A NARUTO Fan Fiction

Princess 7174 Proudly Present

My Baby Girl

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: Uchiha SasukexHaruno Sakura & Uzumaki NarutoxHaruno Sakura

Genre: Romance, Humor, Friendship and Family

Warning: AU, OOC, Typo(s) aneh, ngga jelas dll

I hope you give a good respect for my first fanfiction

If you like please reand and review

If you don't like?just read and you will like it ^^


My Baby Girl Chapter 3 : Awal dari segalanya

"Kyaaa... Sasuke-kun dan Sakura-chan datang.."

"Seperti biasa, selalu tampil serasi ya.."

"Jadi iri sekali dengan Sakura-chan.."

Setiap pagi, kalau Sakura dan Sasuke berjalan menuju kelas mereka, segerombolan fans pendukung SasuSaku akan selalu memberikan komentar mereka mengenai dua sejoli tersebut. Komentar mereka bisa mengenai apapun yang penting berhubungan dengan dua sejoli tersebut. Komentar mereka beragam, mulai dari acara kencan SasuSaku yang entah bagaimana mereka bisa tau tentang kencan rahasia itu, Kado SasuSaku, Makanan favorit mereka, Sampai kebiasaan SasuSaku tidak pernah luput dari para pendukung SasuSaku tersebut, termasuk juga tentang serangga penganggu yang ingin memisahkan pasangan paling sempurna itu. Seperti yang kita ketahui, serangga penganggu itu, siapa lagi kalau bukan ..

"Sakuuuuuu-chan, hari ini kamu makin cantik saja.."

Uzumaki Naruto yang sudah dengan secara terang-terangan ingin merebut Sakura dari Sasuke.

"Ah, kabar?" Senyum Sakura.

"Hehe..Aku baik sekali Sakura-chan, apalagi melihat senyumanmu jadi semakin baik.." Cengir Naruto tanpa memperdulikan aura membunuh yang sudah ada sejak tadi dia menampakkan batang hidungnya.

"Ah, begitu ya.."Hanya itulah respon Sakura karena gadis musim semi itu bingung harus menjawab apa. Apalagi sekarang dia bersama Sasuke, jadi Sakura tidak mau membuat masalah lagi antara Sasuke dan Naruto.

"Sakura, lebih baik kita ke kelas saja.." Kata Sasuke dan merangkul mesra kekasihnya, menjauhkan Sakura dari serangga yang akan dia basmi.

'teme, lihat saja. Mulai hari ini, semuanya akan berubah..'batin Naruto dan menatap punggung SasuSaku dengan tatapan yakin penuh percaya diri.

.

.

Uzumaki Naruto, seorang murid baru dengan berani dan bodohnya menantang seorang pangeran dengan tingkat kesempurnaan yang sangat sempurna, seperti yang kita tau, nama pangeran itu adalah Uchiha Sasuke. Kami sendiri tidak bisa mempercayai betapa bodohnya pria dengan mata safir itu sehingga secara terang-terangan dia mengatakan di depan Sasuke, dia ingin merebut Sakura yang notabenenya adalah kekasih dari Sakura. Entah hal buruk apa yang akan terjadi mengingat, Sasuke sangat teramat menjaga Sakura tapi satu hal yang pasti, Naruto tidak akan bisa merebut Sakura dari pangeran Sasuke.

"Ahhh..kasian sekali kamu Naruto.." Kata Lee seraya menutup majalah sekolah yang baru ia bacakan itu.

"Pendapat publik sangat berpengaruh.." Kata Shikamaru. Tumben sekali si tukang tidur ini memberikan tanggapan terhadap sesuatu di sekitarnya dengan kalimat panjang. Biasanya respon dan tanggapannya hanya menguap dan kata 'merepotkan'.Suatu kemajuan ya Shika.

"Tumben kamu tidak menguap Shika.." Kata Hyuga juga menyadari perubahan Shika ya.

"Cih merepotkan.." Kata Shikamaru dan kembali pada posisi tidurnya.

