wu yifan ( kris ) 29 tahun
wu joonmyun ( suho ) 28 tahun
wu baekhyun 10 tahun
wu sehun 8 tahun
.
besok tanggal 15 nanti akan di adakan Qurban bersama di lapangan kelurahan setempat, mohon bapak/ibu yang belum memberi sumbangan dengan uang atau hewan Qurban langsung di berikan pada pak RT terimakasih .( angap aja ada pengumuman seperti itu )
siang-siang suho di kasih surat yang isinya di atas, tentang mengenai ibadah Qurban tanggal 15 nanti, keluarganya yang berpredikat kaya tentu harus menyumbang tapi ia bingung sumbang pake apa? duitnya sudah habis kemarin gara-gara ia lihat ibu-ibu di rampok setelah turun dari angkot, ibu-ibu itu menanggis, suho tidak tega lihatnya tapi karena dia orang yang kelewat baik maka ia (malahan) yang gantiin barang-barang ibu-ibu itu yang di rampok dan lagi-lagi jumplahnya tidak sedikit.
" nyumbang pake apa, duit ngak punya masa minta lagi sama suami ?" gumamnya, lalu masuk ke dalam menghampiri suaminya yang masih di kamar.
di ruang tengah ia melihat sehun dan baekhyun yang lagi main sama cempe dan ben-ben, suho menatapnya aneh.
cling (?)
suho sepertinya tahu sesuatu lalu ia berlari menemui suaminya yang lagi di kamar mandi sedang mencukur jengotnya yang baru numbuh 1 mm.
" aduh ma. jangan lari-lari nanti jatuh " tegurnya pada sang istri, suho tak peduli lalu melompat dan duduk di whastafle depan suaminya, kris buru-buru nutup pintu takut anaknya niru kelakuan mamanya kalau lihat dan mungkin akan terjadi hal-hal lain setelah itu.
" ada apa sih ma ?" tanyanya begitu sang istri merebut pisau cukur dan membantu menyukur jengotnya " gini pa. pak RT ngadain qurban kita warganya suruh nyumbang " jelasnya " terus ?"
" ya itu kita ngak punya duit buat nyumbang. malu dong kitakan orang kaya masa ngak nyumbang ?" " lalu? "
" ya kita ngak punya duit buat nyumbang " suho mulai kesel " itu kamu tahu kita ngak punya duit, kita sumbang aja seadanya, kamu punya berapa, 10 ribu ya udah sumbangin " jawab kris, suho manyun dia kesel karena suaminya tidak mengerti maksudnya " bukan begitu. ace kira-kira melahirkanya lagi kapan ?" tanya suho mengalihkan pembicaraan, kris nampak berfikir " nggggh kira-kira 7-9 bulan lagi kayaknya " suho mendesah kecewa " yakan butuh proses kawinya, hamilnya , baru deh melahirkan. eh tapi ace suka pilih-pilih sama pejantan yang mau dikawinin, kemarin aku pinjam kambingnya si jonghyun si memet, ace ngak mau "
" ih apaan sih malah nyeritain si ace " " hehehe maaf deh, emang ada apaan sih ?" tanyanya sambil toel dagu istrinya " gini pa, karena mama ngak punya duit buat nyumbang bagaimana kalau ace yang di sumbangin? kan masih ada cempe sama ben-ben jadi kita tetep masih punya kambing " jelasnya enteng tanpa mengetahui kris yang melotot terkejut.
" bagaimana pa? "
" WHATTTT, NOOOOOOOO! " teriaknya persis di depan muka suho " ih apaan sih, ngak gitu juga kali " kesalnya gara-gara sang suami yang menyemburkan hujan lokal ke wajahnya " eh maaf sayang, maaf sayang " katanya sambil ngelap wajah suho dengan handuk.
" bagaimana kalau cempe atau ben-ben saja " usul kris agar kambing kesayanganya selamat, suho cemberut " nanti sehun sama baekhyun bakalan nangis kenapa ngak ace saja sih " kesalnya lalu membanting pisau cukur kris ke koslet dan turun dari whastafle lalu pergi, kris menghela nafas.
.
suho berjalan keruang tamu menghampiri anak-anaknya dan duduk di sofa menyalakan tv , ini hari senin mereka libur setelah menerima raport nilai pelajaran jadi mereka libur 2 minggu, suho ngenes kalau anak-anak libur soalnya berisik.
" ma " panggil baekhyun
" hmm " respon suho tanpa mengalihkan matanya dari tv
" besok jalan-jalan ma " pinta baekhyun merajuk, sehun yang lagi main sama cempe mendadak tertarik dengan perkataan kakaknya lalu ikut-ikutan " iya ma jalan-jalan, jongin thama tao aja pergi jalan-jalan kok kita ngak ?" suho mendesah lalu menatap anak-anaknya, ia masih kesel gara-gara suaminya yang sepertinya lebih sayang ace dari pada istrinya, jujur suho cemburu dan ingin sekali menyingkirkan ace dan sepertinya beruntung sekali besok idul adha yang merupakan kesempatan emas untuk melenyapkan ace selamanya hahaha. suho tertawa dalam hati membayangkan rencananya besok.
dua bocah itu menatap mamanya heran yang tiba-tiba senyum-senyum ( menyeringai )sendiri.
