A NARUTO Fan Fiction
Princess 7174 Proudly Present
My Baby Girl
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pairing: Uchiha SasukexHaruno Sakura & Uzumaki NarutoxHaruno Sakura
Genre: Romance, Humor, Friendship and Family
Warning: AU, OOC, Typo(s) aneh, ngga jelas dll
I hope you give a good respect for my first fanfiction
If you like please reand and review
If you don't like?just read and you will like it ^^
My Baby Girl Chapter 6 : Taman Bermain
Seminggu berlalu dengan cepat dan tanpa di rasa, Hari ini adalah hari sabtu di mana Sakura akan pergi ke rumah Naruto untuk mengerjakan tugas Biologi dari Jiraiya-sensei. Karena mereka janjian jam 8 pagi, hari ini Sakura jadi bangun seperti biasa. Sasori memandang heran ke arah adik tersayangnya itu. Biasanya kalau hari sabtu, Sakura akan bangun lebih siang, tapi hari ini gadis bermata emerald itu berbeda. Sakura sudah rapih dengan baju perginya dan juga tas selempangnya. Sasori mengernyit, otaknya mulai berfikir tentang kemungkinan yang akan Sakura lakukan.
'hari sabtu, libur, pakaian rapih, Saku-chan juga manis sekali..' batin Sasori.
Otaknya masih terus berfikir dan kemudian, saraf-saraf otaknya menemukan sesuatu dan seketika 'sesuatu' yang baru saja saraf-saraf otaknya temukan, langsung membuat wajah baby face Sasori berubah jadi evil face.
'kencan, pasti kencan dan kencan berarti dengan si Uchiha sialan itu. Berani sekali si Sasuke melanggar hukumannya lagi..' batin Sasori dengan mata penuh kebencian.
Sakura yang menyadari perubahan aura di sekitarnya langsung berhenti dengan kegiatan sarapannya. Mata emeraldnya memandangi abang laki-lakinya yang sedang mencengkram telapak meja dengan kuat membuat telapak meja itu kusut.
"Sasori-nii san kenapa?" Tanya Sakura.
"Saku-chan, kamu mau ke mana?" Tanya Sasori.
"Mengerjakan tugas sekolah dengan .."
"Jangan bilang dengan Sasuke?" Kesal Sasori.
"Uchiha sialan itu, sudah kemarin melanggar batas wilayah, sekarang ingin melanggar batas hari juga? Lihat saja, akan ku telpon Itcahi.." Kata Sasori dengan seringaian jahil yang menyeramkan.
Sakura hanya bisa menunduk pasrah. Abang laki-lakinya pasti akan bertingkah seperti itu, jika ada sesuatu yang menyangkut tentang Sasuke. Sepertinya, Sasori sangat dendam dengan Sasuke heh? Sakura tidak habis fikir, Sasori yang biasanya dewasa, pendiam dan bijaksana akan berubah kalau ketemu dengan Sasuke. Sepertinya, abangnya itu mempunyai sisi lain ya?
"Nii-san, aku tidak pergi dengan Sasuke.." Kata Sakura.
"Jangan membohongi nii-san.." Kata Sasori masih fokus dengan layar handphonenya. Sesekali suara tawaan keluar dari mulut Sasori. Entah apa yang sedang kakanya lakukan itu tapi yang pasti Sakura punya firasat buruk akan hal ini.
"Aku ngga bohong nii-san, aku mau ke rumah temanku yang bernama Naruto, kalau nii-san tidak percaya, ikut aku saja ke stasiun.." Kata Sakura.
Sasori diam sebentar. Matanya memandang ke arah emerald Sakura, mencari-cari cela kalau adiknya itu sedang membohonginya tapi emerald itu hanya memancarkan kejujuran. Sasori membuang nafas perlahan lalu meminum tehnya dan bangkit berdiri.
"Ya sudah, nii-san antar. Sekalian nii-san mau ke kampus.." Kata Sasori.
Sakura mengangguk mengiyakan. Setelah menghabiskan sarapannya, gadis berambut soft pink itu langsung bersiap menuju stasiun bersama sang abang tercinta.
.
.
