A NARUTO Fan Fiction
Princess 7174 Proudly Present
My Baby Girl
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pairing: Uchiha SasukexHaruno Sakura & Uzumaki NarutoxHaruno Sakura
Genre: Romance, Humor, Friendship and Family
Warning: AU, OOC, Typo(s) aneh, ngga jelas dll
I hope you give a good respect for my first fanfiction
If you like please reand and review
If you don't like?just read and you will like it ^^
My Baby Girl Chapter 2 : Rival
"Sakura-chan, boleh pinjam penghapus?"
"Ini Naruto-kun.."
"..."
"Naruto-kun tolong lepaskan tanganku.."
"Eh? Gomen, tanganmu lembut sekali jadi tak tahan untuk tidak menyentuhnya.."
Ctak..
Seketika empat sudut siku-siku muncul di kening sang bungsu Uchiha. Walaupun duduk terpisah dari Sakura dengan jarak yang lumayan, tapi pendengaran bungsu Uchiha ini sangat tajam jika sudah menyangkut urusan sakura.
Demi apapun yang ada di dunia ini, kalau saja Kakashi sudah tidak mengajar, mungkin Sasuke akan segera menarik kerah baju Naruto dan melampiaskan kemarahannya yang sudah ia tahan selama 2 jam terakir ini.
Sasuke sendiri sudah tidak sabar untuk memukul wajah pemuda yang menurutnya sangat membuatnya muak dan kesal tapi entah kenapa bel istirahat yang biasanya terdengar cepat, anehnya saat ini belum berbunyi juga.
Di depan, Kakashi memperhatikan ekspresi wajah Sasuke yang sedang mengeluarkan aura gelap nan hitam sedangkan Naruto sedang mengeluarkan aura bunga bunga nan bahagia, perbedaan jelas sekali terlihat bukan? Kakashi hanya bisa pasrah kepada dua laki-laki yang sepertinya sedang berperang secara tidak langsung itu. Sudah jadi resiko yang akan ia tuai, jika dia sudah menempatkan Sakura dengan Naruto.
'ya..kita lihat nanti saja, apa jadinya mereka..' batin Kakashi.
Kriinggg..
Akhirnya suara yang sudah di tunggu-tunggu oleh seluruh siswa dan siswi penghuni Konoha Senior High School itu pun mengeluarkan tanda tanda kehidupan. Dengan penuh suka cita dan rasa bahagia, para penghuni kelas langsung berdiri dari tempat duduknya masing masing dan berhamburan keluar dari terkecuali Sasuke, pemuda berambut raven itu langsung bangkit berdiri dan menghampiri kekasihnya yang sedang di goda oleh serangga penganggu.
"Sakura.."
"Sasuke-kun? Sebentar, aku ambil kotak makannya dulu.." Kata Sakura dan mencari-cari kotak makan mereka yang biasanya selalu Sasori siapkan.
"Sakura-chan aku ikut denganmu ya?" Tanya Naruto dengan wajah memelas yang membuat Sasuke ingin meninjunya.
"Tch.."
"Kenapa? Kamu tak suka?" Tanya Naruto dengan wajah seolah olah dia yang paling benar di kelas ini.
"Hari ini, aku masih mengampunimu, tapi besok jgn harap.." Ancam Sasuke.
"Kamu kira, kamu siapa? Sama sekali tidak takut padamu Uchiha-san.." Kata Naruto.
Onyx dan safir itu saling menatap tajam satu sama lain. Sakura yang menyadari atmosfer tidak bersahabat dari dua orang tersebut, langsung berfikir untuk mencairkan suasana yang dingin itu. Sakura mengandeng tangan Sasuke dan mengajak kekasihnya itu untuk keluar.
"Gomen Naruto-kun, lain kali saja.." Tolak Sakura.
"Jangan memanggilnya dgn suffix-kun Sakura, memangnya dia siapamu?" Kesal Sasuke.
"Bilang saja, kamu iri teme.." Cengir Naruto.
"jangan sok akrab denganku.." Geram Sasuke dan hendak menyerang Naruto tapi sentuhan lembut di lengannya membuat bungsu Uchiha ini menoleh dan menatap emerald yang selalu menenangkannya. Mata Emerald indah Sakura selalu bisa membawa kembali ketenangan ke dalam dirinya yang sedang dalam emosi. Naruto yang melihat hal itu merasa cemburu, padahal dia yang ingin membuat Sasuke cemburu tapi sekarang kenapa dia yang cemburu? Padahal Sasuke dan Sakura hanya saling menatap dengan senyuman di wajah mereka masing masing tapi di mata Naruto, melihat hal seperti itu saja dia sudah tidak suka. Rasanta dia ingin dengan segera mencolok mata Sasuke yang sedang menatap emerald Sakura intens.
"Jangan tatap Sakura-chan ku dgn tatapan mesum mu itu teme.." Celetuk Naruto.
Ctak..
