annyeong:)
aku bener-bener minta maaf karena baru bisa update sekarang#dibantai
soalnya luppy aku baru sembuh dan ternyata data aku ilang semua TTT_TTT jadi aku mulai ngetik lagi
makasih buat yg udah review fav. etc... :) kalian yg bikin aku nerusin FF ini
yup ini dia chap 8^^ hope u like it everyone!
Chap 8
"jadi…Kris-ssi apa yang ingin anda bicarakan?"ucap Kai sambil tersenyum.
"eum…aku ingin bicara dua mata denganmu,jadi Tao bisakah kau tinggalkan kita berdua?"ucap Kris sambil memandang Tao lembut.
Tao mengerucutkan bibirnya.
"Arraso…tp nanti kau harus memberitahuku Ge"Tao berbalik pergi.
Blam …
"eum pertama-tama aku berterima kasih banyak padamu Kai"Kris tersenyum pada Kai.
"ne gwenchana hyung…lagi pula anak itu cukup manis juga..kau beruntung"Kai tersenyum lebar.
"jadi apa yang membawamu ke kantorku?"
Kris terdiam.
"aku ingin minta tolong aku ingin kau terus mengawasi Tao Kai…kau tahu beberapa hari ini si orang tua itu mulai menghilang,tapi aku punya firasat dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk menyelakai Tao.."
"heum…jadi kau ingin aku berbuat apa?"
"tidak banyak…aku hanya ingin kau mengawasinya selama di café,jangan sampai ada orang aneh yang mendekatinya…dan tentu saja jangan pernah sekalipun membuatnya terlalu lelah,kau mengerti?"
"ckck sepertinya kau terlalu overprotective hyung kekeke~"Kai tertawa melihat tampang Kris yang sepertinya ingin membunuhnya.
"ya aku sedang tidak bercanda eoh?"
"arra..kau tenang sajalah…aku yakin Tao akan aman selama di café ini…"
Kris menghelan nafas lega.
"gomawo Kai-ah…"
"no problem,lagi pula kau yang sudah banyak membantuku hyung"Kai trsenyum lembut.
"hyung..kusarankan kau sedikit lebih rileks…kau tahu?wajahmu itu benar-benar seperti zombie?kantung matamu hitam,dan kau terlihat lebih kurus"
Kris tetawa kecil sejak kapan Kai menjadi seperti Tao eoh?cerewet..
"kau mulai tertular namjachingumu itu eoh?siapa?kyungie?"
"kyung soo…yah mungkin saja…"Kai tersenyum lebar.
Kris sangat bersyukur bahwa ia bisa menemukan Tao,yah tentu saja dengan bantuan Kai kalau saja ia tidak meminta bantuan Kai untuk membantunya mencari Tao 3 hari yang lalu mungkin sekarang Kris masih bingung mencari siapa Kai?Kai adalah teman SMAnya dulu,dan Kris bisa dikatakan dewa penolong seorang Kim Jongin,Kai bisa membangun cafenya berkat Kris.
"hey Tao sebenarnya apa yang ingin dibicarakan oleh Kris ge mu itu?"Baekhyun menghampiri Tao yang sedang duduk didepan pintu dapur.
"molla hyung…Kris menyuruhku keluar ketika dia bicara"ucap Tao.
"wae?apa begitu rahasianya sampai pacarnya sendiri tidak boleh tahu?"Baekhyun mengerjapkan matanya.
Wajah Tao tiba-tiba memerah.
Pacar?a-apa benar-benar terlihat begitu?
"ya Huang Zi Tao!waegeure?kenapa wajahmu memerah begitu?kau demam eoh?"Bakehyun panic.
"ckck hyung kau ini ada-ada saja…bagaimana kau bisa seblak-blakan itu didepan pasangn baru eoh?"Chanyeol tiba-tiba datang.
"pasangan baru?eo?kau tahu dari mana Channie?"
"ckckck tentu saja aku tahu!aura love dovey mereka sangaaaat berbeda"ucap Chanyeol yakin.
"jinja Tao?"Tanya Baekhyun penasaran.
Tao hanya menundukan kepalanya masih dengan wajah memerah.
"u..m.."Tao menganggukan kepalanya pelan.
Chanyeol mengangguk-angguk bangga.
"kukira…tapi Channie…sejak kapan kau jadi peka seperti itu?"Bakhyun berbalik memadang Chanyeol.
"eo?aku memang orang yang selalu peka hyungg!"
"cih…jinja?ckck…"Baekhyun memandang sinis.
Kenapa kau bisa peka terhadap perasaan orang lain tapi tidak dengan perasaanku eoh?bodoh
Baekhyun berbalik meninggalkan Tao dan Chanyeol.
"Baeki hyung"Chanyeol memandang heran Baekhyun.