" ma " kata baek menepuk pundak mamanya takut kalau-kalau mamanya kesurupan " iya baek ? " berhasil suho langsung sadar " kita pingin jalan-jalan boleh ngak? "kata baekhyun mengulang pertanyaanya, suho terdiam lalu tersenyum dan menganguk
" hore!, besok kita jalan-jalan " pekik baekhyun senang " beneran ma? " suho menganguk lagi lalu sehun ikutan teriak seperti kakaknya, kris yang di kamar mandi sedang mencari pisau cukur yang baru karena pisau cukurnya di buang suho ke koslet cuma geleng-geleng kepala mendengar keributan di ruang tengah, ia bertanya-tanya suho yang katanya tidak suka anak kecil kenapa anak-anaknya justru paling nurut sama dia.
bodoh banget kamu kris. diakan ibunya ya tentu harus nurut, walau katanya suho tak menyukai anak-anak tapi mereka anaknya yang pasti dia menyayanginya karena itu adalah perasaan permanen yang di miliki seorang ibu.
.
ke esokan paginya
kris bangun mendapati istrinya sudah tak di sampingnya lagi, di liriknya jam di atas meja nakas yang menunjukan jam 11 lewat 10.
ya iyalah suho sudah bangun orang ini sudah siang.
karena ini hari libur jadi kris sengaja bangun siang, padahal dia pengen bangunya nanti sore biar sekalian besok kerja kalau di kasih lembur ngak ngatuk lagi, dia sebel sama mahluk-mahluk ikan dan monyet di kantornya yang seenaknya melimpahkan kerja padanya.
tapi mau di kata kalau perut keroncongan pasti mendadak ingin bangun, kris bangkit dari ranjang dan keluar kamar menuju dapur mencari istrinya, walau suho tak bisa masak tapi dia orangnya gigih selalu berusaha dan tak akan menyerah walau harus berhadapan dengan musuh besarnya " bawang " kris salut sampai-sampai kris bingung saat dia bertanya " bagaimana masak tidak mengunakan bawang ?"
di dapur kris tak mendapati istrinya lalu ia ke ruang tengah tempat nongkrongnya anak-anak, ia tahu sehun dan baekhyun masih di dalam rumah kalau bapaknya belum bangun mereka d larang keluar rumah nanti di culik!" beitulah pesan ibunya dan mereka gampangnya langsung percaya dan nurut.
" baek. mama kemana ?" tanyanya pada si sulung yang lagi main apa ngak tahu pegang-pegang kuas padahal ngak ada kanvas atau kertas mau gambar di mana dia?
" ngak tahu. tadi pergi ke masjid " jawabnya cuek, kris mengernyit, ngak tahu kok, dia tahu mamanya berada? aneh ya?.
" main apa? " tanyanya lagi mendekati 2 bocah yang lagi sibuk " pa baguth ga ?" kata sehun memperlihatkan karyanya, kris membelalakan matanya " ya ampun sehun. kok cempe di warnain warna-warni begini ?" shoknya menatap cempe malang itu " biar baguth pa. biar laku " katanya lagi, kris tersadar " oh iya-ya, inikan mau di jadikan qurban " gumamnya, baekhyun yang denger mengernyit .
" qurban? cempe mau di jadikan qurban?" " ngak boleh. cempe ngak boleh di jadiin korban " " qurban hun bukan korban " kata baekhyun membenarkan, sehun cemberut " thama aja " " bedalah! " baekhyun mulai sewot " sudah hentikan " kris melerai ia tahu anak-anakhya pasti akan berantem " baek mama masak apa, lapar nih " kata kris menghempaskan tubuh menjulangnya ke sofa " mama ngak masak " jawab baekhyun " la. kalian sarapan apa ?" bingung kris " thereal " ini sehun yang jawab " lapar ya pa? baek masakin ya ?" " emang kamu bisa masak? " tanya kris tak yakin " bisalah" jawab baek mantap " masak apa ?"tanya kris penasaran " masak air sama mi rebus " jawabnya, kris mendesah kecewa, memang anak seumuran baekhyun tidak bisa di percaya dalam hal memasak. kayak mamanya.
" ngak usah ya baek, papa mau beli lontong sayur aja kalau ada yang lewat " " nih udah siang ngak ada yang lewat pa "
" masih ada "
dan tiba-tiba...
TENG TENG TENG
" noh panjang umur " 2 bocah itu melongo yang sepertinya doa bapaknya cepet terkabul " baek ambilin mangkok dong " suruhya pada si sulung, walau baekhyun judes dan suka membantah tapi dia paling nurut kalau di suruh
"hyung sama sehun mau ngak?"
