A NARUTO Fan Fiction

Princess 7174 Proudly Present

My Baby Girl

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: Uchiha SasukexHaruno Sakura & Uzumaki NarutoxHaruno Sakura

Genre: Romance, Humor, Friendship and Family

Warning: AU, OOC, Typo(s) aneh, ngga jelas dll

I hope you give a good respect for my first fanfiction

If you like please reand and review

If you don't like?just read and you will like it ^^


Chapter 4 : Cemburu

Sasuke berjalan dengan santai menyusuri koridor sekolahnya. Seperti biasa, tatapan kagum dan memuja selalu terlihat jika Uchiha bungsu itu sudah menampakkan batang hidungnya. Di luar penampilannya, mungkin Sasuke terlihat tenang dan tanpa ekpresi alias datar tapi percayalah di dalam dirinya, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, bungsu Uchiha ini sedang mendidih dan siap meledak kapan saja.

Perasaan kesal dan sesak ini, bukan pertama kali ia rasakan. Berkali-kali Sasuke sudah pernah merasakan perasaan ini saat Neji pernah menembak Sakura waktu mereka SMP. Perasaan sesak yang sedang menganggu hati dan fikiran sang Uchiha ini tak lain dan tak bukan adalah perasaan cemburu.

Melihat Naruto seenaknya bercanda dengan Sakura, tertawa dengan Sakura membuat emosi Sasuke kian memuncak. Sebenarnya ingin sekali Sasuke memukul wajah 'serangga penggangu' itu tapi ia ingat akan Shikamaru dan juga ancaman dari kepala sekolah monster mereka, jadi Sasuke berusaha menahan amarahnya itu dengan solusi berjalan tanpa arah tujuan seperti sekarang ini.

Kenyataan kalau Naruto mampu membuat Sakura tersenyum adalah hal yang paling membuat Sasuke kesal dan merasa kalag. Sasuke belum pernah membuat Sakura tersenyum seperti itu. Jika bersamanya, gadis bermata emerald tersebut akan tersenyum dengan sendirinya dan senyuman gadis itu selalu membuat Sasuke tenang dan bahagia. Rasanya ia juga ingin bisa banyak berbicara, mengajak Sakura bercanda, meledek gadis itu dan membuat gadis itu tertawa, tapi karena sifat dan gengsi yang di turunkan dari keluarganya, Sasuke tidak bisa berbuat banyak.

'kuso..' umpat Sasuke dalam hatinya.

Bruuk

"Kyyaaa.."

'sekarang apa lagi?' Sasuke bertanya dalam hatinya.

Ternyata karena berjalan sembari melamun, Sasuke tidak sengaja menabrak seorang gadis hingga gadis itu jatuh terduduk. Keadaan Sasuke?pria bermata onyx kelam itu masih berdiri dengan tegap dan tentu saja dengan wajah datar dan dinginnya.

"Kalau jalan, pake mata.." Kalimat dingin langsung meluncur begitu saja dari mulut Sasuke. Gadis berambut hitam keunguan itu bergetar.

Ooohhh, kita semua bisa tebak, dengan tatapan dingin dan kalimat tajam itu sukses membuat gadis yang Sasuke tabrak itu ketakutan hingga menangis, Sasuke menarik nafas panjang, lalu membuangnya perlahan. Ia sadar, tadi dia terbawa emosi dan tanpa sadar mengomeli gadis itu -jelas yang salah disini adalah dirinya, Sasuke berjalan sembari berjongkok, lalu mengusap punggung gadis itu lembut.

"Maafkan, kata-kataku tadi.." Kata Sasuke dengan tatapan lembut dan suara yang lembut.

Hiks..hiks..

'ah, bagaimana ini?' batin pemuda tampan ini. Sasuke bingung menghadapi gadis yang tengah menangis itu. Kalau di hadapannya Sakura yang menangis sih, Sasuke akan langsung memeluk dan mencium Sakura tanpa ragu dan kebingungan, tapi kali ini, yang menangis bukan Sakura ! Apa yang harus ia lakukan?.

'berfikirlah..' batin Sasuke.

Sejenak Sasuke diam. Masa iya, dia harus memeluk dan memperlakukan gadis selain Sakura dengan lembut? Kalau Sakura melihatnya, gadis itu pasti akan kesal dan marah. Sakura memang membuat Sasuke cemburu dan menurut Sasuke, sepertinya tidak apa kalau dia, hanya sekadar memeluk gadis ini agar tangis gadis itu hilang. Gadis itu tersentak kaget, begitu tangan kekar Sasuke memeluknya dan dengan lembut mengelus helaian rambutnya. Sentuhan yang hangat nan lembut dan perlahan-lahan tangisnya pun mulai mereda.

