ANOTHER PARODY
Summary:
Kim Joon Myeon, seorang yeoja aneh yang memakai penuntup mata disebelah kirinya adalah siswi yang dianggap sesuatu yang tidak ada di kelasnya, seorang siswa bernama Wu Yi Fan ingin sekali mencari tahu tentang seluk beluk kelas 3-3 dan tentang Joon Myeon, Apa yang sebenarnya terjadi dikelas 3-3 itu? Kenapa kelas itu berbeda dengan kelas lainnya?.. Kenapa Joon Myeon dianggap sesuatu yang tidak ada?
Main Cast
- EXO member (Specially Suho & Kris) with SM artist
Other Cast
- Other Korean Artist
Genre: Thiller, Mystery , Sadistic, Tragedy
Rating: T
CHAPTER 3
"Mau aku perlihatkan..." Kata Suho.
"Eh?"
"Mau aku perlihatkan..." Suho memegang penutup matanya. "Apa yang dibalik penutup mata ini.." Kris menelan ludahnya kemudian mengangguk pelan.
Suho membuka penutup matanya, dan yang terlihat sebuah mata yang berbeda warna dengan mata sebelah kanannya. Mata itu berwarna hijau, itu adalah mata buatan.
"Mata buatan?" Tanya Kris
"Mata Kiriku adalah mata boneka... Karena bisa membuat yang tidak terlihat menjadi terlihat.." Kata Suho. "Jadi biasa aku sembunyikan.."
"Apakah ini membuatmu tidak nyaman?" Tanya Suho, dan Kris hanya menggelengkan kepalanya. "Tempat ini asing bagimu.. karena itu kau tidak seharusnya berada disini.."
Suho berjalan ke arah tangga, dan dia kembali menggunakan penutup matanya.
"Kau kesini.. karena suatu hal,kan... pasti ada yang ingin kau ketahui.."
"N..ne..."
"Kajja.. lebih baik kita ke atas saja.. disana lebih nyaman dibandingkan disini.." Kata Suho sambil berjalan menaiki tangga.
...
"Rumahmu ada disekitar sini?" Tanya Kris.
"Ne.."
"Ngomong-ngomong soal 'Gerhana Kematian'... apakah itu adalah nama dari toko ini?" Suho hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Dan hari itu.. saat kita bertemu di Rumah Sakit.. yang kau bawa itu boneka,kan?"
"Ne..."
"Apakah itu untuk seseorang... m..maksudku.. aku dengar ada gadis yang meninggal di Rumah Sakit itu.."
"Yang kudengar ... antara Kim Joon Myeon dan Lee Joon Myeon... "
Kris teringat dengan kata-kata Taeyeon tadi.
"Pasti ada hal lain yang ingin kau tanyakan,bukan?" Kata Suho.
"Aku rasa... ada beberapa hal aneh yang aku rasakan... M.. Maksudku..."
"Padahal pernah kukatakan sebelumnya.. untuk tidak mendekatiku.." Ujar Suho. "Tapi mungkin sudah terlambat.."
"Terlambat?"
"Kau benar-benar tidak tahu apa-apa,ya... Yi Fan-ssi.." Kata Suho sambil mendekat ke arah Kris. "ada sebuah cerita lama... tentang kelas 3-3 26 tahun yang lalu... tidak ada yang pernah menceritakannya padamu?" Tanya Suho. Dan Kris hanya mengangguk. Suho,pun kembali ke posisinya.
"Ada seorang murid... yang hebat dalam olahraga dan pelajaran lainnya..." Ujar Suho.
"Dia juga baik kepada semua murid maupun orang lain... sehingga semua guru.. dan murid lain menyukainya... tapi begitu dia naik ke kelas 3... dia meninggal..."
"Karena apa?" Tanya Kris.
"Yang aku dengar dia meninggal karena kecelakaan pesawat bersama keluarganya... ada juga yang mengatakan bahwa Rumahnya kebakaran..." Kata Suho. "Pokoknya setelah itu.. teman-teman sekelanya terkejut..."
"Mereka semua sangat berduka... sampai akhirnya... ada salah seorang murid yang mengatakan... 'Dia belum mati' "
Kris tercekat mendegar kata-kata Suho.
"Dia menunjuk ke arah meja yang biasa ditempati anak itu..." Suho pura-pura menunjuk sesuatu. " 'Lihat dia ada disana... Masih hidup.. Dia tetap disana' "
"Kemudian.. ada murid lain yang mengatakan hal yang sama... 'Benar.. dia belum mati' " Kata Suho.
"Reaksi ini terus berlanjut ke setiap murid di kelas itu.. tidak ada yang percaya pada awalnya... mereka hanya tidak ingin menerima kenyataan yang lebih pahit..." Kris masih terus mendengarkan cerita Suho.
"Namun pada akhirnya... semua mempercayainya... sampai ke guru-guru dan kepala sekolah..."
"Sampai pada akhirnya saat upacara kelulusan ... Kepala sekolah memerintahkan.. untuk mengikut sertakan bangku yang dipakainya untuk kelulusan..."
"Hah?!"