Seketika emosi Sasuke yang tadinya sudah stabil kembali naik lagi hingga ke ubun-ubun. Tangan bungsu Uchiha itu terkepal erat menahan emosi dan juga tinju yang hendak ia layangkan ke wajah pemuda yang menyebalkan. Sakura berusaha lagi menenangkan Sasuke dengan mencium pipi bungsu Uchiha itu tapi hal itu malah berefek kebalikan, emosi Sasuke reda dan sekarang emosi Naruto yang meluap luap melihat adegan tadi.
"Sialan menjauh darinya.." Omel Naruto dan hendak menarik tangan Sakura tapi tangannya di tepis secara kasar oleh Sasuke yang sepertinya sudah emosi tingkat akut.
"Baka..harusnya aku yang bilang seperti itu Dobe sialan.." Geram Sasuke. Emosi sang bungsu Uchiha ini sebentar lagi akan terlepas kalau saja, Sasuke tidak mengingat ada Sakura di sampingnya. Teman sekelas mereka yang melihat hal itu hanya bisa menikmati adegan yang jarang terjadi di sekolah ini karena selama ini belum ada yang berani dengan sengaja dan secara terang terangan mendekati, menyentuh dan punya niat untuk merebut Sakura dari Sasuke sampai menantang Sasuke dan membentak Sasuke, mereka harus akui Naruto sangat berani atau bisa di bilang kelewatan bodoh.
"Dobe?jaga bicaramu Teme.." Geram Naruto dan maju kehadapan Sasuke, menantang sang ketua klub dojo.
"Kamu hanya ketua klub dojo, jangan sok kuat Teme.." Kata Naruto dengan senyuman merendahkan Sasuke.
"Jadi, kamu lebih hebat dariku? Ayo kita buktikan.." Kata Sasuke.
"Sasuke-kun, Naruto-kun, sudahlah, jangan melebih lebihkan masalah.." Kata Sakura berusaha menenangkan Sasuke dan melihat dari emosi dan posisi kedua pemuda tersebut, pastinya pertengkaran hebat yang bermula dari masalah sepele akan segera dimulai.
"Diam.." Kata Naruto dan Sasuke membentak Sakura dan sontak gadis manis bermata emerald itu tersentak kaget.
Selama ini belum pernah ada yang membentaknya ataupun menatapnya dengan tatapan tajam yang seperti itu. Ini baru pertama kalinya, Sasuke membentak Sakura, karena memang perlakuan Sasuke pada Sakura amat lembut dan baik. Sakura menunduk, berusaha menahan emosinya tapi sepertinya gadis bermata emerald itu sedang tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik.
"Sasuke baka, Naruto baka, aku membenci kalian.." Kesal Sakura dan berlari keluar dari kelas.
"Tch, ini karena ulahmu Dobe.." Kesal Sasuke dan hendak menyusul Sakura. Langkah kakinya berhenti, saat tangannya di tahan oleh tangan Naruto.
"Ini salahmu Teme, Saku-chan jadi membenciku.." Geram Naruto.
"Sudah sepantasnya dia membenci serangga penganggu sepertimu.." Marah Sasuke dan menarik kerah baju Naruto tinggi tinggi, lalu membenturkan punggung Naruto ke dinding kelas mereka dengan keras dan karas.
Kkyaaa..
Beberapa siswi berteriak melihat perlakuan yang Sasuke lakukan pada Naruto, beberapa siswa yang melihat hal tersebut hanya bisa melotot kaget dan memekik tertahan. Pasti sebentar lagi akan terjadi pertarungan seru antara Sasuke dan Naruto. Shikamaru yang mulai melihat suasana kelas tidak bersahabat langsung menengahi dua pemuda tersebut.
"Hei hei..kalau mau berantem, ke ruang latihan dojo aja.." Kata Shikamaru –ketua kelas- Shika berbicara seperti itu agar dua orang ini pergi dan tak berkelahi di dalam kelas. Shikamaru berfikir Sasuke orang yang sangat teramat menjaga nama baik keluarga dan pastinya sehabis ini, Sasuke akan membatalkan niatnya dan lebih memilih untuk mengejar Sakura dari pada meladeni Naruto hanya akan mencemari nama baik Uchiha bukan?
"Ide bagus.."
Doengg..
Seperti di tiban oleh ratusan kilogram batu. Shikamaru hanya bisa melonggo tak percaya atas respon Sasuke dan Naruto pada perkataannya yang terkesan konyol itu. Shikamaru masih terbengong bengong dan otaknya mencerna perkataan yang mereka keluarkan, Sasuke dan Naruto sudah berjalan keluar kelas yang pastinya menuju ruang latihan dojo seperti yang Shikamaru katakan barusan itu.
"Shika, kamu bukannya memisahkan mereka, malah mendukung mereka berkelahi.." Omel Tenten.