Stasiun Kereta X
07.35
Pemuda berambut jabrik dengan warna kuning mencolok tengah berdiri di depan pintu masuk stasiun. Matanya sibuk mencari-cari sosok yang sedari tadi ia cari dan juga ia tunggu. Mereka janjian jam 08.00 dan sekarang baru saja jam 07.35 jadi kemungkinan besar gadis yang ia tunggu-tunggu, pastinya belum datang. Menunggu memang bukan kebiasaan Naruto, biasanya pemuda bermata safir itu selalu di tunggu karena maklum, Naruto selalu ngaret dan juga susah bangun pagi. Tapi karena hari ini dia akan bertemu dengan pujaan hatinya, alhasil Naruto memakai 15 alarm dengan volume full untuk bisa bangun di pagi hari. Hasilnya tidak mengecewak, Naruto berhasil bagun pagi dan juga ia bisa dandan 'keren' dalam rencana untuk menarik perhatian Sakura. Walaupun akibat alarmnya itu dia berhasil membangunkan seluruh penghuni anggota rumahnya. Tapi paling tidak, sejauh ini semua masih dalam kendali.
'hari ini, aku akan membuat Saku-chan terkesan~~~' batin Naruto.
Beberapa gadis-gadis yang berlalu-lalang, melempar tatapan genit dan juga tebar pesona ke arah Naruto. Memang Naruto lumayan tampan dan keren tapi kalau ada Sasuke di sampingnya, kemungkinan besar keberadaan Naruto tidak akan di lirik barang secuil pun dan untuk itulah Naruto merasa sangat kesal dengan Sasuke.
"Loh Naruto?"
Lamunan Naruto buyar saat sebuah suara memanggil namanya. Mata safirnya melihat seorang gadis pirang dan juga laki-laki berkuncir yang di gandeng mesra oleh sang gadis.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Naruto.
"Kami mau kencan.." Kata Ino malu-malu.
"Begitukah? Sama denganku dong.." Cengir Naruto.
"Oh ya? Memangnya kamu punya kekasih?" Tanya Shikamaru tanpa rasa berdosa.
Ctak
Dahi Naruto berkedut, perempatan siku muncul di keningnya akibat ucapan Shikamaru.
"Shika, jaga omongamu.." Kata Ino.
"Memang benar kan? Naruto kan jomblo, kalau SasuSaku sih ngga heran kencan hari sabtu.." Kata Shikamaru.
"Aduh Shika, masa kamu lupa? Sasuke kan kena hukuman Sasori-san.." Kata Ino berusaha mengingatkan Shikamaru saat Sakura bercerita pada mereka.
"Oh iya, aku lupa. Sayang sekali.." Kata Shika.
"Anu.. Sasuke di hukum? Siapa itu Sasori-san?" Tanya Naruto.
"Sasuke di hukum tidak boleh kencan dengan Sakura selama satu bulan, ke rumahnya juga ngga boleh.." Kata Ino.
"Sasori-san itu abang laki-laki Sakura dan dia mengidap penyakit Sister Complex level akut.." Kata Shikamaru.
"Coba ulangi lagi kalimatmu Shika.."
Shikamaru, Ino dan Naruto menoleh ke belakang dan melihat seorang pemuda tampan dengan wajah yang harusnya baby face tapi yang terlihat adalah evil face karena sedang menahan amarahnya.
"A-a itu Sasori-nii san, bukan apa-apa.." Gugup Shika.
"Aku belum tuli, tadi kamu bilang sister complex tingkat akut hah?" Kata Sasori.
"I-itu.."
"Sudahlah nii-san, jangan marah-marah terus, nanti cepet tua." Kata Sakura berusaha menenangkan Sasori.
Sasori membuang nafas, berusaha menetralkan kembali emosinya. "Jadi dia yang namanya Naruto?" Tanya Sasori.
"Hai, namaku Uzumaki Naruto.." Kata Naruto dan membungkuk penuh hormat.
"Wah, kamu sopan sekali ya, beda sekali dengan si Uchiha sialan itu.." Kata Sasori.
'yes, aku dapat kesan baik~~~' batin Naruto.
"Aku Akatsuna Sasori, abang Sakura. Tolong jaga adikku ya.." Senyum Sasori dan Naruto mengangguk mantap dengan penuh keyakinan.
"Baik dan pasti akan ku jaga.." Kata Naruto.
