A NARUTO Fan Fiction

Princess 7174 Proudly Present

My Baby Girl

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: Uchiha SasukexHaruno Sakura & Uzumaki NarutoxHaruno Sakura

Genre: Romance, Humor, Friendship and Family

Warning: AU, OOC, Typo(s) aneh, ngga jelas dll

I hope you give a good respect for my first fanfiction

If you like please reand and review

If you don't like?just read and you will like it ^^


My Baby Girl Chapter 7 : SasuSaku Moment

"3.."

Sakura, Ino dan Naruto mengulangi kembali kata-kata peramal itu yang terdengar sangat ambigu dan sulit di mengerti oleh mereka. Shikamaru terlalu malas untuk menanggapi perkataan peramal itu, jadi dia hanya menguap tanda bosan dan malas.

'3? Apa maksudnya?' batin Sakura.

"3 orang yang akan menjadi bagian penting dalam hidupmu.."

"Maksudnya seperti suami?" Tanya Ino. Peramal itu menggeleng dan membuat senyuman hilang dari wajah Ino.

Ino cemberut. "Lalu apa dong?" Kata Ino penasaran dengan arti dari angka '3' itu.

"Ino, yang di ramal Sakura, kenapa kamu yang pengen tau.." Kata Naruto. Sepertinya dia bingung melihat Ino yang kepengen tau banget sedangkan Sakura cuman diam aja, ngga berkomentar apapun.

"Biar saja, Sakura kan sahabatku. Jadi aku harus tau dan mengerti tentang '3' itu.." Kata Ino. Naruto manggut-manggut tanda mengerti.

"3 orang yang penting? Berarti bisa laki-laki atau perempuan?" Tanya Sakura.

Peramal itu tersenyum. "3 orang yang berharga dan kamu harus mengerti arti mereka dalam hidupmu.." Kata Peramal itu.

"Jadi mereka punya arti yang berlainan untuk Sakura?" Tanya Ino.

Peramal itu mengangguk. "Bukan hanya sekedar rasa suka yang sesaat tapi rasa sayang dan ingin melindungi.." Kata Peramal itu.

Ino mengkereutkan keningnya. Sepertinya kata-kata seperti itu pernah dia dengar. "Itu namanya calon suami dong? Seperti belahan jiwa begitu?" Kata Ino. Begitu ingat kata yang tidak asing untuknya.

Naruto membelalak kaget. Mata safirnya membulat sempurna. "Hei, masa Sakura punya 3 suami yang benar aja. Tambah repot aja aku.." Kesal Naruto.

"Bukan 3 suami, tapi 3 orang yang berharga yang memiliki arti yang berbeda.." Kata Shikamaru. Akhirnya Shika angkat bicara setelah sekian lama diam.

Sakura sendiri masih diam. Bingung dan kaget, jelas saja siapa yang tidak kaget?

"Waktu kamu bertemu dengan mereka sebentar lagi, di saat itu pastikan hatimu sudah mantap dan tidak ada keraguan. Karena keputusan salah yang kamu ambil akan menyebabkan berubahnya takdir yang sudah di gariskan.." Kata Peramal itu. Tiba-tiba saja aura dan wajah peramal itu berubah jadi serius dan menyeramkan.

"Aa.. aku mengerti, terimakasih.." Kata Sakura.

Peramal itu mengangguk. "Cepatlah pergi, pemuda berambut pantat ayam itu sudah khawatir padamu.." Kata Peramal itu.

Ino, Shika, Sakura dan Naruto yang tadinya sudah berjalan keluar langsung berhenti dan menatap peramal itu dengan tatapan tak percaya. Pemuda dengan rambut pantat ayam kan hanya Sasuke dan masa iya Sasuke ada di sini?

'Maksudnya Sasuke?' Batin Sakura.

'keren..' Batin Ino.

'merepotkan..' Batin Shika.

'dasar sok tau..' Batin Naruto. Mata safirnya menyipit tajam, memandang sang peramal yang ternyata juga ikut menatapnya.

"Buktikan saja sekarang, apa aku sok tau atau tidak Naruto.." Kata Peramal itu dan sukses membuat Naruto terbirit-birit untuk keluar dari stand ramalan itu.

"Aku benci ramalan dan peramal.." Kata Naruto dan Ino serta Sakura tertawa.

"Apa yang lucu sih?" Kesal Naruto.

"Kamu hanya kesal kan, tau akan ada saingan baru hum?" Goda Ino.

Naruto menggeleng. "Tidak kok, mau berapa banyak pun saingan yang datang, aku tidak akan kalah dan menyerah.." Kata Naruto. Walaupun dia menakutkan hal itu juga.

"Oh benarkah Naruto? Aku belum ada niat untuk putus dari Sasuke, jadi bersabar ya?" Goda Sakura.

Naruto memasang wajah memelas. "Ayolah Saku-chan, apa bagusnya sih si pantat ayam yang sok itu? Bagaimana bisa kamu jatuh cinta pada sorot matanya yang membunuh?" Tanya Naruto sembari menggelengkan kepalanya tanda tidak percaya dan mengerti.

Sakura terkekeh. "Tatapan Sasuke memang membunuh dan tatapan itu membunuh perasaanku untuk jatuh cinta pada pria lain.." Kata Sakura dengan senyuman kecil.