"Ku kira Sasuke tidak akan meladeni Naruto. Kamu kan tau kalau Uchiha itu gengsinya selangit.." Kata Shikamaru heran dengan tingkah Sasuke.
"iya tapi kenyataannya apa? Kamu malah membuat mereka berkelahi. Awas saja kalau Sasuke terluka, kamu yang akan mengantikan dia saat pertandingan.." Kata Tenten dan beranjak pergi menyusul Sasuke dan Naruto.
"Shika lebih baik, kita ke ruang dojo dan memisahkan Sasuke dan Naruto.." Kata pemuda berambut bob dengan alis tebal itu, berusaha memberikan saran kepada Shikamaru yang sedang terlihat kalut dan bingung.
"Memisahkan mereka itu akan sulit, apalagi saat ini mereka sedang dalam emosi dan ego yang tinggi. Akan sulit sekali memisahkan mereka. yang satu kelewatan bodoh dan yang satu lagi terlalu over.." Bingung Shika.
"Merepotkan sekali menjadi ketua kelas.." Kata Shika.
"Lebih baik, kalian cari saja Sakura. Selama ini Sasuke selalu menuruti kata-kata kekasihnya itu bukan?" Kata Neji angkat tidak tega juga melihat Shikamaru yang biasanya mudah mencari jalan keluar sebuah masalah sekarang sedang kebingungan.
"Ide bagus Neji. aku yang cari Sakura. Lee sebisa mungkin cegah mereka oke?" Kata Shikamaru.
"Roger.." Kata Lee dan dengan kecepatan dan semangat masa muda penuh nan membara dalam dirinya, Lee pergi menuju tempat latihan dojo.
"Neji, dari pada tidak ada kerjaan, lebih baik kamu bantu aku membujuk Sakura, kamu tau kan dia itu keras kepala.." Kata Shikamaru.
"Aku ngga mau ambil resiko. Sakura lebih mematikan dari pada uchiha itu.." Kata Neji.
"Lebih baik aku menonton Sasuke dan Naruto saja.." Kata Neji beranjak pergi menuju ruang latihan dojo. Meninggalkan Shikamaru yang masih melongo.
Shikamaru shock tak percaya dengan perkataan hyuga tadi. Shikamaru kira, Neji tipikal orang roang yang lebih menghindari keramain.
"Lupakan, sekarang harus mencari Sakura.." Kata Shikamaru dan mulai mencari sosok gadis berambut soft pink itu.
.
.
Shikamaru berkeliling mencari sosok gadis yang biasanya paling mudah di temukan itu karena yang seperti kita di ketahui, Sakura adalah satu satunya gadis yang berambut pink di sekolah. Seharusnya dengan cepat Shikamru bisa menemukan sosok Sakura dengan mudah tapi kali ini entah kenapa saat ini sosok Sakura sangat langka dan bagaikan jarum di dalam tumpukan sangat sulit untuk menemukan sosok gadis berambut soft pink itu.
'Kuso..ke mana sih Sakura?' batin Shikamaru.
Di sisi lain, Ino –sahabat Sakura- sedang berusaha menenangkan kembali sahabat dari kecilnya yang sekarang ini sedang dalam tingkat kekesalan yang angkut, akibat tadi di bentak oleh Sasuke yang tak lain dan tidak bukan adalah kekasih Sakura sendiri. Sekarang Ino baru menyadari, kalau perkataan orang orang itu benar adanya, kalau Sakura lebih menyeramkan dari pada Sasuke. Ino sendiri berusaha menenangkan Sakura dan juga berdoa pada kami-sama semoga saja nyawanya masih bisa selamat hari ini.
"Dasar..semua anak laki laki itu sama saja.." Geram Sakura.
"Yang di pikirkan hanya berkelahi saja.." Kata Sakura.
"Sakura-chan, kendalikanlah emosimu itu forehead.." Kata Ino.
"Apa katamu?" Marah sakura dan menatap Ino tajam.
"Bu-bukan begitu, lebih baik kita lihat keadaan Sasuke-san dan Naruto-san bukan?"kata Ino gemetaran melihat deathglare yang Sakura berikan kepadanya.
"Cih, aku tak perduli pada mereka. Terserah saja, mereka babak belur, mati ataupun sekarat pun aku tak perduli.."kesal Sakura. Sepertinya emosi dari adik Sasori ini sedang dalam punckanya.
"Hati hati perkataan itu termasuk doa.."
Dua gadis itu menoleh dan melihat Shikamaru berdiri di belakang mereka sembari bersandar dengan satu tangannya mengelap keringat yang bercucuran di wajahnya karena maklum Shikamaru berlarian berkeliling sekolah mereka yang gede banget itu hanya untuk mencari sosok Sakura.
"Terserah.."kata Sakura berusaha bersikap acuh.
'Hhhh.. sekarang aku harus menaklukan si pink ini..'batin Shikamaru.