Sasori tersenyum. 'hiahaha, Sasuke, ternyata sainganmu banyak ya. Tapi aku suka pemuda energik ini walaupun tampangnya terlalu lugu dan polos..' batin Sasori.
"Ya sudah, nii-san pergi dulu Saku-chan.." Kata Sasori.
"Iya, hati-hati nii-san.." Kata Sakura dan melambaikan tangannya pada abangnya.
"Shika, Ino kalian mau kencan ya?" Tanya Sakura mellihat penampilan Shika dan Ino yang serasi itu.
"Begitulah, sayang ya Saku-chan, kamu ngga bisa ikut kita ke taman bermain yang baru buka.." Kata Ino.
"Sasuke di hukum sih.." Tambah Shika.
"Ngga apa, bisa lain kali.." Kata Sakura.
Naruto memperhatikan raut wajah Sakura. Gadis itu terlihat ikhlas tapi sepertinya Sakura ingin sekali pergi ke taman bermain itu.
"Kita pergi saja ke taman bermain.." Kata Naruto.
"Apa? Tapi tugas Jiraiya-sensei?" Tanya Sakura.
"Sudah aku kerjakan. Besok, Saku-chan bisa salin dari buku ku, bagaimana?" Tanya Naruto.
"Asikkk Sakura, sudah iya saja.." Kata Ino.
Sakura mengangguk dan bersama pasangan ShikaIno mereka pun menuju ke taman bermain dengan menggunakan kereta pastinya.
.
.
Seorang pemuda dengan rambut raven yang biasanya mencuat tapi sekarang berantakan karena pemuda itu habis bangun tidur. Dengan langkah gontai, pemuda itu berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka. Setelah itu, mata onyx kelamnya melihat jam digital yang ada di meja kecil samping tempat tidurnya.
'jam 10.15..' batinnya.
'tadi malam, keasyikan main game. Sakura sudah bangun belum ya?' batin Sasuke.
Pemuda itu duduk di sisi ranjangnya, tangannya mengambil handphone yang sedari tadi tergeletak manis di atas meja. Terdapat 3 pesan singkat di sana, dengan malas, pemuda itu membuka satu persatu pesan itu.
From : My baby girl
Sasuke-kun, Selamat pagi.
Hari ini aku pergi mengerjakan tugas di rumah Naruto-kun.
Maaf aku lupa, bilang ke Sasuke tapi tidak usah khawatir.
Aku hanya menyukai Sasuke.
Begitu selesai membaca pesan singkat itu Sasuke hanya bisa membuang nafasnya. Kalau bukan adanya hukuman dari Sasori, pasti hari ini Sasuke sedang mengajak Sakura kencan. Ah, lagian apa maunya sih si rambut merah itu? Sok sekali dia mentang-mentang kakanya Sakura.
Tangannya membuka satu lagi pesan dan ternyata itu dari Sasori.
'cih, mau apa dia?' batin Sasuke.
From red evil
Hei Uchiha, hari ini aku pastikan kamu tidak bisa keluar sejengkal pun.
Karena kemarin kamu sudah melanggar batas wilayah, hari ini kamu kena hukuman.
Sasuke mendesah frustasi. Dia dan Sakura baru dalam hubungan pacaran tapi Sasori sudah sebegini overnya. Bagimana kalau nanti dia menikah dengan Sakura? Bisa-bisa Sasori ngikut tinggal satu atap dengan mereka lagi? Membayangkan hal itu saja sudah membuat Sasuke bergidik ngeri, apalagi kalau hal itu menjadi kenyataan? Pasti menakutkan.
"Sasuke, cepat mandi lalu bantu kaa-san, kamu sedang di hukum Sasori kan?"
Ah, Sasuke tidak habis fikir, kenapa satu keluarga tidak ada yang membelanya? Mereka malah senang kalau Sasuke di hukum Sasori. Dengan langkah gontai Sasuke masuk ke dalam kamar mandi dan melupakan pesan terakir yang merupakan pesan yang sangat penting.
.
.
Pirang dengan hitam.
Kuning dengan soft pink.
Kalau di lihat, mereka seperti sedang melakukan double date bukan? Saling bercanda dan menikmati keadaan taman bermain yang lumayan ramai karena hari ini adalah hari libur. Jadi banyak orang-orang yang datang ke sini untuk menghabiskan waktu bersama orang yang mereka kasihi.
