A NARUTO Fan Fiction

Princess 7174 Proudly Present

My Baby Girl

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: Uchiha SasukexHaruno Sakura & Uzumaki NarutoxHaruno Sakura

Genre: Romance, Humor, Friendship and Family

Warning: AU, OOC, Typo(s) aneh, ngga jelas dll

I hope you give a good respect for my first fanfiction

If you like please reand and review

If you don't like?just read and you will like it ^^


Chapter 8 : Festival Olahraga bagian 1

Senin pagi adalah hari yang benar-benar menyebalkan untuk sebagian para siswa dan siswi. Mereka harus bangun pagi di karenakan adanya upacara di pagi hari ini. Seperti biasa, Sakura berbaris di barisan kedua dari depan bersama tenten -disebelah kiri- dan ino -disebelah kanan-. Cuap-cuap sang nenek di depan sana, sama sekali tidak Sakura perdulikan. Toh dia ngga mungkin di hukum oleh neneknya kan?

"Minggu ini, kita akan mempersiapkan festival olahraga antar kelas dan angkatan.."

"Event kali ini kita adakan untuk mempererat blablabla.."

"Eh Sakura, kamu sudah dapat izin dari Sasuke?" Bisik Ino.

Sakura mengangguk. "Sudah, kamu mau ikut lomba apa pig?" Tanya Sakura.

Ino memasang pose berfikirnya. "Hmm.. Lomba lari jarak jauh bagus, volly bagus, dodge ball.."

"Ah, Sasuke-kun tidak mengizinkan aku ikut lomba dodge ball.." Kata Sakura memotong perkataan Ino.

Ino cemberut. "Ah, si Uchiha itu, terlalu over deh.." Kata Ino.

"Maklum lah, baby girl kesayangan Uchiha.." Kekeh Tenten. Ino menjawil dagu Sakura dan membuat Sakura terduduk malu.

"Saya harap, lomba kali ini tidak menjadi ajang balas dendam dan unjuk diri dalam menarik perhatian seorang gadis.." Kata Tsunade. Matanya memincing menatap Naruto dan Sasuke.

"Wah wah.. Dia menyinggung, kalian tuh.." Kata Lee menyenggol Naruto dan Sasuke.

"Berisik.." Kata Sasuke dan Lee langsung kicep melihat tatapan tajam dari Sasuke.

"Penjelasan lebih lanjut akan di lakukan di kelas masing-masing.." Kata Tsunade.

"Sekarang, bubar.." Tambah Tsunade.

Sakura masih cekikikan dengan Ino dan Tenten dan saat itu mata emerladnya menangkap bayangan rambut merah. Baru saja Sakura ingin mengejar si rambut merah itu, tapi tangannya sudah di tarik oleh seseorang.

"Ayo ke kelas.." Kata Sasuke dan merangkul pinggang Sakura dengan mesra. Membuat Naruto mengeram kesal.

"Ano, Sasuke-kun, aku ingin mencari pemuda berambut merah.." Kata Sakura.

Sasuke mengangkat sebelah alisnya. Heran, tentu saja. Kenapa kekasihnya ini selalu saja mencari-cari sosok rambut merah. Bukannya di rumah, Sakura sudah sering melihat penampakan rambut merah?

"Merah? Maksudmu Sasori-nii san?" Tanya Naruto.

Sakura menggeleng. "Pemuda yang waktu itu aku tabrak.." Kata Sakura. Berusaha mengingatkan Naruto pada kejadian di taman bermain.

"Oh, pemuda itu. Kamu menyukainya ya? Menurutku dia keren dan tampan loohh.." Kata Ino menggoda Sasuke dan Sakura.

"Tch.." Decih Sasuke tidak suka. Ino terkekeh senang.

"Sakura-chan tidak mungkin berpaling dariku.." Kata Naruto dan mendapat death glare dari Sasuke.

Ino mengerakkan jarinya ke kana-kiri di depan wajah Naruto. "Ckck, kamu lupa Naruto? Kata Sakura, Sasuke sudah membunuh perasaannya untuk jatuh cinta dengan pria lain.." Kata Ino dan membuat Naruto terduduk lemas mengingat perkataan Sakura tempo hari.

Mendengar perkataan Ino, membuat Sakura tertunduk malu. Apalagi Ino mengatakannya di saat ada Sasuke. Sedangkan Sasuke yang mendengar penuturan ino, langsung menatap Sakura. Yang di tatap hanya bisa menunduk karena merona.