"Sekarang Sasuke dan Naruto sedang di ruang dojo, melakukan duel untuk melihat siapa yang paling hebat di antara mereka Sakura-san, apa benar benar tidak mau menghentikan kekasihmu itu?"tanya Shikamaru.
"..."
"Yah, Naruto sih dengan percaya diri menantang , jika seseorang tidak yakin memiliki kekuatan melebihi lawan yg ingin kita kalahkan, ia tidak akan menantangnya loh Sakura-san. kita ngga tau kan, sehebat apa dia?kalau misalnya Naruto itu lebih kuat dari Sasuke dan.."
"Sasuke ngga mungkin kalah.."kata Sakura memotong kalimat Shikamaru yang belum tersenyum senang 'ini dia..'batinnya.
"Memangnya kamu tau kekuatan Naruto?apa saja bisa terjadi saat pertandingan begitu kan kata guru Guy?bahkan Lee sempat mengalahkan Sasuke dulu dan menyebabkan Sasuke tidak bisa berjalan untuk 3 bulan bukan?"kata Shikamaru.
"..."
'Hahaha..kena kamu ini, ku pastikan kamu berlarian ke ruang dojo..'batin Shikamaru senang.
"Kalau Naruto mungkin saja bisa lebih parah dari Lee bukan?"kata Ino angkat bicara.
"Eehhh?kenapa kamu berfikiran seperti itu pig?"kesal Sakura karena kekasihnya sedang di remehkan.
"Yah, kalau di lihat lihat, walaupun Naruto-san bodoh dan ceroboh tapi sepertinya dia lumayan kuat, lalu dia tampan, juga senyumannya.."
"Eh, Ino kenapa jadi membicarakan si baka Naruto?"kesal Shikamaru karena mendengar Ino memuji memuji si Naruto.
"Gomen pokoknya kamu cepat hentikan -chan ngga mau kan kehilangan dia?ngga mau melihat Sasuke terluka dan kesakitan?apalagi cedera yang di alami akibat bertarung kan lama sembuh dan pulihnya, bisa bisa Sasuke ngga masuk sekolah lalu dia jadi bodoh dan habis itu karena keluarga Uchiha malu punya penerus seperti Sasuke, dia di usir lalu.."
"Kkyyaaaa.. jangan ngomong gitu .."kata Sakura dan bangkit berdir langsung berlari menuju ruang latihan dojo secepat yang ia bisa.
Shikamaru tersenyum si pink itu sudah ia temukan dan sekarang semuanya akan baik baik yang lelah sudah mencaric ari sosok Sakura, pun duduk di samping Ino yang memandangnya dgn tatapan heran.
"Apa?"tanya Shikamaru
"Shika, bukannya kalau Sakura sampai terluka karena memisahkan Sasuke dan Naruto yang ngga mau dengar.."
"Ya?kenapa?lanjutkan saja.."kata Shikamaru penasaran dengan lanjutan kalimat Ino.
"Nenek Sakura kan kepala sekolah di sini dan juga kamu ketua kelas sekaligus ketua osis yang sudah memberikan saran kepada Sasuke dan Naruto untuk bertarung di ruang latihan dojo di luar jam ekskul bukan?"tanya Ino dan memandangi wajah respon dari ketua kelasnya tersebut.
Seketika Shikamaru berdiri daru duduk duduk tangan Ino dan mereka berdua pun berlari menuju ruang latihan dojo dengan nyawa Shikamaru juga sedang dalam ancaman, mungkin kalau Sasuke dan Naruto terluka hukuman yang dia dapat tidak terlalu berat dan juga tidak apa apa tapi kalau sampe cucu dari kepsek yang paling cerewet itu luka yang tidak lain tidak bukan adalah Sakura, Shikamaru bisa bisa di tinju sampai ke permukaan bulan karena secara langsung dia yang memberikan alasan konyolnya itu, pastinya dia akan di tuduh telah menggunakan jabatan dengan tidak benar.
'Gawat..ini benar benar gawat..'batin Shikamaru.
"Shika, ..pelan pelan.."kesal dirinya susah payah untuk bisa menyamakan langkah kakinya dengan Shikamaru.
Shikamaru tetap tidak mengubris perkataan Ino yang masih mengomel di sampingnya itu dan kini Shikamaru malah menambah kecepatan larinya, membuat Ino kian berteriak di sampingnya.
'Merepotkan sekali..'batin Shikamaru.
.
.
Sasuke dan Naruto sudah siap dengan baju khusus untuk latihan dojo. mereka sudah menganti pakaian seragam mereka dengan pakaian yang lebih pas dengan apa yang akan mereka lakukan mereka pakai seragam, mereka akan sulit bergerak dan juga seragam sangat membatasi gerakan mereka. sekeliling Naruto dan Sasuke sudah ramai siswa dan siswi yang ingin menonton pertandingan yang amat jarang mereka lihat itu kecuali ada suatu acara khusus ataupun suatu jarang ada yang berani menantang sasuke secara langsung seperti yang Naruto lakukan kali ini.