Naruto tertegun. "Dari dulu kecil hingga sekarang, Sasuke yang paling mengerti aku setelah Ino. Dia selalu berlaku lembut dan menjagaku. Pertamanya aku hanya menganggapnya seperti seorang kaka tapi lama-kelamaan dan entah sejak kapan, di sini selalu berdebar kalau di dekatnya, rasanya hangat dan selalu senang seperti menemukan suatu alasan untuk berjuang dan tersenyum mempertahankannya.." Kata Sakura.

Naruto masih diam. Sekarang hatinya bimbang, salah satu sisinya merasa bersalah ingin memisahkan Sakura dari Sasuke tapi di sisi lainnya, masih ingin berjuang dan melindungi gadis itu.

"Yah, lagakmu seperti tante-tante saja Sakura.." Ledek Ino.

"Yah aku maklumi, yang bisa mengerti perkataanku hanya orang dewasa, bukan anak kecil macam kau Ino.." Ledek Sakura.

"Hei forehead, siapa yang anak kecil? Kamu kali yang anak kecil, manja dengan Sasuke.." Ledek Ino.

"Itu kan wajar, kamu juga sering dengan Shika. Apalagi sebelum tidur, kamu selalu menciumi foto Shika kan?" Goda Sakura dan perkataannya itu membuat Shika dan Ino merona.

"Foreheeeaaaddddd... kenapa kamu mengatakan itu di depan Shikaaaa.." Kesal Ino. Malu pastinya. Sahabatnya baru saja membuka 'ritual' khususnya di depan orangnya. Ralat bukan malu tapi sangat malu.

"Hahaha pig, kurasa dia perlu tau betapa serius dan kamu mencintainya. Kalian harus saling jujur dan terbuka kan?" Kata Sakura ngeles.

Naruto mengangguk setuju. "Benar tuh, ujian cinta lebih sulit dan menyakitkan dari ujian biasa loh, aku kasih tau saja.." Kata Naruto dan nyengir lebar.

"Ta-tapi kan, aku malu.." Kata Ino dan menunduk.

Shika membuang nafas panjang lalu merangkul Ino. "Tidak apa, aku juga pernah begitu kalau rindu denganmu.." Kata Shika kelepasan.

'ah sial, memalukan..' Batin Shika.

Sakura dan Naruto sudah bersuit-suit ria melihat pasangan itu. Ino mengangkat kepalanya lalu tersenyum di hadapan Shika. "Benarkah? Kapan?" Tanya Ino dengan mata yang berseri-seri.

"hn, saat pertandingan sepak bola tahun lalu.." Kata Shika dan memalingkan wajahnya yang merona.

Ino terkekeh lalu bergelayut manja di lengan Shika. "Aku suka melihat wajah Shika yang merona, tunjukan lebih sering wajah itu ya?" Goda Ino.

"Merepotkan.." Kata Shika.

Naruto dan Sakura berjalan di belakang Shika dan Ino. Karena hari sudah sore, mereka memutuskan untuk segera pulang dan untuk tugas tambahan Sakura, gadis itu harus menyalin tugas biologi dari Jiraiya-sensei.

"Naruto-kun, kirim jawabannya via e-mail ya?" Kata Sakura.

Naruto mengangguk. "Pasti, nanti malam aku kirimin, tapi kamu cek ya. Jawaban aku sudah benar atau belom.." Kata Naruto dan nyengir.

Sakura mengangguk mengerti. "Shika, gimana dengan tugas dari Orochimaru-sensei?" Tanya Sakura. Shika diam sebentar.

"Besok kita latihan, Lee sudah mengarasemennya, jadi kita tinggal latihan bersama-sama saja.." Kata Shika.

"Wah enak sekalli, kelompokku belom melakukan apapun.." Kata Naruto.

"Sasuke sudah mengarasemen lagunya Naruto, besok kita juga latihan di rumah Sasuke.." Kata Ino dan Naruto menepuk jidatnya.

"Aku lupa, untung saja kamu mengingatkannya Ino.." Cengir Naruto.

Sakura geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu. "Dasar Naruto, kamu ini kalau PR selalu saja lupa.." Kata Sakura.

Naruto tertawa. "Maklum lah, orang sibuk.." Kata Naruto dengan gaya tengilnya.

"Kyaa, Sakura kata peramal itu benar, lihat siapa itu.." Kata Ino dan menghentikan omelan yang baru saja ingin Sakura keluarkan untuk Naruto.

Mata emerladnya membulat sempurna. Tidak bisa mempercayai apa yang sedang dia lihat. Pemuda itu dengan memakai celana jeans hitam, kaos biru dongker dan jaket kulit hitam yang ada di tangannya, kini sedang menatap ke arahnya. Sakura tersenyum lalu berlari untuk menghampiri Sasuke, melihat hal itu, Sasuke langsung menghampiri Sakura dan mendapat pelukan rindu dari sang kekasih.

"Baka, gimana kalau kamu jatuh?.." Kata Sasuke. Perkataannya memang dingin tapi tersirat perhatian dan rasa khawatir di sana.

"Huh, menyebalkan. Padahal aku kangen sekali dengan Sasuke-kun tapi selalu saja berkata dingin seperti itu.." Kesal Sakura.