'Dasar pig, aku maluuuuu..' Batin Sakura.

Sasuke terkekeh, lalu dengan ibu jarinya, Sasuke membuat Sakura menatapnya dan terlihatlah wajah Sakura yang sedang merona. Membuat bungsu Uchiha ini merona juga. "Benarkah itu hime? Sejak kapan kamu jadi pintar berkata-kata semanis itu?" Bisik Sasuke di telinga Sakura.

"Sa-Sasuke-kun, berhentilah, banyak yang melihat.." Lirih Sakura. Kedua kakinya terasa lemas dengan perlakuan Sasuke ini.

Sasuke tersenyum tipis lalu mencium bibir Sakura cepat. "Aku tidak perduli.." Kata Sasuke dan merangkul bahu Sakura yang sedang merona tingkat akut.

Ino dan Tenten hanya cekikikan melihat tampang Naruto yang memerah sempurna karena menahan amarahnya. "Sialan Teme, seenaknya saja..hmpphmm .." Perkataan Naruto tidak selesai karena Lee sudah menyeretnya pergi menjauh sesuai dengan perintah dari Shikamaru. Biasa 'pencengahan' sebelum sesuatu yang buruk terjadi.

"Sudahlah, lebih baik kita ke kelas saja.." Kata Shika.

"Kalau jodoh, nanti ketemu.." Senyum Tenten.

Sakura tersenyum, lalu mengandengan tangan Sasuke dan mengajak kekasihnya itu untuk berjalan menuju kelas mereka.

Selama perjalanan menuju kelas, tangan Sasuke yang berada di dalam kantung celananya, bergerak gelisah. Tangan itu mengengam sesuatu, Sasuke ingin memberikannya pada Sakura tapi ada sesuatu yang membuat Sasuke tidak bisa memberikannya.

"Sakura.."

"Hmm.."

"..."

"Ada apa Sasuke-kun?" Tanya Sakura dan memandang wajah Sasuke.

Sasuke merona lalu mengeleng. "Tidak jadi.." Kata Sasuke dan berjalan mendahului Sakura.

Sakura heran. 'Kenapa sih dengan Sasuke-kun? Aneh sekali?' Tanya Sakura dalam hati.

.

.

Shikamaru dengan di bantu Tenten, mulai membacakan cabang-cabang olahraga yang akan di pertandingkan itu. Jika kalian tanya siapa yang paling semangat dalam mengikuti pertandingan itu, jawabannya sudah pasti adalah ..

"Naruto, maximal 3 cabang olahraga.." Kesal Tenten.

Naruto cemberut. "Tapi aku mau ikut, sepak bola, lari jarak jauh dan juga basket.." Kesal Naruto.

Shikamaru menghela nafas lelah. "Sepak bola, Sasuke yang menjadi kapten, jadi silahkan tanya dia, lalu lari jarak jauh, kamu, Sasuke dan Neji dan katanya kamu mau ikut dodge ball?" Kesal Shikamaru.

Naruto cenges-cengesan. "Oh, iya aku lupa. Dodge ball saja.." Cengir Naruto.

'Hehe.. Teme juga ikut lomba dodge ball, aku ingin sekali memukul wajah stoic itu..' Batin Naruto dan mulai berkhayal.

'Jangan harap kamu bisa memukul wajahku Baka Dobe..'

Deg

Naruto menoleh dan melihat Sasuke sedang memandangnya dengan seringaian mengejek. Onyx dan Safire berkilat dan berkomunikasi dengan mata mereka masing-masing.

'Sialan, pergi dari dunia ku..' Batin Naruto.

'Oh, sejak kapan ini menjadi milikmu?' Balas Sasuke.

'Sejak detik ini..' Balas Naruto.

'Baka Dobe..'

'Dasar sok keren..'

'Banyak omong..'

'Ngga punya ekspresi..'

"Lomba estafet di ikuti oleh gabungan dari siswa dan siswi kelas 10B dan 11B, perwakilan dari kelas kita Ino dan Sakura.."

Deg..

"Wuapah?"

Seluruh kelas melihat ke arah Sasuke dan Naruto. Kalau Naruto sudah biasa dengan ekpresi aneh dan konyolnya tapi ini, Sasuke berteriak dengan mata membulat dan ekspresi tidak percaya. Para siswi cekikikan melihat ekspresi wajah Sasuke yang menurut mereka imut itu.