"Jangan menyesal dobe.."kata Sasuke dengan senyum meremehkan.
"Jangan sombong teme.."kata Naruto dengan senyum yang sama meremehkan.
"Aku akan menyerangmu secara serius.."kata Sasuke dan menyiapkan kuda kudanya.
"Aku akan membalasmu tak kalah seriusnya.."kata Naruto dan membuat Sasuke geram memberi tanda pada Neji untuk segera memulai duelnya mengangguk mengerti.
"Baiklah kita akan mulai, duel antara Uchiha Sasuke dengan.."kalimat Neji mengantung karena laki laki berambut cokelat di kuncir itu tidak tau alias lupa nama laki laki berambut kuning yang akan menjadi lawan Sasuke.
"Uzumaki Naruto.."kesal Naruto karena Neji tidak tau namanya.
"Baiklah, duel antara.."
"Sasuke lebih baik hentikan.."kata lagi lagi duel tersebut mendapat Sasuke dan Naruto memincing tak suka ke arah Lee yang sudah menganggu urusan Lee gemetaran dan akhirnya bersembunyi di balik punggung tatapan yang amat sangat menakutkan.
" saja awas saja kalau ada yang menganggu lagi.."kesal kesabaran bungsu Uchiha ini sudah dalam batasnya.
"Lanjutan Neji.."kata Naruto yang sudah sama sama tidak tahan untuk segara memulai duel mereka yang sudah terganggu terus itu.
"Tunggu.."Belum sempat Neji mengatakan satu huruf pun, lagi lagi datang gangguan.
"Sekarang gangguan apa lagi?"kesal Sasuke dan Naruto karena dari tadi pertandingan atau duel mereka selalu saja melihat sosok yang tadi menghentikan kata kata Neji, Baik Sasuke maupun Naruto langsung mereka langsung kaku tak bisa bergerak saat melihat Sakura dengan nafas yang masih satu satu menghentikan menatap Sasuke dan Naruto bergantian dengan tatapan yang sulit mereka artikan.
Dengan nafas yang masih satu satu karena berlarian secepat yang ia bisa, Sakura berjalan menuju Sasuke dan menarik tangan Sasuke.
"Hentikan sasu.."kata Sakura dan menatap onyx kelam milik kekasihnya itu dengan penuh harap.
"Tidak bisa Sakura-chan, harga diriku akan jatuh kalau aku mundur sekarang.."kata Sasuke dan menatap balik sang emerald dengan tatapan lembut yang sangat memabukkan.
"Tapi nanti kamu terluka kan ngga tau naruto sehebat apa.."kata mulai naik melihat tingkah Sasuke yang selalu saja keras kepala dan tidak mau mendengarkan omongannya.
"Tenang saja, dobe itu tidak akan bisa menyentuh sehelai rambutku.."kata Sasuke dengan percaya diri. Tangan kananya dengan lembut mengelus pipis Sakura dan mengecup pipi chuabby itu dengan cepat.
"Baka.. jangan meremehkan orang.."omel sekaligus juga malu.
"Perkataan Sasuke benar kok Saku-chan.."kata Naruto.
"..."
"Aku tidak akan bisa melukai sehelai rambutnya, karena aku akan melukai seluruh tubuhnya.."seringai Naruto dan menurut Sakura dan siswa konoha yang melihat seringai Naruto itu, bisa di bilang seringai itu sama menyeramkannya dengan seringaian yang Sasuke sering tampilkan kalau Uchiha itu sedang kesal dan marah.
"Sudah hentikan Sasuke-kun.."mohon Sakura kian buruk begitu melihat seringaian Naruto yang baru saja ia lihat itu.
"Tenang Sakura, aku tidak akan mati semudah itu. masih banyak yang harus aku lakukan dan salah satunya adalah merubah namamu menjadi uchiha sakura.." Goda Sasuke. Pada saat seperti ini pun bungsu Uchiha itu masih saja terus menggoda Sakura. Naruto hanya berdecih kesal melihat adengan romansa di hadapannya. Dadanya berdenyut dia baru beberapa jam yang lalu bertemu dengan Sakura tapi dengan nekad dan bodohnya dia malah menantang Sasuke.
"Baka di saat seperti ini kamu masih saja menggodaku.." kesal Sakura dan menjitak Sasuke.
"Aduhh..Sakura jangan kasar begitu.." kata Sasuke dan memengangi kepalanya yang baru dijitak oleh Sakura.
"Aku harus menyelesaikan masalah ini dan menujukkan kepada si baka dobe itu, kalau aku lebih kuat darinya jadi dia tidak bisa seenaknya menyentuh dan mendekatimu.."kata Sasuke dan mengelus kepala Sakura dengan lembut dan penuh sayang berusaha menenangkan kekasihnya.