"Hei Sakura, lihat ada stand ramalan.." Kata Ino dan menunjuk stand berwarna serba ungu yang ramai di kunjungi.
"Ke sana yuk?" Ajak Ino. Shika mendengus malas.
"Itu ramai, nanti saja kalau sepi.." Kata Shika.
Ino cemberut. "Kapan sepinya coba? Namanya juga tempat umum pasti ramai.." Kata Ino.
"Eh, ada bianglala, kita naik itu dulu saja Ino.." Kata Sakura.
Ino diam dan kemudian gadis bermarga Yamanaka itu mengangguk setuju dengan usul Sakura.
Naik bianglala, roller coaster, arum jeram dan hampir semua wahan di coba oleh empat orang ini. Jam menujukkan pukul 01.00 siang, jam mereka untuk makan. Mereka pun masuk ke salah satu restoran untuk mengisi perut mereka yang sudah berbunyi minta di isi.
"Habis makan, kita ke stand ramalan itu oke?" Tanya Ino.
Sakura mengangguk. "Hei pig, kenapa ingin sekali ke sana?" Tanya Sakura.
"Aku ingin ramal soal masa depan.." Kata Ino.
"Masa depan itu tidak bisa di ramal.." Kata Shika dan memakan hidangannya.
Ino cemberut lalu mencubit perut Shika, membuat Shikamaru merintih kesakitan.
"Aku kan ingin tau, memang salah.." Kata Ino.
"Ingin tau boleh saja Ino, tapi masa depan itu kita yang menentukan.." Kata Naruto.
Sakura dan Shika mengangguk setuju.
"Aku tau itu.." Kata Ino dan kembali melanjutkan makannya.
Sakura tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu. Gadis bermata emerald ini tidak sadar, kalau ada saus yang menempel di sudut bibirnya. Dengan menggunakan ibu jarinya, Naruto mengelap saus itu lalu memakan saus yang ada di ibu jarinya itu membuat Sakura merona.
"Tadi ada saus, tapi sekarang sudah hilang.." Kata Naruto.
"Terimakasih.." Kata Sakura.
Suasana pun berubah jadi canggung. Ino yang tidak suka dengan keadaan suasana yang canggung ini pun buka suara.
"Aku ingin lihat ekspresi Sasuke kalau melihat adengan tadi.." Kata Ino dengan wajah jahilnya.
"Jangan sampai dia tau.." Kata Shika.
"Pasti aku langsung di tonjok tanpa ampun.." Kata Naruto dan bergidik ngeri sendiri.
"Wajahnya akan merah semerah tomat karena marah. Walaupun Sasuke dingin dan menyeramkan, sebenarnya dia baik dan sangat lembut, perhatian dan juga dewasa, aku sangat sayang Sasuke-kun, ah jadi kangen.." Kata Sakura.
Siinggg
Semua mata tertuju pada Sakura. Tadi Ino, Shika dan Naruto tidak salah dengar bukan? Sakura untuk pertama kalinya memuji Sasuke dengan suara yang lembut dan wajah yang merona. Apalagi kata-kata terakir Sakura. Sangat menyayangi Sasuke dan merindukannya? What Sakura? Kalian baru tidak bertemu beberapa, masih kuarang dai 24 jam dan sekarang kamu merindukannya? Ino hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan sahabatnya, sekarang mata birunya beralih melihat ke arah Naruto yang diam, menunduk tanpa suara.
'cemburu?' batin Ino.
'pasti menyakitkan..' batin Shika.
"Sakura sangat tau tentang Sasuke ya? Kalian dekat sekali ya?" Tanya Naruto dengan cengirannya. Raut wajah ceria yang di luar dugaan Ino dan Shika.
Sakura mengangguk mengiyakan. "Kami sudah bersama dari kecil, mau dengar ceritanya?" Tanya Sakura dan Naruto mengangguk mengiyakan.
Siang itu, sembari menghabiskan makan siang, mereka semua mendengarkan cerita tentang masa kecil SasuSaku dan tentu saja Ino akan nyerobot ikut bercerita kalau ada kenangan yang ia ingat.
.
.