"Imutnyaaa.."

"Kyyaaa.. Sasuke-koi sangat manis.."

"Tampannya.."

"Sekali lagi kalian melirik kekasihku, ku pastikan kalian tidak bisa mendengar bel istirahat.."

Deg

Para siswi langsung bukam begitu merasakan aura tidak mengenakan dari Sakura. Ino yang duduk di samping Sakura pun sudah gemetaran melihat ekspresi horror dari sahabatnya itu.

'Mengerikan..' Batin seluruh penghuni kelas itu.

Sasuke tersenyum tipis. Ternyata Sakura bisa cemburu juga. Naruto mendecih sebal melihat hal itu. 'Sial, mereka semakin mesra saja..' Kesal Naruto.

"Kita lanjutkan, untuk lomba variasi yang menjadi perwakilan Aku, Ino dan kaka kelas kita nanti.." Kata Shika.

"Maksudnya lomba variasi?" Tanya Ino.

Tenten mengangkat bahu. "Di umumkan saat perlombaan nanti.." Kata Tenten.

"Ah, ada satu lagi. Lomba sepasang kekasih.." Kata Shika.

Semua mata para siswi langsung berbinar dan memandang ke arah Sasuke dengan penuh harap, Naruto sudah memasang puppy facenya pada Sakura.

"Di hari ketiga perlombaa, seluruh peserta akan di kumpulkan di lapangan lalu di berikan nomor tertentu, kita harus mencari pasangan yang mempunyai nomor yg sama baru kita bisa lanjut ke perlombaan berikutnya.." Jelas Tenten.

"Jadi kita tidak bisa menentukan pasangan kita Shika?" Tanya Lee.

Shikamaru mengeleng. Keluarlah desahan kesal dan kekecewaan dari para penghuni kelas itu.

"Tapi kan kalau sepasang kekasih, menjadi pasangan di lomba itu berarti mereka memang jodoh kan? Dan kita juga bisa berharap untuk berpasangan dengan orang yang kita sukai.." Kata Tenten.

Naruto mendesah. "Kalau beruntung.." Celetuk Naruto.

"Nah, bisa membuktikan sesuatu bukan?" Senyum Tenten.

Seketika desahan kekecewaan itu berubah menjadi semangat yang berkobar-kobar.

Shikamaru memandang Tenten, tidak suka dengan penuturan gadis bercepol ini. Perkataan Tenten, pasti akan berakibat buruk untuk Shikamaru dan dengan menenguk ludah susah payah, Shikamaru mulai angkat bicara.

"Siapa yang kamu ikut dalam lomba ini?"

"SAYA.."

Shikamaru menghela nafas. Sudah dia duga, pastinya seluruh anggota kelas 10B akan mengikuti lomba ini. Apalagi Lee dan Naruto sangat bersemangat mengikuti lomba ini dan juga para siswi.

"Forehead, kamu tidak ikut?" Tanya Ino dengan senyuman lebar.

Sakura mengeleng. "Malas ah.." Kata Sakura.

Ino menjawil dagu Sakura. "Ayolah, siapa tau bisa pasangan dengan kaka kelas ganteng, kan lumayan. Menambah kisah cinta romantis di sekolah.." Kata Ino.

"Dan aku akan di bunuh oleh Sasuke-kun yang cemburu.." Kata Sakura.

"Ah, sudah tidak apa. Tenten, catat nama Akatsuna Sakura.." Teriak Ino.

Sasuke langsung menoleh ke arah Ino dan Sakura. Mata onyxnya langsung melihat ekspresi laki-laki di kelas itu berubah jadi semangat. Pastinya mereka berharap untuk pasangan dengan Sakura.

"Baik, Akatsuna Sakura.." Senyum Tenten seraya mengerling penuh arti ke arah Sasuke.

"Ahhkk, aku juga ikut Tenten.."

"Semoga saja, ada game yang membuat aku dan Sakura jatuh berdua.."

"Ah, tidak, jatuh dan aku mencium Sakura.."

"Apa-apaan kalian? Saku-chan milikku.." Kata Naruto.

"Aku akan memeluk Sakura nanti.."

"Semoga kita bisa ciuman Sakura.."

Sakura menundukkan kepalanya. Tidak kuasa mendengar khayalan para lelaki di kelasnya itu. Ino tersenyum senang. Ino memang sengaja memancing laki-laki di kelas mereka dan secara tidak langsung untuk ..