Di sisi lain, Sakura berlarian di sepanjang koridor sekolahnya. Helaian soft pink yang panjangnya menutupi punggungnya, ikut menari-nari saat gadis itu berlari. Di belakangnya Ino dan Naruto berteriak memanggil-manggil namanya. Bukannya menoleh, langkah kaki Sakura kian cepat saat mata emeraldnya tidak bisa menemukan keberadaan Sasuke. Dia tau dia salah, tapi Sasuke tidak harus langsung marah seperti itu lalu langsung menghilang karena cemburu kan?

'Sasu-kun ke mana sih?' tanya Sakura dalam hati.

Cemas dan rasa bersalah terlihat jelas di wajah cantik gadis bermata emerald itu. Para laki-laki, langsung curi pandang untuk menikmati keindahan yang terpancara dari kencatikan Sakura. Mumpung tidak ada Sasuke, mereka boleh kan curi-curi pandang? Kesempatan tidak datang dua kali. Naruto yang menyadari tatapan mesum datang dari seantero Konoha, langsung melempar deatglarenya dan membuat para pemuda itu tambah ngeri.

"Jangan berani-berani menatap Sakura walaupun tidak ada Sasuke, ada aku tau !.." Kata Naruto dengan tatapan tajam dan para pemuda itu mengangguk mengerti.

"Sakura, tunggu.." Teriak Ino.

"Di mana sih Sasuke-kun.." Kata Sakura dan matanya bergerak dengan cemas.

"Di masih di sekolah kok.." Kata Ino berusha menenangkan sahabatnya itu.

"Masalahnya tadi dia pergi dengan marah tau sendiri kan Sasu itu gimana.." Kata Sakura.

"Iya aku tau ra, mangkanya kita cari perlahan-laha oke? Jangan panik.." Kata Ino.

Sakura menghebuskan nafas panjang, lalu mengangguk. Ino tersenyum lalu dua gadis ini pun berjalan secara perlahan menyusuri koridor sekolah mereka sembari mencari sosok Sasuke.

"Aduh, kalian berdua. Jangan tinggalkan aku dong.." Omel Naruto.

"Hei, Baka. Semua ini kan karena ulahmu. Sadar dong.." Omel Ino.

"Loh? Aku kan cuman ngobrol dengan Sakura. Sasuke aja yang gampang cemburuan.." Kata Naruto masih membela dirinya.

"Kalau tau Sasuke gampang cemburuan, kamu jaga jarak dengan Sakura, Baka.." Kesal Ino. Sepertinya gadis berambut pirang ini mulai kesal dengan kebodohan atau kepolosan yang di miliki Naruto.

"Aku hanya ingin ngobrol dengan gadis yang aku sukai kok. Sekaligus PDKT, memang salah?" Kata Naruto dengan wajah polosnya.

"Si idiot ini.."

"Sasuke?"

Ino dan Naruto menoleh dan melihat sosok pemuda berambut raven mencuat ke belakang yang sedang berdiri dengan posisi membelakangi mereka. Mereka tidak perlu melihat wajahnya, cukup dengan gaya rambut khas itu kita sudah tau, siapa pemuda itu bukan?

Pemuda itu menoleh dan betapa terkejutnya, Naruto, Ino dan Sakura. Sasuke sedang memeluk seorang gadis selain Sakura dengan erat dan lembut. Onyx dan Emerlad saling menatap satu sama lain. Sakura memperhatikan gadis yang tengah di peluk oleh Sasuke dan di detik kemudian, gadis berambut soft pink itu berlari pergi.

"Sakura.."

"Sialan.." Maki Sasuke.

"Ino, kejar Sakura-chan.." Kata Naruto. Ino mengangguk dan mengejar Sakura. Naruto menatap Sasuke dengan tatapan tajam. Dia memang senang karena Sasuke akan segera bertengkar dengan Sakura akibat hal ini tapi di sisi lain, Naruto juga sedih karena hal ini membuat gadis yang begitu ia sayangi jadi sedih dan terluka. Bagaimana mungkin Sasuke bisa memeluk gadis lain selain Sakura? Apalagi ini masih di lingkungan sekolah, pastinya akan banyak yang melihat hal itu bukan.

"Dasar rendahan.." Kata Naruto.