Sasuke kembali ke kamarnya setelah membantu kaa-sannya memindahkan foto keluarga mereka ke ruang keluarga. Pemuda bermata onyx itu meerebahkan tubuhnya, tangannya mengambil handphonenya dan terlihat satu pesan singkat yang masih tersisa di sana.
'gara-gara, kaa-san aku jadi lupa baca satu sms ini..' batin Sasuke.
Dengan satu klik, pesan itu terbuka. Mata onyx Sasuke membulat sempurna begitu selesai membaca pesan itu.
From Unknown Number
Naruto dan Sakura kencan ke taman hiburan.
Dengan cepat, Sasuke bangkit dan membuka lemari pakaiannya hendak berganti baju tapi betapa terkejutnya dia, saat lemari pakaiannya kosong melompong tidak ada sehelai benang pun di dalam lemari itu.
Otak Sasuke berfikir. Berusaha mencari solusi yang tepat akan hal ini. Tidak mungkin kan dia datang ke taman bermain hanya dengan memakai kaos singlet dan juga celan boxer? Mau di kemanakan wajah tampan dan juga marga Uchihanya? Sasuke mondar-mandir dengan resah berusaha mencari jalan keluarnya dan satu-satunya yang ia bisa lakukan saat ini adalah meminjam pakaian milik Itachi. Walaupun Sasuke tau, akan menjadi perjuangan besar kalau dia mau meminjam pakaian Abangnya itu. Dengan langkah cepat dan lebar-lebar Sasuke ke kamar kakanya, tapi kamar itu di kunci.
Kakinya pun membawanya turun ke bawah, ke ruang keluarga tapi di sana hanya ada ibunya yang sedang menonton opera sabun. Tayangan TV kesukaan ibunya yang katanya sangat romantis dan mengharukan tapi untuk bungsu Uchiha ini adalah sangat menjijkan.
"Ada apa Sasuke?" Tanya kaa-san.
"Kaa-san, mana Nii-san?" Tanya Sasuke.
"Di belakang.." Jawab Kaa-san.
Tanpa menunggu kalimat lanjutan dari Kaa-sannya, Sasuke bergegas menuju bagian belakang rumahnya yang biasa di gunakan untuk mencuci dan menjemur pakaian.
'tumben sekali nii-san cuci baju sendiri..' batin Sasuke.
'atau jangan-jangan..'
Sasuke mempercepat langkah kakinya. Firasatnya sangat buruk akan hal ini.
Geredek..
Geredek..
Seorang pemuda dengan rambut hitam panjang dengan di kuncir satu, melempar asal pakaian yang tadi dia ambil tanpa izin dari pemiliknya. Nama pemuda itu adalah Itachi alias kaka Sasuke. Sasori memberikan ide untuk mencuci semua pakaian Sasuke tanpa sisa, agar pemuda itu tidak bisa mengajak Sakura kencan.
Itachi setuju, sangat setuju malah. Mengingat kejahilan adiknya tempo hari, Itachi memutuskan untuk ambil peran untuk urusan kali ini. Itachi terkekeh sendiri membayangkan ekspresi adik tersayangnya itu. Ingin sekali Itachi melihat tampang adiknya itu.
"Nii-san, apa yang sedang.."
Itachi menoleh dan melihat adiknya yang sedang berdiri dengan tatapan yang sulit di artikan. Sasuke berjalan perlahan, tangannya mengambil salah satu kaos yang dalam keadaan basah. Mata onyxnya melihat berember-ember penuh dengan pakaiannya yang hilang dan sedang ia carikan.
"Nii-san, apa yang kamu lakukan?" Tanya Sasuke dengan Onyx memincing tajam.
"Mencuci pakaian saskeyyyy.." Kata Itachi tanpa rasa berdosa.
"Kenapa semua pakaianku yang di cuci?" Tanya Sasuke dan masih memberikan deathglare pada Itachi.
"Pakaianku tidak ada yang kotor jadi aku cuci saja semua pakaianmu.." Kata Itachi.
Sasuke diam, menunduk. Itachi memandang penuh tanda tanya pada adik di hadapannya itu. Tangan Sasuke terkepal dan dengan sekali gerakan Sasuke melempar kaos basah yang tadi ada di tangannya.