Brak

Semua mata tertuju pada Uchiha bungsu yang kini sedang berdiri sembari menundukkan kepalanya. Berusaha menyembunyikan rona merah di wajahnya. Sakura mengangkat kepalanya dan memandang kekasihnya dengan tatapan heran.

"Tenten, Uchiha Sasuke, catat nama itu.." Kata Sasuke berusaha mengacuhkan tatapan dari seluruh penjuru kelas.

Demi apapun di dunia ini, mereka semua heran melihat Sasuke yang biasanya gengsi itu mau mengikuti perlombaan yang tidak berguna itu. Di kemanakan marga Uchihanya itu? Ah demi Sakura ternyata Sasuke mau tidak memperdulikan marga dan gengsinya itu.

'sial..' batin Sasuke.

"Kyyaaa.. Sasuke-koi ikuttt.. Kyaaa.."

"Hoi.. Teme, kamu di larang ikut.." Kata Naruto tidak terima.

"Jangan di catat Tenten.."

"Jangan di catat.."

"Berisik, dalam perlombaan pun, yang melanggar peraturan itu, akan ku buat menutup mata se-la-ma-nya.." Geram Sasuke dan menatap seluruh laki-laki di ruangan itu tanpa terkecuali.

"Ba-baik.."

"Me-mengerti.."

"Cih, aku sih tidak perduli.." Kata Naruto acuh tidak perduli dengan 'peraturan khusus' dari Sasuke.

Sakura memandang Sasuke tidak percaya. Tentu saja, seorang Uchiha Sasuke mau mengikuti lomba yang menurut Uchiha bungsu ini 'kampungan' dan 'tidak bermutu', selama beberapa detik mata mereka bertemu dan saat itu Sakura tau, Sasuke sedang menahan rasa marah dan juga malunya.

'Terimakasih Sasuke-kun..' Batin Sakura.

Ino memandang Sakura dan Sasuke bergantian. Lucu sekali jika melihat sepasang kekasih ini. Sasuke tidak mau bertindak kalau tidak di pancing.

"Baiklah, untuk Ino dan Sakura, saat istirahat ke kelas 11B di lantai dua.." Kata Shikamaru.

"Dan sehabis ini, Orochimaru-sensei, menyuruh kita ke ruang musik.." Kata Tenten.

Setelah selesai dengan diskusi mengenai festival olahraga. Para anggota kelas 10B, berjalan menuju ruang musik di lantai dua, satu lantai dengan kelas senior mereka.

Saat mereka tiba, Orochimaru sedang bersama beberapa senior mereka. Menyadari kehadiran para siswa dan siswi dari kelas 10B, Orochimaru menghentikan percakapan seriusnya itu.

"Baiklah, kalian sudah siap untuk mengambil nilai?" Tanya Orochimaru dan hanya di jawab dengan anggukan kepala yang terbata-bata alias ragu.

Orochimaru menghela nafas tampak lelah. "Begini saja, saya akan memberika nilai 80.."

Sorak-sorai senang pun langsung membahana. 80? Benar-benar luar biasa, kalau sensei mereka yang killer dan pelit itu mau memberikan nilai 80 pada mereka.

"Tapi dengan syarat.." Kata Orochimaru dan mendapat desahan kecewa dari para penghuni siswa dan siswi 10B.

"Syarat apa sensei?" Tanya Shikamaru.

Orochimaru menoleh ke belakangnya dan seorang pemuda berambut merah acak-acakan, maju ke depan. Membuat mata emerald Sakura membulat sempurna.

"Akhhh, kamu.." Kata Sakura dan menunjuk pemuda itu. Membuat Orochimaru-sensei memandang tidak suka ke arah Sakura.

"Kamu mengenalnya atau ada sesuatu?" Tanya Orochimaru tersirat rasa tidak suka atas tingkah Sakura itu.

Sakura yang menyadari tingkah tidak sopannya, langsung menunduk meminta maaf. "Gomen.." Kata Sakura. 'Akhirnya ketemu..' Senyum Sakura. Sasuke hanya bisa memandang pemuda itu dengan tatapan dingin tidak suka, 'sekarang siapa lagi?' Batin bungsu Uchiha itu.

"Perkenalkan dirimu pada adik-adik kelas ini.." Kata Orochimaru.