"Diam Baka. Kamu tidak mengerti apa yang terjadi.." Kata Sasuke.

"Terserah tapi satu hal yang bisa aku pastikan. Sakura pasti kesal dan kecewa padamu, teme.." Kata Naruto.

"Tch, hanya karena hal ini saja dia cemburu. Seperti anak kecil saja.." Kata Sasuke.

"Hei, harusnya aku yang bilang kamu seperti anak kecil. Aku dan Sakura hanya ngobrol dan bercanda, lagipula ada Shikamaru, Ino, Tenten, Lee dan Neji yang ikut ngobrol dan bercanda bersama kami.." Kata Naruto.

".."

"Sekarang coba lihat dirimu ! Di pojokan, lorong yang sepi dan jarang di lewati ini, kami melihat kamu memeluk gadis lain. Pikirkan perasaan Sakura dong. Sekarang siapa yang terlihat seperti anak kecil? Cemburu milikmu tidak beralasan. Coba dengan Sakura?"

".."

"Tch, orang yang melihat kalian secara sekilas saja, sudah bisa salah paham. Apalagi Sakura. Kamu ini jenius, tapi bodoh.." Kata Naruto dan berjalan pergi meninggalkan Sasuke.

Perkataan yang baru saja di ucapkan Naruto masih tergiang di fikiran Sasuke. Gadis yang tadi di peluknya, kini berdiri dan menatap Sasuke dengan raut wajah bersalah. Secara tidak langsung, semua ini terjadi karenanya, jadi gadis berambut hitam keunguan itu merasa bersalah sudah membuat Sasuke dan Sakura bertengkar.

"Maaf, semua ini karena aku.."

"Pergi.."

"Maaf.."

.

.

Ino berjalan perlahan mendekati Sakura yang sedang duduk di bawah pohon yang rindang. Raut wajah Sakura jelas sedih, kecewa dan terluka. Ino mengerti akan hal itu dan sekarang Ino bingung, apa yang harus ia lakukan agar sahabatnya itu kembali ceria lagi?

Zrasshhh

Angin berhembus, membawa beberapa helaian daun yang berguguran dan juga helaian rambut soft pink Sakura menari-nari bebas, Ino terpesona melihat wajah Sakura membuat wajah Sakura kian terlihat cantik dan menawan.

"Jangan memandangiku dengan tatapan mesum pig.."

Ino tersadar dari lamunanya dan gadis berambut blonde itu mengambil posisi duduk di samping temannya itu. Sakura menunduk, memang awalnya dia yang salah karena terlalu asik bercanda dengan Naruto dan teman-temannya, membuat Sasuke kesal dan marah. Tapi pemadangan yang baru saja ia lihat, justru lebih keterlaluan menurutnya. Setidaknya kalau Sasuke ingin membuatnya cemburu, jangan melakukan hal seperti itu. Sakura memang cemburu, melihat Sasuke memperlakukan dengan lembut gadis selain dirinya. Semua gadis pasti akan marah dan cemburu bukan? Tidak terkecuali Sakura.

"Pasti Sasuke memiliki alasan Sakura.." Kata Ino.

"Pertama, aku yang salah pig. Aku terlalu asik sendiri bercanda dan mengobrol dengan Naruto dan melupakan Sasuke sejenak. Tapi Sasuke yang memeluk gadis lain, justru lebih meyakiti aku Ino.." Kesal Sakura.

"Terakir kali kamu cemburu pada Sasuke, saat kita kelas 3 SMP ya forehead. Tak ku duga, bisa melihat wajah cemburu mu, secepat ini.." Canda Ino.

"Pig.."

"Hehe.. Gomen, gomen. Pasti dia punya alasah forehead.." Kata Ino.

"Alasannya hanya untuk membuatku cemburu.." Kata Sakura.

"Hei forehead, kamu kan sudah kenal Sasuke sejak kalian kecil. Hubungan kalian juga sudah sangat lama, suatu hubungan yang sudah terjalin lama dan erat tidak akan bisa terputus dengan mudah.." Kata Ino.

"Hei, nona Nara Shikamaru, jangan memakai kata-kata yang ambigu untukku. Sudah langsung To The Point saja.." Kata Sakura.

"Ah, semakin lama, kamu semakin mirip Sasuke.." Kata Ino. Melihat tingkah Sakura barusan yang tidak suka basa-basi, mengingatkan Ino pada sosok Sasuke yang memiliki sifat serupa.

"Kamu juga. Sejak kapan bisa mengatakan hal-hal seperti itu? Jadi mirip dengan Shika.." Komentar Sakura.