Bruukk
Lemparan Kaos basah Sasuke sukses tepat mengenai wajah tampan Itachi. Pukulan yang keran dan juga kaos basah itu membuat Itachi terkapar tidak berdaya, apalagi keadaan lantai yang licin membuat Itachi susah untuk menjaga keseimbangan.
"NII-SAN SIALAN, AWAS SAJA NANTI.." Kata Sasuke dan menatap Itachi yang tepar tak berdaya dengan tatapan penuh amarah dan rasa kesal.
'bagus, sekarang apa yang harus aku lakukan? Pasti ini ulah si rambut merah itu juga..' batin Sasuke.
"Ada apa ini?" Tanya Kaa-san.
"Nii-san mencuci semua pakaianku.." Kata Sasuke.
"Kenapa? Kalian bertengkar lagi?" Tanya Kaa-san. Mikoto tidak habis fikir dengan kelakuan dua putranya ini. Kalau bertengkar pasti melakukan yang aneh-aneh untuk saling membalas satu sama lain.
"Nii-san kepengen mencuci baju, karena ngga ada baju kotor dia malah cuci baju Sasuke.." Kesal Sasuke.
Mikoto mengangguk mengerti. Kemudian seulas senyuman manis terukir dengan jelas di wajah cantik seorang Uchiha Mikoto.
"Kalau begitu, bagaimana selama 3 bulan ini Itachi mencuci dan menjemur baju saja?.." Usul Kaa-san.
Duaaarrrr..
Itachi yang baru saja bangkit langsung tepar kembali mendengar perkataan dari ibunya itu. Sasuke tersenyum senang lalu seringaian jahil terukir di wajah tampannya.
'ku balas kau nii-san..' batin Sasuke.
"Nii-san setuju Kaa-san, tapi nii-san kan suka sekali bersih-bersih tuh kaa-san, masa cuman 3 bulan? Cuman nyuci dan jemurin aja? Kurang Kaa-san.." Seringai Sasuke.
"Kaa-san, aku.."
"Oh begitu, yasudah sekalian, nyapu dan ngepel oke?" Senyum Mikoto. Senyuman yang sangat manis untuk Sasuke tapi tidak untuk Itachi. Untuk saat ini, senyuman ibundanya itu terlihat sangat mengerikan.
'matilah aku, 3 bulan? Serasa jadi pembantu dadakan saja..' batin Itachi dengan wajah lemas tak berdaya.
Sasuke tersenyum penuh kemenangan. Paling tidak walaupun dia belum menghajar Naruto, sekarang ini dia bisa membalas abangnya.
'Rasakan itu nii-san. Latihan menjadi bapak rumah tangga~~' batin Sasuke.
Itachi yang melihat senyum kebahagiaan dari Sasuke langsung melemparkan death glare pada adiknya itu tapi hanya di acuhkan oleh Sasuke.
'awas kamu Sasuke, semua ini karena kamu..' batin Itachi.
"Senjata makan tuan ya Itachi? Poor.." Ledek Sasuke.
"Sialan kamu, dasar Baka Outou, semua ini ulahmu.." Kata Itachi dan hendak mengejar Sasuke tapi karena licinnya lantai, Itachi kembali terjatuh ke lantai.
"Rasakan.." Kata Sasuke dengan senyuman penuh kebahagiaan. Itachi hanya bisa mengelus-ngelus kepalanya dan menatap Sasuke tajam.
'sakit sekali.' Batin Itachi.
"Sudah, sudah, Sasuke kamu tidak jadi pergi?" Tanya Mikoto.
Onyx Sasuke membulat sempurna, dengan cepat pemuda itu kembali ke atas dan terjadi keributan kecil di atas sana. Tujuan awalnya kan untuk menjemput Sakura dan memisahkan kekasihnya itu dari serangga penganggu, tapi kenapa tadi dia jadi keasikan ngerjain kakanya?
"Kaa-san, aku pergi dulu.." Kata Sasuke lalu menyambar kunci mobilnya.
"Hei, hati-hati Sasuke.." Kata Mikoto. Itachi duduk di sofa masih dengan mengelus kepala dan pantatnya yang sakit itu dan Mikoto tersenyum manis.
"Terimakasih ya Itachi, Kaa-san terbantu.." Kata Mikoto. Itachi membantu dan hanya bisa mengangguk lemas.