Pemuda itu mengangguk mengerti. "Nama saya, Sabaku Gaara, senior kalian kelas 11B.." Kata Gaara dan tersenyum tipis. Membuat para siswi menahan nafas melihat wajah rupawan itu.

'Tampannya..'

"Gaara ini panitia bagian hiburan dan bagi kalian yang bisa menyanyi ataupun bermain alat musik, langsung saja bentuk band atau grup vokal untuk mengikuti lomba.." Kata Orochimaru-sensei.

"Kalau tidak ada yang mau ikut gimana sensei?" Tanya Naruto. Malas, tentu saja dia malas ikut lomba gituan.

Mata Orochimaru menyipit membuat mereka semua mundur beberapa langkah ketakutan. "Kalian ikut ujian hari ini dan jangan harap mendapat nilai lebih dari 70.." Ancam Orochimaru.

"Gyaaaa.. Kami mau ikut Orochimaru-sensei.." Kata penghuni kelas 10B serempak. Menakutkan, lebih baik ikut dan mendapat nilai 80 deh. Jarang-jarang sensei mereka itu memberikan nilai 80 kecuali pada Sasuke, Sakura, Ino, Shika dan Neji yang memang mereka berlima bisa bermain musik.

"Baiklah, datang hari rabu ke aula, akan di adakan audisi di sana.." Kata Gaara.

"Jangan harap, kalian akan kabur atau tidak datang. Karena saya, akan hadir di sana.." Ancam Orochimaru. Membuat penghuni kelas 10B mengangguk ketakutan. Tidak ada pilihan lain selain ikut. Dari pada mereka di terkam oleh sensei mereka itu.

Gaara pamit pada Orochimaru dan penghuni kelas 10B, membuat Sakura bingung sendiri.

"Ada apa Saku-chan?" Tanya Naruto yang melihat tingkah gelisah Sakura.

Sakura mengeleng. "Ano, hanya ingin ke toilet.." Kata Sakura.

"Bilang ke sensei.." Kata Ino.

"Takut, Ino. Bisa-bisa aku kena semprot dia.." Kesal Sakura.

"Tidak mungkin. Kamu kan kekasih Sasuke, yang anda Orochi yang di semprot Sasuke.." Kata Tenten. Membuat Sakura dan Ino terkekeh.

"Orochi? Hihihi.. Ada-ada saja.." Kata Sakura. Geli sendiri mendengar panggilan itu.

"Ehem.. Kalau ingin ke toilet, cepat ke toilet Sakura dan jangan memanggilku 'orochi..' Tidak sopan.." Kata Orochimaru. Sakura langsung ngacir keluar.

Siswa dan siswi kelas 10B menahan tawa mereka. Orochimaru-sensei menyipitkan mata tidak suka. Apa-apaan itu panggilan 'orochi' dengan nada yang aneh.

"Sekarang, kumpulkan, lagu yang sudah kalian arasemen.." Kata Orochimaru menahan rasa malu dan juga marah.

Masih berusaha menahan tawa mereka, satu per satu mulai maju menyerahkan tugas ke Orochi-sensei. Sepertinya Orochimaru mendapat julukan baru.

.

.

Sakura berjalan di lorong lantai 2 itu sembari menahan senyumannya. Kata-kata 'orochi' masih terus terngiang di kepalanya. Apalagi ekspresi Tenten saat mengatakannya, membuat Sakura ingin tertawa sekeras-kerasnya.

Bruk..

Karena asik memikirkan panggilan baru senseinya itu, Sakura jadi menabrak kaka kelasnya.

"Gomen.." Kata Sakura.

"Oh, bukankah ini Akatsuna Sakura.."

"Adik kelas kita yang manis.."

"Dimana Uchiha sialan yang selalu di dekatmu itu?"

Sakura berjalan mundur, menatap horror gerombolan kaka kelasnya yang sedang menyudutkannya.

"Kita beruntung nih.."

"Tidak ada Sasuke, kamu mau di apain ya?"

Sakura makin mundur. Ingin berteriak tapi suaranya tidak bisa keluar. Langkahnya terhenti saat punggungnya menabrak dinding, membuat Sakura tidak bisa lagi menghindar.

Salah seorang kaka kelasnya itu, memengan tangannya dan tersenyum jahil. "Wah.. Dia gemetaran.."

"Dari dekat makin manis saja.."

"Bagaimana rasa bibir mungilmu ini ya?"