"Terserah. Maksudku, kamu sudah kenal Sasuke sejak lama dan hubungan kalian juga terjalin sudah sangat lama. Selama itu, aku pasti tau kebiasaan Sasuke kan?" Kata Ino.

".."

"Sasuke akan mengomeli kamu, kalau kamu salah, ceroboh dan membuat dia khawatir, selalu bersikap over karena ingin menjagamu. Semua yang ia lakukan itu selalu mempunyai alasan, jadi yang satu ini, pastinya dia memiliki alasan.." Kata Ino.

Sakura tersenyum. Perkataan Ino memang benar. Selama ini, Sasuke selalu melakukan sesuatu dengan alasan yang jelas.

"Tapi, coba kamu fikrikan pig, alasan apa yang mengharuskan Sasuke memperlakukan gadis lain selain aku secara lembut?" Tanya Sakura dan menatap tajam Ino.

"I-Itu.."

"Lalu, alasan apa yang membuat mereka harus saling memeluk di koridor yg gelap dan sepi? Nah alasan apa Ino pig?" Tanya Sakura.

Ino diam, membeku. Tatapan mata Sakura, suara yang tajam dan mengintimidasinya. Membuat seorang Yamanaka Ino jadi bingung sendiri harus menjawab apa.

"Sa-sakura.."

"Nah, ayo jawab Ino. Alasan apa?"

Demi apapun yang ada di dunia ini. Ino semakin melihat sikap dan ekpresi Sakura yang benar-benar terlihat seperti Sasuke. Tatapan mata yang tajam dan mengitimidasi yang Sakura berikan padanya, benar-benar mirip tatapan tajam Sasuke. Suara tajam, dingin dan menusuk, persis seperti suara bungsu Uchiha itu. Aura seram nan mengerikan yang Sakura keluarkan, mirip dengan Sasuke. Sakura benar-benar mirip Sasuke kalau sedang marah dan yang Ino tak habis fikir, bagaimana bisa, Sakura jadi sangat menyeramkan seperti Tsunade?

"AKU TIDAAKKK TAAUUUU. SHIKAAA.. TOLONG AKUU.." Teriak Ino frustasi.

Bagaimana mungkin Ino bisa lupa? Sakura adalah cucu kesayangan dari kepala sekolah mereka yang menyeramkan itu. Jadi bukan hal yang aneh kan kalau Sakura bisa jadi sangat menyeramkan seperti kekasih dan neneknya itu?.

.

.

"Dasar bodoh.." Komentar Shika begitu Ino menyelesaikan ceritanya.

"Jahat sekali, kamu Shika.." Kata Ino.

"Habisnya, perkataanmu itu bukan membantu malah membuat Sakura kian kesal dengan Sasuke.." Kata Shikamaru.

"Tapi, aku cuman mau bilang ke Sakura, pasti ada alasannya. Kenapa Sasuke memeluk gadis itu.." Kata Ino.

"Di fikirkan baik-baik juga, semua alasan yang muncul semuanya alasan yang buruk.." Kata Neji angkat bicara.

"Apa maksudmu Neji?" Tanya Lee.

"Coba kalian fikirkan, Sasuke memeluk seorang gadis di koridor sekolah yang sepi dan gelap. Alasan logis apa yang terlintas di benak kalian, melihat kondisi dan posisi seperti itu?" Tanya Neji.

Shikamaru, Ino, Tenten dan Lee langsung menyerap kata-kata Neji dan mulai memikirkan tentang alasan apa yang membuat Sasuke memeluk gadis itu.

"Masa Sasuke dengan sengaja melakukannya sih?" Kata Tenten.

"Atau jangan-jangan, dia ingin membalas Sakura?" Kata Lee.

Bletak

"Jangan bicaramu. Sasuke tidak mungkin seperti itu. Masa membalas Sakura dengan cara rendahan seperti itu?" Kata Shika tidak terima dengan perkataan Lee.

"Habis, Sakura secara tidak langsung selalu membuat Sasuke cemburu karena kedekatannya dengan Naruto. Kan bisa saja, hanya pemikiranku.." Kata Lee.

"Tapi bisa juga hal itu terjadi Shika.." Kata Ino.

"Benar tuh Shika.." Kata Tenten.

"Tuhkan~~~" Kata Lee senang karena ada yang setuju dengan pemikriannya.

"Tapi kita jangan menarik kesimpulan dulu, bagaimanapun, ini baru perkiraan kita.." Kata Neji.

