dengan bosmu dulu eoh?"
Tao tersenyum senang.
"eung kajja!"Tao menarik lengan Kris.
"sekarang?"
Tao mengangguk.
"tunggulah disini sebentar lagi,mataharinya sudah mau tenggelam"
Tao menoleh benar..
"uwahh"Tao terkagum.
Kris tersenyum kecil,ia mengusap kepala Tao sayang.
Tao menoleh ke arah Kris,ia tersenyum dan menyenderkan kepalanya.
"saranghae…"bisik Kris.
Tao memasuki Café dengan semangat.
"ya Panda!kau dari mana saja?"Baekhyun menatap heran Tao.
"ah mianhe Baekkie hyung tadi aku ada perlu sebentar,apa Kai hyung ada?"
"Kai?ne dia di ruangannya tapi untuk apa kau bertemu dengannya?"
"ah Kris Ge ingin bertemu dengannya"
"Kris Ge?"
Cring~
Kris berjalan pelan memasuki Café.
"Tao..dimana bosmu ?"Tanya Kris.
"ah dia di dalam Ge kajja"
Baekhyun melongo menatap Tao dan Kris yang berjalan melewatinya.
"sepertinya dia pacarnya hyung"celetuk Chanyeol disamping Baekhyun.
Baekhyun terlonjak kaget.
"ya!Channie bisa tidak kau tidak mengaggetkanku?"
Chanyeol tersenyum lebar.
"mian,ah apa menurutmu juga begitu hyung?"
"heum kurasa,terlihat sekali Tao begitu bersemangat ketika berbicara dengannya"
Chanyeol mengangguk-anggukan kepalanya.
"kau tidak cemburu hyung?"
"aku?wae?"
"bukankah kau menyukai Tao?"
Baekhyun terdiam,kemudian tertawa kencang.
"yak au bodoh?aku menyukainya sebagai adikku,dia terlalu imut untuk jadi kekasihku bisa-bisa aku tersaingi"
Chanyeol menatap Baekhyun.
"lagipula…kau ini bodoh sekali Park Chanyeol…"Baekhyun menekankan kata-kata bodoh.
Kau bahkan tidak menyadari perasaanku…
Yeay chap 7 up date
Ayo silahkan ripiuu nanti aku makin cepet up date J smirkevil
See you next chap :J