"Tch, aku juga tidak akan ku buktikan padamu kalau kamu jauh lebih lemah dari padaku.."kata Naruto.
"Sakura tunggulah di sana, aku pasti baik baik saja.."kata Sasuke.
"Tapi.."
"Neji.."
"Maaf Sakura tapi kamu menganggu jalannya pertandingan.."kata Neji dan menarik Sakura menjauh dari arena pertandingan dan membawa gadis manis itu ke pinggir tempat Lee dan Tenten menonton.
Sakura hanya bisa percaya kepada kemampuan kekasihnya dan juga mendoakan agar kekasihnya tidak terluka sama Sasuke juara bertahan, tapi seperti yang guru Guy katakan semua hal bisa terjadi saat pertandingan sedang berlangsung dan kalimat itu yang membuat jantung seorang Akatsuna Sakura berdetak tak menentu.
Pertandingan berlangsung seru antara Sasuke dan pemuda itu sama sama seimbang dan ini merupakan tontonan yang jarang jarang sekali ada yang bisa seimbang melawan Sasuke dalam hal kecepatan, kekuatan dan stamina. Seperti yang kita ketahui Sasuke adalah juara bertahan selama 3 tahun terakir dan sampai sekarang masih mempertahankan posisi dan gelarnya itu.
kedua pemuda itu berdiri dan saling menatap satu sama keringat yang mulai bercucuran keluar akibat gerakan gerakan yang tadi mereka tersenyum tipis melihat Naruto yang sepertinya sedang kelelahan juga.
"Boleh juga kau dobe.."kata Sasuke.
"Ini baru permulaan.."kata Naruto dan mulai bersiap siap menyerang Sasuke.
Sasuke dan Naruto bersiap siap menyerang dan siswa yang menonton tersebut kembali Sakura, Neji, Lee, Tenten dan Seluruh mata yang menyasikan pertandingan itu, semuanya menahan nafas saking tegangnya untuk melihat ending dari pertarungan menyeringai begitu juga Naruto dan dengan gerakan yang sama cepat dan gesitnya, dua pemuda itu mulai saling menyerang.
'Akan ku bungkam mulutmu yg menyebalkan itu..'batin Sasuke.
'akan ku buat wajah tampanmu itu terluka..'batin Naruto.
Braakk..
"hentikan.."
Sebuah suara yang sangat familiar dan menyeramkan bagi siswa siswi Konoha School itu, langsung menghentikan sebuah serangan yang harusnya berakir dengan sangat luar dan Naruto yang berusaha melihat orang yang berani berani membuat mereka kehilangan konserntrasi malah jadi menerima serangan telak satu sama mereka terpental dan jatuh tertidur karena serangan yang mereka terima lumayan kencang.
Buaakk..
Bruukk..
Semua mata terkejut melihat kepala sekolah mereka yang terkenal sanggar dan mematikan itu berdiri dengan tatapan membunuh ke arah Naruto dan Sasuke yang terduduk karena konsentrasi mereka buyar pada saat saat terakir dan akhirnya mereka menerima serangan telak hal itu, Sakura bersama Neji langsung menghampiri Sasuke sedangkan Lee dan Tenten membantu Naruto.
"Sasuke-kun tidak apa?"tanya Sakura raut wajah penuh kekhawatiran terlihat jelas di wajah cantik gadis tersenyum tipis lalu mengangguk.
"Benar tidak apa apa?"Ragu Sakura karena tadi suara akibat serangan tersebut lumayan keras.
"Tida apa, hanya berdeyut saja.."kata Sasuke berusaha menahan rasa sakit yang mulai menjalar akibat serangan Naruto yang tadi di terimanya.
'tak ku sangka, akan sesakit ini..'batin Sasuke seraya menatap Naruto yang juga sedang menatapnya.
"Neji, Lee, bantun sasuke dan naruto untuk ke uks lalu bawa mereka ke ruanganku.."kata Tsunade.
"Dan shikamaru, kamu ke ruanganku sekarang harus menjelaskan tentang ini semua sampai detail yg paling kecil.."geram yang berdiri di sebelah Tsunade, hanya bisa mengangguk dia duga dan juga sesuai dengan perkataan Ino, dirinya akan kena imbasnya.
"Ino bawa Sakura kembali ke kelas dan kalian semua bubaaarrrrrr.."teriak Tsunade.
Dalam sekejap ruangan dojo itu yang tadinya ramai dan penuh sesak itu langsung kosong dan lenggang akibat amukan dari kepala sekolah mereka yang sangat menyeramkan bak monster yang sedang menghela nafas lalu kepala sekolah yang sanggar itu langsung pergi selesai mengunci ruang latihan ini dia masih harus menceramahi Shikamaru, Sasuke dan Naruto atas perbuatan konyol mereka berdua.
"APA MAKSUD KALIAN?"