Tao menatap dua orang itu bergantian,kemudian tersenyum kecil.
"kau seharusnya tidak usah berpura-pura tidak peduli dengan perasaannya"ucapnya pada Chanyeol.
Chanyeol menoleh memandang Tao.
"maksudmu?"
"sudahlah Park Chanyeol…aku sama sepertimu sangat peka terhadap perasaan orang lain…"
Wajah Chanyeol tiba-tiba memerah.
"eum…se-sebaiknya aku kembali ke depan"Chanyeol berbalik hendak pergi.
"ya…apa kau tidak tahu bahwa kau menyakitinya heum?"
Chanyeol terdiam.
"arra…tapi aku masih tidak yakin bahwa dia benar-benar mencintaiku…aku masih takut jika akhirnya dia malah akan menjauh dariku…jadi aku hanya menunggu waktu yang tepat…"bisik Chanyeol.
"baiklah…tapi kusarankan jika kau ingin memastikan bagaimana perasaannya padamu tatap matanya eoh?kau bahkan tidak pernah menatap matanya langsung…"
"itu.."
"wae?kau takut?"
Chanyeol menggenggam tangannya,ia berjalan meninggalkan Tao.
Tao menghelan nafas.
"wah wah…ternyata pandaku sudah dewasa eoh?kau sudah bisa menjadi cupid eum?"sebuah tangan memeluk leher Tao dari samping.
"Ge!apa yang kau bicarakan?aku hanya menasehatinya"wajah Tao memerah.
Kris tersenyum lembut,ia menarik dagu Tao menghadapnya.
"hey cupid…siapa sasaranmu selanjutnya eoh?"Kris menatap mata Tao intens.
Wajah Tao tambah memerah.
"aishh jangan menggodaku"Tao mendorong bahu Kris,
Kris terkekeh melihat tingkah Tao,ia mendekatkan mulutnya dengan telinga Tao.
"kekeke~jika tidak ada…apa aku bisa meminta bantuanmu?buat pandaku menjadi sangat sangat mencintaiku seperti aku mencintainya sekarang"bisik Kris
Ia kemudian memandang Tao sambil tersenyum.
"aku sudah sangat mencintaimu tahu?mungkin lebih besar dari cintamu padaku"
"heum…begitu?"Tanya Kris ragu.
Tao mengernyitkan dahinya sekarang dia meragukan perasaanku?
"kalau begitu…kiss me here"Kris menunjuk bibirnya.
Tao memelotokan matanya.
"kau gila Ge?ini tempat kerjaku!bisa-bisa aku dipecat"
"ayolah…disini tidak ada orang panda"
Kris menutup matanya,Tao memandang wajah Kris didepannya dengan ragu.
Haruskah?tapi jika ada yang melihatnya …ah masa bodoh..
Tao melingkarkan tangannya pada pundak Kris.
"aku..mencintaimu Ge"
Cup…
Tao mengecup pelan bibir Kris,hah…bibir Kris benar-benar sudap menjadi candu untuknya,Tao mencoba melumatnya pelan,Kris menekan kepala Tao.
"ehem…Kris hyung…kau bisa meminjam ruanganku jika mau…"sebuah suara menghentikan kegiatan mereka.
Tao dengan cepat mendorong bahu Kris menjauh,ia kaget memandang Kai yang berdiri di belakangnya.
"aish..Kai kau mengganggu eoh?"Kris memandang Kai kesal.
Tunggu…kenapa mereka…
"aishhh kau merusak pemandangan cafeku hyung!sana pergi!Tao masih banyak pekerjaan tahu!"usir Kai.
"ya Kim Jongin!kau berani mengusirku eoh?"
Kai dan Kris terus berdebat tanpa menyadari perubahan ekspresi Tao yang dipenuhi tanda Tanya besar.
"eung..anu boleh aku bertanya?"
Kris dan Kai menoleh.
"itu..apa kalian sudah saling kenal sebelumnya?"
Kris dan Kai mengangguk bersamaan,Tao melongo.
"ah minahe panda aku belum memberitahumu..hehe"ucap Kris seenaknya.
Akhirnya Kris menceritakaan semua hal mengenai dirinya dan Kai,dan juga tentang dia bisa menemukan Tao.
"jadi..Kris hyung?kapan kau akan pergi?"
Kris menjitak kepala Kai.
"baiklah aku pergi dulu eoh?ingat kau harus pulang ke apartementku"Kris memandang Tao tajam.
Tao mengangguk semangat.
"baiklah bye"Kris mengecup bibir Tao dan pergi.
Kai mendecih melihat pemandangan itu.
"mian Kai-ssi"Tao menundukan kepalanya.
"ah ani Tao…aku tahu bahwa naga itu yang selalu berulah bukan kau"
Tao terkekeh,ternyata sifat kekanakan mereka mirip…
Hah..untunglah ia memilih bekerja di café ini…
Esok harinya at Lay home***
Lay menaruh tasnya diatas sofa,ia menghelan nafas sambil membuka jaketnya.