Lupakan sejenak tentang Shikamaru, marilah kita perhatikan pemuda berambut jabrik , yang tak lain dan tidak bukan adalah Uzumaki Naruto. Saat ini kondisi Naruto benar benar sangat lemas, tak bersemangat mendengar, semua tulisan yang tertera di majalah sekolah .Tulisan itu sangat membuatnya down dan tak percaya diri. Naruto tidak percaya, bisa bisanya majalah sekolah dengan fullnya hanya menuliskan artikel tentang Uzumaki Naruto vs Uchiha Sasuke?Naruto juga baru tau kalau ternyata, Sasuke memiliki fansgirl yang sangat banyak dan yang membuatnya tambah syok lagi adalah, adanya pendukung dari hubungan Sakura dan Sasuke alias SasuSaku. Kemana tatapan percaya diri dan keyakinan yang ada pada dirimu Naruto?masa dalam waktu kurang dari 1 jam, dirimu sudah berubah jadi mengenaskan begini?Bisa bisa kamu kalah dari Uchiha itu loh~

"Apapun bisa berubah.." Kata Shikamaru. Melihat tampang Naruto yang seperti ingin mati itu, membuat ketua kelas kita yang hoby tidur ini, jadi merasa kasihan juga.

"Benar itu Naruto, selama kamu memiliki keinginan yang kuat dan berusaha, Apapun bisa kamu dapatkan.." Kata Lee dengan mata yang memancarkan semangat yang berkobar kobar.

"Terimakasih Lee dan Shika.." Cengir Naruto. Sepertinya rasa percaya diri dan keyakinan Naruto sudah kembali, karena mendengar dukungan dari kedua sahabat barunya. Ya walaupun kadar percaya diri dan keyakinanya tak sebesar tadi.

"Semangat masa muda.."Kata Lee dengan gaya ala mr. nice guy.

Srrkk..

Pintu kelas terbuka dan terlihat Sakura yang sedang bergelayut mesra pada lengan kekasihnya. Pemuda yang tampan itu alias Sasuke, hanya tersenyum tipis melihat tingkah kekasihnya yang bergelayut manja di lengannya dan alasan lainnya dia tersenyum adalah karena senyuman Sakura yang seperti anak kecil itu selalu membuat Sasuke bahagia.

"Jadi, Sasuke-kun bisa menemani aku kan?" Tanya Sakura memastikan keinginannya akan terpenuhi oleh Sasuke.

"Hn.."

"Sasu, jawab yang benar dong.." Kesal Sakura karena hanya di tanggapi 'hn' saja.

Sasuke tersenyum lembut, lalu dengan lembut dan penuh sayang, pemuda berambut raven itu mengelus helaian merah muda milik Sakura, membuat siswi penghuni kelas mereka, yang melihat kejadian itu menahan nafas. Bahkan ada yang mimisan hanya karena pesona seorang Uchiha. Wah wah pesona Uchiha memang sangat besar heh?

"Ku rasa, akan sulit untuk mewujudkan impianmu itu.." Celetuk Neji melihat ekspresi syok Naruto akan adengan mesra di hadapannya. Baru saja secuil rasa percaya diri dan keyakinanya muncul, tapi langsung hilang begitu saja seperti menguap karena adengan di hadapannya ini.

"Sabar Naruto, Mereka memang pasangan serasi dari SMP, mungkin agak sulit untuk merebut Saku-chan.." Kata Lee berusaha membesarkan hati Naruto.

"Neji saja pernah kena serangan amut Uchiha lohhh.." Kata Tenten ikut nimbrung dengan percakapan para lelaki di belakangnya itu.

Aura membunuh langsung keluar dari arah Neji. Untung saja Tenten perempuan, coba kalau laki-laki yang mengatakan rahasia itu, pasti sekarang sudah sekarat di UGD rumah sakit terdekat. Lee yang ketakutan melihat tatapan tajam dan membunuh Neji, langsung bersembunyi di balik majalah sekolahnya, Shikamaru hanya menguap tanda sama sekali tidak tertarik. Tentan tidak memperdulikan tatapan tajam dan aura membunuh yang asalnya dari Neji itu.

'berani sekali itu rahasia terbesar Neji..' batin Lee.

'untung kamu perempuan Tenten..' batin Neji.