.
.
Sembari menarik tangan Sakura, Ino berjalan dengan semangat menuju stand ramalan yang sudah mulai sepi itu. Saat mereka ingin masuk ada pengunjung yang keluar dan tak sengaja Sakura dan pengunjung yang ternyata laki-laki itu bertabrakan.
"Maaf.." Kata Sakura dan membereskan barang-barang yang berceceran dari tas laki-laki itu.
"Hn.."
Mendengar kalimat yang tidak asing di telinganya, Sakura mendongkakan kepalanya. Senyumannya pudar begitu melihat bahwa pemuda di depannya itu bukan Sasuke. Pemuda berambut merah darah dengan tato kanji ai itu melihat Sakura dengan tatapan heran.
"Saku-chan, kamu tidak apa?" Tanya Naruto dan Sakura mengeleng.
"Lututmu tergores.." Kata Shika.
"Aku ada plester.." Kata Ino dan mengeluarkan plester berwarna pink dari tasnya.
"Kamu bilang benci warna pink pig.." Kata Sakura.
"Yee.. plesternya warna-warni dan kebetulan sisa warna pink.." Kata Ino dan memberikan plester itu pada Naruto. Naruto berjongkok dan memakaikan plester itu di lutut Sakura yang terluka.
"Semoga cepat sembuh dan tidak sakit.." Gumam Naruto.
"Kenapa Naru-kun?" Tanya Sakura. Gadis pink ini seperti mendengar sesuatu dari Naruto.
"Bukan apa-apa.." Kata Naruto.
"Ayo kita masuk, aku sudah penasaran nih.." Kata Ino dan menarik tangan Sakura.
"Maafkan dia ya.." Kata Naruto dan pemuda rambut merah itu mengangguk lalu pergi begitu saja. Shika masih diam di tempatnya. Sepertinya dia pernah melihat pemuda itu tapi di mana ya?
"Shika ayo cepat masuk.." Kata Ino.
"Iya, dasar merepotkan sekali.." Kata Shika.
"Shika ayo cepat.." Kata Sakura dan keluar dari stand itu.
"Kalian ini merepotkan sekali.." Kata Shika dan masuk ke dalam.
Sakura hanya terkekeh pelan, baru saja dia mau kembali masuk ke dalam tapi sesuatu menarik perhatiannya. Sakura berjongkok dan melihat sebuah liontin dengan ukiran nama G&M?
'mungkin punya pemuda itu, biar aku simpan. Siapa tau ketemu lagi..' Kata Sakura dan kembali masuk ke dalam stand ramalan itu.
Sakura duduk di sebelah Naruto. Ino dan Shika sedang memberikan tangannya untuk di ramal oleh seorang wanita parubaya dengan style peramal-peramal tidak pada umumnya. Sakura tau peramal itu wanita dari panjang rambutnya, peramal itu memakai cadar dan beberapa aksesori mencolok dan juga wangi-wangian yang sangat tajam.
"Kalian berdua harus saling jujur dan juga lebih terbuka.."
"Shika, kamu harus lebih terbuka dan jangan tidur terus.." Kata Ino.
"Merepotkan.." Kata Shika.
"Shikkaa.." Kesal Ino.
"Sebentar lagi ujian akan datang untuk kalian berdua, ajdi hadapilah bersama.."
"Ujian seperti apa?" Tanya Ino.
"..."
Sekarang mata peramal itu tertuju pada Sakura dan Naruto. Sakura yang menyadari di perhatikan langsung memberikan tangannya tapi tidak dengan Naruto.
"Aku tidak ingin di ramal.." Kata Naruto.
"Begitu, kamu bukan kekasihnya.."
Naruto mengangguk.
Peramal itu memperhatikan garis-garis telapak tangan Sakura. Ekpresinya yang tadinya tenang kini berubah jadi tegang. Matanya melotot membuat Ino, Shika, Naruto dan Sakura kaget dan ingin segera menjauh.
"Ada 3.."
To Be Continued ..
3? Ada 3 apa yang di maksud dengan peramal itu? Ujian apa yang akan di hadapi oleh Shika dan Ino? Kira-kira pemuda yang tadi di tabrak oleh Sakura itu siapa ya? Bagaimana reaksi Sasuke ya kalau melihat SakuNaru?