Sakura menutup matanya. Berdoa dalam hati. 'Sasuke-kun, tolong aku. Kami-sama..'

Duakk..

"Jangan melakukan hal yang menjijikkan.."

"Cih, jangan ganggu kami Gaara.."

"Lepaskan dia, kalian lupa, dia cucu dari Tsunade-sama?" Kata Gaara.

"Tch.. Awas kau.."

Gerombolan kaka kelas yang 'nakal' itu pun bubar. Sakura bersyukur sekali, orang yang menolongnya adalah orang yang di carinya. Betapa bodohnya dia, tadi dia lupa kalau dia cucu dari kepsek sekolah ini.

"Kamu tidak apa-apa Sakura?" Tanya Gaara.

Sakura menoleh dan memandang Gaara -seniornya- heran. "Bagaimana Sabaku-san bisa tau namaku?" Tanya Sakura.

Gaara tersenyum kecil. "Siapa yang tidak kenal kamu? Cucu dari Tsunade-sama dan Baby girl dari Uchiha-san.." Kata Gaara.

Sakura merona. Bodohnya dia. Kenapa dia harus bertanya sih? Batin Sakura.

"Terimakasih Sabaku-san.." Senyum Sakura.

Gaara diam. Senyuman manis itu, membuat kepalanya kosong. "Ehem.. Sama-sama, tanpa bantuan dariku juga kamu bisa mengusir mereka.." Kata Gaara dan memandang ke arah lain.

Sakura mengaruk pipinya. "Sebenarnya, tadi aku lupa kalau aku ini cucu dari Tsunade-sama.." Kata Sakura mengakui kebodohannya.

"Ppffftttt.."

Sakura memandang Gaara heran dan melihat seniornya itu sedang menahan tawanya. "Mana ada cucu yang lupa dengan neneknya?" Kata Gaara masih berusaha menahan tawanya.

Sakura mengerucutkan bibirnya. Kesal, tentu saja. "Ada, aku.." Kesal Sakura.

Gaara berdehem, berusaha menghilangkan tawanya. Bisa-bisa dia di tendang oleh Tsunade-sama atau tidak bisa saja dia di pukul oleh Sakura, mengingat cucu pasti sama dengan nenek.

"Aku bercanda. Selera humormu bagus.." Kata Gaara.

"Ah, Sabaku-san, ini milikmu bukan?" Tanya Sakura dan menyerahkan liontin berbandul hati dengan ukiran G&M itu.

Gaara terpaku. Tangannya mengambil liontin itu, jemarinya mengelus ukiran huruf di bandulan hati tersebut.

Sakura memandang wajah Gaara heran. Ekspresi wajah Gaara terlihat sangat sedih. Apa ada yang salah?

"Ini milik Sabaku-san bukan?" Tanya Sakura.

Gaara terhenyak. Lalu mengangguk. "Terimakasih, aku kira benda ini hilang.." Kata Gaara.

"Aku menemukannya di taman bermain. Saat di depan stand peramal.." Kata Sakura.

Gaara diam, memory otaknya berusaha mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. "Akh, aku ingat. Terimakasih.." Kata Gaara.

Sakura tersenyum. "Aku tau, benda itu pasti berharga jadi walaupun sulit, aku ingin mengembalikannya.." Senyum Sakura.

Gaara memaksakan diri untuk tersenyum. Jadenya menatap Sakura sayu. "Benda ini memang berharga untukku tapi membuatku sakit.." Lirih Gaara.

Senyum Sakura memudar, mata emerladnya memandangi Gaara yang masih melanjutkan kalimatnya. "Benda ini, kenangan yang berharga dan juga kenangan buruk.." Lirih Gaara.

"Saku-channnnn..~~"

Sakura dan Gaara menoleh, terlihat pemuda berambut jabrik berlarian menghampiri Sakura.

"Ah, untunglah aku menemukanmu, aku rindu sekali dengan Saku-chan.." Cengir Naruto.

"Jangan seenaknya ya.." Kata Sakura mengacuhkan Naruto.

"Saku-chan, kencan yuukkk~~" Ajak Naruto.

Bletak..

"Jangan seenaknya, mengajak kekasih orang.."

"Aduhh.. Teme, sakit.." Kata Naruto dan memengangi kepalanya yang berdenyut-denyut.

"Sasuke-kun.." Kata Sakura.

Sasuke melirik ke arah Gaara dan onyxnya berkilat tanda tidak suka.