"Be-benarkah?" Tanya Naruto dan menatap Neji tak percaya, yang di tatap hanya membuang muka, pemuda Hyuga itu tidak ingin ada yang melihat semburat merah konyol di wajahnya.

Tenten mengangguk mengiyakan sebagai jawaban dari pertanyaan Naruto.

"Untung saja kamu di tolak Saku-chan, Neji.." Cengir Naruto tanpa rasa dosa.

Bletak

Sebuah pukulan dengan kekuatan sedang mendarat dengan mulus di atas kepala pemuda berambut kuning jabrik itu. Naruto hanya bisa mengaduh kesakitan karena pukulan dari Neji yang baru ia terima.

"Apa maksudmu heh?Gembira sekali.."Kesal Neji mendengar suara bahagia Naruto atas penolakan yang pernah ia terima.

'aku saja tidak berhasil merebutnya, apalagi si idiot ini..' batin Neji meragukan Naruto.

"Sudahlah Neji, menyerah saja. Kekasih selanjutnya dari seorang Akatsuna Sakura itu Uzumaki Naruto jadi lebih baik kamu menyerah saja.."Kata Naruto masih dengan cengiran lebar di wajahnya.

"Apa katamu?" Kesal Neji.

"Ku beritahu ya Neji, Patah hati itu sangat menyakitkan lebih baik sekarang kamu menyerah saja dengan cara terhormat oke?" Kata Naruto masih memasang wajah tanpa rasa berdosa. Shikamaru jadi heran sendiri, Naruto itu bodoh, polos atau bodoh dan polos?Ucapannya dengan licin, mulus tanpa rintangan dan halangan langsung terucap begitu saja tanpa memikirkan resiko dari apa yang ia katakan.

Perkataan pertama Naruto, mungkin masih bisa di terima oleh Neji dan dengan sabar, pemuda Hyuga itu berusaha memaklumi kebodohan Naruto tapi perkataan kedua yang baru semenit yang lalu keluar dari mulut Uzumaki itu, sepertinya sudah membuat Kesabaran Neji Hyuga ini emosi. Ekpresi Neji berganti dengan tatapan tajam yang sempat meredup tadi. Tangannya sudah bersiap dengan pukulan berikutnya tapi tangannya di tahan oleh Shikamaru yang ternyata sudah terbangun.

"Lepaskan Shika." Geram Neji.

"Jangan membuatku tambah dalam masalah dong Neji.." Kata Shikamaru.

Masalah Sasuke dan Naruto saja sudah berat untuk Shikamaru, kalau sampai Neji juga bertengkar dengan Naruto, bisa bisa tugas untuk Shikamaru bukan hanya menjaga Sasuke dan Naruto, tapi juga menjaga agar manusia manusia itu tidak saling berkelahi satu sama lain hanya karena memperebutkan seorang gadis yang kadang Shikamaru bingung, Neji dan Naruto punya tampang lumayan, kenapa harus repot repot merebut kekasih orang?Kan bisa repot apalagi kalau kekasih dari gadis yang mereka sukai itu adalah kekasih dari seorang Uchiha Sasuke. Membayangkannya saja, bisa membuat frustasi sendiri bukan?

'ini benar benar merepotkan. Lama-lama aku menjadi baby sister..' Keluh Shikamaru. Sepertinya dalam tugasmu memang sangat berat ya?Menjaga tuan Uchiha yang memiliki emosi dan gengsi tinggi, Naruto dengan tingkat kebodohan akut yg sangat tidak wajar dan jangan sampai Neji juga terlibat dan menambahkan beban tuan Shikamaru.

'aku harus bisa mencengah Neji, dia tidak boleh sampai terlibat..' batin Shikamru.

"Semuanya pria bujangan yang tampan dan seksi ini akan segera memulai pelajaran kita di pagi hari yang sangat indah ini.."

Masih memengangi kepalanya yang berdenyut denyut, Naruto memandangi guru di hadapannya ini dengan tatapan aneh danheran. Pria dengan baju yang aneh, rambut putih panjang yang aneh dan juga kalimat yang aneh. Memangnya ada guru macam dia? Sakura sudah duduk di sampingnya, begitu juga para siswa dan siswi yang lain, sudah duduk dengan manis di kursi mereka.