"Neji benar, lebih baik kita bertanya pada Sasuke.." Kata Shikamaru dan bangkit berdiri, hendak menghampiri Sasuke.

"Sasuke? Sekarang? Dengan emosi yang masih meliputi Uchiha itu? Kamu bercanda Shika.." Kata Tenten dan membuat Shikamaru kembali duduk.

"Bisa-bisa, baru mengatakn satu kata, kita sudah tepar tidak berdaya.." Kata Lee.

Neji mengangguk menyetujui perkataan Lee. "Lee benar. Kita tunggu, sampai Sasuke tenang.."

'merepotkan sekali. Kenapa aku yang harus mendapatkan tugas ini?' batin Shika.

.

.

Murid kelas 10B terlihat tenang dan damai dari luar kelas, tapi kalau kalian menjadi salah satu dari penghuni kelas itu, percayalah kalian akan merasakan aura tidak bersahabat dari Sasuke dan juga Sakura. Jika kedua kekasih itu bertengkar atau ada masalah, entah kenapa keadaan kelas menjadi sangat mencekam dan tidak mengenakan. Apalagi sekarang mereka sedang mengikuti pelajaran musik dari guru killer mereka, Orochimaru-sensei, bisa kalian rasakan betapa tertekannya penghuni kelas itu.

'aku benci suasana seperti ini..' batin Sakura.

'benar-benar tidak mengenakan..' batin Naruto.

'harus segera di selesaikan..' batin Shikamaru.

"Ino, tolong buatkan selembar kertas berjumlah siswa di kelas ini, beserta namanya.." Perintah Orochimaru.

"Baik sensei.." Kata Ino dan mulai melaksankan tugas yang di berikan dengan di bantu Tenten.

"Tugas kali ini di kerjakan secara kelompok. Saya yang akan, memilihkan ketua kelompoknya dan ketuanya yang akan mengambil secarik kertas bernamakan anggotanya.." Kata Orochimaru.

"Tugasnya, mengarasemen lagu, lalu menampilkannya. Waktu yang saya berikan hanya satu minggu karena sekolah kita akan sibuk dengan festival olahraga.." Kata Orochimaru.

Benar-benar guru yang kejam. Hanya satu minggu? Yang benar saja. Mereka harus mencari lagu yang cocok, mengarasemennya dan baru latihan dan juga menghafalnya. Sungguh guru yang kejam. Apalagi baru beberapa jam yang lalu, Jiraiya-sensei juga memberikan tugas 3 bab. Wuhhh.. sepertinya, para penghuni kelas 10B tidak bisa bersantai-santai ya?.

"Bagi yang namanya, saya panggil, langsung maju ke depan.." Kata Orochimaru.

"Ketua kelompok yang pertama Hyuga Neji.."

"Ketua kelompok yang kedua Nara Shikamaru.."

"Ketua kelompok yang ketiga Tenten.."

"Ketua kelompok yang keempat Shion.."

"Ketua kelompok yang kelima Uchiha Sasuke.."

Semua nama yang di panggil pun maju ke depan. Sesaat mata Sasuke dan Sakura bertemu tapi Sakura langsung mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Sasuke menghela nafas. Kalau tingkah Sakura sudah tidak bersahabat seperti itu, pastinya gadis manis itu sedang marah dan kesal.

"Sekarang, ambil secarik kertas secara berutan, di mulai dari Sasuke.." Kata Orochimaru.

"Sakura-chan.."

Sakura menoleh dan melihat Naruto sedang memasang tampang wajah aneh. Sakura berusaha mati-matian untuk menahan tawanya, tapi sekeras apapun usahanya, ekspresi wajah Naruto terlalu aneh dan membuat Sakura tertawa.

"Tampang idiot apa itu?" Celetuk Ino.

"Hahaha.. Naruto-kun, kamu benar-benar lucu. Tampangmu aneh sekali.." Tawa Sakura.

Naruto tersenyum lembut, melihat Sakura yang masih tertawa dengan memengangi perutnya.

"Syukurlah.."

"Eh? Kenapa Naruto-kun?" Tanya Sakura seraya menghapus air matanya, akibat tadi dia terlalu banyak tertawa.

"Akhirnya kamu tertawa. Aku ketakutan karena sedari tadi kamu memasang tampang horror itu. Wajah cantik Saku-chan jadi terlihat amat menyeramkan.." Kata Naruto.

"Jadi mirip wajah setan gentayangan kan Naruto?" Tanya Ino dan gadis Yamanaka itu tertawa.