"Lebih baik, aku peluk Naruto saja.." Kata Sakura dan melepaskan pelukannya. Naruto sudah bersiap untuk memeluk Sakura tapi senyumannya luntur, saat Sasuke kembali menarik tubuh Sakura ke dalam pelukannya.

"Hei Dobe, jangan harap kamu akan di peluk olehnya.." Kata Sasuke. Sakura terkekeh di dalam pelukan Sasuke. Hangat, nyaman dan aman itulah yang Sakura rasakan kalau dia bersama Sasuke.

"Ah, kami pulang duluan ya Sakura.." Kata Ino. Tidak ingin menganggu Sasuke dan Sakura.

Sakura melepaskan diri dari pelukan Sasuke dan tersenyum pada sahabatnya itu. "Iya, hati-hati. Shika jaga Ino ya.." Kata Sakura.

Shikamaru mengaccungkan jempolnya sebagai jawabannya. "Hati-hati Sasuke, jangan emosi.." Kata Shika saat melewati Sasuke.

"Hn.."

"Jangan lupa persiapkan diri kalian untuk ujian cinta.." Teriak Naruto dan hanya mendapat anggukan sebagai jawaban.

Naruto menoleh ke arah Sasuke dan Sakura lalu senyuman aneh muncul di wajah pemuda itu. "Aku pulang duluan ya. Sasuke jaga kekasihku ya.." Kata Naruto dan bergegas pergi.

"Dobe sialan, kekasih siapa? Dasar.." Kata Sasuke.

Sakura tersenyum ke arah Sasuke dan kembali mengandeng tangan Sasuke. "Bagaimana bisa kamu tau aku di sini Sasuke-kun?" Tanya Sakura saat mereka berjalan menuju mobil volvo hitam Sasuke.

"Aku selalu tau apa yang kamu lakukan.." Kata Sasuke dan membuka pintu mobilnya untuk Sakura.

Sakura masuk ke dalam mobil Sasuke yang seperti biasa, mobil itu selalu mempunyai aroma yang sama seperti pemiliknya.

"Hari ini kamu bersenang-senang?" Tanya Sasuke. Sakura memandang kekasihnya, lalu tersenyum lebar.

"Tentu, kami naik banyak wahana. Harusnya Sasuke-kun juga ikut, Sasuke-kun akan senang melihat wajah pucat Naruto saat menaiki roller coaster.." Kekeh Sakura. Mengingat wajah pucat pasi Naruto begitu turun dari roller coaster.

"Ya aku akan puas mengejek ekspresi super idiotnya.." Kata Sasuke. Sakura tertawa.

Mendengar tawa bahagia dari Sakura, membuat sudut bibir Sasuke tertarik dan kemudian senyuman kecil tercipta di sana.

"Oh iya, Sasuke-kun bagaimana bisa keluar? Itachi-nii san tidak mencegah?" Tanya Sakura. Sasuke membuang nafas panjang.

"Justru, karena ulah konyol dia, aku baru bisa sampai sore di taman bermain.." Kata Sasuke. Matanya masih fokus dengan jalanan di hadapannya.

"Kenapa? Sekarang ulah apalagi yang di lakukan oleh duo Uchiha?" Goda Sakura dan kekehan keluar dari bibir mungil gadis itu.

"Dia mencuci semua pakaianku tanpa kecuali.." Kata Sasuke dan membuat tawa Sakura kian jelas.

"Saking kesalnya, aku melempar kaos basah ke wajahnya dan membuat nii-san jatuh ke lantai.." Kata Sasuke dan saat mengatakan hal ini, senyuman Sasuke terlihat kian lebar. Puas sudah bisa membalas Nii-sannya walaupun dia masih ingin menjahilinya lagi.

"Dan sekarang, Itachi-nii san akan mencuci, mengosok, menjemur, nyapu dan ngepel selama 3 bulan.." Tambah Sasuke.

"Sasuke-kun jahat sekali.." Kata Sakura.

"Nii-san yang mulai duluan.." Kata Sasuke. Sebenarnya, kalau dia ingat kejadian seminggu yang lalu, kejadian hari ini bisa di bilang sebagai balasan dari Itachi karena Sasuke pernah dengan sengaja, mengacaukan rencana Itachi untuk PDKT dengan gadis yang di taksirnya.

Kalau mengingat akan kejadian hari itu, Sasuke pasti ingin tertawa terbahak-bahak melihat ekpresi konyol kakanya begitu mengetahui gadis yang dia taksir malah menyukai Sasuke alias brondong. Niatnya sih Sasuke mau mengancurkan image Itachi yang hari itu di buat jadi sok pangeran lembut eh tapi gadis itu malah sudah mengacurkannya terlebih dahulu. Harusnya itu bukan salah Sasuke kan? Toh Itachi yang mengajaknya untuk mengatakan kelebihan Itachi jadi secara ngga langsung dia harus melebihkan Itachi. Kenyataan memang kejam untuk Itachi saat itu dan Sasuke tidak bisa melupakan tampang kakanya yg sweatdrop, tidak bisa berkata apapun.

Lamunan Sasuke buyar dan perkataan Sakura kembali mendapat perhatian penuh darinya. Walaupun tampangnya datar-datar saja.