" mau! " khor 2 bocah itu lalu berlari ke belakang mengambil mangkok, kris menatap miris kambing yang di tinggalkan begitu saja dalam ke adaan mengenaskan (?), lalu ia keluar rumah memangil si penjual lontong sayur.
" makan di sini ajah ya " katanya lalu memberikan mangkok berisikan lontong sayur pada anaknya dan duduk lesehan depan rumah.
" bang jangan pergi dulu, temenin saya makan " kata kris pada si penjual lontong sayur yang berniat mau pergi
" ya kenapa mas ?" bingungnya " ngak apa-apa, saya lagi galau di tinggal pergi istri saya " abang penjual makin bingung dan mendadak ngak enak, ia takut kris minta selingkuh sama dia,abang itu sudah berniat mau kabur.
" PEDETHH...! " teriak sehun tiba-tiba, kris terlonjak kaget " hyung ambilin minum " baekhyun langsung lari ke dalam mengambil air minum dan setelah kembali langsung memberikanya pada adiknya , sehun meminumnya dengan rakus
" sehun ngak usah makan lagi ya " kata kris mengambil mangkok sehun yang isinya masih utuh ( padahal niat dia mau nambah ), sehun cemberut " thehun mathih pengen " rajuknya dan menarik mangkoknya " ya udah kalau ngak mau buat papa aja ya " sehun menganguk lalu makan lagi di selingi minum karena ia tidak tahan pedas kayak mamanya, kris bingung sebenarnya yang paling mirip mamanya siapa sih baekhyun atau sehun? karena dua-duanya sifatnya mirip.
" mas sudah ya, saya permisi " kata abang penjual lontong sayur dan mendorong grobaknya menjauh " ya bang saya belum ngobrol-ngobrol " teriak kris memanggil abang itu, sepertinya abang itu ngambek gara-gara di cuekin.
" makan di dalam aja yuk, malu di lihatin orang " .
.
" mama pulang! " teriak suho memasuki rumahnya sambil nenteng kantong plastik putih yang isinya merah-merah kaya darah
" ma, kok lama banget sih, kita kan mau jalan-jalan " kata baekhyun menghampiri mamanya " iya tapi tunggu mama masak ini dulu ya " jawabnya sambil menunjukan kantong plastik yang tadi tenteng-tenteng, sehun bergidik ngeri.
" ma itu apa thih, kok merah-merah begitu? "
" ini daging, tadi mama dapat dari masjid " " ya ampun ma, mama ke masjid cuma minta daging doang, kenapa kita ngak beli aja, kita masih kuat beli ma ngapain minta " kris tiba-tiba menyela dan sekaligus membuat suho bete.
" ini tuh ngak minta, ini di kasih karena mama bantuin mereka " jelas suho rada kesel di tuduh suaminya
" emang mama bantuin ngapain? motongin ya? " tanya sehun heran " iya. motongin lehernya " jawab suho " astafilullah..." kris istifar sambil ngelus dada " jadi mama yang nyembelihin kambingnya ?!" pekik baekhyun tidak percaya, kalau mamanya barusan membunuh kambing walau secara halal sih, suho menganguk sambil tersenyum dan mereka si pecinta kambing bergidik ngeri.
suho hanya senyum-senyum lalu ke dapur mau memasak daging yang tadi ia bawa buat bekal nanti jalan-jalan.
" pa. kok tumben sih ace ngak bersuara, padahal kambingnya papa paling berisik " kata baekhyun yang merasa ganjil dengan mamanya cempe dan ben-ben yang tumben-tumben tak bersuara, padahal biasanya dia paling berisik kalau belum di kasih makan. setau baekhyun ace belum ada yang ngasih makan sejak pagi.
" pa? " panggil baekhyun, papanya malah ngak jawab malah diam kayak patung
" pa-"
" SUHOOOO ACE-KU MANAAAAA? "
" oh tadi aku bawa ke masjid " jawab suho dari dapur, kris mukanya merah pertanda dia sudah kesel banget tapi dia ngak berani marahin suho. dan karena tak bisa mengeluarkan amarahnya kris masuk ke kamar lalu menguncinya dan ngamuklah dia di kamar , semuanya di banting-banting dan di lempar tapi bukan barang-barang yang mudah pecah yang dia banting takut anak-anaknya takut terus tentu dia rugi besar.
" ma emang ace di jadiin qurban ya ?" " ngak " jawab suho enteng " terus ace kemana? kok ngak ada suaranya itu berarti ace ngak ada " kata baekhyun lagi, dia lagi bingung " oh itu, ace aku titipin ke kandangnya bang onew yang deket masjid biar nanti cepet hamil, kan bisa di jual nanti kalau anaknya banyak " jawab suho, 2 anak itu cuma ber'oh ria sambil mangut-mangut mengerti.
FIN
.
terimakasih buat reader yang sudah review chap sebelumnya, maaf ngak aku sebutin satu-satu
.
.