"Hei pak tua, Kamu ini salah ruangan.." Kata Naruto masih memengagi kepalanya.

"Benarkah?Kurasa aku masuk kelas yang benar. Ini kelas 10B.."

"Bukan itu maksudku. Lebih baik, pak tua ke rumah sakit dulu, periksakan kejiwaanmu pak tua.." Kata Naruto tanpa rasa berdosa dan di sambut gelak tawa teman teman sekelasnya tertawa kecuali, Shika, Neji, Sakura, Sasuke dan juga guru kita ini yang merasa harga dirinya sudah di injak injak oleh pemuda jabrik kuning ini.

'hhhh.. si bodoh ini..' Keluh Shika dalam hati.

'dasar super idiot..' Komentar Sasuke dalam hati.

Bletak

"Apa katamu?"

"Ti-tidak..bukan apa-apa sensei.." Kata Naruto dengan mulut gelagapan dan keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya, melihat tatapan yang tajam sekali dari pria aneh itu.

' .masih pagi, aku sudah mendapat dua pukulan. Benar-benar pagi yang sial..' batin Naruto.

"Naruto-kun.."

Naruto menoleh dan melihat Sakura menatapnya dengan wajah khawatir. Paling tidak dia bisa melihat wajah khawatir Sakura, walaupun harus mendapat dua jitakan yang lumayan sakit itu.

"Ada apa Saku-chan~~~" Tanya Naruto dengan suara yang amat teramat bahagia.

"Kepalamu sakit tidak?Pukulan Jiraiya-sensei yang tadi, lumayan keras.." Khawatir Sakura. Naruto mengeleng dengan perasaan haru nan bahagia yang sedang menjalar dalam hatinya.

'senangnya~~~' batin Naruto.

"Wah..wah jadi sekarang pria bodoh itu kekasihmu ya, Saku-chan?Kapan kamu putus dengan Sasuke?" Tanya Jiraiya-sensei yang sedari tadi memperhatikan raut wajah bahagia dari wajah Naruto. Respon perkataannya itu, dia mendapatkan tatapan tajam dari sang Uchiha.

"Kami belum putus dan tidak akan pernah putus. Serangga penganggu itu, akan segera ku basmi.." Kata Sasuke dengan nada yang lantang dan wajahnya yang tidak ada keraguan sedikit pun. Hal tersebut menambah kekerenan bungsu Uchiha itu.

'tch, lagi lagi dia sok keren ..' batin Naruto tidak suka dengan Sasuke yang di pandang kagum oleh seisi penghuni kelas dan juga ekspresi Sakura yang merona karena malu sekaligus senang atas ucapan berani dari sang kekasih.

"Ya masa depan masih bisa di rubah. Hei serangga penganggu.." Panggil Jiraiya-sensei kepada Naruto.

"Aku Naruto bukan serangga penganggu.."Kesal Naruto. Sepertinya dia harus segera bertindak kalau tidak ingin satu sekolah memanggilnya dengan sebutan 'serangga penganggu'.

'teme sialan..' batin Naruto.

"Masa depan masih bisa di rubah, berjuanglah.." Kata Jiraiya-sensei dan mendapatkan deathglare gratis dari bungsu Uchiha itu secara tidak langsung, perkataannya barusan mendukung aksi Naruto dalam usaha untuk merebut Sakura dari Sasuke bukan?.

'tch, memberikan harapan palsu..' batin Sasuke.

"Sensei.." Mata Naruto langsung berseri seri, mendengar perkataan dari guru anehnya itu.

"Kalau kamu bisa dan mau merubahnya sih tapi melihat tampangmu yang bodoh itu, sepertinya mustahil ya?" Kata Jiraiya-sensei mengomentari wajah Naruto.

"Dasar sensei satu detik membuatku terharu dan kurang dari satu detik, membuatku muak.." Kesal Naruto.

"..."

"Kamu mau mendukungku apa menjatuhkanku hah?" Geram Naruto.

"Tidak dua-duanya kita mulai pelajaran. Buka buku kalian.." Kata Jiraiya-sensei mengacuhkan omelan Naruto.