Rumahnya sangat sepi,tentu saja karena ia hanya tinggal sendiri dirumah,ia bukanlah tipe yang memiliki banyak teman hanya Kris dan sekarang mungkin orang yang berdiri dibelakangnya?
"heum...rumahmu bagus juga "Suho melihat sekeliling.
"ya...apa aku menyuruhmu masuk huh?"
"wae?seharunya kau melayaniku dengan baikkan?"Suho masih tetap menatap sekeliling rumah Lay.
Lay mendengus,ia menatap Suho tajam.
Orang ini benar-benar seenaknya...tiba-tiba datang tanpa diundang,dan lagi dia...
Sudah menciumku...
Wajah Lay tiba-tiba memerah.
"hey...apa kau tidak akan menyuruhku duduk?"Suho buka suara.
"a-apa?..ah..untuk apa kau bertanya?bahkan kau masuk sesuka hatimu"ucap Lay ketus.
Suho menoleh menatap Lay,kemudian tersenyum.
"kau marah chagi?"
"jangan panggil aku seperti itu "
"wae?bukankah kau kekasihku heum?"
Wajah Lay kembali memerah
"i-itu terpaksa!kau telah merebut ciuman pertamaku!"
Suho terkikik,Lay benar-benar manis.
"ah kau membuatku sedih..."ucap Suho sambil menutup matanya.
"berhenti mempermainkanku!"
Suho berjalan mendekat kearah Lay.
"hey...apa benar menerimaku hanya karena terpaksa?"bisiknya.
Lay terdiam
"tentu saja..menurutmu?"
"um...entah kenapa kurasa tidak begitu yixing-ah..."Suho mencium telinga Lay.
"y-ya ya ya...jangan melakukan hal aneh"
"hal aneh?seperti apa?ini?"Suho kembali mencium telinga Lay lama,tapi tiba-tiba ia menggigitnya pelan.
"akh...ya Suho...apa-.."
"jika kau tidak jujur...aku akan memakanmu malam ini Zhang Yixing"Suho menatap Lay tajam.
Lay menengguk ludah melihat Suho apa dia marah...
Yah sebenarnya bukan terpaksa juga..mungkin...cinta pada pandangan pertama?
Tapi bagaimana aku mengatakannya?aish...memalukan..
"heum?...kenapa kau diam ?"
"i-itu...aku...bukan...aishh...memalukan"Lay menggelengkan kepalanya.
Suho tersenyum kecil.
"ayolah...aku hanya ingin mendengarmu mengucapkannya,atau kau memang ingin ku makan eoh?"
Lay memebelalakan dia gila?
"baiklah...jangan tertawa!aku...me...mencintaimusuho"ucap Lay cepat.
Suho mengedipkan matanya.
"kau bicara terlalu cepat,aku tidak mendengarnya..."
Lay menatap kesal,"ahhh molla molla molla..aku mau tidur"Lay berjalan melewati Suho.
Tap
Tangan Suho melingkari pinggangnya.
"aku juga mencintaimu..."Suho berbisik di telinga Lay.
Mata Lay melotot,Suho memutar tubuh Lay menghadapnya.
"sangat mencintaimu...kau mendengarnya?bahkan sekarang jantungku terus berdetak cepat..."Suho menuntun tangan Lay kearah dadanya.
Lay merasakannya...dada Suho yang bedetak kencang,Lay menatap Suho sekilas kemudain menunduk.
"Yixing-ah..."Suho mengelus pipi kirinya.
Lay menatap Suho.
"bolehkah?"Suho menyentuh bibir Lay.
Mata Lay berkaca,kenapa...kenapa dia selalu membuatnya terpesona?
Lay melingkarkan tangannya dileher Suho.
"cium aku"
Suho tersenyum lebar.
Suho mendekatkan kepalannya dan mencium bibir yang terkesan lembut dan pelan.
"eung..."Lay semakin mengeratkan pelukannya dileher Suho.
Tiba-tiba Lay terkejut merasakan tangan Suho yang menyentuh punggungnya.
"Suho..angh..apa yang"Lay menarik bibirnya dan menatap Suho.
"aku hanya ingin menyentuhmu...tenang saja,aku tidak akan berbuta sejauh itu"
Wajah Lay memerah,ia mengangguk pelan.
"suho.."
"heum?.."
"aku...ingin tidur bersamamu...ma-maksudku hanya tidur!eum.."Lay berkata cepat.
Suho mengelus pipi Lay.
"baiklah,malam ini aku akan menemanimu um?"
Lay tersenyum,ia memeluk Suho erat.
next chap ada story Baekyeol/Chanbaek ^^
see u next chap