"Katanya ke toilet, kenapa bersama dengan orang ini?" Kata Sasuke dan menunjuk Gaara dengan dagunya.

Naruto memandang Gaara dan Sakura bergantian. "Akh, kalian ke toilet berdua?" Kata Naruto dengan wajah polosnya.

Bletak..

Duak..

"Jangan omongamu.." Kata Sakura dan menendang Naruto. Sasuke tersenyum puas melihat Naruto yang terkapar.

"Sudah, Sakura aku permisi dan maaf membuat salah paham.." Kata Gaara pamit.

Sakura tersenyum. "Tidak apa, salam kenal Sabaku-san.." Kata Sakura.

Gaara tersenyum tipis sebelum pergi jade dan onyx saling berkilat tidak suka.

"Sasuke-kun, ke kelas yuk.." Kata Sakura dan mengandeng tangan Sasuke.

"Hn.."

Sepasang kekasih itu berjalan menuruni tangga meninggalkan Naruto yang masih tepar tak berdaya. Naruto terduduk di lantai, mengusap-usap kepalanya yang terbentur.

'Tch, kuat sekali Saku-chan, benar-benar tipeku..' Batin Naruto setelah mendapat serangan maut dari pujaan hatinya.

Sret

Naruto mengadahkan kepalanya dan melihat Hinata tengah tersenyum manis sembari menjulurkan tangannya. Naruto tersenyum lalu menerima uluran tangan Hinata.

"Kamu, ti-tidak apa Naruto-kun?" Tanya Hinata.

Naruto nyengir. "Tidak apa Hinata-chan, terimakasih.." Senyum Naruto.

Blush

Hinata memgeratkan pelukan pada buku tebalnya. Dadanya berdebar tidak karuan. 'Di-dia memanggilku Hinata-chan..' Batin Hinata.

Naruto menundukkan tubuhnya, berusaha untuk melihayt wajah Hinata yang sedang tertunduk. "Wajahmu merah sekali Hinata-chan.." Kata Naruto.

Tangan Naruto, menyentuh kening Hinata. Membuat gadis bermaya lavender itu terkejut bukan main. "Tidak demam kok.. Oi..oi.. Hinata-chan, astaga kenapa dia pingsan?" Kata Naruto histeris sembari mengendong Hinata bridal style.

"Hinata-chan, bangun. Astaga, kenapa dia pingsan?" Bingung Naruto.

"Minggir, minggir.." Kata Naruto mengusir orang-orang yang menghalangi jalannya.

Sakura dan Sasuke heran melihat wajah panik Naruto yang mendengendong seorang gadis berambut ungu sebahu.

"Eh? Neji-kun, bukankah itu sepupumu?" Tanya Sakura.

Neji bangkit dari duduknya dan di detik kemudian, pemuda itu sudah berlari menyusul Naruto.

"Wah wah.. Kambuh deh sifat Neji.." Kata Tenten.

"Aku ikut Neji ah.." Kata Lee dan menyusul Neji.

"Orang-orang aneh.." Gumam Sasuke.

Ino menghampiri Sakura dan menarik Sakura. Membuat gandengan sepasang sejoli itu terlepas. Sasuke memandang Ino tidak suka.

Ino hanya cekikikan. "Gomen Sasuke, kan bisa gandengan nanti lagi.." Kata Ino tanpa dosa.

Onyx Sasuke berkilat tidak suka dan makin memincing. "Sudahlah, maafkan dia Sasuke.." Kata Shikamaru melindungi Ino.

Ino mengangguk masih dengan senyuman manisnya. "Maafkan aku Sasuke.." Cengir Ino.

"Tch, tampangmu seperti tidak tulus mengatakannya.." Kata Sasuke.

Ctak

Kening Ino berkedut, bibirnya sudah siap untuk menyemprot Sasuke dengan kalimatnya tapi tidak jadi saat mata aquamarienya melihat seseorang mendekat ke arah Shikamaru.

"Shika, lama tidak jumpa.."

Shikamaru, Sasuke dan Sakura menoleh dan melihat seorang gadis sedang tersenyum manis.

"Di-dia.."

"Te-Temari?" Kata Shikamaru gugup begitu tau siapa gadis yang menyapanya itu.

Ekpresi Ino seketika berubah melihat gadis yang tadi menyapa kekasihnya itu.