"Apa maksud kalian heh? Mengejekku?" Tanya Sakura dengan aura membunuh. Ino langsung tutup mulut rapat-rapat ketakutan.

"Bu-bukan.. begitu.. Saku-chan.."

"Gyaaahahahaha.. harusnya kalian lihat ekpresi kalian itu. Benar-benar lucu sekali.." Tawa Sakura.

"Tch sial, aku tertipu.." Kata Ino.

"Yang penting, Sakura-chan sudah tertawa lagi.." Senyum Naruto.

Sakura tersenyum manis lalu mengangguk.

"Terimakasih Naruto-kun.." Senyum Sakura.

"Tidak perlu berterima kasih, sudah tugasku membuat gadis yang aku sukai, selalu tersenyum.." Cengir Naruto. Ino yang melihat sikap dan tingkah Naruto, beterima kasih dalam hatinya, bisa membuat mood Sakura bagus lagi.

Shikamaru melirik Sasuke dan melihat pemuda tampan itu sedang menahan amarahnya. Tangan Sasuke terkepal erat, giginya bergemelutuk karena emosi. Shikamaru mendesah panjang lalu memukul bahu Sasuke ringan.

"Jangan emosi begitu.." Kata Shikamaru.

".."

"Paling tidak, Naruto membuat Sakura tersenyum lagi.." Kata Shikamaru.

"Justru itu yang membuatku kesal. Si super idiot itu selalu bisa membuat Sakura tersenyum.." Kata Sasuke.

Shikamaru kembali menghela nafas. "Habis ini, jelaskan semuanya pada Sakura.."

".."

"Kalau kamu membiakan hal ini terus berlarut-larut, lama-kelamaan, si serangga penganggu itu akan mengambil Sakura darimu loh. Uchiha anti kalah kan?" Tanya Shika.

Shikamaru tersenyum puas saat melihat perubahan raut wajah Sasuke. Sehabis mendengar perkataan Shikamaru, Sasuke maju ke depan dan mengambil secarik kertas. Onyx Sasuke membulat sempurna, kemudian senyuman atau seringai muncul dengan jelas di wajah tampannya.

"Uzumaki Naruto.."

Semua mata membulat tidak percaya kecuali Orochimaru-sensei yang tidak mengetahui permasalah yang terjadi. Naruto berjalan dengan santainya dan berdiri di belakang Sasuke. Shikamaru kembali mendesah panjang, apa yang akan terjadi kalau Naruto satu kelompok dengan Sasuke? Sakura mengingit bibir bagian bawahnya. Beginilah dia kalau sedang khawatir. Hubungan Sasuke dengan Naruto kan jauh sekali dari kata Baik dan bersahabat. Sakura khawatir apa yang akan dua orang itu lakukan.

"Akatsuna Sakura.."

Sakura menoleh dan melihat Shikamaru memanggil namanya. Sakura berjalan dan berdiri di belakang Lee. Emeraldnya memperhatikan anggota kelompok Sasuke dan untung saja Ino ada di kelompok itu.

'semoga semuanya akan baik-baik saja..' batin Sakura.

Apakah Sasuke bisa menjelaskan semuanya pada Sakura dan membuat hubungan mereka kembali membaik? Apa yang terjadi saat Naruto dan Sasuke satu kelompok dan juga rencana apa yang sudah Naruto siapkan untuk hari sabtu nanti? Siapa gadis yang di peluk Sasuke itu? Apakah gadis itu masih akan tetap muncul?

Jawabannya di next chap ..

To Be continued ..


Kyaaa gimana sama chap ini?

Mood ku lagi ngga bagus, alias galau karena idenya terlalu banyak -_-

Haha.. abaikan.

Terimakasih yang udah mau review, author terharus sekali.

Kalau ada kata yang hilang, mohon maaf juga. Author ngga tau ke mana larinya kata-kata itu. Author udah cek berulang kali.

Gomen karena masih banyak sekali kekurangan.

Review for next chapter ..


Balasan Review

Guest : iya ngga apa-apa. Kamu udah nyempetin review aja, author sudah berterima kasih. Tetep baca ya? ^^

Enal : Pasti di lanjut tenang aja. ^^

Guest : Sip, pasti di lanjut, tetap dukung dan baca ya?

Hiroshima : Hahaha.. pasti Naruto akan merebut Sakura tapi ngga janji ya? Sasukenya terlalu over sih.. Makasih udah sempetin review ^^

Review for next chap..

Sincerenly yours,

Princess7174