'anak yang menarik..' batin Jiraiya dan tersenyum tipis.

Shika, Lee dan beberapa penghuni kelas itu masih berusaha menahan tawa mereka dengan mati-matian karena kejadian tadi, percakapan konyol antara sensei kocak mereka dan juga Naruto. Jiraiya-sensei memang begitu sangat suka bercanda dan tampangnya saja sudah terlihat, kalau Jiraiya-sensei itu bukan tipe orang yang serius. Mereka heran, kenapa Naruto bisa-bisanya terharu atas perkataan Jiraiya-sensei? Kalau mereka sih sudah bisa tau, kalau Jiraiya-sensei sedang bercanda dari ekpresi wajahnya.

'menyebalkan..' gerutu Naruto dalam hati.

Jiraiya-sensei berjalan mengelilingi kelas sembari membacakan materi. Naruto sama sekali tidak mendengarkan penjelasan yang sedang Jiraiya-sensei katakan. Mata safirnya sibuk memperhatikan gerak gerik Sakura. Ekspresi wajah gadis musim semi itu itu terkadang jijik dengan penjelasan Jiraiya-sensei tentang hewan bertubuh lunak, wajahnya serius kalau sedang menulis hal-hal penting, lalu kadang juga tanpa ekpresi.

Naruto juga bisa tau kebiasaan Sakura hanya dengan memperhatikan gadis itu. Sakura suka memutar bolpoinnya kalau lupa akan sesuatu, mencoret coret bagian belakang buku kalau sedang bosan dan terkadang mengigit bagian bawah bibirnya kalau sedang khawatir seperti sekarang. Naruto tersenyum kecil melihat tingkah gadis itu yang sedang menatap khawatir soal-soal di hadapannya dan tentu saja sembari mengingit bagian bawah bibirnya.

"Jangan di gigit keras-keras, nanti berdarah loh.." Kata Naruto dengan senyuman lembut nan menawan.

Siiinggg..

Semua mata tertuju pada pemuda bermata safir itu, mereka melihat Naruto dengan tatapan heran sekaligus bingung tak mengerti dengan ucapan pemuda jabrik kuning itu. Sakura juga melihat ke arah Naruto, dengan rona merah di kedua pipinya karena sedari tadi Naruto memperhatikannya, dan Sasuke melihat Naruto dengan tatapan tajam dan aura membunuh. Saat mengatakan kalimat itu, suara Naruto begitu keras dan menarik seluruh perhatian seisi kelas itu termasuk juga Jiraiya-sensei.

"Kyaaaa.."

"Apa itu Naruto?"

"Jangan keras-keras apanya?"

"Berdarah apanya Naru-kun?"

"Eh, kalian semua itu bukan yang seperti kalian pikirkan.." Kata Naruto gelagapan sendiri karena teman temannya mulai melakukan hal-hal yang aneh dengan tatapan mesum. Jiraiya-sensei hanya bisa menghela nafas melihat kegaduhan kelas ini.

"Ah, tak ku sangka ada orang mesum yang sefrontal dirimu.." Kata Jiraiya-sensei.

"Sensei jangan memperburuk imageku aku.." Kata Naruto.

"Aku sedang memujimu kok lagipula imagemu sudah terlanjur jelek.." Ledek Jiraiya-sensei.

Naruto hanya bisa meratapi kenapa di bandingkan kata rival, kata badut lebih cocok untuk dirinya saatini. Lihat saja dia di tertawakan, padahal dia ingin terlihat keren di hadapan Sakura.

"Naru-kun.."

"Ada apa Saku-chan?Sungguh tadi aku tidak berpikiran mesum tentangmu kok.." Kata Naruto ketakutan. Naruto lebih memilih, seluruh dunia menjauhinya dari pada Sakura. Jika hal itu sampai terjadi, itu adalah mimipi buruk yang menjadi kenyataan.

"PEMBOHONG.." Kata seisi kelas dan lagi lagi Naruto hanya bisa diam, meratapi nasibnya.

"Aku tau. Terimakasih ya sudah mengingatkanku.." Senyum Sakura. Seluruh kelas diam dan memperhatikan dua orang itu. Mereka semua penasaran, ekspresi aneh apa yang akan Naruto tampilkan setelah mendengar kata kata Sakura dan juga senyuman manis gadis musim semi itu?

