Kukuku… kalian para readers pasti pada greget kan fic ini berakhir di sini kan ? *senyuman licik* Tapi bukan berarti cerita ini berakhir disini loh… mau tahu kenapa ? Selesaikan dulu chappy ini.
Chapter 4:Welcome back, Sora
Ini adalah hari ketiga untuk para babysitters kita menjaga Sora, jika hari pertama Ventus, Vanitas, dan Roxas. Lalu dilanjutkan dengan para perempuan, berarti hari ini siapa dong? Yap hari ini yang menjaga adalah Axel. Tapi Axel sedang bingung karena apa yang cocok untuk dilakukan pada hari ini , seperti apa kesetressannya , silakan disimak
Axel's POV
Aduh… bungung nih mau ngapain sama Sora. Kalo pergi belanja , nanti bernasib seperti Ventus sama Roxas yang dikejar sama banci taman lawang yang sampai sekarang pun belum pulang ; mau diajak berenang , aku sendiri saja nggak bisa berenang; mau diajak makan es krim , dia malah bisa tersendak trus guwe yang di nggek nggek (dibunuh).Tunggu bagaiman kalo aku ngajak dia belajar aja… kan gampang.
Normal POV
Axel sedang menyiapkan beberapa buku: mulai dari buku matematika kelas TK sampai tingkat kuliah S3 , buku cerita dari 1 halaman sampai 1.000.000 halaman (Emangnya Sora bisa belajar kayak gituan tuh ?). Lalu dia mengajak Sora ke meja yang sudah tersedia buku-buku yang bahkan author pun nggak ngerti .
"Kak Axel, kita mau ngapain ?" tanya Sora dengan polosnya
"Kita akan belajar." Kata Axel sambil mengingat bahwa Sora sudah hampir 50 kali remidi dari 500 ulangan .
"Oh…begitu…"
.
.
.
5 menit kemudian…
"Aduh… Sora , ini kan gampang , masa 1 + 1 nggak bisa-bisa?" Kata Axel sambil mengelus-elus kepalanya melihat si Sora yang nggak bisa menjawab soal sangat gampang sekali itu.
"Tapi Sora nggak tau cara ngerjainnya…" jawab Sora dengan begitu…POLOSNYA
"Begini caranya…" Axel pun mulai menjelaskan layaknya guru SMA ngajar anak umur 1 pelajaran MAkin TEkun MAkin TIdak KAruan alias MATEMATIKA. Dia menggambar sebuah apel lalu diberi tanda tambah '+' setelah itu Axel menggambar sebuah apel lagi terus ditulis sama dengan '=' disampingnya digambar dua buah apel. Dan inilah apa masuk ke dalam otaknya Sora:
0 (mari kita katakan bahwa 0 itu apel ) + 0= 00, berarti 1+1= 11
.
.
.
"GYAAAAAAAAAAAAA!" Axel sudah mulai kehilangan kesabaran, dia pun akhirnya mencoba mengajaran Sora berbicara,
"Sora , coba katakan 'Harry Potter puter-puter di atas trek.'" Perintah Axel. Sora pun berbicara "Hally Potel putel-putel di atas telek (cokelat yang dihasilkan oleh tubuh)."
.
.
.
"SORAAAAAAAAAAAAA!" Axel sudah mulai menggila , gimana nggak gila ? Masa diajarkan sampe Axel kiwir-miwir masih nggak masuk ke kepala ?
"Kalo begitu kita nyanyi aja…" dengan putus asa (layaknya orang ditinggal pacarnya di tengah-tengah selokan yang disaksikan tikus-tikus dan serangga di sana #Dibunuh Axel)"Ah…kalo begitu Sora nyanyi aja ini …" Sora pun mulai menyanyi
.
.
.
Mandi pagi tidak biasa
Mandi sore tidak biasa
Nggak mandi sudah biasa
Bau badan LUAR BIASA
.
.
.
"SOOOOOOOOOORRRRRRAAAAAAAAAAAAA ! SIAPA YANG MENGAJARKAN KAMU LAGU ITU HAH ? VANITAS ?" Axel OOCnya mulai rada begitu-begitu (author mulai geje)
"Bukan , tapi aku!"
.
.
.
"SIEEEEEEETTTTTTTTTTTTAAAAAAAAAAANNNNNNN!" kata Axel kayak kuntilanak di taman Ancol (lah…bukannya kuntilanak juga setan… entahlah author mulai geje kok)
"Bukan ini aku Ventus ! Ventus ! sama Roxas !"
Ternyata sietannya Axel itu Ventus toh…
"Jadi kamu sudah selamat dari kejaran banci-banci itu ?" Axel pun mengubah topik pembicaraan
"Jujur saja… aku sudah capek…Roxas sudah KO di belakang sana !" Ventus pun meceritakan semuanya yang author malas mengetik karena kepanjangan
~Malam hari~
"Nggak ! Aku ogah jagain Sora !" Ventus mengomel-ngomel dan sama sekali tidak dihiraukan seorang pun… Tiba-tiba saja…
1 detik Ventus , Roxas, Aqua, dan Xion mensummon keyblade mereka
2 detik Axel segera bangun dari tidurnya
3 detik Namine dan Kairi mengeluarkan senjata ampuh mereka yakni pisau daging
4 detik Sora bergelantungan di kakinya Vanitas
Dan apa yang terjadi sodara-sodara ? Muncullah setan (salah) yg betul adalah Riku dan Terra membawa obat agar Sora kembali ke usia semula.
"Akhirnya kita dapat juga obatnya." Terra dan Riku pun joget-joget geje begitu
"Kalau begitu kasih ke Sora sekarang!" Ventus pun mulai menodorkan keybladenya ke kedua makhluk yang sedang berOOC ria. "Baik…baik…" Sora pun meminumnya. Ajaib ! Sora kembali ke wujud dan usia semula
"SORAAAA!" Lantas Ventus, Vanitas, dan Roxas memeluknya… para perempuan mencoba menahan jeritan , Axel, Riku , dan Terra Cuma senyum licik.
.
.
.
"Hei Sora ! Kamu sadar nggak apa yang sedang kamu pakai ?" tanya Riku
"Eh ? Bajuku dong ! Kenapa?" Sora mulai kebingungan
"Soalnya sejak kapan kamu Cuma pakai pampers doang !"
"Hah ? WADAAAAAUUWWWW!" Sora pun tidak sadar bahwa selama ini dia Cuma memakai pampersnya bayi karena bajunya hancur akibat pertumbuhan kilat.
"Kalo mau pake bajumu ambil sana di pohon !" Axel menyahut dengan menahan tawa yang amat sangat
Dan fic ini berakhir dengan Sora mengambil pakaiannya dalam keadaan hanya memakai pampers bayi disaksikan oleh Riku dan Terra, dan tentu saja itu sangat tidak elit.
~Extend Ending~
"Gimana dengan sisa obat ini ?" Namine sepertinya kebingungan
"Buang saja." Sahut Xion
"Baiklah."
Dan tanpa disadari Namine terjatuh dan obatnya pun masuk ke mulutnya Roxas, alhasil Roxas pun menjadi anak umur 2 tahun, sama seperti Sora, tapi dengan kepolosan yang 10 kali lipat.
Nyahahahahahaha… saya memang cerdas, membuat para readers stress padahal ceritanya belum selesai #dibunuh readers. Untuk lanjutannya… silakan menunggu little Roxas yang belum saya ketik sama sekali. Ja ne~