"Lalu... saat kelulusan... saat semua murid mengambil foto kenangan berserta wali kelas... mereka menyadari satu hal... bahwa ada anak itu juga ikut serta.. dimana seharusnya gadis itu tidak ada... dia ikut tersenyum seperti lainnya.. dengan kulit yang pucat seperti mayat.. Dia... murid yang meninggal itu.." Suho sempat berhenti sejenak sampai akhirnya...
"Namanya ada Joon Myeon.. " Kris membulatkan matanya tidak percaya atas yang Suho ucapkan.
"Cerita ini masih ada kelanjutannya..." Kris hanya bisa memandang Suho dengan ekspresi yang tidak bisa diungkapkan. Sampai akhirnya bunyi HP Kris mengejutkannya.
"M..maaf sebentar.." Kris mengangkatnya. "Ne.. mianhae,nek.. aku akan segera pulang.. aku hanya berjalan-jalan sebentar..." Kris seperti mendengarkan orang yang berbicara disebrang sana. "Ne.. aku baik-baik saja..." Katanya lalu memutuskan sambungannya.
"Alat yang tidak menyenangkan... kau bisa terhubung maupun tertangkap..." Kata Suho dan segera beranjak dari duduknya. Kris ingin mengikuti Suho namun si nenek yang menjaga toko mengatakan bahwa toko ini akan segera tutup. Dan begitu Kris menoleh ke arah Suho... dia sudah menghilang.
"Haaahh" Tao menghela nafas. "Setelah ujian kita ada bimbingan yaaa... kalau harus bicara panjang dengan guru... rasanya membuat pusing..."
"Kemungkinan masuk Universitas jaman sekarang... 95 persen lebih.." Kata Lay yang ada disebelah Tao.
"Memangnya kau mau masuk Universitas mana?" Tanya Tao.
"Kemungkinan aku masuk Universitas Swasta..." Ujar Lay.
"Memangnya nilaimu cukup?"
"Aku sedang berusaha ..."
"Ya.. teruskanlah.. usahamu... hmm.. Kris mau masuk Universitas mana? tapi bukannya kau ingin kembali ke Cina?"
"Ne.. ayahku juga akan pulang musim semi tahun depan.." Ujar Kris.
Tiba-tiba Jessica datang.
"Aku juga.. sepertinya akan pindah ke Cina.." Ujarnya. "Semoga kita bisa satu Universitas nanti, Kris-ssi.."
"N..Ne..."
"Jessica-ssi.. jadi pindah ke Cina?" Tanya Minho, yang ada dibelakang Jessica.
"Aku juga kurang tahu... tapi kemungkinan besar iya..." Jawabnya. Sementara itu Minho memandang sinis Kris, dan Kris hanya membuang muka karena gugup.
...
Hujan mengguyur kota Seoul hari ini. Jam pulang sekolah,pun tiba. Banyak murid-murid yang berlarian untuk menghindari hujan sebisa mungkin.
"Kris-ssi..." Panggil Sunny. Kris masih berada di kelas, menunggu hujan reda.
"Ah.. Ne?"
"Kau tidak membawa payung?" Tanya Sunny.
"Begitulah..." Kata Kris.
"Pulang denganku saja... kebetulan.. Rumahku ada di belakang Rumahmu.." Ujar Sunny.
"A..aku jadi merepotkanmu..."
"Tidak usah sungkan padaku..." kata Sunny sambil berjalan keluar kelas diikuti oleh Kris.
Begitu sampai di pintu keluar sekolah, Kris teringat akan cerita Suho.
"Maaf,Sunny-ssi.. Suho itu... orangnya seperti apa?" tanya Kris, dan Sunny menghentikan langkahnya. Nafasnya berderu(?) cukup kencang.
"Jangan..."
"Jangan apa?" Tanya Kris.
Sunny berbalik menghadap Kris. "Jangan pernah menyebutkan nama itu di kelas 3-3!"
"Kenapa..."
"Aaaahhh!.. Hujannya deras juga..." Kata Tao yang datang secara tiba-tiba.
"Tao-ssi... apakah kau tahu tentang cerita kelas 3-3 26 tahun yang lalu?" Tanya Kris yang menyebabkan langkah Tao terhenti.
"Kau.. percaya dengan cerita itu?" Tanya Tao.
"Eh?"
"Ada apa 3 orang memasang tampang serius?" Tanya Choi seongsaengnim yang datang tiba-tiba.
"Kris-ssi.. mengetahui cerita kelas 3-3 26 tahun yang lalu..." Ujar Sunny.
"Kisah itu yaaa.. lebih baik tidak usah dipikirkan... tetapi.. kita harus tetap berhati-hati.."
...
"Aku pulangg!" Kata Sooyoung yang langsung masuk ke Ruang TV. Dan mendudukan dirinya di sofa sebelah Kris.
"Sepertinya noona lelah sekali..." Ujar Kris. Sooyoung meregangkan otot-ototnya.
"Ne... begitulaahh.."
"Oh iya.. ngomong-ngomong.. dulu ibu masuk kelas 3-3?" Tanya Kris, dan seketika senyuman Sooyoung memudar.