"Tidak mungkin, pasti Sasuke menjahilinya lalu Itachi membalasnya, Sasuke akan menjahilinya lagi dan begitu seterusnya..." Kata Sakura dan Sasuke tersenyum.

"Kamu memang hafal kebiasaan kami heh? Atau kamu diam-diam mempunyai perasaan apa Nii-san? Lalu memperhatikan.."

"Tidak, aku sukanya Uchiha Sasuke bukan Uchiha Itachi dan juga kalian memang selalu begitu kan.." Kata Sakura dan memotong perkataan Sasuke.

"Iya aku tau, aku juga hanya menyukai Uchiha Sakura kok.." Kata Sasuke. Berusaha menggoda kekasihnya itu.

"Apa sih? Namaku Akatsuna Sakura, jangan seenaknya merubah nama orang dong. Lagipula, kita belum menikah.." Kesal Sakura. Seringai muncul di wajah Sasuke membuat Sakura mundur takut.

"Jadi kamu ingin kita menikah sekarang Saku-chan?" Kata Sasuke dengan nada seksi nan menggoda membuat wajah Sakura merona. Susah payah Sakura menelan ludahnya sendiri dan perkataan Sasuke masih terus berlanjut "Aku siap menjadi seorang ayah dan suami di usia muda, bagaimana denganmu Saku-chan.." Kata Sasuke masih dengan nada seksi nan menggoda.

Sakura memalingkan wajahnya ke jendela, enggan menatap Sasuke. "Kita belum cukup umur tau lagipula.."

Cup

Saat Sakura menolehkan wajahnya, wajah Sasuke sudah mendekat dan akhirnya bibir mereka pun bertemu. Sakura ikut memejamkan matanya seperti Sasuke dan kemudian membalas melumat bibir kekasihnya itu dengan lembut dan penuh perasaan.

"hmmm..nggggg.."

Sasuke menjauhkan kepalanya dan mengakiri ciumannya dengan Sakura, memandangi gadis berambut merah muda itu dengan tatapan lembut.

"Aku akan menikahimu saat umurmu 17 tahun mungkin.." Kata Sasuke dan kembali menjalankan mobilnya

Blush

Sakura merona. Umur 17 tahun? Yang benar saja? Itu sama saja seperti mereka menikah muda bukan?

"Sasuke-kuunnnn.. Jangan bercanda terus.." Kesal Sakura. Sasuke mati-matian berusaha menahan tawanya melihat wajah Sakura yang merah, semerah buah tomat, buah kesukaannya.

"Aku tidak bercanda kok hime, sekarang umurmu 15 tahun kan? Berarti dua tahun lagi. Persiapkan dirimu hime.." Seringai jahil jelas terukir di wajah Sasuke.

"Berhenti menggodaku.." Kesal Sakura walaupun dia juga senang mendengar perkataan Sasuke.

Gadis mana yang tidak senang coba? Menurut Sakura, menikah di usia muda mungkin akan menjadi hal berat tapi kalau mereka saling mencintai, apa saja bisa mereka lalui dan hadapi bukan?

"Jangan menghayal saat malam pertama kita ya hime.." Goda Sasuke. Wajah Sakura kian merah dan kini tangannya sudah siap untuk menjitak Sasuke yang sedari tadi terus menggodanya.

Bletak

"Urusai.." Kesal Sakura dan Sasuke mendapat jitakan dengan kekuatan sedang di kepalanya.

"Aduuhhh.. Hime, aku kan bercanda.." Kata Sasuke dan dengan tangan kirinya, dia mengusap kepalanya yang sakit.

"..."

"Sakura aku hanya bercanda tapi soal Uchiha Sakura, aku tidak bercanda kok.." Kata Sasuke.

"Urusai.." Kesal Sakura walaupun senang juga sih.

"Sakura.."

"..."

"Sakura.."

"..."

Sasuke menghela nafas. Salahnya juga sih, sudah keterlaluan dalam menggoda Sakura. "Kalau kamu ngambek terus, boneka di jok belakang aku kasih cewe lain saja.." Kata Sasuke.

Sakura diam. Menoleh ke belakang dan melihat boneka teddy bear berwarna cokelat muda dengan mata hitam seperti Sasuke. Teddy bear itu seakan menggoda Sakura sudah menggapainya dan langsung memeluknya. Sakura berusaha menahan hal itu mati-matian, dia tidak mau kalah dengan mudah.

"Bagaimana? Aku di maafkan?" Tanya Sasuke penuh harap. Walaupun matanya masih fokus ke arah jalanan yang lumayan padat.

"Tidak semudah itu tuan Uchiha.." Kata Sakura.

"Lalu aku harus melakukan apa nyonya Uchiha?" Goda Sasuke dan mendapat death glare dari kekasihnya.

Sasuke menahan senyumannya lalu meralat kembali kalimatnya. "Baiklah, nona Akatsuna, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Sasuke.

Sakura diam sejenak, mulai berfikir. Kira-kira apa yang harus dia lakukan pada Sasuke ya? "Aku ingin sesuatu yang spesial dari Sasuke.." Kata Sakura.

Dahi Sasuke lanhsung mengernyit tanda tidak mengerti. "Maksudnya?" Tanya Sasuke.