Booongg..

Naruto terbengong-bengong melihat senyuman Sakura yang manis dan hangat walaupun sesisi kelas menzoliminya, paling tidak Naruto masih bisa mendapatkan senyuman Sakura yang di tujukkan hanya untuknya. Kalau harus di zolimi terus apa kamu mau Naruto?

"Sama-sama Saku-chan~~" Senyum kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Naruto. Sasuke memalingkan wajahnya tidak suka dan bergumam tidak jelas. Bungsu Uchiha ini mulai cemburu lagi heh?

"Baiklah untuk tugas, kerjakan latihan dari bab1, bab2 dan bab3 dengan teman sebangku kalian dan di kumpulkan minggu depan.." Kata Jiraiya sensei, menghancurkan moment bagus antara Naruto dan Sakura.

"Sensei kejamnya.."

"Kurangilah Sensei.."

"Hmm...kerjakan sampai bab terakir.." Kata Jiraiya dengan seringaian andalannya.

"Kyyaaa.. jangan sensei..."

"Sampai bab 3 saja.."

"Baiklah, sampai minggu depan dan Naruto, jangan berfikiran mesum ini sangat berbahaya.." Kata Jiraiya-sensei sebelum keluar dari kelas. Masih saja guru aneh itu masih sempat-sempatnya menggoda Naruto.

"Guru sialan.."Kesal Naruto.

"Bisa-bisanya mengatai murid. Guru macam apa dia itu? Banyak sekali pak tua berhati iblis.." Kata Naruto dengan tingkah kekanakan dan wajah sok imut. Omelannya berhenti saat mendengar suara tawa seseorang dan ternyata Sakura sedang tertawa di sampingnya.

"Apa yang lucu Saku-chan?" Heran Naruto karena melihat Sakura tertawa seperti ini, membuat seluruh kekesalan Naruto hilang dalam sekejap.

"Wajah Naru-kun sangat imut, tingkahmu juga seperti anak kecil.." Kata Sakura setelah berhenti tertawa.

Blush

Naruto langsung puji seperti itu saja, membuat dirinya sangat bahagia, Bagaimana kalau dia bisa mendapatkan Sakura? Mungkin dia akan mati karena terlalu bahagia?

"Oh, ya soal tugas dari Jiraiya-sensei bagaimana?" Tanya Sakura.

Naruto berfikir sejenak lalu ide cemerlang muncul di kepalanya.

"Kita kerjakan di rumahku saja?Bagaimana?" Usul Naruto.

Sakura diam atas usul Naruto, mungkin Sasuke tidak akan mengizinkannya untuk datang ke rumah Naruto tapi kan Sasuke tidak akan melarang Sakura jika hal itu menyangkut tugas sekolah jadi sepertinya dia bisa pergi dengan atau tanpa persetujuan dari kekasihnya. Sakura mengangguk menyetujui, membuat Naruto kian tersenyum bahagia.

"Hari sabtu nanti, kita janjian di stasiun kereta x jam 8 pagi.." Kata Naruto.

"Oke, Naru-kun, boleh minta nomormu?" Tanya Sakura seraya mengeluarkan handphone pinknya.

Naruto tersenyum bahagia dan dengan rasa harunya dia mengeluarkan ponselnya yang berwarna hitam. Setelah selesai bertukar nomor handphone dan beberapa alamat jejaring sosial yang mereka miliki, dua orang itu terus bercanda dan mengobrol dengan seru tanpa menyadari tatapan tidak suka dari bungsu Uchiha itu.

'meyebalkan..' batin Sasuke.

Dari raut wajah nya saja sudah terlihat kalau Sasuke sedang cemburu tingkat akut melihat kekasihnya asik bercanda dan saling menggoda dengan Naruto. Naruto yang melihat hal itu, dengan sengaja Naruto mencubit hidung Sakura dengan gemas, membuat gadis musim semi itu membalas dengan mencubit perutnya lalu mereka kembali tertawa. Sasuke yang melihat hal itu, langsung membuang pandangannya ke arah lain. Lama–lama kalau melihat tingkah Naruto yang memuakkan itu, malah makin membuat emosinya naik dan tidak terkendali jadi bungsu Uchiha ini memutuskan untuk keluar kelas, mencari angin dan menstabilkan emosinya.