Orang orang yang berlalu lalang di sekitar ruangan kepala sekolah tersebut, langsung terlonjak kaget begitu mendengar suara yang begitu nyaring dan sangat bisa di tebak, pastinya ada makhluk malang yang sedang di berikan ceramah oleh kepala sekolah yang sanggar itu.
Naruto, Sasuke dan Shikamaru mengelus kuping mereka beberapa kali. Sudah lebih dari 3 jam mereka terus di teriaki seperti ini, bukan hanya gendang telinga mereka saja yang bisa pecah tapi keseimbangan jiwa raga mereka bisa bisa terganggu dan tidak stabil karena melihat tampang yang menyeramkan di hadapan mereka. Memang kepala sekolah mereka awet muda dan seksi tapi kalau sudah marah, amit amit, lebih buas dan mengerikan dari pada singa di afrika sana.
"KENAPA BERKELAHI HAH?"
"Shikamaru sebagai ketua osis dan ketua kelas kenapa kamu malah memberikan alasan konyol seperti itu?kamu tau kan ini sama saja dengan memanfaatkan jabatanmu itu untuk kepentingan pribadi?"omel hanya bisa menunduk, pasrah sedangkan Naruto dan Sasuke hanya bisa memasang wajah penyesalan agar bisa langsung terbebas dari amukan sang kepala sekolah yang seperti monster sedang kelaparan.
"Maaf Tsunade sama, saya kira.."
"Jangan pakai perkiraan ! bagaimana kalau Sasuke cedera?kamu mau bilang apa kepada keluarga uchiha?mau tanggung jawab apa?hah.."geram Tsunade.
"Maaf.." tunduk Shikamaru.
"Kamu juga Uchiha Sasuke, kenapa cepat terpancing emosi?Sakura dan Naruto hanya berteman dan sudah berapa kali aku bilang, jangan membatasi ruang gerak Sakura walaupun kamu kekasihnya ! kamu kira kamu bisa seenaknya pada Sakura?"geram Tsunade kepada kekasih dari cucu tersayangnya ini.
'Kenapa Sakura bisa mau dengan laki laki Uchiha macam dia?'batin Tsunade dan memperhatikan raut wajah Sasuke, cara berpakaian dan hingga detail terkeci pun ia perhatikan.
'kKnapa nenek dan cucu beda sekali ?'batin Shikamaru.
'Dia nenek Sakura?astaga beda sekali..'batin Naruto.
"Jangan hanya karena cemburu, melirik ataupun peraturan bodohmu itu cucuku jadi di jauhkan dan di kucilkan dari pergaulan karena mereka takut pada makhluk pantat ayam macam dirimu.."geram Tsunade pada Sasuke masih terus berlanjut dan seprtinya Sasuke tidak hanya kena omel mengenai masalah tadi juga tapi juga menyangkut masalah pribadi hubungan dia dengan Sakura.
'Menyebalkan sekali dia ini..'batin Sasuke.
Naruto hanya bisa cekikikan mendengar Sasuke di sebut pantat ayam oleh nenek dari kekasihnya yang mendengar cekikikan Naruto hanya mendeath glare Naruto supaya diam tapi pemuda berambut kuning yang mencolok itu malah semakin menjadi jadi.
'Rasakan Uchiha ternyata, kamu tidak di kian besar..'Girang Naruto dan menatap Sasuke dengan tatapan penuh yang memperhatikan ekspresi Naaruto langsung mengernyit bingung tidak suka, melihat ekspresi Naruto yang menurutnya amit amit itu.
"Kamu juga, siswa baru tapi sudah berani menggoda kira kamu lebih baik dari si pantat ayam ini?apalagi ekspresi dirimu yg aneh dan ngga jelas sikapmu itu baru dekati cucu tersayangku"kata Tsunade dan membuat Naruto diam seribu bahasa dengan penuturan Tsunade.
'Rasakan Dobe..'batin Sasuke girang melihat ekspresi naruto yang langsung tertunduk.
'dasar..saingan cinta..rival..'batin shikamaru melihat Naruto dan Sasuke bergantian.
"Jangan seenaknya menggoda cucuku, apalagi dengan dirimu yang kalian sudah jadi laki laki dewas yang baik, baru berbicara ttg sekarang ini kalian terlalu dini untuk mengenal ?"kata Tsunade.
"Mengerti Tsunade-sama.."
"Pokoknya, saya ngga mau hal seperti ini terjadi dan terulang urusan kalian di sini.."kata Tsunade.
Shikamaru langsung menyenggol pinggang naruto dan sasuke –karena posisi duduk shikamaru di antara dua orang tersebut- Sasuke membuang nafas lalu mengulurkan tangannya tapi tidak ada respon berarti dari langsung menyikut perut Naruto lebih keras membuat Naruto meringis kesakitan dan menatap tajam Shikamru, harusnya Naruto yang mendeath glare Shikamaru, tapi malah dia yg di deathglare dan langsung saja Naruto membalas uluran tangan Sasuke.
"Maaf.."
"Maaf.."