"Oh ayolah. Tuan Uchiha, gunakan otak anda yang jenius itu. Pasti anda paham betul bukan maksud dari kalimat tersebut.." Kata Sakura.

Sasuke masih diam. Berfikir. 'Sesuatu yang spesial? Apa sebuah lamaran? Oh tidak, bukan itu..' Batin Sasuke. Sejak tadi yang ada di dalam otak jeniusnya hanya 'lamaran' dan juga 'menikah muda'. Kalau Itachi melihat tampangnya yang sekarang, Nii-sannya itu sudah tertawa sampai terkencing-kencing mungkin. Itachi bisa paham betul dengan isi kepala Sasuke.

"Sasuke-kun, teddy bearnya untukku?" Tanya Sakura. Sasuke menoleh untuk melihat wajah kekasihnya. Senyuman bahagia tidak bisa Sasuke sembunyikan dan pemuda itu pun mengangguk. Lupakan sejenak tentang Itachi, lamaran dan menikah muda.

Sakura memekik senang, lalu langsung dia peluk teddy bear berukuran sedang itu. Sasuke tau betul apa yang Sakura sukai. Gadis bermata emerald itu menyukai benda-benda imut. Sakura seperti gadis feminim walaupun agak ceroboh dan kadang-kadang kasar.

"Sasuke-kun.."

"Hn.."

"Besok akan di adakan rapat untuk festival sekolah.." Kata Sakura. Sasuke mempunyai firasat tidak enak akan hal ini.

"Lalu?"

"Tahun ini, izinkan aku ikut ya? Tahun lalu aku tidak ikut, jadi tahun ini boleh kan?" Tanya Sakura dengan wajah memohon.

"Ya, tapi perlombaan dodge ball jangan kamu ikuti.." Kata Sasuke. Tahun lalu Sakura nekat mau ikut lomba dodge ball bersama Ino dan jelas saja, Sasuke akan melarangnya mengikuti lomba berbahay itu.

"Assiiikkk.. Terimakasih Sasuke-kun, aku sangat menyukai Sasuke-kun.."Kata Sakura dan mencium pipi kanan Sasuke, membuat pemuda bermata onyx itu merona karena senang dan malu.

Sasuke berdehem. "Sayangnya aku tidak menyukaimu.." Kata Sasuke dan membuat senyuman bahagia hilang dari wajah Sakura.

"A-apa maksud Sasuke-kun?" Kata Sakura dengan nada sedih. Sasuke tersenyum.

"Jangan tersenyum, jawab aku Sasuke-kun.."Kata Sakura.

Sasuke tersenyum. "Seperti yang kamu dengar aku tidak menyukaimu lagi. Aku sudah bosan dan lelah untuk menyukaimu Sakura.." Kata Sasuke dengan tatapan datar dan dingin.

Sakura diam tak bergeming. Apa maksudnya ini? Kenapa Sasuke berkata seperti itu? Apa ini karena permohonan Sakura yang tadi? Sakura sudah mau menangis kalau saja Sasuke tidak melanjutkan kata-katanya.

"Aku mencintaimu Sakura, bukan hanya sekedar menyukaimu, mencintaimu sampai-sampai terasa sesak dan ingin meledak.." Lanjut Sasuke dengan tatapan lembut dan juga senyuman yang amat sangat teramat indah dan mempesona.

Sakura menangis lalu memeluk Sasuke dari samping. Sasuke yang kebingungan melihat Sakura yang tiba-tiba menangis langsung memberhentikan mobilnya dan membalas memeluk Sakura.

"Hime kenapa menangis? Aku melakukan sesuatu yang salah?" Tanya Sasuke.

Sakura menggeleng dan mempererat pelukannya pada Sasuke dan masih terisak.

"Lalu kenapa hime? Melihat kamu menangis, sangat menyiksaku. Lain kali aku tidak akan berkata aneh dan konyol macam itu.." Kata Sasuke.

Beberapa hari yang lalu, Sasuke melihat ibunya sedang menonton opera sabun dan Sasuke melihat adengan romantis sepasang kekasih. Sasuke ingin melihat bagaimana reaksi Sakura kalau dia mengatakan hal romantis seperti itu. Sasuke membayangkan wajah merona Sakura, senyuman lebar dan bahagia dari Sakura bukan tangisan macam ini. 'Apa kata-kataku sangat mengerikan dan jauh dari kata romantis ya?' Batin Sasuke, bertanya apa dirinya sendiri.

'Seharusnya, aku tidak melakukan dan mengatakan hal bodoh dan tak berguna macam itu. Jangankan melihat senyumannya, sekarang Sakura malah menangis..' Rutuk Sasuke dalam hatinya.

"Aku senang, ah tidak bahagia sekali.." Kata Sakura dan mengangkat wajahnya dan menatap onyx Sasuke.

Sasuke hanya memasang wajah bingung yang membuat Sakura tertawa bahagia. "Tidak aku sangka, Sasuke bisa seromantis itu. Aku sangat bahagia.." Senyum Sakura.

Sasuke bernafas lega. Untunglah kata-katanya tidak mengerikan.

"Baguslah, tapi kenapa menangis?" Tanya Sasuke.

