Hehehe…ini chappy 2 yang ancur ini selesai juga
Chapter 2 :Papa Vanitas,Kak Ventus ,dan Kak Roxas
Hari ini adalah hari yang sangat indah dan cerah di Destiny Island ,semua makhluk disitu tentram sekali bahkan serigala dan domba pun berpelukan (emangnya ada?) kecuali di sebuah komplek di tepi jalan yang nggak bisa damai sejak Ventus dan Roxas mengadopsi seorang bayi (dibaca:Sora kecil ) yang tinggal di rumah Ventus dan Vanitas yang letaknya dekat dengan rumah kedua nobody yakni Roxas dan inilah kisahnya:
Ventus(dibaca:mama)sedang melakukan perjalanan ke toilet seperti biasa,sedangkan Vanitas(dibaca:papa) mengajarkan Sora hal yang rahasia sekali sehingga Ventus pun dilarang ketika Ventus akan memakai bajunya tiba-tiba…
"Hoekh!Ini bau apaan nih di bajuku!"teriak Ventus sambil memegang bajunya yang matching dengan Terra dan Aqua (Woi! nggak ada yang nanya),Ventus pun melirak-lirik kesana-kemari kayak penari Bali dan mengeluarkan hawa seram nan dingin nan 'siapa yang melakukan ini kepadaku akan kubunuh ,lalu kujadikan hiasan di tembok' lalu Ventus mendengar suara kecil yang berkata "Kak Ventus ,Sora pup…"
.
.
.
Ventus pun sudah mulai mendapat firasat…firasat kalo Sora pasti disuruh seseorang melakukannya dan munculah ide di benaknya.
3
2
1
"GYAAAAAAA!VENTUS!NGAPAIN KAMU JEBOLIN PINTU KAMAR MANDI WAKTU GUE LAGI MANDI HAAAAAHHHH?!" Vanitas dengan histeris nan lebay bertanya-tanya
"Kamu suruh Sora membuang kotorannya di bajuku kan ?!" dan 8 kata inilah membuat Vanitas ketahuan dan membatu.
"Habis aku lagi jengkel sih ke Sora..." jawab Vanitas yang membatu sekali "Emangnya dia ngapain lu kok sampe kamu jengkel?"
"Begini ceritanya
~Flashback~
Tok...tok...tok...
"Tahun baru beginian sudah ada yang amat..." Vanitas pun membuka pintunya dan Sora mulai berkata
"Berikan aku angpao...pao..pao...pao..."
~Back tu de stori~
"Lah terus ngapain kamu jengkel ?Kan dia cuma minta angpao ."Tanya Ventus datar sekali
"Dia begitu terus 3 hari 3 malam tau ,Beriakan angnya cuma satu sekali tapi paonya berkali-kali,sampe angpao kosong kuisi bakpao tau!" Vanitas pun marah-marah sambil memakai disinilah mulai pertengkaran rumah tangga yang meliputi pring terbang dan granat terlalu asyik bertengkar mereka pun tidak sadar bahwa dari tadi Roxas sudah ada di rumah mereka dan inilah reaksi Roxas terhadap pertengkaran suami istri itu
.
.
.
Oh oh
Vanitas ketahuan
tengkar dengan Ventus
Di depan Sora
.
.
.
Akhirnya pertengkaran mereka sukses membuat kerja sama untuk mencingcang Roxas sebab bukan hanya dia menyanyi lagu nan geje itu tetapi Sora pun ikut-ikutan dan kompak sekali.
~Di hutan depan kota~
Mereka pun berjalan-jalan sambil menjaga Sora kecil karena semua orang yang mereka percayai memiliki kegiatan masing-masing yakni:Axel membetulkan atap rumahnya Xion, Kairi dan Namine lagi bersih-bersih, Xion dan Aqua sedang mereka berjalan-jalan di hutan tanpa tujuan yang tetap tiba-tiba muncullah segerombolan heartless yang banyak dan Roxas mensummon keyblade mereka sedangkan Vanitas
"Sora lepaskan!"
"Huweeeeeee...Sora takut sama semut-semut gede!"
Dan para heartless pun terkalahkan karena kelelepan akibat tangisan Ventus dan Roxas cuma sweetdrop.