"Soal itu..."
"Waeyo,noona?"
"Kenapa tiba-tiba saja kau bertanya seperti itu,Kris?" Sooyoung masih memandang lurus kedepan.
"Karena.. aku mendengar... cerita tentang kelas 3-3 saat 26 tahun yang lalu.."
"Itu... hanya cerita lama..." Sooyoung beranjak dari duduknya. "Lebih baik tidak usah dipikirkan... nanti kau akan tahu sendiri..." Sooyoung meninggalkan Kris yang nampak kebingungan.
...
Saat disekolah, Kris yang baru kembali dari gedung lama melihat Suho yang sedang berada di rooftop sendirian. Lalu dia segera berlari ke arah rooftop. Lay berjalan bersama Kris, melihat Kris berlari ke arah jalan yang menuju Rooftop dan mengalihkan padangannya ke arah Rooftop.
"Itu,kan?!..."
Kris sudah sampai di Rooftop, namun tidak ada siapa-siapa disana dan angin berhebus cukup kencang. Dan HP Kris berbunyi. Itu ada panggilan dari Tao
"Ne?"
"Kau ini kenapa?! "
"Apa maksudmu?" Tanya Kris.
"Aku melakukan ini karena posisimu dalam bahaya... dan mungkin Jessica akan marah besar! " Ujar Tao.
"Hah?"
"Dengar, Kris... Jangan pernah bermain-main dengan sesuatu yang tidak ada! "
Karena angin kencang, Kris tidak bisa mendapatkan sinyal dengan baik, tapi dia masih bisa mendengar suara Tao.
"A..apa yang kau bicarakan?"
"Ini berbahaya!.. Dan juga cerita tentang 26 tahun yang lalu... aku akan menceritakan ini bulan depan.. jadi aku mohon bulan ini... " Perkataan Tao terputus karena sinyal yang jelek. Kris masih tidak percaya dengan ucapan Tao tadi.
...
"Nama gadis yang meninggal itu adalah Joon Myeon... namun marganya aku masih belum tahu pasti.. " Ujar Taeyeon dari telepon.
"Hmmm..."
"Tapi kalau tidak salah... Marganya adalah Lee.. bukan Kim... "
"Lee Joon Myeon..."
"Heh.. sebentar lagi kau akan ujian,kan... "
"N..ne... darimana noona tahu?"
"Adikku sekelas denganmu, Kris... dia adalah Kim Taemin... dia juga sedang berusaha untuk ujian nanti... "
"Begitu..."
"Kalau begitu.. aku tutup dulu telponnya, kau juga harus tidur,kan.. ini sudah terlalu larut... "
"Ne... sampai nanti, Taeyeon noona..." Kata Kris dan memutuskan sambungannya.
...
Sewaktu mengerjakan soal, Kris meminta izin pada seongsaengnim untuk keluar sebentar. Dan dia bertemu dengan Suho.
"Kau tidak ada dikelas daritadi..." Kata Kris.
"Ne.." Suho memandang keluar jendela, melihat hujan yang mengguyur kota Seoul dengan lebat.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Kris.
"Ne.. aku tidak apa-apa.."
"Selama ini aku selalu ingin bertanya... kenapa semua orang dikelas.. bahkan seongsaengnim,pun.. tidak menghiraukanmu... apa karena..."
"Itu karena.. aku tidak ada.." Ujar Suho memotong perkataan Kris.
"eh?!"
"Yang hanya bisa melihatku... hanya... Yi Fan-ssi.." Lanjutnya.
"T..tidak mungkin..."
Tiba-tiba seorang guru piket mendatangi kelas 3-3 dan tidak lama kemudian, Sunny keluar dari kelas. Nampak dia tergesa-gesa, Sunny segera mengambil payungnya. Begitu dia ingin berlari menuju tangga sebelah kanan, Sunny nampak terkejut melihat Kris bersama Suho. Dia berbalik arah menggunakan tangga yang ada di kiri.
Sunny sangat terburu-buru sehingga tidak memperhatikan langkahnya. Dia terpeleset ditangga. Payungnya terlepas dari genggamannya.
"Argh!" Sunny terguling ditangga, dan posisinya tepat saat payungnya terbuka dan ujungnya yang tajam mengarah ke atas. Tidak bisa dihindari lagi.
CRASH!
BRUAK!
Terdengar bunyi yang cukup keras dari arah tangga yang dilewati Sunny tadi. Kris dan seongsaengnim tadi segera berlari memeriksa apa yang terjadi.
Begitu sampai disana, mereka mendapati bahwa Sunny yang tergeletak tidak berdaya, ujung payung yang tajam menembus tenggorokannya, mengeluarkan banyak darah.
Dia berusaha berteriak minta tolong, tapi apa daya. Darah merah segar dengan deras mengalir ke lantai. Kris memegangi tenggorokannya sendiri melihat keadaan Sunny yang seperti itu.
Perlahan, tangan Sunny berhenti bergerak. Dan saat itu juga dia menghembuskan nafas terakhirnya, dengan darah yang masih mengalir.
TBC