"Menangis bahagia, aku kira Sasuke-kun benar-benar tidak menyukaiku lagi dan akan meninggalkan aku.." Lirih Sakura.

"Mana mungkin, hanya kamu gadis satu-satunya yang membuat aku mau mengatakan hal konyol macam itu.." Kata Sasuke. Sakura tersenyum.

Sasuke mendekatkan wajahnya, Sakura bisa merasakan nafas hangat Sasuke di wajahnya. "Hanya kamu, gadis satu-satunya yang bisa merubahku dan hanya untuk kamu, aku ingin menjadi pacar yang baik dan romantis, hanya untuk Akatsuna Sakura.." Lanjut Sasuke lalu bibirnya sudah melumat dengan lembut bibir mungil Sakura.

Ah sungguh, malam ini malam yang sungguh romantis untuk Sakura dan Sasuke. Tanpa adanya gangguan, mereka bisa memgutarakan perasaan dan apa yang mereka rasakan pada pasangan mereka satu sama lain. Sunggu malam yang benar-benar bahagia dan menyenangkan.

Setelah selesai mencium bibir Sakura, Sasuke tersenyum tipis lalu dia melanjutkan perjalanan mereka yang tadi tertunda. Sepanjang perjalanan Sakura bersenandung ria sembari bermain dengan boneka teddy bear yang baru saja Sasuke berikan untuknya. Kalau di pikir-pikir, malam ini kan malam minggu, mungkin ngga ya Sasuke mengajaknya kencan?

Sakura senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi. Jantungnya mau copot kalau Sasuke benar-benar sudah tidak menyukainya lagi tapi untunglah Sasuke langsung meralat perkataannya. Mata emerald Sakura memperhatikan sebuah restoran dengan gaya khas Italia. Di sana cukup ramai dan juga banyak orang-orang yang berdansa kala itu.

"Hime, kamu sudah makan?" Tanya Sasuke.

Sakura mengeleng.

Sasuke menghela nafas, tadinya dia ingin marah pada Sakura tapi dia urungkan niatnya. "Nanti kita makan malam dulu.." Kata Sasuke.

Sakura diam, berfikir sejenak. "Sasuke-kun, kita makan di restoran itu saja.." Kata Sakura.

"Sudah lewat Sakura.." Kata Sasuke sembari melirik kaca spionnya.

Sakura cemberut. "Kan bisa putar balik.." Kata Sakura.

Sasuke lebih memilih mengalah, lalu di putar balikkan arah mobilnya dan menuju restoran yang Sakura maksud. Setelah selesai memarkir mobilnya, Sasuke berjalan menuju restoran itu dengan mengandeng tangan Sakura. Beberapa orang yang melihat mereka tersenyum ramah dan hangat. Sakura tentu membalas senyuman itu tapi tidak dengan Sasuke.

"Sasuke, lihat mereka menari.." Kata Sakura kagum melihat berpasang-pasang orang yang sedang menari dengan tawa bahagia.

"Hei anak muda, gabung saja.."

"Iya, hari ini ada acara spesial untuk para kekasih.."

"Kalian sepasang kekasih kan?"

"Eh?"

"Nah menarilah.."

Sasuke mendengus kesal dengan perlakuan bapak-bapak dan juga seorang ibu paru baya yang mendorong dia dan Sakura ke tengah-tengah kerumunan orang yang berdansa itu. Tadinya Sasuke ingin langsung keluar tapi melihat Sakura yang sudah mulai menari dengan tawa bahagianya, membuat Sasuke mengurungkan niatnya.

"Ayo Sasuke-kun.." Kata Sakura.

Ragu-ragu tapi akhirnya Sasuke menerima uluran tangan Sakura dan mereka pun mulai menari bersama. Pertamanya tubuh Sasuke kaku tapi lama-kelamaan tubuh Sasuke rileks dan mengikuti tarian yang menurut Sasuke aneh itu dengan bagus.

Berputar dan sesekali bertepuk tangan, di iringi alunan musik yang ceria dan bersemangat. Di kelilingi orang-orang yang belum mereka kenal tapi terlihat hangat dan terbuka. Keringat bercucuran dari kening Sasuke dan juga Sakura. Selesai menari mereka berjalan masuk menuju restoran itu.

"Sasuke-kun keren .." Puji Sakura.

Sasuke memalingkan wajahnya yang merona. "hn.." dan hanya jawaban itulah yang di dapat oleh Sakura.

Berbeda dengan suasana di luar yang berisik dan energik, di dalam restoran ini alunan musik jazz yang lembut menjadi penghibur. Suasana yang romantis untuk para anak muda yang ingin menghabiskan malam mereka dengan pasangan mereka.

Acara makan malam Sasuke dan Sakura hanya di iringi dengan alunan musik jazz yang lembut. Mereka berdua sama-sama tidak tertarik untuk berdansa di depan sana karena kaki mereka sudah pegal akibat dansa penuh semangat di luar ruangan.

"Terimakasih Sasuke-kun, hari ini sangat menyenangkan.." Kata Sakura. Sasuke tersenyum kecil lalu mengangguk.