"Eh Sasuke-kun, mau ke mana?" Tanya Sakura yang melihat gelagat Sasuke yang akan keluar dari kelas. Sasuke berhenti sejenak lalu memandang wajah kekasihnya itu lekat-lekat. Sakura salah tingkah sendiri, di pandangi oleh kekasihnya itu dengan tatapan yang begitu intens membuatnya merona. Naruto yang tidah menyukai suasana saling tatap mesra antara SasuSaku, langsung mengeluarkan suara.

"Biarkan dia Saku-chan, dia bukan anak kecil lagi.." Celetuk Naruto.

"Tapi tetap saja.."

"Dia usah perdulikan aku. bercanda dengan mesra saja sana, bersama Baka Dobe ini.." Kesal Sasuke dan tanpa mendengarkan komentar Naruto terlebih dahulu, pemuda keren itu langsung keluar meninggalkan kelas dengan perasaan teramat kesal.

'gawat, Sasuke cemburu..' batin Sakura. Ternyata kamu menyadarinya juga Sakura.

'hahaha..bagus bagus, rasakan teme. segitu saja sudah cemburu, dasar uchiha payah..' batin Naruto. Sepertinya kamu senang sekali ya Naruto sudah bisa membuat seorang Uchiha Sasuke cemburu?

'tch, serangga penganggu sialan..' batin Sasuke.

'ini masih awal sasuke..' batin Naruto.

"Ah, bisa gawat ini.." Kata Shikamaru yang melihat Naruto, Sakura dan Sasuke sudah cemburu tapi dalam hati Shika mensyukuri, Sasuke tidak terbawa emosi seperti tempo hari.

'cinta memang hal yang rumit ..' batin Shikamaru.

Ini memang masih sebuah awal. Apakah perasaan tulus dari Sakura bisa menyakini Sasuke untuk percaya padanya? Bisakah Naruto membuat Sakura terkesan sesuai rencananya saat sabtu nanti? Lalu apa yang akan Sasuke lakukan setelah hal ini?


Bagaimana dengan chap ini?Semakin seru dan bagus tidak?

Karena kepanjangan jadinya di potong, besok baru akan di post next chap lagi.

Bisa update cepat juga karena sekolah lagi free dan juga ide lagi mengalir deras . benar benar beruntung.

Terimakasih banyak buat yang udah review.

Ngga nyangka fic abal ini mendapat sambutan bagus.

Maaf kalau masih ada typo dan kalimat yang hilang. Padahal sebelum di post, udah di cek dan di baca berulang kali tapi setelah di post pasti ada kata yg ilang -_-

Huhuhu.. jadi ngga ngerti sendiri, kemana larinya kata kata itu.

Sekali lagi maaf dan terimakasih banyak ^^

Balasan Review

Nitya-cha : terimakasih banyak atas pujiannya. Fic abal ini di bilang bagus, senangnya ^^

Soputan : hehe..begitulah makasih udah bilang seru *terharu* padahal ngga jelas fic ini. sip memang nanti Hinata akan muncul biar Sakura bisa cemburu juga ^^

Kyuu-chan : Yeaahhhh.. pastinya kita tunggu dan lihat saja aksi dari seorang Uzumaki .. terimakasih banyak atas cintanya *girang* author juga mencintai kamuu.. haha

Van persie : sip, pasti author akan bikin rame terus oke?:D dan mohon dukungannya.^^

Doche : hehe.. masa fic abal ini asik? *ragu*

Guest 01 : iya, itu kendala yang sangat besar untuk author -_- padahal udah di baca dan di cek berulang kali, tapi pas di post selalu ada kata yg hilang. gomen.

Guest 02 : ini next chap udah di udah di update. makasih udah mau review ^^ tetap baca ya?

Next chap di update besok lagi ya..

Terimakasih udah yang mau baca dan udah mau review.

review for next chap..

Sincerenly yours

Princess 7174