"Hmm..bagus, sekarang kalian kembali ke kelas.."kata Tsunade. naruto dan Sasuke keluar terlebih dahulu sedangkan Shikamaru keluar paling memijat pelipisnya yang berdenyut karena masalah Uchiha dan Namikaze ini menjadi awal yang buruk bagi Tsunade apalagi jika sasuke dan naruto terus berselisih seperti hari ini mengingat kedua pemuda itu sama sama dari keluarga yang berada dan juga memiliki kekuasaan.
"Sakura, tak bisakah kamu mencari pria yang normal?'batin Tsunade.
Normal yang di maksud tsunade adalah tidak terlalu over dan emosian seperti Sasuke terlalu mengekang pergaulan Sakura, walaupun harus Tsunade akui cucunya hebat bisa menaklukan hati sedingin Uchiha tapi di sisi lain Tsunade lebih tidak menyukai pemuda macam Naruto yang berisik dan tidak tau apa yang di bicarakan walaupun Tsunade berfikir dia bisa saja salah menilai naruto mengingat dia baru bertemu naruto hari siapa yang akan tau di masa depan?Sakura akan bersama siapa?bisa saja tetap dgn Sasuke dan bisa saja dengan orang lain bukan?who's know?
.
.
"Jangan kira dengan ini urusan kita selesai.."kata Sasuke dan menatap Naruto tajam.
"Heh.. urusan kita memang belum selesai.."kata Naruto dan menghentikan langkah kakinya lalu menatap Sasuke dengan tatapan kesal.
"Sudahlah kalian jangan mulai lagi.."kata Shikamaru tidak ingin kembali masuk ke ruangan Tsunade yang baru saja dia tinggalkan semenit yang telinganya masih sakit karena volume suara Tsunade-sama amat sangat kencang.
"Tidak kasian dengan Sakura apa?bisa bisa kalian malah kehilangan Sakura karena Tsunade merasa keselamatan Sakura terancam kalau bersama kalian berdua yang fikirannya hanya bertengkar aja.."kata Shikamaru.
Suasana tersenyum dia sudah menemukan kata kunci yang ampuh untuk meredam emosi dari kedua pemuda, yang baru ia ketahui amat membahayakan Tsunade-sama menceramahi Sasuke dan Naruto, Shikamaru sudah terlebih dahulu di marahi habis habisan oleh Tsunade dan saat itulah Tsunade menceritakan sebuah rahasia pada Shikamaru.
"Tch, aku tidak akan tenang kalau belum menghancurkan serangga penganggu ini.."kata Sasuke.
"Aku juga tidak akan tenang dan mundur sebelum memangkar tumbuhan liar yang sok aku berantas hingga ke akarnya."kata Naruto.
Shikamaru lemas tugasnya amat berat untuk membuat dua orang ini tenang dan juga mencegah pertarungan berikutnya antara Sasuke dan Naruto dan juga mencegah dua orang ini saling melukai karena akan sangat berbahaya jika pewaris dari grup Uchiha dan grup Uzumaki ini sudah bertengkar dari awal.
"Kamu kira kamu siapa hah?"kesal Sasuke.
"Sakura pasti tidak tahan dengan laki laki macam dirimu teme.."kata Naruto meremehkan.
"Dia tidak akan lebih tahan lagi dengan laki laki berisik yang tidak tau apa apa macam kamu dobe.."kata Sasuke.
Onyx dan safir saling berkilat satu sama mempunyai firasat yang amat teramat sangat buruk dari hal tugasnya akan sangat merepotkan.
"Baiklah mulai hari ini kita rival.."kata Naruto
"Kita rival.."kata Sasuke
"Akan ku rebut Sakura-chan darimu.."kata Naruto
"Jangan harap kamu Sakura hanya akan jadi milikku seorang.."kata Sasuke.
"Kita lihat saja nanti.."kata Naruto memasang senyum yang sulit di artikan lalu beranjak pergi.
Shikamaru hanya bisa melongo melihat tingkah Naruto dan hal lebih buruk malah akan terjadi ketika Sasuke dan Naruto sudah menjadi rival dalam merebutkan Sakkura. apa yang akan terjadi tapi yang pasti Shikamaru harus bersiap karena pastinya dia juga akan terkena imbasnya.
Bersiap siaplah kalian semua, melihat persaingan dari dua makhluk tampan Sasuke mempertahankan Sakura?dan mampuhkan Naruto merebut Sakura dari Sasuke?
Persaingan rival antara Sasuke dan Naruto baru di mulai ..
To Be Continued ...
Ucapan terimakasih aku mau ucapkan buat Kimeka ReiKyu yang sudah ngasih 7 kunci dalam membuat fic.
review dari kalian sangat membantu dan aku suka sekali di kasih saran dan kritik.
review untuk next chapter ^^
sekali lagi terimakasih untuk review dan silent readers..
sincerenly yours
princess 7174