Temukan jawabannya di next chapter..
Review For Next chapter
Akhirnya, setelah sekian lama, chapter ini selesai juga ^^
Makasih yang udah mau review dan juga udah bantuin kasih saran..
Makasih yang udah baca dan juga memberikan semangat ..
Balasan review
Hanazono yuri : NaruHina nanti di persatukan oleh author kok. Tenang-tenang, kalau soal update kilat, pasti di usahain. Makasih udah baca dan mau review ^^ tetap baca dan review oke ^^
Anonymous : sebelumnya aku juga minta maaf, aku ngga pakai nama Naruto buat PAIRING fic aku ini kok. Aku cuman pake SasuSaku dan udah aku cek berulang kali, cuman ada nama SasuSaku di pairing fic aku. Buat saran kamu juga, jangan hanya liat pairingnya, dari summarynya aja udah keliatan kan kalau fic aku bukan NaruSasu? Lain kali jangan hanya baca pairingnya, baca juga summarynya. Makasih udah ngasih tau ya ^^
Chichoru octobaa : NaruSaku? Aduh gimana ya? Tadinya mau jadi NaruSaku tapi ada juga yang mau SasuSaku? Author jadi galau tingkat akut lagi nih. Kita liat alur cerita aja ya, kemana fic ini akan di bawa? Huhehehe.. maaf ya kalau ngga sesuai sama harapan *menunduk* makasih udah mau review dan baca, tetap baca dan review ya ^^
Si-kun : ini udah di usahain update kilat dan semoga aja, kamu suka ya ^^ wah wah pendukung sasu-kun banyak ya? Jadi takut kalau nanti saku jadi sama naru, nasib author bakal gimana ya *menghayal* haha abaikan. Makasih udah naca, review dan dukung author ya ^^
Mebuki-chan : udah di updateee nihhhhh, semoga suka ^^
Manguni : maaf kalau tidak sesuai dengan bayangan ya, author ngga di sogok kok cuman di kasih sesuatu sama Naru-kun. Hehe.. sip pasti di lanjutkan kalau banyak yang minta. Makasih udah mau review, baca dan dukung fic aku ya ^^ semoga suka dengan chap ini.
Pitalica : oke author usahakan ya, update kilat juga author usahakan. Doakan saja semoga ide lancar. Makasih udah mau review, baca dan menyemangati author ^^ semoga suka chap ini.
Desypramitha2 : benarkah romantis? *terharu* Naruto ngga menyebalkan kok, dia cuman iseng aja sama Sasuke. Makasih udah review dan baca juga mendukung author, semoga suka dengan chap ini ^^
Sonedinda : wah wah, fic ini di bilang romantis lagi *senangnya* update kilat pasti di usahain. Tetap review dan baca ya ^^ terimakasih banyak udah baca dan review
Kamikaze : sudah di lanjut, bagaimana? Suka ngga dengan chap ini ^^ semoga saja suka. Makasih udah review dan baca ya ^^ tetap baca dan review..
Yaya Uchiha : boleh, aku panggil kamu apa ya? Nyonya Uchiha? Huehehe, ngga apa-apa, udah di baca aja, udah seneng banget apalagi di review, ngga masalah ^^ . aku dukung siapa ya? Aduh jadi galau kan, sebenarnya itulah kendala terbesar dalam membuat fic ini. Author mau bikin SasuSaku, tapi ada yang minta NaruSaku dan ada yang minta GaaSaku, Author jadi galau nih. Huaahhhaaa *terharu* terimakasih udah dukung dan memberikan semangat, di usahain agar sesuai dengan keinginan oke? Tetap baca dan review ya ^^ salam kenal juga.
Cheryxsasuke : wah author juga ikut seneng kalau fic abal ini bisa membuat readers jadi senyum. Makasih udah mau review dan baca ^^
Wah ngga nyangka reviewnya makin banyak, author seneng banget nih dan karena lagi seneng author lagi mengerjakan chap 7 dan 8 karena idenya lagi mengalir berkat dukungan kalian.
Tetap baca dan review ya, maaf kalau ada kesalahan di fic ini. Author masih sangat pemula di sini.
Review for next chapter.
Sincerenly yours
Princess7174