Sakura memandang Ino, Shikamaru dan Temari bergantian. Tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada mereka bertiga. 'sebenarnya ada apa ini?' batin Sakura.


To be continued ..

Review for next chapter ..

Apa ya hubungan Temari dengan Shikamaru? Kenapa sih Ino sedih dan kaget melihat Temari datang? Keadaan Hinata gimana ya? Apa Gaara akan bertemu lagi dengan Sakura? Dan benda apa sih yang mau Sasuke kasih ke Sakura?

Temukan jawabannya di next chapter..

Review for next chapter ..


Balasan review ..

Milkyways99 : sudah di lanjut ini ^^, semoga kamu suka sama chapter ini. Chapter ini baru awal mula konflik jadinya masih agak aneh deh, maklum ya *menunduk*. Masa iya fic ini bagus? Ceritanya bukannya jelek ya? Haha, makasih udah memuji *terharu*. Makasih udah review, baca dan menunggu fic buatan author ini. Tetap baca dan review ya ^^

Sonedinda : iya, author juga iri sama SasuSaku. Makasih udah mau review dan nunggu ya ^^ author pasti usahain buat chap yang seru. Sekali lagi terimakasih banyak ^^

Desypramitha2 : wah author juga seneng kalau kamu suka sama chapter 7 itu, semoga aja kamu juga suka sama chapter ini ya. Walaupun chap ini masih kurang seru dan aneh *menurut author* tapi author usahain chap 9 jadi lebih seru dan romantis. Terimakasih kembali, aku buat chap 7 itu sesuai saran kamu. Makasih udah review dan juga sarannya ^^

Hanazono yuri : update kilat pasti author usahain. Author baru post new chapter, kalau udah banyak yang review atau udah nunggu chap itu. Biasanya author update 3 hari sekali tapi bisa juga lama. Makasih udah review dan tetap baca ya ^^

Aneh : pairnya SasuSaku dan Naruto itu menjadi penganggu di hubungan SasuSaku. Makasih udah review dan baca, maaf kalau membingungkan dan juga aneh ^^

Yaya Uchiha : Cieee yang udah back, udah di tunggu nih reviewnya sama author. Panggil nama aja nih? Yakin? Ngga mau di panggil nyonya Uchiha? Oke sip deh, jadi panggil nama? Berarti aku panggil Yaya? Aduh jangan ngambek dong, aku kira udah ngga ada yang mau baca, aku baru buka hari ini dan ternyata banyak yang mau, jadi baru aku update deh. Hehe gomen ya *menunduk* aaaahhhhh, makasih. Author ngga bisa ngegombal kok, author cuman pinter modusin anak orang *loh (?) abaikan, haha, author senang banget kalau kamu suka sama chapter 7. Semoga suka sama chapter ini juga ya ^^ Gaara udah muncul tuh dan dia akan sering muncul, jadi tunggu aja oke? Makasih semangatnya dan makasih banyak udah review, baca dan jadi temen ngobrol di sini. Asik banget punya temen kaya kamu. ^^ makasih banyak ..

Andinilisaa : ini udah di lanjut, cuman 4 hari kok, apa selama itu ya ._.v gomen sudah membuat menunggu lama. Author update 3 hari sekali atau ngga sesuai review dari kalian. Makasih banyak udah review dan baca ya ^^ author seneng banget..


Aduh, author rasa, chapter ini chapter terburuk tergaje teraneh sepanjang masa. -_- entah kenapa author kurang puas dengan chapter ini. Semoga saja kalian suka ya, walaupun chapter ini mengecewakan. Tapi author janji, chapter 9 dan 10 bakal author buat semaksimal mungkin untuk kalian.

Wah wah, apakah 4 hari lama banget ya? Author minta maaf telah membuat kalian menunggu *menunduk* chapter 9 dan 10 di update 3 hari sekali atau ngga sesuai review kalian ya.

Chapter ini masih permulaan, jadinya belum terlalu seru. Tapi chapter 9 dan 10 author buat seseru dan seromantis mungkin untuk kalian. Heeaahh.. terimakasih udah review dan baca ya ^^.

Author juga mau bilang selamat buat yang udah nerima rapot dan semoga rapot kalian hasilnya memuaskan. Sekedar curhat, author belum menerima rapot loh, tapi udah libur 1 bulan lebih. Hiks.. hiks.. kasian author. Abaikan, semoga sukda dengan chap ini ya.

Review for next chapter ..

Sincerenly yours,

Princess7174