Sakura tersenyum. Sembari meminum jus strawberrynya, mata emeraldnya memperhatikan keadaan restoran itu. Sederhana tapi terlihat elegan. Masakannya pun lumayan enak, pelayannya ramah dan yang menjadi daya tariknya adalah arsitektur bagunan restoran itu yang mengingatkan kita di italia sana.

Mata sakura berhenti saat melihat seorang pemuda dengan tato kanji 'ai' dan rambut merah acak-acakan berlalu di hadapannya. Sakura langsung bangkit berdiri hendak mengejar pemuda itu.

'aku harus mengembalikan liontin itu..' batin Sakura.

Langkah Sakura terhenti saat Sasuke menahan lengannya. "Mau ke mana Sakura?" Heran Sasuke.

Sakura mengigit bagian bawah bibirnya dan Sasuke mulai melepaskan tangannya. "Ada urusan dengan pemuda itu.." Kata Sakura dan keluar dari restoran itu.

Sasuke membayar makanan dan minuman mereka, baru setelah itu keluar dari restoran menyusul Sakura. Sebenarnya Sasuke heran, tadi Sakura adem ayem aja tapi tiba-tiba langsung jadi panik begitu, ternyata bukan hanya moodnya saja yang gampang berubah tapi tingkah kelakuan Sakura juga gampang berubah dan itulah yang menjadi daya tarik gadis rambut soft pink itu untuk Sasuke.

Sasuke melihat Sakura yang sedang celingukan mencari seseorang. Di tangan gadis itu ada sebuah liontin berwarna emas. Pikiran negativ mulai menyerang Sasuke. Jangan bilang Sakura dapat liontin itu dari laki-laki lain dan jangan bilang Sakura menerima laki-laki itu? Tapi sepertinya kecurigaan Sasuke sangat tidak terbukti.

"Sasuke-kun, lihat pemuda berambut merah tidak?" Tanya Sakura.

Sasuke mengeleng. Rasa penasarannya kian besar dan akhirnya dia memutuskan untuk bertanya. "Itu liontin milik siapa? Milikmu? Dapat dari siapa?" Tanya Sasuke berututan.

Sakura menghela nafas lalu menatap onyx Sasuke yang sedang menampakkan kecemburuan. "Ini milik pemuda bertato 'ai' itu, bukan milikku. Dia menjatuhkannya dan aku ingin mengembalikannya.." Jelas Sakura.

Sasuke bernafas lega. Untuk saja bukan saingan baru lagi. Mengurus si Dobe saja sudah membuat dia kesal, gimana kalau ada saingan baru lagi? Rasanya dia ingin menendang pria yang berani-berani melirik Sakura.

"Sasuke-kun, bantu aku.. akkhh itu dia.." Kata Sakura dan menarik Sasuke untuk menghampiri pemuda berambut merah yang sedang duduk-duduk.

Sasuke mempunyai firasat buruk. Rambut merah dan postur tubuh itu sangat Sasuke kenali, tapi masa iya sih orang 'itu'. Sasuke hendak mencengah Sakura tapi sudah terlambat.

"Permisi, ini liontin milik anda bukan?" Tanya Sakura dan menyentuh pundak pemuda itu.

Pemuda itu menoleh dan seketika Sasuke serta Sakura pucat pasi. "Iya? APA? SASUKE, SAKURA? KENAPA KALIAN ADA DI SINI?" bersamaan dengan datangnya kemarahan itu, berubahlah baby face Sasori menjadi Evil Face.

Beberapa orang langsung mundur di buatnya. Aura Sasori saat sedang marah memang sangat menyeramkan dan tidak mengenakan. Sasuke masih dengan ekspresi datarnya dan Sakura memasang puppy facenya.

Sudah Sasuke duga, pemuda berambut merah yang sedang duduk-duduk itu tidak lain dan tidak bukan ada Akatsuna Sasori, kaka Sakura sekaligus musuh abadi untuk seorang Uchiha Sasuke.

"Nii-san, sudahlah, malu di lihat orang.." Kata Sakura.

"Kalian berdua, kencan? Sasuke kamu melanggarnya lagi.." Geram Sasori.

"Aku memiliki kekasih, jadi apa salahnya mengajaknya jalan-jalan di malam minggu? Aku berbeda dengan Nii-san yang tidak punya kekasih.." Kata Sasuke.

"Kamuu.." Dan keluarlah sederet sumpah serapah dan juga kalimat omelan dari mulut seorang Akatsuna Sasori untuk Uchiha Sasuke.

Sementara Sasuke mendapat semprot dari calon kaka ipar, seorang pemuda berambut merah dengan tato ai, melihat ke arah mereka berdua lalu kembali masuk ke mobilnya dan meninggalkan restoran bergaya eropa itu.

.

.

Harusnya hari ini berakhir dengan ending romantis dan kenapa Sasori harus muncul dan mengacaukan segalanya? Tapi setelah di bujuk, Sasuke selamat dari hukuman selanjutnya dan bisa mengantar Sakura sampai rumah.

"Maaf Sasuke-kun, Sasori-nii san keterlaluan.." Kata Sakura.

Sasuke tersenyum tipis, tangannya dengan lembut mengelus pipi Sakura lalu di ciumnya pipi chuabby itu. Membuat rona merah mulai terukir di pipi itu.