~Di Rumah Namine~
Kok bisa ke rumah Namine tiba-tiba ?Jangan tanya author
Para keybladers kita cengo melihat pintu rumah Namine yang memilik sebuah note:
'Roxas,Ventus,dan Vanitas tolong belanjakan ini di pasar di atas gunung
Belanjaan:...'
"Banyak amat nih belanjaannya !" Ventus dan Vanitas melongo meliaht belanjaan Namine yang segunung Everest
"Bagaimana kalo kita naik BMWku saja ?"Tanya Roxas yang membuat Ventus dan Vanitas bertanya-tanya 'Emangnya Roxas punya BMW?'
~Garasi Rumah Roxas dan Axel~
"Mana BMWnya?"tanya Ventus sambil melihat bahwa tidak ada mobil BMW di situ
"Loh ini kan BMW. Bemo Merah Warnanya" Jawab Roxas dengan polos sekali
#GUBBBBRRRRUUUAAKKKKKKK
'Pantas saja dia punya ,mah BMW yang dimaksud bemo berwarna merah...ASTAGA...'batin Ventus dan Vanitas
"Ngomong-ngomong kamu bisa ngendarain ndak?"tanya Vanitas heran
"Endak"Roxas menjawab dengan nan polosnya
(Ya ampun Roxas...masa punya bemo nggak bisa dikendarain)
"Terus kita naik apa dong?" tanya Ventus
"Naik ini aja..."
~OTW Pasar~
Pemandangan yang ada saat ini adalah yakni Roxas mengendarai sepeda ontel yang sudah karatan sambil membonceng Vanitas yang mengendong Sora...sedangkan Ventus degeret pake kereta kecil
"Woi apa maksudmu nyuruh aku naik ini hah?" Ventus memperotes sebab dia dicuekin oleh dua (tiga) orang yang berada diatas sepeda reot itu
"Kamu pikir ini enak dibonceng Roxas?Dia kalo mengendarai sepeda ngawur, bodoh!"
"Terus kalo keretanya sudah penuh gimana dong?"
"Kamu lari saja...kan larianmu cepat"jawab Vanitas datar
"Meskipun gitu aku bukan mobil tau!" Ventus pun marah-marah hingga dia baru ingat sesuatu"Hei Roxas ,kenapa kamu nggak pake Black Corridor aja..."Pertanyaan inilah membuat Roxas langsung mensummon Black Corridor
~Sesampai di pasar~
Di pasar Vanitas,Ventus ,dan Roxas dikerumunin ibu-ibu PKK sebab mereka kira Vanitas,Ventus ,dan Roxas sedang menjaga Sora karena ibu mereka pun dikelilingi banyak orang sehingga mereka hanya bergeser 0,000000000000000000000000000000000000001 mm sodara-sodara.
Karena mangkel Vanitas pun meloncati kepala-kepala ibu-ibu itu sedangkan Ventus dan Roxas berusaha mengejar Vanitas sambil meminta maaf kesemua 'pijakan' Vanitas
~Shopping time :Skip~
"Astaga...masa kita dikasih list segini banyaknya cuma dapet seekor ikan lele"Ventus sweetdrop sambil memegang seekor tiba-tiba...
"SAYANGKU..."tiba-tiba ada yang memeluk Roxas dan bukan Namine.
"GYYAAAAAAAA!BANCI TAMAN LAWANG!"Ventus dan Roxas menjerit histeris sambil lari sebab mereka dikejar oleh banci-banci itu .Sedangkan Vanitas disangka duda beranak satu akibat dia mengendong Vanitas pun mengendarai sepeda Roxas untuk pulang dan meninggalkan dua orang yang dikejar-kejar banci.
~OTW:Home~
Vanitas sedang mengendarai sepeda Roxas yang bobrok hingga...
"ROXAASSSSSS!NGAPAIN KAMU SIMPAN SEPEDA YANG REMNYA BLONG?!"
Akhirnya denag secepat kilat yang menyambar Vanitas pun meloncat-loncat diatas pohon sambil mengendong Sora
Jadi kesimpulan chappy ini ialah jati diri Vanitas yang sebenarnya adalah duda beranak satu yang ingin menjadi ninja(dibunuh Vanitas)
Oke..chappy OOC nan ancur ini selesai dengan sangat you in the next chapter yang tidak diketahui kapan akan dipublish