"Tidak apa, maaf kalau hari ini sangat mengesalkan dan juga kurang romantis.." Kata Sasuke sembari mengaruk tengkuk lehernya.

Sakura mengeleng lalu tersenyum. "Hari ini sangat menyenangkan, terimakasih Sasuke-kun.." Kata Sakura.

"Hn, masuklah, istirahat, besok masih ada tugas sekolah bukan?" Tanya Sasuke dan Sakura mengangguk.

Setelah mencium kening Sakura dengan penuh sayang, Sasuke pun pulang. Sakura tersenyum bahagia. Hari ini benar-benar menyenangkan, walaupun Sasori sempat mengacaukannya.

"Akh, aku harus bertemu dengan pemuda itu lagi.." Kata Sakura lalu masuk ke dalam rumahnya dengan memeluk teddy bear hadiah dari Sasuke.


To be continued ..

Review for next chapter

Wuahh, akhirnya update juga. Tadinya judul Chapter 7 ini adalah festival olahrga, eh tiba-tiba jadi di ganti deh, karena pengen bikin SasuSaku moment.

Maaf ya updatenya kelamaan, abis aku baru sembuh dari galaunya (?) chapter 8 dan chapter 9 udah ada ide kok, doain aja, semoga author ngga males ngetiknya ya ^^

Semoga kalian suka dengan chapter ini ya ..


Balasan review

Cheryxsasuke : wah makasih banget, fic abal dan aneh ini di bilang bagus *terharu* ini udah update, gimana chapter ini? Suka ngga? ^^ maaf ya updatenya agak lama untuk chapter ini, tapi di usahain untuk update kilat. Terimakasih udah mau baca, review, dan memberikan dukungan loh buat author juga pujiannya ^^ makasih banyak.

Hanazono yuri : di usahakan untuk update kilat sekilat-kilatnya ^^ makasih udah mau review. Tetap baca dan review ya ^^

Cheryxsasuke : sudah update

Sonedinda : haha, author juga ngga tau kenapa Sasori jadi dapat peran aneh gitu -_- *menunduk* gomen ya, kalau sangat OOC dan juga miris kalau melihat nasib Itachi, tapi cuman biar ngga terlalu serius dan juga bosan aja, dalam baca fic ini. Oke next chap di update secepatnya dan semoga, kamu suka sama chap ini ^^. Makasih udah mau review dan baca, tetap review dan baca ya ^^

Desypramitha2 : pertamanya gaara bakal mau ngerebut Sakura dari Sasuke tapi seterusnya, dia ngga bakal kaya gitu. Kita lihat aja ya. Di chapter ini SasuSaku udah kiss tuh, haha.. semoga kamu suka dan terimakasih atas review dan sarannya. Author sangat terbantu ^^

Cheryxsasuke: wahhhh makasih banget atas pujiannya, author senang banget nih secara ngga langsung bisa bikin kamu senang dan salam kenal juga ^^. Iya, soal review author juga udah maklum aja, soalnya author kan masih baru di sini, walaupun reviewnya dikit tapi kalau yang suka fic ini banyak, author tetap lanjutin, kalau masih ada yang mau baca sih wkwk. Salam kenal dan makasih banyak atas review dan pujiannya ^^

Qren : konfliknya, ngga akan terlalu banyak kok. Wah, pada udah tau ya kalau cowo itu Gaara ya? Ngga seru ah, haha. Tenang aja, gaara ngga akan jadi penganggu kok tapi mungkin jadi perebut (?) iya pasti author bakal semangat, makasih banyak udah mau review dan baca ya ^^

Pitalica : oke, pasti aku pertahankan update kilatnya, kalau soal seru, yang bisa menilai kan kalian bukan author. Kalau author nilai, fic ini malah gaje tingkat akut (?). sip -tunggu aja ya chap 7-10, ujian cinta ShikaIno akan ada di chap itu. Makasih banyak udah mau review dan baca ^^

Sasusaku loverrsss : tetap SasuSaku kok dan author lagi mau buat Naru dekat sama Hina. Menma? Author ngga terlalu tau sifat dan karakter dia kaya apa, jadi kayanya ngga janji dia bakal muncul deh. Makasih banyak atas saran dan reviewnya ^^

Yaya uchiha : haha, habis aku harus panggil apa dong? Itachi nyuci semua baju Sasuke atas ide gila Sasori buat nyegah Sasuke keluar malming sama Sakura, eh tapi dia malah kena batunya. Haha *ngakak sendiri* kalau jodohnya, author usahain tetap SasuSaku tapi ngga janji deh ada Gaara juga sih, kita liat nanti aja oke ^^ makasih banyak udah mau review dan baca ya.. author senang sekali ^^

Cheryxsasuke : yaaahhh, ngga seru udah ketebak, author rubah deh. Haha, di usahakan untuk update kilat. ^^ makasih udah review dan baca dan juga makasih loh, kamu ngga bosen-bosen ngasih pujian, saran dan semangat buat author. ^^ makasih banyak yaaa..

Oke next chapter judulnya festival olahrga dan karena bakal jadi chapter panjang di karenakan awal dari mulainya konflik baru, author bakal bikin festival olahrga bagian 1 dst.

Semoga kalian suka chap ini..

Review for next chapter

Sincerenly yours,

Princess7174